Feature Marketing

Ciri-ciri Bahasa Iklan – Tujuan, Fungsi, dan Konsepnya

Written by Rifda Arum

Ciri Bahasa Pada Iklan – Grameds pasti paham jika keberadaan iklan itu termasuk dalam hal pemasaran atau marketing yang sangat berguna untuk memperkenalkan suatu produk atau jasa terhadap khalayak ramai. Yap, pada dasarnya iklan memang digunakan untuk hal demikian sehingga saat ini jumlah iklan sangat beragam, baik di media massa maupun media elektronik.

Sebuah iklan diharuskan memiliki penyampaian bahasa yang menarik supaya dapat selalu diingat dan tanpa tidak disadari memberikan pengaruh kepada pembaca atau pendengar selaku calon konsumen untuk mencoba dan membeli suatu produk atau jasa tersebut. Bentuk iklan yang baik adalah yang sederhana tetapi penggunaan bahasa yang digunakan dalam penyampaian pesan tawarannya sangat “menyentuh” calon konsumen.

Lalu, bagaimana sih ciri bahasa yang oke pada sebuah iklan? Apakah iklan-iklan yang baik ditayangkan di media elektronik, diperdengarkan melalui radio, atau ditampilkan melalui media massa itu dapat berpengaruh pada pola pikir seseorang?

Nah, supaya Grameds tidak bingung akan hal tersebut, yuk simak ulasan berikut ini!

https://www.pexels.com/

Ciri Bahasa Pada Sebuah Iklan

Sebelum membahas mengenai ciri bahasa yang terdapat pada sebuah iklan, kamu harus memahami terlebih dahulu apa hakikat dari iklan. Menurut Johnson dan Lee (1999), iklan adalah proses komunikasi komersil dan nonpersonal mengenai sebuah organisasi dan produk atau jasa yang ditransmisikan ke khalayak umum melalui media yang bersifat massal, seperti surat kabar, radio, televisi, situs website, dan lain sebagainya.

Pada dasarnya, semua iklan baik itu iklan niaga maupun iklan layanan masyarakat itu sama-sama berusaha memberikan informasi kepada masyarakat banyak. Dalam pembuatan iklan, harus memperhatikan penggunaan bahasa yang mana sangat penting bagi keberhasilan iklan di mata masyarakat. Bahasa yang digunakan iklan harus mampu menjadi presentasi kepada masyarakat supaya mereka tertarik dengan sesuatu yang tengah diiklankan.

Menurut Salamadian (2017), ciri-ciri kebahasaan pada sebuah teks iklan adalah sebagai berikut:

1. Menggunakan Kalimat Persuasif

Kalimat persuasif adalah kalimat yang bertujuan untuk meyakinkan dan membujuk pembaca atau pendengar supaya dirinya melaksanakan gagasan yang dicetuskan dalam kalimat tersebut akan suatu hal. Dalam pembuatan iklan, juga harus menggunakan jenis kalimat persuasif ini sebab supaya pembaca atau pendengar merasa terbujuk untuk menerima tawaran yang ada pada iklan tersebut. Biasanya, penggunaan kalimat persuasif di suatu iklan sangat menekankan suatu diksi tertentu, misalnya “murah”, “cepat”, “handal”, dan masih banyak yang lainnya.

2. Menggunakan Slogan dan Jargon Khusus

Slogan dan jargon ini merupakan suatu kalimat atau perkataan yang menarik, mencolok, dan mudah diingat guna menyampaikan sesuatu terhadap khalayak ramai. Penggunaan slogan ini biasanya terdiri atas empat hingga lima kata yang tentu saja memiliki daya tarik tersendiri supaya pesan atau tawaran dalam iklan tersebut dapat mempengaruhi orang.

Penyusunan diksi dan kalimat untuk sebuah slogan harus kreatif dan tidak ketinggalan zaman. Bahkan jika bisa usahakan untuk menggunakan diksi yang saat itu tengah ramai diperbincangkan supaya orang-orang mudah mengingatnya.

3. Menggunakan Sudut Pandang (Point of View) Orang Pertama

Tanpa disadari, ternyata penggunaan sudut pandang (point of view) orang pertama ini sangat berpengaruh pada konten iklan, lho… Teks pada sebuah iklan biasanya akan menggunakan subjek orang pertama tunggal atau jamak, misalnya aku, saya, dan kami, yang berperan seolah sebagai pihak pemasang iklan.

Contoh penggunaan sudut pandang orang pertama pada iklan layanan masyarakat tentang penanggulangan narkoba:

Akibatnya bila kamu pakai narkoba; teman-teman menjauh darimu, orang tua kamu kecewa, ditangkap polisi, setan jadi senang. Katakan tidak untuk narkoba.

4. Singkat dan Mudah Dipahami

Penyusunan kalimat dalam sebuah iklan harus singkat tetapi juga mudah dipahami. Maksudnya adalah pesan yang hendak disampaikan dalam sebuah iklan tersebut to the point saja, tidak perlu berbelit-belit dan tetap menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh khalayak ramai, bukan hanya sekelompok masyarakat saja.

Beli Buku di Gramedia

Apa Tujuan Dari Sebuah Iklan?

Pada umumnya, tujuan dari iklan, baik itu iklan niaga maupun iklan layanan masyarakat adalah sama saja, yakni supaya pesan yang terdapat dalam iklan tersebut tersampaikan pada khalayak ramai.

1. Memperkenalkan Produk

Terutama untuk sebuah iklan niaga, tujuan utamanya adalah untuk memperkenalkan produk atau jasa kepada khalayak ramai sebagai konsumen. Apalagi jika produk tersebut adalah jenis baru yang mana belum banyak orang mengetahui keberadaan produk baru tersebut.

2. Menampilkan Pesan Sosial

Hal ini terdapat pada iklan layanan masyarakat yang memang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian masyarakat terhadap isu sosial yang tengah diangkat dalam iklan layanan masyarakat tersebut. Komunikasi yang terdapat dalam iklan layanan masyarakat dibuat sedemikian rupa supaya dapat dinikmati oleh semua masyarakat dari berbagai kelompok sosial.

3. Menawarkan Produk

Setelah memperkenalkan produk, terutama pada iklan niaga pasti akan terdapat skenario terkait penawaran produk tersebut dengan tujuan mendorong penjualan. Jadi, hampir sama dengan peribahasa “satu dayung, dua pulau terlampaui”.

Maka dari itu, dalam iklan niaga sangat memperhatikan penggunaan kalimat supaya pesan yang hendak disampaikan benar-benar dipahami oleh calon pelanggan. Semakin efektif iklan niaga tersebut, maka akan semakin banyak pula transaksi terbentuk, sehingga menjadikan perusahaan mendapatkan keuntungan.

4. Memperluas Target Sasaran

Terutama pada iklan niaga yang dipasang dan ditayangkan di media massa, tujuannya adalah supaya pengenalan dan penawaran produknya dapat diakses oleh masyarakat luas. Tidak hanya itu saja, apabila iklan niaga mudah diakses oleh masyarakat luas maka juga sekaligus akan memperluas target pasar.

Sementara itu, dalam iklan layanan masyarakat, target sasaran yang dimaksud adalah semua anggota masyarakat dari berbagai kelompok sosial untuk bersedia menerima dan memahami pengetahuan yang tengah dibahas dalam iklan layanan masyarakat tersebut.

Beli Buku di Gramedia

Apa Fungsi dari Sebuah Iklan Niaga?

Keberadaan iklan niaga tentu saja mempunyai beragam fungsi, yang diterima oleh berbagai pihak. Berikut adalah tiga fungsi dari keberadaan sebuah iklan niaga.

1. Memberi Informasi

Fungsi pertama dari keberadaan sebuah iklan niaga dan iklan layanan masyarakat adalah memberi informasi. Perlu dipahami sekali lagi bahwa sebuah iklan sejatinya memang dibuat untuk menyampaikan pesan atau informasi kepada khalayak ramai terkait suatu hal, tak terkecuali dengan produk atau jasa untuk kepentingan dagang hingga pengetahuan akan isu sosial yang tengah dibahas.

Sementara itu, dalam iklan layanan masyarakat biasanya informasi yang diberikan berkaitan dengan segala bidang kehidupan, mulai dari politik hingga kesehatan. Contoh iklan layanan masyarakat di bidang kesehatan adalah mengenai informasi akan pemberian imunisasi MR guna mencegah penyakit campak dan rubella.

Biasanya menggunakan penyampaian bahasa:  Ayo lindungi buah hati Anda dari kesakitan, kecacatan, dan kematian karena penyakit campak dan rubella. Segera berikan imunisasi MR. 

2. Membujuk

Fungsi kedua dari keberadaan iklan niaga dan iklan layanan masyarakat adalah membujuk. Maksudnya, iklan niaga ini dapat berfungsi supaya khalayak ramai bersedia untuk membeli dan mencoba produk atau jasa yang tengah diiklankan tersebut. Setelah mereka mencoba produk tersebut, bisa saja nantinya akan melakukan pembelian ulang karena merasa cocok dengan produk tersebut.

Sementara pada iklan layanan masyarakat, keberadaannya berfungsi untuk membujuk masyarakat supaya melaksanakan hal-hal yang telah diberitahukan dalam iklan layanan masyarakat tersebut. Misalnya pada iklan layanan masyarakat penanggulangan narkoba, maka biasanya informasi akan berupa bujukan untuk tidak menggunakan narkoba jenis apapun.

Biasanya, penggunaan kalimat bahasanya adalah sebagai berikut:  Akibatnya bila kamu pakai narkoba; teman-teman menjauh darimu, orang tua kamu kecewa, ditangkap polisi, setan jadi senang. Katakan tidak untuk narkoba.

3. Mengingatkan

Fungsi ketiga dari keberadaan iklan niaga dan iklan layanan masyarakat adalah mengingatkan. Dalam upaya pemasangan iklan, terutama iklan niaga adalah untuk membuat khalayak ramai membaca informasi atau konten yang termuat dalam iklan tersebut berulang kali. Maka dari itu, penayangan iklan niaga di televisi sering diulang-ulang, sebab supaya khalayak ramai yang menontonnya akan terus mengingat brand atau merk produk tersebut.

Sementara itu, dalam iklan layanan masyarakat, fungsi ini adalah untuk mengingatkan masyarakat supaya bersedia melakukan hal-hal yang dibicarakan dalam iklan tersebut. Sama halnya dengan iklan niaga, iklan layanan masyarakat juga sering diulang-ulang penayangannya di berbagai media supaya masyarakat dapat terpengaruh sekaligus melakukan apa yang diminta pada iklan layanan masyarakat tersebut.

Contohnya, pada iklan layanan masyarakat yang membahas tentang bahaya merokok, biasanya akan terdapat kalimat yang menyatakan bahwa rokok adalah pembunuh karena menyebabkan penyakit kanker dan penyakit kematian lainnya.

Beli Buku di Gramedia

Konsep Bahasa Dalam Sebuah Iklan

Apakah Grameds menyadari bahwa penggunaan bahasa dalam sebuah iklan ternyata sangat mempengaruhi kehidupan umat manusia secara begitu besar? Bahkan saat ini, gaya hidup hedonisme dan konsumtif makin sering dilakukan karena mereka mudah terpengaruh akan bahasa yang disampaikan dalam sebuah iklan.

Menurut Schrank (1996), pernyataan klaim yang berisikan keunggulan produk terutama dalam iklan niaga ternyata ada tidak jujur. Tidak jujur disini maksudnya adalah informasi dalam sebuah  iklan adalah berisi kebohongan dengan memakai kata-kata figuratif atau kata kiasan yang menyimpang.

Apakah Grameds tahu bahwa beberapa iklan yang mempunyai klaim berlebihan itu ternyata dapat dikategorikan dalam informasi palsu? Yap, karena pada dasarnya, tidak satupun produk itu memiliki keunggulan sejati sebagaimana diklaim dalam iklannya. Menurut Corbett (1971), Tropes adalah kata-kata kiasan yang mengandung makna tidak lumrah dari arti kata yang ditunjuk. Tropes ini biasanya digunakan dalam iklan untuk menyampaikan informasi dengan cara tidak formal, yang mana penyampaian informasinya lebih seperti pernyataan implisit. Tujuan dari penggunaan tropes dalam sebuah iklan adalah untuk membuat pernyataan persuasif supaya dapat mempengaruhi orang lain.

Berikut adalah beberapa jenis dari tropes yang termuat dalam beberapa iklan niaga:

Jenis Arti Contoh Iklan
Substitution (Simple Tropes) Hiperbola Klaim yang berlebihan Berkilaulah Pantene – Iklan Pantene
Antanaklasis Pengulangan sebuah kata dengan arti ganda Sarimi nempel di hati nempel di lidah – Iklan Mie Sarimi
Resonansi Frasa yang mempunyai makna berbeda dengan kombinasi gambar Pria punya selera – Iklan Rokok Gudang Garang (dengan gambar seorang yang maskulin sehat)
Destabilisation (Complex Tropes) Metafora Penggantian makna yang didasarkan pada kemiripan arti Ada mama di rumah semua pasti beres – Iklan Mama Lime
Paradoks Pernyataan yang kontradiktif, salah atau tidak mungkin “This picture was taken by someone who didn’t bring a camera.” – Kodak Film

Menurut Swales, bahasa yang terdapat pada iklan ternyata memiliki pendekatan dan tujuan tersendiri dan merupakan suatu peristiwa komunikasi dengan seperangkat tujuan komunikasi. Tujuan komunikasi inilah yang menjadikan bahasa dalam sebuah iklan itu memiliki gaya bahasa tersendiri. Terutama dalam iklan niaga, penggunaan bahasa yang mencangkup diksi dan susunan kalimatnya ini juga berkaitan dengan identitas dari produk atau jasa yang tengah diiklankan tersebut.

Beli Buku di Gramedia

Pengaruh Iklan Terhadap Proses Pemerolehan Bahasa Pada Seorang Anak

Sebelumnya, telah disebutkan bahwa sebuah iklan dapat memberikan pengaruh besar kepada umat manusia, tidak hanya berkaitan dengan gaya hidup tetapi juga dalam upaya pemerolehan bahasa terutama pada seorang anak. Yap, hal tersebut diungkapkan dalam sebuah penelitian yang berjudul Pengaruh Iklan dengan Musik Pada Pemerolehan Bahasa Anak oleh Erika Fibriyanti.

Dalam penelitian tersebut, menyoroti penggunaan televisi sebagai media hiburan ketika isolasi mandiri pada pandemi Covid-19 yang tengah terjadi hingga saat ini. Tidak menutup kemungkinan bahwa anak-anak juga akan turut menjadikan televisi beserta iklan niaga yang ditampilkannya sebagai hiburan. Iklan-iklan saat ini banyak yang menggunakan latar belakang musik supaya iklan tidak terlalu monoton dan disertai nyanyian khas.

Contohnya iklan e-commerce Shopee yang tiap bulannya mengadakan event khusus dengan teks iklannya berupa “shopee pee pee pee shopee shopping day…” dan dinyanyikan dengan nada khas supaya mudah diingat.

Ternyata, iklan dengan latar belakang musik dan nada khas tersebut sangat berguna dalam proses pemerolehan bahasa pada anak usia dini, karena mereka cenderung mengingat hal-hal yang baru didengar apalagi jika memiliki nada khas. Sebenarnya, upaya pemerolehan bahasa yang terjadi pada anak usia dini itu dapat dilakukan dimana dan kapan saja, tak terkecuali bersumber dari sebuah iklan di televisi.

Anak-anak biasanya sangat memberikan perhatian lebih pada hal-hal yang dianggap menarik disertai visual dan musik yang ceria. Perhatian inilah yang nantinya dapat disebut dengan proses menyimak yang kemudian dapat ditirukan. Peniruan itu sama saja dengan memproduksi ujaran atau bahasa baru yang tanpa sadar ia pelajari dan terima.

Dalam hal ini, menjadi catatan kepada para orang tua untuk tetap mengawasi iklan-iklan yang tayang di televisi dan memperhatikan apakah anak akan menirukannya atau tidak. Sebab terkadang ada kosakata atau diksi yang termuat dalam sebuah iklan untuk tidak pantas ditiru oleh anak-anak.

Rekomendasi Buku & Artikel Terkait

 

Beli Buku di Gramedia

Sumber:

Fibriyanti, Erika. (2020). Pengaruh Iklan Dengan Musik Pada Pemerolehan Bahasa Anak. Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah.

Harjanto, Ignatius. (2010). (Bahasa) Iklan: Memahami dan Memanfaatkannya sebagai Materi Pelajaran Bahasa. Magister Scientiae, No.27.

Baca Juga!



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien