Manajemen

Insentif Adalah: Pengertian, Jenis dan Tujuannya

insentif adalah
Written by M. Hardi

Insentif adalah – Bagi karyawan, istilah insentif tentu saja sudah tidak asing lagi. Insentif merupakan istilah yang sering disamakan dengan bonus. Hal tersebut tidak salah, sebab menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) insentif adalah tambahan penghasilan berupa barang, uang dan lain sebagainya yang diberikan pada seseorang untuk meningkatkan gairah dalam bekerja. Istilah lain dari insentif adalah uang perangsang. Insentif seringkali diberikan pada para karyawan sebagai bentuk apresiasi dari perusahaan.

Oleh sebab itulah, pemberian uang insentif biasanya berhubungan dengan kinerja seorang karyawan yang telah dievaluasi oleh perusahaan. Apabila ada seorang karyawan yang memiliki kinerja bagus, maka akan mendapatkan insentif dalam bentuk tertentu. Lebih lanjut tentang insentif, simak artikel satu ini ya!

Pengertian Insentif

insentif adalah

Sumber: Pexels

Insentif bukanlah gaji, meskipun keduanya sama-sama imbalan atau tanda jasa, tetapi pemberian gaji serta insentif perlu dibedakan. Gaji merupakan hak pokok milik karyawan yang telah bekerja pada suatu perusahaan. Sementara itu, insentif adalah motivasi atau stimulus bagi karyawan yang mampu meningkatkan performanya ketika bekerja.

Insentif seringkali dianggap sebagai bonus dan menjadi salah satu kabar gembira bagi karyawan yang mendapatkannya. Melalui pemberian sejumlah insentif, setiap pekerjaan yang memiliki dedikasi tinggi akan merasa dihargai oleh perusahaan tempat ia bekerja.

Dengan kata lain, insentif adalah bentuk imbalan atau tanda jasa tambahan di luar hak pokok karyawan seperti gaji, insentif dapat berupa uang, barang atau dalam bentuk yang lainnya yang diberikan oleh perusahaan untuk meningkatkan performa dari karyawan dalam bekerja.

Selain berupa uang maupun barang, insentif juga bisa diberikan dalam bentuk lain contohnya seperti pinjaman, tambahan tunjangan atau bahkan promosi jabatan.

Menyusun STRUKTUR & SKALA GAJI

Pengertian Insentif Menurut Para Ahli

Beberapa ahli dalam buku Manajemen Sumber Daya Manusia: Teori dan Kasus menyatakan pendapatnya mengenai pengertian dari istilah insentif, berikut penjelasannya.

1. Hasibuan

Hasibuan berpendapat bahwa insentif adalah tambahan balas jasa yang diberikan pada karyawan tertentu yang memiliki prestasi di atas prestasi standar dari karyawan lainnya. Insentif adalah alat yang digunakan oleh perusahaan sebagai pendukung prinsip adil dalam pemberian kompensasi.

2. Heidjrachman

Menurut Heidjrachman, insentif merupakan suatu tindakan yang memiliki tujuan untuk memberikan upah ataupun gaji yang berbeda, dikarenakan prestasi kerja yang berbeda.

3. Andrew F. Sikula

Andrew F. Sikula mengemukakan pendapatnya bahwa insentif adalah suatu hal yang dapat mendorong atau memiliki kecenderungan untuk merangsang suatu kegiatan. Insentif adalah motif serta imbalan yang dibentuk untuk dapat memperbaiki produksi.

4. Pangabean

Pangabean mendefinisikan istilah insentif sebagai imbalan langsung yang diberikan pada karyawan dikarenakan memiliki prestasi yang melebihi standar dan ditentukan dengan asumsi, bahwa uang dapat mendorong kinerja dari seorang karyawan menjadi lebih baik lagi, oleh sebab itu mereka yang bekerja dengan produktif lebih menyukai gajinya dibayar sesuai dengan hasil kerja.

5. Samsudin

Menurut Samsudin, insentif adalah pemberian upah atau gaji yang berbeda dan bukan berdasarkan evaluasi jabatan karyawan, tetapi karena adanya perbedaan dalam prestasi kerja.

6. Gorda

Gorda mengemukakan pendapat bahwa insentif adalah suatu sarana untuk memberikan motivasi pada karyawan berupa materi yang diberi sebagai pendorong atau perangsang dengan sengaja pada pekerja untuk dapat meningkatkan produktivitas kerja dalam organisasi.

7. Simamora

Simamora berpendapat bahwa insentif adalah suatu program yang berkaitan dengan bayaran dan produktivitas kerja seorang karyawan.

Bentuk-Bentuk Insentif

insentif adalah

Sumber: Pexels

Menurut buku Manajemen Sumber Daya Manusia (2018) ada tiga bentuk insentif yang diberikan perusahaan pada karyawan. Bentuk-bentuk insentif tersebut dibedakan menjadi insentif individu, insentif tim dan insentif organisasi. Berikut penjelasannya.

1. Insentif Individu

Bentuk insentif yang pertama adalah insentif individu yang diberikan pada karyawan sebagai penghargaan dari perusahaan atas kinerja serta produktivitas yang dilakukan oleh karyawan tersebut. Kelebihan dari insentif individu adalah sebagai sumber tambahan pendapatan bagi karyawan, sehingga karyawan yang mendapatkan insentif akan merasa termotivasi hingga bekerja dengan lebih baik.

Meskipun begitu, insentif individu ini memiliki potensi untuk membuat karyawan menjadi pribadi yang egois, dikarenakan karyawan menjadi terlalu fokus pada diri sendiri untuk mencapai targetnya dan kadang kali menekan kinerja dari karyawan lainnya yang dianggap sebagai kompetitor.

2. Insentif Tim

Bentuk insentif yang kedua adalah insentif tim yang diberikan oleh perusahaan pada tim yang mencapai target yang telah ditentukan. Kelebihan dari insentif tim ini adalah dapat memberikan motivasi pada karyawan untuk dapat bekerja sama dalam tim. Sementara itu, kelemahan dari insentif tim ialah membuat tim dapat bersikap terlalu kompetitif demi mendapatkan insentif.

3. Insentif Organisasi

Bentuk insentif yang ketiga adalah insentif yang diberikan oleh perusahaan apabila kinerja dari suatu perusahaan melampaui target yang telah direncanakan. Insentif organisasi ini mengasumsikan bahwa seluruh karyawan bekerja sama dengan giat untuk mencapai tujuan jangka pendek dari perusahaan yaitu mencapai suatu target.

Kelebihan dari insentif organisasi ialah dapat membuat seluruh anggota organisasi menerima dengan adil, sehingga terjadi kerja sama dan tidak muncul suasana kompetitif dalam suatu organisasi.

Sementara itu, kelemahan dari insentif organisasi adalah beberapa karyawan dapat menjadi malas, dikarenakan insentif tetap diberikan pada setiap individu secara keseluruhan dan tidak bergantung pada kinerja dari individu.

Jenis-Jenis Insentif

Itulah ketiga bentuk insentif, selain bentuk-bentuk insentif ada pula jenis-jenis insentif yang dibedakan menjadi dua yaitu insentif positif dan insentif negatif. Berikut penjelasannya.

1. Insentif Positif

Insentif positif adalah insentif yang memberi jaminan positif untuk dapat memenuhi kebutuhan serta keinginan. Pada umumnya, insentif positif memiliki sikap optimis serta diberikan untuk dapat memenuhi kebutuhan psikologi seseorang. Contoh dari insentif positif adalah pujian, promosi, tunjangan, pengakuan, pinjaman dan lain sebagainya.

Ada dua jenis insentif positif, di antaranya adalah sebagai berikut:

Insentif moneter

Insentif moneter yaitu insentif positif yang berupa uang.

Insentif non moneter

Insentif non moneter yaitu jenis insentif positif yang dapat berupa layanan keamanan, pujian, pengakuan, skema saran, pengayaan pekerjaan serta promosi jabatan.

2. Insentif Negatif

Jenis insentif kedua adalah insentif negatif yaitu insentif yang diberikan untuk memperbaiki kesalahan ataupun standar seseorang. Tujuan dari insentif negatif ialah untuk memperbaiki kesalahan, sehingga perusahaan akan mendapatkan hasil yang efektif.

Insentif negatif, pada umumnya terpaksa diberikan pada seseorang ketika insentif positif sudah tidak bekerja sebagai pemberi motivasi atau dorongan. Contoh dari insentif negatif adalah transfer, penurunan pangkat, denda hingga hukuman.

Alasan Memberikan Insentif Pada Karyawan

Dari bentuk-bentuk serta jenis insentif di atas, pada umumnya pemberian insentif dilakukan dengan memperhatikan dasar dan tidak asal saja. Berikut beberapa dasar yang digunakan untuk memberikan insentif pada karyawan, tim maupun organisasi.

1. Kinerja

Dasar pertama dari pemberian insentif ialah kinerja dari seorang karyawan. Biasanya karyawan yang memiliki prestasi atau menunjukan bahwa ia memiliki kinerja di atas rata-rata, pada umumnya akan mendapatkan insentif khusus dari perusahaan.

2. Waktu Kerja Karyawan

Dasar kedua adalah waktu kerja yang diberikan pada karyawan sesuai dengan waktu kerja dalam menyelesaikan pekerjaannya. Contohnya apabila ada seorang karyawan yang bisa mengerjakan suatu proyek lebih cepat dan baik atau harus bekerja lembur, maka karyawan tersebut layak untuk mendapatkan insentif.

3. Senioritas Karyawan

Dasar ketiga adalah masa kerja seseorang di sebuah organisasi. Apabila ada seorang karyawan yang bekerja dalam waktu cukup lama di sebuah perusahaan, maka pada umumnya ia akan mendapatkan insentif yang lebih besar dibandingkan karyawan yang baru saja bekerja pada perusahan tersebut.

4. Kebutuhan Karyawan

Pemberian insentif pada seorang karyawan didasarkan pada tingkat urgensi atau kebutuhan akan kualitas hidup yang lebih baik dari seorang karyawan.

5. Keadilan dan Kelayakan

Dasar selanjutnya dari pemberian insentif adalah keadilan dan kelayakan. Insentif akan diberikan sesuai dengan pengorbanan kerja yang telah dilakukan oleh seorang karyawan.

6. Evaluasi Jabatan Karyawan

Tingkat jabatan dari setiap karyawan, dapat menjadi salah satu faktor atau indikator dalam pemberian insentif.

Tujuan Pemberian Insentif

insentif adalah

Sumber: Pexels

Dari pengertian insentif, tentu Grameds sudah mengetahui bahwa salah satu tujuan dari pemberian insentif adalah memberikan motivasi, sehingga kinerja karyawan akan meningkat dan pada akhirnya menguntungkan perusahaan.

Pemberian dari insentif pada karyawan pun bukan tanpa pertimbangan, tetapi memiliki dasar-dasar yang telah dijelaskan sebelumnya. Perusahaan atau petinggi yang memberikan insentif, pada umumnya akan memiliki ekspektasi bahwa pemberian imbalan tidak terbuang percuma dan karyawan dapat mewujudkan tujuan dari perusahaan.

Apabila karyawan menjadi lebih semangat dan termotivasi ketika bekerja, maka perusahaan juga akan mendapatkan manfaat yang signifikan dari kerja karyawan. Hal yang paling nampak dari pemberian insentif adalah produktivitas perusahaan akan menjadi lebih baik dan dapat berkembang lebih pesat.

Secara umum, tujuan diberikan insentif adalah sebagai berikut ini:

  • Meningkatkan produktivitas karyawan
  • Mendorong serta membangkitkan stimulus kerja dari seorang karyawan
  • Meningkatkan komitmen dalam prestasi kerja karyawan
  • Membentuk perilaku serta pandangan mengenai pekerjaan
  • Menanamkan semangat maupun antusiasme pada pekerjaan

Selain tujuan insentif tersebut, ada pula beberapa tujuan kenapa perusahaan memberikan insentif pada karyawan. Berikut penjelasannya.

1. Karyawan Telah Melakukan Suatu Pekerjaan di Luar Tugasnya

Tujuan pertama pemberian insentif adalah untuk mengapresiasi karyawan yang telah melakukan suatu hal di luar tugas yang menjadi kewajibannya. Sebagai peraturan, karyawan yang memiliki prestasi maupun pencapaian lebih dari tujuan perusahaan, akan menerima sejumlah bonus kinerja.

Hal tersebut dilakukan oleh perusahaan sebagai pengakuan dari hasil usaha karyawan tersebut. Memberikan pelayanan paling baik serta paling menguntungkan untuk perusahaan.

2. Karyawan Mengikuti Serangkaian Kegiatan Pelatihan

Dalam rangka untuk meningkatkan kapasitas kemampuan karyawannya, maka perusahaan biasanya akan mengirimkan beberapa delegasi karyawan untuk mengikuti kursus maupun pelatihan. Karyawan yang didelegasikan, maka akan mendapatkan sejumlah insentif.

3. Karyawan yang Menjadi Perwakilan Bisnis pada Suatu Acara

Tujuan lain dari memberikan insentif pada karyawan adalah sebagai bentuk kompensasi. Sebab tidak jarang perusahaan mengirimkan perwakilan perusahaan untuk mengunjungi suatu acara.

Karyawan yang menjadi perwakilan, maka akan mendapatkan insentif. Tujuannya agar karyawan dapat menjalankan tugasnya sebagai perwakilan perusahaan dengan lebih baik dan semangat, sehingga ia dapat menumbuhkan citra perusahaan pada acara tertentu.

4. Karyawan Telah Melakukan Hal Penting bagi Keselamatan Bisnis Perusahaan

Apabila ada karyawan yang telah melakukan hal penting untuk menjaga keamanan perusahaan maupun keselamatan bisnis perusahaan, maka karyawan tersebut akan mendapatkan insentif. Tujuan dari pemberian insentif ini adalah sebagai ucapan terima kasih pada perusahaan atas upaya dari karyawan tersebut dalam membawa bisnis perusahaan pada posisi yang lebih stabil.

https://www.gramedia.com/products/insentif-pajak-ketahanan-fiskal-di-masa-pandemi-covid-19?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

Manfaat Memberikan Insentif untuk Karyawan

Selain tujuan-tujuan tersebut, ada pula manfaat dari pemberian insentif baik bagi karyawan maupun bagi perusahaan. Berikut penjelasannya.

Manfaat insentif bagi karyawan tentu saja cukup jelas, yang pertama insentif dapat menjadi sumber pemasukan tambahan bagi karyawan. Namun selain manfaat tersebut, ada pula beberapa manfaat lainnya.

1. Meningkatkan Motivasi Kerja

Pengaruh insentif pada kinerja karyawan, sangat signifikan. Ketika karyawan memiliki motivasi lebih dan memiliki semangat kerja yang lebih tinggi, maka ia akan melakukan pekerjaan yang terbaik untuk perusahaan. Selain itu, karyawan juga akan merasa lebih senang, ketika memiliki semangat dan motivasi dalam bekerja.

2. Menerima Pendapatan Selain Gaji Pokok

Keuntungan lainnya dari pemberian insentif bagi karyawan ialah bahwa karyawan akan menerima penghasilan tambahan selain dari gaji pokok mereka. Hal ini tentu saja dapat meningkatkan pendapatan maupun dapat dimanfaatkan oleh karyawan untuk memenuhi kebutuhan pribadinya.

3. Akan Merasa Dihargai

Prestasi yang berhasil diraih oleh karyawan adalah hasil dari kerja keras maupun jerih payahnya untuk memajukan perusahaan. Dengan begitu, seorang karyawan yang telah melakukan upaya tersebut, tentu akan merasa senang apabila mendapatkan penghargaan atas hasil kerjanya.

Insentif dapat menjadi bentuk penghargaan maupun tanda terima kasih dari perusahaan atas hasil kerja karyawannya. Karena komitmen dari seorang karyawan diukur secara kualitatif maupun kuantitatif melalui pemberian insentif.

Manfaat Insentif bagi Perusahaan

Selain bermanfaat untuk karyawan, pemberian insentif juga bermanfaat bagi perusahaan. Grameds mungkin berpikir bahwa memberikan bonus atas insentif dapat merugikan perusahaan, namun pemberian insentif justru mendatangkan keuntungan. Apa saja? Berikut penjelasannya.

1. Kinerja Karyawan akan Semakin Baik

Insentif adalah dorongan motivasi dari perusahaan untuk karyawannya. Pemberian dana insentif, diharapkan akan mampu mendorong kinerja para karyawan menjadi lebih baik lagi. Apabila kinerja karyawan menjadi lebih baik, maka hal ini pun akan berpengaruh pada kemajuan perusahaan. Maka perusahaan akan semakin untung.

2. Pimpinan akan Mendapatkan Penghormatan dari Karyawan

Manfaat lain dari pemberian insentif bagi perusahaan adalah karyawan yang akan menghormati pimpinan perusahaan. Dengan pemberian insentif, baik insentif berupa uang maupun barang akan membuat karyawan merasa lebih dihargai. Dengan begitu, akan meningkatkan rasa hormat pada bagian manajemen perusahaan maupun pimpinan.

3. Karyawan yang Memiliki Rasa Kepemilikan pada Perusahaan

Ketika perusahaan mengakui kerja keras maupun kinerja dari karyawan dengan pemberian insentif, maka perusahaan memiliki rasa kepemilikan yang kuat akan karyawan. Begitu pula sebaliknya, maka ketika ada suatu hal terjadi, karyawan akan bersikap loyal karena rasa kepemilikan tersebut.

4. Turnover Karyawan yang Rendah

Dengan adanya pemberian uang insentif, maka akan membuat karyawan merasa nyaman bekerja dalam perusahaan tersebut, sehingga pada akhirnya, turnover karya pun akan semakin berkurang, dikarenakan ada banyak karyawan yang memilih untuk bertahan di perusahaan tersebut.

5. Karyawan Rela Melakukan Suatu Hal di Luar Tugas Pokoknya

Ketika mendapatkan insentif karena bekerja di luar tugas pokoknya, maka karyawan akan merasa rela untuk melakukan sesuatu di luar tugas pokoknya. Karyawan juga akan rela bekerja keras, sebab merasa gembira karena telah mendapatkan insentif dari perusahaan.

Kebijakan Perpajakan: Optimalisasi Insentif dan Kesinambungan Fiskal

Itulah penjelasan tentang insentif adalah penghasilan di samping gaji pokok. Apabila Grameds tertarik untuk mengetahui materi tentang keuangan seperti insentif, gaji atau lainnya, maka Grameds bisa mencari informasinya dengan membaca buku.

Sebagai #SahabatTanpaBatas, Gramedia.com menyediakan buku-buku tentang gaji maupun insentif untuk Grameds. Membaca banyak buku dan artikel tidak akan pernah merugikan kalian, karena Grameds akan mendapatkan informasi dan pengetahuan #LebihDenganMembaca.

Jangan ragu untuk membeli buku di Gramedia.com karena dijamin original dan berkualitas!

Penulis: Khansa

Baca juga:

https://www.gramedia.com/products/menyusun-struktur-skala-gaji-1?queryID=27eb2f4718a1fb37b5ca86cb081fc025

https://www.gramedia.com/products/insentif-pajak-ketahanan-fiskal-di-masa-pandemi-covid-19?queryID=0e02ef1aa219034866533973bbb5c194

https://www.gramedia.com/products/kebijakan-perpajakan-optimalisasi-insentif-dan-kesinambunga?queryID=0e02ef1aa219034866533973bbb5c194



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien