in

Mengenal Pemain 365 Days, Sinopsis, dan Review Filmnya

Pemain 365 Days – Bagi Grameds yang sudah berusia legal, pasti sudah tahu akan film panas berjudul 365 Days dari negara Polandia ini? Yap, sejak perilisan filmnya pada tahun 2020 lalu, telah menuai banyak kritikan sekaligus menimbulkan kontroversi.

Hal tersebut karena secara keseluruhan, film 365 Days ini begitu meromantisasi hubungan abusive yang seharusnya menjadi red flag dalam suatu hubungan dengan lawan jenis. Film yang diadaptasi dari trilogi novel karya Blanka Lipinska ini nyatanya tetap ditonton oleh banyak orang walaupun telah mendapatkan review buruk dari sejumlah penonton.

Mengingat film ini bergenre drama romansa erotis, maka tentu saja yang boleh menontonnya adalah mereka di usia legal. Bagi Grameds yang masih berusia anak-anak alias remaja, tidak diperbolehkan menonton film ini ya…

Lantas, bagaimana sih sinopsis dari film 365 Days ini? Siapa saja pula para pemain 365 Days itu? Apakah film 365 Days ini benar-benar review sebagai jajaran film terburuk yang pernah ada? Yuk, segera simak ulasannya berikut ini supaya Grameds dapat mengetahuinya secara keseluruhan!

Pemain 365 Days
https://www.imdb.com/

Sinopsis Film 365 Days

  • Tahun Rilis: 2020
  • Genre: Drama, Erotic, Romance
  • Sutradara: Barbara Bialowas dan Tomasz Mandes

Secara keseluruhan, film 365 Days ini memang menceritakan kisah cinta antara bos mafia dengan seorang gadis biasa. Terlihat klise seperti cerita-cerita ala anak muda di aplikasi Wattpad, tetapi memang begitu adanya. Ditambah lagi, film juga memiliki banyak adegan 18+ yang tidak boleh sembarang orang menontonnya.

Menceritakan seorang remaja dari keluarga mafia yang paling disegani bernama Massimo Torricelli (diperankan oleh Michele Morrone), tengah ikut keluarganya melakukan pertemuan bisnis. Sayangnya, dalam pertemuan bisnis tersebut malah berakhir dengan tragedi berdarah berupa baku tembak sehingga menewaskan ayahnya sekaligus melukainya. Hal tersebut tentu saja memuat Massimo mengalami trauma hingga dirinya dewasa.

Seiring berjalannya waktu, Massimo telah beranjak dewasa dan menggantikan ayahnya sebagai pimpinan bisnisnya. Tentu saja Massimo menjadi pria dewasa yang kaya dan hidup bergelimangan kemewahan. Namun akibat trauma yang dialaminya saat kecil, Massimo memiliki sifat yang kasar dan semena-mena.

Di sisi lain, seorang gadis cantik bernama Laura Biel (diperankan oleh Anna Maria Siecklucka) yang berprofesi sebagai manajer perusahaan, tengah merayakan pesta ulang tahun bersama pacar dan teman-temannya di wilayah Sisilia, Italia.

Namun walaupun tengah dalam suasana bahagia, ternyata hubungan Laura dengan pacarnya, Martin, mulai renggang karena perselingkuhan. Tidak ada yang menyadari jika Laura diam-diam diculik oleh Massimo.

Laura tentu saja terkejut bukan main atas penculikan yang terjadi kepadanya. Terlebih lagi, dirinya juga disekap di sebuah vila mewah yang seperti istana. Massimo kemudian mengaku bahwa Laura adalah sosok wanita yang dilihatnya ketika tragedi berdarah menimpa keluarganya 5 tahun lalu. Yap, Massimo jatuh cinta pada pandangan pertama dan tidak dapat melupakan bagaimana wajah Laura.  Awalnya, Massimo memang berencana untuk menyekap Laura di vila mewah miliknya selama 365 hari supaya gadis itu dapat jatuh cinta kepadanya.

Setelah mendengar pengakuan tersebut, Laura mula-mula sangat marah dengan sikap kasar Massimo. Ditambah lagi dirinya tidak bisa menemui keluarganya di Warwasa. Berbarengan dengan hal itu, di hati Laura justru timbul benih-benih cinta kepada Massimo. Namun, Massimo kemudian menyadari bahwa hubungan cintanya justru akan membahayakan hidup Laura sekaligus bisnis di keluarga mafianya.

The Architecture of Love | Di balik Pena

Benar saja, rekan-rekan bisnis Massimo dan mantan kekasih Laura yakni Martin, mulai mengganggu hidup Laura. Tentu saja Massimo tidak terima akan hal itu sehingga emosinya pun menjadi tidak terkendali. Akibatnya, Massimo mulai membunuh orang-orang yang mengganggu hidup Laura.

Menyadari bahwa hidup Laura akan bahaya, Massimo kemudian memberikan izin kepada Laura untuk kembali menemui keluarganya di Warsawa. Laura setuju akan hal itu, tetapi malah Massimo tidak pernah menghubunginya lagi. Laura tentu saja merasa dirinya disepelekan begitu saja dan berusaha melupakan lelaki dari keluarga mafia itu.

Suatu malam, Laura dan teman-temannya berpesta kembali di sebuah klub malam. Apesnya, dirinya bertemu lagi dengan sosok mantan kekasihnya, Martin. Martin terus mengejar Laura supaya dapat kembali menjalin hubungan, tetapi Laura dengan tegas menolaknya. Martin tak hilang akal, dirinya pun mengikuti Laura bahkan sampai di apartemennya. Padahal di dalam apartemen Laura, sudah ada Massimo yang menunggunya.

Setelah Martin pergi dari apartemen Laura, Laura dan Massimo mengobrol dan mengetahui bahwa Massimo memiliki bekas luka baru. Artinya, Massimo baru saja mengalami baku tembak dengan kelompok mafia lainnya. Laura tentu saja khawatir akan bagaimana keadaan Massimo.

Tanpa basa-basi, Massimo pun melamar gadis pujaannya itu dan hendak menemui orang tua Laura untuk meminta restu. Massimo bahkan sudah menentukan bagaimana pesta pernikahannya di Italia sekaligus menjadikan sahabat Laura, Olga, untuk menjadi bridesmaid mereka.

Suatu hari ketika menjemput Olga di bandara, Laura bercerita bahwa dirinya tengah hamil. Dalam perjalanan menuju villa milik Massimo, kedua gadis itu melewati sebuah terowongan di tepian laut. Sayangnya, setelah itu tidak diketahui lagi bagaimana nasib kedua gadis tersebut. Para penonton berpikir bahwa kelompok mafia lain hendak membalas dendam kepada Massimo dengan menyekap Laura dan Olga.

Para Pemain dan Karakter Di 365 Days

Sepertinya memang jarang sekali orang-orang menonton film produksi Eropa, salah satunya dari negara Polandia seperti film 365 Days ini. Yap, banyak orang yang lebih memilih film produksi Hollywood karena beberapa alasan yang jelas. Mulai dari segi alur cerita yang jelas, akting para aktris dan aktornya yang tidak kaleng-kaleng, hingga sinematografinya.

Pada film adaptasi dari novel karya Blanka Lipinska dengan judul yang sama ini pun juga mendapatkan banyak kritikan. Mengingat pemain 365 Days memang kualitas aktingnya masih biasa saja dan bahkan alur ceritanya dianggap buruk. Namun meskipun begitu, film ini masih oke untuk disimak. Lantas, siapa saja sih pemain 365 Days dan karakternya di film? Yuk, baca ulasannya berikut ini!

1. Massimo Torricelli diperankan oleh Michelle Morrone

Pemain 365 Days
https://www.imdb.com/

Massimo Torricelli adalah anak tunggal dari keluarga mafia yang begitu disegani. Saat ikut ayahnya melakukan perjanjian bisnis, dirinya malah mendapatkan tragedi berdarah yang menewaskan ayah dan melukainya. Atas hal itu, Massimo muda mengalami trauma berkepanjangan dan membuat sifatnya semakin arogan.

Suatu hari, Massimo menculik seorang gadis bernama Laura yang disinyalir adalah gadis impian yang dirinya lihat saat tragedi berdarah lima tahun lalu. Massimo begitu menyukai Laura sehingga berencana menyekap gadis itu di villa mewah miliknya selama 365 hari dengan tujuan supaya Laura jatuh cinta padanya. Sayangnya, itu semua tidak berjalan sesuai rencana karena Massimo juga harus melawan kelompok mafia yang mengincar bisnisnya.

Karakter Massimo Torricelli ini diperankan oleh aktor tampan asal Polandia bernama Michelle Morrone. Michelle lahir di wilayah Melegnano pada 3 Oktober 1990 dan telah memulai karirnya sebagai aktor sejak kecil. Usia karirnya di dunia akting ini memang masih belum matang, yakni baru 4 tahun berjalan. Namun atas kemampuannya, Michelle mulai dipercaya untuk menjadi tokoh utama di film Bar Joseph yang rilis pada tahun 2019.

Sebelum mendapatkan tawaran film 365 Days ini, Michelle tengah merasa depresi karena karirnya tidak meningkat dan dirinya pun juga baru bercerai dengan istrinya. Untuk itu, Michelle bertekad untuk hidup sendiri di sebuah desa kecil dan bekerja di sebuah perkebunan. Tak lama, tiba-tiba pihak agensi menghubungi Michelle untuk mengikuti casting di Warsawa.

Berhubung dirinya masih “anak baru” yang bekerja di perkebunan itu, Michelle pun berbohong kepada pemilik perkebunan bahwa dirinya izin karena sakit perut. Diam-diam, Michelle terbang ke Warsawa dan mengikuti casting film 365 Days ini. Hasilnya, dirinya lolos menjadi pemeran utama.

Sebenarnya, karir Michelle tidak hanya berkutat pada dunia peran saja, tetapi juga sebagai musisi. Yap, dirinya pernah merilis sebuah album bertajuk Dark Room dan beberapa lagunya dijadikan sebagai OST untuk film 365 Days. Salah satunya adalah lagu berjudul Feel It yang dinyanyikan duet bersama Anna Maria Seclucka selaku pasangannya di film tersebut.

2. Laura Biel diperankan oleh Anna Maria Sieklucka

Pemain 365 Days
https://www.imdb.com/

Laura Biel adalah seorang gadis yang berprofesi sebagai manajer di sebuah perusahaan. Saat tengah bersedih karena mengetahui kekasihnya, Martin, ternyata berselingkuh, Laura malah diculik oleh Massimo. Awalnya, Laura tentu saja marah dengan perlakuan Massimo, tetapi seiring berjalannya waktu justru dirinya jatuh cinta dengan sosok penculiknya itu.

Ketika menjemput sahabatnya, Olga, di sebuah bandara, dirinya menceritakan kepada sahabatnya akan kehamilannya. Sayangnya, dirinya dan Olga malah tidak diketahui nasibnya setelah melewati terowongan dalam perjalanan pulang menuju villa Massimo.

Anna Maria Sieklucka adalah seorang aktris baru yang lahir di Lubin pada 31 Mei 1992. Berhubung dirinya adalah aktris baru, maka tentu saja filmografinya masih sedikit. Selain debut aktingnya di film 365 Days ini, Anna juga menjadi guest star untuk serial TV berjudul Na Dobre i Na Zle.

Sebagai pemain 365 Days ini, karakternya sebagai Laura saja belum tersampaikan secara jelas. Mimik wajah dan emosinya belum dirasakan oleh penonton. Ditambah lagi, karakter Laura tidak begitu kuat sehingga menjadikan kemampuan aktingnya tidak begitu mengena di benak penonton.

Beberapa Review Film 365 Days

Apabila membahas tentang review dari film 365 Days ini, setelah ditelusuri dari berbagai sumber, kebanyakan menyatakan bahwa film adaptasi novel karya Blanka Lipinska ini adalah buruk. Yap, bahkan ada yang jelas-jelas memberikan review bahwa film ini masuk dalam daftar film terburuk yang pernah ada.

Dilansir dari bacaterus.com, ada 2 hal utama yang membuat film 365 Days ini mendapatkan banyak kritikan, yakni pada alur cerita dan karakter tokohnya. Padahal, dua hal itu adalah unsur utama yang harus terpenuhi dalam sebuah karya fiksi supaya ceritanya sampai ke penonton.

Pada unsur alur cerita, terutama dari segi naskah ceritanya sangat tidak jelas. Salah satunya adalah pada adegan Massimo yang memiliki lukisan wajah Laura dengan ukuran besar di kamarnya. Tidak dijelaskan bagaimana Massimo bisa memiliki ingatan yang jelas untuk “memindahkannya” ke sebuah lukisan, padahal dirinya hanya bertemu dengan Laura sekali saja, itu pun melalui sebuah teropong. Ditambah lagi, saat melihat Laura itu, dirinya tengah kesakitan karena tragedi baku hantam yang dialami lima tahun lalu.

Selanjutnya adalah pada character development tokohnya. Dari awal hingga akhir film, tidak ditunjukkan bagaimana Laura bisa jatuh cinta pada sosok penculiknya. Semua terjadi secara tiba-tiba. Padahal seharusnya, hal-hal sepele seperti proses jatuh cinta juga harus ditunjukkan supaya penonton bisa memahami bagaimana emosi dari sang tokoh.

Kedua karakter baik Massimo dan Laura hanya ditampilkan dalam satu dimensi dan seolah cuma fokus pada emosi cinta mereka saja. Contohnya adalah pada adegan Laura yang diculik oleh Massimo. Tidak ada satupun teman atau keluarganya yang mencarinya. Mengingat dirinya adalah seorang manajer perusahaan, tidak masuk akal jika hilang keberadaannya tidak dicari oleh pihak perusahaan.

Sementara itu, dilansir dari cultura.id, film 365 Days adalah bentuk nyata sebuah romantisasi dari adanya hubungan abusive yang ditayangkan sebagai layar lebar. Padahal seharusnya, hubungan abusive itu dihindari tetapi tidak dengan film ini. Menurut penulisnya yakni Lathifah Indah, film 365 Days ini penuh dengan hal-hal misoginis hingga hubungan non-konsensual yang “aneh”.

Nah, itulah ulasan mengenai siapa saja pemain 365 Days beserta sinopsis dan review-nya. Apakah Grameds tertarik untuk menonton film yang dibanjiri oleh kritikan ini? Jika demikian, pastikan terlebih dahulu bahwa usia Grameds udah berada di usia legal ya karena film ini banyak adegan 18+.

Sumber:

https://bacaterus.com/

https://www.cultura.id/

Baca Juga!

Written by Rifda Arum

Perkembangan dunia industri kreatif berkembang dengan pesat. Kpop, Kdrama, dan Kfilm sudah tersebar dan disukai oleh banyak orang, salah satunya saya yang suka dengan kebudayaan Korea.