in

Indent: Pengertian, Kelebihan, dan Kekurangan Beli Rumah Secara Indent

unsplash.com

Indent – Rumah menjadi tempat terpenting bagi setiap orang. Semua orang di dunia ini membutuhkan rumah, bukan hanya untuk berteduh dari hujan maupun sengatan matahari, rumah juga menjadi tempat berkumpulnya kamu dan keluarga.

Di masa lalu, memiliki sebuah tempat yang disebut rumah sangatlah sulit. Salah satu alasannya karena harga rumah yang mahal, dan semakin mahal setiap tahunnya, membuat orang kesulitan untuk membeli rumah untuk diri sendiri maupun keluarganya.

Saking sulit dan mahalnya, tidak sedikit orang yang memilih tinggal di rumah kontrakan selama bertahun-tahun. Kabar baiknya, semakin kesini proses pembelian rumah tidak sesulit dulu.

Tentu saja, harga rumah, terutama di kota besar seperti Jakarta, masih sangat mahal. Namun setidaknya sekarang kita tidak harus menunggu memiliki uang banyak untuk mendapatkan satu unit rumah yang bagus. Pasalnya, ada banyak cara yang bisa ditempuh untuk membeli rumah.

Mulai dari cara kredit, pinjam ke bank, atau membeli secara indent. Dibandingkan dengan sistem kredit, indent masih asing ditelinga banyak orang. Jadi pertanyaannya, apa sih indent itu? Berikut penjelasannya!

Indent

Pengertian Indent

Indent adalah proses transaksi dimana pembeli melakukan pemesanan terlebih dahulu, dan menjaminnya dengan melakukan pembayaran tanda jadi alias DP. Biasanya pembelian secara indent dilakukan untuk membeli sebuah properti seperti rumah.

Seseorang yang membeli rumah secara indent, dapat memesannya terlebih dahulu, dan membayarkan sejumlah uang muka yang sudah disepakati bersama. Bukan hanya itu, pembeli bahkan bisa memesan unit rumah sesuai dengan tipe rumah yang dia sukai, memilih posisi rumah, bahkan luasnya sekalian.

Nantinya, pihak pengembang akan membangun rumah sesuai dengan keinginan klien dan klien dapat melakukan pembayaran setelah properti selesai, biasanya dengan cara mencicil. Membeli properti atau rumah secara indent saat ini sebenarnya cukup umum untuk dilakukan dan merupakan pilihan yang menarik. Selain tidak harus langsung membayar full, membeli properti secara indent juga memiliki banyak keuntungan. Keuntungan seperti apa? Yuk cari tahu sama-sama!

Keuntungan Membeli Properti Secara Indent

Membeli properti atau rumah secara indent memiliki banyak keuntungan yang tidak banyak disadari oleh banyak orang. Apa keuntungannya?

1. Harga yang lebih murah

Karena rumah yang dibeli sedang dalam proses pembangunan atau bahkan belum dibangun, rumah yang dibeli secara indent biasanya memiliki harga yang lebih murah ketimbang kita membeli rumah yang siap huni.

Perbedaan harganya juga cukup jauh, dan ini belum ditambah dengan berbagai promo dari pihak pengembang seperti diskon uang muka atau diskon saat melakukan cicilan. Dengan harga yang lebih terjangkau, diskon, dan keleluasaan waktu untuk membayar, membuat pembelian rumah secara indent menjadi favorit banyak orang, terutama pasangan yang baru menikah, keluarga kecil dengan satu anak, atau orang yang membeli rumah untuk dirinya sendiri.

Namun satu yang perlu dicatat adalah, harga rumah yang dibeli tentu saja disesuaikan dengan tipe, lokasi, dan luasnya. Semakin strategis atau luas sebuah rumah, maka harganya akan semakin mahal.

2. Kondisi rumah masih baru

Selain lebih murah harganya, kelebihan lain dari membeli properti secara indent adalah kota akan mendapatkan rumah baru. Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, ketika kita membeli rumah secara indent, rumah yang kita pesan masih dalam proses pembangunan dan bukan rumah lama yang sudah ditempati oleh orang lain.

Karena rumahnya masih baru, kamu tidak perlu mengeluarkan biaya apapun untuk perbaikan. Apalagi pihak pengembang juga sudah membangun rumah sesuai dengan keinginan kita, sehingga setelah jadi, semua bagian rumah sudah sesuai dengan selera kita dan tidak membutuhkan perubahan apa pun.

3. Menguntungkan untuk investasi

Properti seperti rumah menjadi salah satu investasi yang menguntungkan. Seperti yang kita ketahui, harga rumah setiap tahunnya semakin tinggi. Saat kamu membeli rumah secara indent, harganya akan jauh lebih murah. Namun seiring waktu, harga rumah tersebut tentu akan melonjak semakin tinggi setiap tahunnya. Dengan kondisi tersebut, properti yang dibeli secara indent sangat menguntungkan untuk dijadikan aset investasi.

4. Bebas menentukan lokasi maupun arah rumah

Sebelum membangun rumah, pihak pengembang akan lebih dulu bertanya kepada pembeli, rumah seperti apa yang mereka mau. Pengembang akan menawarkan beberapa tipe rumah dengan harga yang berbeda. Selain bisa memilih tipe rumah yang kita mau, membeli secara indent, kita juga bebas menentukan lokasi rumah tersebut. Misalnya, kamu ingin rumah yang dekat dengan jalan utama atau dekat dengan tempat ibadah. Nantinya pihak pengembang akan membangun rumah di lokasi yang kita inginkan.

5. Kamu bisa mengecek proses pembangunan

Karena kita tahu dimana lokasi pembangunan rumah dilakukan, kita bisa mengeceknya proses pembangunan kapanpun kita kamu. Kamu bisa melihat langsung proses pembangunan, dan berbicara langsung dengan arsiteknya, untuk memastikan bahwa bangunan tersebut sudah sesuai dengan apa yang kamu mau. Pihak pengembang juga akan sangat terbuka tentang progres pembangunan sehingga kamu punya gambaran pasti, kapan rumahmu jadi dan siap untuk ditempati.

Kekurangan Membeli Properti Secara Indent

Indent
unsplash.com

Setelah lima keuntungan, tidak adil rasanya kalau tidak memberitahumu seputar kekurangannya. Ya, membeli rumah secara indent bukannya tidak memiliki sejumlah resiko maupun kekurangan. Jadi, apa saja kekurangannya?

1. Tidak bisa langsung ditempati

Mengingat rumah indent adalah rumah yang masih dalam proses pengerjaan, bahkan belum dibangun, kamu jelas tidak bisa langsung menempatinya seperti saat membeli rumah siap huni. Para pembeli biasanya harus menunggu dengan sabar hingga rumah itu jadi dan siap untuk ditempati. Biasanya proses pembangunan berjalan selama 6 bulan hingga 2 tahun, tergantung dari pihak pengembang.

2. Waktu pembangunan tidak jelas

Meski tidak semua, namun beberapa rumah yang dibeli secara indent memiliki waktu pembangunan yang tidak jelas. Biasanya ini terjadi karena pihak pengembang mengejar target konsumen terlebih dahulu. Akibatnya, waktu pembangunan terus diundur. Dan semakin banyak waktu yang diundur, akan semakin lama juga rumah tersebut jadi.

3. Kegagalan dalam pembangunan

Bisa dibilang ini adalah mimpi buruk banyak orang ketika membeli rumah secara indent. Kegagalan dalam pembangunan sendiri bisa disebabkan oleh berbagai faktor, salah satu yang terburuk adalah pengembang melarikan diri dengan uang DP yang sudah kita bayarkan. Jika sudah begitu, rumah tidak ada, dan kita juga kehilangan uang yang kita miliki. Satu-satunya cara yang bisa kita lakukan untuk mengatasi masalah ini adalah dengan melaporkannya ke aparat penegak hukum.

4. Rumah tidak sesuai dengan yang diinginkan

Lagi-lagi karena rumah yang kita beli belum jadi, kita tidak bisa masuk dan melihat-lihat apalagi memastikan rumah tersebut sudah sesuai dengan keinginan kita. Yang kita lakukan hanya melihat gambar yang diberikan oleh pihak pengembang dan mempercayainya. Sayangnya kadang dalam beberapa kasus, rumah indent yang dibangun tidak sesuai dengan keinginan. Entah itu luas, bentuk rumah, atau kualitas bangunannya yang kurang baik.

Indent

Tips Membeli Properti Secara Indent

Indent
unsplash.com

Kekurangan dalam membeli rumah indent memang tidak terlalu banyak, namun disisi lain, resiko yang ditanggung oleh pembeli juga cukup mengerikan. Kamu yang memiliki rencana untuk membeli rumah indent, tentu tidak ingin resiko mengerikan itu terjadi padamu kan? Jika iya, sebelum membeli, kamu wajib banget nih menerapkan beberapa tips berikut ini!

1. Cek kredibilitas pengembang

Membeli rumah secara indent harus dilakukan secara hati-hati, terutama saat memilih pengembang. Sebaiknya, pilih pengembang yang memang sudah mengantongi izin usaha, dan sudah lama berkecimpung di dunia properti dan sudah berpengalaman. Pengembang seperti ini jelas terpercaya ketimbang pengembang baru yang tidak memiliki pengalaman.

Selain itu, pengembang yang berpengalaman jelas lebih tahu apa yang diinginkan oleh pembeli, sehingga resiko seperti rumah yang dibangun tidak sesuai, tidak akan pernah terjadi. Untuk mendapatkan informasi seputar pengembang yang jujur dan terpercaya, kamu bisa mencarinya di internet atau bisa juga menggunakan rekomendasi dari teman maupun sanak saudara. Mengingat mereka adalah keluargamu, mereka pasti merekomendasikan pengembang yang terpercaya.

2. Tergabung dalam asosiasi pengembang Indonesia

Selain pengalaman panjang, dan mengantongi izin usaha, akan lebih baik kalau kamu memilih pengembang yang sudah tergabung dalam asosiasi pengembang Indonesia seperti Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia, atau bisa juga Real Estate Indonesia.

Kenapa memilih pengembang yang sudah tergabung dalam asosiasi itu sangat penting? Selain jauh lebih terpercaya, asosiasi juga akan menjadi penengah antara pembeli dan pengembang, jika nantinya terdapat masalah selama pembelian maupun pembangunan properti tersebut.

3. Sudah mengantongi Izin Mendirikan Bangunan atau IMB

Hal selanjutnya yang harus diperhatikan oleh pembeli adalah, pastikan bahwa pihak pengembang sudah mengantongi IMB. Apa itu IMB? IMB merupakan singkatan dari Izin Mendirikan Bangunan, yaitu sebuah dokumen hukum yang berisi perizinan dari kepala daerah setempat yang diberikan kepada seseorang untuk mendirikan, mengubah, merenovasi sebuah bangunan.

Surat Izin Mendirikan Bangunan ini sangat penting karena jika tidak ada, maka bangunan yang didirikan nantinya dianggap sebagai bangunan ilegal dan dapat dirobohkan secara tiba-tiba oleh pemerintah. Kamu tidak ingin kan rumah impian kamu dan keluargamu mengalami nasib tersebut? Jika iya, maka kamu harus memastikan bahwa rumah tersebut aman dan sudah memiliki surat Izin Mendirikan Bangunan alias IMB ya!

4. Pahami PPJB

Selain harus sudah mengantongi surat Izin Mendirikan Bangunan atau IMB, kamu juga harus memahami betul isi surat Perjanjian Pengikat Jual Beli atau PPJB. Sesuai dengan namanya, surat ini adalah surat perjanjian antara penjual dan pembeli. Surat ini selalu ada saat akan membeli rumah secara indent. Di surat PPJB jugalah, tertera sejumlah informasi seperti waktu pembangunan, kapan pembangunan selesai, kapan serah terima kunci, hingga apa yang akan terjadi jika pihak pengembang tidak bisa memenuhi target waktu tersebut. Kamu yang ingin membeli rumah secara indent, kamu wajib memahami isi surat PPJB ini agar tidak ada kesalahpahaman antara penjual dan pembeli.

5. Pastikan legalitas lahan bangunan

Bukan hanya soal izin bangunan, kamu sebagai pembeli juga wajib mengecek legalitas lahan bangunan. Hal ini penting, untuk memastikan tidak adanya kasus sengketa di kemudian hari. Untuk memastikannya, kamu bisa meminta surat sertifikat tanah kepada pihak pengembang sebelum melakukan transaksi.

Sertifikatnya sendiri biasanya berupa Sertifikat Hak Milik (SHM) atau bisa juga Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB). Pengembang yang jujur dan benar akan memberikan salah satu sertifikat ini guna menunjukkan bahwa tanah tersebut aman untuk dibangun dan tidak akan menimbulkan sengketa dengan pihak manapun di kemudian hari.

6. Cek fasilitasnya

Selain memastikan semua surat dan dokumen resmi sesuai, kamu juga wajib mengecek berbagai fasilitas sosial maupun fasilitas umum yang dimiliki rumah tersebut seperti listrik, air, jalan masuk, maupun saluran pembuangan air. Hal ini untuk menghindari ketidaknyamanan setelah rumah ditempati seperti listrik yang sering mati atau air yang kotor. Hal-hal ini kedengarannya memang sangat sepele, tetapi sebenarnya sangat penting untuk kenyamanan kita dan seluruh anggota keluarga yang akan menempati rumah tersebut nantinya.

7. Rajin-rajinlah mengecek kemajuan proyek pembangunan

Meski di surat PPJB sudah tertera kapan tenggat waktu penyelesaiannya, kamu tetap harus rajin-rajin mengecek kemajuan proyek tersebut. Ini untuk memastikan bahwa tidak ada masalah dalam proses pembangunan yang menimbulkan keterlambatan waktu serah terima. Selain itu, dengan rajin mengecek proyek tersebut, kita bisa memastikan bahwa pembangunan tersebut sudah sesuai dengan keinginan kita. Baik itu dari desain, maupun lokasinya.

8. Perhatikan rumah-rumah yang sudah jadi sebelumnya

Rumah indent dibangun dalam jumlah banyak dengan tipe rumah yang hampir sama antara satu dengan yang lainnya. Jadi saat meninjau proyek pembangunan rumah, kamu bisa sekalian melihat-lihat rumah yang sudah dibangun sebelumnya. Kamu bisa melihat bagaimana desainnya, kualitas bahan bangunan yang digunakan, hingga bagian dalam rumah tersebut. Selain dapat memberikan gambaran lengkap, kamu juga bisa memastikan rumah tersebut sudah sesuai atau belum.

9. Lakukan transaksi lewat bank

Membeli rumah indent melibatkan uang yang tidak sedikit. Alih-alih menyerahkan uang langsung secara tunai ke pengembang, akan lebih aman untuk mengirimkannya lewat bank. Selain lebih praktis dan nyaman, melakukan transaksi pembayaran lewat bank juga jauh lebih aman karena transaksi akan dicatat oleh pihak bank, dan pembeli maupun pengembang tidak bisa melakukan manipulasi terkait pembayaran.

Langkah-Langkah Membeli Rumah Secara Indent

1. Melakukan pembayaran biaya pemesanan

Langkah pertama dalam membeli rumah secara indent adalah dengan melakukan pembayaran biaya pemesanan. Biasanya biaya ini dibayarkan setelah pembeli dan pengembang menentukan lokasi, arah, dan tipe rumah yang akan dibangun. Besaran biaya pemesanan sendiri ditentukan oleh pengembang.

2. Pembeli dan pengembang melakukan PPJB

Jika biaya pemesanan sudah diberikan, pihak pengembang dan pembeli akan melakukan Perjanjian Pengikat Jual Beli atau PPJB. Surat ini sangat penting untuk memastikan bahwa pengembang memenuhi waktu yang sudah ditentukan, dan pihak pembeli melakukan pembayaran sesuai dengan perjanjian.

3. Proses penyerahan dokumen persyaratan KPR

Langkah selanjutnya dalam pembelian rumah secara indent adalah proses penyerahan dokumen persyaratan KPR ke pihak bank. Nantinya pihak bank akan memeriksa dokumen tersebut dan melakukan wawancara dengan pembeli untuk memastikan bahwa pembeli layak mendapatkan KPR.

4. Membayar uang tanda jadi

Jika KPR disetujui oleh pihak bank, maka proses selanjutnya adalah, pihak pembeli melakukan pembayaran uang tanda jadi dengan pihak pengembang. Jumlah uang yang dibayarkan sesuai dengan jumlah kesepakatan bersama antara pengembang dan pembeli.

5. Melakukan akad kredit

Langkah terakhir dalam membeli rumah secara indent adalah dengan melakukan akad kredit dengan pengembang. Selain pembeli dan pengembang, proses ini juga disaksikan oleh notaris dari bank. Notaris jugalah yang akan menjadi saksi, dan memeriksa kelengkapan dokumen yang dibutuhkan dalam pembelian rumah.

Indent

Tentu saja harga properti seperti rumah saat ini masih sangat mahal, terutama jika kamu membeli rumah di wilayah perkotaan atau tempat-tempat yang strategis. Namun setidaknya sekarang ada banyak pilihan mudah untuk mendapatkan sebuah rumah. Salah satunya adalah dengan membeli secara indent.

Selain lebih murah, membeli secara indent juga membuat kamu mendapatkan rumah yang seratus persen baru dan bukannya bekas pakai orang lain. Hal ini tentu saja sangat menguntungkan karena kamu tidak perlu lagi melakukan perbaikan di berbagai tempat.

Buat para Grameds yang mau mempelajari semua hal tentang properti, kamu bisa banget mengunjungi www.gramedia.com. Di sini, kamu bisa mendapatkan berbagai buku seputar proxy dan ilmu pengetahuan lainnya. Sebagai #SahabatTanpaBatas, kami selalu berusaha untuk menyediakan informasi terbaik dan terbaru untuk kamu.

Penulis: Siti Marliah



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Ananda