in

5 Film Terkenal Hollywood Ini Kena Dampak Tragedi 9/11

Sumber foto header: YouTube

Sebagai serangan teroris yang paling mematikan dan berdampak amat dahsyat terhadap dunia, peristiwa 9/11 di Amerika Serikat (AS) bakal abadi dalam ingatan umat manusia.

Nyaris 3000 nyawa melayang akibat serangan teroris oleh kelompok Al-Qaeda dengan menggunakan empat pesawat terbang komersial.

Pada Selasa pagi, 9 September 2001, Menara Kembar World Trade Center (WTC) runtuh setelah ditubruk dua pesawat terbang komersial. Satu pesawat lain menghantam sisi barat Gedung Pentagon (markas Departemen Pertahanan AS).

Sedangkan satu pesawat lagi jatuh di Pennsylvania setelah para penumpang kelompok teroris yang membajak. Pesawat yang terakhir ini diyakini akan menghajar Gedung Capitol (kantor kongres AS )di Washington DC.

Selain ribuan nyawa manusia melayang dan memicu banyaknya ujaran kebencian kepada masyarakat muslim di AS, serangan teroris ini membuat pemerintah AS naik pitam dan menitahkan War on Terror (operasi militer besar-besaran) di Afghanistan dan Irak. Dampak serangan 9/11 juga mengena ke ranah budaya populer, tak terkecuali film.

Berbagai film harus diotak-atik lagi visual dan ceritanya karena sejumlah alasan, seperti menghormati para korban jiwa hingga mencegah terjadinya trauma. Nah, lima film Hollywood berikut ini adalah beberapa buktinya.

1. Spider-Man (2002)

Film
Trailer dan poster film Spider-Man harus alami perubahan. (Foto: IMDB)

 

 

 

Film superhero garapan sutradara Sam Raimi ini harus membuang satu cuplikan adegan dalam trailer-nya. Isinya menampilkan Spidey menangkap sebuah helikopter di antara Menara Kembar WTC.

Pada poster film ini, gambar WTC yang tampak pada mata Spidey juga dihilangkan. Namun, film laris ini juga menambahkan dua adegan sebagai respon atas serangan 9/11.

Adegan pertama memperlihatkan warga lokal New York menyerang Green Goblin dan mengatakan “You mess with one of us, you mess with all of us”. Adegan satu lagi adalah Spider-Man yang bergelantungan di tiang yang mengibarkan bendera Amerika Serikat.

2. Collateral Damage (2002)

Film
Film ini flop di pasaran. (Foto: Slant Magazine)

 

 

 

Serangan teroris 9/11 membuat penayangan film yang dibintangi Arnold Schwarzenegger ini harus diundur hingga empat bulan (dari rencana awal pada 5 Oktober 2001 ke 8 Februari 2002).

Sebab, film ini menampilkan adegan peledakan bom oleh teroris di depan kantor Konsulat Kolombia di Los Angeles, Amerika Serikat, sehingga menewaskan sembilan orang.

Trailer asli Collateral Damage yang menampilkan adegan serangan bom itu pun tidak jadi dirilis. Selain itu, adegan yang menampilkan aktris Kolombia Sofia Vergara sebagai pembajak pesawat pun harus dibuang dari film.

Saat diedarkan, film garapan sutradara Andrew Davis ini flop dengan angka box office sebesar 78,4 juta dolar AS, padahal bujetnya mencapai 85 juta dolar AS.

3. The Bourne Identity (2002)

Film
Sutradara film ini, Doug Liman, bersitegang dengan Universal Studios. (Foto: Microsoft)

 

 

 

Film action terkenal yang membuat Matt Damon lekat dengan karakter Jason Bourne ini juga terkena dampak peristiwa 9/11.

Pada edisi spesial DVD-nya, ada penjelasan tentang pengambilan gambar yang dilakukan kembali untuk membuat alternatif adegan pembuka dan penutup film.

Penyebabnya, produser Frank Marshall tidak ingin penggambaran CIA yang diposisikan sebagai pihak antagonis dalam narasi film ini diartikan sikap anti-Amerika.

Akan tetapi, sutradara Doug Liman kemudian bersikeras untuk tidak memasukkan hasil pengambilan gambar ulang itu ke dalam film. Hubungan Liman dengan Universal Studio pun jadi tegang.

Matt Damon kemudian melobi agar adegan-adegan baru tersebut tidak dimasukkan. Setelah melakukan pemutaran terbatas kepada penonton, Universal pun memutuskan hanya memasukkan alternatif adegan pembuka dan penutup ke dalam DVD The Bourne Identity.

4. Spy Game (2001)

Film
Brad Pitt mengubah pendapatnya tentang cerita film ini setelah peristiwa 9/11. (Foto: Letterboxd)

 

 

 

Film spionase yang banyak meraih penilaian positif dari para kritikus ini juga terpengaruh oleh serangan teroris 9/11.

Seperti dipaparkan dalam versi DVD-nya, ternyata level asap dan debu reruntuhan yang tercipta akibat ledakan bom dalam adegan film garapan sutradara Tony Scott ini dikurangi oleh pembuat film.

Sebab, gumpalan asap dan debu di adegan itu dianggap mirip dengan kondisi kehancuran di sekitar Menara Kembar WTC saat roboh.

Saat film ini diputar terbatas pada musim panas 2001, sang aktor Brad Pitt mengatakan bahwa kisah Spy Game bertolak dari kegagalan operasi rahasia CIA dan kejadian tersebut barangkali bisa dimaknai bahwa Amerika sudah terlalu lama jadi negara adidaya.

Namun, pasca serangan 9/11, Pitt justru mengatakan bahwa operasi-operasi intelijen CIA dibutuhkan lebih banyak sekarang ketimbang pada masa silam.

5. The Incredibles (2004)

Film
Satu adegan asli The Incredibles harus dibuang setelah peristiwa 9/11. (Foto: Sunday Post)

 

 

 

Film animasi terkenal produksi Disney/Pixar ini terpaksa membuang satu adegannya.

Pada versi aslinya, ada adegan Mr. Incredible yang tengah frustasi, sehingga ia melampiaskan emosinya pada sebuah gedung terbengkalai. Akan tetapi, tindakannya itu malah tanpa sengaja ikut merusak lingkungan sekitar gedung.

Alhasil, para produser film di Pixar jadi khawatir. Mereka tidak ingin adegan tersebut dianggap mirip dengan runtuhnya Menara Kembar WTC akibat serangan teroris Al-Qaeda pada 9 September 2001.

Adegan tersebut lantas diganti dengan adegan yang menampilkan Mr. Incredible dan Frozone yang menyelamatkan warga di tengah amukan api dalam sebuah gedung.


banner-promo-gramedia

Sumber: Entertainment Weekly, E! Online, Screen Rant, Yahoo! Movies

 

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Angga Rulianto