Psikologi

Deep Talk, Sebuah Seni Untuk Memperdalam Hubungan

Deep talk adalah
Written by M. Hardi

Deep talk adalah – Kehidupan manusia tidak pernah bisa dipisahkan dari masalah dan sialnya dia bisa muncul di mana saja, seperti di rumah, kantor, sekolah, tempat nongkrong, tempat bermain, bahkan tempat beribadah. Setiap masalah yang muncul, pastin membuat seseorang menjadi overthinking atau bisa juga menjadi kesal.

Sebagai makhluk sosial yang wajib berinteraksi dengan orang lain, mustahil kamu bisa menghindar dari masalah. Sayang sekali, saat masalah datang terkadang kamu harus memendamnya sendiri sampai kamu merasa capek menghadapinya.

Dalam situasi seperti itu, deep talk bisa menjadi jalan keluar agar kamu sedikit terbebas dari rasa capek. Ya, anggap saja sebagai hiburan murah pelipur lara. Akan tetapi, kamu harus punya teman yang sanggup mengerti dirimu untuk melakukan deep talk.

Nah loh, kok bisa gitu, sih? Memang apa sebenarnya deep talk? Mengapa tidak semua orang bisa melakukannya? Apa manfaat yang bisa kamu dapatkan dari kegiatan ini? Bagaimana cara melakukan deep talk? Yuk temukan jawabannya di bawah ini.

Pengertian Deep Talk

Secara singkat, deep talk adalah obrolan yang “lebih mendalam” tentang berbagai topik yang dilakukan oleh dua orang. Dalam hal ini, yang dimaksud topik mendalama bukan sekadar hobi atau cuaca, melainkan hal-hal lain yang terjadi dalam hidupmu atau sesuatu yang menarik untuk kamu dan lawan bicaramu.

Misalnya, seperti politik, isu sosial, ideologi, atau isu-isu lain yang sedang hangat. Menariknya, kadang-kadang deep talk dimulai dengan pertanyaan konyol, tetapi bisa bikin kamu mengeluarkan semua pikiran, perasaan, dan cara pandangmu. Itulah sebabnya ada juga yang menyebut deep talk dengan deep conversation.

Jika deep talk dimulai dengan pertanyaan konyol, biasanya orang lain yang berada di dekatmu berpikir bahwa kamu dan lawan bicaramu aneh atau terlalu serius menanggapi hal yang remeh.

Misalnya, kamu membayangkan bagaimana jika manusia benar-benar pindah ke mars suatu saat nanti. Pembahasan kemudian berlanjut dengan bayangan tentang rencanamu hidup di planet merah tersebut. Topik-topik seperti ini justru memicu imajinasi kamu dan lawan bicaramu.

Mengapa Tidak Semua Orang Bisa Melakukan Deep Talk?

Bagi sebagian orang, deep talk merupakan kegiatan yang sulit dilakukan. Terutama untuk mereka yang tidak punya cukup rasa penasaran untuk menanyakan berbagai hal dan tidak berani mengungkapkan perspektifnya.

Oleh karena itu, deep talk biasanya hanya dilakukan oleh dua orang. Karena ya cukup sulit menemukan lawan bicara yang satu frekuensi denganmu. Tak jarang, orang-orang yang dekat atau sudah lama kamu kenal, justru bukan teman deep talk yang baik.

Namun, seiring dengan perjalanan hidupmu, kamu pasti akan menemukan seseorang yang langsung “klik” saat berbicara atau berkomunikasi. Jangan menyerah untuk mencari jika saat ini kamu belum bertemu dengan lawan deep talk yang tepat.

Sebagai bagian dari “seni berbicara”, sebenarnya ada tips tertentu yang bisa melatih kemampuan ini. Maka dari itu, buku Bicara Itu Ada Seninya karangan Oh Su Hyang harus kamu baca karena buku ini berisi berbagai teknik komunikasi, persuasi, dan negosiasi.

https://www.gramedia.com/products/bicara-itu-ada-seninya?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/bicara-itu-ada-seninya?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

Bagaimana Cara Melakukan Deep Conversation atau Deep Talk?

Bagi sebagian orang, komunikasi tidaklah mudah walaupun hal ini sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Beberapa orang bahkan merasa sulit untuk membuka obrolan dan lebih nyaman menjadi pendengar.

Untungnya saat melakukan deep talk, obrolan seringkali mengalir begitu saja. Terutama jika kamu sudah bertemu dengan orang yang tepat. Oleh sebab itu, tugas utama buatmu adalah mencari orang terpercaya yang bisa mendengarkan tanpa menghakimi apapun keluh kesah atau perspektif yang kamu keluarkan.

Setelah itu, coba cari tempat, situasi, dan waktu yang tepat sebab ketiganya juga berperan untuk membuat obrolan jadi lebih mendalam. Sebisa mungkin pastikan kamu dan lawan bicaramu sedang punya waktu luang untuk bicara panjang lebar.

Pilihlah tempat yang nyaman dan bisa membuat suasana hati jadi lebih baik, rileks, dan tenang. Dengan begitu, kamu bisa mengobrol secara leluasa tanpa terganggu oleh lingkungan di sekitarmu.

Jika situasi dan kondisinya sudah mendukung, kamu bisa memulai obrolan dengan basa-basi seperti menanyakan kabar atau kesibukan lawan bicaramu. Ingat, deep talk tidak harus dimulai dengan topik yang berat. Malah, cerita lucu pun bisa jadi pembuka yang efektif.

Tak jarang loh, topik-topik yang ringan seperti ini justru memunculkan topik lain yang lebih menarik untuk diulik dan dibicarakan lebih jauh lagi. Lalu, agar obrolan terus berlanjut, sebaiknya gunakan pertanyaan terbuka.

Pasalnya, pertanyaan terbuka yang diawali dengan “5W+1H” akan membuat lawan bicaramu tertarik untuk menjelaskan atau bercerita lebih banyak daripada pertanyaan tertutup yang jawabannya hanya “ya” dan “tidak”.

Kamu juga bisa membuat pertanyaan dari obrolan yang dikeluarkan oleh lawan bicaramu, karena itu dengarkan baik-baik saat dia sedang berbicara. Maka dari itu, ketika melakukan deep talk secara tidak langsung kita akan belajar untuk menjadi pendengar yang baik.

Misalnya, dia mengatakan sedang mengerjakan sebuah proyek baru untuk membangun portfolionya. Kamu bisa menanyakan alasan yang membuatnya memilih projek tersebut lalu apa kesulitan yang dia hadapi selama mengerjakannya dan lain sebagainya.

Semakin lama obrolan yang kalian lakukan akan terus meluas ke topik-topik lainnya. Jangan lupa, kamu juga harus menceritakan masalah atau isu yang menarik perhatianmu.

Apa Manfaat Melakukan Deep Talk?

Deep talk adalah

Sumber: Unsplash.com

Manfaat paling umum yang akan kamu dapatkan saat melakukan deep talk adalah kamu bisa menjadi lebih dekat dengan lawan bicaramu. Namun, manfaatnya tidak berhenti sampai di situ, sebab masih ada banyak keuntungan atau manfaat yang bisa kamu peroleh dari kegiatan ini.

1. Perasaan Jadi Lebih Lega

Sudah banyak penelitian yang menemukan bahwa saat kamu membagikan emosi negatif dengan orang terdekat, rasa stres serta tekanan, baik fisik atau mental yang kamu rasakan jadi berkurang. Maka dari itu, sebaiknya jangan memendam masalah dan perasaan negatif terlalu lama.

Pasalnya, ketika kamu mengeluarkan perasaan negatif, secara tidak sadar kamu sedang mengurangi respons amigdala. Amigdala ini merupakan bagian otak yang punya tugas untuk mengatur respons emosional seperti takut, marah, atau sedih.

Lebih dari itu, dengan menerima keadaanmu yang tidak baik-baik saja, kamu juga bisa mendapatkan ketenangan sekaligus terbebas dari rasa marah maupun kesedihan.

2. Menambah Rasa Bahagia

Menurut penelitian dalam Psychological Science, seseorang yang sering melakukan deep talk jauh lebih bahagia daripada mereka yang jarang melakukannya. Sayangnya, sampai saat ini masih belum bisa dipastikan apa yang menghubungkan keduanya.

Salah satu kemungkinan yang didapatkan adalah karena manusia memang butuh berinteraksi bersama manusia lain. Jadi, apapun jawabannya, yang jelas deep talk sangat efektif untuk mempererat hubungan antar manusia.

3. Memperluas Sudut Pandang Tentang Kehidupan

Setiap manusia yang kamu temui pasti punya sudut pandang tentang suatu hal. Mengetahui pendapat atau perspektif orang lain akan membuatmu sadar bahwa masih ada sudut pandang lain yang belum pernah kamu pikirkan sama sekali.

Di samping itu, Grameds juga bisa belajar melihat suatu masalah dari sisi yang berbeda. Kemampuan ini seringkali akan menjadi pengetahuan baru yang bermanfaat untuk mengembangkan dirimu sendiri.

4. Menjaga Kehangatan Hubungan Asmara

Untuk kamu yang punya pasangan, coba lakukan deep talk bersamanya. Bila perlu buat jadwal rutin sebab ternyata komunikasi seperti ini sangat baik untuk menjaga kehangatan hubungan kalian.

Meskipun kamu sudah bersamanya selama bertahun-tahun, belum tentu kamu bisa mengenal dan membaca pikirannya. Komunikasi yang sehat ini akan membuat kalian terhindar dari kesalahpahaman, termasuk untuk hal-hal yang remeh.

Deep talk juga memungkinkan kamu untuk mengetahui apa perasaan yang sedang dia rasakan atau bisa juga masalah yang sedang dihadapinya. Dengan begitu, kamu bisa memberikan solusi atau paling tidak memahami dirinya.

Cara Deep Talk Bersama Pasangan Agar Tidak Berubah Menjadi Cekcok

Deep talk adalah

Sumber: Pixabay

Melihat manfaat deep talk untuk menjaga kehangatan hubungan bersama pasangan, tentu kamu tidak boleh melewatkannya. Namun, hati-hati, kegiatan ini bisa berubah menjadi cekcok jika kamu tidak menerapkan tiga cara di bawah ini.

Bicara Lebih Pelan

Saat berbicara dengan pasangan, pastikan kamu selalu memperhatikan pemilihan kata yang kamu gunakan. Kata-kata tersebut akan sangat berpengaruh untuk meningkatkan komunikasi dan membuat dia merasa nyaman.

Jangan sampai kamu hanya memikirkan kepentingan diri sendiri dan memaksanya menerima semua hal yang keluar dari mulutmu. Dengarkan baik-baik apa yang dia sampaikan, berikan pertanyaan yang relevan, dan berikan respons yang menunjukan bahwa kamu tertarik dengan obrolannya.

Pertimbangkan juga Emosi Pasanganmu

Salah satu waktu yang rawan memicu pertengkaran adalah ketika kamu dan Ia sedang kelelahan, baik karena bekerja, tugas, maupun yang lainnya. Di saat seperti ini, tentunya kamu harus memahami apa yang dia rasakan agar pertengkaran tidak semakin hebat.

Salah satu caranya ya dengan deep talk, tapi karena dia sedang lelah, sebaiknya pertimbangkan perasaannya juga. Ajukan pertanyaan-pertanyaan yang dapat memicu dia mengungkapkan perasaannya.

Selain itu, cari tahu juga apa yang sebenarnya dia butuhkan. Bisa jadi Ia sedang butuh istirahat atau hanya ingin didengarkan curhatannya, bisa juga Ia ingin dipahami sudut pandangnya.

Kalau tidak memungkinkan, jangan lanjutkan deep talk dengan pasangan. Lebih baik cari waktu lain yang lebih tepat daripada harus menyulut pertengkaran. Jika hal seperti itu terjadi, maka kamu bisa mengajak deep talk saat bertemu atau sebelum tidur.

Apalagi dalam sebuah hubungan, bentuk komunikasi juga bermacam-macam. Jadi, bukan hanya deep talk. Kamu juga perlu ingat, dia juga berhak memilih konsep komunikasi yang dia inginkan. Biar bagaimanapun, menjaga komunikasi jauh lebih penting daripada memaksakan deep talk di waktu yang tidak pas.

Menjadi Lebih Terbuka

Menceritakan hal-hal pribadi serta perasaan tidak aman merupakan salah satu kunci dalam memperoleh hubungan yang langgeng. Kamu boleh berterus terang padanya untuk hal apapun, baik untuk hal yang disukai atau tidak. Dengan kejujuran seperti ini, kamu akan jadi lebih peka dengan perasaannya, begitupun sebaliknya.

Kamu juga bisa menyimpan sendiri hal-hal yang memang tidak ingin kamu sampaikan padanya. Jika memang memungkinkan, bagikan kesedihan dan kesulitan yang kamu alami agar hubungan kalian jadi lebih intim lagi.

Semua hal itu dilakukan untuk mencapai suatu tujuan dan tujuannya agar kalian saling mengerti satu sama lain dan tidak mudah menghakimi ketika masalah muncul.

Well, bicara bersama pasangan memang cukup riskan. Namun jika kamu tahu kekuatan dari berbicara itu sendiri, mungkin Grameds akan lebih senang melakukannya. Jadi sebaiknya baca buku The Power Of Talk & Body Language karya dari Abhicandra YS.

https://www.gramedia.com/products/the-power-of-talk-body-language-dahsyatnya-seni-bicara-da?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

Topik yang Bisa Kamu Bahas Saat Deep Talk Bersama Pasangan

Deep talk adalah

Sumber: Unsplash.com

Pendidikan Seksual

Meski masih dipandang sebagai topik yang tabu untuk dibicarakan, tidak ada salahnya kamu coba membicarakan tentang pendidikan seksual bersama pasangan. Apalagi jika kamu dan dia sudah punya rencana mantap untuk melangkah ke jenjang pernikahan.

Pengetahuan tentang seks dapat membantu kalian untuk memahami perasaan satu sama lain saat berada di ranjang. Joseph Grennys, seorang peneliti sosial, mengungkapkan bahwa pasangan yang sering membicarakan seks cenderung 10x lipat lebih bahagia daripada pasangan yang jarang membahasnya.

Kamu juga harus membicarakan soal ekspektasi seksual agar kehidupan seks setelah menikah nanti tetap terjaga dengan hangat. Tak hanya itu, dengan mengetahui ekspektasi seksual masing-masing, kamu juga bisa berusaha untuk memenuhinya.

Lalu, ada juga topik tentang kesehatan reproduksi, perencanaan soal anak, dan penggunaan alat kontrasepsi. Meskipun, mungkin pembahasannya agak canggung, tetapi ini tetap diperlukan agar kamu dan dia bisa saling memahami satu sama lain.

Kesehatan Mental

Tidak bisa dimungkiri, kesehatan mental sekarang sudah menjadi pembicaraan umum di kalangan anak muda. Khususnya generasi milenial dan Z. Apalagi kesehatan mental ini memang bisa mempengaruhi perilaku, pemikiran, dan juga suasana hati.

Di samping itu, mental yang sehat juga sangat dibutuhkan agar tubuh dan pikiran tetap berfungsi dengan baik. Ketika pemahaman tentang hal ini kurang, kemungkinan besar akan berdampak negatif pada emosional maupun mentalitas, sehingga memicu terjadinya pertengkaran dalam hubungan kalian.

Berbicara tentang kesehatan mental tak bisa dilepaskan dari yang namanya kebahagiaan. Buat Grameds yang ingin mengetahui seni berbahagia bisa membeli buku karya Ardhina Nugrahaeni yang berjudul Seni Berbahagia : Sebuah Cara Untuk Menemukan Bahagiamu Dari Sekarang, Esok, dan Selamanya

https://www.gramedia.com/products/seni-berbahagia-sebuah-cara-untuk-menemukan-bahagiamu-dari?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/seni-berbahagia-sebuah-cara-untuk-menemukan-bahagiamu-dari?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

Keuangan

Sama seperti pendidikan seksual, keuangan juga masih cukup tabu untuk dibicarakan. Akan tetapi, dalam konteks berhubungan, topik ini justru sangat krusial karena bisa berpengaruh pada kelangsungan hubungan kalian.

FYI, sebagian besar perceraian yang terjadi di dunia ini disebabkan oleh masalah ekonomi. Maka dari itu, kamu dan dia harus mengerti sudut pandang masing-masing tentang masalah keuangan agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Parenting

Untuk kamu yang sudah mantap akan menikah dengannya, lebih baik mulai bicarakan tentang parenting atau mengasuh anak. Cari tahu kemampuan parenting yang kalian miliki, bagaimana perspektif kalian dalam membesarkan anak, dan hal-hal penting lainnya. Tujuannya agar saat si kecil hadir dalam rumah tangga kalian nanti, kalian dapat memberikan dukungan yang maksimal padanya.

Body Positivity

Body Positivity belakangan ini muncul sebagai topik yang hangat dibicarakan oleh masyarakat, khususnya di media sosial. Kamu juga bisa membicarakan soal ini bersama pasanganmu sebab cukup berkaitan dengan kesehatan mental.

Terlebih, standar soal penampilan di masyarakat seringkali menimbulkan efek negatif pada kesehatan mental. Selain itu, menanamkan body positivity juga tidak bisa dilakukan dengan mudah. Butuh waktu yang cukup lama untuk membuat kalian berkomitmen dalam memperlakukan tubuh masing-masing dengan baik dan pantas.

Resolusi Konflik

Selama kamu berhubungan dengan manusia, kamu pasti akan menghadapi konflik, bahkan jika kamu sendiri tidak menginginkannya. Begitu juga dalam hubungan asmara. Kamu dan pasangan akan menghadapi banyak masalah yang harus diselesaikan dengan tepat.

Untuk mewujudkannya, dibutuhkan kedewasaan yang berperan sebagai pondasinya. Dengan kedewasaan, kalian dapat mendiskusikan masalah yang terjadi dengan kepala dingin dan mencari solusinya bersama-sama.

Setelah menikah nanti, masalah yang kalian hadapi akan semakin kompleks dan intens. Ketika kalian sudah terbiasa menghadapinya bersama-sama, maka kalian akan dapat menyelesaikan masalah yang datang dengan baik.

Refleksi Diri

Tak jarang, hal-hal yang sederhana dapat membuat kamu tahu bagaimana cara berpikir pasangan. Misalnya, pertanyaan “bagaimana hari ini?” yang membahas kegiatan sehari-harinya, termasuk masalah dan pencapaian yang dia dapatkan.

Dari pertanyaan itu, kamu bisa memahami bagaimana caranya untuk mengatasi stres yang dia rasakan saat bekerja, bagaimana dia menjalin hubungan dengan teman kantor yang “menyebalkan”, atau bagaimana dia menghadapi atasan dan bawahannya, bagaimana pandangannya tentang pekerjaan yang dia lakukan, dan masih banyak lagi.

Apapun topiknya, yang paling penting adalah kamu harus mendengarkan dengan baik ketika melakukan deep talk sebab dengan mendengarkan orang lain, kamu bisa menjadi lebih bijak dalam bersikap. Seperti yang ditulis Muthia Sayekti dalam buku Seni Mendengarkan: Mendengar Yang Tak Terucap, Memahami Yang Tak Tersampaikan.

https://www.gramedia.com/products/seni-mendengarkan-mendengar-yang-tak-terucap-memahami-yang?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/seni-mendengarkan-mendengar-yang-tak-terucap-memahami-yang?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

Kesimpulan

Deep talk adalah cara komunikasi yang membuat kamu dan lawan bicara. Siapapun yang melakukannya memiliki tujuan untuk menggali perasaan dan pikiran lebih dalam lagi lalu menyampaikannya dengan lebih leluasa. Maka dari itu, jangan pernah menganggapnya sepele karena komunikasi merupakan salah satu kunci penting untuk menjaga hubungan sesama manusia.

Itulah pembahasan tentang deep talk adalah yang dibarengi dengan manfaat dari melakukan deep talk. Supaya kamu dan pasangan menjadi pasangan yang lebih romantis dan bahagia, maka bisa menemukan informasinya di Gramedia.com. dengan Gramedia, kamu bisa dapatkan informasi #LebihDenganMembaca

Penulis: Gilang

Baca juga:



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien