The Odyssey – Bagaimana rasanya jika perjalanan pulang yang seharusnya berlangsung sederhana justru berubah menjadi petualangan panjang penuh bahaya? Bayangkan harus mengarungi lautan tanpa tahu kapan bisa kembali, menghadapi makhluk-makhluk mengerikan, godaan, hingga murka para dewa.
Dalam perjalanan seperti itu, keberanian saja mungkin tidak cukup. Seseorang juga membutuhkan kecerdikan, keteguhan hati, dan alasan kuat untuk terus bertahan.
Gambaran tentang perjalanan penuh tantangan tersebut telah menjadi bagian dari salah satu karya paling berpengaruh dalam sejarah sastra dunia. Kisahnya mengikuti seorang raja yang ingin kembali kepada keluarga dan tanah kelahirannya setelah memenangkan perang. Namun, perjalanan menuju rumah justru membawanya melewati berbagai rintangan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Kisah epik tersebut hadir dalam The Odyssey, karya yang secara tradisional dikaitkan dengan Homer, penyair Yunani kuno yang juga dikenal sebagai penulis The Iliad. Selain menghadirkan petualangan dan kisah kepahlawanan, karya ini juga menyimpan cerita tentang keluarga, kesetiaan, kecerdikan, serta perjuangan seseorang untuk kembali ke tempat yang disebutnya rumah.
Buku yang akan kita bahas kali ini adalah versi The Odyssey yang diterbitkan oleh Norris Books pada 26 Juni 2026 dengan ketebalan 290 halaman.
Sebagai salah satu karya klasik yang telah menginspirasi berbagai karya sastra, seni, musik, dan film selama berabad-abad, kisah perjalanan Odysseus tetap menarik untuk dibaca hingga sekarang.
Lantas, seperti apa perjalanan panjang Odysseus untuk kembali kepada keluarganya setelah Perang Troya? Yuk, Grameds, kita simak ulasan buku The Odyssey bersama Gramin!
Table of Contents
Profil Homer – Penulis Novel The OdysseyÂ
Homer merupakan nama yang sangat dikenal dalam sejarah sastra Yunani kuno. Ia secara tradisional diakui sebagai penyair di balik dua puisi epik besar, The Iliad dan The Odyssey. Kedua karya tersebut menjadi bagian penting dari sastra Yunani kuno sekaligus memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan cerita kepahlawanan dalam berbagai karya yang muncul setelahnya.
The Iliad berpusat pada perselisihan antara Raja Agamemnon dan prajurit Achilles pada tahun terakhir Perang Troya. Sementara itu, The Odyssey mengikuti perjalanan Odysseus, Raja Ithaca, yang berusaha kembali ke rumah setelah berakhirnya perang tersebut. Kedua kisah ini kemudian menjadi bagian penting dari tradisi sastra yang membentuk pandangan masyarakat Yunani kuno mengenai kepahlawanan, kemuliaan, dan kehormatan.
Puisi-puisi yang dikaitkan dengan Homer ditulis menggunakan bahasa Yunani Homerik atau Yunani Epik. Para peneliti juga meyakini bahwa karya-karya tersebut pada awalnya berkembang melalui tradisi lisan sebelum kemudian dituliskan. Hal tersebut turut menjadi alasan mengapa pembahasan mengenai asal-usul dan proses penyusunan karya Homer masih menjadi bahan perdebatan di kalangan para sarjana hingga saat ini.
Tidak banyak hal yang dapat dipastikan mengenai kehidupan pribadi Homer. Berbagai kisah tentang dirinya berkembang sejak zaman klasik, termasuk cerita bahwa ia merupakan seorang penyair buta yang berasal dari Ionia, wilayah pesisir Anatolia yang kini berada di Turki. Namun, para sarjana modern menganggap kisah-kisah tersebut sebagai bagian dari legenda sehingga sosok Homer sendiri masih diselimuti berbagai pertanyaan.
Begitu pula dengan persoalan mengenai kapan dan bagaimana The Iliad dan The Odyssey disusun. Perkiraannya berada pada akhir abad kedelapan atau awal abad ketujuh SM, sementara perdebatan mengenai apakah kedua karya tersebut benar-benar berasal dari satu penulis masih terus berlangsung. Terlepas dari berbagai pertanyaan tersebut, pengaruh karya-karya Homer terhadap sastra dan kebudayaan sangatlah besar. Kisah-kisahnya telah menginspirasi berbagai karya sastra, musik, seni, hingga film dari masa ke masa.
Sinopsis The OdysseyÂ
Setelah meraih kemenangan dalam Perang Troya, Odysseus memulai perjalanan untuk kembali ke Ithaca dan bertemu dengan istri serta putra-putranya. Namun, perjalanan yang seharusnya menjadi jalan pulang justru berubah menjadi petualangan panjang selama sepuluh tahun di tengah lautan yang penuh ketidakpastian.
Dalam perjalanannya, Odysseus harus menghadapi berbagai bahaya, mulai dari monster raksasa hingga godaan para dewi dan kemurkaan para dewa. Setiap rintangan menuntut keberanian sekaligus kecerdikan agar ia dapat terus bertahan dan menemukan jalan untuk kembali ke rumah.
Sementara itu, di Ithaca, keluarganya menghadapi persoalan mereka sendiri. Sekelompok pelamar yang kejam berusaha merebut kerajaan yang ditinggalkan Odysseus. Di tengah berbagai ancaman tersebut, kisah ini membawa pembaca mengikuti perjuangan Odysseus untuk bertahan hidup, mempertahankan harapan, dan menemukan jalan pulang kepada keluarganya.
Kelebihan dan Kekurangan The Odyssey (Norris Classics)
Kelebihan The Odyssey (Norris Classics)
The Odyssey karya Homer memiliki beberapa kelebihan yang membuatnya menarik untuk dibaca.
- Kisah petualangan yang penuh imajinasiÂ
Salah satu daya tarik utama The Odyssey adalah perjalanan Odysseus yang dipenuhi berbagai kejadian luar biasa. Ia harus melewati lautan, pulau-pulau asing, monster, serta berbagai rintangan yang melibatkan para dewa.
Beragam pengalaman tersebut membuat perjalanan pulang Odysseus terasa seperti sebuah petualangan besar yang penuh kejutan dan imajinasi.Â
- Memadukan mitologi dengan kisah manusiaÂ
Meskipun sangat lekat dengan mitologi Yunani, The Odyssey tidak hanya berbicara tentang dewa dan makhluk mitologis.
Di dalamnya terdapat persoalan yang sangat manusiawi, seperti kerinduan terhadap keluarga, keinginan untuk kembali ke rumah, kesetiaan, kehilangan, dan perjuangan menghadapi berbagai kesulitan.
Perpaduan tersebut membuat kisahnya tetap dapat dipahami meskipun berasal dari kebudayaan yang sangat berbeda dengan kehidupan pembaca masa kini.Â
- Tokoh utama yang memiliki karakter kompleksÂ
Odysseus tidak digambarkan sebagai pahlawan yang selalu sempurna. Ia dikenal karena kecerdikannya, tetapi juga memiliki sisi yang penuh perhitungan, pandai menyembunyikan identitas, dan tidak selalu berkata jujur.
Karakter yang memiliki banyak sisi tersebut membuat perjalanan Odysseus terasa lebih menarik karena pembaca dapat melihat seorang pahlawan yang juga memiliki kelemahan dan persoalan dalam dirinya.Â
- Struktur cerita yang tidak sederhana
Cara The Odyssey menyampaikan ceritanya menjadi salah satu hal menarik dari karya ini.
Perjalanan Odysseus tidak selalu diceritakan secara berurutan karena terdapat bagian yang disampaikan melalui kisah masa lalu dan cerita yang dituturkan oleh tokohnya sendiri.
Struktur semacam ini memberikan warna tersendiri dan menunjukkan bagaimana karya sastra kuno sudah menggunakan teknik penceritaan yang cukup beragam.Â
- Mengangkat tema yang tetap relevanÂ
Walaupun telah berusia ribuan tahun, sejumlah persoalan dalam The Odyssey masih mudah ditemukan dalam kehidupan manusia. Perjalanan pulang, hubungan antara orang tua dan anak, kesetiaan dalam hubungan, perjuangan menghadapi ketidakpastian, hingga keinginan untuk kembali ke tempat yang dianggap sebagai rumah merupakan tema yang tidak kehilangan maknanya.
Hal tersebut menjadi salah satu alasan mengapa kisah Odysseus terus dibaca dari generasi ke generasi.Â
- Memiliki pengaruh besar terhadap karya sastra dan budaya Â
The Odyssey bukan hanya dikenal sebagai karya sastra Yunani kuno, tetapi juga menjadi salah satu sumber inspirasi bagi banyak karya setelahnya. Gagasan tentang perjalanan panjang, tokoh yang berusaha kembali ke rumah, petualangan di tempat asing, hingga pertemuan dengan berbagai makhluk dan tokoh luar biasa dapat ditemukan kembali dalam banyak cerita modern.
Membaca karya ini juga memberikan kesempatan bagi pembaca untuk melihat salah satu akar dari tradisi cerita petualangan yang berkembang hingga sekarang.Â
- Memberikan pengalaman membaca karya klasik yang kayaÂ
Bagi pembaca yang tertarik dengan sastra klasik dan mitologi, The Odyssey menawarkan pengalaman yang cukup kaya.
Selain mengikuti perjalanan Odysseus, pembaca dapat mengenal gambaran mengenai nilai kepahlawanan, kehormatan, hubungan manusia dengan para dewa, serta kebudayaan yang melatarbelakangi cerita.
Kekayaan tersebut membuat novel ini tidak hanya menarik sebagai kisah petualangan, tetapi juga sebagai karya yang membuka pintu untuk memahami sastra dan kebudayaan masa lampau.Â
Kekurangan The Odyssey (Norris Classics)
Meskipun buku karya Homer ini menawarkan banyak kelebihan, buku ini tetap tidak luput dari kekurangan yang bisa menjadi pertimbangan bagi pembaca.Â
- Alurnya dapat terasa lambat bagi sebagian pembacaÂ
Sebagai karya epik yang berasal dari tradisi lisan, The Odyssey memiliki bagian-bagian yang terasa cukup panjang dan berulang.
Beberapa percakapan, penggambaran, maupun pola penceritaan dapat membuat tempo cerita terasa lebih lambat, terutama bagi pembaca yang terbiasa dengan novel modern yang bergerak cepat dan langsung menuju konflik utama.Â
- Tidak seluruh perjalanan Odysseus diceritakan secara mendetailÂ
Pembaca yang mengharapkan kisah petualangan yang sepenuhnya berfokus pada perjalanan Odysseus mungkin akan menemukan struktur yang berbeda dari perkiraan.
Sebagian pengalaman penting dalam perjalanannya disampaikan melalui cerita yang dituturkan kembali oleh Odysseus.
Akibatnya, beberapa petualangan yang sebenarnya menarik terasa lebih singkat dibandingkan bagian cerita lainnya.Â
Mengenal Tokoh-Tokoh Penting dalam The Odyssey
Grameds, perjalanan Odysseus dalam The Odyssey tidak hanya dipenuhi oleh lautan luas, tempat-tempat asing, monster, dan berbagai kejadian yang berada di luar nalar manusia.
Di balik perjalanan tersebut, terdapat sejumlah tokoh yang memiliki peran penting dalam membentuk kisahnya. Mereka berasal dari dunia manusia maupun dunia para dewa, dengan karakter dan kepentingan yang berbeda-beda.
Menariknya, tokoh-tokoh dalam The Odyssey tidak selalu hadir sebagai pahlawan atau lawan yang sederhana. Ada yang mengandalkan kekuatan, ada yang menggunakan kecerdikan, sementara yang lainnya memiliki kekuasaan sebagai dewa.
Lantas, siapa saja tokoh penting yang membuat kisah perjalanan Odysseus menjadi begitu menarik? Yuk, Grameds, kenali beberapa di antaranya berikut ini!
Odysseus, Raja Ithaca yang Cerdik
Odysseus merupakan tokoh utama dalam The Odyssey sekaligus Raja Ithaca. Dalam kisah-kisah mitologi Yunani, ia dikenal bukan hanya karena keberaniannya, tetapi juga karena kecerdikan dan kemampuannya dalam menyusun strategi. Bahkan, kecerdikannya menjadi salah satu ciri yang paling melekat pada sosok Odysseus.
Berbeda dari gambaran pahlawan yang selalu mengandalkan kekuatan fisik, Odysseus lebih sering menggunakan akal untuk menghadapi berbagai persoalan. Ia juga dikenal sebagai tokoh yang memiliki banyak sisi dalam kepribadiannya. Keberanian, kecerdikan, ambisi, dan kemampuannya untuk bertahan hidup membuat Odysseus menjadi salah satu tokoh paling terkenal dalam mitologi Yunani.
Penelope, Istri Odysseus yang Setia dan Cerdas
Penelope merupakan istri Odysseus dan salah satu tokoh perempuan yang penting dalam The Odyssey. Selama Odysseus tidak berada di Ithaca, Penelope harus menghadapi berbagai tekanan yang berkaitan dengan keadaan keluarganya dan kerajaan.
Penelope tidak hanya dikenal karena kesetiaannya kepada Odysseus, tetapi juga karena kecerdasannya. Dalam berbagai versi kisahnya, ia digambarkan sebagai perempuan yang mampu menggunakan kecerdikan untuk menghadapi situasi sulit. Hal tersebut membuat Penelope menjadi salah satu karakter perempuan yang paling dikenang dari sastra Yunani kuno.
Telemachus, Putra Odysseus
Telemachus adalah putra Odysseus dan Penelope. Ia memiliki posisi penting dalam cerita karena kehidupannya turut dipengaruhi oleh ketidakhadiran sang ayah. Sebagai putra seorang raja, Telemachus berada dalam situasi yang tidak mudah ketika harus berhadapan dengan berbagai persoalan yang terjadi di Ithaca.
Tokoh Telemachus juga menarik karena perjalanan yang dialaminya tidak hanya berkaitan dengan keadaan keluarganya. Ia menjadi gambaran seorang anak muda yang perlahan mencari keberanian dan jati dirinya. Hubungannya dengan Odysseus turut menjadi salah satu unsur penting yang membuat kisah keluarga dalam The Odyssey terasa kuat.
Athena, Dewi Kebijaksanaan
Athena merupakan salah satu dewi terpenting dalam mitologi Yunani dan dikenal sebagai dewi kebijaksanaan, strategi, serta keterampilan dalam perang. Dalam The Odyssey, Athena memiliki hubungan yang sangat erat dengan Odysseus dan menjadi salah satu sosok ilahi yang memberikan dukungan kepadanya.
Hubungan keduanya juga terasa menarik karena Athena menghargai kecerdikan dan kemampuan berpikir yang dimiliki Odysseus. Kehadiran Athena menunjukkan bahwa dalam dunia The Odyssey, perjalanan manusia tidak sepenuhnya terpisah dari campur tangan para dewa. Keputusan dan tindakan manusia dapat bersinggungan dengan kehendak para dewa yang memiliki kekuatan jauh lebih besar.
Poseidon, Dewa Laut
Jika Athena memiliki hubungan yang mendukung Odysseus, Poseidon justru menjadi salah satu kekuatan yang berlawanan dengannya. Dalam mitologi Yunani, Poseidon merupakan dewa laut sekaligus salah satu dewa utama yang memiliki kekuasaan besar atas lautan.
Peran Poseidon sangat berkaitan dengan perjalanan Odysseus karena sebagian besar petualangan sang pahlawan berlangsung di laut. Kehadiran Poseidon juga memperlihatkan bagaimana lautan dalam kisah epik Yunani bukan hanya menjadi tempat perjalanan, tetapi juga ruang yang dipenuhi kekuatan alam dan campur tangan para dewa.
Circe dan Calypso, Dua Sosok yang Ditemui Odysseus
Circe dan Calypso merupakan dua tokoh perempuan yang memiliki kaitan dengan perjalanan Odysseus. Keduanya memiliki latar belakang yang berbeda, tetapi sama-sama memperlihatkan bagaimana perjalanan Odysseus mempertemukannya dengan sosok-sosok yang berada di luar dunia manusia biasa.
Circe dikenal sebagai seorang penyihir atau enchantress dalam mitologi Yunani, sedangkan Calypso merupakan nimfa yang tinggal di sebuah pulau. Kehadiran kedua tokoh ini memperkaya dunia The Odyssey dengan unsur magis sekaligus memperlihatkan berbagai bentuk godaan dan tantangan yang harus dihadapi Odysseus selama perjalanan panjangnya.
Melalui tokoh-tokoh tersebut, Grameds dapat melihat bahwa kekuatan The Odyssey tidak hanya terletak pada petualangan Odysseus saja. Hubungan antara manusia, keluarga, pahlawan, dan para dewa membuat kisah ini memiliki dunia yang jauh lebih luas. Tidak heran jika karakter-karakternya terus dikenang dan menjadi inspirasi bagi berbagai karya sastra dan budaya hingga berabad-abad kemudian.
Penutup
Buku The Odyssey (Norris Classics) menjadi pilihan bacaan yang tepat bagi Grameds yang ingin mengenal salah satu karya klasik paling berpengaruh dalam sejarah sastra dunia.
Melalui perjalanan Odysseus dan tokoh-tokoh di sekelilingnya, Grameds tidak hanya diajak menikmati kisah petualangan saja, tetapi juga akan diajak untuk melihat bagaimana keberanian, kecerdikan, kesetiaan, keluarga, serta campur tangan para dewa membentuk sebuah cerita yang telah bertahan selama ribuan tahun.
Pada akhirnya, The Odyssey menunjukkan bahwa sebuah kisah klasik dapat terus menemukan pembacanya karena memiliki tema dan karakter yang tetap menarik untuk direnungkan. Jadi, apakah Grameds siap mengikuti perjalanan panjang Odysseus untuk menemukan jalan pulang?
Semoga ulasan dari Gramin ini dapat membantu Grameds mengenal The Odyssey (Norris Classics) lebih dekat dan menambah ketertarikan untuk membaca karya klasik lainnya.
The Odyssey (Norris Classics) karya Homer ini bisa kamu dapatkan hanya di Gramedia.com ya! Untuk mendukung kamu #TumbuhBermakna, kami selalu siap memberikan informasi dan produk terbaik untuk kamu.
Penulis: Gabriel
Rekomendasi Buku
Keajaiban Toko Kelontong Namiya
Ketika tiga pemuda berandal bersembunyi di toko kelontong tak berpenghuni setelah melakukan pencurian, sepucuk surat misterius mendadak diselipkan ke dalam toko melalui lubang surat. Surat yang berisi permintaan saran. Sungguh aneh. Namun, surat aneh itu ternyata membawa mereka dalam petualangan melintasi waktu, menggantikan peran kakek pemilik toko kelontong yang menghabiskan tahun-tahun terakhirnya memberikan nasihat tulus kepada orang-orang yang meminta bantuan. Hanya untuk satu malam. Dan saat fajar menjelang, hidup ketiga sahabat itu tidak akan pernah sama lagi…
Misteri Perpustakaan yang Hilang (The Lost Library)
Suatu hari, perpustakaan kecil gratis muncul di Kota Martinville. Di dekatnya ada plang bertuliskan: AMBIL BUKU, TINGGALKAN BUKU. ATAU DUA-DUANYA! Evan mengambil dua buku dan mendapati buku-buku di perpustakaan tersebut berasal dari Perpustakaan Martinville yang terbakar dua puluh tahun lalu.
Perpustakaan kecil gratis itu ternyata dibuat oleh hantu bernama Al dan dijaga oleh kucing manis bernama Mortimer. Al merupakan asisten pustakawan Perpustakaan Martinville sementara Mortimer dulu tinggal di sana. Setiap kali mengingat kebakaran Perpustakaan Martinville, hati Mortimer selalu berkata itu salahnya. Apa yang sebenarnya terjadi hari itu?
Teka-Teki Gambar Aneh
Gambar yang dibuat seorang wanita hamil di internet…
Gambar yang dibuat seorang anak kecil sebagai hadiah Hari Ibu…
Gambar yang dibuat seorang korban pembunuhan di saat-saat terakhirnya…
Jika dilihat sekilas, gambar-gambar ini terkesan biasa saja. Namun, jika dicermati lebih dalam, di sana-sini terdapat keganjilan… keganjilan yang akhirnya mendorong seorang detektif amatir menyusuri labirin penuh teka-teki yang mengarah pada sebuah kenyataan mengerikan.
Novel kedua dari YouTuber populer, Uketsu—sosok misterius bertopeng yang merupakan salah satu penulis kontemporer paling populer di Jepang.
Â
- 7 Sayap Kehidupan
- Aku Kalah Aku Merindukanmu
- Alelopati
- Ballerina Berdarah
- Buku Bisnis Terbaik
- Buku Sourdough
- Di Titik Terendah Aku Mulai Melangkah
- Ensiklopedia Faeries
- Gerbong Perempuan
- I Choose Not to Get Married
- Jadi Paham tentang Uang
- Kaisar Dewa Dune
- Kamu Tidak Salah
- Keberuntungan Sedang Menghampirimu
- Ketika Anak-Anak Pergi
- Ketua Ekskul
- Kumpulan Budak Setan
- Multiidentitas
- Naoko
- Panduan Teknik Rappelling dalam Canyoneering
- Pendosa yang Merindukan Tuhan
- Perjamuan Arwah
- Petualangan Tintin Lotus Biru
- Project Hail Mary
- Rain Tere Liye
- Respati Malam Pencabut Nyawa
- Rigel Sang Penyelamat
- Rumah Sebuah Novel
- Skill with People
- Sobotta Atlas Anatomi Manusia
- Teh dan Pengkhianat
- The Odyssey
- Tentang Luka yang Kusimpan Sendiri
- The Awakening
- The Da Vinci Code
- The Hazel Wood
- The Lost Symbol
- The Shack
- The Time Machine
- The Unstoppable You
- Toko Obat Cinta Keluarga Botero





