Ketua Ekskul – Masa SMA sering kali menjadi babak kehidupan yang paling sulit dilupakan. Di sanalah persahabatan tumbuh, mimpi mulai dirancang, dan berbagai kegiatan ekstrakurikuler menjadi tempat menemukan jati diri.
Kesibukan mengikuti rapat organisasi, mempersiapkan lomba, hingga saling membantu saat acara sekolah berlangsung sering kali meninggalkan kenangan yang tetap melekat bahkan setelah lulus. Tidak jarang pula, di balik rutinitas itu tersimpan kisah persaingan, pertengkaran kecil, hingga benih-benih perasaan yang muncul tanpa disadari.
Berangkat dari sana, novel Ketua Ekskul akan mengajak Grameds kembali untuk menikmati hangatnya kehidupan sekolah dengan segala dinamikanya. Perbedaan karakter, keseruan menjadi pengurus organisasi, dan hubungan benci tapi lama-kelamaan berubah menjadi saling peduli dikemas dalam cerita yang ringan sekaligus menghibur.
Dengan balutan romansa remaja yang manis serta nuansa kehidupan SMA yang terasa dekat dengan keseharian, novel ini mampu membawa pembaca seolah kembali duduk di bangku sekolah.
Novel Ketua Ekskul ini diterbitkan oleh Cahaya Duabelas Semesta pada 1 November 2022 dengan total 299 halaman. Nah, kalau Grameds penasaran dengan kisah dalam novel ini, Gramin sudah menyiapkan ulasan lengkap novel Ketua Ekskul di bawah ini.
Table of Contents
Profil Michel NF – Penulis Novel Ketua Ekskul
Ketua Ekskul merupakan novel kedua karya Michel Nabila Fatahillah atau yang lebih akrab disapa Michel NF. Penulis kelahiran Jakarta, 30 Juni 2006 ini mulai dikenal berkat cerita-cerita Alternative Universe atau AU yang ia unggah di media sosial X, yang dahulu dikenal sebagai Twitter.
AU sendiri merupakan karya fiksi yang meminjam tokoh dari kalangan idola, tetapi menghadirkan alur, latar, dan kehidupan yang sepenuhnya berbeda dari dunia nyata.
Berkat gaya berceritanya yang menarik, karya-karyanya berhasil menarik perhatian pembaca hingga akhirnya diterbitkan dalam bentuk novel.
Perjalanan Michel sebagai penulis dimulai sejak masih duduk di bangku MTsN 12 Jakarta. Saat itu, ia menulis novel pertamanya yang berjudul Rajewali.
Ketika melanjutkan pendidikan di SMAN 32 Jakarta, kecintaannya terhadap dunia menulis terus berkembang hingga melahirkan novel Ketua Ekskul. Kesuksesannya berlanjut dengan terbitnya novel Albiandra pada 1 September 2023.
Sinopsis Novel Ketua Ekskul
Masuk ke SMA yang sama dengan Ali membuat Caca harus kembali menghadapi sosok yang paling sering mengganggunya sejak SMP. Ali selalu punya cara untuk membuat Caca kesal, mulai dari menyembunyikan sepatu, melepas ikat rambutnya, hingga mengambil slayer kuning PMR yang sangat ia banggakan. Karena itulah, Caca merasa tidak pernah bisa akur dengan Ali. Begitu pula sebaliknya, Ali juga mengaku tidak menyukai Caca.
Namun, keadaan berubah ketika mereka dipercaya menjadi ketua dua ekstrakurikuler yang berbeda. Ali memimpin Pramuka, sedangkan Caca menjadi ketua PMR.
Demi menjalankan kegiatan sekolah, keduanya harus belajar bekerja sama meski sering bertengkar.
Tanpa disadari, kebersamaan itu perlahan mengubah hubungan mereka. Ali mulai ingin melindungi Caca, sementara Caca selalu menjadi orang yang siap merawat Ali ketika dibutuhkan.
Seperti semboyan Pramuka, Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan, yang bertemu dengan semboyan PMR, Siamo Tutti Fratelli (Kita semua bersaudara), kisah Ali dan Caca membuktikan bahwa di balik pertengkaran yang tidak ada habisnya, terkadang tumbuh rasa peduli yang tidak pernah mereka duga sebelumnya.
Kelebihan dan Kekurangan Novel Ketua Ekskul
Kelebihan Novel Ketua Ekskul
Novel Ketua Ekskul karya Michel NF merupakan karya yang direkomendasikan karena menyajikan berbagai kelebihan sebagai berikut.
1. Mengangkat kehidupan ekstrakurikuler yang terasa hidup
Salah satu kelebihan utama Novel Ketua Ekskul adalah bagaimana aktivitas ekstrakurikuler tidak hanya dijadikan latar cerita.
Pramuka dan PMR digambarkan memiliki peran penting dalam perkembangan alur sehingga pembaca bisa merasakan kesibukan, tanggung jawab, dan semangat para anggotanya.
Hal ini membuat suasana sekolah terasa lebih nyata dan memberikan warna tersendiri dibandingkan novel remaja pada umumnya.
2. Dinamika hubungan tokoh yang ringan dan menghibur
Interaksi antara Ali dan Caca dipenuhi dengan saling menggoda, berdebat, dan adu pendapat yang menghadirkan banyak momen menghibur.
Gaya berceritanya ringan sehingga mudah diikuti, terutama bagi pembaca yang menyukai kisah romansa remaja dengan nuansa persahabatan dan kehidupan sekolah.
3. Nuansa nostalgia masa SMA terasa kuat
Novel ini berhasil menghadirkan suasana sekolah yang akrab dengan kehidupan remaja, mulai dari interaksi antar teman, kegiatan organisasi, hingga momen-momen sederhana yang membuat masa SMA terasa begitu berkesan.
Bagi pembaca yang sudah lulus, cerita ini dapat membangkitkan rasa rindu terhadap kehidupan sekolah. Sementara itu, bagi pembaca yang masih bersekolah, kisahnya terasa dekat dengan keseharian sehingga lebih mudah untuk dinikmati.
4. Gaya bahasa sederhana dan mudah diikuti
Michel NF menggunakan bahasa yang ringan, santai, dan sesuai dengan karakter remaja. Dialog-dialog antar tokohnya terasa natural sehingga cerita mengalir dengan nyaman tanpa terasa berat.
Hal ini membuat Ketua Ekskul cocok dibaca oleh pembaca yang baru mulai menikmati novel romansa remaja maupun yang sedang mencari bacaan ringan untuk mengisi waktu luang.
Kekurangan Novel Ketua Ekskul
Meskipun novel The Ketua Ekskul karya Michel NF menawarkan banyak kelebihan, Novel ini tetap tidak luput dari kekurangan yang bisa menjadi pertimbangan bagi pembaca.
1. Beberapa konflik terasa berulang dan perkembangan cerita berjalan cukup cepat
Meskipun alurnya terasa cepat, beberapa interaksi antar tokoh memiliki pola yang mirip sehingga di beberapa bagian dapat terasa repetitif.
Selain itu, perpindahan dari satu adegan ke adegan lain berlangsung cukup singkat sehingga ada momen yang terasa kurang mulus dan membuat perkembangan cerita tampak terburu-buru.
2. Terdapat beberapa detail yang kurang konsisten
Di beberapa bagian, terdapat detail cerita yang dapat memunculkan pertanyaan mengenai kesinambungan antara degan maupun beberapa aturan dalam lingkungan sekolah.
Meski tidak terlalu mempengaruhi jalan cerita secara keseluruhan, hal ini mungkin akan cukup diperhatikan oleh pembaca yang menyukai alur dengan konsistensi yang rapi.
Mengapa Ekstrakurikuler itu Penting?
Salah satu hal yang membuat Ketua Ekskul terasa begitu dekat dengan kehidupan remaja adalah latar kegiatan ekstrakurikulernya.
Novel ini tidak hanya menghadirkan kisah romansa dan persahabatan, tetapi juga memperlihatkan bagaimana organisasi sekolah menjadi tempat siswa belajar bekerja sama, memimpin, dan bertanggung jawab.
Tidak heran jika kegiatan ekstrakurikuler sering dianggap sebagai bagian penting dalam membentuk pengalaman selama masa sekolah.
Apa Itu Kegiatan Ekstrakurikuler?
Kegiatan ekstrakurikuler merupakan aktivitas yang dilakukan di luar jam pelajaran sebagai sarana bagi siswa untuk mengembangkan minat, bakat, serta kemampuan di berbagai bidang. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru, tetapi juga belajar membangun karakter, meningkatkan rasa percaya diri, dan memperluas pengalaman sosial.
Menurut Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 060/U/1993 dan Nomor 080/U/1993, ekstrakurikuler adalah kegiatan yang diselenggarakan di luar jam pelajaran sesuai dengan kebutuhan sekolah dan dirancang untuk mendukung minat serta bakat peserta didik.
Sementara itu, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan menjelaskan bahwa ekstrakurikuler merupakan salah satu bentuk pembinaan siswa yang bertujuan membantu mereka mengembangkan potensi diri, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.
Fungsi dan Tujuan Kegiatan Ekstrakurikuler
Selain menjadi wadah untuk menyalurkan hobi, kegiatan ekstrakurikuler juga memiliki peran penting dalam perkembangan siswa. Aqip dan Sujak (2011) menjelaskan bahwa ekstrakurikuler memiliki empat fungsi utama, yaitu sebagai berikut.
- Mengembangkan Potensi Diri
Ekstrakurikuler memberikan kesempatan kepada siswa untuk menggali minat, mengasah bakat, membentuk karakter, serta melatih kemampuan memimpin melalui berbagai kegiatan yang dilakukan secara aktif.
- Meningkatkan Kemampuan Sosial
Melalui kerja sama dalam tim, siswa belajar berkomunikasi, bertanggung jawab, menghargai perbedaan, dan menerapkan nilai-nilai sosial maupun moral dalam kehidupan sehari-hari.
- Menjadi Sarana Rekreasi yang Positif
Kegiatan ekstrakurikuler dirancang dalam suasana yang menyenangkan sehingga mampu menjadi tempat belajar sekaligus melepas penat. Lingkungan sekolah pun terasa lebih hidup, menarik, dan memberikan pengalaman yang berkesan bagi para siswa.
- Mempersiapkan Karier di Masa Depan
Berbagai pengalaman yang diperoleh selama mengikuti organisasi atau ekstrakurikuler dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan yang berguna untuk dunia pendidikan maupun dunia kerja di kemudian hari, seperti kepemimpinan, komunikasi, kerja sama, dan kemampuan memecahkan masalah.
Penutup
Novel Ketua Ekskul menjadi pilihan bacaan tepat bagi Grameds yang menyukai kisah romansa remaja dengan latar kehidupan sekolah yang hangat dan penuh dengan nostalgia.
Lewat dinamika persahabatan, keseruan organisasi, serta interaksi antar tokoh yang menghibur, novel ini mengingatkan bahwa masa SMA kita itu tentang menemukan pengalaman, pelajaran hidup, dan kenangan yang akan selalu dikenang.
Jika Grameds sedang mencari novel ringan yang mampu membawa kembali suasana seru menjadi anak sekolah, Ketua Ekskul wajib untuk masuk ke dalam daftar bacaanmu.
Novel Ketua Ekskul karya Michel NF ini bisa kamu dapatkan hanya di Gramedia.com ya! Untuk mendukung kamu #TumbuhBermakna, kami selalu siap memberikan informasi dan produk terbaik untuk kamu.
Penulis: Gabriel
Rekomendasi Buku
Funiculi Funicula 2: Kisah-Kisah Yang Baru Terungkap
Funiculi Funicula, sebuah kafe di gang sempit di Tokyo, masih kerap didatangi oleh orang-orang yang ingin menjelajah waktu. Peraturan-peraturan yang merepotkan masih berlaku, tetapi itu semua tidak menyurutkan harapan mereka untuk memutar waktu.
Kali ini, ada seorang pria yang ingin kembali ke masa lalu untuk menemui sahabat yang putrinya ia besarkan, seorang putra putus asa yang tidak menghadiri pemakaman ibunya, seorang pria sekarat yang ingin melompat kedua tahun kemudian untuk memastikan kekasihnya bahagia, dan seorang detektif yang ingin memberi istrinya hadiah ulang tahun untuk pertama sekaligus terakhir kalinya.
Kenyataan memang akan tetap sama. Namun, dalam singkatnya durasi sampai kopi mendingin, mungkin masih tersisa waktu bagi mereka untuk menghapus penyesalan, membebaskan diri dari rasa bersalah atau mungkin melihat terwujudnya harapan.
Home Sweet Loan
Empat orang yang berteman sejak SMA bekerja di perusahaan yang sama meski beda nasib. Di usia 31 tahun, mereka berburu rumah idaman yang minimal nyerempet Jakarta.
Kaluna, pegawai Bagian Umum, yang gajinya tak pernah menyentuh dua digit. Gadis ini bekerja sampingan sebagai model bibir, bermimpi membeli rumah demi keluar dari situasi tiga kepala keluarga yang bertumpuk di bawah satu atap. Di tengah perjuangannya menabung, Kaluna dirongrong oleh kekasihnya untuk pesta pernikahan mewah.
Selain itu, ada juga masalah hutang keluarganya. Masalah-masalah ini menjadikan Kaluna merasa menjadi rakyat jelata saja tidak cukup membuat kepalanya mumet luar biasa. Tanisha, ibu satu anak yang menjalani Long Distance Marriage, mencari rumah murah dekat MRT yang juga bisa menampung mertuanya.
Nadira
Di sebuah pagi yang murung, Nadira Suwandi menemukan ibunya tewas bunuh diri. Kematian sang ibu, Kemala Yunus, seorang perempuan yang dikenal sangat ekspresif, berpikiran bebas, dan selalu bertarung mencari diri itu, sungguh mengejutkan.
Tewasnya Kemala kemudian mempengaruhi kehidupan Nadira sebagai seorang anak (“Melukis Langit”); seorang wartawan (“Tasbih”); seorang kekasih (“Ciuman Terpanjang”); seorang istri, hingga akhirnya membawa Nadira kepada sebuah penjelajahan ke dunia baru, dunia seksualitas yang tak pernah disentuhnya (“Kirana”).





