in

Panduan Cara Merawat Burung Kenari Supaya Gacor dan Sehat

Sumber: Pixabay

Burung kenari – Kenari merupakan salah satu burung favorit di antara penghobi burung di tanah air. Keindahan bulu serta suaranya membuat popularitas burung ini tidak pernah dimakan zaman. Disamping itu, berdasarkan jenisnya, harga burung Kenari juga ternyata cukup fantastis, lho.

Melansir dari situs kicaumania.net Burung Kenari Yorkshir YS dibanderol dengan harga mulai dari Rp4.000.000 hingga Rp10.000.000! Melihat permintaan dan harga yang tinggi, bisnis burung Kenari bisa menjadi sumber penghasilan Grameds, apalagi jika kamu termasuk penghobi burung.

Akan tetapi, untuk mendapatkan harga maksimal, Grameds harus tahu bagaimana cara merawat burung Kenari yang benar. Kamu tidak perlu ragu jika belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang perawatan burung cantik dan mungil ini, dalam artikel ini Grameds akan menemukan tips-tips merawat burung Kenari yang bisa kamu praktekkan sendiri di rumah.

Jenis-jenis Burung Kenari yang Bisa Kamu Jadikan Peliharaan

burung kenari (cara merawat)
Sumber: Pixabay

Sebelum mengetahui cara merawat burung Kenari, kamu mungkin masih bingung dalam menentukan jenis burung Kenari yang akan dijadikan peliharaan. Saat ini di kalangan penggemar Kenari di tanah air, dikenal 12 jenis burung Kenari–baik jenis lokal maupun impor–yang bisa dipelihara. Berikut penjelasannya:

1. Burung Kenari Holland (Kenari Warna)

Kenari Holland atau Kenari Warna memiliki panjang tubuh sekitar 13 – 15 cm. Jenis ini terkenal sebagai burung Kenari dengan warna bulu yang beragam. Mulai dari putih, abu-abu tua, merah wortel, abu tua, oranye, hijau, kuning, dan coklat. Tak hanya warnanya yang indah, Kenari Holland juga memiliki suara yang tebal, bervariasi, dan alunan yang mengulang sehingga sangat baik jika kamu ingin mengajaknya beradu di kontes burung.

2. Burung Kenari Merah

Jenis Kenari ini diselimuti bulu berwarna merah yang sangat indah saat dipandang. Panjang maksimalnya mencapai 14 cm dan sering dikenal sebagai kenari kontes corak warna atau keindahan bulu.

3. Burung Kenari Roller

Mayoritas burung jenis ini berwarna kuning, hijau, atau campuran keduanya. Panjang badannya sekitar 12 – 12,5 cm dan terkenal sebagai burung penyanyi. Kenari Roller memang memiliki warna suara yang berfrekuensi rendah, jernih, iramanya panjang, dan paruhnya cenderung tertutup ketika sedang bernyanyi.

4. Burung Kenari Frill

Ciri khas kenari Frill ada pada bulunya yang tumbuh terbalik ke atas sehingga terlihat berjumbai-jumbai. Dibanding kenari lainnya, jenis ini memiliki ukuran yang lebih bervariasi. Mulai dari 11 cm, 15 cm, hingga 20 cm.

5. Burung Kenari Stafford

Burung berukuran 12,7 cm ini mempunyai jambul di kepalanya dengan warna bulu yang bervariasi. Ada yang berwarna merah, mosaik atau berpola, coklat, pastel, coklat susu, abu-abu serta warna bont (lebih dari satu warna). Itulah sebabnya, kenari Stafford kerap dikonteskan keindahan warna dan karakter tubuhnya.

6. Burung Kenari Gloster

Kenari Gloster termasuk jenis yang cukup mudah diingat karena memiliki ciri khas yaitu bulu di kepalanya terlihat seperti rambut manusia. Beberapa penggemar burung Kenari menyebutnya berbentuk seperti topi. Ukuran panjang tubuhnya sekitar 11,5 cm serta mempunyai volume suara yang kecil.

7. Burung Kenari Yorkshire

Kenari yorkshire berhasil menarik perhatian penggemar Kenari di Indonesia sejak lama. Tubuhnya terlihat lebih besar dan gagah dibandingkan jenis kenari yang lain. Ukurannya sendiri berkisar antara 16 – 18 cm. Kenari Yorkshire juga dikenal sebagai burung yang dibanderol dengan harga tinggi, yaitu sekitar Rp5.000.000 – Rp10.000.000 per ekornya!

8. Burung Kenari Persia (Kenari Rasmi)

Kenari Persia atau Kenari Rasmi adalah jenis Kenari dengan ukuran tubuh sekitar 15 cm. DI kalangan kenari mania, jenis ini biasanya dibagi ke dalam 3 kelas. Pertama Kelas A yang dihasilkan oleh para penangkar profesional. Kedua Kelas B yang dihasilkan para penangkar semi profesional. Terakhir, Kelas C yang dihasilkan para penangkar amatir.

9. Burung Kenari Lancashire (Kenari Raksasa)

Kenari Lancashire ini dijuluki sebagai Kenari Raksasa karena ukuran tubuhnya bisa mencapai 20 cm. Warna bulunya kuning dengan sayap dan ekor yang panjang. Sebagian kenari jenis ini ada yang memiliki jambul, tapi ada juga yang tidak berjambul.

10. Burung Kenari Border

Berbeda dari jenis lainnya, Kenari Border identik dengan bentuk fisik yang unik dan khas. JIka dilihat dengan teliti, Kenari Border mempunyai bulu yang mengembung sehingga tampak seperti balon. Namun keunggulannya bukan ini saja, sebab suara dari kenari Border juga terbilang merdu. Mayoritas kenari jenis ini memiliki warna bulu putih, hijau, cinnamon, kuning, dan lain sebagainya.

11. Burung Kenari Taiwan

Merupakan jenis kenari yang bulunya berwarna kuning serta terlihat kasar. Ukuran tubuhnya berkisar antara 14 – 15 cm. Sayangnya, suara kenari Taiwan tidak terlalu bisa diandalkan dalam kontes.

12. Burung Kenari Silangan Lokal

Jenis burung kenari yang terakhir ini merupakan hasil persilangan dari berbagai jenis kenari yang dikembangkan di tanah air.

Selain butung kenari, ada banyak lagi jenis burung yang ada di Indonesia. Bagi kamu yang ingin mengetahui jenis-jenisnya, silakan baca buku Buku Pintar Segala Jenis Burung Kicauan karangan Gunawan R.

https://www.gramedia.com/products/buku-pintar-segala-jenis-burung-kicauan?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Cara Merawat Burung Kenari Agar Cantik dan Bersuara Indah

burung kenari (cara merawat)
Sumber: Pixabay

Dalam perawatan si mungil ini, paling tidak kamu perlu memperhatikan 10 hal yang berhubungan dengan kadang, pakan, maupun potensi gangguan yang membahayakan burung Kenari.

1.Perhatikan Tempat Menggantung Sangkar

Buat kamu yang masih pemula, mungkin akan berpikir bahwa burung harus ditempatkan di depan jendela agar bisa merasakan angin yang berhembus seperti di habitat aslinya. Sayangnya, hal ini justru tidak dianjurkan untuk burung Kenari karena berbahaya bagi kesehatannya.

Yup, burung kenari yang disimpan di dekat jendela atau tempat lain yang terkena hembusan angin secara langsung akan lebih rentan terserang penyakit. Contoh tempat lain yang tidak dianjurkan untuk menggantung sangkar adalah di dekat lubang udara, kipas angin, atau AC. Tips yang pertama ini berlaku di dalam maupun di luar ruangan.

Untuk menentukan tempat yang terbebas dari hembusan angin secara langsung kamu bisa memanfaatkan sebuah lilin. Caranya, letakkan lilin di depan sangkar kemudian nyalakan api dan perhatikan baik-baik gerakannya. Jika pergerakannya liar atau kesana kemari, berarti tempat tersebut tidak aman.

Ulangi cara ini sampai kamu menemukan tempat yang benar-benar aman untuk menggantung sangkar burung Kenari.

2. Jemur Burung Kenari di Waktu yang Tepat Agar Terhindar dari Paparan Sinar Matahari Langsung

Kenari adalah burung yang cukup sensitif pada sinar matahari. Jadi ketika menjemur burung Kenari di rumah, Grameds harus memilih waktu yang tepat, ya. Jika tidak, akibatnya bisa fatal, lho. Yang paling parah, Kenari kesayanganmu bisa mati karena serangan heat stroke!

Selain itu, menjemur di waktu yang tepat juga memberikan banyak manfaat bagi Kenari kamu. Seperti menjadi lebih sehat dan gacor, meningkatkan birahi, memenuhi kebutuhan vitamin D, dan yang lainnya.

Untuk waktu penjemurannya sendiri lebih baik dilakukan saat matahari terbit dan ketika menjelang matahari terbenam. Kalau Grameds hanya punya waktu luang di siang hari, sangat disarankan untuk terus memantau kondisi burung selama dijemur. Jika burung mulai terengah-engah, segera dinginkan badannya dengan memindahkan kandang ke tempat yang teduh atau bisa juga menutup sebagian atap sangkar dengan kain.

3. Gunakan Air Bersih dan Segar untuk Minum

Ini merupakan tugas yang tidak boleh kamu lupakan sama sekali. Kenari adalah burung dengan metabolisme tinggi sehingga tidak bisa hidup lama tanpa air. Biasanya paling lama, Kenari kuat bertahan 1 hari tanpa air.

Yang paling penting, Grameds harus memperhatikan kualitas air minumnya. Kenari harus diberi air minum yang bersih dan segar setiap hari. Jadi hindari menggunakan air yang mengandung kaporit, ya.

Bila perlu dan punya budget-nya, kamu bisa menggunakan air kemasan atau isi ulang untuk air minum burung Kenari di rumah.

4. Sediakan Pakan Biji-bijian

Untuk pakan, berikan biji-bijian yang menjadi kesukaan burung Kenari. Misalnya Canary seed, niger seed, dan millet. Akan lebih baik lagi bila kamu menggabungkan ketiganya. Selain jenis bijinya, Grameds juga harus menyediakan pakan dalam jumlah yang cukup setiap hari.

Sebagai patokan dasar, jumlah pakan minimal setiap hari adalah sebesar kurang lebih 5% – 10% dari berat badan burung. Dengan mengikuti tips nomor empat ini, burung Kenari milikmu akan memiliki suara dan bulu yang indah.

5. Berikan Pakan Tambahan

Seperti manusia, burung juga membutuhkan variasi menu makanan. Fungsinya untuk menjaga keseimbangan dan asupan nutrisi yang dibutuhkan oleh burung. Dengan kata lain, pakan tambahan harus mampu melengkapi nutrisi yang ada di dalam pakan utama (biji-bijian).

Beberapa jenis pakan tambahan yang bisa kamu berikan diantaranya seperti:

Sayuran:

  • Daun selada
  • Daun sawi putih atau hijau
  • Bayam
  • Daun ginseng
  • Gambas

Buah-buahan:

  • Apel
  • Anggur
  • Tomat
  • Pepaya setengah matang
  • Wortel
  • Paprika

Hewani:

  • Kuning telur puyuh
  • Kroto
  • Rayap
  • Cacing
  • Jangkrik
  • Belalang
  • Ulat bambu
  • Ulat hongkong

6. Cara Memberi Pakan

Khusus untuk pakan biji-bijian yang menjadi pakan utama, kamu harus memberikannya setiap hari. Pastikan pakan di tempat pakan tidak boleh habis atau kurang sama sekali. Tak hanya itu, kebersihan pakan dan tempatnya juga harus diperhatikan dengan baik. Sebab pakan yang kotor dapat berpengaruh pada kesehatan burung Kenari.

Lalu untuk pakan tambahan seperti buah dan sayuran bisa kamu berikan secara bergantian dengan pakan utama agar menu makannya lebih bervariasi. Cara ini juga efektif menjaga selera makan burung. Agar buah dan sayuran tetap dalam keadaan segar, sebaiknya rendam dulu dengan air bersih selama 15 – 20 menit sebelum diberikan pada burung.

Terakhir, berikan pakan hewani sekali atau dua kali dalam satu minggu. Tujuannya supaya kebutuhan protein hewani dapat terpenuhi dengan baik. Formula pemberian pakan burung kenari yang lengkap bisa kamu temukan di buku Formulasi Pakan Burung Ocehan & Hias karya W. Widodo.

https://www.gramedia.com/products/formulasi-pakan-burung-ocehan-hias?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/formulasi-pakan-burung-ocehan-hias?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

7. Tambahkan Multivitamin dan Suplemen untuk Melengkapi Menu Makannya

Biji-bijian, buah, dan sayuran memiliki kandungan vitamin penting di dalamnya, namun kamu mungkin tidak tahu pasti berapa jumlah kandungan vitamin tersebut. Oleh sebab itu, tambahkan multivitamin dan suplemen sebagai pelengkap menu makannya.

Terkait pemberian vitamin ini, ada satu hal yang perlu kamu ingat baik-baik. Kesehatan burung Kenari biasanya akan terganggu jika kekurangan vitamin tertentu. Namun, ketika jumlahnya berlebihan, vitamin tersebut justru akan keluar bersama dengan urine dan feses.

Contohnya begini, saat burung Kenari mendapatkan asupan vitamin C dan D, tapi tidak mendapatkan vitamin A dan B, maka burung akan menunjukan gejala tertentu. Seperti tubuhnya jadi loyo atau penglihatannya terganggu. Gejala ini berbeda-beda tergantung dari jenis vitamin yang kurang di dalam tubuhnya.

8. Tambahkan Mineral

Menambahkan mineral dalam jumlah yang cukup akan membantu mendukung proses pertumbuhan dan perkembangan burung. Mineral sendiri ada banyak jenisnya, seperti zat besi, kalsium, fosfor, kalium, seng, magnesium, dan seterusnya.

Sama seperti vitamin, saat burung Kenari kekurangan mineral jenis tertentu, tubuhnya akan merasakan gejala tertentu sesuai dengan jenis mineral. Jadi pemberian mineral bisa dibilang sebagai hal yang mutlak dilakukan.

Sebagian penghobi burung Kenari memberikan tulang sotong untuk memenuhi kebutuhan mineral burungnya, namun tak sedikit juga yang menggunakan produk multimineral yang dijual di toko-toko burung.

Mana yang harus kamu pilih diantara keduanya? Sebenarnya tidak ada perbedaan signifikan antara tulang sotong maupun produk multimineral, kamu bisa memilih yang mana saja sesuai dengan kemampuanmu.

9. Menjaga Kebersihan Kandang

Tips kesembilan untuk cara merawat burung Kenari ini adalah menjaga kebersihan kandang. Kandang yang bersih merupakan kunci untuk membuat burung Kenari selalu sehat setiap saat. Dalam hal ini, kamu harus rajin dan konsisten, karena perawatan kebersihan kandang burung kenari tidak bisa main-main.

Seperti kotoran burung, misalnya, harus kamu buang setiap hari. Lalu tempat pakan dan air minum juga perlu dibersihkan secara rutin. Tenggeran burung di dalam kandang bisa kamu bersihkan minimal seminggu sekali sebab tenggeran ini merupakan bagian yang paling banyak bersinggungan dengan feses burung serta sisa pakan.

Kalau tidak dibersihkan secara rutin, kotoran dan bekas pakan akan menumpuk sehingga menjadi sarang kuman yang membahayakan kesehatan burung. Apalagi burung Kenari kerap mengusap-usapkan paruhnya ke tenggeran.

10. Hati-hati Terhadap Serangan Kutu dan Tungau

Kutu dan tungau adalah jenis parasit berbahaya yang dapat membunuh secara perlahan-lahan. Di samping itu, mereka bisa tumbuh di dalam tubuh–seperti tungau kantung udara dan cacing–atau di luar tubuh–seperti tungau merah. Tak cukup sampai di situ, burung Kenari juga bisa menjadi cacat jika terkena serangan tungau kaki yang selalu menyerang bagian kaki.

Sebagai pencegahan atau pengobatan, Grameds bisa memanfaatkan produk-produk kesehatan burung Kenari yang dijual di toko burung. Kamu boleh kok berkonsultasi mengenai produk yang baik untuk mengatasi cacing, tungau, maupun kutu.

11. Gunting Kuku yang Panjang

Ketika usia burung Kenari mencapai satu tahun, biasanya kuku-kuku di kakinya tumbuh cukup panjang. Oleh karena itu, kamu perlu mengguntingnya secara rutin, terutama jika Grameds ingin mengembangbiakan burung Kenari di rumah.

Jika kuku tidak dipotong, apalagi yang jantan, kemungkinan besar akan menyakiti Kenari betina saat dijodohkan. Akibatnya kamu tidak bisa mendapatkan anakan yang kamu harapkan.

Mau belajar cara merawat burung kenari langsung dari ahlinya tapi bingung harus ke mana? Gampang, beli aja buku Rahasia Sukses Budidaya Burung Berkicau (Lovebird, Murai Batu dan Kenari) yang ditulis oleh Tim Karya Tani Mandiri.

https://www.gramedia.com/products/rahasia-sukses-budidaya-burung-berkicau-lovebirdmurai-batu?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/rahasia-sukses-budidaya-burung-berkicau-lovebirdmurai-batu?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Mengenal Gejala Penyakit pada Burung Kenari

burung kenari (cara merawat)
Sumber: Pixabay

Dalam perawatan burung Kenari, Grameds harus selalu memeriksa dan mengontrol kesehatannya secara teliti. Ketika burung Kenari terserang penyakit tertentu, biasanya akan menunjukkan beberapa gejala awal, yaitu nafsu makan turun, kurang banyak bergerak, terkadang terdengar mengorok, tidak bersuara, dan bulu terlihat kusut.

Jika burung Kenari yang kamu pelihara sudah menunjukkan gejala seperti ini, segera lakukan penanganan yang tepat. Bisa dengan mengisolasi burung yang sakit ke dalam kandang khusus agar penyakitnya tidak menular ke burung yang lain, setelah itu lanjutkan dengan memberikan pengobatan yang tepat.

Berikut ini beberapa ciri yang menandakan kesehatan burung Kenari sedang terganggu:

  1. Mata terlihat sayu, cenderung dipejamkan, dan keluar banyak cairan
  2. Lubang hidung mengeluarkan ingus yang dapat menyumbat saluran pernapasannya.
  3. Terlihat lemas dan malas
  4. Sayap burung tampak lunglai, baik salah satu maupun kedua sisinya.
  5. Bulu menjadi kusut, kusam, dan rontok
  6. Sering mengangkat kaki karena ada pembengkakan pada kakinya
  7. Nafsu makan hilang bahkan tidak mau memakan pakannya sama sekali
  8. Suara kicauannya berubah atau tidak berkicau lagi

Demikian beberapa hal yang mengenai cara merawat burung kenari yang perlu Grameds ketahui. Grameds juga bisa membaca buku-buku terkait yang telah direkomendasikan dengan mengunjungi Gramedia.com agar kamu memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Penulis: Gilang

 



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by M. Hardi