in ,

Pengertian, Contoh, Serta Perbedaan Tujuan dan Manfaat Penelitian

Perbedaan tujuan dan manfaat – Setiap karya tulis ilmiah, baik itu skripsi, tesis, atau yang lainnya–harus disusun secara terstruktur dan sistematis. Artinya semua bab dan sub bab yang ada dalam sistem penulisan ilmiah harus ada dan ditulis secara rapi, termasuk bagian tujuan dan manfaat penelitian.

Yup, dua bagian yang ada di bab satu penelitian ini seringkali dikerjakan seadanya alias asal jadi. Padahal pernyataan tentang tujuan dan manfaat dari penelitian yang sedang kamu kerjakan sangat penting.

Sebab, sebuah penelitian pasti mempunyai tujuan yang harus dicapai dan memiliki manfaat bagi penulis dan pembacanya. Untuk memastikan keduanya bisa direalisasikan, kamu harus melakukan penelitian sebaik mungkin. Jika tujuan dan manfaatnya tidak jelas, lantas buat apa kamu melakukan penelitian?

Dalam artikel ini Grameds akan belajar mengenai pengertian, cara penulisan, contoh, serta mengapa bagian tujuan dan manfaat ini penting dalam sebuah penelitian atau karya tulis ilmiah.

Pengertian Tujuan Penelitian

perbedaan tujuan dan manfaat
Sumber: Unsplash.com

Sebelum membahas tentang cara menulis dan contoh tujuan penelitian, kamu harus memahami dulu apa yang dimaksud dengan tujuan penelitian.

Singkatnya, tujuan penelitian merupakan pernyataan yang mengindikasikan arah dari penelitian yang kamu lakukan. Selain itu, bisa juga untuk menginformasikan apa saja data dan informasi yang akan kamu capai dari penelitian. Seperti yang dijelaskan oleh Unggul Purwohedi, PhD. dalam bukunya yang berjudul Metode Penelitian: Prinsip dan Praktik.

Metode Penelitian: Prinsip dan Praktik

https://www.gramedia.com/products/metode-penelitian-prinsip-dan-praktik?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Ibarat mengendarai kendaraan, tujuan adalah destinasi akhir ingin kamu datangi. Jadi, kamu harus mempunyai destinasi yang jelas, jika tidak maka penelitian yang kamu lakukan hanya akan menghabiskan waktu, tenaga, dan juga materi yang ujungnya tidak berguna sama sekali.

Dengan kata lain, tujuan adalah dasar dari sebuah penelitian. Seringkali, tujuan bermula dari rasa ingin tahu seorang peneliti tentang sesuatu yang kemudian berkembang menjadi semacam dorongan untuk memenuhi rasa ingin tahu tersebut.

Misalnya di mata kuliah bahasa Inggris, kamu melihat ada dua orang yang cukup menonjol hingga dikenal oleh dosen sejak pertemuan ketiga di kelas. Orang pertama, disukai dosen karena aktif dan cepat mengerti materi yang diberikan. Sedangkan orang kedua, pernah dimarahi dosen karena tidur di kelas dan tidak mengumpulkan tugas.

Kamu bisa mencari tahu apa yang menyebabkan orang kedua malas mengikuti mata kuliah bahasa Inggris, meskipun dia tahu bahwa itu adalah syarat wajib untuk dapat mengambil 20 sks di semester berikutnya. Ini adalah contoh dari tujuan penelitian yang bisa kamu gunakan.

Nah, Grameds, kamu harus mampu menentukan tujuan akhir penelitian sedari awal. Hal ini perlu dilakukan agar kamu tidak kebingungan di tengah jalan. Untuk itu, langkah awalnya bisa dimulai dengan mengetahui tiga jenis tujuan penelitian yang sering digunakan, yaitu tujuan umum, tujuan teoritis, dan tujuan praktis.

1. Tujuan Umum

Tujuan umum merupakan tujuan penelitian yang sifatnya general dan cakupannya luas. Berikut ini tiga tujuan umum yang biasa dipakai dalam penelitian:

  1. Untuk mendapatkan pengetahuan atau penemuan yang baru
  2. Untuk membuktikan, menguji, atau memverifikasi kebenaran serta pengetahuan yang sudah ada sebelumnya
  3. Untuk mengembangkan pengetahuan yang sudah ada sebelumnya

2. Tujuan Teoretis

Secara teoritis, tujuan penelitian adalah sebuah usaha yang dilakukan oleh peneliti untuk mengetahui sesuatu. Sayangnya pengetahuan teoritis ini seringkali tidak bisa kamu manfaatkan secara langsung.

3. Tujuan Praktis

Tujuan praktis adalah sebuah usaha untuk menemukan dan mencari pengetahuan yang dapat digunakan secara langsung dalam kehidupan peneliti. Dalam hal ini, tujuan praktis dibagi menjadi tiga, yaitu: tujuan eksploratif, tujuan verifikatif, dan tujuan pengembangan.

Tujuan Eksploratif

Tujuan eksploratif adalah penelitian yang dilakukan untuk memperoleh pengetahuan baru yang belum pernah ada sebelumnya. Misalnya kamu melakukan penelitian untuk mencari cara menambah kosakata bahasa Indonesia siswa dengan permainan tebak kata Katla dan belum pernah ada penelitian sebelumnya yang pernah memperoleh penemuan ini.

Tujuan Verifikatif

Ini adalah tujuan dari sebuah penelitian yang dilakukan untuk memverifikasi atau menguji kebenaran dari sebuah pengetahuan yang sudah ada sebelumnya. Contohnya kamu menguji apakah benar permainan tebak kata Katla dapat menambah kosakata bahasa Indonesia siswa yang sudah ditemukan sebelumnya oleh penelitian lain.

Tujuan Pengembangan

Terakhir adalah tujuan pengembangan yang berarti mendalami atau mengembangkan pengetahuan maupun penelitian yang sudah ada sebelumnya. Kita ambil contoh masih dari penelitian tentang menambah kosakata lewat permainan Katla tadi. Dalam konteks ini, kamu melakukan penelitian untuk melihat kosakata apa yang paling bertambah setelah siswa menggunakan Katla, apakah kata benda, kata sifat, atau kata kerja.

Cara Menulis Tujuan Penelitian

perbedaan tujuan dan manfaat
Sumber: Unsplash.com

Penulisan bagian tujuan dalam sebuah penelitian sangat tergantung apa jenis dari penelitian yang akan kamu lakukan. Seperti yang sudah kamu ketahui, penelitian sendiri terdiri dari tiga jenis, yaitu kuantitatif, kualitatif, dan metode campuran.

1. Tujuan Penelitian Kualitatif

Creswell (2018) menyarankan penulisan tujuan penelitian kualitatif harus berisi informasi tentang inti dari peristiwa atau fenomena yang diteliti, partisipan yang terlibat dalam penelitian, dan tempat di mana proses penelitian berlangsung. Selain itu, tujuan penelitian kualitatif yang baik harus menggunakan diksi yang sesuai dengan penelitian kualitatif. Berikut ini beberapa tips untuk menulis tujuan penelitian kualitatif yang bisa kamu ikuti:

  1. Gunakan diksi atau kata-kata seperti tujuan, maksud, tujuan penelitian, atau objektif untuk menegaskan bahwa tujuan penelitian yang kamu tulis mengendalikan seluruh penelitian yang kamu lakukan.
  2. Tulis pernyataan sebagai kalimat atau paragraf yang terpisah dan gunakan bahasa penelitian seperti “tujuan (objektif atau maksud) dari penelitian ini adalah untuk…”.
  3. Fokuskan tujuan penelitian pada sebuah peristiwa, konsep, atau ide. Batasi penelitian pada satu ide yang akan dieksplor atau dipahami. Dengan begitu kamu menunjukkan kepada pembaca bahwa tujuan penelitiannya tidak bercabang dan mendalam. Tidak menghubungkan dua variabel atau membandingkan dua grup atau lebih seperti yang sering dilakukan pada penelitian kuantitatif. Selain itu, kamu juga
  4. Gunakan kata kerja tindakan seperti memahami, mengembangkan, mengeksplorasi, menemukan, dan sebagainya. Untuk menunjukkan bagaimana proses pembelajaran dilakukan.
  5. Menggunakan kata maupun frasa yang sifatnya netral atau bahasanya tidak langsung. Contohnya “pengalaman partisipan” lebih baik daripada “pengalaman sukses dari partisipan”.
  6. Pilih definisi kerja yang umum tentang fenomena, peristiwa, atau gagasan utama dalam penelitianmu. Terutama jika ada istilah yang sulit dipahami oleh pembaca luas.
  7. Menyebutkan strategi penelitian yang dilakukan dalam proses pengumpulan data, analisis data, serta penelitian.
  8. Sebutkan partisipan dari penelitian secara lengkap dan sejelas mungkin
  9. Deskripsikan tempat dilakukan penelitian sedetail mungkin sampai pembaca dapat langsung mengetahui di mana tempat tersebut.
  10. Terakhir, gunakan bahasa yang menunjukkan batas dari partisipan, lokasi penelitian, peristiwa. atau fenomena yang diteliti. Misalnya “penelitian ini fokus pada wanita berusia 20 – 25 tahun”.

Kamu bisa menemukan contoh tujuan penelitian kualitatif lain dalam buku Research Design Pendekatan Ed 4 yang disusun oleh John W. Creswell. Buku ini merupakan pelopor perbandingan rancangan penelitian kualitatif, kuantitatif, dan metode campuran yang sering dijadikan referensi oleh peneliti.

https://www.gramedia.com/products/research-design-pendekatan-ed-4?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/research-design-pendekatan-ed-4?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

2. Tujuan Penelitian Kuantitatif

Tujuan penelitian kuantitatif, menurut Creswell (2018) berbeda jauh dengan tujuan penelitian kualitatif dari segi bahasa serta lebih fokus untuk menghubungkan atau membandingkan variabel yang ada.

Maka dari itu, penulisannya harus berisi variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian sekaligus hubungan di antara mereka, partisipan yang terlibat, lokasi dilakukannya penelitian dengan menggunakan diksi yang berhubungan dengan penelitian kuantitatif. Berikut ini tips yang bisa kamu perhatikan saat membuat tujuan penelitian kuantitatif:

  1. Gunakan diksi atau kata-kata seperti tujuan, maksud, dan sasaran. Misalnya kamu bisa menulis “Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk…”
  2. Tunjukkan grand teori, model, atau kerangka konsep yang digunakan dalam penelitian. Tulis ke dalam bagian yang berbeda dengan deskripsi yang tidak terlalu detail.
  3. Tunjukan variabel bebas dan variabel terikat dalam penelitian tersebut, jika ada tambahkan variabel lain.
  4. Gunakan diksi atau kata-kata yang menghubungkan variabel bebas dengan variabel terkait untuk menunjukkan bahwa kedua memiliki saling terkait satu sama lain. Misalnya “hubungan antara…” atau “perbandingan antara…”
  5. Susun setiap variabel dalam tujuan penelitian dari kiri ke kanan dengan variabel di bagian kiri dan variabel terikatnya di bagian kanan.
  6. Sebutkan jenis strategi yang digunakan dalam penelitian, contohnya survei atau riset.
  7. Jelaskan partisipan dan lokasi tempat dilakukannya penelitian.
  8. Deskripsikan setiap variabel kunci secara umum.

Kamu dapat menemukan penjelasan lebih lengkap tentang tujuan penelitian kuantitatif dalam buku Metode Penelitian Kuantitatif, Pengembangan Hipotesis Dan Pengujiannya Menggunakan SmartPLS yang ditulis oleh Paulus Insap Santosa.

https://www.gramedia.com/products/metode-penelitian-kuantitatif-pengembangan-hipotesis-dan-pengujiannnya-menggunakan-smartpls?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/metode-penelitian-kuantitatif-pengembangan-hipotesis-dan-pengujiannnya-menggunakan-smartpls?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

3. Tujuan Penelitian Gabungan

Untuk tujuan penelitian gabungan, sebaiknya masukkan maksud penelitian secara keseluruhan, informasi tentang rangkaian penelitian kuantitatif dan kualitatif, dan alasan untuk menggabungkan kedua rangkaian tersebut untuk mempelajari rumusan masalah penelitian (Creswell, 2018).

Semua pernyataan ini harus dijelaskan di awal dalam bab pendahuluan agar dapat memberikan petunjuk utama yang dapat membantu pembaca memahami mana bagian kuantitatif dan kualitatif dalam penelitian yang kamu lakukan. Adapun tips untuk menulis tujuan penelitian gabungan adalah sebagai berikut:

  1. Mulai dengan diksi atau kata-kata yang jelas mengenai tujuan penelitian. Contohnya “maksud dilakukannya penelitian ini…” atau “tujuan dari penelitian ini adalah…”
  2. Jelaskan tujuan penelitiannya dari perspektif konten agar pembaca memahami maksud dari penelitiannya.
  3. Sebutkan jenis desain penelitian gabungan yang kamu gunakan
  4. Jelaskan alasan kamu memilih metode penelitian gabungan

Pengertian Manfaat Penelitian

perbedaan tujuan dan manfaat
Sumber: Unsplash.com

Setelah kamu memahami tujuan penelitian, selanjutnya kita akan membahas mengenai manfaat penelitian. Untuk permulaan, kamu bisa menganggap manfaat penelitian sebagai hal yang akan peneliti atau pembaca rasakan mengenai apa yang kamu temukan dalam penelitian tersebut.

Lebih jauh lagi, manfaat penelitian merupakan kontribusi penelitian yang kamu lakukan pada bidang keilmuan dipelajari, budaya, maupun masyarakat tertentu. Harapannya, penelitian kamu dapat memberikan dampak yang positif pada pembaca tentang masalah penelitianmu. Manfaat penelitian dapat dibagi menjadi dua, yaitu manfaat teoritis dan manfaat praktis.

1. Manfaat Teoretis

Manfaat teoritis berasal dari tujuan penelitian verifikatif yaitu memverifikasi teori yang sudah ada sebelumnya. Hasilnya bisa jadi memperkuat atau justru menggugurkan teori yang kamu gunakan sebagai acuan. Biasanya manfaat teoritis dipilih ketika penulis ragu atau tidak puas pada suatu teori.

Contoh Manfaat Teoritis:

Secara teoritis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat berupa:

  1. Menyumbangkan pemikiran terhadap perubahan cara belajar bahasa Indonesia pada siswa di Sekolah Menengah Pertama 12 Jakarta agar dapat berkembang sesuai kebutuhan siswa.
  2. Memberikan sumbangan ilmiah dalam pembelajaran bahasa Indonesia untuk Sekolah Menengah Pertama, yaitu menciptakan metode pembelajaran baru untuk menambah kosakata siswa.
  3. Menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya yang berhubungan dengan peningkatan kosakata bahasa Indonesia siswa Sekolah Menengah Pertama dan menjadi bahan kajian lebih lanjut.

2. Manfaat Praktis

Ini adalah manfaat yang menunjukkan bahwa penelitian yang kamu lakukan memecahkan masalah secara praktikal atau bisa juga menjadi alternatif solusi dari permasalahan penelitianmu.

Selain itu, penelitian yang kamu lakukan juga akan bermanfaat bagi dirimu sendiri sebagai penulis. Seperti menoleransi hambatan yang terjadi pada penelitian dan kehidupan sehari-hari, belajar untuk bekerja secara mandiri, memahami bagaimana sebuah pengetahuan dibangun atau didapatkan, dan memahami bahwa setiap pernyataan memerlukan bukti pendukung.

Contoh Manfaat Praktis

Secara praktis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat berupa:

  1. Menambah pengalaman dan wawasan kepada penulis tentang cara menambah kosakata bahasa Indonesia dengan memanfaatkan perkembangan teknologi
  2. Menambah pengetahuan dan menyumbangkan pemikiran mengenai cara menambah kosakata bahasa Indonesia siswa kepada pendidik maupun calon pendidik.
  3. Memberikan kesempatan kepada peserta didik sebagai partisipan penelitian untuk mendapatkan pengalaman langsung tentang cara menambah kosakata bahasa Indonesia dengan memanfaatkan teknologi agar lebih menarik dan tidak monoton.
  4. Menjadi bahan pertimbangan bagi sekolah dalam menyusun kurikulum serta program pembelajaran mata pelajaran bahasa Indonesia yang tepat.

Cara Menulis Manfaat Penelitian

Saat menulis manfaat penelitian sebaiknya kamu menyertakan tiga pokok utama yang perlu diaplikasikan dalam penelitian, yaitu:

  1. Diuraikan secara sistematis dan dengan cara yang jelas. Oleh karena itu, sangat disarankan menyusun manfaat penelitian setelah hasil penelitian tercapai agar sesuai dengan hasil yang didapatkan, bukan pendapat pribadi kamu sebagai peneliti.
  2. Manfaat penelitian harus rasional dan memecahkan masalah utama penelitian lewat tindakan yang kamu pilih. Uraian manfaat penelitian sebaiknya disesuaikan dengan kenyataan hasil penelitian yang didapatkan.
  3. Paparkan semua hasil penelitian secara jelas karena manfaat penelitian bukan sebuah hipotesis.
  4. Manfaat penelitian harus bisa diaplikasikan secara langsung atau dikembangkan oleh penelitian berikutnya. Maka dari itu, kamu harus menulis manfaat penelitian seefektif mungkin.

Perbedaan Tujuan dan Manfaat Penelitian

Berdasarkan uraian mengenai tujuan dan manfaat penelitian di atas, bisa disimpulkan bahwa keduanya merupakan hal yang terkait satu sama lain. Ketika Grameds menyelesaikan sebuah penelitian, kamu telah memberikan kontribusi untuk banyak orang serta bidang keilmuan yang kamu pelajari. Lalu, apa perbedaan diantara keduanya?

Tujuan penelitian merupakan penjelasan tegas mengenai mengapa kamu melakukan penelitian dengan topik yang sudah kamu pilih. Dengan kata lain tujuan penelitian merupakan jawaban dari rumusan masalah.

Sementara itu, manfaat penelitian merupakan keuntungan yang dapat diperoleh oleh berbagai pihak dari penelitian yang telah kamu lakukan. Manfaat penelitian bisa ditulis di bagian tujuan penelitian karena keduanya saling berhubungan.

Contoh Tujuan dan Manfaat Penelitian

Untuk contoh tujuan dan manfaat penelitian, kita coba gunakan judul “Peningkatan Penguasaan Kosakata Bahasa Indonesia Media Permainan Katla Pada Siswa Kelas VII Sekolah Menengah Pertama Negeri 12 Jakarta”

Dari judul ini kita bisa menulis tujuan dan manfaat penelitian seperti berikut ini:

Tujuan Penelitian

Sesuai dengan rumusan masalah yang dipaparkan di atas, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan penguasaan kosakata Bahasa Indonesia melalui penggunaan permainan Katla dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia pada siswa Kelas VII Sekolah Menengah Pertama Negeri 12 Jakarta.

Manfaat Penelitian

Setelah penulis melakukan penelitian dan didukung dengan data-data yang akurat sehingga kebenaran penelitiannya dapat diterima, maka harapan penulis hasil penelitian ini dapat menjadi pengembangan teoritis bagi peneliti selanjutnya dan berguna bagi masyarakat, khususnya lembaga tempat penelitian dilakukan. Penulis berharap hasil penelitian ini dapat bermanfaat secara teoritis dan praktis, diantaranya sebagai berikut:

Manfaat Teoretis

Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi rujukan untuk pengembangan ilmu pengetahuan mengenai peningkatan kosakata bahasa Indonesia dengan memanfaatkan permainan Katla di Sekolah Menengah Pertama.

Manfaat Praktis

  1. Bagi siswa, penelitian ini diharapkan dapat membantu dalam proses pembelajaran khususnya peningkatan kosakata bahasa Indonesia yang dimiliki oleh siswa
  2. Bagi guru, penelitian ini diharapkan dapat membantu guru untuk memperdalam penguasaan kosakata bahasa Indonesia siswa
  3. Bagi sekolah, hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai pedoman untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di kelas khususnya dalam peningkatan kosakata bahasa Indonesia siswa.

Penutup

Demikian sudah pembahasan tentang perbedaan tujuan dan manfaat penelitian. Setelah membaca artikel ini sampai selesai, semoga Grameds menjadi lebih mudah dalam membuat tujuan dan manfaat dalam penelitian.

Jika kamu ingin mencari buku-buku tentang penelitian atau metode penelitian, maka bisa menemukannya di Gramedia.com. Untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berkualitas dan original agar Grameds memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Penulis: Gilang

Sumber:
John W. Creswell & J. David Creswell (2018), Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches Fifth Edition.

Baca juga:



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by M. Hardi