in

10 Rekomendasi Novel Sejarah Terbaik

Rekomendasi Novel Sejarah Terbaik – Novel adalah salah satu jenis karya sastra yang berbentuk prosa. Kisah di dalam novel merupakan hasil karya imajinasi yang membahas tentang permasalahan kehidupan seseorang atau berbagai tokoh. Cerita di dalam novel dimulai dengan munculnya persoalan yang dialami oleh tokoh dan diakhiri dengan penyelesaian masalahnya.

Novel memiliki cerita yang lebih rumit dibandingkan dengan cerita pendek. Tokoh dan tempat yang diceritakan di dalam novel sangat beragam dan membahas waktu yang lama dalam penceritaan. Penokohan di dalamnya menonjolkan watak dan sifat setiap pelaku dalam kisah yang diceritakan.

Novel terdiri atas bab dan sub-bab tertentu sesuai dengan kisah ceritanya. Adapun penulis novel disebut novelis.

Genre novel digambarkan memiliki “sejarah yang berkelanjutan dan komprehensif selama sekitar dua ribu tahun”. Pandangan ini berawal dari tradisi novela, yaitu suatu istilah dalam bahasa Italia untuk menggambarkan cerita singkat, yang dijadikan istilah dalam bahasa Inggris saat ini sejak abad ke-18.

Ian Watt, sejarawan sastra Inggris, menuliskan dalam bukunya The Rise of The Novel (1957) bahwa novel pertama kali muncul pada awal abad ke-18. Adapun Miguel de Cervantes, penulis Don Quixote, sering disebut sebagai novelis Eropa terkemuka pertama di era modern. Bagian pertama dari Don Quixote diterbitkan tahun 1605.

Saat ini, begitu banyak pilihan novel dan buku fiksi dengan genre yang sangat beragam. Salah satu genre yang paling digemari adalah sejarah. Nah, jika kalian adalah salah satu pecinta novel dengan genre sejarah, wajib tahu pilihan rekomendasi novel sejarah Indonesia terbaik berikut ini.

1. Amba – Laksmi Pamuntjak

Rekomendasi Novel Sejarhah pertama adalah Novel Amba mengambil tema perjuangan dan cerita cinta yang berlatar sejarah Indonesia saat peristiwa G30S. Meskipun fiksi, novel ini berhasil mengangkat sisi lain dari peristiwa bersejarah tersebut.

Tokoh utamanya adalah Amba, seorang perempuan yang keras kepala, mempesona, dan tahu persis apa yang diinginkannya.

Amba mengambil beberapa pilihan yang sulit dalam hidupnya. Termasuk pergi ke Jakarta dan Pulau Buru demi menemukan jawaban dari pertanyaan yang terus mengganjal pikirannya.

Ada juga Salwa, seorang dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UGM yang sangat mencintai Amba dan menjadi tunangannya. Dia memiliki hubungan yang dengan dengan keluarga dan orang tua Amba, sehingga ingin mempersuntingnya.

Selanjutnya, ada tokoh Bisma yang menjadi kekasih Amba satu-satunya. Mereka menjalin cinta saat Amba bekerja di Kediri. Bisma diasingkan ke Pulau Buru sebagai tahanan politik saat peristiwa G30S dan tidak pernah kembali lagi.

Tokoh laki-laki lain yang ada di buku ini adalah Adalhard. Seorang keturunan Jerman yang menolong Amba saat sedang kebingungan mencari Bisma. Adalhard mencintai Amba dan putrinya dengan sepenuh hati meski Amba tidak pernah bisa melupakan Bisma.

Tokoh terakhir dalam novel ini yaitu Samuel. Dia bertemu dengan Amba pertama kali di kapal saat pergi ke Pulau Buru dan sejak itu Samuel selalu luluh jika berada di dekat Amba.

2. Burung-Burung Manyar – Y.B. Mangunwijaya

Rekomendasi Novel Sejarah kedua adalah Novel Burung-Burung Manyar. Novel ini diterbitkan pertama kali pada 1981 oleh penerbit Djambatan.

Novel setebal 406 halaman itu terdiri dari tiga bagian: Bagian I (1934-1944) yang kental sekali dengan konteks masa penjajahan, Bagian II (1945-1950) yang masih terkait dengan masa penjajahan meskipun Indonesia sudah merdeka, dan Bagian III (1968-1978).

Di bagian prolog (atau yang disebut Romo Mangun sebagai Prawayang di novelnya), dinarasikan ulang bagaimana Baladewa memutuskan untuk berdiri di sisi Kurawa menjelang perang Baratayuda.

Tentu bukan karena Baladewa lebih mencintai Kurawa, tetapi lebih karena kesetiannya kepada istri dan ayah mertuanya yang merasa harus berpihak pada Kurawa supaya Astina tidak pecah. Meskipun begitu, dalam hati terdalam Baladewa, cintanya pada Pandawa tidak pernah berkurang sedikitpun.

Bagian prolog itu sangat memberikan konteks yang bisa membuat pembaca menjadi bisa memahami keputusan-keputusan Teto. Ia dilahirkan dari ayah yang masih memiliki darah ningrat keraton Surakarta dan ibu keturunan Indo.

Ia menjadi anak kolong yang tumbuh besar dengan kebencian kepada Jepang, yang telah memisahkannya dari ayah dan ibunya. Sehingga ketika ia kemudian memilih untuk menjadi tentara KNIL, keputusannya itu salah satunya didasari oleh keinginannya untuk membalas dendam pada mereka yang paling bertanggung jawab merenggut ayah dan ibu dari sisinya.

Pilihannya itu membuat Teto terpaksa harus berhadap-hadapan dengan Atik, perempuan yang selalu dicintainya sejak kecil, namun berada di pihak Republik, tidak saja sebagai sekretaris Sutan Sjahrir tapi sekaligus sebagai orang yang turut memperjuangkan kemerdekaan.

3. Entrok – Okky Madasari

Rekomendasi Novel Sejarah ketiga adalah Novel Entrok. Saat membaca novel ini, kita diajak melangkah mundur ke masa 50-an hingga 90-an. Sebab novel ini tidak hanya menceritakan tentang satu generasi saja, melainkan tiga generasi (Simbok, Marni, Rahayu).

Mulai dari masa 50-an yang menceritakan tentang kehidupan sederhana Simbok (Ibu Marni) yang berusaha bertahan hidup hanya lewat mengupas singkong. Mengupas singkong diupahi singkong.

Novel ini juga menyinggung bagaimana PKI pada masa itu masih menjadi bayang-bayang ketakutan pada setiap kepala manusia.

4. Gadis Kretek – Ratih Kumala

Rekomendasi Novel Sejarah yang keemapat adalah Novel Gadis Kretek karya Ratih Kumala yang termasuk dalam sepuluh besar penerima penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa tahun 2012. Novel Gadis Kretek ini sudah diterjemahkan dalam 3 bahasa yaitu Inggris, Mesir dan Jerman.

Novel Gadis Kretek berkisah tentang keluarga Soeraja yang memiliki bisnis kretek bernama Kretek Djagat Raja yang sangat terkenal dari Kudus.

Kisah novel ini bergulir saat Pak Radja sekarat dan meminta anaknya untuk mencari di mana kekasihnya dulu, bernama Jeng Yah. Tegar sebagai anak pertama yang mengurus bisnis kretek ini pun turun tangan.

Saat lulus SMA, Tegar diberi tahu sebuah rahasia besar keluarganya. Ini tentang saus yang bisa membuat kretek buatan keluarganya menjadi nomor satu di Indonesia.

Kretek tanpa saus tidak akan menghasilkan cita rasa yang istimewa. Itu sebabnya, saus yang dibuat pun harus khas. Tegar telah disumpah untuk tidak memberitahukan rahasia itu kepada kedua adiknya, Karim dan Lebas.

5. Ken Arok: Banjir Darah di Tumapel – Gamal Kamandoko

Rekomendasi Novel Sejarah yang kelima adalah Novel Ken Arok. Pada masanya, Ken Arok adalah fenomena besar. Kecerdasan, keberanian, kecerdikan, serta keperkasaan merupakan beberapa hal penting yang sangat menonjol dalam diri Ken Arok.

Itulah yang membuatnya justru bisa duduk menjadi seorang raja besar. Perjuangan dan perjalanan Ken Arok menuju takhta kekuasaan begitu kental dengan nuansa intrik, cinta, persekongkolan, dan pengkhianatan.

Novel ini mengisahkan kembali tentang kontroversi perjalanan hidup Ken Arok, termasuk masa kejayaannya. Semuanya berangkat dari Kitab Pararaton–Singhasari.

Sebagai kisah besar pada masa lalu, riwayat hidup Ken Arok memang memikat untuk dibaca dan mengesankan untuk dikenang. Banyak nasihat, pelajaran, serta kearifan yang dapat dipetik dari kisah seorang “ksatria” kontroversial tersebut.

6. Laut Bercerita – Leila S. Chudori

Rekomendasi Novel Sejarah yang keenam adalah Laut Bercerita. Laut Bercerita adalah novel karya penulis asal Indonesia bernama Leila Salikha Chudori. Ia juga merupakan seorang wartawan di majalah Tempo.

Novel terbitan tahun 2017 ini, mengangkat tema persahabatan, percintaan, kekeluargaan, dan rasa kehilangan. Dengan berlatarkan waktu di tahun 90-an dan 2000, novel ini mampu membius para pembacanya untuk menerobos ruang masa lalu dan kembali melihat peristiwa yang terjadi di tahun yang bersangkutan.

Dengan kata lain, novel setebal 394 halaman ini, mengingatkan para pembacanya akan era-era reformasi di tahun 1998 yang bernas akan kepahitan dan kekejaman bagi para pembela rakyat.

Leila selaku penulis memang menegaskan bahwa novel ini hanya historical fiction, tetapi ia menulis berdasarkan pada fakta yang ada. Hal itu karena sebelum Leila mulai menulis novel ini, ia melakukan riset wawancara terlebih dahulu secara langsung pada korban yang berhasil kembali atau kerabat korban.

7. Max Havelaar – Multatuli

Rekomendasi Novel Sejarah yang ketujuh adalah Novel Max Havelaar. Multatuli merupakan nama samaran dari Eduard Douwes Dekker. Dia adalah anggota Dewan Pengawas Keuangan Pemerintah Belanda yang pertama kali ditempatkan di wilayah Batavia (Hindia-Belanda) pada 1840.

Tahun 1842 ia meminta untuk dipindahkan ke Sumatra Barat. Pada tahun yang sama pula, dia dipindahkan ke Natal, Sumatra Utara untuk bertugas sebagai Kontelir. Setelah itu, dirinya ditugaskan di wilayah Lebak, Banten.

Selama bertugas sebagai perpanjangan tangan kolonial Belanda, Eduard Douwes Dekker justru menolak tegas model pemerintahan Belanda. Ketidakadilan, perampasan, serta penjajahan merupakan titik awal dari kritik dan penolakannya.

Seorang Eduard Douwes Dekker jauh lebih memalingkan perhatiannya kepada fenomena kelaparan, penderitaan, serta ketertindasan yang dialami rakyat pribumi di Hindia-Belanda, terutama di wilayah yang pernah menjadi tempatnya bertugas.

Buku ini ditulis Multatuli di sebuah losmen yang disewanya di Belgia pada musim dingin tahun 1859. Tulisannya merupakan kritik tajam yang telah membuka sebagian besar mata publik dunia tentang betapa perihnya arti dari sebuah penindasan (kolonialisme).

Dengan sebuah keyakinan yang termanifestasikan dalam ungkapan, Multatuli berjuang menghadirkan sebuah mahakarya sastra yang patut menjadi pelajaran bagi seluruh bangsa.

8. Orang-Orang Proyek – Ahmad Tohari

Rekomendasi Novel Sejarah yang kedelapan adalah Orang-Orang Proyek yang merupakan karya Ahmad Tohari sudah menulis banyak sekali karya sastra yang fenomenal, salah satu karya sastra itu yakni novel Orang-Orang Proyek.

Cerita yang dapat menggugah pembaca membuat novel ini dicetak kembali pada 2015.Novel ini memberitahukan adanya perilaku korupsi yang terjadi pada zaman Orde Baru melalui proyek-proyek pembangunan.

Dari novel ini, pembaca akan mengetahui bahwa pada zaman Orde Baru banyak sekali perilaku korupsi yang sudah terjadi.

Penulis memilih tokoh seorang insinyur yang bernama Kabul sebagai sudut pandangnya. Kabul merupakan seorang insinyur teknik yang pada saat kuliah sangat dikenal dengan sifat idealismenya.

Namun, idealisme yang dimiliki Kabul mulai terusik karena adanya permainan politik yang dilakukan oleh para pejabat dalam membangun jembatan untuk rakyat di Desa Cibawor.

Proyek jembatan rakyat itu hanya digunakan sebagai batu loncatan saja agar Partai GLM (Golongan Lestari Menang) dicintai oleh masyarakat.

Anggaran dari proyek jembatan rakyat itu dikorupsi sebanyak tiga puluh persen hanya untuk pencitraan partai saja, bahkan anggota partai GLM menuntut Kabul untuk menyelesaikan proyek jembatan rakyat ini sebelum masa kampanye tiba.

Terlebih, uang yang digunakan untuk membangun jembatan rakyat ini berasal dari utang luar negeri. Kabul yang mengetahui semua keburukan yang dilakukan oleh partai GLM memilih untuk mundur dari pengerjaan proyek itu.

Bukan hanya tentang korupsi saja, novel ini juga memiliki kisah cinta Kabul dengan Wati. Mereka berdua hidup bahagia.

Pada suatu hari, mereka berdua melewati jembatan bekas proyeknya Kabul yang sedang mengalami kerusakan. Kabul menceritakan semua hal di balik pembuatan proyek jembatan itu.

Penulis mampu menggunakan alur cerita yang mudah dipahami, sehingga pembaca akan mudah untuk menerima makna dari novel ini. Dengan membaca novel ini, pembaca mengetahui betepa jahatnya anggota partai GLM, walaupun terlihat baik ketika melakukan kampanye.

Namun, dialog antara Kabul dan Pak Tarya terlalu banyak, sehingga bisa saja membuat pembaca merasa bosan karena tak menampilkan tokoh-tokoh lainnya.

9. Ronggeng Dukuh Paruk – Ahmad Tohari

Novel Ronggeng Dukuh Paruk ditulis oleh Ahmad Tohari dan diadaptasi dua kali dalam film layar lebar di Indonesia. Ronggeng Dukuh Paruk adalah satu judul dari trilogi novel karya Ahmad Tohari. Dua judul lainnya adalah Lintang Kemukus Dini Hari dan Jantera Bianglala.

Triloginya disatukan menjadi satu buku dengan judul Ronggeng Dukuh Paruk pada 2003 dan November 2011. Novel itu juga diterbitkan dalam edisi bahasa Jepang pada1986. Selain itu, banyak pula penulisan skripsi yang mengambil novel tersebut sebagai objek penelitian.

Novel itu di kancah perfilman diangkat dua kali sebagai tema film. Film pertama berjudul Darah dan Mahkota Ronggeng yang disutradarai oleh Yazman Yazid. Film yang rilis tahun 1983 itu dibintangi Ray Sahetapy dan Enny Beatrice. Film adaptasi selanjutnya berjudul Sang Penari yang dirilis 1983. Film yang dibintangi Prisia Nasution dan Oka Antara ini meraih 10 nominasi dalam Festival Film Indonesia 2011.

Novel ini menceritakan kembalinya Srinthil ke Dukuh Paruk. Srinthil adalah bocah berusia 11 tahun yang berprofesi sebagai ronggeng. Dia dianggap keturunan Ki Secamenggala yang diyakini dapat mengembalikan citra pedukuhan. Masyarakat setempat meyakini kehadiran Srinthil menjadi pelengkap. Mereka juga meyakini kelengkapan dukuh terdiri atas keramat Ki Secamenggala, seloroh cabul, sumpah serapah, dan ronggeng bersama perangkat calungnya.

Srinthil adalah anak yatim piatu. Kedua orang tuanya meninggal bersama 16 penduduk lain yang mengalami keracunan tempe bongkrek. Kedua orang tua Srinthil merupakan pembuat tempe itu. Srinthil yang kala itu masih bayi, lalu dirawat kakek-neneknya. Kakeknya meyakini Srinthil sudah kerasukan indang ronggeng dan dilahirkan sebagai ronggeng dengan restu arwah Ki Secamenggala.

Dikarenakan anggapan seperti itulah, Srinthil digembleng menjadi ronggeng. Kartareja, sang dukun ronggeng, mengajak Srinthil mengikuti tahapan sebagai ronggeng sesungguhnya. Sebagai awalan, Srinthil mandi kembang di depan cungkup makam Ki Secamenggala.

Tahapan lain yang dilalui Srinthil adalah buka kelambu. Dirinya tidak tidak bisa memungut bayaran saat berpentas jika belum melalui tahapan ini. Rasus di lain keberatan jika Srinthil harus melalui semua syarat tersebut. Dia adalah teman main Srinthil sejak kecil. Rasus merasa sakit hati dan cemburu karena Srinthil menjadi ronggeng. Profesi ronggeng artinya Srinthil menjadi milik umum. Kegadisan Srinthil disayembarakan.

Rasus semakin marah saat dirinya yang berusia 14 tahun itu tidak bisa berbuat banyak kepada gadis yang dicintainya. Hingga suatu hari, terjadi pertengkaran antara Dower dan Sulam di emper samping rumah Kertareja untuk memperebutkan keperawanan Srinthil.

Rasus yang juga berada di sisi lain rumah tersebut, tidak bisa melakukan apa pun. Kartareja mensyaratkan seringgit uang emas untuk nilai keperawanan Srinthil. Namun, Srinthil mendadak muncul dari belakang rumah Kartareja dan mendatangi Rasus. Dia meminta Rasus untuk menggaulinya. Srinthil lebih suka kehilangan keperawanan karena Rasus, ketimbang dengan dua orang yang sedang memperebutkannya.

Rasus mengiyakan permintaan Srinthil. Setelah itu, giliran Dower dan Sulam. Sementara Kartareja menikmati hasil menjadi mucikari berupa seringgit uang emas dari Sulam, lalu seekor kerbau dan dua keping perak dari Dower. Meski bisa mendapatkan keperawanan Srinthil, Rasus justru semakin benci kepadanya karena pekerjaan ronggeng itu.

Rasus pergi meninggalkan Dukuh Paruk dan sosok Srinthil sebagai bayang-bayang ibunya yang telah pergi entah ke mana. Srinthil sempat menawarkan dirinya pada Rasus untuk dinikahi. Namun, Rasus sudah yakin dengan keputusan untuk menolaknya.

10. Segala yang Diisap Langit – Pinto Anugrah

Buku ini berlatarkan kisah pada masa perang Padri di tahun 1800-an. Bukan tentang Tuanku Imam Bonjol atau perjuangan melawan Belanda kala itu, tapi tragedi yang menimpa keluarga-keluarga bangsawan Minangkabau, yang menjadi korban maupun pelaku perang Padri itu sendiri. Ada politik, alegori menohok, dan tentang kaum adat yang membawa ideologi kekerasan.

Tokoh utama di sini adalah Rabiah. Ia mempunyai kepribadian yang kuat dengan ambisinya yang tinggi dalam mematahkan mitos yang beredar, bahwa garis keturunan keluarga bangsawan Minangkabau akan putus pada generasi ketujuh. Apapun siap ia lakukan, tapi ternyata penghalang utama Rabiah malah kakak kesayangannya, Magek.

Rekomendasi Buku & Artikel Terkait Rekomendasi Novel Sejarah