Sosial Budaya

Sejarah dan Asal Tari Topeng: Tarian Khas Cirebon

tari topeng
Written by Laeli Nur Azizah

Sejarah dan Asal Tari Topeng: Tarian Khas Cirebon  – Jenis tarian yang ada di Indonesia memang mempunyai keunikan dan ciri khas tersendiri. Keunikan yang dimiliki ada di dalam gerakannya, properti, kostum atau busana, makna tarian, dan juga sejarahnya. Salah satu tarian yang perlu kita pahami adalah tari topeng.

Asal Tari Topeng

Ini merupakan tarian khas Indonesia yang berasal dari Cirebon, Jawa Barat.

Tari topeng memiliki ciri utama yaitu para penari akan menggunakan topeng untuk menutupi wajahnya. Tiap topeng yang digunakan oleh para penari mempunyai ciri khas atau karakteristiknya sendiri. Hal inilah yang semakin menambah keunikan dari budaya tari yang ada di Indonesia.

Para tari topeng, para penari disebut sebagai Dalang. Sebab, setiap penari akan memerankan tokoh atau karakter yang berbeda-beda. Tarian tersebut biasanya akan dipentaskan oleh satu orang penari atau sejumlah penari yang berkelompok.

Sejarah Tari Topeng

Tari topeng sudah ada sejak abad ke 10 Masehi. Tarian ini kemudian berkembang pada abad ke 10 hingga ke 16 Masehi. Saat itu adalah masa pemerintahan Prabu Panji Dewa. Beliau adalah Raja Jenggala yang ada di Jawa Timur. Lalu seiring berjalannya waktu, tari topeng mulai menyebar ke beberapa daerah yang ada di Jawa Barat. Salah satunya adalah daerah Cirebon.

Ketika tari topeng hadir di daerah Cirebon, tarian ini kemudian berbaur atau menyatu dengan kesenian daerah. Sehingga hal tersebut menciptakan sebuah tarian yang khas dan unik. Tari ini mempunyai makna, simbol, dan juga filosofi tertentu. Mulai dari percintaan, kepemimpinan, dan juga kebijaksanaan.

Dalam pertunjukannya, makna-makna tersebut akan disampaikan kepada para penonton supaya lebih mudah dimengerti dan bisa diambil sebagai pelajaran dari tari topeng. Jika merujuk pada cerita yang beredar di masyarakat, Sunan Gunung Jati dan Sunan Kalijaga sempat menggunakan tari topeng sebagai media dakwah.

Keduanya menyebarkan agama Islam menggunakan tarian ini. Tak hanya itu, mereka juga menggunakan tari topeng sebagai media hiburan di lingkungan keraton.

Tari ini juga menjadi pedoman dan dasar dari terbentuknya tarian lain seperti Tari Topeng Panji, Tari Topeng Rumyang, Tari Topeng Kelana, dan lainnya. Jumlah topeng digunakan pada tarian ini biasanya disebut sebagai Panca Wanda. Sebab, umumnya topeng yang digunakan pada tari topeng berjumlah 5 topeng.

Beli Buku di Gramedia

Filosofi dan Makna Tari Topeng

Awal mulanya, pertunjukan tari topeng hanya dilakukan di lingkungan keraton saja. Namun seiring berkembangnya waktu, tarian tersebut juga digelar untuk masyarakat umum sebagai sarana hiburan.
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa tari topeng juga digunakan sebagai media penyebaran agama Islam. Oleh karena itu, tari ini dikemas menjadi sebuah pertunjukan yang mengandung nilai filosofis dan juga lebih berwatak.

Pengemasan tarian ini bertujuan untuk menggambarkan ketakwaan manusia dalam beragama. Pun sebagai contoh sifat serta perilaku manusia, yaitu:

1. Makrifat atau Insan Kamil merupakan tingkatan tertinggi di kehidupan manusia dalam beragama dan sudah sesuai dengan syariat agama.

2. Hakikat merupakan sebuah gambaran tentang manusia berilmu. Sehingga mereka sudah memahami tentang hak seorang hamba dan Tuhan Sang Pencipta.

3. Tarekat merupakan penggambaran manusia yang sudah hidup dan menjalankan agamanya dalam kehidupan sehari-hari.

4. Syariat merupakan gambaran manusia yang telah memasuki dan juga mengenal ajaran Islam.

Tidak hanya mengandung unsur hiburan, tarian ini juga mempunyai nilai-nilai dan pesan tertentu. Beberapa diantara nilai tersebut hadir dalam bentuk simbolik. Dimana masih perlu pengertian supaya bisa menerapkannya dalam setiap aspek kehidupan. Oleh sebab itu, tari topeng dipercaya mempunyai nilai pendidikan. Seperti cinta, kepribadian, penggambaran hidup manusia dari kecil hingga tau, dan angkara murka.

Pementasan Tari Topeng

Dulu, tari topeng dipentaskan di tempat yang terbuka berbentuk setengah lingkaran. Pementasan tari tersebut biasanya berada di halaman rumah dengan menggunakan penerangan berupa obor.

Seiring berkembangnya teknologi, sekarang ini pertunjukan tari topeng dilakukan di dalam gedung yang sudah dihias dengan lampu penerangan. Tujuan dari adanya pentas tari topeng menjadi tiga jenis. Berikut adalah penjelasan lengkapnya.

1. Pagelaran Komunal

Pagelaran atau pertunjukan ini dilaksanakan untuk semua lapisan masyarakat. Dalam pagelaran komunal, semua elemen masyarakat ikut berpartisipasi. Acara tersebut dirangkai sedemikian rupa dan juga spektakuler dengan dihadirkannya arak-arakan dalang dan juga sebuah atraksi yang meriah.

Biasanya pagelaran jenis ini dilakukan lebih dari satu malam. Misalnya saat ada acara hajatan desa, ziarah kubur, dan acara kepemudaan atau ngarot kasinom.

2. Pagelaran Individual

Pagelaran ini adalah salah satu acara yang digelar secara individu atau perseorangan. Umumnya acara tersebut diadakan sebagai hiburan saat pernikahan, khitan, atau haulan, dan juga acara hajat saat nazar terpenuhi. Pagelaran individu biasanya hanya ditunjukkan di halaman rumah saja.

3. Pagelaran Babarangan

Berbeda dengan pagelaran individu, pagelaran babarengan merupakan sebuah pementasan yang dilakukan dengan cara mengelilingi kampung dan dilatarbelakangi oleh inisiatif dalang topeng perseorangan. Umumnya pentas tari ini dilaksanakan ketika suatu desa sedang melakukan panen atau suatu perkotaan yang sedang merayakan suatu peringatan. Namun apabila pementasan ini digelar sebelum panen. Maka hal itu berarti desa tersebut sedang mengalami kekeringan.

https://www.gramedia.com/products/ensiklopedia-saintis-junior-bumi?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

Struktur Penyajian Tari Topeng

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa tari topeng dulunya dipentaskan di tempat terbuka dan kemudian membentuk setengah lingkaran. Pementasan tersebut digelar di panggung, halaman rumah, tenda, atau blandongan.

Di dalam acara pementasan tari topeng, akan ada beberapa struktur pertunjukan, antara lain:

1. Topeng Alit

Struktur penyajian tari topeng alit merupakan acara yang tergolong sederhana. Hal ini terdiri dari penari yang jumlahnya sedikit, dalang, peralatan, penyajian ,dan juga kru. Umumnya, topeng alit akan dipentaskan oleh lima hingga tujuh orang penari. Karena adanya keterbatasan penari, maka pagelarannya bersifat multi peran. Sehingga semua pengiring atau penabuh gamelan juga akan ikut di dalam alur cerita.

2. Topeng Gede

Struktur tarian yang satu ini merupakan penyempurnaan struktur tarian dari topeng alit. Di dalam kategori ini, ada lima babak yang dilengkapi dengan lakon dan jantuk atau nasihat yang ditunjukkan di akhir acara. Musik pengiring yang ada di tarian ini cukup lengkap. Jadi bisa mengiringi acara pementasan secara sempurna.

Jenis Tari Topeng

Umumnya, pertunjukan tari topeng memiliki lima peran yang diperankan oleh topeng-topeng yang berbeda. Tiap topeng akan mempunyai karakter dan gambaran sendiri. Seperti bentuk dan juga warnanya. Berikut ini adalah lima jenis topeng yang ada di dalam tarian ini.

1. Topeng Panji

Topeng jenis ini menggambarkan tentang seseorang yang berada dalam kondisi suci dan baru saja terlahir ke dunia. Gerakan dari topeng ini sangat halus dan juga lembut. Penggunaan topeng panji mempunyai arti yaitu gabungan dari hakiki diam dan hakiki gerak.

2. Topeng Samba

Topeng samba menggambarkan tentang seseorang yang sedang memasuki fase kanak-kanak. Karena berperan untuk mewakili anak-anak. Maka gerakan yang dilakukan oleh topeng ini begitu lincah dan juga lucu. Mirip seperti kelakukan anak-anak.

3. Topeng Rumyang

Sama seperti topeng-topeng di atas, topeng rumyang juga mempunyai makna tersendiri. Topeng jenis ini adalah sebuah gambaran tenga seseorang yang telah memasuki dunia remaja. Penari yang menggunakan topeng ini akan membawakan sebuah gerakan yang mengandung pesan apabila semua manusia seharusnya berbuat kebaikan.

4. Topeng Tumenggung

Topeng yang satu ini memiliki makna yaitu sebuah gambaran tentang seseorang yang memiliki sifat tegas dan juga berbudi luhur. Karakter yang dibawakan oleh topeng ini memberi pesan kepada semua orang tentang karakteristik dan juga kepribadian dengan kesetiaan yang tinggi.

5. Topeng Kelana

Berbeda dengan makna dari topeng-topeng di atas. Topeng Kelana justru lebih menggambarkan seseorang yang mempunyai sifat pemarah dan angkara murka. Penari yang menggunakan topeng ini akan memerankan tokoh yang jahat atau antagonis. Walaupun menunjukkan peran yang jahat, namun topeng ini memberikan sebuah pelajaran penting. Bahwa manusia harus berusaha untuk mendapatkan kehidupan serta kebahagiaan dengan cara yang baik.

Gaya Tari Topeng

Jangan salah paham, gaya tari topeng itu berbeda dengan jenis topeng. Jika jenis topeng di atas dibagi menjadi lima, yang disebut sebagai Panca Wanda. Dimana setiap topeng mewakili karakter atau sifat manusia.

Sedangkan gaya tari topeng hadir dari desa-desa. Kemudian melahirkan gaya baru yang secara adat istiadat diakui serta berbeda dengan gaya lainnya. Perbedaan yang muncul disebabkan oleh penyesuaian selera para penikmat tarian ini dengan nilai estetik atas gerakannya di atas panggung. Di bawah ini adalah beberapa gaya tari topeng yang perlu kamu pahami.

1. Cipunegara

Gaya tari topeng yang satu ini tersebar di daerah perbatasan Indramayu. Mulai dari Pagaden sampai Bantaran Sungai Cipunagara. Gaya ini biasanya dimainkan oleh para penari yang memiliki suara merdu dan cantik. Oleh karena itu, gaya cipunagara juga dikenal dengan sebutan tari topeng menor.

Selain itu, gaya tari topeng yang satu ini juga kerap kali disebut sebagai tari topeng jati. Hal ini terjadi karena salah satu pusat gaya tarian ini berada di Desa Jati, Cipunagara, Subang. Adapun keunikan dari gaya tari topeng ini yaitu menggunakan Bahasa Sunda bukan Bahasa Cirebon.

2. Celeng

Gaya Celeng adalah perwakilan tari topeng yang berasal dari Dusun Celeng, Lohbener, Indramayu. Gaya yang satu ini pertama kali dikenalkan oleh Ki Kartam. Beliau adalah dalang yang berasal dari Majakerta.

Walaupun mempunyai keunikannya sendiri, akan tetapi jika dilihat secara umum, gaya ini cenderung sama dengan gaya tari topeng lainnya. Contohnya musik pengiring dan lagu yang digunakan mirip dengan gaya gegesik dan juga slangit. Untuk gerakannya pun hampir mirip dengan gaya pekandangan.

3. Gegesik

Sesuai dengan namanya, gaya tari topeng gegesik tersebar di daerah Gegesik, Cirebon. Ciri khas dari gaya ini terletak pada raut topeng yang digunakan. Terutama pada topeng panji yang memiliki warna putih dengan raut yang tenang. Kemudian terdapat mata sipit merunduk tajam, dan hidung mancung serta senyuman terkulum.

Gaya yang satu ini mulai muncul pada tahun 1980 hingga 200 an. Pada tahun tersebut tari topeng dipentaskan dengan iringan dangdut yang disebut juga sebagai Topeng Dangdut.

4. Palimanan

Gaya tarian ini tersebar di daerah Palimanan, Cirebon. Iringan gamelan di setiap babak tari topeng berbeda dengan gaya yang lainnya. Gaya tarian yang satu ini cenderung mirip dengan gaya gegesik. Sedangkan untuk gerakannya lebih mirip ke gaya losari.

5. Brebes

Menurut Babad Tanah Losari, gaya tarian ini muncul sejak pindahnya Pangeran Angkawijaya dari Kesultanan Cirebon ke Losari Brebes. Perpindahan mereka bertujuan untuk menghindari konflik internal dan sebagai cara untuk keluar dari kehidupan yang serba mewah. Sampainya di daerah yang baru, Pangeran Angkawijaya mengambangkan bakat seninya. Sehingga munculah tari topeng brebes. Gaya tari ini memiliki ciri khas di alur ceritanya. Selain itu tari ini juga berpengaruh terhadap kebudayaan Jawa.

6. Beber

Gaya tari ini muncul sejak abad ke 17 Masehi di daerah Beber, Majalengka. Menurut ahli pedalangan, gaya tari ini pertama dibawa oleh seniman yang berasal dari Gegesik. Adapun babak yang ada di dalam tarian ini yaitu Panji, Tumenggung, Samba, Jinggananom, Rumyang, dan juga Klana. Gaya tarian Beber umumnya dipentaskan pada malam hari, Kemudian akan muncul topeng rumyang saat matahari hampir terbit.

https://www.gramedia.com/products/ensiklopedia-saintis-junior-bumi?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

Perlengkapan Tari Topeng

Perlengkapan pada tarian ini tidak hanya topeng saja. Akan tetapi, masih ada beberapa perlengkapan lainnya yang juga memiliki peran penting. Contohnya busana para penari yang memiliki lengan panjang dan dasi dengan menggunakan peniti ukon.

Ukon ini merupakan mata uang zaman dahulu. Selain itu, para penari juga memakai ikat pinggang yang dilengkapi dengan badong, keris, kain batik, dan juga gelang. Ada juga properti lain yaitu selendang atau kain sampur, kaos kaki yang panjangnya sampai lutut, dan juga mongkron yang dibuat dari batik lokoan.

Pada bagian bawah, para penari menggunakan celana yang panjangnya hingga bawah lutut. Tak lupa juga, penari menggunakan topeng yang dibuat dari kayu. Penggunaan topeng saat menari dilakukan dengan cara menggigit di bagian bantalan karet yang ada di dalam topeng. Kemudian kepala penari akan ditutup dengan sobra yang dilengkapi dengan dua jamang dan sumping.

Untuk penari yang mementaskan tari topeng tumenggung. Maka akan ada tambahan properti yaitu tutup kepala, peci, dan juga kacamata.

Alat Musik Pengiring

Alat musik yang mengiringi tari topeng tergolong cukup banyak. Suara yang dihasilkan saling mengisi dan berpadu secara harmonis.

Berikut adalah beberapa alat musik yang digunakan untuk mengiringi tari topeng.

1. Pangkon Saron
2. Pangkon Bonang
3. Gong 3 rupa yaitu Kiwul, Telon, dan Sabet
4. Pangkon Kenong
5. Pangkon Titil
6. Alat kecrek
7. Pangkon Ketuk
8. Pangkon Jengglong
9. Dua buah kemanak
10. Pangkon Klenang
11. Kendang ketipung, gedung, dan kempyang

Lagu Pengiring Tari Topeng

Tak hanya menggunakan alat musik saja. Tari topeng juga diiringi dengan iringan lagu. Hal tersebut membuat tarian ini semakin unik dan memiliki ciri khas dibandingkan dengan tarian dari daerah lain.

Berikut adalah lagu-lagu yang biasa digunakan untuk mengiringi pementasan tari topeng.

1. Rumyang Untuk Tari Topeng Rumyang
2. Kembangsungsang Untuk Tari Topeng Panji
3. Gonjing Untuk Tari Topeng Kelana

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat kita simpulkan. Bahwa tari topeng mempunyai keunikan tersendiri. Mulai dari terdapat lima jenis topeng yang mewakili karakteristik manusia. Kemudian para penari menggunakan topeng yang memiliki karakter yang berbeda serta memiliki jalan cerita sendiri. Pementasan tarian ini digunakan sebagai sarana hiburan dan juga sebagai media untuk menyampaikan pesan moral kepada masyarakat. Pesan moral yang disampaikan disalurkan melalui topeng-topeng yang digunakan.

Rekomendasi Buku & Artikel Terkait Tari Topeng



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien