in

Review Novel Diskoneksi Karya Into The Light

Rating: 3.80

 

Grameds pasti pernah mendengar tentang kasus-kasus bunuh diri di berita atau cerita di buku dan film. Atau, mungkin kamu juga mempunyai pengalaman, orang di sekitarmu memiliki keinginan untuk mengakhiri hidupnya sendiri. Jika dalam keadaan tersebut, apa yang harus kita lakukan sebagai teman atau kerabatnya?

Diskoneksi

button cek gramedia com

Novel berjudul Diskoneksi karya Into The Light ini diterbitkan oleh Elex Media Komputindo pada tanggal 19 Januari 2023. Novel setebal 176 halaman ini merupakan novel yang mengangkat isu kesehatan mental, yakni pencegahan bunuh diri. Novel Diskoneksi ini ditulis oleh Into The Light Indonesia (ITL), yang merupakan komunitas pencegahan bunuh diri, dan berkolaborasi dengan Awi Chin dan Yuu Sasih.

Buku Diskoneksi yang satu ini ditulis berdasarkan kisah nyata para penyintas bunuh diri yang identitasnya disamarkan. Jadi, buku Diskoneksi ini tak sepenuhnya fiksi dalam arti latar belakang ceritanya. Sebelum menelusuri lebih lanjut tentang buku ini, Gramin telah menyiapkan beberapa info, mulai dari profil penulisnya, ulasan, dan juga pesan moralnya. Ayo baca ulasan ini sampai selesai ya!

Profil Into The Light – Penulis Novel Diskoneksi

Into The Light

Into The Light Indonesia adalah sebuah komunitas pemuda yang berfokus sebagai pusat advokasi, penelitian, dan pendidikan terkait pencegahan bunuh diri dan masalah kesehatan mental di Indonesia. Komunitas ini didirikan oleh Benny Prawira pada tahun 2013 dengan tujuan meningkatkan kesadaran orang-orang tentang bunuh diri, khususnya di Indonesia.

Setelah mengetahui tingginya angka bunuh diri di Indonesia pada tahun 2012, Benny Prawira Siauw bersama empat temannya membentuk panitia ad-hoc untuk memperingati Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia 2013 dengan nama “Into The Light”. Panitia ini kemudian berkembang menjadi sebuah komunitas yang berfokus pada pencegahan bunuh diri di kalangan remaja dan kelompok masyarakat.

Salah satu program utama komunitas ini adalah penelitian terkait bunuh diri di Indonesia, mengingat terbatasnya penelitian yang ada mengenai topik ini di Indonesia. Into The Light Indonesia dikenal sebagai salah satu komunitas atau LSM kesehatan mental yang terkenal di Indonesia, Into The Light juga mendapatkan dukungan dari Kementerian Kesehatan Indonesia, LBH Pers, dan Aliansi Jurnalis Independen Indonesia.

Pada tahun 2017, komunitas ini membuka layanan konseling untuk orang-orang yang memiliki pemikiran untuk melakukan bunuh diri dengan cara mengirimkan email untuk mendapatkan bantuan. Namun, layanan ini ditutup pada April 2018 dan masih tetap ditutup hingga saat ini. Pada tahun 2018, komunitas ini meluncurkan podcast Diskusi Psikologi (Disko) yang bekerja sama dengan Kantor Berita Radio (KBR) untuk membahas isu-isu kesehatan mental dalam bahasa Indonesia.

Awi Chin

Agung Wijayanto, lahir di Jakarta pada 12 November 1991, ia merupakan seorang penyintas asma yang mengalami obesitas sejak kecil dan juga penyintas kerusuhan pada tahun 1998. Ia mengambil program studi teknik informatika di Universitas Tanjungpura.

Di Balik Pena: dr. Andreas Kurniawan Berbagi Tutorial Melalui Duka dan Mencuci Piring

Film animasi pendek stop motionnya yang berjudul Orca telah mewakili Indonesia di berbagai negara seperti India, Bangladesh, Turki, dan Inggris. Selain itu, animasi pendek ini juga mewakili Universitas Tanjungpura dalam Pagelaran Mahasiswa Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (Gemastik 2014) di Universitas Gajah Mada dalam bidang animasi budaya lokal. Pada tahun 2013, naskah film pendek yang ia tulis terpilih dalam program pendanaan film pendek di Festival Film Solo 2013.

Awi Chin ditunjuk untuk mewakili Indonesia dalam kontes model internasional Mister Model of the World 2018, di mana ia meraih gelar Mister Model of the Earth dan penghargaan Best National Costume.

Novel debutnya yang berjudul Yang Tak Kunjung Usai diterbitkan pada tahun 2020 oleh Comma Books dan Kepustakaan Populer Gramedia (Penerbit KPG). Pada tahun yang sama, ia memenangkan lomba cerita pendek bertajuk #NulisDariRumah yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, cerpennya yang berjudul Niskala Nakula dibukukan menjadi antologi cerpen di Pesan Penyintas Siang. Cerpen lainnya, Petilan Cinta Nehemia yang Bunuh Diri di Tangga Surga, masuk ke dalam jajaran sepuluh besar dalam lomba #RetasBudaya yang diadakan oleh Goethe House, Glam Institute, dan Gramedia Writing Project.

Sinopsis Novel Diskoneksi

Diskoneksi

button cek gramedia com

Atma merasa hidupnya tidak berjalan dengan semestinya. Kuliahnya terhambat sehingga ia harus menyelesaikan skripsi di semester sembilan, hal ini menyebabkan beasiswanya terhenti. Ia diputuskan oleh pacarnya yang melanjutkan kuliah di London, dan sahabatnya sudah pindah ke Australia. Merasa kesepian, Atma akhirnya bekerja sambilan sebagai penyiar radio. Namun, ada malam-malam di mana telepon radio berdering, dan Atma mulai menerima panggilan dari orang-orang yang merasa terpuruk dan ingin mengakhiri hidupnya.

Melalui masa lalu Atma dan cerita-cerita dari orang-orang asing ini, pembaca diajak untuk sejenak terlepas dari kehidupan kita sebelum melanjutkan langkah. Diskoneksi adalah kumpulan cerita berdasarkan kisah nyata dari para penyintas bunuh diri. Ditulis oleh Awi Chin, novel ini bekerja sama dengan Into the Light Indonesia dan Yuu Sasih. Bersama-sama, mari kita hapus stigma, peduli sesama, dan sayangi jiwa.

Kelebihan dan Kekurangan Novel Diskoneksi

Diskoneksi

button cek gramedia com

Pros & Cons

Pros
  • Berdasarkan kisah nyata.
  • Hasil kolaborasi antara penulis terkenal.
  • Meningkatkan literasi pembaca tentang kesehatan mental.
  • Memberikan perspektif baru.
  • Ditulis berdasarkan perspektif penyintas.
Cons
  • Kurang nyaman untuk dibaca bagi beberapa pembaca.
  • Penggunaan kata yang kurang konsisten.

Kelebihan Novel Diskoneksi

Diskoneksi

button cek gramedia com

Buku Diskoneksi karya Into The Light memiliki sejumlah kelebihan yang membuatnya menjadi buku best seller yang sangat direkomendasikan. Pertama, novel ini didasarkan pada kisah nyata yang berasal dari penelitian Into The Light Indonesia (ITL), sehingga memberikan otentisitas dan kedalaman pada ceritanya. Kolaborasi antara Awi Chin dan Yuu Sasih, dua penulis buku fiksi best seller, membuat buku ini dipastikan adalah buku yang berkualitas.

Gaya penulisan yang mudah dipahami dan dipadu dengan alur yang baik, membuat para pembaca dapat dengan mudah menelusuri kisah-kisah para penyintas. Karakter yang dibangun dalam narasi cerita ini juga dinilai kuat, sehingga semakin mendukung keseluruhan kisah ini.

Buku Diskoneksi ini juga berkontribusi dalam meningkatkan literasi kesehatan mental untuk para pembaca dengan memberikan panduan nyata tentang cara menjadi teman yang dapat mendukung mereka yang terkena masalah mental, tanpa perlu latar belakang psikologi. Diceritakan dari sudut pandang penyintas, buku Diskoneksi ini dapat memberikan hubungan emosional yang terasa nyata untuk pembaca karena didasarkan pada cerita asli.

Kekurangan Novel Diskoneksi

Diskoneksi

button cek gramedia com

Novel Diskoneksi karya Into The Light memiliki beberapa kekurangan yang patut diperhatikan. Cerita yang didasarkan pada pengalaman asli para penyintas bunuh diri dapat membuat beberapa pembaca merasa tidak nyaman. Penggambaran yang sangat realistis mengenai perjuangan mental dan emosional para tokoh dapat memicu perasaan tidak nyaman atau bahkan ingatan traumatis bagi sebagian orang. Ini adalah tantangan yang dihadapi oleh buku-buku yang mengangkat isu sensitif dan nyata, di mana upaya menjaga keaslian cerita bisa berimbas pada pengalaman membaca yang intens.

Selain itu, pembaca menemukan ketidakkonsistenan dalam pemilihan kata yang digunakan di buku ini. Hal ini mungkin disebabkan oleh fokus penulis untuk mempertahankan keaslian cerita dari para narasumber. Dalam upaya menjaga orisinalitas dan kejujuran dalam penyampaian kisah, penulis memilih untuk tidak mengubah monolog para tokoh saat mereka menceritakan masalah mereka. Meskipun pendekatan ini memberikan suara autentik kepada para penyintas, gaya penulisan yang tidak konsisten bisa mengganggu alur cerita dan keterlibatan pembaca.

Pesan Moral Novel Diskoneksi

Diskoneksi

button cek gramedia com

Buku Diskoneksi ini memberikan pembelajaran mengenai pentingnya kesehatan mental dan peran kita sebagai pendengar. Respon kita sebagai pendengar sangatlah penting, begitu juga cara kita berkomunikasi dengan orang-orang di sekitar kita, terutama kepada mereka yang sedang terkenal masalah dan penyakit mental. Selain itu buku ini juga mengingatkan bahwa setiap penolong juga butuh ditolong dan setiap pendengar juga butuh didengar.

Oleh karena itu memahami kebutuhan diri sendiri dan mengkomunikasikannya kepada orang-orang yang kita sayangi adalah hal yang harus dilakukan. Terakhir, buku Diskoneksi ini mengajak pembaca untuk berhenti sejenak, merenungi dan menyadari bahwa diluar sana banyak orang yang sedang mengalami kesulitan, oleh karena itu kita harus selalu bersyukur terhadap apapun yang kita miliki meskipun itu adalah hal yang kecil. Yang paling penting adalah, buku Diskoneksi ini mengajak kita untuk selalu peduli terhadap orang di sekitar kita.

Bagi Grameds yang ingin membaca buku Diskoneksi karya Into The Light, kalian bisa dapatkan hanya di Gramedia.com ya! Gramin juga sudah menyiapkan buku-buku rekomendasi lainnya di bawah ini, lho. Yuk langsung saja dapatkan buku-buku terbaik hanya di Gramedia.com! Sebagai #SahabatTanpaBatas, kami selalu siap memberikan informasi dan produk terbaik untuk kamu.

Penulis: Gabriel

 

Rekomendasi Buku

Sesekali Boleh Egois Buat Diri Sendiri

Sesekali Boleh Egois Buat Diri Sendiri

button cek gramedia com

“Sesekali Boleh Egois Buat Diri Sendiri” adalah sebuah buku pencerahan dan refleksi diri yang mengajak pembaca untuk menjalani kehidupan dengan lebih berani dan autentik. Buku ini ditulis dengan sentuhan yang penuh inspirasi dan memberikan pandangan baru tentang pentingnya merawat diri dan menghargai diri sendiri di tengah kesibukan dan tuntutan hidup sehari-hari.

Buku ini memotivasi pembaca untuk memberikan waktu dan perhatian pada diri sendiri, merayakan kemandirian dan kekuatan pribadi, serta mengambil waktu untuk merenung dan mengejar passion dan impian kita. Dengan cara ini, kita dapat menemukan keseimbangan dalam hidup, menjalani hubungan yang lebih sehat dengan orang lain, dan merasa lebih bahagia dengan diri kita sendiri.

Sesungguhnya Kita Perlu Mengambil Jeda

Sesungguhnya Kita Perlu Mengambil Jeda

button cek gramedia com

Jeda memang bukan hanya berhubungan dengan waktu saja. Jeda juga memiliki korelasi dengan kontrol diri yang mana jika kita sungguh-sungguh memanfaatkan waktu jeda maka pembawaan diri menjadi lebih tenang dan tidak pernah membanding-bandingkan dengan orang lain. Jeda juga akan menyadarkan kita bahwa semua luka yang kita miliki pasti akan mereda, semua badai akan menemui usai, semua permasalahan akan menemukan solusinya, semua kerja keras yang kita lakukan akan terbayar lunas.

“Karena tanpa jeda kita tidak akan bisa memahami arti dan makna dari setiap apa yang terjadi dalam hidup ini. Bagiku, jeda bukan hanya sekadar istirahat, berhenti,ruang, jarak, atau spasi. Lebih dari itu jeda adalah; arti. Sesederhana, tanpa jeda tulisan ini tidak akan bisa terbaca, tanpa jeda kata-kata ini tidak akan berarti apa-apa.”

—Mela (Guru dan Mahasiswa), Yogyakarta.

I Am Insecure

I Am Insecure

button cek gramedia com

I Am Insecure : Sebuah Buku Untuk Dirusak Ketika Kamu Mengalami Serangan Insecurity

Hai gaes,

Apa kabar kamu-kamu yang insecure pagi dan sore.

Sudah insecure belum nich hari ini?

Bukankah katanya gak lengkap kalau sehari belum

dua belas kali insecure? I know, right?

But, tenang…

Buku yang kamu pegang may help you.

So, apa pun harimu warnanya, bukalah buku ini

dan having fun with it! Kamu bisa rusak dan

kubur buku ini jika perlu.

Semoga kamu jadi lebih tenang dan mindful.

XOXO!

 

Sumber:

  • https://en.wikipedia.org/wiki/Into_The_Light_Indonesia
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Awi_Chin
  • https://www.goodreads.com/book/show/86547274-diskoneksi?from_choice=false&from_home_module=false

Written by Gabriela

Hai, saya Gabriel. Saya mengenal dunia tulis menulis sejak kecil, dan saya tahu tidak akan pernah lepas dari itu. Sebab, segala informasi yang kita dapat setiap hari, salah satunya berbentuk tulisan. Sebuah kebanggaan tersendiri bagi saya untuk bisa turut memberikan informasi melalui tulisan saya.

Membuat karya tulis akan selalu menyenangkan bagi saya, karena saya bisa terus belajar melalui kata-kata. Setiap kali menulis, saya akan terlebih dahulu membaca sumber untuk memperoleh informasi yang tepat. Keseluruhan proses merangkai kata tersebut adalah proses pembelajaran yang tak berkesudahan.

Saya suka menulis review buku, karena setiap buku menyajikan dunia yang baru dan memberikan banyak pengetahuan baru. Saya juga suka menulis tentang dunia kuliner dan trivia, karena ada banyak fakta unik, tips, dan juga trik yang bisa saya coba praktikkan.

Keahlian
Review buku
Kuliner
Trivia

Pendidikan
Universitas Multimedia Nusantara

Linkedin: Gabriela Estefania
Instagram: @gaby_tandean