Penelitian

Memahami Variabel Penelitian: Jenis-jenis & Tips Untuk Merumuskannya

Variabel penelitian
Written by M. Hardi

Variabel penelitian – Saat menyusun penelitian, kamu tidak akan bisa lepas dari masalah yang akan diteliti secara ilmiah. Untuk melakukannya, Grameds perlu menentukan variabel penelitian agar penelitian tetap sesuai dengan tujuan dan sasarannya.

Variabel, secara singkat merupakan sesuatu yang menjadi fokus pengkajian dan untuk merumuskannya dibutuhkan teori, konsep, atau proposisi yang jelas. Sebab jika tidak, kamu mungkin akan kesulitan untuk memformulasikan masalah penelitian dan mengumpulkan data-data yang diperlukan untuk suatu penelitian.

Dengan kata lain, variabel ini akan menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti “apa yang ingin dicari melalui penelitian ini?”, “Apa yang harus ditetapkan lebih dulu oleh peneliti agar tujuan penelitiannya tercapai?”, dan “Apa dasar penetapannya?”.

Sayangnya, masih banyak orang yang belum bisa memahami variabel penelitian dengan baik. Akibatnya, butuh waktu lama untuk menyelesaikan penelitian yang sedang dilakukan atau bahkan mengulang proses penulisannya dari awal.

Oleh karena itu, dalam artikel ini kita akan membahas tentang pengertian variabel penelitian, jenis-jenisnya, dan bagaimana cara merumuskannya. Simak baik-baik, ya!

Pengertian Variabel Penelitian

Pada umumnya, variabel merupakan objek atau konsep yang akan diteliti yang bentuknya bisa abstrak maupun real. Dalam proses penulisan penelitian, perumusan variabel harus dilakukan secara sistematis dan sesuai dengan kaidah-kaidah ilmiah. Dengan begitu, kebenaran hasil observasi dalam penelitian dapat dipertanggungjawabkan.

S. Margono (1997) menyatakan bahwa variabel adalah sebuah konsep yang memiliki variasi nilai. Artinya, variabel ini sudah pasti punya sifat yang beragam dan merujuk pada karakteristik yang berbeda antara satu variabel dengan yang lainnya.

Misalnya, katakanlah kamu akan melakukan penelitian penelitian dengan judul “Dampak Ekstrakurikuler Terhadap Prestasi Belajar Siswa/i SMA Negeri 1 Bandung”. Dalam penelitian ini, variabelnya adalah Ekstrakurikuler dan Prestasi Belajar Siswa. Jenis-jenis ekstrakurikuler dan prestasi belajar siswa pasti akan bervariasi antar-siswa.

Selain bervariasi, sebuah variabel juga harus bisa diukur. Terlebih untuk penelitian kuantitatif yang mengharuskan hasil penelitian yang objektif, terukur, serta terbuka untuk diuji kembali. Unsur atau istilah “variabel penelitian” sendiri lebih banyak digunakan dalam jenis penelitian ini.

Asroi Dkk menjelaskan lebih lengkap lagi tentang apa itu variabel dan instrumen penelitian dalam buku Memahami Variabel Dan Instrumen Penelitian. Pastikan Grameds menjadikan buku ini sebagai referensi saat menulis penelitian, ya!

https://www.gramedia.com/products/memahami-variabel-dan-istrumen-penelitian?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/memahami-variabel-dan-istrumen-penelitian?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

Jenis-jenis Variabel Penelitian

Setelah mengetahui pengertian dari variabel penelitian, kamu sudah bisa masuk ke dalam tahap pemilihan variabelnya. Di tahap ini, Grameds harus tahu jenis-jenis variabel yang bisa digunakan dalam penelitian.

Tujuan mengetahui jenis variabel adalah supaya kamu tidak terlalu sulit menentukan variabel yang tepat dan sesuai dengan tujuan penelitiannya. Oleh sebab itu, jenis variabel itu sendiri dibagi ke dalam beberapa kelompok, sehingga kamu akan lebih mudah dalam membuat variabel penelitian yang akan digunakan. Pertama berdasarkan posisi dan fungsi; berdasarkan sifat; berdasarkan urgensi; berdasarkan tipe skala pengukuran; dan berdasarkan penampilan saat pengukuran.

