in

Arsitektur Vernakular: Pengertian, Ciri-Ciri, Unsur, dan Contohnya

Arsitektur Vernakular – Bicara tentang pembangunan suatu konstruksi seperti rumah mungkin tak bisa lepas dari gaya arsitektur. Bahkan sejak jaman nenek moyang dahulu sebuah bangunan seperti rumah selalu memiliki ciri khasnya tersendiri.

Selain itu jika kita lihat lebih dalam terutama untuk Negara Indonesia sendiri memiliki bangunan rumah tradisional yang terbilang cukup beragam. Bahkan dari satu rumah tradisional satu daerah dengan daerah lain juga tampak berbeda.

Perbedaan gaya pembangunan rumah ini juga dinilai dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti bagaimana adat atau tradisi setempat yang berlaku. Nah dalam dunia arsitektur hal tersebut diberi nama arsitektur vernakular.

Mungkin kalian baru mendengar istilah arsitektur vernakular. Namun sebenarnya istilah arsitektur vernakular sendiri sudah banyak digunakan bahkan memiliki berbagai macam contoh khususnya di Negara Indonesia.

Artikel ini akan memberikan penjelasan seputar arsitektur vernakular dan beberapa hal yang terkait dengan arsitektur vernakular tersebut. Maka dari itu, bagi kalian yang ingin belajar lebih dalam dan pensaran semua hal tentang arsitektur vernakular. Maka penjelasan pada artikel ini akan lebih mudah membantu kalian.

Pengertian Arsitektur Vernakular

Arsitektur Vernakular
Commons.wikipedia.org

Sebuah bangunan konstruksi khususnya rumah selalu memiliki gaya arsitekturnya tersendiri. Seperti yang dijelaskan sebelumnya jika gaya arsitektur sebuah bangunan sudah ada sejak dahulu. Bahkan jika dilihat dari beberapa rumah adat atau tradisional pada setiap daerah menunjukkan bentuk yang berbeda-beda.

Itu artinya, sejak dahulu gaya arsitektur sudah mulai dikenal. Dalam dunia arsitektur ada sebuah istilah arsitektur vernakular. Dimana secara mudahnya arsitektur vernakular adalah sebuah gaya atau desain arsitektur yang disesuaikan dengan kondisi setempat.

Artinya desain arsitektur dari sebuah bangunan seperti rumah akan dipengaruhi oleh budaya masyarakat lokal, bahkan hingga ketersediaan bahan bangunan pada daerah tersebut.

Pada zaman dahulu proses pembuatan rumah tidak menggunakan campur tangan para arsitektur profesional. Melainkan hanya menggunakan kemampuan masyarakat lokal daerah setempat. Karena hal tersebutlah mulai muncul istilah vernakular.

Dimana secara garis besar, vernakular akan mempelajari struktur bangunan rumah yang dibuat dengan kemampuan masyarakat lokal. Perlu diketahui juga desain vernakular bukanlah sebuah istilah baru lagi.

Pasalnya istilah arsitektur vernakular sudah dikenalkan sekitar tahun 180-an. Akan tetapi para asrsitek mulai melakukan ketertarikan dan pengembangan terkait dengan vernakular adalah sekitar abad ke-20. Jika dilihat lebih dalam lagi ternyata istilah vernakular memiliki tiga penjelasan yang berbeda-beda.

  • Vernakular yang dilihat berdasarkan bahasa latin berasal dari kata Vernaculus yang memiliki arti domestik, pribumi asli. Lalu kata Verna memiliki arti budak pribumi.
  • Vernakular yang dilihat dari segi bahasa akan merujuk pada sebuah kondisi waktu, kelompok dan juga tempat.
  • Sedangkan dalam dunia arsitektur, vernakular memiliki arti sebuah gaya arsitektur yang terletak pada suatu tempat dan juga memiliki waktu tertentu. Selain itu gaya arsitektur tersebut juga tidak akan terpengaruh dari gaya arsitektur tempat lain.

Perbedaan Arsitektur Vernakular dan Arsitektur Tradisional

Tak bisa dipungkiri jika arsitektur vernakular dan arsitektur tradisional memiliki keterkaitan sama lain. Namun jika diulas lebih dalam lagi, kedua istilah tersebut ternyata memiliki perbedaan lho. Secara mudahnya perbedaan dari arsitektur vernakular dan tradisional terletak pada nilai yang dimiliki.

Arsitektur tradisional adalah sebuah gaya vernakular yang akan dilakukan pengulangan dari satu generasi ke generasi lainnya. Selain itu arsitektur tradisional juga akan mendapatkan pengakuan secara lisan.

Sedangkan untuk arsitektur vernakular merupakan sebuah rancangan arsitektur yang bersifat kontekstual. Selain itu arsitektur vernakular juga akan mengalami pengembangan sesuai dengan zaman.

Akan tetapi sebenarnya baik itu arsitektur vernakular maupun tradisional memiliki beberapa perbedaan lain lho. Tak perlu khawatir jika kalian belum begitu tahu apa saja perbedaan dari kedua istilah tersebut. Sebab pada penjelasan di bawah ini akan memberikan pengertian terkait dengan perbedaan arsitektur vernakular dengan arsitektur tradisional.

  • Pada arsitektur vernakular tidak menggunakan bantuan tenaga ahli ataupun teknologi modern. Selain itu arsitektur vernakular hanya memanfaatkan bahan seadanya yang ditemukan di daerah tersebut. Sedangkan untuk arsitektur tradisional sudah mulai memanfaatkan teknologi modern dan tenaga ahli. Tak heran jika hasil bangunan arsitektur tradisional memiliki hasil yang cukup maksimal.
  • Proses pembangunan konstruksi seperti rumah dengan arsitektur vernakular tidak menggunakan bantuan tenaga ahli, melainkan hanya dibangun oleh penduduk lokal daerah tersebut. Sedangkan untuk arsitektur tradisional sudah menggunakan bantuan tenaga profesional.
  • Bahan baku yang digunakan untuk membangun konstruksi dengan arsitektur tradisional terlihat seperti menggunakan bahan alami. Namun sebenarnya tidak secara keseluruhan menggunakan bahan alami. Sedangkan untuk bahan baku dari pembangunan konstruksi seperti rumah dengan arsitektur vernakular murni menggunakan bahan alam. Selain itu bahan alam yang digunakan dipastikan tidak akan mengganggu ekosistem yang ada.
  • Perbedaan terakhir dari arsitektur vernakular dan tradisional terletak pada gaya desain yang digunakan. Arsitektur vernakular lebih menggunakan konsep desain alami yang begitu kontekstual. Sedangkan arsitektur tradisional menggunakan desain yang telah diberikan secara turun-temurun dari generasi terdahulu hingga terbaru.

Nah itulah beberapa perbedaan dari arsitektur vernakular dan arsitektur tradisional. Meski hanya beberapa poin saja. Namun penjelasan di atas bisa memberikan gambaran secara garis besar bagaimana dua gaya arsitektur yang terlihat sama namun ternyata memiliki beberapa perbedaan di dalamnya.

Ciri-Ciri Arsitektur Vernakular

Setiap gaya arsitektur selalu memiliki ciri khasnya tersendiri. Bahkan setiap ciri khas ini akan memberikan identitas yang membedakan gaya arsitektur satu dengan gaya arsitektur lainnya. Bahkan bisa dibilang jika ciri dari gaya arsitektur selalu terbilang unik.

Hal ini juga berlaku untuk gaya arsitektur vernakular. Dimnana arsitektur vernakular juga memiliki ciri khasnya tersendiri. Namun apakah kalian sudah tahu ciri khas dari gaya arsitektur vernakular ? Jika belum, maka penjelasan yang ada di bawha ini bisa membantu kalian.

  • Ciri yang pertama dari arsitektur vernakular adalah pada bagian bahan bangunan. Dimana arsitektur vernakular hanya menggunakan bahan bagunan tradisional yang ada di dalam daerah tersebut. Bahkan arsitektur vernakular tidak menggunakan bahan bangunan dari luar.
  • Ciri yang kedua adalah terletak pada proses pembangunan konstruksi. Pasalnya proses pembangunan konstruksi arsitektur vernakular hanya menggunakan bantuan teknologi tradisional yang ada. Bahkan mesin-mesin berat juga tidak digunakan pada proses pembangunan konstruksi arsitektur vernakular.
  • Lalu proses pembangunan konstruksi arsitektur vernakular juga tidak menggunakan bantuan dari orang ahli di bidang arsitektur. Melainkan hanya menggunakan tenaga masyarakat lokal untuk proses pembangunan konstruksinya.
  • Bangunan konstruksi yang dibuat juga dipengaruhi oleh kondisi iklim daerah setempat. Sebagai contohnya adalah daerah dengan iklim dingin akan memiliki sebuah bangunan rumah yang berbahan dasar alam seperti jerami dan kayu. Bahan tersebut digunakan untuk memberikan efek hangat bagi penghuni bantgunan rumah yang dibuat.
  • Bangunan konstruksi yang dibuat dengan arsitektur vernakular selalu memiliki nilai tradisional daerah setempat. Selain itu bangunan tersebut juga memiliki budaya lokal yang begitu kental.
  • Proses pembangunan konstruksi seperti rumah dengan arsitektur vernakular terbilang cukup menghemat biaya. Pasalnya memanfaatkan bahan alami tanpa bantuan bahan lain bisa sendiri meminimalisir pengeluaran. Selain itu proses pembangunan konstruksi menggunakan arsitektur vernakular juga tak menggunakan mesin berat yang memungkikan tidak begitu membutuhkan biaya yang cukup besar.

Itulah beberapa ciri dari arsitektur vernakular yang bisa kalian baca selengkapnya. Tentunya memahami ciri-ciri arsitektur vernakular akan menambah wawasan sekaligus lebih memudahkan kalian untuk mengerti lebih dalam tentang arsitektur vernakular itu sendiri.

Arsitektur Vernakular

Unsur Pada Arsitektur Vernakular

Setelah memahami beberapa ciri dari arsitektur vernakular. Kita akan berlanjut ke penjelasan unsur yang ada di dalam arsitektur vernakular. Namun sebelum itu kalian juga perlu tahu nih jika arsitektur vernakular selalu berkaitan dengan aspek budaya, aspek teknis dan aspek lingkungan.

Lalu untuk unsur yang ada di dalam arsitektur vernakular dibagi menjadi dua. Kedua unsur dalam arsitektur vernakular bisa saling menguantan antara satu sama lain. Dimana kedua unsur tersebut adalah unsur bentuk ranah fisik dan unsur makna ranah abstrak.

Nah agar kalian bisa lebih paham lagi dari kedua unsur tersebut? Maka penjelasan yang ada di bawah ini akan membantu kalian.

1.     Unsur Bentuk Pada Ranah Fisik

Unsur bentuk merupakan suatu media yang bisa dibilang memiliki tugas menyampaikan pesan dari para arsitek. Hal ini juga berlaku pada arsitektur vernakular yang menggunakan arsitek penduduk lokal suatu daerah.

Unsur bentuk ranah fisik ini bisa yang bisa diterapkan dengan baik mampu memberikan peran dalam berbagai segi. Mulai dari segi fungsi, simbol, geografis hingga teknologi. Sedangkan untuk memahami unsur bentuk pada ranah fisik bisa melalui wujud, tekstur hingga proposisi bangunan.

2.     Unsur Makna Pada Ranah Abstrak

Berikutnya ada unsur makna yang bisa diungkapkan melalui verbal maupun bahasa dalam bentuk benda maupun tanda. Bisa dibilang jika makna merupakan sebuah alat yang digunakan untuk melihat dan memahami maupun mengartikan lambang maupun simbol.

Selanjutnya untuk mengetahui unsur-unsur makna bisa menggunakan bantuan indra penglihatan melalui beberapa bentuk seperti warna, pencahayaan maupun tekstur.

Dilihat dari teorinya, makna dibedakan menjadi dua yaitu makna objektif dan makna subjektif. Makna objektif adalah sebuah makna yang bisa didapatkan dari luar yang berhubungan dengan objek, kejadian maupun hal lainnya.

[algolia_carousel page=2]

Sedangkan untuk makna subjektif adalah sebuah makna yang berhubungan dengan faktor internal seperti sebuah pengamatan yang mampu ditangkap oleh perasaan.

Arsitektur Vernakular

Contoh Arsitektur Vernakular

Setelah memahami beberapa penjelasan tentang arsitektur vernakular rasanya tidak lengkap jika tak membahas tentang beberapa contoh dari arsitektur vernakular itu sendiri. Di Negara Indonesia sendiri sebenarnya sudah banyak contoh-contoh dari bangunan konstruksi seperti rumah yang memiliki nilai arsitektur vernakular.

Dimana hal ini bisa dilihat dari berbagai macam jenis rumah tradisional di berbagai daerah Indonesia. Selain itu rumah tradisional yang memiliki ciri khas tersendiri bisa menjadi penguat aksen kekentalan tradisi lokal daerah tersebut.

Namun apakah kalian sudah mengetahui apa saja contoh dari bangunan konstruksi yang sudah mengadopsi atau memiliki arsitektur vernakular. Jika belum, maka penjelasan contoh yang ada di bawah ini bisa membantu kalian.

1. Rumah Jawa

Arsitektur Vernakular
pinterest/rumahdijual.com

Contoh yang pertama dari bangunan konstruksi yang sudah memiliki arsitektur vernakular adalah rumah Jawa. Dimana bahan-bahan yang digunakan untuk membangun rumah tradisional khas Jawa ini kebanyakan adalah dari bahan kayu.

Sampai saat ini rumah tradisional Jawa seperti rumah Joglo masih mudah ditemukan. Lalu untuk ciri khas dari rumah Joglo itu sendiri adalah seperti bangunan yang berbentuk persegipanjang dengan atap yang berbentuk trapesium.

Adanya ciri khas tersebut, orang bisa lebih mudah mengenali bahwa rumah tersebut merupakan rumah Joglo daerah Jawa. Secara tidak langsung adanya arsitektur vernakular yang diwujudkan dari beberapa ciri pada rumah Joglo bisa mempermudah orang mengetahui jika rumah tersebut berasal dari daerah Jawa.

2. Rumah Gadang

Arsitektur Vernakular
pinterest/Widya

Berikutnya ada rumah Gadang yang juga memiliki nilai arsitektur vernakular. Dimana setiap orang yang melihat rumah Gadang akan tahu jika rumah tersebut berasal dari daerah Sumatera Barat.

Bangunan rumah Gadang sendiri sebenarnya memiliki ciri khas yang cukup unik dan tak dimiliki oleh rumah tadisional daerah lain. Salah satu ciri khas dari rumah Gadang sendiri adalah bentuk runcing yang menyerupai bentuk tanduk kerbau.

Setiap bentuk yang ada dalam rumah Gadang sendiri memiliki arti masing-masing. Selain itu pembuatan atap rumah Gadang biasanya terbuat dari bahan alami seperti ijuk atau dedaunan lain yang sudah kering.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya jika sebuah bangunan konstruksi seperti rumah arsitektur vernakular juga dipengaruhi oleh kondisi iklim setempat. Hal ini juga terjadi pada rumah Gadang, dimana proses pembangunannya disesuaikan dengan iklim daerah Sumatera Barat.

Sejak jaman dahulu, daerah Sumatera Barat memang dikenal memiliki wilayah yang rawan gempa. Maka dari itu proses pembangunan rumah Gadang Sumatera Barat menggunakan bahan baku yang tahan akan goncangan gempa.

3. Rumah Honai

Arsitektur Vernakular
pinterest/indonesiatravelguides.com

Berikutnya ada rumah tradisional dari daerah Papua yaitu rumah Honai. Sebelumnya sudah dijelaskan jika arsitektur vernakular pada sebuah bangunan konstruksi akan menggunakan bahan yang mudah ditemukan pada daerah tersebut.

Hal ini juga terjadi pada proses pembangunan rumah Honai Papua yang menggunakan bahan mudah didapatkan di daerah tersebut. Beberapa bahan baku yang digunakan dalam proses pembangunan Rumah Honai adalah seperti jerami, kayu besi, rotan dan juga rerumputan.

Sampai saat ini rumah Honai masih dilestarikan dan digunakan untuk tempat tinggal masyarakat Papua. Jika kalian berkunjung ke daerah Papua, maka kalian akan mudah menemukan banguann kontruksi rumah Honai.

4. Rumah Sasak

Arsitektur Vernakular
pinterest/raja-alamnews.blogspot.com

Penggunaan bahan baku alami pada suatu daerah dalam proses pembangunan konstruksi seperti juga akan memberikan manfaat rumah ramah lingkungan. Hal ini juga terlihat pada proses pembangunan rumah Sasak.

Rumah Sasak sendiri berasal dari daerah Lombok. Arsitektur yang dimiliki oleh rumah Sasak sendiri sebenarnya perpaduan dua daerah yaitu Jawa dan Bali.

Sedangkan untuk bahan baku yang digunakan dalam proses pembangunan rumah Sasak sendiri terbilang cukup ramah lingkungan dan mudah ditemukan pada daerah tersebut.

Atap dari rumah Sasak sendiri berasal dari jerami. Lalu untuk pengeras lantai menggunakan bahan campuran dari kotoran kerbau. Sedangkan untuk proses pembuatan dinding rumah Sasak sendiri menggunakan bahan baku bamboo dan bandek.

Arsitektur Vernakular

Itulah beberapa contoh dari bangunan konstruksi seperti rumah yang di dalamnya memiliki arsitektur vernakular. Dimana jika dilihat dari proses pembuatan rumah tradisional yang ada di setiap daerah selalu menggunakan bahan baku yang mudah ditemukan pada daerah tersebut. Bahkan ciri khas yang dimiliki setiap rumah tersebut juga mampu menggambarkan tentang budaya lokal daerah tersebut.

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Ananda