IPA

Pengertian, Karakteristik, dan Contoh Hewan Karnivora (Pemakan Daging)

Karnivora
Written by Fandy

Pengertian, Karakteristik, dan Contoh Hewan Karnivora (Pemakan Daging) – Setiap hewan harus mengonsumsi makanan sesuai nutrisi yang dibutuhkan agar mampu bertahan hidup. Berdasarkan jenis makanannya, binatang dapat dibedakan menjadi empat jenis, yaitu herbivor, karnivor, omnivor, dan insektivor. Keempatnya memiliki peran masing-masing dalam rantai makanan.

Herbivor adalah hewan pemakan tumbuhan, sedangkan karnivor adalah hewan pemakan daging. Adapun omnivor adalah hewan pemakan tumbuhan maupun daging, sedangkan insektivor adalah hewan pemakan serangga.

Kali ini kita akan mengupas hal yang berkaitan dengan hewan karnivora serta contoh-contohnya. Jadi, ikuti terus ya Grameds ulasan kali ini. Aktifkan selalu aplikasi Gramedia Digital kalian, agar tidak ketinggalan informasi-informasi seru lainnya.

Pengertian Hewan Karnivora

Karnivora adalah hewan pemakan daging. Hewan-hewan yang masuk ke dalam golongan karnivora dikarenakan memangsa hewan lain. Hewan jenis ini juga disebut sebagai predator.

Kira Seta (2018) dalam bukunya berjudul Berkenalan dengan Hewan Herbivor, Karnivor, dan Omnivor menjelaskan bahwa kata karnivor berasal dari bahasa Latin, yaitu carne yang berarti “daging” dan vorare yang berarti “memakan”.

Sementara itu, Ullrey (2004) dalam Mammals: Carnivores (Encyclopedia of Animal Science) mendefinisikan karnivor, pemakan daging, atau satwaboga merupakan makhluk hidup yang memperoleh energi dan nutrisi yang dibutuhkan dari makanan berupa jaringan hewan, baik sebagai pemangsa maupun pebangkai. Hewan-hewan yang hanya bergantung kepada daging hewan untuk nutrisinya disebut dengan karnivor obligat, sedangkan hewan-hewan karnivor yang juga mengonsumsi makanan nonhewan disebut karnivor fakultatif.

Dikarenakan sumber makanannya berupa daging, tidak jarang hewan karnivor mendapat julukan sebagai predator. Apakah jahat? Tentu saja tidak. Hal ini merupakan aspek penting dalam perannya sebagai penyeimbang ekosistem yang mencegah populasi hewan.

Hewan karnivor berada di tingkat atas dalam rantai makanan. Namun, tidak hanya hewan, ternyata ada juga tumbuh-tumbuhan yang menangkap serangga dan hewan kecil lainnya. Tumbuhan jenis ini disebut sebagai tumbuhan karnivor. Beberapa fungi juga memakan hewan mikroskopis dan disebut sebagai fungi karnivor.

Klasifikasi Karnivor

Kata “karnivor” sering kali mengacu kepada salah satu ordo mamalia, yaitu ordo Carnivora. Hal ini memberikan pengertian yang salah karena banyak Carnivora memenuhi definisi pemakan daging, padahal tidak semua karnivor seperti itu, bahkan hanya sedikit karnivor yang benar-benar dianggap sebagai karnivor obligat. Selain itu, banyak spesies karnivor tidak termasuk dalam ordo Carnivora.

Sebagai contoh, sebagian besar spesies beruang kenyataannya adalah omnivor, kecuali panda yang termasuk herbivor. Salah satu hewan yang benar-benar hanya memakan daging adalah beruang kutub yang tinggal di Arktika. Hal ini disebabkan karena di tempat ini hanya sedikit tumbuhan bisa hidup.

Karnivor yang hanya memakan serangga dan avertebrata lain yang serupa disebut insektivor, sedangkan karnivor yang hanya memakan ikan disebut piskivor. Karnivor dapat juga diklasifikasikan berdasarkan persentase daging dalam makanan mereka, yaitu karnivor obligat, hiperkarnivor, dan mesokarnivor.

1. Karnivor Obligat

Karnivor obligat atau karnivor sejati adalah kelompok hewan karnivor yang hanya bergantung kepada nutrisi yang berasal dari daging hewan lain untuk bertahan hidup. Karnivor obligat tidak memiliki sistem pencernaan yang memadai untuk mengolah materi tumbuhan. Tubuh karnivor obligat tidak dapat mencerna tumbuhan dengan baik.

Jika hewan-hewan ini memakannya, seolah-olah hanya lewat begitu saja melalui proses emesis atau muntah, yaitu mengeluarkan paksa isi perut melalui mulut atau hidung, sehingga tumbuhan tidak dapat memberikan nutrisi yang cukup untuk karnivor obligat.

Sebagai contoh, kucing membutuhkan protein tinggi dan metabolisme mereka tidak dapat menyintesis gizi-gizi penting tertentu (termasuk retinol, arginina, taurina, dan asam arachidonic), sehingga mereka hanya bergantung kepada daging hewan untuk memperoleh gizi-gizi tersebut.

2. Hiperkarnivor

Hiperkarnivor adalah kelompok hewan karnivor yang 70% sumber makanannya berupa daging. Hewan yang masuk ke dalam hiperkarnivor biasanya tidak bisa mencerna tumbuhan. Inilah yang menyebabkan sebagian besar makanan mereka adalah daging. Karakter fisik dari hewan ini adalah memiliki tengkorak dan otot wajah yang kuat, yang berfungsi untuk memegang mangsa, memotong daging, dan mematahkan tulang.

3. Mesokarnivor

Meskokarnivor adalah kelompok hewan karnivor yang 50% sumber makanannya berupa daging. Mengapa hanya 50%? Lalu, apa lagi sisanya? Selain daging, hewan jenis ini bisa memakan buah, sayur, dan jamur. Karakter fisik dari hewan karnivor jenis ini biasanya lebih kecil daripada hiperkarnivor. Hewan jenis ini biasanya tinggal di lingkungan yang dekat dengan manusia.

4. Hipokarnivor

Hipokarnivor adalah kelompok hewan karnivor yang kebutuhan dagingnya hanya sekitar 30% dari seluruh jenis makanannya. Hewan karnivor jenis ini bisa makan daging, tetapi mayoritas makanannya berupa ikan, buah-buahan, akar, dan kacang-kacangan. Hewan yang masuk ke dalam kelompok ini biasanya disamakan dengan hewan yang masuk ke dalam kelompok omnivor.

Karakteristik dan Ciri-Ciri Karnivor

Karakteristik yang umumnya dikaitkan dengan karnivor adalah organ tubuh untuk menangkap dan mengoyak mangsanya (mayoritas gigi dan cakar vertebrata memenuhi fungsi ini) dan statusnya sebagai predator. Asumsi ini tidak sepenuhnya benar karena beberapa karnivor tidak melakukan perburuan dan merupakan pebangkai, meskipun sebagian besar karnivor pemburu juga memakan bangkai setiap ada kesempatan. Inilah yang menyebabkan karnivor pebangkai tidak memiliki karakteristik yang sama dengan karnivor pemburu.

Karnivor memiliki sistem pencernaan yang pendek karena hewan-hewan itu tidak harus memecahkan selulosa sebagaimana yang ditemukan dalam tumbuh-tumbuhan. Banyak hewan yang memburu hewan lain mengalami evolusi mata, sehingga menghadap ke depan, yang memungkinkan terjadinya persepsi kedalaman. Hal ini terjadi hampir universal dalam predator mamalia. Predator lain seperti buaya memiliki mata yang menghadap ke samping dan berburu dengan cara menyergap daripada mengejar.

Ciri-ciri umum dari hewan karnivor antara lain:

  • Mayoritas hidup di hutan atau sabana;
  • Mayoritas karnivor merupakan hewan mamalia yang memiliki kelenjar susu;
  • Memiliki kuku atau cakar tajam yang berfungsi untuk mencengkeram mangsanya;
  • Memiliki kecepatan lari yang kencang dalam mengejar dan memburu mangsanya;
  • Memiliki racun yang dapat melemahkan mangsanya;
  • Memiliki daya penglihatan yang tajam pada siang maupun malam hari;
  • Memiliki indra pendengaran dan penciuman yang sangat peka;
  • Memiliki gigi taring yang kuat dan tajam untuk merobek tubuh mangsanya;
  • Memiliki tulang belakang;
  • Memiliki kemampuan untuk menyerang dan melumpuhkan mangsa dengan cepat;
  • Memiliki perut tunggal dengan saluran pencernaan yang lebih pendek.

Dalam rantai makanan, karnivor menduduki tingkat tropik tertinggi atau disebut juga sebagai konsumen puncak atau konsumen III.

Contoh Karnivor Kelompok Mamalia

Mamalia adalah hewan bertulang belakang (vertebrata) yang memiliki ciri utama berupa kelenjar susu. Sampai saat ini, telah dikenali lebih 5.000 genus mamalia yang tersebar dalam 425 keluarga dan 46 ordo.

Kata mamalia berasal dari bahasa Latin, yaitu mamma yang berarti “puting susu”. Mamalia berkembang biak dengan cara beranak atau melahirkan (vivipar) dan bertelur (ovipar). Beberapa mamalia tergolong hewan karnivor karena memakan hewan lain. Beberapa gigi depan mamalia karnivor telah beradaptasi membentuk carnassial, yaitu gigi dengan cara kerja seperti gunting yang dapat memotong daging.

Adapun contoh hewan karnivor kelompok mamalia dijelaskan sebagai berikut.

1. Beruang Kutub

Beruang kutub atau beruang es memiliki nama ilmiah Ursus maritimus. Hewan ini adalah mamalia besar dalam marga keluarga biologi Ursidae dan termasuk spesies circumpolar yang terdapat di sekitar Artika. Beruang kutub kadang-kadang juga diklasifikasi sebagai mamalia laut.

Beruang kutub jantan memiliki berat antara 400–600 kilogram dan kadang-kadang dapat mencapai lebih dari 800 kilogram dengan tinggi mencapai lebih dari 2,5 meter. Beruang kutub betina di sisi lain hanya separuh dari berat beruang jantan dengan berat antara 200–300 kilogram dan tingginya sekitar 2 meter. Beruang kutub memiliki indra penciuman yang sangat tajam. Mereka dapat mencium bau bangkai paus atau anjing laut dari jarak 20 mil.

Beruang kutub adalah perenang yang andal karena dapat berenang sejauh 60 mil tanpa berhenti. Mereka menggunakan tungkai depannya untuk berenang dan tungkai belakang sebagai kemudi. Kelenjar minyak di kulitnya dapat meminyaki bulunya dengan baik, sehingga tubuhnya tahan air dan tetap kering selama berenang.

Makanan utama beruang kutub adalah ikan dan anjing laut. Mereka adalah hewan yang sabar ketika berburu dan menunggu mangsanya (anjing laut), yang sedang menyelam selama berjam-jam hingga sang target melompat ke daratan dan kemudian langsung diterkamnya. Kekuatan melumpuhkan mangsanya berada di cakarnya yang tajam dan pukulan yang kuat dari kaki depannya.

Seekor beruang kutub dewasa membutuhkan lemak sebesar 2 kilogram per hari untuk dapat bertahan hidup pada suhu yang dingin. Seekor anjing laut seberat 55 kilogram dapat memenuhi cadangan makanan bagi beruang kutub untuk bertahan hidup selama 8 hari.

2. Singa

Singa adalah spesies hewan dari keluarga felidae atau jenis kucing. Singa banyak berada di benua Afrika dan sebagian di wilayah India. Singa merupakan hewan yang hidup berkelompok, biasanya terdiri atas seekor jantan dan banyak betina. Kelompok ini menjaga daerah kekuasaannya.

Umur singa antara 10 sampai 15 tahun di alam bebas, tetapi dalam penangkaran dapat mencapai lebih dari 20 tahun. Singa yang lebih muda akan merebut kepemimpinan dari singa yang lebih tua.

Singa betina jauh lebih aktif dalam berburu, sedangkan singa jantan lebih santai menunggu dan meminta jatah dari hasil buruan para betinanya. Singa jantan dipercaya lebih unggul dan perkasa dibandingkan dengan kucing besar lainnya, tetapi kelemahan singa adalah tidak bisa memanjat pohon seperti kucing-kucing besar lainnya.

Singa jantan memiliki bulu tebal di sekitar tengkuknya untuk melindunginya dalam perkelahian bebas. Kucing besar lainnya, seperti citah dan macan tutul memiliki ukuran tubuh jauh lebih kecil dibanding singa. Walaupun berasal dari keluarga yang sama dengan harimau, singa tidak suka dengan air. Berbeda halnya dengan harimau yang suka dengan air.

3. Harimau

Harimau adalah spesies kucing terbesar yang masih hidup dari genus Panthera. Harimau memiliki ciri loreng yang khas pada bulunya, berupa garis-garis vertikal gelap pada bulu oranye, dengan bulu bagian bawah berwarna putih. Harimau adalah pemangsa puncak, terutama memangsa ungulata seperti rusa dan babi celeng.

Harimau umumnya merupakan pemangsa soliter yang penyendiri, tetapi tetap memiliki sisi sosial. Mereka tetap tinggal di area-area yang berdekatan untuk mendukung kebutuhan makanan dan membesarkan keturunannya. Anak harimau tinggal bersama ibu mereka selama sekitar dua tahun, kemudian akan hidup mandiri dan meninggalkan daerah jelajah ibu mereka untuk membangun rumah mereka sendiri.

Harimau pertama kali dideskripsikan secara ilmiah pada 1758 dan pernah tersebar luas dari kawasan Anatolia Timur di barat hingga lembah Sungai Amur di timur. Harimau juga ditemukan di daerah selatan kaki pegunungan Himalaya hingga ke Bali di Kepulauan Sunda. Sejak awal abad ke-20, populasi harimau terus menurun hingga 93% dan mengalami kepunahan di Asia Barat, Asia Tengah, serta di pulau Jawa dan Bali.

Harimau juga dinyatakan punah di sebagian besar wilayah Asia Tenggara, Asia Selatan, dan Tiongkok. Hari ini, jangkauan harimau membentang dari kawasan hutan beriklim sedang di Siberia hingga hutan subtropis dan tropis di anak benua India, Indocina, dan Sumatra.

Contoh Hewan Karnivor Kelompok Reptil

Reptili adalah hewan bertulang belakang (vertebrata) yang memiliki ciri berdarah dingin dan tubuh ditutupi oleh sisik. Mayoritas spesies reptil berkembang biak secara ovipar (bertelur), tetapi ada juga yang secara vivipar (melahirkan). Reptili adalah tetrapoda (hewan dengan empat tungkai) dan menelurkan telur yang embrionya diselubungi oleh membran amniotik.

Contoh hewan karnivora kelompok reptil adalah ular dan komodo.

1. Ular

Ular adalah kelompok reptil tidak berkaki dan bertubuh panjang yang tersebar luas di dunia. Secara ilmiah, semua jenis ular dikelompokkan dalam satu sub-ordo, yaitu Serpentes dan juga merupakan anggota dari ordo Squamata (reptilia bersisik) bersama dengan kadal. Namun, ular (Serpentes) sendiri diklasifikasikan dalam cabang Ophidia (klade), yaitu segolongan reptil-reptil dengan atau tanpa kaki, bertubuh panjang, dan memiliki fisiologis yang sangat berbeda dengan kadal.

Ular merupakan salah satu reptil yang paling sukses berkembang di dunia. Mereka dapat ditemukan di semua tipe habitat, yaitu hutan, padang rumput, gurun/padang pasir, sungai, danau, dataran tinggi, perkebunan, persawahan, laut, dan juga di pemukiman manusia. Namun, seperti halnya reptil lainnya, ular tidak bisa ditemukan di daerah dingin seperti di puncak gunung dan di daerah lingkar kutub (beberapa spesies ada yang mampu hidup di daerah dekat kutub utara). Ular juga tidak ditemukan di Irlandia, Selandia baru, Greenland, pulau-pulau terisolasi di Pasifik seperti Hawaii, serta di Samudera Atlantik.

Sebagian besar ular hidup dan tinggal di tanah, sebagian lagi hidup dan tinggal di atas pohon atau tanaman. Pun demikian, sebagian besar spesies ular di tanah dapat memanjat pohon. Selain di tanah dan pohon, ular juga hidup di perairan, bahkan ada golongan ular yang hidup di air dan tidak pernah berkelana di darat sama sekali, misalnya ular-ular golongan Hydrophiidae.

Ular memangsa berbagai jenis hewan lebih kecil dari tubuhnya. Ular pohon dan ular darat memangsa burung, mamalia, kodok, jenis-jenis reptil yang lain, termasuk telur-telurnya. Ular-ular besar seperti ular sanca kembang dapat memangsa kambing, kijang, rusa, dan bahkan manusia. Ular-ular yang hidup di perairan memangsa ikan, kodok, berudu, dan telur ikan.

Ular memakan seluruh mangsanya tanpa sisa dan mampu mengkonsumsi mangsa tiga kali lebih besar dari diameter kepala mereka. Hal ini dikarenakan rahang mereka lebih rendah dan dapat terpisah dari rahang atas. Selain itu, ular memiliki gigi menghadap ke belakang yang menahan mangsanya tetap di mulut mereka. Hal ini mencegah mangsanya melarikan diri.

2. Komodo

Komodo atau lengkapnya biawak komodo (Varanus komodoensis) adalah spesies biawak besar yang terdapat di Pulau Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang, dan Gili Dasami di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Biawak ini oleh penduduk asli pulau Komodo juga disebut dengan nama setempat “ora”. Nama lain dari komodo adalah buaya darat, walaupun komodo bukanlah spesies buaya.

Komodo merupakan spesies terbesar dari familia Varanidae, sekaligus kadal terbesar di dunia, dengan rata-rata panjang 2–3 meter dan beratnya bisa mencapai 100 kilogram. Komodo merupakan pemangsa puncak di habitatnya karena sejauh ini tidak diketahui adanya hewan karnivor besar lain selain biawak ini di sebarang geografisnya.

Nah, Grameds. Demikian sekelumit cerita tentang hewan karnivora. Ternyata cara hewan-hewan ini mempertahankan hidup sangat unik. Namun, meski hewan karnivora ini sebagian besar adalah hewan buas, kita tidak boleh memburu hewan-hewan ini agar ekosistem alam tetap terjaga kelestariannya.

Untuk kalian yang ingin selalu mengikuti perkembangan informasi dari Gramedia, jangan lupa unduh aplikasi Gramedia Digital di gawai kalian. Banyak informasi seru yang akan dibagikan setiap harinya. Selain itu, promo-promo menarik seputar produk Gramedia yang keren akan selalu hadir melalui ruang digital kalian. Dapatkan juga potongan harga menarik untuk setiap promonya. Gramedia Digital hadir untuk kalian, karena Gramedia Digital adalah #SahabatTanpaBatas.

Rekomendasi Buku & Artikel Terkait

BACA JUGA:

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien