Marketing

Pengertian Green Marketing: Tujuan, Komponen, Manfaat & Contoh Penerapan

Pengertian Green Marketing
Written by M. Hardi

Pengertian green marketing – Makin ke sini, permasalahan lingkungan hidup rasanya makin nyata dampaknya, ya? Pemanasan global, perusakan terumbu karang, pencemaran udara dan air, deforestasi hutan tropis, sampai pengelolaan sampah yang buruk mulai berpengaruh pada kehidupan kita.

Dulu, masih banyak orang yang tidak terlalu memikirkan permasalahan lingkungan hidup. Seiring waktu berjalan, perlahan tapi pasti, makin orang-orang mulai menanggapi hal ini dengan serius. Bahkan, menjadikan hal tersebut sebagai pertimbangan dalam memilih keputusan, termasuk membeli atau mengkonsumsi produk.

Tak sedikit yang lebih memilih produk yang ramah lingkungan. Karena itu, sekarang banyak perusahaan yang menerapkan strategi pemasaran yang berbasis lingkungan hidup atau yang biasa dikenal dengan Green Marketing.

Lantas, apa sih sebenarnya Green Marketing ini? Bagaimana konsepnya? Apa keuntungan yang didapatkan oleh perusahaan dan konsumen dari green marketing? Dalam artikel ini, kita akan membahas semuanya secara mendalam. Simak sampai selesai, ya!

Pengertian Green Marketing

Green Marketing, menurut The American Marketing Association (AMA) merupakan pemasaran produk yang lebih ditekankan pada keselamatan lingkungan hidup. Di dalamnya sudah termasuk seluruh aktivitas perusahaan, mulai dari modifikasi produk, proses produksi, pengepakan, serta iklan.

Jadi bisa dibilang bahwa perusahaan memanfaatkan berbagai isu pemeliharaan lingkungan hidup untuk menyusun cara promosi produk buatannya. Ini dilakukan untuk merespon harapan konsumen dalam mencegah kerusakan lingkungan. Seperti yang dijelaskan oleh Ari Setiyaningrum, Jusuf Udaya Dan Efendi dalam buku Prinsip Prinsip Pemasaran.

https://www.gramedia.com/products/prinsip-prinsip-pemasaran-pengenalan-plus-tren-terkini-tentang-pemasaran-global-pemasaran-jasa-gren-marketing-entrepreneural-marketing-e-marketing?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

Selain itu, setiap perusahaan yang menerapkan green marketing biasanya memilih pemasaran produk yang aman bagi lingkungan, merancang pengembangan produk agar tidak menimbulkan dampak negatif pada lingkungan, serta memproduksi, mempromosikan, mengemas, dan mengklaim produk dengan cara yang lebih peka pada permasalahan lingkungan hidup.

Tujuan Green Marketing

Pada dasarnya, tujuan perusahaan menerapkan green marketing adalah memperoleh nilai tambah, meningkatkan daya saing, dan menghasilkan produk yang lebih eco friendly.

Mengingat kesadaran orang-orang akan permasalahan lingkungan hidup semakin meningkat, jika perusahaan tidak dapat memenuhi ekspektasi konsumen, kemungkinan besar akan kesulitan untuk bertahan.

Sebagai buktinya, banyak perusahaan semakin gencar mengadopsi kegiatan green marketing ke dalam proyek mereka, menghasilkan produk yang lebih ramah lingkungan, dan menjangkau konsumen dengan pesan dan cara yang ramah lingkungan.

Singkatnya, green marketing dipilih untuk memenuhi kebutuhan serta memengaruhi perasaan emosi konsumen dengan cara mengurangi dampak kerusakan lingkungan.

Komponen Green Marketing

Pengertian Green Marketing

Sumber: Pixabay

Green marketing memiliki tiga komponen utama, yaitu eco label, eco brand, serta environmental advertisement. Ketiganya menjadi alat green branding yang mampu meningkatkan kesadaran terhadap fitur serta aspek produk yang ramah lingkungan.

Dengan menerapkan ketiga komponen green marketing tersebut, perusahaan dapat “merayu” konsumen untuk membeli produk yang ramah lingkungan dan ikut membantu mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan dari proses produksi pada lingkungan.

Lebih lanjut lagi, Boztepe (2012) menerangkan bahwa green marketing juga mempunyai faktor-faktor yang biasanya dijadikan pertimbangan oleh konsumen ketika memilih produk yang ramah lingkungan, yaitu environmental awareness, green product features, green price, dan green promotion.

Dengan kata lain, jika perusahaan ingin dikenal sebagai perusahaan yang memperhatikan pemeliharaan lingkungan hidup, maka keempat faktor tersebut harus benar-benar diperhatikan.

Environmental Awareness

Environmental awareness merupakan kesadaran perusahaan mengenai keadaan lingkungan sekitar serta pentingnya perlindungan terhadap lingkungan tersebut. Dengan ini, perusahaan dapat mengenalkan permasalahan lingkungan dan meyakinkan konsumen bahwa produk yang mereka dapatkan tidak membahayakan lingkungan serta kesehatan manusia.

Green Product Features

Ini merupakan fitur produk yang mendukung pemeliharaan lingkungan hidup. Paling tidak, sebuah produk yang ramah lingkungan harus memenuhi beberapa hal, yaitu:

  • Bisa digunakan kembali (reuse) atau didaur ulang (recycle)
  • Kemasannya bisa dipertanggungjawabkan
  • Tidak mengandung bahan yang berbahaya
  • Memakai green label
  • Organik dan bersertifikat

Green Product Price

Harga adalah elemen pemasaran yang sangat penting dalam mempengaruhi konsumen dan menunjukan kualitas produk. Banyak kok konsumen yang mau membayar produk yang harganya mahal selama produk tersebut punya nilai lebih baginya.

Misalnya, mereka rela membeli makanan yang bahan-bahan nya terbukti organik dan tidak membahayakan kesehatan maupun lingkungan meskipun harganya relatif mahal. Bagi mereka, uang yang dikeluarkan sebanding dengan manfaat yang didapatkan.

Green Product Promotion & Advertising

Yang terakhir adalah usaha perusahaan dalam mengenalkan produk kepada konsumen dengan memanfaatkan environmental advertisement di berbagai media. Dengan begitu, perusahaan dapat mengajak konsumen membeli produk yang ramah lingkungan dan menyadarkan mereka tentang dampak positif dari pembelian produk tersebut kepada diri sendiri serta lingkungan.

Agar environmental advertisement bisa dijalankan dengan lancar, maka perusahaan harus memasukan tiga unsur berikut ini:

  • Pernyataan perusahaan pada kepedulian lingkungan hidup
  • Memperlihatkan bahwa perusahaan peduli dan berdedikasi untuk memperbaiki lingkungan
  • Menunjukkan aksi atau tindakan perusahaan yang peduli lingkungan serta menunjukkan hasilnya.

Kamu bisa belajar tentang green promotion lebih jauh lagi dalam buku Strategic Marketing: Sustaining Lifetime Customer Value yang ditulis oleh Sofjan Assauri. Buku ini menjabarkan secara komprehensif mengenai konsep kepuasan pelanggan yang menjadikan pemasaran strategik, baik strategik, segmentasi, pemosisian, penyusunan, hingga implementasinya.

Strategic Marketing: Sustaining Lifetime Customer Value

Komponen Green Marketing di Luar Perusahaan

Pengertian Green Marketing

Sumber: Pixabay

Selain keempat komponen di atas yang semuanya dilakukan oleh perusahaan, green marketing juga ikut dipengaruhi oleh komponen yang dilakukan oleh pihak-pihak di luar perusahaan, yaitu:

Paying Customer

Paying customer adalah kelompok konsumen yang berkomitmen membeli produk ramah lingkungan. Konsumen tersebut memiliki tingkat “kehijauan” dan kebutuhan produk nya masing-masing.

Providers

Providers adalah pemasok bahan baku, energi, serta peralatan kantor yang menggunakan metode ramah lingkungan. Misalnya, pemasok kayu yang mendapatkan kayunya dengan cara legal dan memperhatikan keberlangsungan hutan.

Politicians

Politicians merujuk pada peraturan pemerintah tentang lingkungan yang akan memengaruhi perusahaan dalam menerapkan green marketing. Perusahaan juga bisa berperan aktif untuk mendorong pemerintah menyusun peraturan jika memang diperlukan.

Pressure Groups

Pressure groups merupakan pihak yang menekan perusahaan untuk menerapkan sistem produksi yang ramah lingkungan. Misalnya seperti pemerintah, lembaga konsumen, atau lembaga hukum organisasi perdagangan.

Problems

Problems di sini adalah masalah lingkungan serta sosial yang berhubungan dengan perusahaan.

Predictions

Ini adalah prediksi masalah-masalah yang akan dihadapi oleh perusahaan di masa depan.

Partners

Partner atau mitra merupakan pihak ketiga yang berhubungan dengan perusahaan yang terlibat dalam masalah-masalah lingkungan maupun sosial.

Manfaat Green Marketing

Pengertian Green Marketing

Sumber: unsplash.com

Konsep green marketing sebetulnya merupakan alternatif perusahaan untuk melakukan pemasaran dengan menggunakan sumber daya yang terbatas secara efektif dan efisien. Hal ini dilakukan demi memenuhi kebutuhan serta keinginan konsumen yang semakin peduli pada masalah lingkungan hidup.

Apalagi sekarang banyak kalangan semakin peduli kepada lingkungan. Mulai dari akademisi, konsumen, praktisi, pembuat aturan publik, hingga masyarakat luas. Dengan menerapkan green marketing, perusahaan juga akan mendapatkan manfaat lainnya, yaitu:

  • Mendapatkan produk yang ramah lingkungan
  • Produsen dan pengiklan sama-sama mengembangkan produk untuk memenuhi keinginan konsumen
  • Menjadi lebih inovatif dalam input, output, maupun strategi pemasaran.

Kendala Green Marketing

Dalam proses menerapkan green marketing, perusahaan mungkin akan berhadapan dengan beberapa masalah atau kendala. Misalnya seperti:

1. Memilih Kegiatan Green Marketing yang Tidak Tepat

Ada kemungkinan, kegiatan green marketing yang dipilih perusahaan menjadi tidak tepat. Terutama jika kegiatan tersebut menyesatkan konsumen dan industri, serta melanggar aturan atau hukum yang berlaku.

2. Kesalahan Persepsi

Saat perusahaan memodifikasi produk untuk memenuhi permintaan konsumen, bisa jadi produk tersebut kualitasnya tidak lebih baik dari produk sebelumnya. Hal ini kemungkinan besar terjadi karena kesalahan persepsi perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan wajib memiliki pengetahuan yang baik agar dapat mengambil langkah yang tepat.

3. Peraturan yang Kurang Mendukung

Perusahaan harus memastikan bahwa peraturan yang dibuat pemerintah dapat mendukung kegiatan green marketing yang akan dilakukan. Selain itu, peraturannya harus dapat memberikan peluang kepada konsumen untuk membuat keputusan yang lebih baik dan memotivasi mereka untuk bertanggung jawab pada lingkungan hidup.

Mengapa Harus Menerapkan Green Marketing?

Di Kanada, India, Australia, dan beberapa negara lain, green marketing merupakan kebutuhan utama yang wajib dipenuhi. Di India, misalnya, 25% masyarakatnya mempercayai bahwa green marketing sangat penting untuk menjaga lingkungan di masa depan.

Di luar itu, green marketing juga dapat membuat perusahaan memiliki hubungan yang harmonis dengan alam. Dengan begitu, perusahaan dapat menggunakannya sebagai landasan dalam berbagai kegiatan. Misalnya membuat bangunan yang ramah lingkungan.

Tak berhenti sampai di situ, green marketing juga dapat memberikan keuntungan lainnya seperti:

1. Menghasilkan Produk yang Lebih Tahan Lama

Produk yang diproses dengan prinsip green marketing biasanya lebih tahan lama dibanding produk lainnya. Alasannya karena proses produksinya menggunakan bahan yang ramah lingkungan dan produk yang dihasilkan dapat didaur ulang kembali.

Inilah yang menjadi pembeda antara produk green marketing dengan produk lain yang biasanya hanya bisa digunakan satu kali saja.

Berdasarkan survei pada 30 ribu orang yang dilakukan oleh Nielsen Global Survey, 55% orang diantaranya rela mengeluarkan uang lebih banyak untuk mendapatkan produk green marketing.

2. Menghemat Biaya Pengeluaran

Dalam menjalan green marketing, perusahaan harus memastikan seluruh proses produksinya dilakukan dengan cara yang ramah lingkungan, termasuk dalam menggunakan energi.

Nah, pemanfaatan energi yang ramah lingkungan ini ternyata dapat menghemat biaya pengeluaran perusahaan dalam jangka waktu yang panjang.

3. Mengubah Pemikiran Terkait Lingkungan

Konsumen bukan satu-satunya pihak yang diajak untuk memperdulikan keberlanjutan lingkungan hidup. Konsep green marketing harus dapat mendorong setiap perusahaan untuk memanfaatkan sumber daya alam secara bijak, seperti pemakaian air maupun listrik.

Selain itu, konsep ini secara tidak langsung dapat mengubah pemikiran perusahaan dan konsumen terhadap lingkungan. Contohnya mengembangkan cara pengiriman produk yang lebih hemat bahan bakar, memanfaatkan sumber energi alternatif, atau mencari bahan pokok yang terbarukan.

Strategi pemasaran Green Marketing

Pengertian Green Marketing

Sumber: unsplash.com

Konsumen di Indonesia sebenarnya sudah mempunyai perhatian pada isu-isu lingkungan, sayangnya mereka tidak mengetahui apa saja langkah yang harus dilakukan untuk menghasilkan aktivitas “green”. Apalagi mereka juga bukanlah pihak yang membuat barang atau jasa yang “green”.

Hal ini dapat dimanfaatkan oleh perusahaan untuk menerapkan strategi pemasaran green marketing. Dengan begitu, perusahaan dapat mengubah perilaku serta gaya hidup konsumen.

Seperti yang ada di dalam buku Manajemen Pemasaran Dasar Konsep Strategi yang disusun oleh Sofjan Assauri. Buku ini mengajarkan kamu tentang memberikan wawasan dan pengetahuan mengenai manajemen pemasaran: pemahaman secara garis besar dan sistematis dasar-dasar pengetahuan dan permasalahannya, serta penerapannya dalam mengelola bidang pemasaran dalam perusahaan.

https://www.gramedia.com/products/manajemen-pemasaran-dasar-konsep-strategi?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

Adapun langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh perusahaan dalam menerapkan strategi pemasaran green marketing adalah sebagai berikut:

1. Segmenting

Segmenting adalah pengelompokan pasar dengan cara membuat profil segmen pasar. Kottler (2009) mendefinisikan segmen pasar sebagai kelompok pelanggan yang mempunyai keinginan yang sama. Perusahaan dapat memanfaatkan SWOT analisis untuk membuat konseptual framework dan mencari peluang yang ada di setiap segmennya.

2. Targeting

Targeting di sini maksudnya adalah menentukan segmen pasar yang akan dilayani oleh perusahaan. Dalam tahap ini, perusahaan harus dapat mendefinisikan minat beli serta daya beli konsumen yang mengaku sebagai “green consumer”.

Untungnya, kebanyakan konsumen yang mencari produk green marketing biasanya sudah teredukasi sehingga layak untuk dijadikan target pasar. Untuk meraihnya, perusahaan dapat memanfaatkan berbagai fasilitas, termasuk internet.

3. Positioning

Positioning merupakan usaha merancang tawaran serta citra perusahaan agar mempunyai ciri khas dibanding pesaing lainnya di benak konsumen. Di sini perusahaan harus mencari tawaran apa yang dapat mewujudkan citra “perusahaan yang ramah lingkungan” pada konsumen.

Salah satu caranya adalah dengan melakukan edukasi, karena ini dapat membentuk citra perusahaan (Polonsky, 2009). Misalnya dengan mengadakan program pengenalan masalah-masalah lingkungan hidup pada konsumen dan menunjukkan usaha perusahaan untuk mengatasinya. Bisa dengan mengenalkan produk atau budaya kerja yang ramah lingkungan.

4. Produk

Untuk menerapkan green marketing, perusahaan harus membuat konsumen menyadari bahwa produk yang mereka gunakan adalah produk yang ramah lingkungan. Hal ini bisa dilakukan dengan cara:

  • Menambahkan eco label pada produk
  • Mencantumkan pesan “less environmentally harmfull” untuk memberikan kesan perusahaan sedang berusaha meminimalkan kerusakan lingkungan.
  • Gunakan warna hijau yang merepresentasikan gerakan peduli lingkungan

5. Harga

Jika dibandingkan, harga produk green marketing memang lebih mahal dibanding produk lainnya. Akan tetapi, perusahaan juga mengeluarkan biaya produksi yang lebih sedikit dalam jangka panjang.

Perusahaan juga biasanya membidik target pasar menengah ke atas yang sudah memiliki pengetahuan tentang isu lingkungan sehingga perusahaan akan lebih mudah dalam menyampaikan pesan ramah lingkungannya.

Selain itu, dengan membidik pasar menengah ke atas, perusahaan dapat menciptakan opinion leader yang nantinya berpengaruh pada segmen pasar di bawahnya.

6. Promosi

Dalam menerapkan green marketing, perusahaan dapat menggunakan 4 cara promosi, yaitu:

Sales Promotion

Sales promotion merupakan cara perusahaan untuk mengenalkan green product ke masyarakat dengan cara memberikan sampel dari produknya.

Publicity

Publicity merupakan cara yang paling sering digunakan oleh perusahaan ketika memasarkan green product. Cara ini biasanya memperlihatkan penerapan CSR yang dilakukan oleh perusahaan kepada masyarakat sekaligus menawarkan produk yang mereka miliki.

Advertising

Perusahaan menggunakan strategi periklanan online marketing untuk mempromosikan green product. 

Distribusi

Perusahaan dapat menggunakan dua cara untuk mendistribusikan green product. Pertama dengan direct marketing channel lewat online marketing. Kedua dengan 1-level channel untuk perusahaan consumer goods.

Contoh Green Marketing di Indonesia

Green marketing bukan hal yang baru lagi di Indonesia, meskipun secara angka belum banyak perusahaan yang menerapkannya. Menurut data dari Kementerian Perindustrian, ada 69 perusahaan yang masuk ke dalam daftar industri hijau. Beberapa di diantaranya adalah Unilever, PT. Sinar Sosro, dan PT. Holcim Indonesia.

Dalam skala yang lebih kecil, S. Sorongan., J. Lapian & D. Soepono (2022) menemukan bahwa green marketing menjadi faktor penentu tinggi/rendahnya keputusan pembelian konsumen pada produk hasil usaha mikro kecil dan menengah Unsrat.

Dengan kata lain, green marketing sangat berpengaruh pada perubahan keputusan pembelian konsumen. Semakin tinggi/baik green marketing yang dirasakan oleh konsumen, keputusan pembelian akan semakin meningkat. Begitupun sebaliknya, jika green marketing yang dirasakan oleh konsumen semakin rendah/buruk, keputusan pembelian akan semakin rendah.

Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh Hindayani & Setyorini (2020) juga menemukan bahwa eco label, eco brand, dan environmental advertisement yang digunakan pada produk Love Beauty and Planet di Bandung berpengaruh secara parsial dan simultan pada keputusan pembelian oleh konsumen. Ini berarti, konsumen memiliki kesadaran tentang pentingnya menggunakan produk ramah lingkungan.

Penutup

Pada dasarnya, dengan adanya green marketing ini, maka secara tidak langsung, kondisi alam menjadi lebih terjaga. Oleh karena itu, tak sedikit perusahaan yang saat ini telah melakukan green marketing. Hal yang dapat kita lihat dari marketing green marketing umumnya adalah pada kemasan dan juga proses pembuatan suatu produk yang di mana perusahaan mengklaim bahwa kemasan dan proses pembuatan produknya sudah ramah lingkungan.

Demikian pembahasan tentang green marketing hingga contohnya. Semoga semua pembahasan di atas bisa bermanfaat untuk Grameds.

Jika ingin mencari berbagai macam buku mengenai marketing, maka kamu bisa menemukannya di Gramedia.com. Untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berkualitas dan original agar Grameds memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Penulis: Gilang

Referensi:

S. Sorongan., J. Lapian., D. Soepono (2022) ANALISIS GREEN MARKETING PADA USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH UNSRAT TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN

Fitri Handayani, Retno Setyorini (2020) Pengaruh Green Marketing Tools Terhadap Consumer Buying Decision Process (studi Pada Konsumen Produk Love Beauty And Planet Di Kota Bandung)

Baca juga:



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien