Politik Ekonomi Sejarah

Perang Dingin: Sejarah, Faktor Yang Mempengaruhi Dan Dampaknya

Dampak Perang Dingin
Written by M. Hardi

Dampak perang dingin – Belajar tentang sejarah memang sangat menyenangkan. Di dunia ini ada banyak hal yang berhubungan dengan sejarah yang tentunya memiliki sisi menarik tersendiri ketika kita pelajari. Seperti halnya topik pembahasan yang ada di dalam artikel ini.

Kali ini kita akan belajar bersama tentang Perang Dingin yang pernah terjadi di dunia ini. Tentunya kalian juga tak asing dengan peristiwa Perang Dingin yang menjadi salah satu peristiwa bersejarah terbesar kala itu.

Ada banyak hal yang bisa kita ketahui bersama dari ulasan Peran Dingin ini. Mulai dari latar belakang yang menyebabkan peristiwa perang dingin itu terjadi hingga dampak Perang Dingin yang diakibatkan.

Semua hal tersebut akan dirangkum dalam artikel ini dan tentunya bisa kalian baca secara langsung.

Latar Belakang Perang Dingin

Perang Dingin merupakan sebutan untuk konflik ketegangan ketegangan politik dan militer yang terjadi antara Blok Barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat bersama dengan sekutu NATO dengan Blok Timur yang dipimpin oleh Uni Soviet yang bersekutu dengan negara satelitnya.

Meski disebut dengan Perang Dingin, ternyata perang ini berbeda dengan perang senjata lho. Perang dingin merupakan pertarungan ideologi yang dilakukan oleh Amerika Serikat dengan Uni Soviet tanpa menggunakan serangan militer secara langsung.

Dua sekitu ini akan saling memperebutkan pengaruhnya terhadap negara lain dengan melakukan pesaingan dalam bentuk politik, ekonomi dan juga propaganda.

Masa Perang Dingin berlangsung dari 12 Maret 1947 hingga 26 Desember 1991. Dimana saat itu termasuk ke dalam masa-masa yang begitu mencemaskan bagi penduduk dunia karena merasa khawatir jika terjadi perubahan dari Perang Dingin menjadi perang nuklir dan perang dunia ketiga.

Istilah Perang Dingin memang sudah muncul sejak tahun 1930. Awalnya istilah tersebut merujuk pada situs National Geographic. Namun, selanjutnya sebutan tersebut digunakan oleh Perancis untuk menjelaskan bagaimana hubungan rumit yang terjadi antara negara-negara yang ada di Eropa saat itu.

Awalnya, pada saat Perang Dunia II, Amerika Serikat dan Uni Soviet adalah bagian dari Blok Sekutu yang pada saat itu sedang melakukan perlawanan kepada Blok Poros. Pada tahun 1945, Amerika Serikat berhasil mengalahkan Jepang dengan menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki.

Kemudian, dari peristiwa tersebut, Amerika Serikat dari negara Blok Sekutu memenangkan Perang Dunia II dan menjadikannya sebagai negara Adidaya.

Akan tetapi, meski Uni Soviet dan Amerika Serikat saat itu merupakan salah satu bagian dari Blok Sekutu, namun keadaan hubungan dari keduanya tampaknya bersitegang. Hal ini tak lain karena keduanya memiliki perbedaan ideologi.

Dimana Amerika Serikat adalah negara yang memiliki ideologi liberal dan kapitalis yang menentang ideologi komunis dan sosialis yang saat itu dianut oleh Uni Soviet dan pemerintahan tirani yang dipimpin oleh Joseph Stalin.

Kala itu, Uni Soviet tidak terima dengan perilaku yang dilakukan oleh Amerika Serikat yang menurutnya menyampingkan negara tersebut dalam komunitas internasional. Jadi, setelah berakhirnya peristiwa Perang Dunia II menjadi awal terbentuknya kebencian antara kedua belah pihak hingga semakin besar menjelang Perang Dunia II berakhir.

Terpecahnya aliansi Amerika Serikat, Inggris dan Uni Soviet karena adanya permusuhan dan rasa kebencian semakin besar. Saat itu, sekutu Nazi Jerman dan Blok Poros kalah, ketiga negara lalu membuat suatu perjanjian yang dinamakan dengan Perjanjian Postdam untuk membagi wilayah kekuasaan Jerman pasca kalah.

Selanjutnya, Jerman terbagi menjadi dua yaitu Jerman Barat yang berada di bawah kekuasaan Inggris, Perancis dan Amerika Serikat. Sedangkan Jerman Timur berada di bawah kekuasaan Uni Soviet.

Tak hanya itu saja, Uni Soviet juga menguasai bekas jajahan Jerman yang berada di Eropa Timur dan Eropa Tengah serta menyebabkan pengaruh di seluruh wilayah tersebut. Hal ini tentunya membuat Amerika Serikat dan Inggris merasa begitu khawatir akan pengaruh ideologi komunisme yang dirasa akan mengganggu perkembangan di Eropa Barat.

Selanjutnya, Amerika Serikat memunculkan Marshall Plan atau rencana program ekonomi yang ditujukan untuk membangun kekuatan ekonomi di negara Eropa. Sedangkan Uni Soviet memiliki Molotov Plan.

Penyebab Terjadinya Perang Dingin

Dampak Perang Dingin

Sumber: Pixabay

Seperti yang dijelaskan sebelumnya jika adanya Perang Dingin tak terjadi begitu saja. Namun, ada beberapa penyebab yang bisa membuat peristiwa Perang Dingin itu terjadi. Sebelumnya, sudah dibahas secara singkat apa saja yang memprakarsai terjadinya peristiwa Perang Dingin. Nah, bagi kalian yang ingin tahu lebih lanjut tentang apa saja penyebab terjadinya Perang Dingin, berikut ini adalah penjelasan selengkapnya.

Salah satu penyebab terjadinya Perang Dingin adalah ketika Amerika Serikat telah berhasil mendapatkan kemenangan atas Perang Dunia II. Saat itu, sekutu dari Amerika Serikat adalah Perancis dan Inggris. Selain itu, Amerika Serikat juga membantu negara Eropa Barat agar bisa bangkit dari kondisi perekonomian yang melemah pasca terjadinya peristiwa Perang Dunia II.

Uni Soviet saat itu memberikan bantuan untuk kebebasan Eropa khususnya bagian Timur yang dibelenggu oleh Jerman. Selanjutnya, Uni Soviet membangun kembali perekonomian negara Eropa Bagian Timur.

Bahkan, Uni Soviet juga mencoba melakukan perluasan pengaruh dengan cara memberikan dukungan terjadinya perebutan kekuasaan berbagai negara di bagian Eropa Timur. Beberapa diantaranya adalah seperti mulai dari Bulgaria, Hungaria, Albania, Polandia, Rumania dan Cekoslowakia.

Hal ini akan menyebabkan semua negara tersebut masuk ke dalam pemerintah komunis Uni Soviet. Saat itu, Amerika dan Uni Soviet tampil sebagai imperialis muda. Amerika Serikat dengan kekuatan ekonominya yang berusaha memberikan pengaruh kepada negara lain khususnya yang baru merdeka dengan memberikan paket bantuan ekonomi.

Pemerintah Amerika Serikat menganggap jika rakyatnya harus sudah hidup makmur dan menjadi tempat pemasaran hasil industri. Tak hanya itu saja, pasalnya rakyat yang harus hidup makmur akan menjauhkan dari pengaruh sosialis komunis.

Sedangkan dari pihak Uni Soviet memberikan paket bantuan ekonomi yang digunakan untuk memperbaiki keadaan negara-negara tersebut. Pihak Uni Soviet berusaha mendekati rakyat yang sedang melakukan perjuangan nasional dengan mengirim tenaga ahli dan juga berbagai macam peralatan militer.

Adanya negara baru yang sudah merdeka setelah berakhirnya Perang Dunia II di luar wilayah Benua Eropa.

Adanya perbedaan dan pertentangan akan ideologis antara dua negara tersebut. Ideologis liberal kapitalis dimiliki oleh Amerika Serikat dan ideologi sosialis komunis yang dimiliki oleh Uni Soviet. Karena hal tersebutlah, baik Amerika Serikat maupun Uni Soviet berusaha untuk menjadi lebih unggul. Amerika Serikat dan Uni Soviet memberikan pengaruh terhadap negara lain agar bisa masuk ke dalam kelompoknya masing-masing.

Baik itu Amerika Serikat maupun Uni Soviet saat itu memiliki senjata nuklir yang lebih besar daripada bom atom yang menimpa Hiroshima dan Nagasaki. Hal ini juga menjadikan Amerika Serikat dan Uni Soviet tidak bersaing dalam hal militer.

Oleh sebab itu, selama Perang dingin, Blok Barat dan Blok Timur bersaing dalam bidang ekonomi, perlombaan senjata bahkan hingga luar angkasa. Meskipun begitu, ketika Perang Dingin, Amerika Serikat maupun Uni Soviet mengembangkan senjata nuklir yang bisa membuat seluruh dunia menjadi khawatir.

Tanggal 4 April 1949, Blok Barat membentuk Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau North Atlantic Treaty Organization (NATO). Negara pendiri NATO antara lain adalah Amerika Serikat, Belgia, Kanada, Inggris, Perancis, Denmark, Islandia, Italia, Belanda, Norwegia, Portugal, dan Luksemburg. Tujuan adanya NATO adalah untuk mempertahankan Eropa Barat dari serangan Uni Soviet.

Nah itulah beberapa penyebab yang terjadinya peristiwa Perang Dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet.

Penyebab Berakhirnya Perang Dingin

Dampak Perang Dingin

Sumber: Pixabay

Perang dingin secara umum adalah salah satu bentuk perang yang tidak menggunakan gencatan senjata melainkan menonjolkan adu strategi. Perang Dingin juga memberikan akibat yang cukup besar bagi dunia. Mulai dari peperangan antar sekutu masing-masing, negara besar hingga membuat negara-negara di dunia menjadi terpecah belah. Selain itu, Perang dingin juga merupakan perang yang begitu terkenal antara kedua negara besar yaitu Amerika Serikat dan Uni Soviet.

Bahkan, dalam sejarah, Perang Dingin tercatat sebagai salah satu peristiwa perang yang paling lama. Meski saat itu, Perang Dingin menjadikan seluruh dunia ketakutan. Namun, saat ini perang dingin sudah selesai.

Ada beberapa faktor yang menjadikan peristiwa perang dingin yang dilakukan oleh Amerika Serikat dengan Uni Soviet selesai. Jika kalian penasaran apa saja faktor yang bisa menyebabkan Perang Dingin selesai, maka penjelasan di bawah ini bisa membantu.

1. Adanya Perjanjian Mengenai Nuklir

Perjanjian mengenai nuklir atau biasa disebut dengan Non Proliferation Treaty adalah sebuah perjanjian yang dibuat pada tahun 1968. Ada tiga negara besar yang terlibat dan menyetujui perjanjian tersebut yaitu Inggris, Amerika Serikat dan Uni Soviet.

Dalam perjanjian tersebut memiliki isi tentang nuklir, mulai dari larangan membicarakan nuklir, mengembangkan nuklir hingga menjual nuklir ke negara yang tak memiliki nuklir sekalipun. Adanya perjanjian ini diharapkan bisa menciptakan suatu perdamaian dunia.

https://www.gramedia.com/products/cold-war-plans-that-never-happened-1945-91-operasi-operasi-perang-dingin-yang-tak-terwujud?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

2. Adanya Perjanjian yang Akan Pembatasan Persenjataan Strategi

Bukan hanya perjanjian yang membahas tentang nuklir saja. Namun, Amerika Serikat dan Uni Soviet juga melakukan perjanjian lain seperti pembatasan persenjataan strategis atau yang lebih banyak dikenal dengan istilah Strategic Arms Limitation Talks (SALT).

Dalam perjanjian ini memiliki isi tentang pembatasan senjata rudal. Perjanjian ini juga memiliki dua kali penandatanganan. Pertama dilakukan di kota Helsinki, Finlandia. Sedangkan yang kedua dilakukan di Jenewa Swiss dan Wina Austria.

3. Adanya Perjanjian Pembatasan Persenjataan Perang

Ketika sudah tercipta perjanjian SALT, berikutnya ada perjanjian yang membahas tentang pembatasan persenjataan perang atau lebih banyak dikenal dengan istilah Strategic Arms Reduction Treaty (START).

Lalu, untuk isi dari perjanjian tersebut adalah untuk mengurangi jumlah nuklir yang memiliki daya tahan ledak menengah. Tujuan diadakannya perjanjian ini tak lain untuk mengurangi potensi penggunaan senjata nuklir di masa depan.

Tak hanya itu saja, perjanjian START juga memiliki tujuan sebagai salah satu bentuk metode yang dilakukan agar bisa mengurangi ancaman yang dapat membuat negara lain menjadi takut.

4. Mundurnya Tentara Uni Soviet

Berakhirnya Perang Dingin tidak hanya tercipta karena beberapa perjanjian perdamaian yang dilakukan. Namun, adanya faktor lain seperti tentara Uni Soviet yang ditarik mundur juga menjadi salah satu penyebab Perang Dingin berakhir.

Mundurnya tentara Uni Soviet karena negara tersebut memberikan kebijakan untuk mengurangi persenjataan. Kebijakan ini dibuat karena Uni Soviet memiliki permasalahan pada sumber pendapatan, sehingga Uni Soviet tidak mampu untuk bisa memperkukuh persenjataanya.

5. Runtuhnya Uni Soviet

Ketika Uni Soviet berhasil menarik seluruh tentaranya, pada akhirnya Uni Soviet juga mengalami keruntuhan. Uni Soviet runtuh karena terjadi permasalahan internal negaranya. Hingga pada akhirnya di tahun 1991, negara naungan Uni Soviet bubar dan resmi memerdekakan diri masing-masing.

Dengan begitu, perang dingin yang dilakukan oleh Amerika dengan Uni Soviet akhirnya bisa selesai.

Itulah beberapa faktor yang menyebabkan peristiwa Perang Dingin selesai. Beberapa perjanjian perdamaian menjadi faktor pendorong berakhirnya Perang Dingin. Namun, runtuhnya Uni Soviet juga menjadi salah satu faktor terbesar yang menyebabkan Perang Dingin berakhir. Dengan begitu, Amerika Serikat keluar sebagai pemenang dalam peristiwa Perang Dingin yang berlangsung cukup lama.

https://www.gramedia.com/products/keamanan-global-transformasi-isu-keamanan-pasca-perang-dingin?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

Dampak Perang Dingin

Dampak Perang Dingin

Sumber: Pixabay

Adanya Perang Dingin tentunya juga memberikan dampak dalam banyak aspek. Lantas apa saja dampak dari adanya Perang Dingin? Baca penjelasan selengkapnya akan hal tersebut sesuai ulasan di bawah ini.

1. Dampak dalam Bidang Ekonomi

Salah satu dampak dari adanya Perang Dingin adalah dari bidang ekonomi, yang mana peristiwa Perang Dingin mengakibatkan sistem ekonomi liberal dan kapitalis menyebar ke seluruh dunia dan diterapkan oleh negara berkembang khususnya di kawasan Eropa Barat, Asia, Afrika, dan Amerika.

Di sisi lain, sistem ekonomi sosialis komunis juga diterapkan oleh negara yang beraliansi dengan Blok Timur. Amerika Serikat lalu menjadi negara adidaya yang bisa memegang modal dan kreditur bagi negara yang baru merdeka khususnya di wilayah Asia Afrika.

Sedangkan untuk Uni Soviet yang memiliki kekuatan terbesar di Blok Timur menerapkan Molotov Plan yang digunakan untuk membantu pembangunan negara Eropa Timur yang secara politik dan ekonomi sangat dekat dengan Uni Soviet.

https://www.gramedia.com/products/perang-dingin-tiongkok-malaya-dan-malaysia-1949-1974?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

2. Persaingan Ideologi

Salah satu dampak negatif yang ditimbulkan oleh Perang dingin adalah adanya persaingan ideologi yang terkadang menjadi proxy war. Menurut sejarahnya, orang Amerika Serikat begitu waspada terhadap komunisme Uni Soviet dan khawatir dengan pemerintahan tirani yang dipimpin oleh Rusia, Joseph Stalin.

Sebaliknya, Uni Soviet begitu membenci perlakukan Amerika Serikat yang tidak menganggap mereka sebagai bagian yang sah atas komunitas internasional. Akibat hal tersebut, Amerika Serikat dan Uni Soviet saling memperlebar ideologi masing-masing di negara berkembang agar bisa mendapatkan sekutu serta memperluas lagi kekuasaannya.
Meski begitu, hal tersebut menimbulkan konflik sosial sekaligus perang saudara di negara Asia. Seperti perang Vietnam pada tahun 1955 hingga 1975 dan Perang Korea yang terjadi pada tahun 1950 hingga 1953.

3. Memperluas Pengetahuan Teknologi

Tak bisa dipungkiri jika dalam bidang teknologi, persaingan yang ada di dalam Perang Dingin antara Amerika Serikat dengan Uni Soviet dapat mencakup eksplorasi angkasa. Dimana kedua negara tersebut sama-sama saling berlomba untuk bisa mencapai luar angkasa.

Hingga pada akhirnya hal tersebut menjadi landasan yang digunakan untuk mempelajari ilmu astronomi. Pada tanggal 4 Oktober 1957, Uni Soviet meluncurkan “Sputnik” yang memiliki arti teman perjalanan. Dimana Sputnik ini merupakan satelit pertama buatan manusia yang ditempatkan pada orbit Bumi.

Lalu, pada tahun 1958, Amerika Serikat meluncurkan satelit pribadinya yaitu “Explorer” yang dirancang oleh Angkatan Darat Amerika Serikat di bawah ilmuwan roket Wernher von Braun. Di tahun yang sama pula, presiden Dwight Eisenhower melakukan penandatanganan perintah untuk pendirian National Aeronautics and Space Administration (NASA).

Perlu diketahui juga jika banyak penemuan baru yang diakibatkan oleh dampak positif Perang Dingin, seperti komputer, internet, dan alat transportasi.

4. Kemajuan Pembuatan Senjata

Dampak Perang Dingin yang berikutnya adalah adanya kemajuan pembuatan senjata yang semakin mutakhir. Hal ini juga bisa diartikan sebagai dampak positif maupun negatif. Persaingan Perang Dingin dalam bidang senjata dimulai dari pembuatan senjata atom dan bom nuklir.

Para pejabat Amerika Serikat memberikan dorongan pengembangan senjata atom seperti yang bisa mengakhiri peristiwa Perang Dunia II. Selanjutnya, pada tahun 1949, Uni Soviet melakukan pengetesan bom atom mereka sendiri dan ditanggapi oleh presiden AS Harry Truman dengan adanya pengumuman jika Amerika Serikat akan membuat senjata atom yang lebih dahsyat seperti bom hidrogen atau super bom.

Pada tahun 1962, secara diam-diam Uni Soviet memasang rudal di Kuba yang bisa diluncurkan ke kota-kota Amerika Serikat. Ancaman tersebut membuat orang Amerika Serikat membangun tempat perlindungan pada bagian halaman belakang rumah mereka.
Tentunya hal ini memicu terjadinya krisis rudal Kuba pada tahun 1962. Konfrontasi yang menjadikan kedua negara ke ambang perang sebelumnya adanya kesepakatan dicapai untuk melakukan penarikan rudal.

Akibatnya, dari pembuatan senjata tersebut, pengembangan teknologi persenjataan di dunia secara tidak langsung juga turut meningkat. Rompi anti peluru, rudal balistik, senapan otomatis, senapan jarak jauh, pesawat jet, dan kapal induk merupakan contoh perkembangan teknologi senjata yang berasal dari dampak Perang Dingin.

Itulah beberapa dampak dari adanya Perang Dingin. Untuk saat ini, Perang Dingin memang sudah selesai dan kita sebagai manusia juga seharusnya bisa menjaga perdamaian dunia yang ada.

Apabila kamu ingin mencari buku tentang perang, maka bisa menemukannya di Gramedia.com. Gramedia selalu memberikan produk terbaik, agar kamu memiliki informasi #LebihDenganMembaca. Semoga bermanfaat ya!

Penulis: Hendrik



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien