in

Cara Menanam Cabe Hidroponik & Pembasmian Hamanya

Cara Menanam Cabe Hidroponik & Pembasmian Hamanya – cabe banyak ditemui di pasar, minimarket, atau supermarket terdekat. Ada cabe berwarna merah panjang yang katanya tidak pedas, hijau kecil atau sebut saja cabe rawit, dan cabe berwarna jingga, hijau, merah yang berukuran lebih besar, gendut-gendut yang biasanya disebut cabe setan. cabe akan menambahkan rasa pedas langsung atau ketika dicampur sebagai pelengkap makanan.

 

Pencinta cabe pun tidaklah sedikit, bahkan ketika harganya naik, buah yang satu ini tetap menjadi buruan para pedagang dan ibu-ibu rumah tangga yang sehari-harinya masak. Tanpa cabai, rasanya akan hambar. Namun, bagaimana jika cabe bisa ditanam sendiri? Mudah, tetapi lebih mudah lagi jika memakai sistem hidroponik. Yuk, simak tahapannya agar tidak salah langkah!

Tahapan Menanam cabe dengan Sistem Hidroponik

Kiat Sukses Budidaya cabe Hidroponik
Kiat Sukses Budidaya cabe Hidroponik

tombol beli buku

1. Tanam Cabe Hidroponik dengan Rockwool

Ada dua cara yang bisa dipakai untuk menanam cabe sendiri. Pertama dengan wadah rockwool. Jika berukuran cukup besar, potong menjadi bentuk persegi panjang yang lebih tipis. Lalu, potong menjadi enam kotak atau tempat berukuran lebih kecil. Ukuran panjang dan lebarnya sekitar 10-15 cm saja.

Perlu diingat bahwa memotongnya hanya untuk memberikan jarak, bukan untuk menjadikan busa benar-benar terpisah. Lalu, buatlah lubang kecil pada setiap kotak untuk memasukkan benih cabe ke dalamnya. Selanjutnya, biarkan rockwool menjadi basah dan letakkan pada tempat yang akan digunakan untuk penanaman. Tutup rockwool dengan plastik hitam yang sudah dilubangi, sesuai dengan setiap sisi atau kotak pada busa kecil.

Setelah hari ketujuh, tunas akan mulai terlihat dari dalam lubang kecil yang telah dibuat. Seperti menanam tauge, kelihatannya akan seperti itu saat masih menjadi tunas. Mulai buka busa tersebut dari plastik hitam yang menutupinya.

Lalu, setelah menunggu sampai hari ke sembilan, tunas tersebut mulai muncul ke permukaan dengan dua daun yang masih mungil. Hari ke 11-14, tunas tersebut akan mulai bertumbuh dan menjadi lebih tinggi. Untuk menandai tanaman tersebut, Anda bisa menggunakan stik es krim yang diberi tulisan dengan spidol. Nantinya, mungkin akan ada ulat yang hinggap di atas pucuk daun.

 

2. Memindahkan Tunas Cabe Hidroponik

Setelah menjadi tunas yang baik dan terus bertumbuh, pindahkan tanaman cabe untuk sistem NFT. Cara seperti ini tidak harus dipakai jika Anda menanam cabe sendiri di rumah. Tujuan untuk sistem ini adalah mempercepat pertumbuhan si tanaman. Nantinya tanaman cabe akan diberikan nutrisi khusus untuk sayuran atau daun dengan BPM 1200.

Pindahkan tunas cabe ke dalam pot yang berukuran 5 cm. Masih ingat bahwa rockwool, tempat tunas sebelumnya sempat dipotong? Akhirnya, kini rockwool tersebut terpisah menjadi busa berukuran kotak kecil dan dipindahkan ke dalam pot. Pot bisa berupa gelas plastik kecil yang diberikan celah atau lubang di setiap sisinya. Masukkan busa kecil berisi tunas dengan perlahan. Jangan sampai merusak tanamannya. Lalu, pot-pot kecil tersebut akan dipindahkan pada sebuah selang atau tempat khusus yang atasnya telah dilubangi.

Setelah beberapa hari, tunas akan bertumbuh menjadi tumbuhan yang cukup besar, dengan daun yang semakin melebar. Namun, cara tanam ini belum berakhir. Kawanan-kawanan cabe belum menampakkan dirinya.

Akhirnya, tanaman cabe mulai berusia satu setengah bulan. Tanaman tersebut akan dipindahkan ke sistem lain. Bahan yang dipakai adalah pecahan genteng bekas dan sebuah toples plastik tebal berukuran cukup besar yang sudah dilubangi di atasnya dan diberikan tempat khusus.

Toples itu sudah terhubung dengan air untuk dimasukkan ke dalamnya. Saat dimasukkan, tanaman sebaiknya tidak perlu dilepaskan dari pot agar tanaman tidak rusak. Tanaman akan diletakkan di luar green house dan tetap diberikan asupan air. Untuk mencegah serangan hama, Anda bisa menyemprotkan pestisida nabati pada tanaman cabai. Penyemprotan dilakukan sebelum masa berbuah atau bunga yang bermekaran. Semprot pada bagian daun, atas, dan bagian bawah.

Untuk perawatannya hanya tinggal menjaga agar bek tetap penuh dengan air nutrisi dan memakai BPM dengan angka 1600. Lalu, tinggal menunggu sampai tumbuhan cabe akhirnya bisa dipanen.

Praktis dan Mudah Menanam cabe di Rumah
Praktis dan Mudah Menanam cabe di Rumah

tombol beli buku

3. Tanam Alami Cabe Hidroponik

Jika memakai rockwool merupakan cara dan opsi yang susah, Anda bisa mencoba menanam cabe langsung pada tanah. Bisa di halaman rumah atau tanah dan wadah yang telah. Intinya, tanah tidak tandus dan bagus untuk tanaman.

Bahan yang harus disiapkan sudah pasti benih cabai. Cara memperolehnya bagaimana? Anda tinggal memperoleh cabe yang segar dan besar, kemudian belah dan ambil biji-bijinya. Pakai tusuk gigi untuk memindahkan biji ke wadah yang telah disiapkan.

Cuci cabe tersebut dengan air dan tiriskan. Siapkan wadah plastik yang sisinya berlubang-lubang. Wadah tersebut biasanya digunakan untuk tempat nasi atau menyimpan makanan.

Alasi wadah dengan beberapa kertas yang ditata rapi hingga menutupi lubang dan celah pada wadah. Selain itu, media tanam lainnya yang harus disiapkan adalah sekam bakar, tanah pekarangan, pupuk kompos, dan pupuk kandang. Perbandingannya 1 : 1 : 1.

Masukkan sekam bakar pada wadah hingga penuh. Setelahnya taburkan biji cabe secara merata. Lalu, uruk tipis-tipis dan tutup kembali dengan sekam bakar. Siram menggunakan air biasa hingga media tanam tersebut basah, kemudian pindahkan pada tempat yang teduh. Menanam cabe juga membutuhkan kesabaran dan ketelatenan agar hasilnya akan memuaskan keinginan Anda. Selain itu, berikan nutrisi secukupnya saja dan jangan berlebihan. Jika penuh ketelatenan, tanaman cabe berusia 4-5 hari akan menunjukkan daun-daun hijaunya yang cukup lebat. Namun, memang belum semuanya. Penyiraman juga bisa menggunakan air sumur atau air kolam ikan.

Semaian berusia dua minggu sudah menampakkan tumbuhan dan daun yang lebat, lalu lebih tinggi lagi dari yang sebelumnya hingga memenuhi wadah. Selain pupuk-pupuk yang telah disiapkan di awal, pupuk kulit bawang juga bagus untuk memberikan nutrisi yang baik bagi pertumbuhan tanaman cabai.

Siapkan media tanamnya, bisa menggunakan ember bekas, pot, atau polybag. Sama seperti di awal, medianya adalah tanah pekarangan, kompos, dan sekam bakar. Namun,  sisakan sampai seperempat bagian, jangan terisi penuh.

Siapkan pula lubang dengan ukuran sekitar 10-20 cm. Ambil tanaman yang sudah siap dan tanam pada media tersebut. Untuk menanamnya pun tidak perlu dalam-dalam. Lalu, siram menggunakan air kolam ikan yang bagus untuk nutrisi tumbuhan. Tinggal menunggu, maka tanaman cabe siap untuk dipanen!

Peluang Usaha & Budidaya CABAI
Peluang Usaha & Budi Daya CABAI

tombol beli buku

 

4. Menggunakan Sistem Guyur Ponik

Perlu diketahui pula bahwa ada sistem guyur ponik yang bisa diterapkan untuk menanam cabe dengan mudah. Bahan dan alat yang disediakan tidak beda jauh. Hanya polybag dengan metana murni, kulit padi yang lebih dahulu difermentasi. Setelah berusia kurang lebih satu bulan, pucuknya akan dipotong. Memang harus dilakukan sejak dini supaya tunas-tunas yang berada di bawahnya bisa tumbuh dengan maksimal, hingga menginjak dewasa dan bertumbuh dengan lebat, serta sehat.

Jangan lupa pula rawatlah tumbuhan dengan baik lewat pemberian nutrisi, kebutuhan air yang secukupnya, dan sinar matahari. Lalu, setelah membutuhkan waktu selama kurang lebih dua bulan, batang pada tumbuhan akan besar dan daunnya melebar, bunga-bunga pada tanaman mulai bermunculan meski masih kecil-kecil. Cabai-cabe hijau yang masih muda akan menghiasi tanaman tersebut.

Nah, tips terpenting untuk penanaman pada tahap ini adalah pangkas dan buang semua daun bagian bawah serta tunas-tunas airnya ketika tanaman cabe hendak berbunga. Hal tersebut harus diterapkan agar pertumbuhan bunga bisa menjadi maksimal, sehingga tumbuhan dapat menyerap nutrisi dengan baik dan menghasilkan buah yang lebat. Air nutrinya pun yang tadinya fokus pada sayuran daun, kini pindah haluan untuk sayuran buah. Masih dengan BPM 1500.

Untuk pemangkasan daun bagian bawah bisa menggunakan gunting yang sederhana. Untuk pencegahan hamanya pun hampir sama dengan sistem-sistem yang lain, menggunakan pestisida nabati yang dibuat dengan bawang putih atau rendaman air tembagau.

Pestisida bawang putih memang lebih alami dan paling banyak digunakan. Semprotkan seminggu sekali secara bergantian. Misalnya, minggu ini pakai pestisida bawang putih, lalu minggu selanjutnya rendaman air tembakau. Bagian bawah daun yang menjadi tujuan penyemprotannya. Pemberian air nutrisi pun juga bisa bergantian. Dengan air biasa yang disiramkan pada pagi hari dan air nutrisi, melalui jadwal siram saat sore hari.

Jika mengalami masalah pada penyerapan airnya, misalnya karena air yang terlalu penuh, penyerapan menjadi tidak rata. Gunakan sendok untuk menekan-nekan tanahnya sedikit agar sisi yang sulit, tetap mendapatkan asupan air yang baik. Biasanya hal seperti itu juga terjadi karena terdapat sisi tanah yang terlalu kering atau keras.

Setelah sabar menanti selama tiga bulan, tanaman cabe kini siap dipanen. Warna cabainya ada yang mulai memerah, ada pula yang masih hijau tua dan jingga. Warnanya bercampur-campur, tetapi untuk tumbuhnya sudah lebat. Nutrisi untuk tanaman buah tetap diberikan.



8 Kiat Sukses Panen cabe Sepanjang Musim
8 Kiat Sukses Panen cabe Sepanjang Musim “Penghujan dan Kemarau”

tombol beli buku

 

 

Ancaman Hama dan Penyakit Cabe

Meski berbuah dengan baik, tanaman tetap tidak lepas dari hama dan penyakit yang suatu saat dapat membuat mereka terjangkit. Jika sudah terjangkit, tanaman akan terganggu pertumbuhannya. Selain itu, daun pada tanaman cabe akan menjadi berlubang.

Kompendium Penyakit-Penyakit Cabai
Kompendium Penyakit-Penyakit Cabai

tombol beli buku

1. Phytophthora

Ancaman hama yang pertama adalah Phytoptora. Penyakit ini bisa menyerang segala macam tumbuhan pada masa berbunga atau masa setengah pemanenan, lebih setengah pemanenan. Bisa juga disebut busuk batang atau rebah semai. Penyebabnya adalah yang pupuk yang jelek atau kurang bagus. Pupuk urea dan nitrogen yang terlalu tinggi atau pupuk kandang yang tidak matang.

Selain itu, nematoda yang terlalu tinggi juga menjadi penyebabnya. Lalu, ketika lahan akan dipakai, tanaman cabe atau ketimun bisa mengalami busuk batang jika pupuk asalnya yang tidak diperhatikan. Penyakit ini ternyata juga bisa menular! Bisa lewat percikan air, tanah yang telah terinfeksi, atau aliran air. Sumbernya dari sisa-sisa lahan yang habis dipakai untuk menanam tanaman lain yang telah terjangkit. Fungisida tergap bisa menjadi obatnya.

2. Layu Fusarium

Lalu, ada pula yang namanya layu fusarium. Karena terjangkit bakteri atau tidak mendapatkan nutrisi dengan baik, tanaman cabe bisa layu kapan saja dan akhirnya mati. Untuk waktu terjangkitnya masih sama seperti sebelumnya. Pada saat masa berbunga atau hendak pemanenan. Tanaman bisa terjangkit karena lahan berpasir atau pupuk nitrogen yang terlalu tinggi, bisa juga karena kekurangan kalsium. Cendawan fusarium oxysporum menjadi penyebab terjangkitnya. Untuk obatnya, pemanen bisa mencarinya pada penjual khusus pestisida tanaman untuk layu fusarium.

3. Layu Bakteri

Layu bakteri pun hampir sama dengan layu fusarium. Pemanen bisa menyemprotkan pestisida nabati yang dapat menjadi pencegahan hama. Pemicu terjangkitnya adalah karena lahan terlalu basah, tanah pun terlalu liat, dan populasi nematoda yang terlalu tinggi.

Biasanya, tanaman yang akan terjangkit menggunakan lahan yang sebelumnya ditanami tumbuhan lain. Misalnya, terong, tomat, atau cabe juga, tetapi menggunakkan lahan tembakau. Sumber penyakit adalah dari tanah. Bakteri yang menjadi penyebabnya adalah ralstonia solanacearum.

4. Patek

Patek atau antraknosa dipicu oleh tanah yang terlalu lembab, pupuk nitrogen terlalu tinggi, atau benih yang tidak sehat. Penyakit ini nama aslinya adalah cendawan colletotrichum. Penularan bisa melalui percikan air, percikan pestisida pun termasuk. Dari angin atau tanah pemetik buah pun harus diperhatikan lagi. Untuk sumbernya, dari tanah dan benih yang sudah tidak sehat. Penanggulangannya bisa menggunakan derosal 60 wp, dicampur dengan dithane 80 wp.

Penyakit choanephora cucurbitarum disebabkan oleh cuaca yang terlalu hangat atau lembab, kadar nitrogen yang terlalu berlebihan, kurangnya asupan kalium dan fosfat. Penularannya bisa melalui hujan, percikan air, atau tanaman yang pernah ditanam sebelum tanaman cabai. Misalnya, timun atau kacang panjang. Lalu, penyakit ini bisa bertahan di dalam tanah.

5. Lubang pada Daun

Penyakit selanjutnya berupa lubang-lubang pada daun. Ini disebabkan oleh hujan ringan yang sering menyerang atau peralihan musim. Penularannya bisa melalui angin. Fungisida acrobat 50 wp atau antracol 70 wp. Lalu, ada virus kuning. Penyakit yang satu ini sudah menyerang sejak tanaman masih berupa bibit. Biasanya menyerang pada musim kemarau dan disebabkan pula oleh populasi kutu atau kebul yang tinggi. Sumber penularannya dari gulma tanaman yang telah terjangkit seperti tomat atau cabai. Lalu, ada virus tertentu yang menjadi penyebabnya.

Bercak bakteri disebabkan oleh lapisan embun yang terlalu lama, hujan dan suhu hangat. Fungisida antracol 70 wp atau antila 80 wp yang bisa menjadi penanggulangannya.

6. Kutu Daun



Kutu pun tidak hanya jenis kutu rambut, kutu air, atau kutu beras. Kutu daun juga ikut menjangkit tanaman yang hendak melampaui proses pemanenan. Biasanya ada pula yang menyebutnya kebul. Penyakit ini akan hinggap pada tanaman cabe pada masa semai akhir. Penyebabnya adalah cuaca yang kering atau kurangnya asupan air, jarang turun hujan pada saat musim kemarau. Penularannya bisa melalui tangan pekerja yang menangani tanaman cabe atau bisa juga karena angin. Pestisida yang bisa dipakai adalah okrite 20 ec.

Peluang Usaha cabe Hidroponik

Masih bimbang untuk menentukan bibit yang ingin dibudidayakan? cabe boleh menjadi pilihan yang tepat. Dengan harga bibit yang terjangkau dan jumlah bibit yang banyak dalam satu bungkus, keuntungan Anda akan menjadi semakin besar. Khawatir karena tidak memiliki lahan, pembudidaya bisa mengawalinya dengan rockwool atau botol plastik bekas. Modal murah, untung dan perkembangannya berpotensi tinggi untuk pemasukan sehari-hari, apalagi dengan mengikuti panduan dari buku ini!

 

Itulah prosedur penanaman cabe hidroponik yang mudah dan bisa dicoba sendiri di rumah masing-masing. Selalu perhatikan lahan, tanaman sekitarnya, atau pestisida yang digunakan untuk mencegah adanya penularan penyakit. Masa panen akan berpotensi sukses dan macam-macam penyakit tanaman cabe dapat dihindari

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Tasya Talitha