Marketing

Kampanye: Pengertian, Jenis, dan Teknik

Kampanye Adalah
Written by M. Hardi

Kampanye adalah salah satu kegiatan yang cukup sering terjadi di dunia ini, termasuk di negara kita Indonesia. Di Indonesia sendiri, kampanye biasanya terjadi setiap lima tahun sekali saat pergantian pemimpin. Ketika momen itu terjadi, orang- orang yang mencalonkan diri, baik itu pemilu walikota, bupati, DPR, sampai Presiden semuanya serentak melakukan kampanye untuk meraih dukungan sebanyak-banyaknya dari berbagai kalangan masyarakat.

Tidak hanya kampanye di jalanan, para politisi ini juga berkampanye di televisi, media sosial, tampil di YouTube, hingga menyewa stadion besar berkapasitas ribuan orang seperti Stadion Gelora Bung Karno atau GBK untuk berkampanye. Biasanya semakin tinggi tingkat pemilunya, semakin besar juga skala kampanyenya. Pemilihan Presiden atau Pilpres tahun 2019 lalu misalnya.

Kamu tentu ingat, betapa hebohnya momen tersebut. Bukan hanya jalanan yang dipenuhi oleh spanduk, baliho, dan bendera berlambang partai pendukung masing-masing calon Presiden, tetapi di media sosial para pendukungnya juga tidak kalah hebohnya.

Sayangnya, kampanye yang seharusnya menjadi ajang untuk mencari suara dan dilakukan dengan damai, justru seringkali berubah menjadi ajang debat kusir antar pendukung dan berubah menjadi ajang untuk saling menuduh dan menjelekkan satu sama lain. Mirisnya, di media sosial, rakyat bahkan sampai terbagi menjadi dua kubu.

Membahas tentang kampanye, kamu pasti pernah melihat orang berkampanye. Kamu mungkin juga pernah ikutan kampanye dalam salah satu pemilihan umum yang pernah digelar di Indonesia. Namun, sebenarnya kamu tahu tidak sih pengertian yang benar dari kampanye itu sendiri? Belum tahu? Berikut penjelasannya!

https://www.gramedia.com/products/manajemen-kampanye-edisi-revisi?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/manajemen-kampanye-edisi-revisi?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

Kampanye Adalah Bentuk Komunikasi

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, kampanye adalah aktivitas yang cukup umum terjadi di Indonesia. Bukan hanya melihat orang berkampanye, kita bahkan sesekali ikut kampanye untuk mendukung salah satu calon, baik itu calon walikota, gubernur, atau presiden. Biasanya, saat kampanye orang-orang akan mengenakan berbagai atribut yang berhubungan dengan calon yang kita dukung.

Mulai dari kaos-kaos kampanye yang sering dibagikan secara cuma-cuma oleh partai, topi, sampai syal. Semuanya digunakan, guna menunjukkan dukungan kita pada seseorang. Namun, terlepas sudah atau belumnya kamu ikut berkampanye, apakah kamu tahu pengertian dari kampanye itu sendiri?

Pada dasarnya, kampanye adalah komunikasi antara satu atau beberapa orang tertentu dengan tujuan untuk memengaruhi banyak orang. Selama kampanye politik misalnya, calon pemimpin biasanya akan menyampaikan orasi, janji, dan hasil pemikirannya di depan banyak orang. Tujuannya hanya satu, untuk memperkuat dukungan dan agar ada semakin banyak masa yang mendukungnya untuk mencapai posisi tertentu.

Kampanye biasanya memang hanya dilakukan satu orang dan biasanya kegiatan ini hanya dilakukan orang yang mencalonkan diri. Tujuannya agar semakin banyak orang mengenal percaya, dan mendukungnya. Namun, di balik seorang calon, ada lebih banyak orang lain yang bekerja di balik layar untuk memenangkan calon pemimpin tersebut.

Tidak jarang para anggota partai juga menggaet rakyat untuk membantu kampanye di wilayah tempat dia tinggal agar orang-orang di wilayah itu, ikut mendukung calon pemimpin yang diusung oleh partai tersebut.

Jenis-Jenis Kampanye

Kampanye Adalah

Sumber: unsplash.com/Matthew Jungling

Kampanye selama ini hanya diidentikkan dengan politik saja. Iya sih, dibandingkan dengan kelompok lain, orang-orang dari kaum partai politik memang yang paling sering melakukan kegiatan kampanye ini.

Namun sebenarnya, kampanye bukan hanya bisa dilakukan oleh orang yang berasal dari elite politik. Semua orang bisa melakukan hal yang sama, karena toh pada dasarnya kampanye adalah kegiatan berkomunikasi untuk memengaruhi lebih banyak orang demi mendapatkan tujuan atau posisi tertentu.

Jenis kampanye juga bukan hanya kampanye politik aja. Buat kamu yang belum tahu, kampanye sebenarnya juga macam-macam dan terbagi menjadi beberapa jenis. Jadi sebenarnya ada berapa jenis sih kampanye itu? Yuk kita cari tahu sama-sama!

Kampanye Berdasarkan Tujuannya

Setiap keputusan, atau kegiatan yang dilakukan pasti memiliki tujuan tersendiri. Begitu juga dengan kampanye. Berdasarkan tujuannya, kampanye sendiri terbagi menjadi empat jenis yaitu kampanye sosial, kampanye bisik, kampanye promosi, dan terakhir adalah kampanye politik. Untuk lebih jelasnya, berikut pengertian dari kampanye-kampanye tersebut!

Kampanye Sosial

Kampanye sosial adalah kampanye yang tujuannya untuk menyebarkan pesan-pesan sosial yang sifatnya tidak menguntungkan atau non komersil. Orang yang melakukan kampanye sosial tidak mendapatkan keuntungan apapun dari kampanye yang dilakukannya, dan mereka pun tidak menginginkan apapun dari kampanye tersebut.

Kampanye sosial biasanya muncul dari keresahan pribadi dan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan berbagai masalah sosial yang sedang terjadi saat ini.

Misalnya, kampanye soal sampah terutama sampah plastik yang banyak dilakukan saat ini. Kampanye soal sampah plastik ini bertujuan untuk mengurangi sampah plastik yang ada saat ini agar Bumi bisa menjadi tempat yang lebih baik tanpa adanya sampah di sekeliling kita.

Orang yang melakukan kampanye ini, tidak mendapatkan keuntungan apapun. Sebaliknya, tidak jarang dia mengeluarkan banyak modal agar kampanye seperti ini bisa berjalan dan kesadaran masyarakat bisa semakin tinggi.

Kampanye Bisik

Bisik dalam bahasa Indonesia sendiri berarti berbicara dengan suara pelan, sehingga hanya orang-orang tertentu saja yang bisa mendengarnya, sedangkan kampanye adalah kegiatan berkomunikasi yang dilakukan seseorang atau sebuah kelompok untuk menghimpun dukungan dari lebih banyak orang.

Jika dua definisi ini disatukan, maka kampanye bisik adalah sebuah aksi yang dilakukan secara serentak untuk melawan sesuatu. Agar aksi ini tidak terendus, informasi dan ajakan beraksi dilakukan dengan menyiarkan kabar angin.

Kampanye Promosi

Kalau kampanye sosial sifatnya non komersil dan orang yang melakukannya tidak mendapatkan keuntungan apapun, kampanye promosi justru sebaliknya.

Kampanye promosi adalah kegiatan yang dilakukan dalam rangka untuk meningkatkan penjualan. Biasanya kampanye promosi dilakukan perusahaan produk untuk mendongkrak penjualan. Aksi ini jelas dilakukan untuk mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya. Semakin banyak untungnya, maka akan semakin baik.

Kampanye Politik

Nah kalau kampanye yang satu ini sudah kita bahas sejak tadi. Pada dasarnya, kampanye politik adalah kampanye yang dilakukan kepada banyak orang atau masyarakat luas untuk memberitahukan berbagai informasi seputar calon pemimpin yang diusung oleh sebuah partai.

Informasinya sendiri biasanya terdiri dari pesan, buah pikiran, dan program yang akan dibuat oleh calon pemimpin jika berhasil maju ke bangku kekuasaan. Kampanye politik dilakukan oleh politikus dan partai selama masa pergantian kepemimpinan di pemerintahan.

Kampanye dilakukan untuk menjaring pendukung sebanyak mungkin. Semakin banyak pendukung, maka suara yang akan didapat selama pemilihan umum juga akan semakin banyak. Sayangnya, tidak jarang kampanye politik ini dilakukan dengan cara yang kotor dan tidak jujur.

https://www.gramedia.com/products/conf-demokrasi-untuk-indonesia-pemikiran-politik-bung-hatta?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/conf-demokrasi-untuk-indonesia-pemikiran-politik-bung-hatta?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

Kampanye Berdasarkan Orientasinya

Selain kampanye berdasarkan jenisnya, kampanye juga dibedakan berdasarkan orientasinya. Untuk yang ini, kampanye dibagi menjadi tiga jenis yakni product oriented campaign, candidate-oriented campaign, ideological or cause oriented campaign. Berikut penjelasan lengkapnya!

Product Oriented Campaign

Product Oriented Campaign adalah kegiatan yang dilakukan oleh sebuah perusahaan untuk tujuan komersial. Sesuai dengan namanya, kampanye ini berorientasi pada produk yang dibuat oleh perusahaan tersebut.

Tujuan dari kampanye ini sendiri bermacam-macam. Selain untuk mendongkrak penjualan sebuah produk, kampanye ini juga dilakukan sebuah perusahaan guna untuk membangun sebuah image.

Lagi-lagi dengan image perusahaan yang baik, tanggapan masyarakat kepada sebuah produk juga akan baik, sehingga diharapkan dapat meningkatkan penjualan produk tersebut kedepannya.

Candidate-Oriented Campaign

Kalau kampanye yang pertama, orientasinya pada produk, maka Candidate-Oriented Campaign berorientasi pada seseorang. Kampanye jenis ini biasanya dilakukan untuk kepentingan politik dan bertujuan untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat luas.

Ideological or Cause Oriented Campaign

Jenis kampanye yang ini bisa dibilang unik karena tidak berorientasi pada seseorang maupun produk. Jika dibandingkan dengan dua kampanye sebelumnya, kampanye ini tidak bertujuan untuk mendapatkan keuntungan. Baik itu keuntungan secara politik, ataupun uang.

Ideological or Cause Oriented Campaign adalah kampanye yang memiliki tujuan yang jelas untuk mengubah sebuah aturan di masyarakat yang sudah berakar sejak lama. Kampanye ini melibatkan semua kalangan dan dilakukan oleh lembaga sosial tanpa berharap keuntungan apapun.

Kampanye Berdasarkan Medianya

Seperti yang kamu tahu, seseorang atau atau perusahaan atau sebuah organisasi kelompok yang sedang berkampanye akan melakukan banyak hal untuk mencapai tujuan mereka. Salah satu caranya adalah dengan muncul di banyak media. Berikut jenis kampanye berdasarkan media yang digunakan!

Kampanye Secara Langsung

Sesuai dengan namanya, kampanye secara langsung adalah jenis kampanye yang dilakukan secara live dan tatap muka. Dalam kampanye ini, tokoh utama, calon, atau kandidat akan hadir dan menemui masyarakat untuk menyampaikan program maupun pesan-pesan untuk menarik dukungan masyarakat.

