in

Mengenal Apotek Hidup: Pengertian, Manfaat, Fungsi

unsplash.com

Apotek Hidup – Pandemi masih berlangsung sampai sekarang. Di masa pandemi ini, banyak orang mencoba kegiatan berkebun. Mulai dari tanaman hias, sayuran, dan juga buah-buahan. Namun, masih belum banyak yang menanam apotek hidup di pekarangan atau di sekitaran rumah. Omong-omong soal apotek hidup, apakah Grameds tahu apa yang dimaksud dengan apotek hidup?

Walaupun tak jelas asal-usulnya, istilah ini lekat kaitannya dengan taman atau kebun yang berisikan tanaman-tanaman yang berkhasiat dan bisa digunakan sebagai obat alami. Tanaman-tanaman tersebut nantinya bisa dimanfaatkan penanamnya sebagai pengobatan alami untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan.

JIka selama ini halaman rumah kita dibiarkan kosong begitu saja? Mungkin sekarang saatnya kita bisa mengisinya sebagai lahan untuk dijadikan sebagai apotek hidup. Dengan adanya lahan kosong tersebut, rumah kita menjadi lebih banyak manfaat.

Lantas, bagaimana pengertian apotek hidup, manfaat dan fungsi, contoh, serta cara menanamnya. Simak penjelasannya berikut ini ya, Grameds!

Apa sih Pengertian Apotek Hidup?

Apotek hidup merupakan sebagian tanah yang ada di pekarangan rumah yang dimanfaatkan untuk ditanami tanaman obat-obatan sebagai obat alami apabila ada anggota keluarga atau tetangga rumah yang sakit. Bisa dibilang, masyarakat Indonesia sangat menyukai obat-obatan tradisional atau obat herbal.

[algolia_carousel]

Istilah apotek hidup merupakan istilah yang selama ini sering kali kita dengar. Istilah ini merujuk pada tumbuhan yang sengaja ditanam oleh orang yang nantinya akan dimanfaatkan sebagai obat alami untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan. Tanaman apotek hidup bukan sembarang tumbuhan penghias saja, tentu saja ragam jenis yang dipilih menjadi tanaman apotek hidup adalah tumbuhan yang memiliki manfaat untuk kesehatan.

Masyarakat di tanah air percaya, obat-obatan tradisional lebih aman karena berasal dari bahan yang alami. Selain itu, obat herbal ini juga dipercaya mempunyai efek samping yang lebih sedikit jika dibanding dengan obat-obatan yang diproduksi pabrik farmasi. Bukan hanya itu saja, banyak tanaman obat yang tampilannya cantik dipandang oleh mata, sehingga dapat juga sekaligus menjadi tanaman hias.

Apa Manfaat dan Fungsi Apotek Hidup?

Menanam berbagai tanaman di sekitar rumah memiliki banyak manfaat, apalagi jika kandungan yang ada dalam tanaman tersebut mempunyai khasiat tersendiri seperti halnya apotek hidup. Berbagai masalah pada kesehatan kita dan keluarga dapat diatasi dengan mudah dan efektif. Lalu, apa sih manfaat dari apotek hidup? Berikut manfaatnya, di antaranya yaitu:

  • Memperbaiki kualitas sirkulasi udara di rumah dan sekitarnya
  • Mempercantik pekarangan rumah yang kosong saat dipandang
  • Membantu mengatasi berbagai persoalan penyakit ringan hingga penyakit berat seperti mencegah komplikasi penyakit kronis yang diderita oleh anggota keluarga
  • Menghemat biaya berobat ke rumah sakit
  • Melestarikan tanaman
  • Bermanfaat saat dalam darurat ketika membutuhkan obat
  • Dan lain manfaat lainnya

Fungsi Apotek Hidup

Setelah manfaat, apa sih fungsi apotek hidup bagi kesehatan manusia? Apotek hidup berfungsi untuk manusia sebagai berikut, diantaranya yaitu:

  • Mempunyai obat yang dapat diracik sendiri jika terkena penyakit
  • Obat yang digunakan adalah obat alami, sehingga resiko atau efek samping yang lebih kecil dibandingkan obat di apotek biasa
  • Ada persediaan rempah untuk memasak. Secara umum, obat tradisional merupakan tanaman yang biasa digunakan untuk memasak, seperti jahe, kunyit, dan serai
  • Mencegah hama dan serangga yang datang ke rumah karena tanaman obat merupakan pestisida alami
  • Bonusnya yaitu menjadi tanaman hias

13 Tanaman Apotek Hidup dan Manfaatnya

Sejak dulu hingga sekarang, Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki kekayaan rempah dan tumbuhan yang bermanfaat lainnya. Tidak jarang, banyak tanaman apotek hidup yang tumbuh subur di wilayah Indonesia. Yuk simak beberapa tanaman apotek hidup yang bisa kita tanam di pekarangan dan sekitar rumah, di antaranya:

1. Lidah Buaya

Apotek Hidup
Sumber foto: realfood.com

Lidah buaya termasuk tumbuhan apotek hidup. Lidah buaya dikenal sebagai tanaman yang mempunyai banyak manfaat bagi kecantikan, perawatan tubuh, dan sebagai obat alami. Salah satunya yaitu bermanfaat untuk meredakan batuk dan menyuburkan rambut.

Ekstrak yang berbentuk seperti lendir lidah buaya bermanfaat sebagai penyubur rambut dan penjaga kelembaban kulit. Akan tetapi, bukan hanya itu saja, lidah buaya juga mempunyai khasiat sebagai obat beberapa penyakit, misalnya radang dan sembelit. Kita bisa menanam lidah buaya baik di pot kecil di ruang tamu ataupun sebagai tanaman di halaman depan rumah kita.

2. Daun Sirih

Apotek Hidup
Sumber foto: rumah.com

Biasanya, beberapa orang khawatir jenis tanaman apotek hidup akan memakan lahan yang luas. Jika Grameds salah satunya, coba pilih daun sirih sebagai alternatif untuk dijadikan sebagai tanaman apotek hidup. Daun sirih tumbuh secara merambat. Sehingga jika lahan yang tersedia hanya terbatas, tanaman daun sirih ini sangat cocok.

Manfaat daun sirih juga tidak kalah dari tanaman apotek hidup lainnya. Daun sirih bermanfaat untuk menghambat pendarahan luar, sebagai obat meredakan batuk, membantu mengatasi masalah pencernaan dan sebagai antiseptik alami. Selain itu, kandungan antioksidan yang ada dalam daun sirih dapat membantu menghilangkan racun yang ada di tubuh manusia.

3. Lengkuas

Apotek Hidup
Sumber foto: gridehype.id

Lengkuas termasuk dalam tanaman apotek hidup yang bermanfaat untuk menyembuhkan panu di kulit, membantu melawan peradangan di tenggorokan, meningkatkan imunitas tubuh, mencegah terjadinya kanker, bisa meningkatkan kesuburan pada pria, dapat mencegah diabetes, dan membantu meredakan asma.

4. Temulawak

Apotek Hidup
Sumber foto: resepkoki.com

Temulawak merupakan tanaman asli khas negara Indonesia. Khasiat dari tanaman temulawak sudah teruji secara ilmiah. Jika dilihat secara sekilas, temulawak mirip dengan kunyit atau jahe, akan tetapi dari segi bentuknya pasti kita bisa dengan cepat membedakan antara ketiganya.

Temulawak termasuk menjadi salah satu tanaman yang sering dijadikan sebagai obat alami di Indonesia. Temulawak mempunyai anti peradangan yang dapat membantu tubuh mengobati radang usus, radang sendi, dan pankreatitis. Bahkan, temulawak juga dipercaya bisa melindungi tubuh dari penyakit jantung dan mencegah penyakit kanker.

Meskipun begitu, hal ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Temulawak bisa dibudidayakan dengan pembibitan terlebih dahulu. Bibit temulawak bisa didapatkan dari rimpang temulawak yang sudah berusia 10-12 bulan. Temulawak sebagai tanaman apotek hidup ini termasuk tumbuhan kecil, sehingga mudah ditanam oleh siapa saja dan di mana saja.

Bagaimana caranya? Potong rimpang menjadi 3 sampai 4 bagian, lalu jemur dengan durasi waktu 3 jam setiap harinya selama 5 hari. Selanjutnya, tanam rimpang ke tanah dengan mata tunas yang menghadap ke atas. Terakhir, siram minimal 2 kali dalam sehari.

Ada beberapa manfaat dari temulawak antara lain yaitu, mengatasi masalah pada persendian, membantu melancarkan dan mengatasi masalah di pencernaan, dan sebagai obat untuk penyakit kuning hingga sebagai antibakteri.

5. Jintan

Apotek Hidup
Sumber foto: orami.co.id

Jinten umumnya dikenal karena fungsinya sebagai rempah-rempah untuk masakan. Selain itu, jintan juga bermanfaat untuk mengobati mual, kembung, sembelit, maag, dapat meningkatkan nafsu makan, menurunkan demam, melancarkan ASI dan manfaat lainnya.. Jinten mengandung asam amino yang melimpah, misalnya niacin, potasium, magnesium, kalsium, besi, protein, dan arginine.

Untuk merasakan manfaat jintan, kita bisa menumbuk jintan sampai menjadi bubuk. Kemudian, rebus satu sendok teh jintan bubuk dengan sedikit air. Saat air sudah mendidih lalu saring supaya serat-serat kasar jintan tak ikut terminum. Setelah selesai menyaring, air rebusan jintan siap untuk kita minum.

6. Jahe

Apotek Hidup
Sumber foto: sajiansehat.grid.id

Jahe menjadi salah satu tanaman apotek hidup yang paling populer di kalangan masyarakat. Lebih luasnya, jahe berasal dari Asia Tenggara. Jahe memiliki banyak kandungan gingerol yang merupakan zat dengan antiradang dan antioksidan yang tinggi.

Selain itu, jahe juga dipercaya bisa meredakan mual, membantu mengurangi nyeri pada otot, membantu meredakan gejala osteoarthritis, membantu menurunkan kadar gula dalam darah, dan membantu menurunkan risiko penyakit jantung pada pasien diabetes tipe 2.

Lalu bagaimana cara menanam jahe? Menanam jahe bukan hal yang sulit, langkah pertama, potong bagian jahe yang memiliki ujung berwarna hijau (disarankan menggunakan jahe yang organik), lalu tanam jahe di tanah dengan ujung hijau menghadap ke atas. Perlu diingat, selalu menyiram jahe setiap hari, terutama pada saat pagi hari. Hasilnya bisa kita panen sekitar 4 bulan setelah jahe tertanam.

Menanam jahe di pekarangan rumah dapat sangat bermanfaat bagi kesehatan kita. Jahe bermanfaat untuk mengatasi masalah pada pencernaan, mengurangi mual di perut, dapat menyembuhkan batuk, dan manfaat lainnya. Manfaat tersebut akan jauh lebih maksimal diterima tubuh apabila berasal dari jahe segar daripada bentuk bubuk yang terjual di pasaran.

7. Bawang Merah

Apotek Hidup
Sumber foto: brambang.com

Bawang lebih dikenal sebagai bahan untuk penyedap masakan. Selain sebagai penyedap, bawang merah acap kali menjadi obat karena kandungan zat besi, kalsium, folat, magnesium, dan kalium yang tinggi yang ada di bawang merah. Bawang merah cukup bermanfaat untuk mengatasi demam, mengobati masuk angin, maag, membantu mengobati luka, melancarkan pernapasan, dan manfaat lainnya.

Cara membuat ramuan pada bawang merah tergolong mudah. Pertama, kupas kulit bawang merah sampai bersih. Kemudian, iris kasar bawang merah. Selanjutnya, campurkan bawang merah yang telah diiris dengan sedikit minyak kayu putih atau telon. Lalu, oleskan campuran bawang dan minyak tadi di permukaan kulit agar bisa membantu mengatasi demam, masuk angin, dan penyakit lainnya yang menimpa tubuh.

8. Bawang Putih

Apotek Hidup
Sumber foto: grid.id

Bawang putih tentu saja kita kenal digunakan sebagai bahan masakan. Selain itu, bawang putih juga bisa berguna sebagai obat karena kandungannya yang kaya akan vitamin C, vitamin B6, magnesium, tapi dengan rendah kalori. Bawang putih juga dipercaya bisa mencegah dan meredakan pilek juga flu. Bahkan, kandungan antioksidan yang terkandung dalam bawang putih dianggap bisa melawan penuaan dan kerusakan pada sel.

[algolia_carousel page=2]

Selain itu semua, bawang putih juga bisa meningkatkan sistem imun pada tubuh, kesehatan kardiovaskuler, dan kesehatan kulit juga rambut. Bawang putih ini bahkan juga dipercaya dapat mengatasi penyakit kaki pada atlet. Jika tertarik menanam bawang putih sebagai apotek hidup di rumah. Bagaimana cara menanam bawang putih? Cara menanamnya cukup gampang. Kita hanya cukup menyiapkan tanah di dalam pot, lalu letakkan bawang putih dan masukan tanah kembali. Jangan lupa juga untuk menyiram bawang putih setiap hari.

9. Daun Salam

Apotek Hidup
Sumber foto: popbela.com

Tanaman apotek hidup daun salam ini mampu menurunkan gula darah bagi penderita diabetes. menurunkan kadar gula, menurunkan kolesterol, memerangi peradangan di tubuh, membantu mempercepat penyembuhan luka, menjaga kesehatan ginjal, membantu melawan leukimia, mengobati kanker payudara, mencegah pertumbuhan kanker, dan lain manfaat lainnya.

10. Jambu Biji

Apotek Hidup
Sumber foto: herstory.co.id

Jambu biji untuk daunya saja bisa untuk mengobati diare, jambunya biji bisa untuk melancarkan saluran pencernaan, memperkuat daya tahan tubuh, menurunkan tekanan daya tahan tubuh, membantu menjaga kesehatan mata, mencegah terjadinya diabetes, menjaga kesehatan kulit, mencegah demam berdarah, dan lain manfaat lainnya.

11. Kunyit

Apotek Hidup
Sumber foto: sweetrip.id

Kunyit adalah tanaman herbal yang sering dicari saat ini. Hal ini disebabkan, kunyit dipercaya mempunyai kandungan yang bermanfaat untuk kesehatan sehingga cocok dikategorikan sebagai tanaman apotek hidup yang bisa di tanam di lahan sekitar rumah. Tanaman kunyit mengandung curcumin, yaitu antioksidan kuat yang bisa menetralisir radikal bebas sehingga bisa mencegah terjadinya kanker.

Bagaimana cara menanam kunyit? Langkah pertama, potong rimpangnya menjadi beberapa bagian, lalu siapkan tanah di dalam pot sekitar ukuran 7,5 cm dari dasar pot. Selanjutnya, masukan rimpang kunyit dan tutup kembali dengan tanah. Pastikan kita menyiram kuyit setiap hari. Sebagian besar orang sering kali sulit membedakan antara jahe, kunyit, dan juga temulawak. Ketiganya memang tergolong dalam satu jenis yang sama, yaitu temu-temuan.

Akan tetapi, jika kita perhatikan dengan saksama, warna ketiga tanaman tersebut jelas berbeda antara satu dengan yang lain. Kunyit mempunyai banyak manfaat untuk kecantikan dan kesehatan tubuh. Manfaat pertama, bubuk halusnya bisa kita gunakan sebagai obat radang atau meminimalisir nyeri saat maag. Kedua, kunyit juga dapat membantu melancarkan pencernaan hingga mencegah kanker, dan banyak manfaat lainnya.

12. Jeruk Nipis

Apotek Hidup
Sumber foto: 99.co

Seperti yang kita ketahui bersama. tanaman jeruk terdiri dari berbagai macam jenis, salah satunya yaitu jeruk nipis. Jeruk nipis dapat ditemukan dengan mudah. Hal ini disebabkan jeruk nipis tumbuh di tanah lempung atau tanah liat yang biasanya ditemukan lahan di berbagai wilayah di Indonesia.

Jeruk nipis dikenal karena aromanya yang tajam dan segar. Oleh karena itu, jeruk nipis sering digunakan sebagai pengharum masakan. Selain itu, daun dan ekstrak jenis jeruk ini juga mempunyai manfaat seperti meremajakan kulit, melancarkan pencernaan, mengatasi peradangan, hingga meningkatkan imun tubuh, dan banyak manfaat lainnya.

13. Tomat

Apotek Hidup
Sumber foto: lifepack.id

Kita tentu mengenal tanaman berwarna merah ini. Tomat merupakan salah satu pelengkap makanan Indonesia, seperti soto ataupun lalapan. Tomat memiliki banyak khasiat karena kandungan yang ada di dalamnya.

Beberapa contohnya yaitu mengontrol tekanan darah dan mencegah sembelit. Selain itu, vitamin C yang terdapat di dalam tomat juga bisa membantu menjaga kesehatan pada kulit. Kita hanya perlu menunggu waktu kurang lebih satu bulan untuk dapat merasakan khasiat yang dihasilkan dari tanaman yang banyak dijumpai ini.

Terlepas dari beberapa contoh tanaman apotek hidup dan manfaatnya yang telah dibahas di atas, masih banyak tanaman apotek hidup lain yang bisa kita tanam untuk mengisi halaman sekitar rumah.

Cara Menanam Bibit Tanaman Apotek Hidup

Cara membuat atau proses menanam bibit tanaman apotek hidup cukup mudah, berikut langkah-langkahnya, yaitu:

  1. Menyiapkan media tanam yang gembur, pupuk, dan peralatan untuk berkebun.
  2. Menyiapkan bibit tanaman apotek hidup.
  3. Potong bibit tanaman dengan ukuran yang kecil.
  4. Mulai merendam bibit ke dalam sedikit air hingga tumbuh tunas.
  5. Siapkan lubang di tanah yang gembur dan teduh.
  6. Memasukkan bibit tanaman yang telah bertunas ke dalam tanah.
  7. Jangan lupa untuk secara rutin menyiramnya supaya tidak layu.
  8. Rajin membersihkan gulma.
  9. Yap! Tanaman bisa dipanen atau dipetik!

Apotek hidup mempunyai banyak sekali fungsi dan manfaat dalam kehidupan sehari-hari di rumah kita. Tidak ada salahnya kita coba untuk mulai menanamnya di halaman sekitar rumah. Tentu saja sangat berguna untuk mengobati berbagai penyakit, apalagi di masa pandemi seperti saat ini. Kita harus lebih memperhatikan kesehatan, dan salah satu caranya yaitu dengan menanam apotek hidup di halaman sekitar rumah kita. Jadi, apakah tertarik untuk membuat apotek hidup di rumah?

Rekomendasi Buku Bacaan Tentang Apotek Hidup

Berikut ada beberapa rekomendasi buku bacaan yang bisa dibaca oleh Grameds, di antaranya:

1. Seri Apotek Hidup: Daun Betadin, Penyembuh Luka Chika (2020) karya Fajriatun Nur

Buku karya Fajriatun Nur cocok dibaca untuk anak kecil yang ingin mengetahui tentang apotek hidup, khususnya daun betadin.

2. Kamus Lengkap Tanaman Herbal (2012) karya Alyza Martha D

Buku ini terbit untuk memberikan salah satu solusi tentang penyembuhan berbagai penyakit dengan tanaman herbal. Cocok dibaca untuk berbagai kalangan yang tertarik belajar tentang tanaman herbal.

3. Panduan Praktis Memupuk Tanaman di Rumah (2017) karya N.s Budiana

Buku ini membahas teknik pemberian pupuk pada jenis tanaman yang populer yang biasa dijumpai di rumah.

Demikian artikel ini, semoga bermanfaat ya, Grameds!

BACA JUGA:

  1. Tanaman Obat Keluarga: Jenis Tanaman Obat dan Manfaatnya 
  2. Daftar Best Seller Buku Obat Tradisional 2022 di Gramedia
  3. Jenis dan Manfaat Jamu Serta Penjelasannya
  4. 30 Macam-Macam Bumbu Dapur dan Manfaat Lengkapnya
  5. Pengertian Makanan Fungsional dan Contoh Makanan Fungsional 

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Ananda