in

Review Buku How To Heal Your Inner Child Karya Simon Chapple

Rating: 3.74

 

Grameds, tahukah kamu bahwa anak yang pernah diabaikan secara emosional mungkin akan menghadapi kesulitan untuk membentuk keterikatan yang aman dan kuat ketika dewasa? Mereka mungkin akan merasa hampa, kosong, tidak penting, bahkan tidak berharga. Mereka cenderung menilai diri sendiri terlalu keras, dan akhirnya beralih pada kecanduan (makan, minuman keras, atau olahraga yang berlebihan).

Jika deskripsi di atas menggambarkan diri kamu, berarti inner child kamu perlu dipulihkan. Pemulihan ini akan mengubah hidupmu dan mengembalikan kasih sayang, rasa cinta, dan keaslian yang kamu butuhkan sebagai seorang anak, dan layak kamu peroleh sebagai seorang dewasa.

How To Heal Your Inner Child

button cek gramedia com

Buku How to Heal Your Inner Child merupakan karya tulis Simon Chapple yang diterbitkan oleh Penerbit Elex Media Komputindo pada 24 Oktober 2023. Buku dengan ketebalan 376 halaman ini merupakan novel terbitan tahun 2021. Sejak awal diterbitkannya, buku ini sudah berhasil diterjemahkan ke berbagai bahasa, termasuk Bahasa Indonesia.

Melalui buku How To Heal Your Inner Child ini, Simon Chapple menuliskan hasil pengalamannya sendiri yang akan membantu pembaca berubah dari pengabaian emosional semasa kanak-kanak ke tempat yang bebas dari trauma masa lalu. Sebelum kita kenali bahasan buku ini lebih lanjut, kita kenalan dulu dengan penulisnya, yuk! Simak profil Simon Chapple di bawah ini ya! Setelah itu, baru lanjut baca ulasan buku ini sampai selesai!

Profil Simon Chapple – Penulis Buku How To Heal Your Inner Child

Simon Chapple adalah sobriety coach, penulis award winning, dan seorang pembicara. Simon Chapple memiliki misi untuk membantu orang-orang yang merasa terjebak dalam proses mengubah hidup mereka. Perjalanan Simon ini dimulai setelah dirinya berhenti minum alkohol pada tahun 2019, sebelum mengeksplorasi masalah yang dia hadapi sejak masa kecil, yang telah membentuk diri saya sebagai orang dewasa.

Simon memiliki minat yang besar terhadap topik yang dia tulis dan bicarakan, serta senang membantu siapa pun yang merasa terjebak dengan alkohol atau masalah seputar Pengabaian Emosional Masa Kecil (CEN) atau trauma masa lalu. Beberapa buku karyanya yang sudah diterbitkan, yaitu The Sober Survival Guide, How to Quit Alcohol in 50 Days, How to Heal Your Inner Child, dan Rock Bottom And Rising.

Bagi Grameds yang ingin mengenal sosok Simon Chapple lebih dekat, bisa mengikuti akun-akun media sosialnya sebagai berikut.

  • Instagram: @besoberandquit – 17k followers
  • Facebook: Simon Chapple
  • Website: simonchapple.com

Sinopsis Buku How To Heal Your Inner Child

How To Heal Your Inner Child

button cek gramedia com

Sepuluh pertanyaan untuk ditanyakan pada diri sendiri:

  1. Apakah kamu merasa ada sesuatu yang salah, tetapi kamu tidak tahu apa itu?
  2. Apakah kamu merasa hampa di dalam diri, kosong, atau ada kekosongan di dalam diri?
  3. Apakah kamu bereaksi buruk terhadap penolakan?
  4. Apakah kamu sering merasa sedih, tidak bahagia atau down tanpa alasan yang jelas?
  5. Apakah kamu menggambarkan diri kamu sebagai orang yang sangat sensitif?
  6. Apakah kamu memiliki masalah dengan hubungan dan keintiman?
  7. Apakah kamu terlibat dalam perilaku adiktif – alkohol, narkoba, perjudian, belanja, makanan, seks, pekerjaan, olahraga?
  8. Apakah kamu memiliki harga diri atau harga diri yang rendah – apakah kamu tidak ‘cukup baik’?
  9. Apakah kamu memiliki rasa mati rasa terhadap perasaan kamu?
  10. Apakah kamu jarang merasakan kegembiraan dan kebahagiaan sejati?

Jika kamu menjawab ‘ya’ untuk sebagian besar pertanyaan di atas, kemungkinan besar kamu pernah mengalami pengabaian emosional atau trauma ketika kamu kecil. Seorang anak yang terabaikan secara emosional mungkin kesulitan membentuk keterikatan yang aman dan kuat saat dewasa. Mereka mungkin merasa hampa atau kosong, tidak terlalu penting (atau tidak berharga), menilai diri sendiri dengan keras, dan berjuang melawan kecenderungan kecanduan – misalnya makan, alkohol, atau berolahraga terlalu banyak.

Jika ini menggambarkan diri kamu, Heal Your Inner Child akan mengubah hidupmu dan mengembalikan cinta, kasih sayang, dan keaslian yang kamu butuhkan sebagai seorang anak, dan pantas kamu peroleh sebagai orang dewasa. Mantan peminum berat yang menjadi pelatih ketenangan hati, Simon Chapple – sama seperti kamu – merupakan penyintas trauma masa kecil. Sarannya yang unik dan lugas, praktis dan reflektif serta relevan telah membantu ribuan orang berhenti minum alkohol, dan dia dapat membantu kamu sekarang untuk beralih dari pengabaian emosional masa kanak-kanak ke tempat yang bahagia dan bebas dari trauma masa lalu.

Di Balik Pena: dr. Andreas Kurniawan Berbagi Tutorial Melalui Duka dan Mencuci Piring

Kelebihan dan Kekurangan Buku How To Heal Your Inner Child

How To Heal Your Inner Child

button cek gramedia com

Pros & Cons

Pros
  • Bersifat reflektif dan suportif.
  • Pendekatan secara bertahap.
  • Ditulis berdasarkan pengalaman.
  • Tips dan kiat-kiat mudah dipahami.
  • Informasi kredibel & sudah diverifikasi.
  • Banyak pembelajaran yang bisa didapat.
Cons

    Kelebihan Buku How To Heal Your Inner Child

    How To Heal Your Inner Child

    button cek gramedia com

    Buku How To Heal Your Inner Child karya Simon Chapple memiliki banyak kelebihan yang menjadikannya buku best seller yang mendunia. How To Heal Your Inner Child merupakan pendekatan bertahap yang aman untuk menghadapi masa lalu pembaca. Buku ini memiliki ruang untuk strategi reflektif dan suportif yang bisa membantu pembaca menumbuhkan rasa empati dan melepaskan diri dari perilaku menghancurkan yang sudah merusak hidupnya.

    Buku How To Heal Your Inner Child ini ditulis berdasar pengalaman pribadi Simon Chapple yang berhasil menghentikan dirinya sendiri dari kecanduan alkohol. Kecanduannya itu ternyata akibat dari pengabaian secara emosional dan trauma yang ia dapat saat kecil. Cara-cara dan kiat-kiat yang disajikan dalam buku ini dibuat untuk membantu pembaca yang mengalami tanda-tanda yang dijelaskan pada bagian awal buku. Melalui buku ini, pembaca dipandu untuk melakukan pemulihan dan memperoleh pencerahan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

    Tenang saja, Grameds, penjelasan buku How To Heal Your Inner Child ini juga sudah didukung informasi klinis dan sudah diverifikasi oleh psikoterapis. Jadi, informasi yang disampaikan kredibel. Penjelasan dalam buku ini bagaikan eksplorasi yang jujur ??dan bersifat pribadi, yang memang dibuat khusus untuk mengungkap pencerahan menuju perjalanan pemulihan yang menghasilkan kebahagiaan.

    Banyak taktik dan pembelajaran yang bisa menjadi bekal kamu dalam perjalanan pemulihan, dan Simon secara runtut mengulangi informasi tersebut hingga mudah diingat oleh pembaca. Buku ini akan membawa pembaca menelusuri perjalanan yang indah dan mengagumkan. Apakah kamu sudah siap, Grameds?

    Kekurangan Buku How To Heal Your Inner Child

    How To Heal Your Inner Child

    button cek gramedia com

    Buku How To Heal Your Inner Child adalah buku yang bagus bagi pembaca yang tertarik dengan inner child dan masalahnya. Namun, buku ini juga dinilai cukup ekstrim dalam sudut pandang menyalahkan sosok orang tua yang toxic. Pembaca menilai ada juga alasan yang cukup banyak untuk memaafkan orang tua dan kekerasan yang pernah dilakukannya. Di sisi korban pun, masih bisa berempati tanpa memiliki rasa kasih sayang dan harus patuh.

    Selain itu, beberapa pembaca ada yang kurang setuju dengan bahasan seputar mentalitas korban. Sebab, bab tersebut menggambarkan garis tipis antara tanggung jawab pribadi untuk menyembuhkan diri dan bergerak maju dengan mempermalukan korban. Dalam arti, menuai pro dan kontra karena ambiguitasnya.

    Penutup

    How To Heal Your Inner Child

    button cek gramedia com

    Buku How To Heal Your Inner Child sudah berhasil membantu banyak orang untuk pulih. Isi buku ini dibagi menjadi beberapa bagian sehingga mudah dimengerti dan Simon secara berkala meyakinkan pembaca bahwa tak perlu terburu-buru dalam membacanya. Maka dari itu, kamu bisa kembali ke bagian mana pun nanti, jika kamu sudah siap.

    Bagi Grameds yang tertarik ingin membaca dan turut berlarut dengan buku How To Heal Your Inner Child, kalian bisa dapatkan hanya di Gramedia.com ya! Gramin juga sudah menyiapkan buku-buku lain terkait trauma di bawah ini, lho. Yuk langsung saja dapatkan buku-buku terbaik hanya di Gramedia.com! Sebagai #SahabatTanpaBatas, kami selalu siap memberikan informasi dan produk terbaik untuk kamu.

    Penulis: Gabriel

     

    Rekomendasi Buku

    Memahami dan Mengelola Emosi

    Memahami dan Mengelola Emosi

    button cek gramedia com

    Dalam menjalani kehidupan, kita selalu hidup berbarengan dengan emosi. Baik yang bersifat positif maupun yang negatif, emosi pasti dan selalu ada dalam diri kita. Maka dari itu, emosi itu adalah bagian yang sangat penting dalam kehidupan kita. Dan tentu saja, kita gak boleh abaikan emosi kita begitu saja. Emosi adalah perasaan intens yang dirasakan seseorang sebagai reaksi terhadap sesuatu atau seseorang. Emosi seseorang muncul gak hanya dipicu oleh hal-hal besar saja, melainkan juga oleh hal-hal kecil. Menurut penelitian 85% orang mengalami depresi, trauma, stress, dan hal ini terjadi kepada siapa saja, kapan saja, baik itu orang dewasa, anak kecil, maupun orang tua. Semua bisa terkena. Angka stres dan bunuh diri semakin tinggi dan indeks kebahagiaan makin sulit dicari.

    Lalu apa yang sebenarnya terjadi? Lalu bagaimana solusinya? Mengapa kebahagiaan menjadi sesuatu yang sulit dicari? Mengapa sangat susah menerima kenyataan? Mengapa susah untuk bersabar? Mengapa mudah stres dan panik? Mengapa masalahnya itu-itu saja dan seperti tidak ada ujung? Mengapa orang yang dipercaya malah berkhianat? Mengapa susah mendapatkan orang jujur dan cakap? Mengapa kesehatan tidak optimal, badan lekas capek? Bagaimana menerima kegagalan? Bagaimana merayakan kehilangan? Bagaimana menyelesaikan semua masalah ini? Anda telah mendapatkan buku yang tepat.

    Terapi Trauma

    Terapi Trauma

    button cek gramedia com

    Sederhananya, buku ini berisi hal-hal yang membuat kita terus belajar menjadi lebih baik, terutama dalam mengelola pikiran. Terdiri dari beberapa bagian, buku ini akan membantu kita menyelami berbagai kenikmatan dalam hidup, mengelola ekspektasi, memahami berbagai hubungan dengan orang lain, belajar jadi lebih tenang, dan meromantisasi hidup serta menentukan pilihan untuk bisa merasakan apa itu ‘bahagia’ dengan segala macam bentuknya.

    Dalam prosesnya, dapat dikatakan bahwa aku pun turut belajar saat menuliskan buku ini. Utamanya adalah pelajaran untuk mengalahkan “diri sendiri” setiap harinya, mengalahkan ego, kemalasan, dan hal lain yang ternyata menjadi bagian tersulit yang membuatku belajar untuk menikmati sebuah proses. Tak hanya di kamar, buku ini kadang juga ditulis di perjalanan menaiki kereta, di rooftop kapal, di desa-desa terpencil Indonesia saat melakukan pengabdian, juga di tempat-tempat lain yang memberikanku inspirasi menulis setiap kalimatnya.

    Terlepas dari itu, tulisan di buku ini memanglah jauh dari sempurna maka bantu aku buat terus lah belajar ya. Doakan juga dapat menulis karya-karya yang innya dengan versi yang lebih baik. Udah, gitu aja ya pengantarnya. Semoga tetap lekat di kepala.

    What’s So Wrong About Your Trauma Expectation

    What's So Wrong About Your Trauma & Expectation

    button cek gramedia com

    Buku ini membahas tiga periode dalam hidup kita:

    masa lalu, yang memendam banyak trauma

    masa depan, yang berisikan banyak ekspektasi

    masa sekarang, yang penuh kebingungan menjadi dewasa

    “Gue juga nggak mau punya trauma kayak gini. Gue juga nggak mau mental issue kayak gini. Gue juga nggak mau depresi kayak gini. Gue juga maunya happy terus. Gue juga maunya jadi orang sukses, financially stable, find true love, happily ever after. Gue juga maunya nggak membanding-bandingkan diri gue. Gue juga nggak mau jadi dewasa. Gue juga maunya semua ini berakhir.”

     

    Sumber:

    • https://simonchapple.com/
    • https://www.goodreads.com/book/show/57653405-how-to-heal-your-inner-child

    Written by Adila V M