Kesenian Sosial Budaya

Tari Tor Tor: Sejarah, Gerakan, Jenis, Keunikan, Hingga Musik Pengiring

Tari Tor Tor
Written by Ananda

Tari Tor Tor – Sejak ratusan tahun lalu, tari tor tor sudah ada dan dipertunjukkan sebagai sebuah tarian perayaan pada upacara tertentu. Tarian ini berasal dari suku yang terletak di daratan Sumatera Utara. Daerah tersebut yang meliputi kabupaten Humbang Hasundutan, Samosir, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Toba.

Berdasarkan catatan sejarah, tarian ini pada awalnya merupakan sebuah tarian ritual yang sakral dan dipentaskan pada upacara-upacara kesembuhan, kematian, dan lain sebagainya. Hingga saat ini, tari tor tor menjadi salah satu bagian penting dari budaya adat suku Batak.

Seiring dengan perkembangan zaman dan masuknya agama Hindu Budha ke nusantara, tarian tradisional Batak ini pun terpengaruh dan ikut berkembang menjadi tarian yang tidak hanya digunakan pada upacara tertentu saja. Kesenian ini kemudian digelar sebagai sebuah pertunjukan hiburan dan tontonan bagi masyarakat Batak.

Selain pementasannya, busana yang digunakan pada tari tradisional ini juga mengalami perubahan dan modifikasi agar terlihat lebih menarik. Pada pementasan tarian ini, penari akan diiringi oleh sebuah musik yang disebut gondang.

Melalui musik inilah yang kemudian akan menghasilkan suara hentakan kaki para penari di atas papan rumah adat Batak. Kemudian, dari suara hentakan kaki penari itulah kata tor tor ini diambil.

Melalui tarian tradisional ini, masyarakat tanah Batak menyampaikan seluruh doa dan harapannya kepada Tuhan yang Maha Esa. Peragaan sikap serta perasaan melalui tari tor tor ini dianggap menggambarkan situasi dan kondisi yang alami. Oleh karena itu, tarian ini dianggap sebagai tarian yang bersifat sakral.

Meski tarian ini kerap dipentaskan sebagai sarana hiburan masyarakat, tetapi tidak semua orang dapat mengadakan upacara tari tor tor ini. Hanya orang tua dengan seluruh anaknya yang sudah menikah atau sudah tidak memiliki tanggung jawab untuk mengurus anak yang bisa mengadakan pesta tarian ini.

Tidak sampai disitu, untuk melakukan tarian ini juga harus melalui persetujuan dari keluarga dan kepala adat. Ini karena tari tor tor mengandung makna komunikasi dan pesan spiritual kepada Tuhan.

Lantas, seperti apa sejarah tari tor tor, gerakan, jenis, keunikan, properti, setting panggung, hingga musik pengiringnya? Untuk mengetahui penjelasan lebih lengkap mengenai tari tor tor ini, yuk, simak ulasan di bawah ini.

Sejarah Singkat

Tari Tor Tor

detik.com

Tari tradisional dari Sumatera Utara ini diperkirakan sudah ada sejak zaman Batak purba. Akan tetapi, pakar tari tor tor mengatakan jika tarian ini ada pada sekitaran abad ke-13. Pada waktu itu, tarian ini dilakukan sebagai tari persembahan untuk roh leluruh.

Berdasarkan buku Agama Hindu yang ditulis oleh Ida Bagus Sudirga dkk, dikatakan bahwa tari tor tor adalah salah satu peninggalan zaman Hindu di wilayah Sumatera. Oleh sebab itu, usia dari tarian ini sudah cukup tua karena sudah ada sejak lama.

Awalnya, tarian ini hanya berada di kawasan Toba, Samosir, dan beberapa wilayah Humbang. Namun, setelah menyebarnya agama Kristen di kota Silindung, tarian ini akhirnya dikenal sebagai tarian modern yang merupakan hasil dari kebudayaan suku Batak.

Menurut Togarma Naibaho, seorang praktisi dan pencinta budaya tari tor tor, dulunya tarian ini digunakan untuk upacara panen, penyembuhan, kematian, serta pesta atau hiburan anak muda. Namun sebelum melaksanakan tarian itu, perlu melalui ritual tertentu.

Meski demikian, hingga kini belum ada literatur ilmiah yang menjelaskan dengan pasti sejarah tari tor tor ini. Akan tetapi, ada catatan dari zaman kolonial yang menggambarkan perjalanan tari tor tor.

Pada masa penjajahan, tarian ini menjadi kesenian yang menghibur para raja yang juga merupakan bentuk perlawanan kepada tentara Belanda. Raja-raja itu memanfaatkan bunyi dari tari tor tor sebagai sebuah isyarat untuk masyarakat.

Salah satu contohnya adalah ketika ada bunyi yang ditabuh, maka itu berarti tentara Belanda telah tiba. Sedangkan, jika ada bunyi gordang maka masyarakat harus segera mengungsi.

Walaupun tor tor merupakan tarian tradisional Indonesia, namun ternyata tarian ini mendapat pengaruh dari budaya India. Bahkan, jika ditelusuri lebih jauh, tarian ini berkaitan dengan budaya Babilonia.

Pada masa itu, dalam praktiknya tarian tor tor melibatkan beberapa patung yang terbuat dari batu. Patung tersebut kemudian di percaya telah dimasuki roh sehingga patung tersebut akan ‘menari’.

Akan tetapi, tarian tor tor di daerah Pahae lebih dikenal sebagai tarian yang gembira dengan lagu berpantun yang disebut tumba. Dari sinilah kemudian tari tor tor tak lagi dikaitkan dengan roh dan unsur ghaib.

Simbol dalam setiap gerakan tarian ini juga memiliki arti yang menjelaskan tentang bagaimana proses menghargai dan menghormati setiap marga untuk membentuk sebuah hubungan yang baik.

Ragam Gerakan Tari Tor Tor

Tari Tor Tor

theinsidemag.com

Pada dasarnya, tari tor tor ini memiliki gerakan yang cukup sederhana, sehingga mudah untuk dipelajari. Bahkan mungkin, bagi beberapa orang akan langsung bisa memainkannya pada percobaan pertama.

Hal ini karena gerakannya yang cukup terbatas pada gerakan kedua tangan yang melambai naik dan turun secara bergantian. Ada juga gerakan menghentakkan kaki sesuai dengan alunan musik. Adapun jenis gerakan tari tor-tor, yaitu:

1. Gerak Pangurdot

Gerak pangurdot adalah gerakan yang menggunakan seluruh badan sebagai pusat gerakannya. Gerakan ini bertumpu pada tumit dan telapak kaki untuk menopang badan saat tubuh bergerak ke atas dan ke bawah. Gerakan ini harus menyesuaikan dengan hentakan dan irama dari gondang.

2. Gerak Pangeal

Gerakan ini masih menggunakan telapak kaki sebagai penyangganya. Namun, gerak ini dimulai dari tubuh bagian pinggang hingga kepala saja. Caranya yaitu dengan bergerak memutar atau berotasi dari kiri ke kanan pada bagian pinggang.

Gerakan ini juga diiringi dengan gerak jari, tangan, hingga kepala. Pada gerakan ini, dikenal sebuah istilah, pangeal ni gonting, yakni sebuah gerakan pinggang yang gemulai.

3. Gerak Pandenggal

Gerak yang satu ini memiliki rotasi. Penari akan bergerak secara gemulai dengan seluruh anggota tubuhnya. Mulai dari lengan, telapak tangan, hingga jari tangan ikut bergerak.

Cara melakukan gerakan ini adalah dengan membuang telapak tangan dan mengangkatnya ke atas secara perlahan. Kemudian, turunkan kembali tangannya dengan menelungkupkan telapak tangan secara perlahan. Hal ini dilakukan untuk memberi kesan seolah tangan tersebut jatuh menuju pinggang secara halus dan elastis.

4. Gerak Siangkupna

Gerak siangkupna adalah sebuah gerakan yang berfokus pada bagian leher. Meski terdengar mudah, namun gerakan ini harus seirama dengan alunan gondang dan urdot.

5. Gerak Haunanna

Gerak tari tor tor yang terakhir adalah gerak Haunanna, yaitu sebuah ekspresi yang ditampilkan oleh penari melalui wajahnya. Ekspresi ini dapat berupa ekspresi gembira, ekspresi suka, maupun duka cita.

Hal ini dilakukan untuk menggambarkan situasi atau suasana hati penari. Ekspresi ini juga harus seirama antar penarinya karena tari tor tor merupakan tarian yang bisa berkomunikasi dengan penonton yang hadir.

Jenis-Jenis Tari Tor Tor Beserta Fungsinya

Tari Tor Tor

id.m.wikipedia.org

Secara umum, tari tor tor memiliki fungsi sebagai sebuah tari tradisional yang ditampilkan pada sebuah acara pernikahan, penyambutan tamu istimewa, dan acara perayaan-perayaan lain. tarian ini juga kerap kali diselenggarakan pada pengangkatan seorang raja dan termasuk ke dalam bagian dari ritual yang berkaitan dengan roh dan spiritual lain.

Tarian ini memiliki beberapa jenis sesuai dengan kegunaannya masing-masing. Berikut jenis-jenis tari tor tor beserta fungsinya.

1. Tari tor tor pangurason atau pembersihan

Tari tor tor pangurason juga berarti tari pembersihan. Tarian ini biasanya dilakukan pada suatu pesta atau acara besar. Jenis tari ini berfungsi sebagai permohonan dan pembersihan tempat acara agar pesta dapat berjalan lancar.

Sebelum acara tersebut di mulai, biasanya masyarakat akan membersihkan tempat atau lokasi acara tersebut dengan menggunakan jeruk purut. Hal ini dilakukan dengan harapan pesta tersebut berjalan lancar dan terhindar dari bahaya serta bencana.

2. Tari tor tor sipitu cawan atau tujuh cawan

Tarian yang satu ini hanya akan dipentaskan pada saat adanya penobatan atau pengangkatan raja Batak. Tari sipitu cawan ini mengisahkan tentang tujuh orang putri kayangan yang turun ke bumi untuk mandi di sebuah telaga di puncak gunung Pusuk Buhit. Kemudian, pada waktu yang bersamaan, datang juga piso sipitu sasarung atau pisau tujuh sarun.

3. Tari tor tor tunggal panaluan

Jenis tari tor tor yang terakhir adalah tunggal panaluan. Tarian ini umumnya diselenggarakan sebagai sebuah ritual yang digelar apabila suatu daerah tertimpa musibah atau bencana.

Biasanya, tarian jenis ini dilakukan oleh para dukun sebagai salah satu cara agar mereka bisa mendapatkan petunjuk dan jalan keluar guna mengatasi masalah yang sedang terjadi di desa tersebut. Kata tunggal panaluan sendiri diambil dari nama tongkat perpaduan kesaktian Debata Natulo, yaitu dewa benua atas, benua bawah, dan benua tengah.

Keunikan dan Fakta Menarik

Tari Tor Tor

theinsidemag.com

Sama seperti tari-tarian daerah lainnya. Kesenian tari dari tanah Batak ini pun memiliki keunikannya tersendiri. Adapun keunikan dari tari tor tor yang berasal dari Sumatera Utara adalah:

1. Sebagai sebuah media komunikasi

Sebagai sebuah kesenian tradisional, tari ini berfungsi sebagai sebuah tarian perayaan atau seremonial yang telah menjadi bagian dari budaya Batak. Selain untuk dipertunjukkan dalam upacara adat, tari ini juga digunakan sebagai sebuah media komunikasi untuk masyarakat.

Media komunikasi ini sudah tercermin dari setiap gerakan tariannya. Penonton dapat langsung melihat bagaimana gerak dan interaksi penari dengan seluruh anggota dalam sebuah upacara perayaan.

2. Diiringi dengan musik gondang

Setiap pertunjukan tari tor tor, kesenian daerah ini akan selalu diiringi dengan musik gondang. Dalam sejarah suku Batak, musik gondang adalah sebuah seni dan budaya yang memiliki nilai tinggi.

Dentuman yang dihasilkan oleh musik ini akan membuat penotor atau penari bergerak menjadi semakin kuat. Biasanya musik ini dimainkan lebih dulu bahkan sebelum tariannya dimulai.

3. Terdapat prosesi Tua Ni Gondang

Musik gondang memang dimainkan terlebih dahulu sebelum tarian tor tor dimulai. Namun, sebelum musik tersebut dimainkan, tuan rumah atau hasuhuton akan meminta sesuatu kepada pemusik atau penabuh gondang.

Permintaan tersebut biasanya disampaikan dengan sopan santun pada setiap kesempatan yang ada. Jika permintaan telah selesai dan terpenuhi, maka pemusik akan menabuh gondangnya dengan ritme tertentu.

Tahapan tersebut lah yang dinamakan dengan istilah tua ni gondang atau yang berarti berkat dari musik gondang kepada seluruh anggota upacara.

4. Penggunaan kain ulos pada kostumnya

Para penari tor tor akan menggunakan kostum yang terbuat dari kain ulos. Ulos sendiri merupakan salah satu kain tradisional yang khas dari Batak. Warna dari kain ulos ini umumnya adalah hitam, merah, dan putih dengan hiasan tenun dari benang yang terbuat dari perak atau emas.

Pada awalnya, penggunaan kain ulos cukup terbatas. Yaitu sebagai selendang dan hanya dijumpai pada upacara adat tertentu saja. Tetapi, seiring berkembangnya pariwisata dan banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Sumatera Utara, kain ini pun akhirnya digunakan sebagai cindera mata khas Batak.

5.  Terdapat pantangan untuk penari

Keunikan lain dari tari tor tor adalah adanya pantangan atau larangan yang tidak boleh dilanggar oleh setiap penarinya. Salah satu larangan tersebut adalah tangan penari tor tor yang tidak boleh melewati batas atas, yaitu setinggi bahu tubuh.

Jika penari tersebut melanggar larangan tersebut, maka penari dianggap menantang siapa pun dalam ilmu perdukunan, pencak silat atau moncak, adu tenaga batin, serta lainnya yang berada di tempat tersebut. Selain itu, sang penari pun dipercaya akan mendapatkan kesialan dalam hidupnya jika melanggar larangan tersebut.

Properti Tari Tor Tor

Tari Tor Tor

opsi.id

Perlengkapan pementasan atau properti yang digunakan pada tari tor tor berbeda-beda sesuai dengan jenis tarian dan makna yang ingin disampaikan penyelenggara acara. Jika tarian ini akan ditampilkan sebagai sebuah ritual keagamaan, maka properti yang wajib ada dan akan digunakan adalah patung batu.

Kemudian, patung batu tersebut akan dirasuki oleh roh leluhur. Patung tersebut pun nantinya akan bergerak sesuai dengan irama musik gondang. Sedangkan, jika tari tor tor akan ditampilkan sebagai sebuah sarana hiburan atau perayaan, maka penari tak perlu mengenakan properti apapun untuk pertunjukannya.

Setting Panggung

Tari Tor Tor

tobaria.com

Dalam proses pelaksanaan pertunjukan tari tor tor, sebenarnya tarian ini termasuk pada tarian yang tidak terlalu memperhatikan dekorasi panggungnya. Salah satu fungsi dari tarian ini adalah dapat digunakan sebagai sebuah tarian pergaulan dan komunikasi dengan masyarakat.

Hal inilah yang kemudian membuat kesenian ini tidak membutuhkan arena pentas khusus atau detail lainnya. Karena pada umumnya, para penari dapat secara bebas untuk menari di manapun, contohnya di halaman yang luas.

Musik Pengiring

Tari Tor Tor

viva.co.id

Tari tor tor adalah sebuah tarian tradisional dari suku Batak di Sumatera Utara. Maka, tarian ini pun dilakukan dengan iringan dari alat musik khas Sumatera Utara yang dikenal dengan nama Magondangi.

Magondangi ini biasanya terdiri dari 9 jenis alat musik yang dimainkan. Contoh dari alat-alat musik tersebut adalah gondang, gordang, doal, hesek, ihuton, oloan, ogung, panggora, taganing, dan sarune.

Seluruh alat musik ini akan dimainkan dalam tempo yang sudah ditentukan sebelumnya. Jadi, alat-alat musik ini dapat menghasilkan suara yang harmonis serta merdu untuk mengiringi tarian tor tor.

Selain itu, musik pengiring tari tor tor juga memiliki keunikan pada bagian gondang. Saat mengiringi tarian ini, gondang yang digunakan akan berjumlah sembilan jenis yang kemudian dikenal dengan istilah gondang sembilan.

Kesimpulan

Tari tor tor adalah sebuah tarian tradisional yang berasal dari daratan Sumatera Utara, tepatnya dari suku Batak. Berdasarkan pada catatan sejarah, tarian ini sudah ada sejak dahulu kala, yakni pada abad ke-13.

Tarian yang menjadi bagian penting dari budaya Batak ini pada mulanya digunakan sebagai ritual keagamaan yang sakral. Di antaranya yaitu digunakan pada upacara kesembuhan, kematian dan sebagainya. Namun, karena pengaruh masuknya Hindu Budha ke nusantara, tarian ini pun berkembang menjadi pertunjukan hiburan dan tontonan bagi masyarakat Batak.

Pada tarian ini, terdapat empat jenis gerakan yang digunakan. Gerakan tersebut adalah gerak pangurdot, gerak pangeal, gerak pandenggal, dan gerak siangkupna. Sedangkan jenis dari tari tor tor adalah pangurason, sipitu cawan, dan tunggal panaluan.

Adapun hal yang membedakan antara tari tor tor dengan tarian daerah lain yaitu tari tor tor digunakan sebagai sebuah media komunikasi, tarian ini diiringi oleh alunan musik gondang, terdapat prosesi tua ni gondang, penggunaan kain ulos untuk kostum, dan adanya pantangan untuk penari.

Nah, itu dia penjelasan lengkap tentang tari asal Sumatera Utara ini mulai dari sejarah, gerakan, jenis, keunikan, properti, setting panggung, hingga musik pengiringnya. Ada baiknya, sebagai penerus bangsa kita tetap mempelajari dan menjaga kesenian tradisional yang telah diwariskan oleh leluhur kita. Karena, jika bukan kita, siapa lagi? Semoga bermanfaat!

Jika ingin mencari berbagai macam buku tentang seni tari, maka kamu bisa mendapatkannya di gramedia.com. Untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berkualitas dan original agar Grameds memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Rekomendasi Buku & Artikel Terkait

Penulis: Raden Putri

BACA JUGA:

  1. 25 Nama Tarian Daerah dan Asalnya
  2. Yuk Kenalan dengan Tari yang Berasal dari Bali dan Kisahnya 
  3. Tari Saman: Pengertian, Sejarah, Makna Gerakan
  4. Mengenal Sejarah Asal Tari Piring dan Makna Setiap Gerakannya
  5. 7 Tari Tradisional Masyarakat Papua dan Papua Barat
  6. Sejarah, Makna, Properti & Asal Tari Seudati 
  7. Makna dan Asal-Usul 5 Tarian Klasik dari Jawa Tengah


ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien