in

Review Buku The Night Mark Karya Tiffany Reisz

Rating 4/5

 

Grameds novel dengan genre romance tentu pasti akan memiliki cerita dengan ciri khas dari pasangan tersebut dan cerita uniknya. Begitu juga dengan novel  The Night Mark, novel ini menggabungkan dari berbagai genre mulai dari romance, fiksi sejarah dan juga sedikit fantasi. Sang Penulis Tiffany Reisz berhasil membuat cerita yang dalam dan penuh emosi serta rsa cinta yang besar. Melalui perjalanan waktu ke masa lalu, novel The Night Mark tidak hanya membahas cinta namun juga keajaiban yang lebih besar daripada cinta.

The Night Mark

button cek gramedia com

Novel ini terasa sangat indah dan penuh perasaan karena Tiffany terinspirasi dari kisah nyata Florence Martus dari Savannah yang merupakan adik penjaga mercusuar. Artikel di bawah ini akan membahas mengenai ulasan singkat dari novel The Night Mark beserta kelebihan dan kekurangan dari novel The Night Mark.

Sinopsis Novel The Night Mark

Novel The Night Mark ini menceritakan seorang wanita bernama Faye Barlow yang sangat menyukai apapun di masa lalu. Ia menonton film lama, membaca buku yang ditulis sebelum tahun 1950, mendengarkan lagu Frank Sinatra dan Ethel Merman. Apapun mengenai masa lampau dia sangat menyukainya.

The Night Mark

button cek gramedia com

Setelah suaminya Will meninggal, Faye dinikahi sahabat suaminya Hagen. Pernikahan itu tidak bahagia, Hagen merasa menikahi Faye adalah tanggung jawabnya karena persahabatannya dengan Will. Pada suatu hari, teman Faye, Richard menawarkan Faye pekerjaan di Beaufort, yaitu memotret  untuk kalender penggalangan dana tahunan suatu komunitas.

Awalnya Faye adalah seorang fotografer, tetapi meninggalkan hobinya itu karena menikah dengan Hagen yang memang tampan dan kaya. Faye merasa inilah saatnya dia menjadi dirinya sendiri. Pernikahannya tidak bahagia karena dia merasa seperti kehilangan jati dirinya.

Faye akhirnya berangkat ke kota Beaufort dan sesampainya di kota tujuannya, Faye menyewa sebuah kamar di rumah yang pemiliknya bernama Lizzie. Miss Lizzie adalah seorang wanita tua berkulit hitam, dia menceritakan kepada Lizzie tentang sebuah mercusuar yang ada di kawasan tersebut.

Mercusuar itu berada di Pulau Bride Island. Mercusuar itu menarik perhatian Faye, dan dari sanalah dimulai petualangan Faye ke masa lalu. Saat mencari tahu tentang mercusuar di pencarian Google di Perpustakaan Daerah Beaufort, Faye mendapati sebuah foto yang didalamnya terdapat wajah pria  yang pernah dicintainya, Will.

Saat faye bertanya kepada resepsionis perpustakaan siapa wanita tersebut, resepsionis itu menjawab itu adalah lukisan Lady of The Light. Untuk pertanyaan lebih lanjut resepsionis tersebut mengarahkan kepada pendeta di daerah itu karena pendeta tersebutlah pelukis lukisan tersebut. Akhirnya Faye pergi menjumpai pendeta tersebut.

Pater Cahill menceritakan tentang lukisannya dan asal mula adanya mercusuar. Dengan diceritakannya mercusuar tersebut bertambah rasa penasaran Faye akan mercusuar tersebut, karena foto dan lukisan yang ia lihat di perpustakaan merupakan foto dan lukisan penjaga mercusuar dan anaknya.

Keesokan harinya Faye langsung menuju ke mercusuar tersebut. Setelah beberapa saat Faye berkeliling, tiba- tiba Faye terseret ke masa lalu yaitu pada tahun 1921. Semua yang dilihat Faye adalah sesuatu hal yang ada di masa lalu, perabotan, keadaan dan suasana saat itu. Saat itulah ia berjumpa dengan seseorang yang mirip dengan suaminya.

Di Balik Pena: dr. Andreas Kurniawan Berbagi Tutorial Melalui Duka dan Mencuci Piring

Ternyata orang tersebut adalah penjaga mercusuar pada masa itu. Banyak hal yang terjadi saat Faye berada di tahun 1921.Ketika menyadari akan cintanya berada di tahun 1921, ia pun berusaha untuk kembali ke tahun tersebut. Akankah Faye berjodoh dengan Will suaminya kembali atau penjaga mercusuar yang mirip suaminya.

Profil Penulis Buku The Night Mark

Penulis buku The Night Mark ini adalah Tiffany Reisz merupakan seorang penulis asal Amerika tepatnya Owensboro, Kentucky. Dia terkenal karena serial erotika Original Sinners dan dia telah memenangkan Penghargaan RITA dan Penghargaan Sastra Lambda.

Reisz memeluk agama Katolik dan tinggal di Louisville, Kentucky bersama suaminya yang juga seorang novelis Andrew Shaffer. Reisz bersekolah di Asbury Theological Seminary dan Center College dengan gelar BA dalam Bahasa Inggris. Karir menulisnya saat menjadi mahasiswa di Wilmore, Seminari Teologi Asbury di Kentucky. Setelah meninggalkan seminari untuk fokus pada fiksinya, dia menulis The Siren , yang telah terjual lebih dari setengah juta kopi di seluruh dunia.

Perjalanan karir Reisz sendiri mulai karena ia ia menulis seri Original Sinners yang diterbitkan oleh perusahaan Harlequin, Mira Books. Jika kamu tertarik dengan penulis Tiffany Reisz kamu bisa mengunjungi media sosialnya yaitu instagram @tiffany_reisz. Kamu juga bisa mengunjungi website di TiffanyReisz.com untuk bertemu Reisz secara online.

Kelebihan dan Kekurangan Buku The Night Mark

The Night Mark

button cek gramedia com

Pros & Cons

Pros
  • Alur cerita yang mudah dipahami dan tidak dapat ditebak
  • Cerita yang digambarkan dengan indah membuat pembaca ikut merasakan masuk ke dalam cerita
  • Pemilihan kata-kata yang romantis membuat buku ini semakin mengharukan
  • Tidak berfokus pada sejarah yang begitu intens
  • Termasuk buku terjemahan dengan hasil terjemahan yang mudah dipahami
  • pembaca dapat merasakan banyaknya emosi yang dihadirkan pada cerita buku ini.
Cons
  • Diperuntukan untuk pembaca yang berusia 21 tahun keatas 

Kelebihan Buku The Night Mark

The Night Mark

button cek gramedia com

Alur cerita buku The Night Mark ini sangat mudah dipahami oleh pembaca meski menggunakan konsep penjelajahan waktu yang membuat alurnya menjadi maju mundur namun penulis berhasil menceritakan perjalanan waktu ini dengan indah dan hangat. Alur ceritanya memang ada 2 yaitu maju dan mundur ketika Faye melanjutkan hidupnya di dunia saat ini dan ketika ia harus menjalani hidupnya di tahun 1921.

Cerita dalam buku The Night Mark ini digambarkan begitu indah oleh penulis. Cerita yang indah ini dilihat dari perjalanan waktu yang menegangkan dan mengharukan, terasa tidak mungkin terjadi namun rasanya penulis seperti menceritakan cerita yang mungkin terjadi. Dengan penulisan cerita Tiffany, pembaca akan terasa seperti berada di dalam cerita dan ikut bersama Faye melintasi perjalanan waktu.

Buku The Night Mark ini semakin terasa romantis dengan pemilihan kata dan cara penulisan yang sangat puitis. Alur ceritanya sudah romantis namun dengan pemilihan kata-kata ini maka dunia yang diciptakan semakin lengkap. Romansa masa lalu dan masa kini akan menarik hati pembaca sehingga dapat merasakan bahwa mencintai dan kehilangan adalah kedua hal yang terhubung. Moment ini lah yang akan membuat kamu terharu berlinang air mata dan Tiffany berhasil mewujudkannya.

Selain itu grameds, meski buku The Night Mark ini juga termasuk dalam genre fiksi sejarah namun bagi kamu yang tidak menyukai sejarah tidak perlu khawatir karena Tiffany menulis buku ini bukan berfokus pada aspek sejarahnya melainkan pada setiap orang dan juga karakter dari masing-masing tokoh.

Buku The Night Mark ini merupakan buku terjemahan yang diterbitkan oleh Elex Media Komputindo pada tahun 2022. Meski merupakan novel terjemahan namun terjemahan yang digunakan sangat mudah dipahami. Biasanya terjemahan akan kaku mengikuti bahasa awalnya namun novel ini diterjemahkan dengan baik agar pembacanya juga tidak bingung ketika memahami isi ceritanya.

Kelebihan lain buku The Night Mark ini adalah buku ini mampu memberikan setiap emosi pada pembaca mulai dari rasa haru, bahagia, tertawa, sesak dan juga kekesalan. Pembaca akan merasa terharu ketika tragedi yang membuat Faye kehilangan semangat hidup, namun juga pembaca akan merasakan tawa ketika menemukan teman dari diri pensiunan pendeta yang suka melukis dan menggoda.

Kekurangan Buku The Night Mark

The Night Mark

button cek gramedia com

Buku The Night Mark memiliki beberapa kekurangan, salah satunya adalah adanya adegan yang kurang pantas dibaca oleh remaja. Dalam cerita tersebut, terdapat adegan-adegan sensitif seperti aborsi dan pemerkosaan, yang mungkin tidak sesuai untuk pembaca yang masih berada di usia remaja. Konten semacam ini bisa memberikan dampak psikologis yang negatif atau memicu reaksi emosional yang kuat, sehingga sangat penting untuk mempertimbangkan usia dan kematangan emosional pembaca sebelum memutuskan untuk membaca buku The Night Mark ini.

Namun, perlu dicatat bahwa The Night Mark memang ditujukan untuk pembaca dewasa, khususnya mereka yang berusia 21 tahun ke atas. Buku ini dirancang untuk audiens yang lebih matang yang dapat memahami dan menangani tema-tema kompleks dan berat yang disajikan dalam cerita. Dengan demikian, pembaca yang lebih dewasa diharapkan memiliki kemampuan untuk menganalisis dan memproses konten tersebut dengan bijaksana. Selain itu, meskipun ada adegan yang kontroversial, buku The Night Mark ini tetap menawarkan alur cerita yang menarik dan mendalam yang dapat memberikan pengalaman membaca yang berharga bagi mereka yang siap dan cukup dewasa untuk menghadapinya.

Penutup

The Night Mark

button cek gramedia com

Grameds, buku The Night Mark ini cocok untuk kamu yang menyukai cerita romance namun dipadukan dengan fantasi dan juga sejarah. Kisah romantis Faye dan Wil diceritakan begitu indah dengan latar kota Carolina dan juga mercusuar nya. Selain itu adanya perjalanan waktu ke masa lalu membuat buku ini berbeda dengan buku romansa yang lain.

Jika Grameds tertarik membaca buku The Night Mark ini, Grameds bisa mendapatkannya di Gramedia.com atau toko buku Gramedia terdekat di kotamu. Gramedia senantiasa menjadi #SahabatTanpaBatas untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku yang berkualitas dan original agar Grameds memiliki informasi #LebihDenganMembaca

Penulis: Devina

 

Rekomendasi Buku Terkait

The Siren

The Siren

button cek gramedia com

Nora Sutherlin, seorang penulis novel terkenal yang karya-karyanya selalu masuk daftar penjualan terbaik. Dia yakin naskah terakhir yang sedang dia tulis akan melampaui semua karyanya sebelumnya. Naskah itu begitu serius dan personal, dan harus diperlakukan secara istimewa. Zachary Easton, seorang editor keras kepala dan bertangan dingin, menganggap naskah Nora hanyalah kelas teri. Zach bersedia menyunting naskah itu hanya jika ceritanya ditulis ulang sesuai standarnya. Nora sepenuhnya menyetujui itu, dan sepenuhnya meyakinkan Zach bahwa yang dia tulis bukanlah sekadar cerita, melainkan kisah yang nyata.

The Lucky Ones

The Lucky Ones

button cek gramedia com

Tujuh anak—beberapa anak yatim piatu, beberapa anak terlantar—dijuluki “Yang Beruntung” karena mereka dipilih oleh seorang dokter bedah otak yang sangat dermawan, dr. Capello, untuk tinggal di The Dragon, rumah indah di tepi pantai milik sang dokter, dan menjalani kehidupan yang nyaman. Allison si bungsu begitu bahagia karena kini dia mendapat keluarga baru yang menyayanginya … sampai pada suatu malam dia nyaris terbunuh sehingga dia langsung dibawa pergi oleh kerabatnya sejauh mungkin dari The Dragon dan tak pernah kembali. Kini, tiga belas tahun kemudian, Allison menerima kabar dari Roland, anak sulung dr. Capello, bahwa sang dokter sakit keras dan mungkin waktunya tidak lama lagi. Allison pun memutuskan untuk mengunjungi The Dragon. Dia bertekad untuk mengungkap apa yang sesungguhnya terjadi pada malam nahas itu. Apakah perisitiwa yang menimpanya hanya sebuah kecelakaan atau ada seseorang dalam keluarga Capello yang berniat membunuh dirinya? Namun, menggali masa lalu membuat Allison menemukan rahasia-rahasia gelap tentang keluarga yang dulu dicintainya tetapi tidak pernah benar-benar dia kenali.

The Angel

The Angel

button cek gramedia com

Ada yang bertekad membongkar rahasia kehidupan kekasihnya, maka Nora Sutherlin pun melakukan hal yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya: bersembunyi. Dan yang harus dilakukannya dalam persembunyian adalah sesuatu yang amat penting: menemani sesosok manusia seindah malaikat. Di tengah kerinduannya kepada sang kekasih, hati Nora tetap saja tersiksa meskipun tahu mereka bisa tetap bersama. Namun ada satu hal yang dia tahu pasti: cinta itu menyakitkan.

 

Written by Devina

Hai aku devina, bagi ku menulis adalah hal yang menarik untuk aku jalani. Dengan menulis aku bisa mengetahui banyak hal dan informasi yang tidak pernah aku tahu sebelumnya. Menulis juga membuatku bisa bercerita tentang banyak hal yang unik.

Kontak media sosial Instagram saya Christin Devina