in

8 Penyebab Gelisah Tanpa Sebab di Malam Hari, Apakah Kamu Mengalaminya?

Apakah Grameds pernah mengalami perasaan gelisah sepanjang malam? Kamu harus mencari tahu penyebab kegelisahan yang kamu rasakan, karena jika tidak diatasi, gelisah di malam hari bisa mengganggu pola tidur dan berakibat buruk bagi kesehatan. Berikut adalah penyebab gelisah di malam hari yang kerap dialami sebagian orang.

 

Penyebab Gelisah Tanpa Sebab di Malam Hari

(Sumber foto: www.pexels.com)

Gelisah tanpa sebab yang jelas di malam hari dapat disebabkan oleh berbagai faktor yang mungkin tidak langsung terlihat. Berikut adalah beberapa kemungkinan penyebabnya:

1. Stres dan Kecemasan

Stres dan kecemasan adalah penyebab utama perasaan gelisah, terutama di malam hari. Ketika kita stres atau cemas, pikiran kita sering kali dipenuhi dengan berbagai kekhawatiran dan tugas yang belum selesai.

Hal ini membuat kita sulit untuk bersantai dan terlelap. Misalnya, memikirkan deadline pekerjaan, masalah keuangan, atau konflik pribadi bisa memicu gelombang pikiran yang membuat kita tetap terjaga.

Stres juga memicu respons fisik seperti peningkatan detak jantung dan ketegangan otot, yang makin memperburuk kesulitan tidur. Akibatnya, kita sering kali terbangun di tengah malam atau mengalami tidur yang tidak nyenyak. Untuk mengatasinya, penting untuk menemukan cara-cara mengelola stres dan kecemasan, seperti meditasi, olahraga, atau berbicara dengan teman dekat.

 

2. Kurang Tidur

Ketika kita tidak mendapatkan tidur yang cukup, tubuh dan pikiran kita tidak punya cukup waktu untuk memulihkan diri. Hal ini bisa membuat kita merasa lelah dan tidak fokus, serta lebih rentan terhadap stres dan kecemasan.

Selain itu, kurang tidur mengganggu keseimbangan hormon dalam tubuh, yang dapat memengaruhi suasana hati dan emosi kita. Akibatnya, kita bisa merasa lebih cemas dan gelisah, bahkan tanpa alasan yang jelas.

Untuk mengatasi masalah ini, kita perlu menetapkan rutinitas tidur yang teratur dan memastikan kita mendapatkan waktu tidur yang cukup setiap malam. Dengan tidur yang cukup, kita akan merasa lebih segar, tenang, dan mampu menghadapi tantangan sehari-hari dengan lebih baik.

 

3. Kafein dan Stimulan Lainnya

Kafein dan stimulan lainnya bisa menjadi penyebab gelisah, terutama jika dikonsumsi terlalu dekat dengan waktu tidur. Kafein yang terdapat dalam kopi, teh, coklat, dan minuman energi bisa meningkatkan aktivitas otak dan membuat kita merasa lebih waspada.

Meskipun ini bisa bermanfaat di pagi hari, efeknya di malam hari bisa sangat mengganggu. Kafein dapat memengaruhi kualitas tidur dengan membuat kita sulit untuk tertidur atau menyebabkan kita sering terbangun di malam hari.

Di Balik Pena: dr. Andreas Kurniawan Berbagi Tutorial Melalui Duka dan Mencuci Piring

Stimulan lainnya, seperti nikotin dari rokok atau zat-zat dalam minuman energi, juga memiliki efek serupa. Akibatnya, meskipun kita mungkin merasa lelah, tubuh kita tetap dalam keadaan waspada dan sulit untuk benar-benar bersantai.

Untuk menghindari kegelisahan ini, cobalah untuk membatasi konsumsi kafein dan stimulan lainnya beberapa jam sebelum tidur, sehingga tubuh memiliki waktu untuk tenang dan mempersiapkan diri untuk istirahat yang nyenyak.

 

4. Paparan Layar Gadget

Paparan layar gadget bisa menjadi penyebab gelisah, terutama jika kita sering menggunakannya sebelum tidur. Layar gadget seperti ponsel, tablet, dan komputer memancarkan cahaya biru yang dapat mengganggu produksi melatonin, hormon yang membantu kita merasa mengantuk.

Ketika produksi melatonin terganggu, ritme alami tidur kita menjadi kacau, membuat kita lebih sulit untuk tertidur atau merasa nyenyak. Selain itu, menghabiskan waktu di media sosial atau bermain game sebelum tidur dapat merangsang otak kita, membuatnya lebih aktif dan sulit untuk bersantai.

Akibatnya, kita bisa merasa gelisah dan susah tidur, yang berujung pada kurang tidur dan kelelahan keesokan harinya. Untuk mengatasi ini, cobalah untuk menghindari penggunaan gadget setidaknya satu jam sebelum tidur dan gantilah dengan aktivitas yang lebih menenangkan seperti membaca buku atau mendengarkan musik lembut.

 

Ya Allah, Kenapa Hatiku Sering Gelisah

button cek gramedia com

 

5. Masalah Kesehatan

Masalah kesehatan bisa jadi penyebab gelisah yang sering diabaikan. Kondisi medis seperti gangguan tiroid, sakit kronis, atau masalah pernapasan bisa membuat kita sulit tidur nyenyak dan merasa nyaman di malam hari.

Misalnya, nyeri sendi atau sakit punggung bisa membuat kita sulit menemukan posisi tidur yang nyaman, sementara gangguan pernapasan seperti sleep apnea bisa membuat kita sering terbangun karena sulit bernapas.

Selain itu, ketidakseimbangan hormon atau efek samping obat-obatan tertentu juga bisa mengganggu tidur dan membuat kita merasa gelisah. Semua ini bisa membuat kita tidak hanya merasa lelah secara fisik, tetapi juga cemas dan tidak tenang secara mental.

Jika merasa gelisah terus-menerus dan mencurigai ada masalah kesehatan yang mendasarinya, penting untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

 

6. Lingkungan Tidur yang Tidak Nyaman

Lingkungan tidur yang tidak nyaman bisa menjadi penyebab  gelisah di malam hari. Suhu kamar yang terlalu panas atau terlalu dingin, kebisingan dari luar, atau kasur dan bantal yang tidak mendukung dapat mengganggu kenyamanan kita saat tidur.

Bahkan pencahayaan yang terlalu terang atau tidak adanya kegelapan total juga bisa membuat kita sulit untuk terlelap. Semua gangguan ini membuat tubuh dan pikiran kita tetap waspada, sehingga sulit untuk benar-benar bersantai dan mendapatkan tidur yang nyenyak.

Untuk menciptakan lingkungan tidur yang nyaman, cobalah menjaga suhu kamar yang sejuk, menggunakan penutup mata atau tirai gelap, dan memastikan tempat tidur kita nyaman. Dengan menciptakan suasana yang kondusif untuk tidur, kita bisa membantu tubuh dan pikiran lebih mudah beristirahat dan terhindar dari perasaan gelisah.

 

7. Pikiran yang Berlarian

Ketika kita berbaring, pikiran kita bisa mulai mengembara ke berbagai kekhawatiran dan masalah yang belum terselesaikan, seperti pekerjaan, keuangan, atau hubungan pribadi. Alih-alih merasa santai, justru kita memikirkan segala hal yang bisa salah atau apa yang harus kita lakukan keesokan harinya.

Pikiran yang terus-menerus aktif ini membuat otak sulit untuk beralih ke mode istirahat, sehingga membuat kita gelisah dan sulit tertidur. Untuk mengatasi pikiran yang berlarian, cobalah teknik relaksasi seperti meditasi, latihan pernapasan, atau menulis jurnal sebelum tidur untuk mengosongkan pikiran. Dengan begitu, kita bisa membantu otak dan tubuh kita bersiap untuk tidur dan mengurangi rasa gelisah.

 

8. Kondisi Psikologis

Kondisi psikologis seperti depresi, gangguan kecemasan, atau stres pasca-trauma bisa menjadi penyebab utama rasa gelisah. Ketika kita mengalami masalah psikologis, pikiran kita sering kali dipenuhi dengan kecemasan berlebihan, rasa putus asa, atau kenangan traumatis yang sulit dilupakan.

Ini semua membuat kita sulit untuk merasa tenang dan rileks. Bahkan saat berbaring untuk tidur, pikiran negatif atau rasa khawatir bisa terus menghantui, membuat kita gelisah dan sulit untuk terlelap.

Untuk mengatasi masalah ini, penting untuk mencari bantuan profesional, seperti terapis atau konselor, yang dapat membantu kita mengelola kondisi psikologis dan menemukan cara-cara efektif untuk meredakan kegelisahan.

 

Catatan tentang Dunia yang Gelisah

button cek gramedia com

 

Cara Mengatasi Gelisah di Malam Hari

(Sumber foto: www.pexels.com)

Untuk mengatasi kegelisahan ini, beberapa langkah yang bisa diambil antara lain:

1. Tetapkan Rutinitas Tidur yang Teratur

Dengan pergi tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari, tubuh kita dapat membentuk ritme sirkadian yang konsisten, yang membantu mengatur waktu tidur dan bangun secara alami.

Rutinitas ini memberi sinyal pada tubuh bahwa sudah waktunya untuk bersiap-siap tidur, sehingga kita bisa lebih mudah merasa mengantuk dan rileks di malam hari. Selain itu, menjaga kebiasaan sebelum tidur seperti membaca buku atau mandi air hangat juga bisa membantu menenangkan pikiran dan tubuh, membuat kita lebih siap untuk tidur nyenyak tanpa gangguan.

 

2. Batasi Paparan Layar Sebelum Tidur

Cahaya biru yang dipancarkan oleh layar elektronik dapat mengganggu produksi hormon melatonin, yang penting untuk mengatur siklus tidur. Ketika kita terpapar cahaya biru ini menjelang tidur, tubuh cenderung sulit untuk bersiap tidur dengan baik.

Selain itu, kegiatan yang mengandalkan layar seperti menonton video atau bermain game juga dapat merangsang otak dan membuat pikiran tetap aktif, yang membuat kita sulit untuk merasa rileks.

Untuk menghindari ini, sebaiknya berhenti menggunakan gadget setidaknya satu jam sebelum tidur dan pilihlah aktivitas yang lebih menenangkan seperti membaca buku atau mendengarkan musik lembut.

 

3. Ciptakan Lingkungan Tidur yang Nyaman

Menciptakan lingkungan tidur yang nyaman adalah kunci untuk mengurangi tidur yang gelisah. Pilihlah kasur dan bantal yang mendukung postur tubuh, serta sesuaikan suhu ruangan agar nyaman untuk tidur.

Pastikan juga kamar tidur gelap dan tenang, dengan menggunakan penutup mata atau tirai gelap jika diperlukan. Hindari kebisingan dari luar ruangan dan pertimbangkan untuk menggunakan alat penenang suara seperti penghasil suara alam atau musik yang menenangkan.

Dengan menciptakan lingkungan tidur yang nyaman dan tenang, kita dapat membantu tubuh dan pikiran untuk lebih mudah bersantai dan mempersiapkan diri untuk tidur yang berkualitas.

 

4. Kurangi Konsumsi Kafein dan Alkohol

Kafein, yang terdapat dalam kopi, teh, dan minuman energi, dapat meningkatkan aktivitas otak dan membuat sulit untuk merasa mengantuk. Terlalu banyak konsumsi alkohol juga dapat mengganggu siklus tidur dan membuat kita sering terbangun di malam hari.

Dengan mengurangi atau menghindari konsumsi kafein dan alkohol beberapa jam sebelum tidur, kita dapat membantu tubuh untuk bersiap tidur dengan lebih baik. Ini memungkinkan produksi hormon melatonin untuk berjalan normal dan membantu kita tidur nyenyak tanpa gangguan.

 

5. Kelola Stres dan Kecemasan

Kondisi stres dan kecemasan dapat membuat pikiran terus-menerus terjaga dan sulit untuk bersantai saat menjelang tidur. Untuk mengatasi ini, penting untuk mencari cara untuk meredakan stres, seperti meditasi, yoga, atau latihan pernapasan dalam.

Menulis jurnal atau berbicara dengan seseorang yang dapat dipercaya juga dapat membantu mengurangi beban pikiran. Dengan mengelola stres dan kecemasan secara efektif, kita dapat membantu otak dan tubuh merasa lebih rileks dan siap untuk tidur yang nyenyak.

 

6. Olahraga Teratur

Olahraga teratur dapat berkontribusi besar dalam membantu tidur menjadi lebih nyenyak dan mengurangi risiko tidur yang gelisah. Ketika kita berolahraga, tubuh melepaskan endorfin yang dapat meningkatkan suasana hati dan mengurangi stres.

Selain itu, aktivitas fisik juga membantu menghabiskan energi yang tersisa sehingga tubuh lebih siap untuk beristirahat di malam hari. Namun, perlu diingat untuk tidak melakukan olahraga yang terlalu intens atau dekat dengan waktu tidur, karena hal ini bisa membuat tubuh terlalu terjaga.

Dengan menjadwalkan waktu olahraga secara teratur dalam rutinitas harian, kita dapat membantu meningkatkan kualitas tidur dan meminimalkan kemungkinan mengalami tidur yang gelisah.

 

7. Journaling

Menulis jurnal atau mencatat pikiran sebelum tidur dapat menjadi cara efektif untuk mengurangi tidur yang gelisah. Dengan menuangkan pikiran, perasaan, dan kekhawatiran ke dalam kertas, kita dapat membantu mengosongkan pikiran dari beban yang mengganggu.

Proses menulis ini dapat memberi rasa lega dan memungkinkan pikiran untuk lebih fokus pada hal-hal positif atau lebih santai menjelang tidur. Selain itu, menulis jurnal juga dapat membantu kita memproses dan mengatasi masalah-masalah yang mungkin mengganggu tidur.

Dengan menciptakan kebiasaan menulis jurnal sebelum tidur, kita dapat menciptakan kondisi mental yang lebih tenang dan mempersiapkan tubuh untuk tidur yang lebih nyenyak.

 

8. Berzikir/Berdoa

Berzikir atau berdoa sebelum tidur dapat menjadi cara yang efektif untuk mengurangi rasa gelisah dan menenangkan pikiran. Aktivitas ini membantu kita untuk merenungkan dan menghubungkan diri dengan Yang Kuasa.

Berzikir atau berdoa dapat memberikan rasa ketenangan batin dan memfokuskan pikiran pada hal-hal positif dan lebih besar dari masalah-masalah sehari-hari. Dengan melibatkan diri dalam kegiatan spiritual ini sebelum tidur, kita dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan yang bisa mengganggu tidur. Hal ini dapat membawa kita menuju tidur dengan pikiran yang lebih tenang dan rileks.

 

9. Mengkonsumsi Minuman Tanpa Kafein

Minuman hangat seperti teh herbal tanpa kafein bisa menjadi pilihan yang baik. Teh herbal seperti chamomile atau peppermint dikenal memiliki sifat menenangkan dan dapat membantu merelaksasi pikiran sebelum tidur.

Selain itu, susu hangat juga bisa menjadi pilihan, karena mengandung triptofan yang dapat meningkatkan produksi hormon tidur serotonin. Menghindari minuman berkafein seperti kopi atau minuman berenergi bisa dilakukan agar tubuh tidak terjaga sepanjang malam.

 

Penyebab Gelisah Menurut Islam

(Sumber foto: www.pexels.com)

Perasaan gelisah dalam pandangan Islam bisa disebabkan oleh berbagai faktor yang berkaitan dengan kondisi spiritual, mental, dan fisik seseorang. Beberapa penyebab gelisah menurut perspektif Islam antara lain:

1. Kurangnya Iman dan Ketakwaan

Gelisah sering kali dikaitkan dengan lemahnya iman dan ketakwaan kepada Allah. Ketika seseorang jauh dari Allah, hatinya tidak akan merasa tenang. Sebaliknya, kedekatan dengan Allah dan keyakinan yang kuat dapat memberikan ketenangan batin.

 

2. Kurangnya Zikir dan Ibadah

Tidak rutin berzikir (mengingat Allah) dan melaksanakan ibadah seperti salat, puasa, dan membaca Al-Quran bisa menyebabkan hati menjadi gelisah. Zikir dan ibadah membantu menenangkan hati dan pikiran.

 

3. Hati yang Kotor

Dosa-dosa yang dilakukan tanpa disertai taubat dan permohonan ampun dapat mengotori hati dan menjadikannya gelisah. Melakukan taubat dan berusaha membersihkan hati dari dosa sangat dianjurkan untuk mendapatkan ketenangan.

 

4. Tidak Ikhlas

Kurangnya keikhlasan dalam menjalani hidup dan beribadah dapat menyebabkan perasaan tidak puas dan gelisah. Ikhlas dalam segala hal yang dilakukan adalah kunci untuk mendapatkan ketenangan hati.

 

5. Ketergantungan pada Dunia

Terlalu terfokus pada urusan duniawi dan melupakan akhirat dapat menyebabkan kecemasan dan kegelisahan. Islam mengajarkan keseimbangan antara dunia dan akhirat.

 

6. Kurangnya Tawakal

Kurangnya tawakal atau keyakinan bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah dapat membuat seseorang mudah gelisah. Tawakal yang kuat membantu seseorang untuk menerima segala keadaan dengan lapang dada.

 

7. Gangguan dari Jin dan Setan

Islam mengakui adanya gangguan dari jin dan setan yang dapat menyebabkan perasaan gelisah dan takut. Perlindungan dari gangguan ini bisa didapatkan dengan memperbanyak zikir, membaca Al-Quran, terutama surah Al-Falaq dan An-Nas.

Hadiah Spesial untuk Jiwa yang Gelisah

button cek gramedia com

 

Mengatasi Perasaan Gelisah Menurut Islam

Untuk mengatasi perasaan gelisah, Islam menganjurkan beberapa tindakan seperti:

  • Memperbanyak zikir dan membaca Al-Quran.
  • Melaksanakan salat dengan khusyuk.
  • Berdoa memohon ketenangan dan perlindungan kepada Allah.
  • Berusaha untuk tetap berbuat baik dan menjauhi dosa.
  • Bergaul dengan orang-orang yang saleh dan menjaga lingkungan yang baik.
  • Meningkatkan keimanan dan ketakwaan melalui pembelajaran agama.
  • Dengan mengikuti ajaran-ajaran ini, seorang Muslim dapat menemukan ketenangan dan mengurangi perasaan gelisah.

 

Itulah penyebab gelisah di malam hari menurut pandangan secara umum dan menurut Islam. Grameds bisa melakukan tips di atas untuk mengurangi kegelisahan di malam hari. Kamu juga bisa membaca buku-buku psikologi di Gramedia.com untuk membantu mengurangi kegelisahan. Selamat mencoba.



Live Apakah Anda berminat jika disediakan fasilitas baca buku sepuasnya di Gramedia ?
  • Ya, tentu saja!
    93% 93% 1.2k / 1.2k
  • Tidak
    6% 6% 84 / 1.2k


ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Laila Wu