in

13 Tanaman Hias Bunga Yang Cantik

Bunga Lavender

Tanaman hias bunga ini akan memberikan kesan ruangan menjadi lebih hidup. Simak ulasannya yuk!

 

Bunga menjadi elemen yang indah untuk padanan desain interior dan eksterior ruangan saat ini. Tanaman hias bunga memiliki daya tarik tersendiri ketika bersanding dengan tanaman lainnya di halaman. Pekarangan rumah biasanya cenderung dominan hijau, namun dengan menanam tanaman yang berbunga akan memberi kesan yang lebih menarik.

Jika bosan dengan desain interior minimalis yang dominan warna putih dan hijau, mungkin menambahkan sedikit ‘sentuhan’ bunga adalah solusi yang tepat. Ragam warna dari kelopak bunga yang bermekaran membuat sudut-sudut ruangan menjadi tidak monoton.

Beberapa kafe dan ruang publik juga sering mengusung tema floral dengan banyak sentuhan tanaman hias bunga di tiap sudutnya. Tiap pucuk bunganya pun juga memiliki filosofi tersendiri dan mampu memberikan efek positif untuk mood seseorang.

 

Ragam Tanaman Hias Bunga

Dewasa ini, tanaman hias bunga semakin berkembang. Ada banyak jenis dan variasi tanaman hias membuat pencinta tanaman maupun yang tidak menjadi ingin mencoba menanam tanaman hias di rumah mereka. Ragam tanaman hias ini hanya beberapa dari ribuan jenis tanaman hias ada. Sebelum menentukan tanaman hias apa yang ingin dihadirkan di rumahmu, sebaiknya mempelajari terlebih dahulu karakteristik dan cara perawatan tanaman tersebut. Jika ingin mulai mencoba menanam tanaman hias bunga, kamu dapat membaca referensinya di buku ini.

Herba dan Tanaman Hias Penangkal Nyamuk dan Polusi Udara

Herba dan Tanaman Hias Penangkal Nyamuk dan Polusi Udara

tombol beli buku

Di kota-kota besar, lingkungan publik maupun perumahan, semakin tercemar. Berbagai polutan gentayangan di udara dan mudah terirup hidung. Masyarakat pun terancam menderita gangguan pernafasan, yang baru disadari setelah menjalar ke radang tenggorokan dan paru-paru. Selain itu, sebagian kawasan pemukiman pun tidak sehat.

Sanitasi yang jelek, sampah yang menumpik, saluran air mampet, banjir yang tak kunjung henti, memungkinkan nyamuk berkembang biak, Memunculkan penyakit seperti malaria, demam berdarah, dsb. Buku Herba dan Tanaman Hias Penangkal Nyamuk dan Polusi Udara ini melengkapi Anda akan kegunaan bahan-bahan alami untuk mengatasi polusi dan gangguan nyamuk.

Tanaman Hias Favorit Pembawa Hoki

Tanaman Hias Favorit Pembawa Hokitombol beli buku

Atas dasar keindahannya, kita mengenal tanaman hias daun dan tanaman hias bunga. Buku Tanaman Hias FAVORIT Pembawa HOKI ini menyajikan 16 jenis tanaman hias beken. Meliputi adenium, aglaonema, sanseviera, bambu rejeki, dll.

Plus foto-foto tanaman cantik, unik, dan eksotis. Dilengkapi syarat hidup, cara pemeliharaan, dan aneka tips membungakan. Buku ini juga menyajikan pengetahuan ihwal tanaman pembawa hoki. Siapa tahu tanaman hias Anda pun bisa mendatangkan keberuntungan dan rezeki.



 

13 Tanaman Hias Bunga

 

  1. Bunga Gloriosa

Bunga Gloriosa
Bunga Gloriosa

(Gambar: Pixabay)

Bunga Gloriosa atau lebih dikenal dengan nama bunga sungsang ini dapat memikat setiap mata yang melihatnya. Perpaduan warna merah dan kuning gloriosa sendiri sudah cukup ‘mentereng’ ditambah kelopak bunganya yang panjang dan bergelombang. Bentuk yang sangat unik dari ini membuat bunga gloriosa tampil lebih mencolok daripada bunga yang lain. Gloriosa memiliki enam sulur lurus di bawah kelopak bunganya sebagai tempat serbuk sari.

Keunikan gloriosa tidak hanya sampai sini saja. Bunga yang cenderung mekar di awal musim hujan ini, dapat berubah warna sesuai pertumbuhannya. Ketika kuncup bunga gloriosa berwarna hijau kemudian perlahan berubah menjadi kuning, jingga, merah dan akhirnya merah tua.

Gloriosa dewasa mampu tumbuh sampai setinggi 2,5 meter. Namun, ada yang perlu diwaspadai ketika menanam bunga ini. Dalam tangkai, akar dan umbi tanaman gloriosa terdapat cairan yang mengandung kolkisin yang dapat menyebabkan iritasi. Sehingga jika salah perawatannya dapat menyebabkan efek yang fatal bagi kesehatan.

 

  1. Bunga Hydrangea

Bunga Hydrangea
Bunga Hydrangea

(Gambar: Pixabay)

Tanaman hias yang satu ini sering disebut dengan kembang bokor, hortensia atau bunga masamba. Di jepang bunga hydrangea disebut ajisai sedangkan di Malaysia disebut bunga tiga bulan. Bunga yang memiliki banyak nama ini juga memiliki beberapa variasi warna seperti putih, biru, ungu dan merah muda. Uniknya warna-warna bunga hydrangea ini tergantung keasaman tanahnya. Sehingga warna hydrangea bisa bervariasi di setiap bidang tanahnya.

Tanaman hias ini dapat ditanam untuk mempercantik pekarangan atau dapat diletakkan di dalam pot juga. Bahkan hydrangea akan tampak menawan untuk dijadikan buket bunga pengantin atau acara lainnya. Tanaman hydrangea juga identik dengan negara Jepang, karena menurut cerita bunga ini pertama ditemukan di Jepang kemudian menyebar di Asia.

Dalam satu buket bunga hydrangea memiliki makna ungkapan rasa syukur dan sepenuh hati dari pemberi bunga kepada sang penerima. Namun, ada juga yang mengartikan hydrangea sebagai makna penolakan secara halus. Simbolisme tanaman hydrangea memiliki arti yang berbeda tergantung warna bunganya.

Hydrangea putih melambangkan kesombongan dan kesucian. Bunga hydrangea ungu memberikan makna kekayaan dan keinginan untuk memahami seseorang. Hydrangea merah muda melambangkan cinta dan pernikahan. Hydrangea biru melambangkan permintaan maaf, penyesalan, penolakan lamaran dan hati yang dingin.

 

  1. Bunga Saffron Crocus

Bunga Saffron Crocus
Bunga Saffron Crocus

(Gambar: Pixabay)

Bunga cantik berwarna ungu ini dapat menjadi pemanis pekarangan rumah. Selain keanggunan warnanya, putik bunga saffron crocus dapat dijadikan rempah-rempah penyedap masakan. Namun, rempah-rempah saffron ini menjadi salah satu rempah yang termahal di dunia. Hal ini dikarenakan proses penanaman saffron crocus yang cukup sulit.

Menanam saffron crocus berasal dari umbinya, yang ditanam di tanah kering. Tanaman ini juga mampu tumbuh di tanah liat dengan campuran kalsium dan bahan organik lainnya. Bibit ditanam diawal musim panas kemudian dipanen di akhir musim panas mendekati musim gugur. Bunga saffron yang sudah siap panen harus segera dipetik setelah matahari terbit. Namun, jika tidak ingin memanen saffron crocus. Tanaman hias ini tetap mampu menambah nilai estetika pekaranganmu.

 

  1. Bunga Lavender

Bunga Lavender
Bunga Lavender

(Gambar: Pixabay)

Tanaman hias yang wangi dan indah tentu akan menambah mood bagi yang berada di ruangan tersebut. Tanaman hias lavender dapat menjadi pemanis untuk desain eksterior maupun interior hunian kamu. Selain warna ungu bunganya yang menarik, bunga lavender juga memiliki aroma semerbak harum yang dapat mengusir nyamuk.

Lavender dapat ditanam di halaman rumah dan juga diletakkan di pot bunga untuk tambahan interior. Menanam lavender perlu memperhatikan letaknya, karena tanaman ungu ini menyukai panas matahari. Kamu bisa meletakkannya di dalam ruangan, atau kamu bisa menempatkannya di dekat jendela. Lavender akan tumbuh dengan subur di media tanam yang memiliki konsentrasi minyak sedikit. Bahkan di tanah yang mengandung kapur atau alkali akan membuat aroma lavender semakin harum.



Lavender termasuk tanaman yang tidak menyukai kelembaban, namun untuk tanaman lavender yang berusia dini harus rajin disiram. Begitu juga jika ditanam dengan pot, lavender membutuhkan lebih banyak air daripada lavender yang ditanam di tanah luas.

 

  1. Bunga Lisianthus

Bunga Lisianthus
Bunga Lisianthus

(Gambar: Pixabay)

Tanaman hias lisianthus ini sekilas tampak seperti bunga mawar. Lisianthus memiliki kelopak bunga lebar dengan ragam warna cantik seperti mawar. Variasi warna bunga lisianthus yang pada umumnya berwarna putih, merah muda dan biru membuat tanaman ini cocok dijadikan buket bunga selain mawar. Lisianthus juga mulai memiliki banyak penggemar bunga. Karena warnanya yang cantik, dan batang nya yang tidak berduri membuat lisianthus menjadi bunga potong yang populer.

Lisianthus biasanya juga kerap ditemui untuk dekorasi acara, hotel, aksesoris pernikahan dan di dalam rumah. Bunga yang juga disebut eustoma ini pun dapat bertahan selama kurang lebih tiga minggu jika dipotong dan direndam dalam vas berisi air.

Lisianthus atau eustoma ini termasuk tanaman yang menyukai panas matahari namun iklim yang sejuk. Sehingga tidak jarang jika kamu menemukan tanaman hias lisianthus di dataran tinggi. Tanaman lisianthus akan tumbuh dengan baik di tanah yang lembab dan memiliki drainase yang baik. Eustoma juga salah satu tanaman yang disukai oleh kupu-kupu dan lebah, sehingga tidak jarang kamu akan sering melihat serangga ini saat menanam lisianthus di taman.

 

  1. Lily of the Valley

Lily of the Valley
Lily of the Valley

(Gambar: Pixabay)

Tanaman hias bunga selain digunakan untuk mempercantik hunian juga sering difungsikan sebagai buket bunga, terutama untuk pernikahan.  Jika kamu memperhatikan pernikahan Kate Middleton dan Pangeran William, buket bunga yang dibawa Kate adalah dari bunga lily of the valley. Bunga tercantik di antara varietas lily lainnya ini juga digadang-gadang sebagai bunga musim semi. Kecantikan lily of the valley juga menjadi alasan mengapa bunga putih ini menjadi favorit putri kerajaan di Inggris.

Lily of the valley memiliki makna kepercayaan, kebahagiaan,  kerendahan hati dan kesucian. Makna bunga ini dapat dilihat dari bentuk kepala bunganya yang menunduk seperti lonceng dan berwarna putih. Sayangnya, bunga ‘elok’ ini hanya dapat ditemukan di dataran Inggris bagian utara. Bunga yang hanya dapat dipanen sekali saat musim semi ini pun mekar hanya selama dua minggu saja.

Konon, bunga yang bernama lain majalis ini memiliki legenda yang beragam. Majalis bermakna milik Mei. Dalam kisah astrologi lily of the valley yang menghubungkannya dengan Merkuri. Sedangkan dalam mitologi Yunani, Mei adalah ibu dari Dewa Merkuri atau lebih dikenal dengan Hades. Legenda agama Kristen menyebutkan bahwa bunga ini dianggap simbol dari air mata Bunda Maria saat penyembelihan Yesus. Berdasarkan kisah lain, lily of the valley juga mewujudkan air mata Hawa saat dibawa Adam ke Eden.

 

  1. Bunga Anthurium

Bunga Anthurium
Bunga Anthurium

(Gambar: Pixabay)

Anthurium atau kerap disebut painter’s palette sudah dikenal oleh banyak orang baik pecinta bunga maupun yang masih awam. Tanaman hias anthurium memiliki bentuk yang cukup unik karena memiliki warna yang mencolok yaitu jingga hingga merah dan ukuran yang melebar. Anthurium juga memiliki tongkol atau spandex besar seperti lilin berwarna jingga yang membuatnya mencolok.



Tanaman hias anthurium ini pada umumnya dijual dengan harga yang cukup tinggi karena warnanya yang mencolok dan mampu berumur panjang. Anthurium yang dipotong batangnya dan di rendam di air dapat bertahan selama kurang lebih delapan minggu.

Tanaman dengan nama ilmiah anthurium schezeranium ini sudah menjadi tanaman hias untuk pemanis interior jauh sejak abad ke-19. Beberapa jenis anthurium juga kerap digunakan untuk pengobatan tradisional dan untuk pengharum tembakau. Berdasarkan FengShui, anthurium juga menjadi bunga yang membawa keberuntungan dalam hubungan percintaan. Bunga berbentuk hati ini menjadi simbol persahabatan dan cinta, sehingga banyak orang yang menjadikan anthurium sebagai housewarming gift untuk hadiah pernikahan. Untuk mengenal bunga anthurium lebih dalam kamu dapat membaca referensinya dari buku ini.

 

  1. Bunga Geranium

Bunga Geranium
Bunga Geranium

(Gambar: Pixabay)

Eksistensi tanaman geranium sebagai pengusir nyamuk seperti layaknya lavender sudah diketahui banyak orang. Beberapa orang sengaja menanam bunga geranium untuk difungsikan sebagai pengusir nyamuk. Sebagian juga memilih menatanya di media tanam pot dan dijadikan pelengkap interior. Tanaman geranium memiliki bunga kecil-kecil dengan beragam warna seperti merah muda, putih dan ungu. Geranium adalah bunga yang menghasilkan aroma citrus, sehingga aroma ini dapat dijadikan aroma terapi sekaligus pengharum ruangan.

Keharuman bunga geranium dapat merilekskan tubuh, sehingga tidur pun menjadi nyenyak. Selain aromanya yang menenangkan, tanaman hias geranium ini mengandung zat astringent yang mampu menghasilkan kolagen. Minyak geranium mampu difungsikan untuk perawatan kecantikan. Penggunaan secara rutin dapat mengurangi kerutan di wajah. Tanaman cantik ini secara ajaib juga dapat menyembuhkan luka pada permukaan kulit, karena minyaknya mampu mempercepat pembekuan darah. Daun dari tanaman geranium juga dapat dijadikan teh yang berguna bagi kesehatan tubuh seperti mengurangi nyeri sendi, stres dan peradangan.

 

  1. Tanaman oxalis

Tanaman oxalis
Tanaman oxalis

(Gambar: Pixabay)

Tanaman oxalis juga sering disebut wood sorrel namun di Indonesia sendiri kerap dipanggil bunga kupu-kupu, calincing ungu atau calincing merah. Tanaman ini masuk dalam genus terbesar dari Oxalidaceae yang berasal dari iklim tropis Amerika Selatan dan Asia Selatan. Kelebihan tanaman hias oxalis yaitu bunga ini termasuk tanaman yang tidak ‘rewel’. Oxalis cenderung cukup produktif karena mudah menyebar, namun cukup lambat berkembang.

Ketika pertama melihat oxalis kamu akan langsung tertarik dengan warna ungu daunya yang cantik dan bentuk nya yang berbentuk seperti kupu-kupu. Tidak seperti tanaman lain yang daunnya dominan hijau, daun oxalis berwarna ungu. Sedangkan bunga oxalis berbentuk mirip dengan anggrek berwarna putih. Oxalis akan tumbuh subur dan cepat di halaman, namun tanaman ini juga dapat tumbuh di dalam ruangan. Jika ingin menanam tanaman hias ini di dalam ruangan, pastikan dia mendapatkan cahaya matahari yang cukup dan sesekali dikeluarkan.

Semakin banyak tanaman ini terkena matahari maka daunnya akan semakin gelap. Namun, jika terlalu banyak terpapar sinar matahari daun oxalis akan memutih. Tanaman dari genus ini cenderung mengandung asam oksalat yang terdapat di daunnya. Oxalis yang tumbuh masiv akan menyebabkan kandungan asam oksalat yang tinggi. Hal ini menjadi toxic yang dapat mengganggu pencernaan dan fungsi ginjal.

 

  1. Bunga Amarilis

Bunga Amarilis
Bunga Amarilis

(Gambar: Pixabay)

 

Amarilis menjadi tanaman hias bunga yang populer dan banyak dimiliki di rumah-rumah pecinta tanaman. Bunga amarilis yang cenderung berwarna oranye, merah muda dan merah ini tampak mencolok jika ditanam pekarangan rumah. Amarilis berasal dari bahasa Yunani amarullis yang memiliki makna kemegahan. Tanaman ini biasanya mekar sepanjang musim dingin atau musim semi. Kemudian bertahan selama beberapa minggu sebelum akhirnya layu.

Bunga amarilis yang sudah layu dapat dihidupkan kembali dengan cara memotong titik pertemuan antara pangkal bunga dengan batang utama dengan gunting.

 

  1. Kaktus Natal

Kaktus Natal
Kaktus Natal

(Gambar: Pixabay)

Kaktus unik yang memiliki bunga memanjang di ujung batang ini dapat dijadikan aksesoris untuk interior kamu. Kaktus ini memiliki batang yang cukup tebal tempat cadangan air berada. Bunga dari kaktus ini pun memiliki warna yang variatif seperti merah tua, peach, fuschia dan putih.

Kaktus juga sering jadi pilihan untuk pemanis interior karena perawatannya yang sangat mudah. Menanam kaktus natal ini tidak perlu sering-sering menyiramnya kecuali jika tanahnya sudah mengering. Setelah menyiram kaktus, baiknya jangan sampai airnya menggenang sebab akar dari kaktus tersebut dapat membusuk.

 

  1. Gloxinia

Gloxinia
Gloxinia

(Gambar: Pixabay)

Tanaman hias gloxinia masih satu keluarga dengan tanaman hias Violet Afrika, maka dari itu tidak heran kalau sekilas kedua tanaman ini tampak identik. Gloxinia memiliki bunga kecil-kecil dengan warna mencolok. Di ujung kelopak bunganya masih ada semburat putih yang menjadikan tanaman hias ini ‘nyentrik’.

Tanaman hias gloxinia dapat ditanam di dalam ruangan dengan suhu yang lembab, karena gloxinia tidak dapat terpapar cahaya matahari secara langsung. Saat menyiram tanaman ini pun sebaiknya hanya menyiram pada media tanamnya dan tidak mengenai daunnya, karena daun gloxinia akan mudah berubah coklat jika terkena air.

 

  1. Cape Primrose

Cape Primrose
Cape Primrose

(Gambar: White Farm Flowers)

Cape primrose juga dikenal dengan nama streptocarpus. Tanaman hias cape primrose termasuk salah satu tanaman perennial yang sanggup bertahan di segala musim. Tanaman cantik ini memiliki daun yang lebar-lebar dengan tekstur seperti beludru hijau. Sedangkan bunganya kecil-kecil, memiliki warna beragam seperti ungu, merah muda, merah dan putih.

Perawatan cape primrose juga tidak jauh beda dengan gloxinia. Cukup diletakkan di tempat yang tidak terpapar matahari secara langsung dan tidak perlu terlalu sering menyiram. Saat menyiram, sebaiknya air dialirkan pada media tanam dan bukan daunnya secara langsung.

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Nandy