in ,

Contoh Simbiosis Parasitisme dan Ciri-ciri Makhluk Hidup Lainnya

Sumber: Pixabay

Simbiosis parasitisme – Hai Grameds, kalian pasti sering mendengar tentang simbiosis parasitisme kan? Jika belum, sobat Grameds harus mengikuti artikel ini, karena akan membahas mengenai simbiosis parasitisme.

Hal ini penting sekali, Grameds, karena termasuk dalam lingkungan hidup yang ada di sekitar kita. Tentu ini akan menambah pengetahuan yang luas serta menjadi sangat bermanfaat, apalagi sejak dibangku SD kita sudah diberi pelajaran tersebut, yuk mari mengingat kembali!

Pengertian Simbiosis Parasitisme

Simbiosis parasitisme
Sumber: Pixabay

Simbiosis merupakan interaksi dan atau hubungan timbal balik satu makhluk hidup dan makhluk hidup lainnya. Istilah ini digunakan sebagai adanya interaksi antar organisme yang hidup berdampingan. Seperti halnya kita adalah makhluk sosial, pasti akan membutuhkan satu sama lain.

Simbiosis berasal dari kata Sym memiliki arti hidup dan biosis diartikan sebagai kehidupan. Jadi dalam keseluruhan, artinya bahwa kita tak dapat dipungkiri, makhluk hidup yang ada di bumi ini semuanya saling bergantung dan berhubungan satu sama lain.

Simbiosis bagi makhluk hidup dan organisme menggunakan simbiosis ini untuk berbagai hal dalam kehidupannya. Simbiosis digunakan sebagai metode pembersihan. Contohnya, udang pembersih dan ikan kerapu.

Simbiosis untuk transportasi dikenal dengan nama phoresis, yakni ketika hewan satu menggunakan hewan yang lain untuk transportasi. Simbiosis juga digunakan untuk mendapatkan makanan dan membuat rumah.

Namun, simbiosis ini terjadi karena suatu organisme tidak dapat hidup sendiri dan membutuhkan satu sama lain. Makhluk hidup yang melakukan simbiosis itu disebut dengan simbion. Interaksi yang dilakukan tersebut dapat bersifat merugikan, menguntungkan atau netral.

Untuk memahaminya, kita bisa melihat adanyanya simbiosis parasitisme. Simbiosis parasitisme ini merupakan adanya kondisi ketergantungan yang telah terjadi ketika pihak yang satu mendapatkan keuntungan, dan pihak-pihak yang lain akan dirugikan oleh pihak yang satu tersebut.

Ada dua jenis parasitisme, yakni ektoparasitisme dan endoparasitisme. Kedua jenis simbiosis parasitisme ini memiliki tempat hidup berbeda. Ektoparasitisme adalah parasit yang hidup di luar tubuh inang. Endoparasitisme adalah parasit yang hidup di dalam tubuh inang, seperti virus, bakteri, cacing pipih, cacing gelang, dan lintah.

Makhluk hidup yang merugikan ini disebut sebagai parasit sedangkan makhluk hidup yang dirugikan disebut sebagai inang. Parasit sangat bergantung hidupnya pada makhluk hidup lain. Mereka akan mengambil makanan serta cadangan makanan inangnya untuk bisa bertahan hidup. Untuk memahami lebih jelasnya Grameds harus mengikuti tulisan ini, simak hingga di akhir karena berikut ini ada banyak contoh-contoh simbiosis parasitisme dan disertai dengan penjelasannya.

https://www.gramedia.com/products/why-symbiosis-and-natural-enemy-simbiosis-dan-musuh-alami?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/why-symbiosis-and-natural-enemy-simbiosis-dan-musuh-alami?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Contoh Simbiosis Parasitisme

Kutu dengan Hewan

Simbiosis parasitisme
Sumber: Halodoc.com

Kutu merupakan organisme berukuran kecil yang mendapat makanan dengan menghisap darah makhluk hidup yang ia tempati, termasuk hewan-hewan seperti kerbau, kambing, sapi, atau anjing. Keuntungan yang didapatkan oleh kutu ialah mendapat makanan dan tempat tinggal, sementara hewan yang ditempati akan mengalami kerugian dari adanya kutu dan dapat menyebabkan rasa gatal.

Kutu Daun dengan Tumbuhan

Simbiosis parasitisme
Sumber: Kompas.com

Kutu daun atau dikenal juga dengan nama ‘afid‘ atau ‘aphid‘ merupakan jenis serangga kecil pemakan getah tanaman. Mereka hidup secara berkelompok dan berperan sebagai hama tanaman. Kutu daun biasanya hidup di tumbuhan-tumbuhan dan merugikan tumbuhan yang ditinggalinya.

Keuntungan akan didapatkan oleh kutu daun berupa getah makanan yang diperoleh. Sementara tumbuhan yang ditinggali akan dirugikan karena diserap oleh kutu daun.

Manusia dengan Cacing Tambang

Simbiosis parasitisme
Sumber: Blogdokter.net

Seperti halnya interaksi manusia dengan cacing pita, interaksi antara manusia dengan cacing tambang juga menjadi contoh simbiosis parasitisme. Cacing tambang pada usus akan merugikan manusia karena akan menyerap darah.

Keuntungan didapatkan oleh cacing tambang yang mendapat makanan dengan menyerap darah. Sementara manusia mengalami kerugian dan bisa menyebabkan anemia atau kurang darah.

Sapi dengan Cacing Hati

Simbiosis parasitisme
Sumber: Akurat.co

Hubungan antara sapi dengan cacing hati, hampir mirip dengan hubungan manusia dan cacing pita atau cacing tambang. Jenis cacing hati biasa tinggal pada bagian hati dari sapi dan memperoleh makanan dari sapi.

Keuntungan akan didapatkan oleh cacing hati yang mendapat makanan dari sapi. Sementara sapi akan mengalami kerugian karena kesehatannya menjadi terganggu dan bisa terserang penyakit.

Nyamuk dengan Manusia

Simbiosis parasitisme
Sumber: Klikdokter.com

Hubungan nyamuk dan manusia termasuk contoh simbiosis parasitisme. Manusia sering terganggu dengan adanya nyamuk karena menggigit dan menghisap darah. Bahkan, ada jenis nyamuk tertentu bisa menyebarkan penyakit mematikan seperti demam berdarah atau malaria.

Keuntungan akan didapat nyamuk yang mendapat darah dan dapat berkembang biak. Sementara manusia akan dirugikan karena merasa gatal dan dapat terserang penyakit berbahaya.

https://www.gramedia.com/products/169-fakta-asyik-tentang-makhluk-hidup?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/169-fakta-asyik-tentang-makhluk-hidup?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Manusia dengan Cacing Pita

Simbiosis parasitisme
Sumber: Jawapos.com

Cacing pita terdapat pada sistem pencernaan manusia dan merugikan manusia. Hal itu karena cacing pita mengambil sari makanan yang penting bagi manusia untuk menjadi energi. Keuntungan akan didapatkan oleh cacing pita karena mengambil makanan dari sari makanan manusia.

Sementara kerugian didapatkan oleh manusia karena kehilangan sari makanan yang digunakan untuk metabolisme karbohidrat sekaligus sumber energi.

Kutu dengan Manusia

Simbiosis parasitisme
Sumber: Brillio.net

Kutu pada manusia biasa ditemukan di rambut kepala. Adanya kutu akan membuat rasa gatal atau rasa tidak nyaman. Keuntungan didapatkan oleh kutu karena mendapat makanan dan tempat tinggal di rambut kita. Sementara manusia tentu akan dirugikan dengan adanya kutu.

Alang-alang dengan Tanaman Produksinya

Simbiosis parasitisme
Sumber: Lemkertas.com

Alang-alang termasuk tanaman gulma untuk budi daya tanaman produksi. Meski begitu, adanya alang-alang menyebabkan kerugian pada tanaman produksinya. Keuntungan didapatkan oleh alang-alang karena akan mendapat air, mineral, dan cahaya matahari.

Sementara tanaman produksinya akan dirugikan karena mendapat saingan untuk mendapat air dan mineral serta dirugikan karena senyawa beracun yang disebarkan oleh alang-alang.

Lalat buah dengan Buah

Simbiosis parasitisme
Sumber: bibitbunga.com

Lalat buah merupakan jenis lalat yang sering mengerumuni buah-buahan. Hubungan antara lalat dan buah-buahan termasuk simbiosis parasitisme. Adanya lalat buah akan merugikan buah-buahan dan menguntungkan lalat buah tersebut.

Keuntungan didapat lalat buah yang akan bertelur dan berkembang buah di dalam buah. Sementara kerugian didapatkan oleh buah-buahan karena dapat membusuk.

Paus dengan Teritip

Simbiosis parasitisme
Sumber: Quora

Teritip adalah semacam antropoda yang hidup di laut terutama di laut dangkal atau pasang yang bergelombang kuat. Teritip biasanya hidup di dalam tubuh ikan paus.

Keuntungan akan didapatkan oleh teritip yang memperoleh tempat tinggal. Sementara ikan paus akan dirugikan karena adanya teritip menyebabkan rasa gatal dan tidak nyaman.

https://www.gramedia.com/products/segala-sesuatu-tentang-makhluk-hidup?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/segala-sesuatu-tentang-makhluk-hidup?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Setelah Grameds mengenal contoh-contoh dari simbiosis parasitisme, ada juga yang tak kalah penting di dalam artikel ini, tetap simak hingga akhir ya, karena sekarang kita akan mengenal ciri-ciri makhluk hidup.

Benar kita sendiri memang termasuk makhluk hidup. Tapi, apa kamu juga mengetahui ciri-ciri makhluk hidup itu apa saja? Ada pertanyaan begini, apakah terumbu karang termasuk makhluk hidup? Nah, terkadang kita agak kebingungan menentukannya.

Berangkat dari situlah kita akan membahas mengenai makhluk hidup, supaya benar-benar tahu ciri-ciri lengkap makhluk hidup hingga pengelompokannya.

Ciri-ciri Makhluk Hidup

Simbiosis parasitisme
Sumber: Pixabay

Setelah mengenal simbiosis parasitisme kita menuju ke pembahasan selanjutnya, yakni ciri -ciri makhluk hidup. Grameds tentu tahu perbedaan dari makhluk hidup dan tak hidup, berikut penjelasan lengkapnya mengenai ciri-ciri dari makhluk hidup.

Bergerak

Kita masuk ke ciri-ciri yang pertama, yakni bergerak. Makhluk hidup pasti bergerak, ya Grameds. Coba saja kamu bandingkan antara batu dan pohon. Batu tidak dapat bergerak kala tidak ada pengaruh dari luar, seperti angin besar, hujan, atau kita yang menggerakkannya.

Akan tetapi kalau kalian mengamati pohon hingga berbulan-bulan menggunakan kamera, maka kamu akan tahu betul kalau ternyata pohon itu bergerak, walaupun tidak seperti kita yang bergerak berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

Membutuhkan Nutrisi

Selanjutnya, makhluk hidup membutuhkan nutrisi untuk bertahan hidup. Contohnya tumbuhan yang membutuhkan mineral untuk membuat gula (fruktosa) bagi buahnya, ia juga membutuhkan sinar matahari untuk proses fotosintesis.

Sedangkan batu sebagai makhluk tak hidup, untuk apa nutrisi baginya? Batu tidak membutuhkan nutrisi untuk proses pembuatan makanan atau untuk bertahan hidup.

Bernapas

Ciri-ciri selanjutnya adalah bernapas. Kita sebagai makhluk hidup pasti membutuhkan O2 untuk bernapas. Tumbuhan dan hewan juga membutuhkannya. Lalu apakah batu bernapas? Jelas saja tidak.

https://www.gramedia.com/products/klasifikasi-makhluk-hidup-did-you-know-series-biology?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/klasifikasi-makhluk-hidup-did-you-know-series-biology?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Tumbuh dan Berkembang

Ciri-ciri makhluk hidup selanjutnya adalah tumbuh dan berkembang. Kamu tumbuh dan berkembang, dari yang awalnya bayi hanya tidur-makan-nangis, kemudian bisa berjalan untuk pertama kalinya, hingga akhirnya menjadi kamu seperti saat ini. Tumbuhan juga tumbuh dan berkembang, ia awalnya hanya sebuah biji, berkecambah, dan jadilah pohon besar.

Kalau batu? Batu tidak tumbuh dan berkembang kalau tidak ada gaya atau pengaruh apapun dari luar. Ia akan selamanya seperti itu dan berukuran begitu.

Apakah kamu tahu perbedaan tumbuh dan berkembang? Kalau tumbuh bisa dihitung atau diukur, sedangkan berkembang tidak bisa diukur. Misalnya pertumbuhan tanaman itu bisa dihitung dengan mengukur tinggi tanaman, sedangkan berkembang dilihat dari munculnya daun, bunga, dan buah pada tanaman.

Bereproduksi

Ciri selanjutnya adalah makhluk hidup bereproduksi. Kalau batu, ketika jumlahnya satu, ia tidak akan bisa bertambah lagi jadi dua atau tiga (kecuali kita pecahkan batunya). Sedangkan makhluk hidup, ia bisa mempunyai anak, tunas, ataupun membelah diri.

https://www.gramedia.com/products/smp-mts-kl-8-ipa-biologi-2-k-2013?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/smp-mts-kl-8-ipa-biologi-2-k-2013?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Dapat Beradaptasi dengan Lingkungannya

Beradaptasi atau menyesuaikan diri dengan lingkungannya merupakan salah satu ciri-ciri makhluk hidup. Misalnya kamu sebagai manusia, ketika berada di luar ruangan saat matahari sedang terik-teriknya, maka tubuhmu akan menyesuaikan diri dengan mengeluarkan keringat. Lain lagi ketika kamu berada di lingkungan yang dingin.

Sama halnya dengan tumbuhan, cara ia menyesuaikan diri contohnya dengan menggugurkan daunnya. Sedangkan batu, saat berada di lingkungan panas atau dingin akan sama saja, tidak akan berpengaruh bagi sebuah batu.

Peka Terhadap Rangsang

Makhluk hidup peka terhadap rangsang. Contohnya pada tanaman mimosa pudica atau putri malu. Jika kalian pernah menyentuh putri malu, maka daunnya akan mengatup. Itulah bukti makhluk hidup peka terhadap nrangsangan.

Ekskresi

Ekskresi atau mengeluarkan zat buangan. Kalau pada manusia dan hewan mengeluarkan feses, keringat, dan urin. Kemudian pada tumbuhan zat buangan adalah CO2 ketika respirasi dan O2 ketika fotosintesis.

Apakah batu mengeluarkan zat buangan? Tentu tidak. Maka dari itu, batu bukan termasuk makhluk hidup. Sekarang kamu bisa menyebutkan apa saja benda yang termasuk makhluk hidup dan bukan makhluk hidup, bukan?

https://www.gramedia.com/products/biologi-sel-dan-molekuler-untuk-profesi-kesehatan?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/biologi-sel-dan-molekuler-untuk-profesi-kesehatan?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Nah itulah pembahasan mengenai simbiosis parasitisme dan ciri-ciri makhluk hidup lainnya. Grameds juga bisa mampir ke Gramedia.com untuk mendapatkan buku-buku menarik terkait makhluk hidup lainnya. Gramedia selalu memberikan produk terbaik agar kamu memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Penulis: Mochamad Aris Yusuf

Baca juga:



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by M. Hardi