in

Menanam Bayam Hidroponik & Peluang Usahanya

Menanam Bayam Hidroponik & Peluang Usahanya – Bayam adalah sayuran hijau yang juga banyak digemari dan mengandung zat besi yang melimpah. Bayam bisa ditumis atau direbus bersama jagung, wortel, labu untuk menjadi sayuran menyehatkan yang dapat dikonsumsi, bahkan bayam bisa diolah menjadi keripik.

Sayuran hijau ini ternyata bisa menjadi olahan yang luar biasa dan menjadi sumber pemasukan bagi sebagian orang. Namun, Anda mungkin hanya melihat bayam dalam rupa sayuran yang sudah hijau, masih diikat, dan segar. Bagaimana jika bayam yang berbentuk tunas dan ditanam dalam tempat yang sederhana? Kali ini, mari menyelami dan mengikuti tahapan menanam bayam dengan sistem hidroponik!

 

Alat dan Bahan Menanam Bayam Hidroponik

Sebelum memulainya, pastikan alat dan bahannya sudah tersedia dengan lengkap. Bahan yang dibutuhkan pertama dan yang paling terutama adalah rockwool. Rockwool ini nantinya akan menjadi wadahnya, tempat untuk tanam bayam hingga usianya cukup untuk dipindahkan ke tempat yang lebih besar.

Lalu, ada gergaji besi. Kali ini bisa pakai yang ukuran kecil. Fungsinya untuk memotong atau memberikan jarak pada setiap bibit yang akan ditanam. Perkakas selanjutnya, yaitu pisau. Pisau ini bisa sangat membantu dan juga harus disediakan. Tidak lupa, Anda harus menyiapkan pipa dengan ukuran 3/4 dim yang sudah dipotong dengan ukuran 2-2,5 cm. Untuk alasnya, siapkan talenan atau baki yang sudah dibasahi air. Tidak ketinggalan, bibit bayam hijau yang bisa Anda dapatkan di penjual bibit terdekat.

Bertanam Sayuran Hidroponik Organik dengan Nutrisi Alami
Bertanam Sayuran Hidroponik Organik dengan Nutrisi Alami

tombol beli buku

Langkah-Langkah Penanaman Bayam Hidroponik

  1. Potong rockwool yang semula sudah disiapkan dengan gergaji besi. Ingat, ketebalannya adalah 0,3-1 cm. Ukuran ini bisa dikira-kira saja agar pemotongan menjadi lebih cepat dan mudah. Setelah terpotong, potong lagi rockwool tersebut menjadi 18 bagian. Pertama-tama, bisa dibagi tiga terlebih dahulu dari panjangnya. Lalu, baru dipotong lagi menjadi lebih kecil-kecil.
  1. Ambil potongan pipa dan masukkan satu-persatu rockwool yang telah dipotong ke dalam pipa tersebut. Usahakan rockwool benar-benar-benar tertata dan masuk di dalamnya. Semuanya telah terisi. Kini, saatnya memasukkan benih bayam hijau. Taruh benih ke dalam pipa dengan jumlah sekitar 5-10 benih.
  1. Pindahkan semaian yang sudah ditanam dengan baik ke dalam sistem NFT persemaian. Perlu diingat, pada tahap ini rockwool tidak perlu dibasahi kembali. Nantinya akan basah sendiri atau basah manual. Semaian juga tidak ditutupi oleh plastik hitam.
  1. Amati perkembangannya dari usia 0 HSS atau 12 jam. Semaian akan mulai mengeluarkan tunas. Bentuknya seperti cacing kecil atau tanaman tauge yang baru akan memunculkan tunasnya. Selanjutnya, usia 01 HSS, benih-benih lainnya juga ikut mengeluarkan tunas.

Jadi, tampak lebih merata daripada yang sebelumnya. Usia 02 HSS tunas menjadi lebih panjang, seperti cacing besar. Lalu, usia 03 HSS, tanaman akan mulai mengeluarkan daun-daunnya yang hijau meski masih berukuran kecil. Namun, tetap lebat karena jumlah benih yang ditaburi pada satu bagian rockwool cukup banyak. Usia 04 HSS mulailah keluar bagian seperti biji-biji hitam di antara daun.

Masuk ke usia 06 HSS, tanaman bayam hijau mulai diberikan nutrisi sebesar 800-1200 PPM hingga panen nanti. Usia 08 HSS, akar-akar bayam mulai keluar dari bawah pipa. Daun semakin besar dan lebat, serta meninggi, apalagi saat menginjak usia 09 HSS. Akar yang menjalar dan pertumbuhan semakin merata.

Masuk ke usia genap 10 HSS, mulai renggangkan pipa yang satu dengan yang lainnya atau berikan jarak yang cukup jauh agar pertumbuhan bayam hijau bisa menjadi lebih leluasa. Pemindahan pipa-pipa akan menjadi lebih mudah. Usia 11 HSS, tanaman sudah layak dipindahkan menuju NFT sistem yang menggunakan netpot dengan ketinggian 5 cm. Kebutuhan nutrisinya tetap sebesar 800-1200 hingga panen.

Usia 12-15 HSS bayam akan semakin meninggi dan akhirnya terlihat jelas daun bayam yang sudah cukup melebar dan segar. Satu rockwool memperlihatkan desakan tanaman bayam yang masing-masing berusaha untuk terus meninggi.

Usia 15-20 HSS juga semakin besar lagi. Tanaman paling pinggir lebih mudah untuk terkena air hujan. Daun-daun bayam jadi sering basah dan memperlihatkan bulir-bulir air. Berkat kesabaran dan ketelatenan saat menanam bayam hijau, pada usia 21 HSS, bayam sudah dapat dipanen atau dijual. Pemanenan bisa disesuaikan dengan permintaan konsumen.

Tinggi tanaman bayam pada saat berusia 22 HSS sekitar 30 cm. Meski daunnya belum terlalu sebesar itu, bayam tetap sudah dapat dipanen. Waktu tanam bayam memang jauh lebih cepat. Hanya membutuhkan waktu 20-30 hari. Bibit yang digunakan adalah maestro dengan harga terjangkau.

Bertanam Hidroponik Gak Pake Masalah Edisi Revisi
Bertanam Hidroponik Gak Pake Masalah Edisi Revisi

tombol beli buku

Tanam dengan Sekam Untuk Bayam Hidroponik

Selain menggunakan teknik sebelumnya, penanaman juga bisa menggunakan sekam. Para petani biasanya menanam dengan sistem manual. Namun, kali ini, sistem tetap terfokus pada hidroponik. Semai di arang sekam pada usia 5 hari akan memperoleh tunas-tunas yang sudah mulai meninggi. Mereka mulai berkecambah dan harus diletakkan di tempat yang teduh atau tidak terkena sinar matahari yang menyengat.

Mudahnya memang disemai terlebih dahulu, baru dipindahkan ke netpot. Pada usia ini, bayam masih diberikan asupan air biasa. Ketika berumur 8-10 hari, tanaman sudah memiliki beberapa daun sejati entah berjumlah dua, tiga, atau empat. Lalu, bayam sudah bisa diberikan nutrisi dengan BPM rendah dengan jumlah 5-600.

Jika sudah mendapatkan nutrisi ini, biasanya daun akan berubah menjadi lebih hijau. Tidak lagi kekuningan. Netpot bisa berasal dari gelas bekas air mineral. Nutrisi yang dipakai juga bertambah lagi. Dengan jumlah sekitar 1450 bpm dan ph air kurang lebih 6.

Untuk media arang sekamnya bisa ditemukan di toko bunga. Netpot yang sudah dilubangi di beberapa sisinya diisi dengan arang sekam dengan ukuran sekitar 1/3. Sebelum itu, tambahkan air agar arang sekam tidak terlalu padat dan akar dapat dicabut dengan mudah. Satu netpotnya bisa diletakkan 4-5 batang dan diberikan sedikit jarak satu dengan yang lainnya agar tidak terlalu berhimpitan.

Arang sekam ditambahkan lagi agar akar dapat tertutup dengan media. Lalu, isi juga netpot-netpot lainnya sampai semuanya benar-benar terisi. Tanaman bayam kembali diberikan nutrisi dan diletakkan di atas nampan atau alas. Tujuannya adalah untuk menyimpan nutrisi. Jadi, penanam tidak perlu menyiramnya setiap hari. 2-3 hari kemudian, bayam baru bisa dipindahkan ke PVC.

Usia kurang dari 20 hari. Batang sudah besar dan cukup kuat, akar sudah banyak. Tanaman bayam hijau sudah layak untuk dikonsumsi. Mungkin akan ada ulat yang akan hinggap dan membuat daun berlubang-lubang. Pembudidaya juga harus memperhatikan hama dan suhu sekitar tanaman agar bayam dapat bertumbuh dengan baik.

Menanam dengan Wadah Plastik

Ternyata, wadah plastik yang Anda miliki bisa dimanfaatkan untuk budi daya bayam hidroponik yang akan ditanam. Salah satu medianya adalah ember cat. Tidak perlu yang berukuran jumbo, cukup yang sedang saja dan dicuci bersih. Siapkan juga bakul plastik yang diletakkan di atas ember cat.

Alasi bakul plastik dengan tisu di dasarnya hingga menutupi setengah permukaan bakul yang berlubang. Lalu, siapkan benih bayam hijau dan taburi secara merata. Benih yang dipakai secukupnya saja dan jangan sampai menumpuk ketika ditaburi. Mengapa mengikutkan tisu sebagai media tanamnya? Tisu akan menjaga kelembapan dan menjadi tempat untuk bertumbuhnya akar. Untuk awal penyemaian masih menggunakan air biasa.

Hanya dengan waktu satu hari, benih akan mulai menunjukkan pertumbuhannya. Tanaman bayam mulai sprouts. Dari sini, sinar matahari sudah dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Setelah berusia kurang lebih satu minggu, akar mulai banyak dan tunas mulai mengeluarkan daun.

Air yang biasanya dipakai untuk menyemai, diganti dengan air nutrisi. Nutrisi 1000 BPM atau 5 mili AB mix dengan satu liter air. Biasanya untuk jumlah yang cukup banyak, pembudidaya tanaman bayam hidroponik akan menggunakan dua liter air dan memakai 10 mili AB mix hidroponik.

Jangan terlambat memberikan air nutrisi sesuai dengan umur tanaman agar penyemaian yang baik hingga pemanenan dapat berhasil diterapkan. Air yang dipakai bisa air sumur atau air PAM yang kemudian diaduk rata dengan air nutrisi dan disimpan pada ember bekas cat.

Ketika tanaman berusia dua minggu, akarnya akan terlihat panjang dan dapat dilihat dari bawah wadah bakul plastik. Daun-daunnya pun semakin lebat dan wadah telah terisi penuh. Pemanenan biasanya dilakukan saat bayam berusia 20 hari. Akar akan mudah dilepaskan saat bayam hendak dicabut. Media ini termasuk media termudah dan bisa dicoba sendiri di rumah, tanpa memerlukan kebun atau lahan yang besar.

Keajaiban Antioksidan Bayam
Keajaiban Antioksidan Bayam

tombol beli buku

Tips Tanam Bayam Hidroponik

Ternyata, bayam ini juga berbeda dari jenis sayuran lainnya. Dengan harga yang murah dan terjangkau, sayuran hijau ini juga mudah terserang oleh hama. Untuk ph air, beberapa penanam memiliki pendapat dan pilihan berbeda. Ph air baku bisa di angka 5,0-5,3 dari semai hingga panen.

Meski di awal-awal rasanya tidak ada kendala dalam penanaman, bayam dapat bertumbuh dengan baik, tetapi pada masa semai, kesabaran para penanamnya akan diuji. Biasanya, akan tumbuh jamur yang menyerang akar dari tanaman bayam, lalu sampai berumur tujuh hari, tanaman akan mati dan yang lainnya juga ikut mati.

Ph ternyata juga menjadi pengaruh. Jika ph di atas 6 atau 7, jamur akan lebih mudah berkembang. Ada pula pembudidaya bayam yang memakai nutrisi 1600 PPM dari semai sampai panen.

Bayam juga merupakan salah satu tanaman yang dapat ditanam dengan sistem hidroponik dan masih tahan akan panas. Dengan suhu air 30 pun, bayam masih dapat bertahan dan bertumbuh hingga proses panen.

Kesuburan pun dapat dilihat dari warna dan berdiri kokohnya tanaman tersebut. Nutrisi untuk sayuran daun dan batang. Selain itu, alat pengecekan ph juga perlu diperhatikan. Jika alatnya kurang bagus, ph yang dicek menjadi tidak konsisten dan berubah-ubah dari hari ke hari, sehingga penanam menjadi tidak tahu pasti, apakah air yang diberikan sudah sesuai dan aman untuk tumbuhan atau tidak.

Selanjutnya, jumlah benih dalam satu rockwool. Biasanya penanam akan menaruh benih dengan satu jumputan. Melalui satu jumputan itu, benih yang diambil bisa berjumlah 5-10 atau lebih. Lalu, berapakah jumlah ideal untuk benih yang akan ditanam pada netpot?



Jika diamati satu-persatu hingga panen, jumlah pada satu wadah bisa berbeda-beda dan dari satu jumputan benih, tidak semuanya bisa bertumbuh. Mungkin ada yang layu, mati, atau terhambat pertumbuhannya. Dalam satu netpot yang berisi lebih dari lima, misalnya enam atau tujuh, entah satu atau dua tangkai bayamnya pasti sulit untuk bertumbuh dengan baik. Karena jika wadahnya sendiri sempit, bayam-bayam yang hendak berdiri akan berdesakkan dan tanaman yang paling besar akan membuat yang lainnya menjadi terhimpit. Pertumbuhan menjadi tidak rata dan akan banyak populasi bayam yang kecil.

Jadi, satu wadah diisi maksimal 5 benih saja, apalagi jika pembudidayaan bayam digunakan pula sebagai sumber penghasilan. Ketika dipanen dan diberikan kepada konsumen, ukuran dan bayam yang segar tentu akan memuaskan mereka.

Namun, ketika menginjak usia sepuluh hari, pertumbuhan bisa diamati kembali dan benih yang dapat bertahan dalam jumlah yang banyak bisa dipisahkan. Usia tersebut juga ideal untuk pemisahan tanaman yang mempunyai potensi untuk berkembang lebih tinggi.

Untuk asupan sinar matahari, bayam membutuhkannya 100%. Jangan menggunakan semacam paranet karena akan mengurangi intensitas matahari dan itu akan sangat berpengaruh untuk pertumbuhan sayur hijau seperti bayam.

Tanaman tidak akan subur, daunnya kecil-kecil dan jarang, padahal bagian dari tanaman bayam yang dimanfaatkan adalah daunnya. Biasanya, suhu di dalam ruangan atau lingkungan tanamnya, green house adalah 35-36 derajat. Namun, bayam tetap berdiri kokoh dan tidak layu. Untuk tips lengkapnya, bisa dibaca melalui buku ini.

 

Bertanam Hidroponik Untuk Pemula
Bertanam Hidroponik Untuk Pemula

tombol beli buku

 

Hama Bayam Cabut dan Potong

Kesuburan dari tanaman tidak lepas dari yang namanya hama. Jika gagal panen, pembudidaya tentu akan rugi dan usahanya menjadi sia-sia. Hama seperti ulat kecil biasanya menyerang saat malam hari dan membuat daun-daun bayam menjadi berlubang. Lain halnya dengan benih yang terinfeksi. Jika benih yang terserang, dampaknya tidak akan terlihat di usia tua. Bayam yang sudah rusak memang sulit untuk diobati kembali. Untuk itu, selalu perhatikan pertumbuhan dari bayam dan berikan pestisida nabati.

Bayam Hidroponik Sebagai Sumber Pemasukan

Bayangkan saja jika hanya dengan satu bungkus benih, Anda dapat menghasilkan kebun bayam dari sebuah rockwool dan wadah sederhana, seperti ember cat. Untuk menanamnya pun tidaklah sulit dan sederhana. Hanya tinggal memperhatikan pembudidayaannya, mencegah hama atau penyakit dari masa benih mulai bertumbuh. Dengan modal Rp50.000, Anda bisa menghasilkan untung hingga Rp700.000.

Waktu yang dibutuhkan hingga panen pun hanya 15-20 hari. Banyak pembudidaya yang merintis usaha bayam dari yang paling sederhana, hingga bisa mendirikan green house dan menanam tumbuhan lain.

Selada, cabai, sayuran hijau lainnya akan banyak diburu, apalagi dengan harga yang murah meriah. Jika kebun sayuran organik Anda sudah kuat berdiri dan banyak diburu di pasaran, para pegawai dan pekerja lainnya dapat ditawarkan untuk bergabung, sehingga pekerjaan Anda bisa menjadi lebih ringan. Pemasaran pun bisa menjadi lebih luas dan bayam-bayam Anda akan semakin dikenal.

Pembudidayaan bayam nyatanya menghasilkan keuntungan tersendiri untuk para penanamnya. Asalkan telaten dan sabar, benih-benih kecil akan menghasilkan sesuatu yang besar. Teruslah berbudidaya dan kembangkanlah usaha sayuran organik yang ramah lingkungan bersama petunjuk dari buku-buku terbaik ini!

Rahasia Sukses Hidroponik
Rahasia Sukses Hidroponik


tombol beli buku

 

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Tasya Talitha