in

Penyebab Perasaan Tiba-Tiba Tidak Enak Menurut Pandangan Psikologi dan Islam

Grameds, pernahkan kamu merasakan tiba-tiba hati gelisah dan tidak nyaman. Terkadang kita mengaitkan perasaan tersebut dengan firasat buruk yang akan menimpa. Namun, ternyata banyak faktor yang membuat hati merasa tidak enak atau gelisah. Mari kita simak penjelasan di bawah ini.

 

Penyebab Perasan Tidak Enak

Perasaan tiba-tiba tidak enak atau rasa tidak nyaman yang mendadak bisa disebabkan oleh berbagai faktor, baik fisik maupun psikologis. Berikut adalah beberapa penyebab umum hati merasa gelisah:

1. Stres dan Kecemasan

Stres dan kecemasan merupakan penyebab utama hati gelisah, karena keduanya dapat memengaruhi pikiran dan tubuh secara mendalam.

Stres, yang sering timbul dari tekanan pekerjaan, masalah keuangan, atau konflik dalam hubungan, memicu respons “fight or flight” yang meningkatkan kadar hormon stres seperti kortisol dalam tubuh.

Hal ini bisa menyebabkan gejala fisik seperti jantung berdebar, keringat berlebihan, dan otot tegang, yang semuanya berkontribusi pada perasaan gelisah. Kecemasan, di sisi lain, seringkali disertai dengan kekhawatiran berlebihan dan rasa takut yang tidak rasional, yang terus-menerus menghantui pikiran.

Kombinasi dari respons fisik dan mental ini membuat seseorang sulit merasa tenang atau rileks, sehingga hati terus-menerus dalam keadaan gelisah. Ketika stres dan kecemasan tidak dikelola dengan baik, mereka dapat menyebabkan gangguan tidur, penurunan konsentrasi, dan menurunnya kualitas hidup.

 

2. Ketidakseimbangan Hormon

Perubahan hormon yang terjadi selama siklus menstruasi, kehamilan, postpartum, atau menopause bisa memicu fluktuasi emosional yang signifikan.

Misalnya, penurunan kadar estrogen dan progesteron dapat memengaruhi neurotransmiter di otak seperti serotonin, yang berperan dalam mengatur suasana hati. Kondisi ini bisa menyebabkan gejala seperti kecemasan, depresi, dan rasa gelisah yang tidak dapat dijelaskan.

 

3. Kelelahan atau Kurang Tidur

Kelelahan atau kurang tidur dapat menjadi penyebab hati gelisah karena tidur yang cukup adalah kunci untuk menjaga kesehatan mental dan fisik. Ketika seseorang tidak mendapatkan tidur yang cukup, fungsi otak yang mengatur emosi, konsentrasi, dan pemecahan masalah menjadi terganggu.

Kurang tidur dapat menyebabkan peningkatan hormon stres, seperti kortisol, yang dapat memperburuk perasaan cemas dan gelisah. Selain itu, kelelahan yang berlebihan membuat tubuh dan pikiran tidak dapat beristirahat dan pulih dengan baik, sehingga seseorang lebih rentan terhadap iritabilitas dan perubahan mood yang tiba-tiba. Tanpa istirahat yang cukup, kemampuan untuk mengatasi stres dan tekanan sehari-hari menurun, membuat hati lebih mudah merasa gelisah.

Catatan tentang Dunia yang Gelisah

 

4. Masalah Kesehatan

Penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung, atau gangguan tiroid dapat menyebabkan stres berkelanjutan dan ketidaknyamanan, yang secara langsung memengaruhi mood dan menyebabkan kegelisahan.

Di Balik Pena: dr. Andreas Kurniawan Berbagi Tutorial Melalui Duka dan Mencuci Piring

Nyeri fisik atau gejala penyakit yang terus-menerus juga dapat mengganggu tidur dan menyebabkan kelelahan, memperburuk perasaan cemas dan gelisah. Selain itu, ketidakpastian terkait diagnosis atau prognosis suatu penyakit bisa menimbulkan rasa takut dan khawatir yang mendalam.

 

5. Faktor Lingkungan

Lingkungan kerja yang penuh tekanan atau tidak aman juga dapat berkontribusi pada kecemasan dan ketidaktenangan. Selain itu, perubahan besar dalam lingkungan, seperti pindah rumah atau pekerjaan, dapat menimbulkan rasa tidak pasti dan stres yang memperburuk perasaan gelisah.

Dengan kata lain, lingkungan yang negatif atau berubah-ubah dapat mengganggu keseimbangan mental dan emosional seseorang, menyebabkan hati merasa tidak tenang dan gelisah.

 

6. Kekurangan Nutrisi

Kekurangan vitamin B, seperti B12 dan folat, serta mineral seperti magnesium dan zat besi, dapat mengganggu produksi neurotransmitter yang mengatur suasana hati, seperti serotonin dan dopamin. Tanpa asupan nutrisi yang cukup, tubuh dan otak tidak dapat berfungsi optimal, yang dapat menyebabkan gejala seperti kelelahan, kecemasan, dan depresi.

Selain itu, pola makan yang buruk dapat mengganggu keseimbangan gula darah, yang juga dapat memengaruhi mood dan menyebabkan perasaan gelisah. Oleh karena itu, menjaga pola makan yang seimbang dan nutrisi yang cukup sangat penting untuk kesejahteraan mental dan emosional.

 

7. Efek Samping Obat

Beberapa obat, seperti stimulan, dekongestan, atau obat-obatan untuk gangguan tidur, dapat meningkatkan kecemasan atau mengganggu tidur, yang pada gilirannya dapat memicu perasaan gelisah.

Selain itu, reaksi alergi terhadap obat tertentu atau perubahan dosis yang tidak tepat juga dapat memengaruhi suasana hati dan menyebabkan ketidaknyamanan emosional.

 

8. Pengalaman Emosional

Pengalaman seperti kehilangan yang signifikan, kegagalan besar, atau konflik yang tidak terselesaikan dapat menyebabkan perasaan cemas yang berkelanjutan. Terkadang, kenangan buruk atau pengalaman traumatis dari masa lalu dapat muncul kembali secara tiba-tiba dan memicu perasaan gelisah yang intens.

Pengalaman emosional yang tidak terkelola dengan baik dapat memengaruhi pola pikir dan respons emosional seseorang terhadap situasi sehari-hari, memperburuk perasaan tidak nyaman.

 

9. Gangguan Mental

Kondisi ini sering kali melibatkan ketidakseimbangan kimia di otak, yang memengaruhi mood, energi, dan kemampuan seseorang untuk mengatasi stres. Misalnya, gangguan kecemasan ditandai oleh rasa takut dan khawatir yang berlebihan, yang dapat menyebabkan perasaan gelisah secara terus-menerus.

Depresi seringkali disertai dengan perasaan sedih yang mendalam dan kehilangan minat pada aktivitas sehari-hari, yang juga dapat memicu kegelisahan. Gangguan bipolar melibatkan perubahan mood yang ekstrem, dari mania yang euforik hingga depresi yang berat, dan pergantian ini dapat membuat hati merasa sangat tidak stabil dan gelisah

Ya Allah, Kenapa Hatiku Sering Gelisah

https://cdnwpseller.gramedia.net/wp-content/uploads/2024/04/button_cek-gramedia-com.png

 

Penyebab Perasaan Tidak Enak Menurut Islam

(Sumber foto: www.pexels.com)

Dalam Islam, perasaan gelisah atau tidak tenang sering kali dikaitkan dengan kondisi spiritual seseorang dan hubungannya dengan Allah (SWT). Beberapa penyebab hati gelisah menurut perspektif Islam antara lain:

1. Lemahnya Iman dan Takwa

Kelemahan dalam iman dan kurangnya takwa (takut kepada Allah) bisa menjadi penyebab utama kegelisahan hati. Ketika seseorang jauh dari Allah dan tidak menjalankan perintah-Nya, hati mereka mungkin merasa gelisah dan tidak tenang.

 

2. Kurang Zikir dan Doa

Berzikir adalah salah satu cara untuk menenangkan hati dan pikiran. Saat seseorang berzikir, ia akan fokus pada kalimat zikir yang diucapkannya, sehingga dapat membantu menghilangkan kecemasan dan stres yang dirasakan. Dengan begitu, seseorang akan merasa lebih tenang dan damai.

 

3. Dosa dan Kemaksiatan

Melakukan dosa dan kemaksiatan bisa membuat hati gelisah karena hati yang bersih secara alami cenderung tidak nyaman dengan perbuatan yang bertentangan dengan ajaran Islam. Taubat dan istighfar (memohon ampunan kepada Allah) adalah cara untuk menghapus dosa dan memperoleh ketenangan hati.

Kebaikan selalu menentramkan jiwa dan kejelekan selalu menggelisahkan jiwa. Itulah realita yang ada pada umumnya manusia.

Dikutip dari rumaysho.com, dari cucu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Al Hasan bin ‘Ali, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Tinggalkanlah yang meragukanmu dan beralihlah pada apa yang tidak meragukanmu. Sesungguhnya kejujuran lebih menenangkan jiwa, sedangkan dusta (menipu) akan menggelisahkan jiwa.”[1]

Dalam lafaz lain disebutkan,

“Kebaikan selalu mendatangkan ketenangan, sedangkan kejelekan selalu mendatangkan kegelisahan.”[2]

 

Dalam hadis lainnya, dari Nawas bin Sam’an, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Kebaikan adalah dengan berakhlak yang mulia. Sedangkan kejelekan (dosa) adalah sesuatu yang menggelisahkan jiwa. Ketika kejelekan tersebut dilakukan, tentu engkau tidak suka hal itu nampak di tengah-tengah manusia.”[3]

 

4. Kurangnya Tawakkal

Tawakkal melibatkan kepercayaan bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah bagian dari rencana Allah dan bahwa Dia akan menyediakan yang terbaik bagi hamba-Nya. Ketika seseorang kurang tawakkal, mereka mungkin merasa terbebani oleh kekhawatiran dan ketidakpastian mengenai masa depan, merasa bahwa mereka harus mengendalikan segala aspek kehidupan mereka sendiri.

Tanpa kepercayaan ini, seseorang mungkin terus-menerus merasa cemas dan khawatir, karena mereka tidak merasakan kedamaian yang datang dari keyakinan bahwa Allah mengurus segala urusan mereka. Kurangnya tawakkal juga bisa membuat seseorang merasa sendirian dalam menghadapi masalah, meningkatkan perasaan stres dan kegelisahan.

 

5. Gangguan Setan

Setan berusaha menjauhkan manusia dari ibadah dan kepercayaan kepada Allah, menyebabkan perasaan cemas dan tidak tenang. Gangguan ini bisa muncul dalam bentuk was-was atau perasaan ragu yang berlebihan terhadap keputusan yang diambil, serta dorongan untuk melakukan dosa.

Untuk melindungi diri dari gangguan setan dan mengurangi kegelisahan hati, Islam menganjurkan memperbanyak zikir, membaca Al Quran, dan menjaga ibadah secara konsisten, serta memohon perlindungan kepada Allah dari godaan setan.

 

6. Tidak Menjaga Salat

Salat lima waktu sehari memberikan ritme dan disiplin yang membantu menenangkan pikiran dan jiwa, serta menjadi waktu untuk merenung dan memohon bimbingan.

Ketika seseorang tidak menjaga salat, mereka kehilangan momen-momen penting ini untuk berkomunikasi dengan Allah dan merasakan kedamaian spiritual. Tanpa salat, beban kehidupan sehari-hari bisa terasa lebih berat dan menimbulkan stres serta kegelisahan.

Ketidakdisiplinan dalam menjalankan salat juga bisa membuat seseorang merasa bersalah atau jauh dari rahmat Allah, yang semakin memperburuk perasaan gelisah. Oleh karena itu, menjaga salat secara konsisten dapat membantu mengurangi kegelisahan hati dan membawa ketenangan serta keberkahan dalam hidup.

 

7. Hati yang Lalai

Hati yang lalai dari mengingat Allah dan sibuk dengan urusan duniawi bisa merasa gelisah. Mengarahkan hati kepada Allah dan mengingat tujuan hidup yang sebenarnya bisa membantu mengatasi rasa gelisah.

 

8. Tidak Bersyukur

Kurangnya rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan oleh Allah bisa membuat hati tidak puas dan gelisah. Mensyukuri setiap nikmat, sekecil apapun, bisa membantu memperoleh ketenangan hati.

 

Penyebab Hati Tidak Enak Menurut Psikologi

(Sumber foto: www.pexels.com)

Perasaan tidak enak atau tidak nyaman secara tiba-tiba bisa disebabkan oleh berbagai faktor psikologis. Berikut adalah beberapa penyebab umum menurut psikologi:

1. Stres

Stres adalah salah satu penyebab utama perasaan tidak enak. Stres bisa berasal dari berbagai sumber, seperti pekerjaan, hubungan, keuangan, atau perubahan besar dalam hidup.

 

2. Kecemasan

Gangguan kecemasan umum, serangan panik, atau kecemasan sosial bisa menyebabkan perasaan tidak enak secara tiba-tiba. Gejala kecemasan termasuk jantung berdebar, keringat dingin, dan perasaan cemas yang tidak jelas penyebabnya.

 

3. Depresi

Perasaan tidak enak juga bisa menjadi gejala depresi. Depresi seringkali disertai dengan perasaan sedih yang mendalam, kehilangan minat pada aktivitas yang biasanya dinikmati, dan perubahan dalam pola tidur dan makan.

Hidup Tenang Tanpa Drama

 

4. Ketidakseimbangan Hormon

Hormon berperan besar dalam mengatur mood. Ketidakseimbangan hormon, seperti yang terjadi selama menstruasi, kehamilan, atau menopause, bisa menyebabkan perubahan mood yang tiba-tiba dan perasaan tidak enak.

 

5. Trauma atau PTSD (Post-Traumatic Stress Disorder)

Kondisi ini melibatkan respons emosional yang intens dan berkelanjutan terhadap pengalaman traumatis. Individu dengan PTSD sering mengalami kilas balik, mimpi buruk, dan pemikiran intrusif tentang peristiwa traumatis, yang semuanya dapat memicu kecemasan dan kegelisahan yang mendalam.

Gejala lain seperti hiper-waspada, kesulitan tidur, dan rasa terputus dari kenyataan juga memperburuk perasaan tidak tenang. Trauma merusak rasa aman dan kontrol, menyebabkan seseorang merasa cemas dan gelisah secara terus-menerus.

 

6. Kurang Tidur

Ketika seseorang tidak mendapatkan tidur yang cukup, otak tidak memiliki waktu yang cukup untuk memproses emosi dan memulihkan diri dari stres harian. Ini dapat meningkatkan produksi hormon stres seperti kortisol, yang memperburuk perasaan cemas dan gelisah.

Selain itu, kurang tidur dapat mengganggu fungsi kognitif, membuat seseorang lebih mudah merasa kewalahan dan sulit mengatasi tekanan. Keletihan fisik dan mental akibat kurang tidur juga membuat individu lebih rentan terhadap perubahan mood dan iritabilitas, yang semuanya berkontribusi pada perasaan hati yang gelisah.

 

7. Kelelahan Mental

Ketika seseorang mengalami kelelahan mental akibat beban kerja yang berlebihan, kurangnya waktu istirahat, atau tuntutan emosional yang tinggi, mereka cenderung merasa kewalahan dan tidak mampu memproses informasi dengan baik.

Hal ini dapat menyebabkan peningkatan kecemasan, kebingungan, dan perasaan tidak tenang. Selain itu, kelelahan mental seringkali disertai dengan gangguan tidur dan penurunan konsentrasi, yang semakin memperburuk perasaan gelisah.

 

8. Pengaruh Lingkungan

Pengaruh lingkungan bisa membuat hati gelisah karena faktor eksternal seperti kebisingan, polusi, keramaian, dan kondisi tempat tinggal yang buruk dapat menimbulkan stres dan ketidaknyamanan.

Lingkungan kerja yang penuh tekanan atau tidak aman juga dapat memicu kecemasan dan rasa gelisah. Selain itu, perubahan lingkungan yang signifikan, seperti pindah rumah atau pekerjaan, dapat menimbulkan rasa tidak pasti dan stres adaptasi. Lingkungan yang negatif atau berubah-ubah ini mengganggu keseimbangan mental dan emosional seseorang, menyebabkan perasaan tidak tenang dan gelisah.

 

9. Perubahan Besar dalam Hidup

Perubahan besar dalam hidup bisa membuat orang gelisah karena perubahan tersebut seringkali membawa ketidakpastian dan tantangan baru yang memerlukan penyesuaian signifikan.

Peristiwa seperti pindah rumah, berganti pekerjaan, pernikahan, perceraian, atau kehilangan orang yang dicintai dapat mengganggu rutinitas dan rasa aman seseorang. Ketidakpastian mengenai masa depan, tanggung jawab baru, dan adaptasi terhadap lingkungan atau peran yang berbeda dapat memicu stres dan kecemasan.

Perubahan besar ini mengharuskan seseorang untuk menyesuaikan diri secara emosional dan mental, yang bisa menguras energi dan meningkatkan perasaan gelisah. Kurangnya dukungan sosial atau coping-mechanism yang memadai juga dapat memperburuk situasi, membuat individu merasa kewalahan dan tidak tenang selama masa transisi ini.

 

10. Kurangnya Dukungan Sosial

Ketika seseorang merasa tidak didukung atau terisolasi secara sosial, mereka mungkin merasa kesepian, tidak dihargai, atau tidak memiliki tempat untuk berbagi beban pikiran dan perasaan.

Ini dapat menyebabkan peningkatan stres, kecemasan, dan ketidakpastian mengenai diri sendiri dan masa depan. Dukungan sosial yang kurang juga dapat mengurangi sumber dukungan praktis atau emosional saat menghadapi tantangan hidup, seperti perubahan besar, konflik interpersonal, atau masalah kesehatan.

 

11. Diet dan Gaya Hidup

Gaya hidup yang kurang aktif atau kurang olahraga juga dapat menyebabkan penumpukan stres dan energi yang tidak terpakai, yang bisa meningkatkan perasaan gelisah.

Kurangnya aktivitas fisik dapat mengganggu pola tidur, menurunkan produksi endorfin yang dapat meningkatkan suasana hati, serta mengurangi kemampuan tubuh untuk mengatasi stres secara efektif.

Kebiasaan buruk seperti merokok, konsumsi alkohol berlebihan, atau penggunaan obat-obatan terlarang juga dapat memperburuk perasaan gelisah dan kecemasan.

 

Itulah hal-hal yang menjadi pemicu perasaan gelisah. Setiap jiwa merasa resah, Grameds bisa merefleksi apakah ada masalah kesehatan fisik maupun mental yang menyertai. Jika hati tetap merasa tak nyaman, Grameds bisa mendekatkan diri kepada Allah agar hati menjadi tentram. Kamu bisa membaca buku pengembangan diri di Gramedia.com agar hidup menjadi tenang tanpa rasa was-was.

 



Live Apakah Anda berminat jika disediakan fasilitas baca buku sepuasnya di Gramedia ?
  • Ya, tentu saja!
    92% 92% 1.3k / 1.4k
  • Tidak
    7% 7% 105 / 1.4k


ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Felice