Sains dan Teknologi

Ciri-Ciri Buaya Beserta Klasifikasi dan Jenis-Jenisnya yang Perlu Diketahui

Written by Umam

Ciri-Ciri Buaya – Secara ilmiah, seluruth buaya pada dasarnya merupakan bagian dari jenis hewan dari suku Crocodylidae, tak terkecuali adalah buaya sepit atau dikenal dengan nama latin Tomistoma schlegelii. Ciri-ciri buaya atau sebagai salah satu jenis reptil yang memiliki ukuran tubuh besar ini adalah bisa hidup di dua alam yang berbeda, yaitu air dan darat.

Nama buaya atau istilah Crocodile sendiri pertama kali dipopulerkan oleh masyarakat tradisional yang tinggal dan hidup di bantaran sungai Nil, Mesir. Crocodile diketahui merupakan bentuk elaborasi dari frasa “kroko” yang berarti kerikil dan “deilos” yang memiliki arti cacing. Masyarakat Mesir zaman dahulu memberikan julukan “cacing batu” untuk buaya yang kita kenal sekarang ini.

Selain beberapa ciri-ciri buaya di atas, masih ada banyak ciri-ciri buaya yang belum diketahui oleh banyak orang. Nah, pada artikel kali ini, gramedia.com telah berhasil merangkum dari berbagai sumber tentang ciri-ciri buaya. Tidak hanya itu, akan disajikan juga penjelasan mengenai klasifikasi hingga beberapa jenis makanan dari buaya yang menarik untuk diketahui.

A. Ciri-Ciri Khusus dari Buaya

Para peneliti arkeologi mengungkapkan bahwa awalnya buaya atau dalam bahasa Inggris disebut Crocodile ini termasuk ke dalam jenis hewan yang sudah hidup sejak zaman dinosaurus. Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, pada dasarnya habitat buaya sebagian besar dihabiskan di dalam air. Namun, salah satu hewan paling di muka bumi ini juga tetap bisa hidup meskipun naik ke darat.

Berdasarkan apa yang tertulis dalam Buku Pintar Hewan karya Jumanta, buaya memiliki beberapa ciri-ciri khusus yang membedakannya dengan hewan berjenis reptil yang lain. Berikut ini adalah penjelasan terkait ciri-ciri khusus yang dimiliki oleh buaya, antara lain yaitu:

1. Sebagian besar buaya memiliki ukuran panjang tubuh sekitar 5-7 meter dan dengan berat hingga lebih dari 1.200 kilogram. Meskipun begitu, setiap buaya yang baru menetas dari telur diketahui hanya memiliki ukuran panjang tubuh sekitar 20 cm.

2. Buaya memiliki ekor yang panjang dan kuat. Ekor yang panjang dan kuat tersebut dapat membuat buaya berenang dengan sangat cepat, salah satunya adalah untuk mengejar para mangsanya.

3. Buaya memiliki hidung yang dilengkapi sebuah katup. Katup ini secara otomatis dapat ditutup pada saat buaya mulai berenang atau menyelam di dalam air.

4. Buaya memiliki rahang yang kuat, gigi taring yang tajam, dan moncong yang panjang. Struktur tubuh tersebut akan sangat membantu buaya dalam menangkap dan merobek daging mangsa pada saat mencari makanan..

5. Buaya memiliki gigi yang berjumlah hingga 30-40 buah pada setiap rahangnya. Gigi dari buaya ini juga dapat tersambung ketika menutup mulut.

6. Buaya memiliki kulit bagian tubuh atas yang dilapisi dengan sisi yang kasar dan keras. Hal ini menjadi bukti bahwa buaya bisa dikatakan sebagai hewan yang sangat tangguh. Pasalnya, sisik yang dimiliki oleh buaya itu memiliki kekerasan setara dengan batu.

7. Spesies buaya terbesar yang telah ditemukan di dunia saat ini adalah buaya muara. Buaya muara sendiri biasanya berhabitat di wilayah Asia Tenggara hingga ke kawasan Australia Utara.

B. Ciri-Ciri Umum dari Buaya.

Setelah mengetahui bahwa salah satu ciri-ciri khusus buaya adalah memiliki kulit bagian atas yang sekuat batu, pada bagian ini kita akan membahas tentang berbagai ciri buaya secara umum berdasarkan buku RPAL Plus SD Kelas 3, 4, 5, & 6 karya Dhiyaulhaq. Ciri-ciri buaya secara umum antara lain sebagai berikut:

1. Hewan berdarah dingin

Ciri yang pertama dari buaya adalah dikenal sebagai hewan yang berdarah dingin. Fakta tersebut benar adanya, buaya dapat dikatakan sebagai hewan dengan jenis poikiloterm atau berdarah dingin. Tidak hanya itu, beberapa pihak yang setuju apabila buaya dianggap sebagai salah satu hewan reptil berdarah dingin dan sangat kuat.

Buaya diketahui merupakan hewan yang memiliki kemampuan untuk menjaga kestabilan suhu badan. Selain itu, hewan ini juga mampu melakukan penyesuaian diri terhadap berbagai lingkungan yang ada di sekitarnya.

2. Hewan karnivora

Ciri yang kedua dari buaya yaitu hewan karnivora. Hewan karnivora sendiri dapat dipahami sebagai jenis hewan pemakan daging. Salah satu alasan buaya termasuk ke dalam jenis hewan karnivora adalah karena perilaku buaya yang dapat dikategorikan sebagai hewan buas.

Sebagai hewan karnivora, beberapa jenis makanan untuk buaya di antaranya yaitu seperti, burung, mamalia, bahkan berbagai jenis hewan melata yang berada di sekitar tempat tinggalnya.

3. Berkembang biak dengan bertelur

Ciri yang ketiga dari buaya adalah hewan yang berkembang biak dengan cara bertelur. Dalam berkembang biak, jenis reptil ini biasanya menyiapkan sarang untuk bertelur terlebih dahulu. Setelah itu, baru buaya betina akan mengeluarkan telurnya di sarang tersebut.

Sarang buaya untuk bertelur sendiri biasanya mencapai kedalaman hingga 20 kaki. Alasan buaya membuat sarang sedalam itu adalah karena jumlah telur yang dikeluarkan cukup banyak. Selain itu, sarang tersebut juga dibuat untuk mencegah pencurian dari para predator yang lain. Walaupun keluar cukup banyak, hanya beberapa telur buaya yang akan bertahan hidup hingga sukses menetas.

Beberapa peneliti mengungkapkan bahwa dari sekian banyak telur yang dikeluarkan oleh buaya betina, hanya akan menetas sekitar 20 persen saja dari keseluruhan jumlah telur buaya. Hal ini disebabkan oleh faktor suhu yang terjadi di lingkungan tersebut. Dalam menuju penetasan, telur buaya membutuhkan suhu yang hangat. Tetapi, apabila di sekitar sarang telur buaya memiliki suhu yang terlalu dingin, maka bisa penetasan menajdi tidak maksimal.

4. Bernapas menggunakan paru-paru

Ciri yang keempat dari buaya adalah sistem pernafasan yang menggunakan paru-paru. Meskipun habitat buaya sebagian besar dihabiskan di dalam air, buaya tidak bernafas menggunakan insang. Buaya merupakan hewan yang bernapas dengan menggunakan paru-paru layaknya makhluk darat lainnya.

Selain itu, hewan dengan kulit yang keras ini memiliki kemampuan untuk bernapas di dalam air hingga dua jam. Hal ini pada dasarnya disebabkan oleh struktur tubuh buaya yang memiliki posisi langit-langit mulut terletak di perbatasan antara tenggorokan dengan kerongkongan. Tak heran, pada saat buaya berenang dengan bentuk mulut terbuka, air tidak akan masuk ke dalam mulut dan juga tidak akan tertelan.

5. Mempunyai tiga kelopak mata

Ciri yang kelima dari buaya adalah memiliki tiga kelopak mata. Ciri ini bisa dikatakan sebagai salah satu keunikan yang hanya dimiliki oleh buaya. Pasalnya, dua lapisan pertama kelopak mata memiliki fungsi untuk melihat pada saat buaya sedang naik ke daratan. Sementara itu, untuk kelopak pada lapisan ketiga akan digunakan pada saat buaya sedang turun atau masuk ke dalam air.

C. Klasifikasi Buaya

Setelah mengetahui berbagai ciri khusus dan ciri umum dari buaya, pada bagian ini kita akan mempelajari tentang klasifikasi dari jenis reptil buas ini. Berdasarkan buku Rahasia Buaya yang diterbitkan oleh Elex Media Komputindo, berikut ini adalah klasifikasi buaya yang perlu kamu ketahui, antara lain yaitu:

1. Kerajaan: Animalia.

2. Filum: Chordata.

3. Kelas: Sauropsida.

4. Ordo: Crocodilia.

5. Famili: Crocodylidae.

6. Genera: Mecistops, Crocodylus, dan Osteolaemus.

D. Jenis-Jenis Buaya

Menurut para ahli ilmu tentang hewan, buaya memiliki spesies yang berjumlah puluhan dan telah tersebar di seluruh dunia. Nah, berikut ini adalah beberapa jenis buaya yang paling populer dan paling mudah ditemukan, diantaranya yaitu:

1. Buaya Nil

Buaya nil atau buaya dengan nama latin Crocodylus niloticus ini merupakan jenis buaya yang menghabiskan sebagian besar hidupnya di wilayah Afrika. Namun, tidak untuk wilayah Sahara dan sebagian wilayah Madagaskar. Buaya nil sendiri bisa dikatakan sebagai salah satu jenis buaya yang paling berbahaya di dunia.

Sebuah data menyebutkan bahwa buaya nil telah melakukan lebih dari 300 serangan terhadap manusia hampir setiap tahunnya. Maka dari itu, kamu perlu hati-hati apabila berada di daerah perairan Afrika. Buaya ini bisa ditemukan di beberapa danau dan perairan air tawar atau payau. Selain itu, buaya nil juga memiliki ukuran tubuhnya yang cukup besar, yaitu hingga sekitar 5-6 meter.

2. Buaya Muara

Buaya muara atau bisa dikenal dengan nama latin Crocodylus porosus ini bisa dikatakan sebagai jenis buaya yang memiliki ukuran paling besar di dunia. Buaya muara diketahui memiliki ukuran panjang hingga mencapai 6 meter atau 5 sampai 7 meter dengan berat yang bisa mencapai 1000 kilogram.

Buaya muara sendiri bisa ditemukan di wilayah India Timur, Asia Tenggara, salah satunya adalah Indonesia hingga Australia Utara. Habitat dari buaya muara sendiri berada di daerah perbatasan antara air sungai dengan air laut. Beberapa orang memiliki perbedaan dalam menyebut spesies ini berdasarkan lingkungannya. Ada yang menyebut buaya muara adalah buaya air asin. Namun, ada juga yang menyebut buaya ini sebagai buaya laut.

Buaya muara sendiri juga termasuk ke dalam jenis buaya yang sangat ganas dan buas. Jenis reptil ini sangat mudah terganggu apabila ada hewan lain yang memasuki daerah kekuasaannya. Berdasarkan data yang didapatkan oleh IUCN pada tahun 2000 dan 2007, buaya muara telah melakukan serangan terhadap 30 orang.

3. Buaya Irian

[algolia_carousel page=2]

Buaya irian merupakan salah satu jenis buaya yang cukup populer bagi masyarakat Indonesia. Sesuai dengan namanya, jenis reptil buas ini cukup mudah ditemukan di beberapa wilayah Indonesia, seperti Pulau Irian, Sumatra dan juga Kalimantan. Buaya irian ini memiliki karakteristik sebagai hewan penunggu rawa dan tersebar di perairan dangkal daerah Irian. Beberapa peneliti mengaku pernah menemukan buaya dengan ciri irian berenang di air asin dan muara.

Buaya irian sendiri memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil dibandingkan buaya muara. Hingga saat ini, buaya irian yang pernah dilihat oleh para warga hanya memiliki panjang sekitar 3 meter. Namun, para penduduk setempat mengaku bahwa buaya irian memiliki ukuran yang lebih besar dari ukuran tersebut.

4. Buaya Siam

Buaya siam menjadi buaya yang memiliki jumlah paling banyak di benua Asia. Habitat dari buaya siam sendiri tersebar dari wilayah Malaysia, Kamboja, dan termasuk juga Indonesia. Bagi masyarakat yang tinggal di pulau Jawa, buaya siam dikenal dengan istilah buaya kodok. Hal ini dikarenakan kulit dari buaya kodok memiliki tekstur yang hampir sama seperti beberapa binatang amfibi yang lainnya.

5. Buaya Kalimantan

Buaya kalimantan merupakan salah satu jenis buaya yang menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia. Hal ini dikarenakan buaya kalimat dalam beberapa kesempatan terlibat dalam pembuatan film dokumenter skala internasional. Selain cerita mitos yang dimiliki oleh buaya kalimantan, buaya ini juga terkenal dengan ukurannya yang tergolong sangat besar.

Hampir sama seperti buaya muara, buaya kalimantan juga memiliki sifat yang sangat ganas. Dalam suatu waktu, buaya kalimantan melakukan penyerangan kepada masyarakat yang sedang beraktivitas di sungai. Selain itu, buaya kalimantan juga beberapa kali mampu membalikkan perahu nelayan.

6. Alligator Amerika

Alligator Amerika atau Alligator mississippiensis ini adalah salah satu jenis buaya yang berasal dari wilayah Gulf Coast, Amerika Serikat. Buaya jenis ini sering kali ditemukan di wilayah air tawar. Meskipun terbilang berbahaya, ukuran dari buaya ini tidak seperti buaya pada umumnya. Alligator amerika ini hanya memiliki panjang sekitar 4 meter sampai 4,5 meter.

7. Gharial Buaya

Buaya gharial atau Gavialis gangeticus merupakan jenis buaya yang hidup dan memiliki kekuasaan di banyak sungai wilayah India utara hingga Nepal. Buaya gharial sendiri memiliki ciri-ciri yang dapat dilihat dari rahangnya yang panjang, sangat ramping, dan bergigi tajam. Dalam suatu waktu, buaya gharial pernah memakan mayat yang mengapung pada saat upacara pemakaman di Sungai Gangga, India.

5. Buaya Amerika

Seperti namanya, buaya amerika yang memiliki nama latin Crocodylus acutus ini memiliki habitat di kawasan perairan Amerika. Buaya jenis ini cukup mudah ditemukan di beberapa wilayah, seperti Florida selatan, Meksiko selatan, kepulauan Karibia, dan Amerika Tengah serta Amerika Selatan bagian utara.

Rekomendasi Buku & Artikel Terkait

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien