Tips dan Trik

20+ Ciri-ciri Kucing Sakit dan Cara Mangatasinya

Written by Laeli Nur Azizah

Ciri-ciri kucing sakit dapat kita kenali dari berbagai macam faktor, mulai dari perubahan penampilan, perilaku, aktivitas sampai kemampuannya dalam bersosialisasi. Jika kamu mempunyai kucing peliharaan di rumah, maka kamu harus mengenali ciri-ciri kucing sakit supaya bisa ditangani dengan cepat.

Hewan peliharaan, khususnya kucing, memang bisa dijadikan sebagai sahabat yang baik dan kehadirannya pun dapat meningkatkan suasana hati para pemiliknya. Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan bahwa kucing bisa membangun keakraban yang intens, terlebih pada lansia dan penyandang disabilitas. Walaupun begitu, para pemilik kucing juga perlu berhati-hati. Sebab, kucing dapat membawa kuman yang berbahaya yang menyebabkan penyakit dan berpotensi menularkannya kepada manusia. Oleh sebab itu, penting untuk memahami ciri-ciri kucing sakit agar lebih waspada.

Ciri-ciri Kucing Sakit

Ketika sedang sakit, biasanya kucing akan menunjukkan beberapa ciri tertentu. Terdapat beberapa ciri yang mudah dikenali, tapi ada pula yang terlihat normal-normal saja. Supaya tidak bingung lagi, berikut ini adalah beberapa ciri-ciri kucing sakit, antara lain:

1. Perubahan Nafsu Makan

Apabila kucing peliharaan kamu menunjukkan perubahan nafsu makan, baik itu bertambah ataupun berkurang, maka hal tersebut bisa menjadi salah satu tanda mungkin kucing tersebut mengalami masalah pada sistem pencernaannya. Peningkatan nafsu makan yang terjadi pada kucing bisa disebabkan oleh parasit usus, diabetes, hipertiroidisme, ataupun penyakit pencernaan lain yang menyebabkan penyerapan nutrisi buruk. Sedangkan nafsu makan berkurang mungkin saja disebabkan karena kucing merasa mual, demam, mengalami penyakit pada pencernaan, atau nyeri di bagian mulut.

2. Banyak Minum

Apabila kucing kamu lebih sering minum atau lebih banyak dari biasanya, kamu perlu curiga adanya masalah kesehatan pada tubuhnya. Ada banyak sekali kemungkinan penyebab peningkatan rasa haus pada kucing, termasuk juga diabetes, penyakit ginjal, hipertiroidisme. Selain itu, ada pula penyakit endokrin yang kurang umum seperti akromegali atau hyperadrenocorticism.

3. Sering Mengeong atau Bersuara

Mengeong adalah salah satu cara kucing untuk berkomunikasi. Dimana suara kucing tersebut bisa diartikan banyak hal, bisa jadi lapar, marah, memberitahu sesuatu, atau mencari perhatian. Jika kucing yang tadinya jarang bersuara mulai sering mengeong dari biasanya, maka kemungkinan Ia sedang mencoba memberitahu majikannya jika Ia sedang merasa tidak nyaman atau mengalami tekanan fisik atau emosional. Biasanya, kucing mengeong lebih sering jika mereka merasa lapar atau kesakitan. Seiring bertambahnya usia, beberapa kucing dapat mengalami disfungsi kognitif atau kepikunan yang juga bisa mengubah frekuensi bersuara.

4. Tidak Bisa Buang Air Kecil

Segera mencari pertolongan medis bila kucing kamu tiba-tiba tidak bisa buang air kecil, terlebih untuk kucing jantan. Mereka mungkin saja mengalami penyumbatan pada bagian saluran kemih bagian bawah dan harus segera ditangani. Untuk mengetahui apakah kucing sulit untuk buang air kecil, kamu bisa memperhatikan kotak pasir untuk buang air kecil dan BAB. Apabila pasir terus-menerus kering, maka itu bisa menjadi pertanda bahwa kucing kamu sakit dan kesulitan BAK. Kebiasaan BAK kucing yang berubah tersebut perlu diwaspadai, misalnya saja tidak BAK di tempat biasanya. Hal tersebut mungkin menandakan bahwa mereka mengalami penyakit yang membuatnya sulit untuk masuk atau keluar dari kotak pasir.

5. Muntah dan Diare

Muntah dan juga diare yang dialami oleh kucing bisa jadi disebabkan oleh:

– Penyumbatan pencernaan atau tidak sengaja menelan benda asing
– Parasit usus
– Sensitivitas terhadap makanan, intoleransi, atau alergi
– Penyakit ginjal
– Pankreatitis
– Radang usus
– Infeksi bakteri atau virus
– Menelan racun
– Penyakit hati
– Kanker

Apabila kamu melihat kucing mengalami muntah dan juga diare, maka segera bawa ke dokter hewan untuk mengetahui penyebabnya dan cepat ditangani.

Ng Kucingpedia

6. Perubahan Kebiasaan Menjilat Tubuh

Kucing umumnya akan menjilat tubuh untuk membersihkan diri dari kotoran di bulunya. Akan tetapi, jika kucing terlihat lebih sering menjilat tubuhnya, maka itu bisa menjadi salah satu tanda adanya masalah dalam tubuhnya. Selain itu, beberapa kucing bisa cenderung melakukan overgroom atau menjilat bulunya lebih sering untuk menenangkan diri ketika merasa cemas. Disisi lain, beberapa masalah kesehatan juga dapat membuat kucing enggan untuk menjilat tubuhnya. Misalnya saja, rasa sakit pada sendi bisa menyebabkan kucing menghindari menjilat di area yang nyeri. Kucing yang merasakan sakit di bagian mulutnya juga mungkin tidak mau menjilat bulu karena tidak nyaman dengan mulutnya.

7. Bau Mulut

Bau mulut pada kucing dapat disebabkan oleh penyakit gigi, misalnya saja karang gigi, radang gusi, gigi abses, ataupun tumor di mulut. Selain itu, bau mulut pada kucing juga dapat menjadi tanda adanya penyakit dalam seperti misalnya penyakit ginjal dan juga diabetes.

8. Lebih Rewel

Berikut ini adalah beberapa kemungkinan penyebab kucing menjadi lebih rewel, antara lain:

– Tubuh sakit
– Perubahan penglihatan atau pendengaran yang membuat kucing merasa lebih rentan dan defensif
– Hipertiroidisme
– Hipertensi
– Tumor otak
– Rabies

Segera hubungi dokter hewan bila kucing terus menerus rewel supaya diketahui penyebabnya.

9. Perubahan Ukuran Pupil

Ukuran pupil yang terlihat tidak normal atau anisocoria mungkin saja merupakan salah satu tanda:

– Masalah pada salah satu saraf kranial atau otak
– Kanker
– Cedera pada kornea
– Penyakit di retina
– Peradangan mata
– Glaukoma

Lalu, pupil yang terus menerus membesar atau melebar bisa disebabkan oleh hipertensi, penyakit di bagian retina, atau tumor yang mempengaruhi saraf kranial atau otak. Sedangkan pupil yang kecil secara terus menerus bisa disebabkan oleh penyakit yang ada di otak atau sindrom Horner.

10. Lesu atau Lebih Aktif

Perubahan tingkat energi yang ada pada kucing, baik itu meningkat ataupun menurun, dapat menjadi salah satu ciri-ciri kucing sakit. Kondisi tersebut mungkin terlihat terjadi secara tiba-tiba atau bertahap dari waktu ke waktu. Misalnya saja, kucing yang mengalami hipertiroid cenderung sangat aktif. Sementara kucing yang terlihat lesu mungkin saja menderita radang sendi atau penyakit lain.

11. Lebih Sering Bersembunyi

Kucing yang sering bersembunyi mungkin saja bisa disebabkan oleh rasa cemas, takut, stre, dan kesakitan. Kemudian, kucing juga sering sembunyi jika ada kucing lain, hewan lain, ataupun orang lain yang mengintimidasi. Tidak hanya disebabkan karena masalah kesehatan, kucing hamil juga biasanya akan mencari tempat pribadi atau persembunyian yang tenang untuk melahirkan.

12. Penurunan Berat Badan

Berat badan yang sehat dan stabil merupakan salah satu indikator kesehatan kucing secara keseluruhan. Sehingga, setiap penurunan berat badan yang jelas terlihat bisa menjadi tanda bahwa kucing tersebut sedang sakit. Penurunan berat badan bisa dilihat dalam berbagai kondisi, termasuk juga:

– Nutrisi buruk
– Parasit usus
– Diabetes
– Hipertiroidisme
– Penyakit ginjal
– Penyakit gigi
– Penyakit pada usus
– Penyakit di pankreas
– Kanker
– Nafsu makan berkurang karena mual

13. Kelebihan Berat Badan

Kenaikan berat badan pada kucing memang bisa disebabkan oleh kebiasaan makan yang berlebihan. Akan tetapi, hal tersebut juga bisa disebabkan oleh penyakit endokrin seperti hyperadrenocorticism dan mungkin saja kanker. Selain itu, penyakit seperti feline infectious peritonitis atau FIP juga bisa menyebabkan cairan menumpuk di perut kucing. Hal tersebut dapat memicu perut membesar atau kelebihan berat badan.

14. Masalah Pernapasan

Pada kondisi tertentu, kucing bisa saja terengah-engah. Misalnya saja pada saat merasa lelah, stre, menderita penyakit jantung ataupun paru-paru, dan juga kepanasan. Lalu, mengi pada kucing juga biasanya disebabkan oleh asma. Batuk juga bisa menandakan adanya infeksi saluran pernapasan, kanker, asma, atau bronkitis.

15 Keluar Cairan dari Telinga atau Mata

Cairan yang berasal dari mata kucing dapat disebabkan karena iritasi, cedera pada kornea, infeksi bakteri ataupun virus, dan penyakit kelopak mata. Sedangkan cairan dari kuping yang paling sering terjadi disebabkan oleh infeksi bakteri ataupun jamur dan tungau telinga.

16. Bulu Rontok

Apabila kucing kamu merasa sakit di area tertentu atau merasa cemas, maka mungkin saja Ia akan menggaruk kulit secara berlebihan atau overgroom sampai menyebabkan area-area tertentu menjadi botak. Bulu kucing yang rontok juga dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, infeksi jamur, alergi, dan juga parasit seperti kutu.

17. Pincang atau Kesulitan Melompat

Perubahan gaya berjalan ataupun gerakan juga dapat menjadi salah satu ciri-ciri kucing sakit. Kucing akan sering menyesuaikan cara bergerak saat satu atau beberapa persendiannya terasa tidak nyaman. Adapun penyebab yang paling bahasa dari perubahan gaya gerak pada kucing adalah patah tulang atau cedera otot, tendon, dan ligamen. Jika kucing kamu terlihat agak beda, maka jangan tunda untuk periksakan ke dokter hewan.

Kucingku Sayang Single Edition

18. Lemas

Menurut publikasi The People’s Dispensary for Sick Animals, kucing akan menghemat energi untuk berburu. Itu artinya, mereka akan sering tidur selama 12 hingga 16 jam dalam sehari. Akan tetapi, jika kucing tidur lebih lama dari biasanya, maka hal itu bisa menjadi salah satu ciri-ciri kucing sakit. Kucing akan terlihat lemas bisa disebabkan oleh berbagai macam kondisi, mulai dari abses gigitan sampai masalah yang lebih serius, seperti penyakit diabetes, ginjal, atau keracunan. Hubungi dokter hewan apabila kucing kamu lemas selama kurang lebih 24 jam.

19. Pembengkakan di Area Tubuh

Pembengkakan yang terjadi di area tubuh manapun sebaiknya tidak diabaikan begitu saja, hal itu bisa jadi ciri-ciri kucing sakit. Munculnya pembengkakan dapat terjadi karena luka yang sudah berubah menjadi abses atau bahkan sudah menjadi tumor. Perhatikan area yang bengkak dengan seksama. Apabila kucing merasa kesakitan pada area yang disentuh, atau tidak kunjung membaik dalam waktu satu atau dua hari, maka segeralah temui dokter hewan.

20. Suhu Tubuh Rendah

Suhu kucing yang sehat umumnya berkisar antara 37 hingga 38 derajat Celcius. Adapun salah satu ciri-ciri kucing sakit adalah suhu tubuhnya di bawah rata-rata. Ketika jantung melemah, maka organ tubuh lain juga akan ikut melemah bahkan tidak berfungsi. Hal tersebut menyebabkan suhu tubuh akan terus berkurang sampai di bawah 37 derajat Celcius. Kamu bisa menggunakan termometer digital untuk memeriksa tubuh kucing. Dapat dimasukkan ke dalam telinga ataupun melalui dubur. Selain menggunakan termometer, mengukur suhu tubuh juga dapat dilakukan dengan merasakan cakarnya. Jika terasa lebih dingin ketika disentuh, maka hal itu bisa menjadi tanda bahwa jantungnya lemah. Jantung yang lemah menunjukkan akhir dari kehidupan kucing tersebut.

21. Tidak Tertarik dengan Barang Favoritnya

Kesehatan kucing yang mulai menurun, pastinya mereka akan kehilangan minat kepada hal-hal yang dulunya pernah menjadi favorit mereka. Mereka tidak akan lagi responsif terhadap makanan, mainan, sampai majikan yang biasa mengajaknya bermain. Bahkan, bisa jadi kucing tersebut akan berhenti menunjukkan rasa bahagia saat dibelai.

Cara Mengatasi Kucing Sakit

Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa kamu lakukan saat kucing peliharaan sakit di rumah, antara lain:

1. Menjaga Cairan

Paksa kucing untuk tetap minum, karena air bisa membantu melonggarkan sekresi catarrhal atau selaput lendir. Selain itu, uap juga bisa membantu dalam hal ini. Apabila kucing peliharaan kamu mau, maka kamu bisa mencoba untuk menjaga kucing kamu di kamar mandi ketika kamu sedang berendam di bak mandi air hangat.

2. Jaga Kebersihan Mata dan Hidung Kucing

Kamu harus membersihkan area bagian mata dan juga hidung kucing dengan menggunakan kapas. Seka kotoran yang ada dengan menggunakan kapas yang sudah dicelupkan ke dalam air garam.

3. Berikan Obat Flu Khusus Kucing

Hal pertama yang harus kamu lakukan untuk mengobati kucing yang sedang terkena flu yaitu dengan memberikan obat flu sebagai antibiotik. Ada beberapa jenis obat flu yang dapat kamu peroleh di petshop atau toko online.

4. Beri Kenyamanan Untuk Kucing

Ketika terserang flu, jasa kucing kamu agar tetap hangat, nyaman, dan kering. Apabila kamu mempunyai kucing lain yang tidak terinfeksi, maka buatlah ruang isolasi supaya kucing kamu bisa pulih dan tidak menularkan ke kucing lainnya.

5. Berikan Multivitamin

Multivitamin bisa meningkatkan daya tahan tubuh kucing dan memberinya nutrisi yang dibutuhkan. Pemberian vitamin harus disesuaikan dengan kebutuhan kucing. Jangan sampai asal pilih. Dengan memberikan multivitamin yang sesuai dengan kebutuhan kucing dapat menjadi solusi untuk mengatasi kucing tidak mau makan.

6. Pancing dengan Menggunakan Makanan Kering atau Dry Food

Kucing yang tidak mau makan karena bosan dengan makanan yang mereka biasa makan, apabila hal itu penyebabnya, maka penanganan yang paling tepat adalah mencoba makanan yang berbeda dari biasanya. Hal tersebut bisa digunakan untuk membangkitkan selera makannya.

FABEL 34 PROVINSI : KALBAR - KUCING MERAH DAN ANGIN PUTING BELIUNG Single Edition

7. Berikan Obat Cacing

Penyebab tidak mau makan salah satunya adalah karena cacingan. Cacing yang berada di dalam tubuh kucing akan mengambil semua nutrisi yang dibutuhkan oleh kucing. Apabila kucing tidak berenergi karena cacingan, maka cara mengatasinya adalah dengan memberinya obat cacing.

8. Berikan Kuning Telur Mentah

Kuning telur ayam mentah mempunyai kandungan protein tinggi yang baik untuk kucing. Sebab, asupan kuning telur mentah ini bisa membantu meningkatkan nafsu makan kucing. Tak hanya itu saja, kamu juga memberikan kuning telur mentah bila kucing kamu terlihat kurus, lemas, tidak mau makan, atau lebih banyak tidur.

9. Memberikan Air Kelapa Segar

Air kelapa sendiri mengandung ion yang bisa memenuhi kebutuhan cairan pada tubuh kucing. Selain itu, air kelapa segar juga bisa berguna sebagai penawar racun untuk mengatasi kucing yang keracunan. Tak hanya itu saja, kamu juga bisa memberikan air kelapa segar kepada kucing yang demam atau muntah-muntah.

10. Memberikan Minyak VCO

Minyak VCO berfungsi sebagai antibiotik yang bisa menangkal bakteri jahat yang ada di dalam tubuh kucing selagi tidak diberikan dalam jumlah yang terlalu banyak. Sebab, bila kamu memberikan terlalu banyak, maka yang terjadi justru kucing akan mengalami resisten bakteri.

Demikian penjelasan mengenai beberapa ciri-ciri kucing sakit yang perlu kamu pahami dan bagaimana cara mengatasinya. Semoga bermanfaat.



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien