in ,

Cara Memesan Minuman di Starbucks

Halo Grameds! Gramin hadir kembali dengan panduan seru yang pastinya akan bermanfaat, terutama untuk kalian yang suka ngopi atau baru mau coba-coba ngopi di Starbucks. Buat kalian yang baru pertama kali atau masih merasa bingung saat berada di depan barista, jangan khawatir! Artikel ini akan memberikan panduan lengkap dan mudah diikuti, agar pengalaman memesan minuman favorit kalian di Starbucks jadi lebih menyenangkan dan lancar. Yuk, simak langkah-langkahnya bersama Gramin!

Kalian pasti sudah tidak asing lagi dengan Starbucks, bukan? Starbucks adalah salah satu jaringan kedai kopi terbesar dan paling terkenal di dunia. Didirikan pada tahun 1971 di Seattle, Amerika Serikat, Starbucks kini telah menyebar ke berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia.

Dengan suasana yang nyaman, pelayanan ramah, dan beragam pilihan minuman serta makanan yang menggugah selera, Starbucks telah menjadi tempat favorit bagi banyak orang untuk bersantai, bekerja, atau sekadar menghabiskan waktu bersama teman.

Tidak bisa dipungkiri, popularitas Starbucks begitu meroket di kalangan masyarakat, khususnya di kota-kota besar. Bagi banyak orang, meminum kopi dari Starbucks sudah menjadi bagian dari gaya hidup.

Gerai Starbucks selalu ramai dikunjungi oleh berbagai kalangan, mulai dari pelajar, pekerja kantoran, hingga para pebisnis. Hal ini tidak hanya karena kualitas minuman dan makanan yang disajikan, tetapi juga karena pengalaman keseluruhan yang ditawarkan oleh Starbucks.

Selain itu, Starbucks juga dikenal dengan inovasi minuman dan makanan yang selalu mengikuti tren dan selera konsumen. Mereka tidak hanya menyajikan kopi, tetapi juga berbagai jenis teh, minuman blended, hingga kudapan yang lezat. Tidak heran jika Starbucks selalu menjadi pilihan utama bagi mereka yang mencari tempat yang cozy untuk menikmati secangkir kopi atau teh.

Namun, bagi Grameds yang baru pertama kali atau masih merasa canggung ketika ingin memesan di Starbucks, artikel ini hadir untuk memberikan panduan lengkap dan mudah diikuti. Dengan mengetahui cara memesan yang benar, pengalaman kalian di Starbucks akan menjadi lebih menyenangkan dan bebas dari rasa khawatir. Yuk, kita simak langkah-langkah selanjutnya bersama Gramin!

Sisi Kopi - Menciptakan Kopi Bercita Rasa Tinggi

Minuman kopi merupakan salah satu minuman yang diminati oleh sebagian orang. Kopi dengan karakter keunikan masing-masing banyak beredar di pasaran, seperti kopi Arabika, Robusta, Liberika, dan Excelsa. Pada kedai kopi, terlihat deretan kemasan kopi yang berbeda-beda menurut identitas kopi itu berasal. Kopi memiliki beberapa sisi yang menarik untuk diketahui, seperti pengaruhnya kesehatan untuk tubuh manusia; pola gaya hidup dalam menikmati kopi; penyajian kopi, seperti pembuatan minuman single origin, espresso, dan cappuccino; tip-tip membuka usaha kopi sederhana; cara mengenalkan kopi bagi orang yang pada awalnya tidak suka dengan minuman kopi; cara memilih kualitas kopi yang baik; hingga pengenalan keterangan pada identitas kemasan kopi. Semua itu akan dibahas di buku ini.

 

Langkah-langkah Memesan di Starbucks

(Sumber foto: www.pexels.com)

Berikut ini adalah langkah-langkah Memesan di Starbucks.

1. Mengantre di Barisan Pesanan

Langkah pertama saat tiba di Starbucks adalah mengantre di barisan pesanan. Pastikan kamu berdiri di antrean yang benar dan sabar menunggu giliran. Biasanya, akan ada tanda atau jalur khusus untuk antrean, jadi perhatikan dengan baik.

 

2. Berinteraksi dengan Barista

Setelah tiba giliranmu, saatnya berinteraksi dengan barista. Berikut adalah beberapa hal yang perlu kamu sampaikan:

1) Menyebutkan Minuman dan Ukuran

Sebutkan minuman yang kamu inginkan beserta ukurannya. Starbucks memiliki tiga ukuran utama, yaitu Tall (kecil), Grande (sedang), dan Venti (besar). Misalnya, “Saya mau pesan Caramel Macchiato ukuran Grande.”

2) Menambahkan Kustomisasi (Opsional)

Jika kamu ingin menambahkan kustomisasi pada minumanmu, berikut beberapa pilihan yang bisa kamu pertimbangkan:

  • Pilihan Susu

Kamu bisa memilih jenis susu sesuai preferensi, seperti susu almond, soya, atau oat milk. Misalnya, “Saya mau pakai susu almond.”

  • Tambahan Sirup atau Rasa

Tambahkan sirup atau rasa untuk memberikan cita rasa yang lebih unik. Pilihan yang umum termasuk vanilla, karamel, atau hazelnut. Misalnya, “Tolong tambahkan sirup vanilla.”

  • Meminta Suhu Tertentu untuk Minuman Panas

Jika kamu ingin minuman panasmu disajikan dengan suhu tertentu, jangan ragu untuk meminta. Misalnya, “Bisa dibuat tidak terlalu panas?”

 

3) Memesan Makanan (Jika Diperlukan)

Selain minuman, kamu juga bisa memesan makanan. Berikut beberapa pilihan yang bisa kamu pertimbangkan:

  • Pilihan Roti, Kue, atau Makanan Ringan Lainnya

Starbucks menawarkan berbagai macam roti, kue, dan makanan ringan yang bisa kamu nikmati bersama minumanmu. Misalnya, “Saya mau pesan croissant coklat.”

 

4) Menyelesaikan Pembayaran

Setelah semua pesanan dicatat, saatnya menyelesaikan pembayaran. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Menggunakan Metode Pembayaran yang Sudah Disiapkan

Kamu bisa membayar menggunakan uang tunai, kartu kredit/debit, atau melalui aplikasi Starbucks yang sudah diisi saldo sebelumnya. Misalnya, “Saya bayar pakai kartu debit.”

  • Menunjukkan Kartu Keanggotaan Starbucks (Jika Ada) untuk Mendapatkan Poin

Jika kamu memiliki kartu keanggotaan Starbucks, jangan lupa untuk menunjukkan kartu tersebut untuk mendapatkan poin loyalitas yang bisa ditukarkan dengan berbagai keuntungan di kemudian hari. Misalnya, “Ini kartu keanggotaan saya.”

 

3. Menunggu Pesanan

Setelah membayar, kamu akan diminta menunggu di area yang ditentukan. Biasanya ada area khusus tempat pelanggan menunggu pesanan mereka disiapkan.

Perhatikan dan dengarkan barista yang akan memanggil nama atau jenis minuman yang kamu pesan. Pastikan kamu mendekat saat mendengar pesananmu dipanggil.

 

4. Mengambil Pesanan Saat Dipanggil

Terakhir, ambil pesananmu saat dipanggil dan nikmati minuman serta makanan yang sudah kamu pesan. Jangan lupa untuk memeriksa apakah semua kustomisasi yang kamu minta sudah sesuai.

 

Home Brewing Coffee

Pernahkah Anda merasakan meracik kopi sendiri di rumah dengan berbagai alat dan eksperimen baru? Rasa yang terlalu over, kurang pas, atau bahkan hambar, merupakan risiko yang akan Anda terima ketika baru memulai membuat sajian kopi sendiri di rumah. Namun, hal tersebut sangat wajar akan dialami oleh siapa pun. Sebab, sekaliber barista juara pun pasti pernah merasakan kegagalan sebelum memperoleh sajian yang enak dan dapat dinikmati oleh semua orang.

Buku Home Brewing Coffee karya Teguh Priambodo ini hadir untuk memberikan tips dan trik kepada Anda dalam membuat sajian kopi sendiri di rumah. Buku ini ditulis berdasarkan pengalaman dan pengetahuan penulis tentang cara membuat sajian kopi yang praktis, sederhana, dan murah, dengan tetap menghasilkan sajian kopi yang enak. Selain itu, buku ini juga dilengkapi dengan acuan yang memungkinkan Anda untuk berimprovisasi sesuai dengan selera Anda. Percaya deh, membuat sajian kopi sendiri di rumah akan menimbulkan sensasi yang berbeda, yaitu kepuasan yang luar biasa mencicipi hasil karya Anda sendir! Yuk, buat kopi Anda sendiri di rumah!

 

Tips dan Trik untuk Pengalaman Memesan yang Lebih Baik

(Sumber foto: www.pexels.com)

Untuk pengalaman memesan di Starbucks menjadi lebih mudah dan menyenangkan. Kamu bisa ikuti tips dan trik ini.

1. Memanfaatkan Aplikasi Starbucks

Salah satu cara terbaik untuk menghemat waktu saat memesan di Starbucks adalah dengan menggunakan aplikasi Starbucks untuk pre-order. Dengan fitur ini, kamu bisa memesan minuman dan makanan favoritmu sebelum tiba di gerai. Ini sangat berguna terutama saat jam sibuk, sehingga kamu bisa langsung mengambil pesanan tanpa perlu mengantre panjang.

 

2. Menggunakan Aplikasi untuk Penawaran Khusus dan Poin Loyalitas

Aplikasi Starbucks juga menawarkan berbagai penawaran khusus dan promosi yang hanya tersedia untuk pengguna aplikasi. Selain itu, setiap kali kamu melakukan pembelian melalui aplikasi, kamu akan mendapatkan poin loyalitas yang bisa ditukarkan dengan minuman gratis atau hadiah lainnya. Jadi, pastikan untuk selalu memeriksa aplikasi untuk mendapatkan manfaat maksimal.

 

3. Mengetahui Waktu Kunjungan yang Tepat

Mengetahui kapan waktu yang tepat untuk mengunjungi Starbucks bisa membantu kamu mendapatkan pelayanan yang lebih cepat. Biasanya, jam sibuk di Starbucks adalah saat pagi hari ketika orang-orang berangkat kerja, serta saat makan siang.

Cobalah untuk datang di luar jam-jam tersebut, seperti di pagi hari sebelum jam 8 atau setelah makan siang, untuk pengalaman memesan yang lebih lancar dan cepat.

 

4. Mengenal Preferensi Minuman Favorit

Salah satu hal menarik dari memesan di Starbucks adalah banyaknya pilihan kustomisasi yang tersedia. Cobalah berbagai kombinasi rasa dan kustomisasi untuk menemukan minuman favoritmu.

Misalnya, kamu bisa mencoba menambahkan sirup vanilla ke dalam latte atau mengganti susu biasa dengan susu almond. Dengan bereksperimen, kamu bisa menemukan kombinasi rasa yang paling kamu sukai dan membuat pengalaman memesan menjadi lebih personal dan menyenangkan.

Kesimpulan

Nah, Grameds! Sekarang sudah tahu kan cara memesan di Starbucks, mudah bukan? Memesan di Starbucks bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan jika kamu tahu caranya. Starbucks menawarkan berbagai pilihan minuman dan makanan yang bisa dikustomisasi sesuai selera. Jangan ragu untuk mencoba menu-menu baru dan bereksperimen dengan berbagai kustomisasi yang tersedia. Siapa tahu, kamu bisa menemukan kombinasi favorit yang baru. Selamat mencoba, Grameds, dan nikmati setiap momen di Starbucks!Grameds, kamu bisa mempelajari lebih lanjut terkait kopi dan cara-cara membuat kopi yang enak melalui kumpulan buku yang tersedia di Gramedia.com.

 

 

Diet Kopi Susu

Jika kita makan di bawah kebutuhan kalori harian kita, Tapi jika kita makan di atas kebutuhan ini, maka berat badan kita akan meningkat. Cukup sederhana, bukan?

Sama sederhananya dengan manajemen kekayaan. Jika kita menghasilkan lebih banyak uang daripada menghabiskannya, maka kita akan menjadi lebih kaya. Tapi jika kita menghabiskan uang lebih banyak daripada apa yang kita hasilkan, maka kekayaan kita akan berkurang.

Jika praktiknya sesederhana teorinya, saya rasa semua orang dengan mudah menjadi kaya. Pada kenyataannya, ada banyak hal yang mempengaruhi penghasilan dan pengeluaran kita. Level pengalaman, kesempatan, sertifikasi, kegigihan, gaya hidup, tempat tinggal, status keluarga, dan sebagainya.

Buku ini menegaskan bahwa diet itu tidak harus menyengsarakan, diet tidak memerlukan ramuan khusus, diet itu jangka panjang jadi harus bisa dinikmati, nasi putih gak bikin gendut, dan masih banyak mis-informasi seputar diet yang bikin sengsara.

Lewat buku ini kita akan mengubah mindset tentang diet.

Berani saja menikmati hidup.

Jangan merasa bersalah untuk makan dan minum yang disukai.

Percayalah tidak ada makanan/minuman yang baik/jahat atau bersih/kotor, sama seperti pisau yang bisa digunakan untuk memasak atau melukai. Semua makanan itu baik untuk dikonsumsi tapi apakah makanan itu bermanfaat atau merugikan diri kita? Itu semua tergantung dari pola makan kita secara keseluruhan.

Seperti momok Kopi Susu yang memiliki nilai nutrisi rendah dengan nilai kalori tinggi dan dianggap sebagai perusak diet. Faktanya, bahwa justru Kopi Susulah yang akan jadi alasan terkuatmu untuk hidup sehat secara konsisten.



Live Apakah Anda berminat jika disediakan fasilitas baca buku sepuasnya di Gramedia ?
  • Ya, tentu saja!
    90% 90% 56 / 62
  • Tidak
    9% 9% 6 / 62


ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Laila Wu