Kampanye jenis ini, lazimnya, dilakukan di stadion, lapangan, gedung atau tempat-tempat yang bisa diakses oleh semua orang. Biasanya kandidat akan naik ke atas panggung dan berbicara dihadapan banyak orang.

Selain dilakukan di tempat yang bisa diakses oleh banyak orang, tidak jarang para kandidat juga melakukan blusukan alias turun ke daerah-daerah pinggiran atau terpencil untuk menemui masyarakat. Kegiatan ini dilakukan untuk menarik dukungan dari orang-orang yang sulit dijangkau karena lokasi mereka yang jauh dari pusat kota. Berbeda dengan kampanye di stadion, kampanye blusukan biasanya hanya dilakukan oleh kandidat dan beberapa orang terdekatnya.

Kampanye Elektronik

Kalau kampanye langsung, para kandidat akan menemui pendukungnya secara real, maka kampanye elektronik dilakukan dengan memanfaatkan media elektronik.

Di masa lalu, kampanye ini hanya dilakukan melalui televisi dan radio. Seiring berjalannya waktu, teknologi dan smartphone semakin canggih. Kini, para kandidat bukan hanya muncul di TV atau radio, mereka juga tampil di berbagai channel YouTube dan podcast.

Di Indonesia, kampanye dengan menggunakan media berupa YouTube maupun podcast dilakukan untuk menarik dukungan terhadap anak muda, mengingat anak muda adalah kalangan yang paling banyak mengakses YouTube maupun podcast.

Kampanye Cetak

Setelah kampanye langsung, dan media elektronik, kampanye juga dilakukan melalui media cetak. Meski dianggap agak ketinggalan zaman, kampanye media cetak cukup umum dilakukan di Indonesia.

Dulu, kampanye dilakukan dengan memasang pesan-pesan kampanye dan foto kandidat di koran. Sekarang, partai politik menggunakan poster, selebaran, brosur, bahkan memasang baliho bergambar kandidat dan program-programnya di pusat kota dan tempat strategis yang dilalui oleh banyak orang. Tujuannya agar kandidat lebih dikenal oleh masyarakat dari berbagai kalangan.

https://www.gramedia.com/products/humor-politik-indonesia-1?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/humor-politik-indonesia-1?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

Teknik-teknik dalam Melakukan Kampanye

Kampanye Adalah

Sumber: unsplash.com/Melanie Deziel

Untuk kita masyarakat awam atau orang-orang yang belum pernah ikut melakukan kampanye, maka mungkin hanya tentang berbicara saja atau berbicara di depan banyak orang untuk menyebarkan pengaruhnya. Meski begitu, melakukan kampanye juga tidak bisa sembarangan. Kampanye juga harus ada tekniknya agar hasil akhirnya dapat memuaskan. Berikut beberapa teknik dalam melakukan kampanye.

1. Partisipasi

Seorang kandidat yang memiliki komunikasi yang baik, tidak akan hanya bicara dan membiarkan audience hanya menjadi pendengar. Alih-alih memaksa audience menjadi pendengar, mereka juga akan membiarkan audience berpartisipasi. Partisipasi ini sendiri biasanya membiarkan audience untuk berbicara dan didengar oleh kandidat.

Bisa dibilang, partisipasi merupakan teknik dasar dalam berkampanye, terutama jika kampanye yang dilakukan adalah kampanye tatap muka atau secara langsung dan melibatkan banyak masa sebagai audience atau pendengar.

Meski sekilas, teknik ini begitu sederhana, tetapi efeknya luar biasa baik dan dapat menaikkan image kandidat. Para audiens akan merasa sangat dihargai karena mereka bukan hanya dipaksa mendengar tetapi juga diberikan kesempatan untuk jadi pihak yang didengar dan menyampaikan keluh kesahnya.

Para kandidat yang melakukan teknik ini dengan baik akan memberikan kesan bahwa Ia adalah sosok pemimpin yang baik karena bersedia mendengarkan rakyat.

2. Asosiasi

Selain partisipasi, asosiasi juga menjadi teknik yang tidak kalah penting. Teknik ini adalah teknik dimana kandidat mengaitkan sebuah peristiwa yang sering terjadi dalam kampanyenya untuk menarik perhatian masyarakat.

Biasanya peristiwa yang terjadi adalah peristiwa besar yang merugikan banyak orang. Para kandidat akan membagikan sudut pandang sekaligus penanganan untuk masalah tersebut. Teknik ini bisa dibilang sangat sakti, karena selain dapat menaikkan kepercayaan masyarakat, juga dapat menjadi senjata untuk menurunkan kepercayaan masyarakat kepada kandidat lain yang menjadi lawannya.

3. Integratif

Integratif adalah teknik dimana kandidat akan melibatkan audience. Bukan hanya dengan membiarkan mereka menjadi pendengar, para kandidat juga akan menggunakan kata-kata seperti kita, kami, dan kata-kata lain yang menunjukkan adanya persamaan antara audience dan kandidat. Selain menunjukkan persamaan, kata-kata ini bertujuan untuk menyatukan semua pihak dalam satu visi dan misi yang sama.

4. Teknik Ganjaran

Teknik ganjaran adalah teknik dimana kandidat mempengaruhi audience dengan memberikan hadiah atau reward. Dibandingkan dengan teknik lainnya, teknik reward ini sebenarnya agak tricky.

Di Indonesia sendiri, teknik ini masih sering dilakukan meski secara diam-diam. Biasanya reward-nya sendiri berupa bahan-bahan kebutuhan pokok seperti minyak sayur, beras, dan berbagai kebutuhan lainnya. Namun teknik ini juga bisa disebut sebagai penyuapan.

5. Memberikan Empati

Teknik ini juga umum dilakukan dalam kampanye. Biasanya kandidat akan berusaha mengerti dan menempatkan diri dalam posisi audience. Tidak hanya itu, mereka juga biasanya akan menawarkan simpati baik itu kata-kata maupun bantuan yang dibutuhkan.

Tujuannya adalah untuk membangun image yang baik di hadapan audience-nya. Dengan image yang baik, audience akan memilih kandidat tersebut dalam pemilihan.

6. Penataan Patung Es

Di teknik ini, kandidat akan melakukan orasi dengan menggunakan kata-kata yang enak didengar, sehingga membuat nyaman orang-orang yang mendengarnya. Mereka juga akan menggunakan penggambaran yang baik dan menjabarkan berbagai program baik yang akan dia lakukan saat menjabat nanti. Hal ini untuk memupuk kepercayaan masyarakat agar mendukungnya.

7. Koersi

Bisa dibilang, ini adalah teknik terburuk dalam melakukan kampanye. Hal ini dikarenakan teknik ini melibatkan unsur paksaan. Kandidat akan memberikan tekanan kepada masyarakat untuk membuat mereka mendukungnya. Hal ini membuat orang merasa sangat tidak nyaman dan ketakutan. Bahkan, jika mereka memberikan dukungan, mereka melakukannya karena paksaan.

https://www.gramedia.com/products/conf-mohammad-natsir-dalam-sejarah-politik-indonesia?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/conf-mohammad-natsir-dalam-sejarah-politik-indonesia?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

Melakukan kampanye sekilas terlihat mudah. Namun, sebenarnya ini sulit dilakukan. Bagian tersulit bukan saat mengumpulkan masyarakat, melainkan membuat mereka percaya dan akhirnya memilih seseorang.

Untuk Grameds yang mau mempelajari semua hal tentang kampanye, kamu bisa banget mengunjungi Gramedia.com. Sebagai #SahabatTanpaBatas, kami selalu berusaha untuk menyediakan informasi terbaik dan terbaru untuk kamu serta #LebihDenganMembaca bersama Gramedia.

Penulis: Siti Marliah

Baca juga:

 



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien