in ,

Review Buku I Choose Not to Get Married Karya Kwon, Mi Ju

I Choose Not to Get Married – Di tengah masyarakat yang masih sering mengaitkan kebahagiaan perempuan dengan pernikahan, banyak perempuan yang harus menghadapi tekanan, penilaian, hingga berbagai ekspektasi yang membatasi pilihan hidup mereka.

Berangkat dari kenyataan tersebut, Kwon Mi Ju menghadirkan I Choose Not to Get Married, sebuah buku yang lahir dari pengalaman pribadinya sebagai perempuan yang dengan sadar memilih untuk tetap melajang.

Melalui kisah hidup dan refleksi yang jujur, ia membagikan pelajaran berharga tentang keberanian menentukan jalan hidup sendiri, menerima diri apa adanya, serta menemukan makna kebahagiaan tanpa harus mengikuti standar yang ditetapkan masyarakat.

Buku I Choose Not to Get Married karya Kwon Mi Ju menjadi teman bagi para perempuan yang ingin menjalani hidup sesuai pilihan dan keyakinannya sendiri. Edisi terjemahan dari Korea Selatan ini diterbitkan oleh Penerbit m&c! dengan cetakan terbaru pada 2 Januari 2026 dan hadir dalam 312 halaman yang dipenuhi refleksi hangat mengenai kehidupan, kemandirian, dan pentingnya mencintai diri sendiri.

Sinopsis Buku I Choose Not to Get Married

button cek gramedia com

Melalui I Choose Not to Get Married, Kwon Mi Ju mengajak pembaca melihat kehidupan dari sudut pandang seorang perempuan yang memilih untuk tidak menikah.

Di tengah budaya yang masih menganggap pernikahan sebagai tujuan utama perempuan, ia memutuskan untuk membangun hidup berdasarkan nilai dan kebahagiaannya sendiri. Pilihan tersebut tentu tidak selalu mudah karena ia harus berhadapan dengan stigma, pertanyaan, hingga ekspektasi sosial yang terus mengiringi langkahnya.

Buku ini tidak hanya membahas keberanian mengambil keputusan yang berbeda, tetapi juga menggambarkan sisi manusiawi dari kehidupan seorang perempuan yang tinggal sendiri. Ada momen ketika rasa sepi datang tanpa diundang, ada pula kekhawatiran mengenai masa depan yang harus dihadapi seorang diri.

Meski demikian, pengalaman-pengalaman tersebut justru menjadi ruang bagi penulis untuk bertumbuh, mengenal dirinya lebih dalam, dan memahami bahwa kebahagiaan tidak selalu bergantung pada kehadiran pasangan hidup.

Alih-alih menawarkan kehidupan yang sempurna, Kwon Mi Ju menyampaikan refleksi sederhana tentang cara menjalani hidup dengan penuh makna. Ia menegaskan bahwa nilai seseorang tidak ditentukan oleh status pernikahan maupun peran sebagai orang tua, melainkan oleh kemampuan untuk menghargai diri sendiri, percaya pada pilihan hidup yang diambil, dan terus berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.

Dengan bahasa yang hangat dan penuh empati, buku ini mengajak pembaca untuk membangun hubungan yang sehat dengan diri sendiri sebelum memenuhi harapan orang lain. Setiap halaman menghadirkan pengingat bahwa hidup, baik dijalani sendiri maupun bersama orang lain, tetap dapat dipenuhi kebahagiaan, rasa syukur, dan tujuan yang bermakna.

Kelebihan dan Kekurangan Buku I Choose Not to Get Married

Pros & Cons

Pros
  • Melawan stigma masyarakat.
  • Bukan tentang pernikahan saja.
  • Banyak pembelajaran bagi perempuan
  • Ditulis dengan sudut pandang yang dekat dengan perempuan.
Cons
  • Sangat dipengaruhi konteks Korea Selatan.
  • Tidak relevan bagi yang ingin menikah.

 

Kelebihan Buku I Choose Not to Get Married

Novel I Choose Not to Get Married karya Kwon, Mi Ju merupakan karya internasional yang direkomendasikan karena menyajikan berbagai kelebihan sebagai berikut.

  • Melawan stigma masyarakat

Salah satu kekuatan utama buku ini adalah keberaniannya mengangkat stigma yang masih melekat pada perempuan lajang.

Kwon Mi Ju menunjukkan bahwa perempuan sering kali dihadapkan pada anggapan bahwa kebahagiaan hanya dapat diraih melalui pernikahan atau peran sebagai ibu. Padahal, setiap orang memiliki hak untuk menentukan jalan hidupnya sendiri.

Menariknya, buku ini tidak berusaha menentang konsep pernikahan, melainkan mengajak pembaca memahami bahwa kebahagiaan memiliki makna yang berbeda bagi setiap individu dan tidak harus mengikuti standar yang dibentuk masyarakat.

  • Bukan tentang pernikahan saja

Meski berangkat dari keputusan penulis untuk tidak menikah, isi buku ini membahas banyak aspek kehidupan yang lebih luas. Kwon Mi Ju berbagi pandangan tentang hubungan romantis, pertemanan, kehidupan sosial, hingga proses mengenal diri sendiri. Ia juga menyoroti bagaimana keputusan menikah yang tidak didasari kesiapan dapat membuat seseorang kehilangan jati dirinya.

Dengan begitu, buku ini tidak sekadar membicarakan status pernikahan, tetapi juga pentingnya menjalani hidup dengan penuh kesadaran.

  • Banyak pembelajaran bagi perempuan

Buku ini menghadirkan banyak pelajaran yang mendorong perempuan untuk lebih menghargai diri sendiri. Penulis mengajak pembaca memahami nilai diri, membangun kepercayaan diri, serta memiliki identitas yang kuat sebelum mengambil keputusan besar dalam hidup, termasuk menikah.

Ia juga mengingatkan bahwa pernikahan bukanlah jaminan seseorang akan terbebas dari rasa kesepian, karena perasaan tersebut pada dasarnya berhubungan dengan bagaimana seseorang mengenal dan menerima dirinya sendiri.

  • Ditulis dengan sudut pandang yang dekat dengan perempuan 

Buku ini bukan ajakan untuk menolak pernikahan ataupun mempengaruhi perempuan agar enggan menikah. Sebaliknya, Kwon Mi Ju menghadirkan tulisan yang penuh empati untuk merangkul perempuan dengan berbagai pilihan hidup yang mereka ambil.

Melalui pengalaman pribadinya, ia mengajak pembaca agar berani menentukan jalan hidup sendiri, menerima diri apa adanya, dan kembali menemukan kebahagiaan sesuai dengan nilai yang diyakini.

Kekurangan Buku I Choose Not to Get Married

Meskipun novel I Choose Not to Get Married karya Kwon, Mi Ju menawarkan banyak kelebihan, buku ini tetap tidak luput dari kekurangan yang bisa menjadi pertimbangan bagi pembaca.

  • Sangat dipengaruhi konteks Korea Selatan

Pembahasan dalam buku ini banyak dipengaruhi oleh kondisi sosial dan budaya Korea Selatan, terutama mengenai tekanan yang dihadapi perempuan lajang.

Akibatnya, beberapa pengalaman maupun sudut pandang yang disampaikan mungkin terasa kurang dekat dengan pembaca dari negara lain yang memiliki latar belakang budaya dan nilai sosial yang berbeda.

  • Tidak relevan bagi yang ingin menikah

Karena lebih menyoroti kehidupan perempuan yang memilih untuk tidak menikah, buku ini mungkin kurang relevan bagi pembaca yang sedang mencari pandangan atau motivasi mengenai kehidupan pernikahan.

Fokus utama buku ini adalah membangun penerimaan terhadap pilihan hidup melajang, bukan membahas bagaimana mempersiapkan diri menuju pernikahan.

 

Sosok Perempuan Terkenal yang Tidak Menikah

Sejumlah perempuan di berbagai belahan dunia telah menunjukkan bahwa kebahagiaan dan kesuksesan tidak selalu harus diukur dari status pernikahan.

Melalui pilihan hidup, karya, maupun pemikiran mereka, sosok-sosok ini membuktikan bahwa perempuan dapat menjalani kehidupan yang bermakna dengan tetap setia pada nilai yang mereka yakini.

Semangat tersebut sejalan dengan pesan yang disampaikan Kwon Mi Ju dalam I Choose Not to Get Married, yaitu bahwa setiap perempuan berhak menentukan jalan hidupnya sendiri tanpa harus tunduk pada ekspektasi sosial.

  • Chae Jung An

Aktris senior asal Korea Selatan ini dikenal terbuka mengenai keputusannya untuk menikmati hidup dengan mengutamakan kemandirian dan kebebasan pribadi.

Dalam beberapa wawancara, Chae Jung An mengungkapkan bahwa ia lebih memilih mempersiapkan masa depan secara finansial daripada menjadikan pernikahan sebagai tujuan hidup.

Baginya, menjalani hidup sesuai pilihan sendiri merupakan bentuk kebahagiaan yang layak dirayakan.

  • Tracey Thorne & Komunitas Gerakan “Bihon” (South Korea)

Di Korea Selatan, berkembang sebuah gerakan yang dikenal dengan istilah bihon, yaitu pilihan untuk tetap melajang secara sukarela.

Banyak perempuan yang tergabung dalam komunitas ini saling memberikan dukungan emosional sekaligus berupaya menghapus anggapan bahwa perempuan yang hidup sendiri identik dengan kesepian atau kegagalan.

Gagasan tersebut memiliki kesamaan dengan pesan yang ingin disampaikan Kwon Mi Ju melalui bukunya.

  • Oprah Winfrey

Sebagai salah satu tokoh media paling berpengaruh di dunia, Oprah Winfrey memilih menjalin hubungan jangka panjang tanpa menikah.

Ia pernah menyampaikan bahwa keputusan tersebut memberinya ruang untuk tetap fokus membangun karier, mengembangkan kegiatan filantropi, dan menjalani hidup sesuai dengan prioritas pribadinya.

Kisah Oprah menjadi contoh bahwa setiap orang memiliki definisi kebahagiaan yang berbeda.

  • Jane Austen

Penulis legendaris asal Inggris ini memilih tetap melajang sepanjang hidupnya pada masa ketika perempuan sangat bergantung pada pernikahan untuk memperoleh status sosial dan keamanan ekonomi.

Jane Austen justru mengabdikan hidupnya pada dunia sastra dan menghasilkan karya-karya yang terus dikenang hingga kini.

Pilihannya menjadi simbol keberanian perempuan untuk menentukan arah hidupnya sendiri di tengah tekanan sosial yang kuat.

 

Penutup

I Choose Not to Get Married karya Kwon, Mi Ju akan mengajak Grameds untuk memahami bahwa kebahagiaan berawal dari hubungan yang sehat dengan diri sendiri.

Buku ini juga mengingatkan bahwa setiap orang memiliki hak untuk menentukan jalan hidupnya tanpa harus memenuhi harapan yang ditetapkan orang lain. Sebelum menjadi sandaran bagi orang lain, kita perlu belajar menerima, menghargai, dan mencintai diri sendiri terlebih dahulu.

Melalui refleksi yang hangat dan penuh kejujuran, buku ini mengajak pembaca mempertanyakan kembali makna kebahagiaan, kesendirian, serta arti sebuah pernikahan dalam kehidupan.

Pada akhirnya, buku ini mengajarkan bahwa cinta kepada diri sendiri merupakan fondasi utama untuk menjalani kehidupan yang utuh dan membahagiakan.

Jadi, bagi siapa pun yang sedang berusaha mengenal dirinya lebih dalam atau ingin melihat kehidupan dari sudut pandang yang berbeda, I Choose Not to Get Married akan menawarkan banyak renungan yang mungkin akan terus kamu ingat bahkan setelah halaman terakhir selesai dibaca.

Novel I Choose Not to Get Married karya Kwon, Mi Ju ini bisa kamu dapatkan di Gramedia.com ya! Untuk mendukung kamu #TumbuhBermakna, kami selalu siap memberikan informasi dan produk terbaik untuk kamu.

 

Penulis: Gabriel

 

Rekomendasi Buku

 

I am Enough: Sebuah Perjalanan dari Luka Menuju Keberanian

I am Enough

button cek gramedia com

“Dari anak yang awalnya memiliki semangat untuk bermain, berubah menjadi anak yang selalu menunduk. Aku semakin diam, tidak percaya diri, dan tidak berani mengangkat tangan meski aku tahu jawabannya. Aku menjadi anak yang tidak ingin terlihat oleh siapapun. Bahkan, aku mulai takut ke sekolah. Ketakutan itu berlangsung lama, sangat lama.

Ada banyak momen di mana aku merasa takut. Ada banyak keputusan yang harus aku ambil tanpa benar-benar tahu bagaimana hasilnya. Ada banyak malam di mana aku hanya bisa berharap bahwa aku sedang berjalan ke arah yang benar.”

 

From Zero to Survive (Limited Edition)

From Zero to Survive

button cek gramedia com

Buku ini adalah rangkuman perjalanan (bertahan dan berkembang) hidup seseorang yang gak punya silver spoon di tangannya (privilege), yang menjalani tantangan hidup sejak hari pertama lahir ke dunia, sampai perlahan menemukan perspektif baru untuk melihat segala hal yang terjadi di dalam hari-harinya, bahkan merasakan kelegaan dan penerimaan hidup yang kini membawanya lebih melesat sekaligus lebih merunduk.

Di buku ini, penulis bakal ngajak kamu ngulik gimana caranya manage hidup, bisnis, dan momentum tanpa kehilangan arah. Jangan bayangin isi buku ini bakal penuh teori complicated, ya. Yang ada, penulis bakalan banyak bercerita soal pengalaman pribadi yang praktikal. Di sini, kamu bisa lihat sisi lain dari realita seorang perintis yang realistis, dari belajar menerima keadaan, belajar bangun networking, manfaatin personal branding, sampai gimana cara membangun fondasi hidup dan keuangan yang kokoh.

 

101 Essays That will Change the Way You Think

101 Essays that will Change the way You Think

button cek gramedia com

Buku laris yang menjadi fenomena di media sosial ini merupakan kumpulan tulisan terbaik Brianna Wiest. Tulisan-tulisannya berisi refleksi yang membahas pentingnya mengutamakan tujuan dibandingkan renjana, merangkul pemikiran negatif, melihat kebijaksanaan dalam rutinitas sehari-hari, dan mengenali bias kognitif yang memengaruhi pandangan kita terhadap kehidupan.

Beberapa tulisan ini belum pernah dipublikasikan; yang lainnya sudah dibaca oleh jutaan orang di seluruh dunia, tapi setiap tulisan ini akan membuat kita berpikir: ya, ide ini bisa mengubah hidupku.

 

Written by Dzikri N. Hakim