Jenis Variabel Berdasarkan Posisi

Variabel Bebas (Independent Variable)

Variabel bebas adalah variabel yang dapat memengaruhi perubahan pada variabel lainnya. Dengan kata lain, jika terjadi perubahan pada suatu variabel, perubahan tersebut disebabkan oleh variabel bebas ini.

Misalnya begini, katakanlah Grameds saat ini sedang menyusun penelitian dengan judul “Dampak Ekstrakurikuler Terhadap Prestasi Belajar Siswa/i SMA Negeri 1 Bandung”. Nah, dalam penelitian ini, yang menjadi variabel bebasnya adalah “ekstrakurikuler” karena dia bisa berdiri sendiri dan bisa mempengaruhi perubahan pada “prestasi belajar siswa” yang merupakan variabel lainnya.

Variabel Terikat (Dependent Variable)

Berbanding terbalik dengan variabel bebas, variabel terikat adalah variabel yang bisa dipengaruhi oleh variabel yang lainnya. Oleh karena itu, keberadaannya dianggap sebagai akibat dari kehadiran variabel bebas.

Contohnya, dalam penelitian yang disebutkan tadi, variabel terikatnya adalah “prestasi belajar siswa”, karena dia bisa dipengaruhi oleh ekstrakurikuler yang diambil oleh siswa.

Pada dasarnya, penelitian yang kamu lakukan adalah sebuah usaha untuk mencari hubungan antara berbagai variabel. Nah, hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat menjadi hubungan paling dasar yang mesti kamu pahami.

Adapun untuk jenis hubungan antara dua variabel tersebut, Machfoedz (2007) menyebutkan ada tiga jenis hubungan yang bisa digunakan, yaitu hubungan simetri, timbal balik, dan asimetris.

Hubungan simetris adalah hubungan dimana suatu variabel tidak dipengaruhi atau tidak mempengaruhi variabel lainnya.

Hubungan timbal balik artinya sebuah variabel bisa jadi sebab dan akibat untuk variabel lainnya. Misalnya variabel “kualitas pendidikan” dengan “tingkat ekonomi generasi milenial”. Masing-masing variabel ini bisa saling mempengaruhi satu sama lain.

Maksudnya begini, anggaplah kamu merupakan generasi milenial dengan tingkat ekonomi yang tinggi. Nah karena hal ini, kamu lebih mudah untuk mendapatkan kualitas pendidikan yang tinggi juga.

Sebaliknya, kalau kamu datang dari keluarga dengan pendidikan yang tinggi, kamu bisa memiliki tingkat ekonomi yang tinggi juga.

Hubungan asimetris merupakan kebalikan dari hubungan simetris, yang artinya sebuah variabel bisa mempengaruhi variabel lainnya.

Variabel Kontrol

Variabel kontrol adalah variabel yang bisa kamu kendalikan dengan tujuan supaya pengaruh variabel bebas pada variabel terikat tidak diganggu oleh faktor-faktor lain yang tidak kamu teliti.

Contohnya,
Katakanlah kamu memiliki sebuah hipotesis bahwa seseorang yang berasal dari kelas menengah ke atas lebih bisa mentoleransi kawin campuran daripada orang dari kelas menengah ke bawah.

Nah, untuk mengetahui kebenaran hipotesis tersebut, kamu bisa menggunakan “pendidikan” atau “pendapatan” maupun keduanya sebagai variabel kontrol. Artinya, responden dari penelitian yang kamu lakukan akan diambil dari kelas sosial yang berbeda namun memiliki pendidikan dan pendapatan yang sama.

Dengan metode seperti ini, kamu bisa terhindari dari hasil perhitungan atau kesimpulan yang bias.

Jenis Variabel Berdasarkan Sifat

Variabel Dinamis

Sama seperti namanya, variabel yang satu ini sifatnya bisa berubah-ubah. Mulai dari naik atau turun sampai dengan karakteristiknya. Contohnya, seperti minat belajar siswa, kinerja pegawai, motivasi pegawai, prestasi belajar, dan yang lainnya. Beberapa contoh tersebut akan selalu mengalami perubahan dan biasanya mengikuti perkembangan zaman.

Variabel Statis

Berbanding terbalik dengan variabel dinamis, variabel statis sifatnya lebih tetap dan tidak bisa berubah-ubah atau sangat sulit untuk diubah. Misalnya seperti asal daerah, jenis kelamin, status sosial, maupun yang lainnya.

Jenis Variabel Berdasarkan Urgensi

Variabel penelitian

Sumber: Pixabay

Jenis variabel penelitian berikutnya berdasarkan dari urgensi atau kepentingan instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian. Dalam kelompok variabel ini, ada dua jenis yang harus kamu ketahui:

Variabel Konseptual

Variabel konseptual adalah jenis variabel yang tersembunyi dan tidak terlihat melalui fakta-fakta yang ada. Akan tetapi, masih bisa dilihat dengan menggunakan indikator-indikator yang ada. Contohnya seperti bakat, minat baca, motivasi bekerja, dan lain sebagainya.

Variabel Faktual

Variabel faktual merupakan kebalikan dari variabel konseptual. Artinya, variabel ini bisa dilihat lewat fakta-fakta yang sudah ada. Misalnya seperti umur, pendidikan, gender, suku daerah, agama, dan yang lainnya.

Maka dari itu, dengan sifatnya yang faktual, sangat jarang ditemukan adanya kesalahan atau kekeliruan dalam variabel ini. Kalaupun ada, biasanya disebabkan oleh responden yang tidak jujur saat proses wawancara.

Jenis Variabel Berdasarkan Tipe Skala Pengukur

Variabel Nominal

Variabel nominal biasa juga disebut dengan variabel kategorikal atau variabel diskrit. Secara singkat, variabel ini merupakan variabel yang bisa dikelompokkan menjadi beberapa kategori yang jumlahnya relatif sedikit.

Contohnya:

1. Agama:

  • Islam
  • Katolik
  • Hindu
  • Protestan
  • Budha

2. Jenis Kelamin:

  • Laki-laki
  • Perempuan

3. Kualitas:

  • Sangat baik
  • Baik
  • Kurang baik
  • Buruk

Variabel nominal akan menghasilkan data ordinal dan data nominal saat diteliti. Data ordinal adalah data yang mempunyai atribut (nama) dan peringkat atau urutan. Selain itu, angka-angka yang ada dalam data ini memiliki tingkatan dan berfungsi mengurutkan objek dari yang paling rendah sampai paling tinggi, begitupun sebaliknya. Pada variabel jenis ini, tidak ada nilai absolut dalam data ini.

Melihat dari contoh di atas, kategori Kualitas merupakan data ordinal karena ada perbedaan antara atribut-nya. “Sangat baik” berarti lebih bagus daripada hanya sekadar “baik”, dan “baik” berarti lebih bagus dari kurang baik.

Sedangkan data nominal adalah ukuran variabel yang paling sederhana, sehingga angka-angka dalam data ini hanya berfungsi sebagai label atau atribut saja, bukan sebagai tingkatan apapun.

Dari contoh sebelumnya, kategori Agama dan Jenis kelamin merupakan contoh dari data nominal karena hanya berdasarkan pada penggolongan saja.

Variabel Kontinu

Variabel kontinu singkatnya merupakan variabel yang punya tingkatan atau jenjang. Dalam variabel ini, ada beberapa jenis variabel lainnya, yakni:

Variabel ordinal atau variabel yang punya tingkatan atau urutan tertentu. Contohnya, skor pertandingan olahraga atau peringkat kejuaraan tingkat dunia.

Variabel interval atau variabel yang punya jarak atau skala tertentu. Misalnya skala penilaian yang didapatkan oleh peserta pelatihan militer.

Variabel rasio atau variabel yang punya perbandingan. Misalnya, berat badan dua orang atlet, yang satu beratnya 40 kilogram dan satu lagi 80 kilogram. Data ini bisa juga diterjemahkan menjadi “atlet yang pertama memiliki berat badan setengah dari atlet yang kedua”.

Variabel kontinu kerap ditemukan dalam penelitian kuantitatif sebab lebih banyak “bermain” dengan angka. Seperti yang tertuang dalam buku Metodologi Penelitian Kuantitatif karangan Pu;us Insap Santosa.

https://www.gramedia.com/products/metode-penelitian-kuantitatif-pengembangan-hipotesis-dan-pengujiannnya-menggunakan-smartpls?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/metode-penelitian-kuantitatif-pengembangan-hipotesis-dan-pengujiannnya-menggunakan-smartpls?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

Jenis Variabel Berdasarkan Penampilan Pada Saat Pengukuran

Pada kelompok variabel ini, dibagi menjadi dua jenis, yaitu variable maksimalis dan variabel tipikalis.

Variabel Maksimalis

Variabel maksimalis adalah sebuah variabel yang pada saat proses pengumpulan data, kamu memberikan dorongan pada responden untuk mengeluarkan penampilan terbaiknya. Seperti prestasi, kreativitas, bakat, skill, dan lain-lain.

Variabel Tipikalis

Sebaliknya, variabel tipikalis merupakan variabel yang saat proses mengumpulkan datanya, kamu tidak memberikan dorongan apapun pada responden untuk menunjukkan penampilan yang maksimal. Variabel ini lebih menekankan responden untuk menjawab pertanyaan atau memilih pilihan dengan jujur. Contohnya seperti minat, kepribadian, cara berbelanja, sikap terhadap isu-isu tertentu dan lain-lain.

Berapa Banyak Variabel yang Bisa Kamu Gunakan dalam Penelitian?

Ketika menyusun sebuah penelitian, sebenarnya kamu bebas menentukan jumlah variabel yang akan digunakan, bisa dua, tiga, empat, atau kalau mau lima pun tak masalah. Hanya saja, makin banyak variabelnya, proses penulisan penelitian juga jadi makin rumit dan lama, bahkan bisa pembahasan akan jadi kurang fokus.

Oleh sebab itu, hal yang paling penting saat memilih variabel penelitian adalah kamu harus memastikan bahwa variabel tersebut bisa mencerminkan karakteristik dari populasi yang akan kamu ulas. Selain itu, perhatikan juga kedudukan dan hubungan antara variabelnya, ya. Pasalnya, ini akan mempengaruhi kerangka penelitian yang kamu gunakan.

Misalnya, apakah variabel X menentukan variabel Y, apakah variabel X didahului variabel R, atau adakah variabel lain yang menjadi pengganggu variabel X serta R.

Setelah menentukan variabel penelitian yang akan kamu gunakan, tugas selanjutnya adalah membuat definisi konseptual dan operasional. Definisi konseptual di sini berarti penjelasan tentang konsep-konsep yang ada dengan pemahamanmu sendiri. Biasanya definisi konseptual ditulis dengan singkat, jelas, dan tegas.

Sedangkan definisi operasional maksudnya adalah penjelasan yang lebih rinci dan memuat bagaimana cara mengukur konsep-konsep yang ada. Contohnya, variabel prestasi akademik.

Jadi, Secara konseptual, prestasi akademik merupakan pencapaian hasil belajar siswa selama kurun waktu tertentu. Secara operasional, prestasi akademik adalah nilai raport atau ranking yang diberikan oleh guru.

https://www.gramedia.com/products/conf-metode-penelitian-kepustakaan?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/conf-metode-penelitian-kepustakaan?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

Tips untuk Merumuskan Variabel Penelitian

Variabel penelitian

Sumber: Pixabay

Dalam proses menulis penelitian, banyak peneliti yang bingung saat merumuskan variabel penelitiannya. Terutama mahasiswa-mahasiswa S1 yang memang belum terlalu berpengalaman.

Maka dari itu, dalam artikel ini Gramedia akan memberikan beberapa tips yang dapat membantu proses perumusan variabel penelitian.

1. Tentukan Masalah Utamanya

Masalah utama ini nantinya akan menjadi variabel Y yang merupakan variabel terikat dan inti dari penelitian yang akan kamu lakukan. Contohnya: minat belajar siswa

2. Temukan Faktor

Selanjutnya, temukan faktor permasalahan yang akan menjadi variabel X atau variabel bebasnya. Nah, umumnya dalam sebuah penelitian ada dua buah variabel yaitu X dan Y. Seperti contoh judul sebelumnya yaitu “Dampak Ekstrakurikuler (X) Terhadap Minat Belajar Siswa (Y) SMA Negeri 1 Bandung”.

3. Siapkan Teori Penelitian

Dari variabel yang sudah kamu tentukan, sebaiknya siapkan teori penelitian yang bisa menjadi pendukung keduanya. Biasanya teori-teori ini bisa diambil dari jurnal, skripsi, maupun penelitian-penelitian sebelumnya.

4. Siapkan Kebutuhan Penelitian

Terakhir, siapkan juga kebutuhan-kebutuhan untuk melakukan penelitian seperti rencana, dana, dokumen, lokasi, dan lain-lain. Tujuannya agar kamu bisa tahu apakah penelitian tersebut mungkin untuk dilakukan atau tidak.

Contoh-contoh Variabel Penelitian

Berdasarkan jenis penelitiannya, variabel penelitian bisa dibagi menjadi dua kategori. Pertama variabel kualitatif dan yang kedua adalah variabel kuantitatif.

Variabel Kualitatif

Variabel kualitatif atau variabel kategori merupakan variabel yang meliputi kualitas yang tidak bisa diukur dengan angka dari suatu kelompok atau populasi. Variabel ini seringkali dihubungkan dengan atribut fisik dari sekelompok individu.

Variabel-variabel tersebut kemudian bisa dibagi lagi menjadi dua jenis, yakni nominal dan ordinal. Variabel kualitatif nominal merupakan variabel yang tidak mengakui kriteria urutan dan tidak mempunyai nilai numerik yang ditetapkan sebelumnya.

Sementara itu, variabel kualitatif dikenal juga dengan variabel semi-kuantitatif. Sebab variabel ini diklasifikasikan menggunakan skala nilai, meskipun mereka membicarakan atribut atau kualitas yang tidak mempunyai nilai numerik.

Beberapa contoh variabel kualitatif adalah:

  1. Status perkawinan–lajang, menikah, cerai, duda/janda
  2. Rasa takut
  3. Rasa lapar
  4. Keindahan
  5. Rasa bahagia
  6. Ketidaktahuan
  7. Kreativitas
  8. Kualifikasi ujian

Contoh variabel kualitatif yang lain bisa kamu temukan dalam buku Metode Penelitian Kualitatif Teori & Praktik yang disusun oleh Imam Gunawan.

https://www.gramedia.com/products/metode-penelitian-kualitatif-teoripraktik?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/metode-penelitian-kualitatif-teoripraktik?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

Variabel Kuantitatif

Variabel kuantitatif adalah variabel yang ditulis dengan menggunakan nilai numerik (angka). Oleh karena itu, variabel ini memerlukan operasi dan juga perhitungan matematis untuk mengukurnya.

Ada dua jenis variabel kuantitatif yang bisa kamu gunakan, yaitu kontinu dan diskrit. Variabel kuantitatif kontinu merupakan variabel yang bisa mengambil jumlah nilai yang tidak harus selalu memiliki dua angka. Artinya yang digunakan adalah angka desimal.

Akurasinya pun bermacam-macam, tergantung dari instrumen pengukuran yang kamu gunakan. Akan tetapi, pada intinya, variabel kuantitatif kontinu mempunyai jumlah desimal yang tidak terbatas.

Variabel diskrit merupakan variabel yang hanya memperhitungkan nilai hingga. Dengan kata lain, variabel kuantitatif diskrit merupakan variabel yang hanya menghitung angka akun dengan skala nilai yang bisa dipisahkan dan menunjukkan nilai spesifik.

Beberapa contoh variabel kuantitatif adalah:

  1. Jumlah anggota keluarga
  2. Jumlah ayam di kandang
  3. Nilai (harga) sebuah benda
  4. Tinggi badan
  5. Berat badan
  6. Jumlah putaran dalam kompetisi olahraga
  7. Kecepatan kendaraan
  8. Ukuran layar

Demikian pembahasan tentang variabel penelitian kali ini, semoga semua pembahasan pada artikel ini bisa bermanfaat bagi Grameds terutama dalam menyusun karya ilmiah atau yang sedang ingin melakukan penelitian. Bagi Grameds yang ingin mencari buku tentang metode penelitian bisa mendapatkannya di Gramedia.com. Bersama Gramedia, kamu bisa dapatkan informasi #LebihDenganMembaca

Penulis: Gilang

Baca juga:



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien