Kesehatan

7 Fakta Unik Kerokan Yang Wajib Diketahui dan Dipahami

fakta unik kerokan
Written by Umam

Bagi Kamu yang sering melakukan kerokan, ada beberapa fakta unik kerokan yang perlu untuk diperhatikan. Kerokan sendiri menjadi salah satu cara untuk menyembuhkan berbagai penyakit yang sangat disukai oleh sebagian besar orang Indonesia, terutama masuk angin.

Gejala masuk angin bisa ditandai dengan tubuh yang pegal-pegal, perut kembung, mual, pusing, bahkan bisa juga sampai flu.

Cara melakukan kerokan pun bisa dikatakan cukup mudah, yakni dengan menggaruk sambil menekan permukaan kulit dengan menggunakan benda logam atau benda tumpul, misalnya seperti uang koin, sendok, bawang putih, bahkan juga batu giok.

Perawatan ini sebenarnya adalah cara penyembuhan yang diwariskan secara turun temurun dan telah dilakukan sejak zaman kerajaan kuno.

Seiring berkembangnya zaman, kerokan mulai ditambah dengan minyak sebagai pelicin. Apabila zaman dahulu, kerokan dilakukan dengan menggesekkan kulit dan benda tumpul secara langsung.

Sekarang, ada berbagai jenis minyak yang bisa digunakan sebagai pelicin sehingga tidak mengakibatkan lecet atau luka pada kulit dan memberikan dampak yang lebih enak dari kerokan.

Beberapa minyak yang digunakan oleh orang Indonesia, yaitu seperti minyak telon, minyak kelapa, bahkan juga olive oil. Apabila pada saat sesudah dikerok, muncul guratan merah yang membekas di permukaan kulit, bisa itu adalah gejala dari masuk angin.

Beberapa orang juga menganggap bahwa semakin merah bekas kerokan yang dihasilkan, maka semakin banyak angin yang keluar dari tubuh. Tidak hanya dipercaya bisa mengeluarkan angin dalam tubuh, kerokan juga diyakini bisa memberikan kesegaran bagi tubuh.

Nah, artikel ini akan menjelaskan tentang beberapa fakta unik kerokan. Selain itu, kita juga akan membahas berdasarkan sudut pandang ilmu kesehatan terkait dampak yang diberikan untuk tubuh. Berikut ini adalah tujuh fakta unik kerokan yang perlu kamu ketahui, antara lain yaitu:

A. Fakta Unik Kerokan

1. Kerokan adalah Aplikasi Rumusnya Albert Einstein

Fakta unik kerokan yang pertama dari dari kerokan pasti belum banyak diketahui oleh banyak orang. Secara konsep, kerokan merupakan salah satu bentuk penerapan teori yang dicetuskan oleh fisikawan terkenal di dunia, yaitu Albert Einstein.

Teori Albert Einstein tersebut adalah e = mc2. Rumus tersebut dapat dipahami bahwa setiap ada gesekan yang dihasilkan oleh dua benda, maka akan membentuk suatu energi tertentu.

Pada kasus kerokan, gesekan antara dua benda yakni kulit dan benda dapat menghasilkan suatu energi panas. Tentu saja, dampak yang diberikan gesekan ini mampu menjadikan tubuh menjadi lebih panas karena efek pembekakan.

Hal ini yang menjadikan banyak orang yang bertanya, apakah nenek moyang kita telah menyadari prinsip teoretis ini saat melakukan kerokan.

2. Alasan Kerokan di Bagian Punggung

Fakta unik kerokan yang kedua dari kerokan adalah alasan kerokan di punggung. Kita tahu sendiri bahwa kerokan paling umum dilakukan di bagian punggung.

Hal ini tentu saja bukan tanpa sebuah alasan, punggung menjadi bagian tubuh yang memiliki ruang kosong yang lumayan luas. Alhasil, kerokan di punggung akan sangat memudahkan bagi orang yang sedang melakukan pengerokan.

Apabila dikaji secara ilmiah, metode kerokan ini telah terbukti mampu menjadikan sirkulasi darah ke seluruh tubuh menjadi lebih meningkat. Bagian punggung menjadi salah satu bagian yang terdapat sistem saraf dan terintegrasi secara langsung dengan pembuluh darah terpanjang dan menyebar ke seluruh tubuh.

Oleh karena itu, bagi Kamu yang ingin melakukan kerokan, Kamu hanya perlu menggosok kulit pada punggung terkikis secukupnya. Hal itu sudah bisa menjadikan darah mengalir secara lancar menuju seluruh bagian tubuh lainnya.

3. Semakin Merah Semakin Tinggi Tingkat Penyakit

Fakta unik kerokan yang ketiga dari kerokan adalah kulit merah sebagai tanda tingkat penyakit. Bagi beberapa orang yang sering melakukan kerokan pasti menganggap bahwa semakin merah kulit, maka hal itu menjadi tanda semakin tinggi tingkat dari suatu penyakit.

Oleh karena itu, semakin banyak bekas luka tumpul yang ada pada tubuh, maka semakin parah pula penyakitnya. Salah satu tanda tingkat penyakit tinggi dapat dilihat apabila kulit berubah warna menjadi merah keunguan.

Namun, pada dasarnya warna merah pada kulit tidak bisa digunakan sebagai barometer seberapa parah sakit flu yang diderita seseorang. Kulit yang berwarna merah sendiri merupakan dampak yang ditimbulkan karena ada pembuluh darah yang sedang terbuka atau pecah karena terkena gesekan.

Bisa jadi, semakin kuat gesekan yang diberikan oleh logam pada kulit, maka akan menjadikan kulit berwarna semakin pekat.

4. Pori-pori Tubuh Terbuka

Fakta unik kerokan yang keempat dari kerokan bahwa pada saat pori-pori tubuh terbuka, ada risiko akan banyak bakteri yang masuk ke dalam tubuh. Hal ini dikarenakan tidak ada yang bisa menjamin kebersihan lingkungan.

Bisa jadi secara kasat mata suatu lingkungan itu sudah bersih, namun bisa juga sebenarnya ada banyak tidak kasat mata berkeliaran di sekitar manusia. Oleh karena itu, pada saat melakukan kerokan, ada baiknya dilakukan dilingkungan yang bersih, sehingga meminimalisir adanya bakteri yang masuk lagi ke dalam tubuh.

Diketahui sendiri, semakin lebar lubang pori-pori pada tubuh yang terbuka, maka semakin banyak bakteri yang akan bergabung dan masuk ke dalam tubuh.

Maka dari itu, selain menyukai kerokan, tetapi banyak orang yang lebih memilih untuk istirahat dengan cukup ketika merasa masuk angin. Selain kerokan, istirahat dan minum minuman hangat bisa memberikan dampak pemulihan yang baik bagi tubuh.

5. Zat Endorfin Meningkat Saat Kerokan

Fakta unik kerokan yang kelima dari kerokan yaitu ditemukannya peningkatan endorfin dalam tubuh pada saat melakukan kerokan. Hal ini yang menjadikan salah satu alasan mengapa banyak orang merasa ketagihan untuk kerokan.

Berdasarkan analisis secara ilmiah, tubuh seseorang yang telah melakukan kerokan dapat memunculkan zat alami tubuh yang biasa disebut dengan endorfin.

Endorfin sendiri bisa diartikan sebagai sebuah zat alami yang hampir sama seperti morfin dan mampu memberikan efek tenang dan nyaman bagi tubuh. Hal ini hampir sama seperti pada saat tubuh seseorang sedang dipijat.

Nah, kerokan bisa dijadikan alternatif yang murah dibandingkan membeli morfin buatan yang cukup memberikan dampak untuk tubuh.

6. Kerokan Menyebabkan Kelahiran Prematur

Fakta unik kerokan yang keenam dari kerokan yaitu kerokan bisa menyebabkan kelahiran secara prematur. Sebagai sebuah obat alami, tentu saja kerokan tanpa dampak buruk, Kerokan bisa sangat membantu apabila dilakukan secara tepat.

Namun, kerokan juga bisa memberikan dampak yang lumayan mengkhawatirkan bagi ibu hamil karena bisa menjadi salah satu penyebab kelahiran secara prematur.

Pada saat pori-pori terbuka setelah melakukan kerokan, ada risiko bakteri dan virus yang bisa masuk dengan mudah ke dalam tubuh. Namun, kerokan sangat tidak dianjurkan untuk ibu hamil.

Perbedaan itu dapat dilihat ketika kerokan dilakukan orang dalam keadaan normal, maka zat anti-inflamasi yang disebut “sitokin” bisa muncul dan secara otomatis bertindak sebagai penambah kekebalan dalam tubuh manusia.

Hanya saja, kerokan ini memberikan dampak yang berbeda untuk wanita hamil. Kerokan bisa memunculkan “prostaglandin” pada saat terjadi abrasi. Hal ini bisa menjadi salah satu penyebab muncul kontraksi prematur sehingga mengakibatkan kelahiran secara prematur.

7. Tidak Hanya di Indonesia

Fakta unik kerokan yang ketujuh dari kerokan yaitu ternyata kerokan tidak hanya dilakukan di Indonesia saja. Meskipun kerokan sudah sering dilakukan oleh nenek moyang bangsa Indonesia.

Namun, sepertinya nenek moyang bangsa Indonesia juga mendapatkan ilmu kerokan dari orang dari bangsa lain. Kerokan sendiri banyak dilakukan di berbagai negara seperti China, Kamboja, Laos, dan Vietnam.

Perbedaanya terletak terkait nama atau istilah dan alat yang digunakan untuk kerokan. Sebagai contoh, masyarakat Cina mengenal kerokan dengan istirah ‘gua sha’, istilah ini akrab dipakai mereka untuk mengikis kulit hingga berwarna merah dengan menggunakan batu giok.

B. Apa itu Masuk Angin?

Setelah membahas beberapa fakta unik kerokan, pada bagian ini kita akan mulai membahas mengenai apa sebenarnya maksud dari masuk angin. Meskipun hampir sebagian besar orang Indonesia sudah sangat akrab dan familiar dengan penyakit ini, tetapi masuk angin ternyata belum terlalu dikenal dalam dunia medis sendiri.

Seseorang bisa dianggap sedang memiliki gejala masuk angin apabila merasakan kondisi tubuh seperti, badan terasa tidak enak, kedinginan, meriang, sakit kepala, hingga nyeri otot.

Namun, dalam beberapa kasus, masuk angin juga bisa dianggap pada tubuh seseorang yang memiliki kondisi tubuh atau badan terasa hangat atau demam, perut kembung, sering buang angin dan berbau, diare, pegal-pegal, dan lainnya.

Oleh karena itu, berbagai gejala yang dirasakan seseorang sebagai penyakit masuk angin ternyata banyak memiliki kesamaan dengan dengan gejala sakit flu, hanya saja penyebab dari masuk angin sendiri tentu saja lebih beragam.

Ternyata bila dilihat dari sisi medis, kerokan memang dapat memberi dampak baik bagi kesehatan. Koin yang digosokkan pada kulit dapat membuat suhu tubuh kamu meningkat, sehingga badan menjadi lebih hangat. Suhu tubuh yang memanas ini juga mengakibatkan pembuluh darah dalam tubuh melebar.

Hal ini akan memperlancar peredaran darah pada tubuh yang juga dikenal dengan istilah oksigenasi. Nah, bila peredaran darah sudah lancar, maka gejala masuk angin yang kamu rasakan pun bisa membaik. Kerokan juga bisa meningkatkan sistem imun dan kekebalan tubuh kamu.

C. Hal yang Perlu Diperhatikan dari Kerokan

Setelah mengetahui berbagai fakta unik kerokan dan gejala dari masuk angin, pada bagian ini kita akan membahas tentang beberapa hal yang perlu diperhatikan bagi kamu yang sering melakukan kerokan ketika sedang sakit masuk angin.

Bagi Kamu yang gemar sekali melakukan kerokan dan bahkan malah kecanduan untuk kerokan pada saat tubuh merasa tidak sehat. Kamu perlu memperhatikan juga dampak negatif yang bisa dihasilkan dari keseringan melakukan kerokan. Ada dua hal yang perlu diperhatikan.

Pertama, seperti yang sudah disampaikan di atas, bahwa kerokan bisa mengakibatkan pori-pori kulit menjadi terbuka. Hal ini tentu saja sangat rentan untuk dimasuki oleh bakteri dan virus. Maka dari itu, bagi Kamu yang sering kerokan diharapkan untuk melakukannya seperlunya saja, apabila keseringan bisa mengakibatkan infeksi yang berlebihan.

Kemudian, hal yang perlu diperhatikan kedua adalah salah melakukan diagnosa penyakit. Pada saat merasakan gejala masuk angin seperti mual dan muntah sekaligus dibarengi dengan nyeri dada, ada baiknya untuk segera dirujuk ke rumah sakit saja. Hal ini bisa jadi bukan dikarenakan masuk angin, akan tetapi merupakan gejala serangan jantung.

Dalam beberapa kasus, gejala serangan jantung yang ditangani dengan kerokan bisa mengakibatkan kematian. Hal ini yang menjadikan penyakit yang bernama angin duduk.

Gejala angin duduk sendiri adalah nyeri pada dada seperti ditindih atau ditekan. Gejala angin duduk sendiri biasanya muncul pada saat seseorang sedang menjalankan sebuah aktivitas, yaitu ketika jantung memompa darah lebih cepat. Nah, apabila ditangani dengan baik, penderita angin duduk bisa terhindar dari komplikasi yang serius.

Rekomendasi Buku & Artikel Terkait Fakta Unik Kerokan

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien