IPA

Fungsi Tulang Telapak Kaki Yang Wajib Kamu Ketahui

Fungsi Tulang Telapak Kaki – Tulang telapak kaki merupakan salah satu bagian anatomi yang paling penting dari tubuh yang gunanya yaitu untuk menyeimbangkan berat badan ketika sedang berjalan. Apa fungsi tulang telapak kaki?

Free photos of People

Sumber: Pixabay

Kaki mempunyai permukaan dorsal atau yang menghadap ke tanah dan ventral atau yang menghadap ke atas. Permukaan bawah atau ventral kaki juga kerap disebut sebagai telapak atau bawah kaki. Kaki dibagi menjadi tiga yakni tumit, lengkungan kaki, dan juga menonjol tulang anterior sendi metacarpophalangeal. Lantas, apa saja fungsi dari tulang telapak kaki?

Fungsi Tulang Telapak Kaki

Ada 3 fungsi utama dari telapak kaki:

  1. Transmisi Berat – Mentransmisikan berat badan ke tanah ketika berdiri dan berjalan.
  2. Keseimbangan Postur – Menjaga keseimbangan postur ketika sedang berdiri, dan berjalan.
  3. Assist Ambulation – Ambulation bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain.

Dikutip dari laman Epainassist.com, berikut penjelasan fungsi tulang telapak kaki berikut :

1. Transmisi Berat

Mari kita pahami tungsi dari tulang telapak kaki kategori transmisi barat melalui struktur anatomi berikut ini :

Lengkungan memiliki fungsi sebagai pegas karena sifatnya elastis ligamen serta tendon, yang mendukung lengkungan sekaligus untuk menghubungkan sendi. Berat ditransmisikan secara anterior dan posterior melalui lengkungan tersebut.

Transmisi posterior berat melalui tulang calcaneus ke tanah. Transmisi anterior berat melalui dasar jari kaki besar secara medially atau sisi dalam dan dasar 4 jari kaki pada sisi lateral atau luar.

Sebagian besar berat ketika sedang dalam posisi berdiri ditransmisikan ke tanah melalui ujung kaki besar serta tulang calcaneus tetapi sebagian kecil dari berat juga ditransmisikan ke tanah melalui sisa 4 jari kaki dan kaki lateral yang bersentuhan secara langsung dengan tanah.

Transmisi berat badan selama berjalan, berlari dan melompat tergantung pada bagian kaki yang bersentuhan dengan tanah. Mari kita perjelas satu per satu.

2. Transmisi Berat Melalui Lengkungan Kaki

Lengkungan kaki ialah bagian tengah dari sol, yang berada di antara tumit dan jari kaki. Tulang, ligamen dan lengkungan dukungan tendon. Lengkungan kaki dibagi menjadi dua yakni lengkungan longitudinal dan melintang. Setelah tulang mendukung lengkungan yakni sebagai berikut :

  • 5 tulang metatarsal
  • 1 tulang cuboid
  • 1 tulang navicular dan
  • 3 tulang cuneiform.

3. Transmisi Berat Melalui Dasar Jari Kaki (Anterior Sole)

Dasar dari jari-jari kaki yakni benjolan menonjol yang berada di antara tulang metatarsal dan falang. Benjolan ini disebabkan karena adanya sendi metatarsophalangeal.

Benjolan yang terletak di bawah jempol kaki menonjol dan sebagian besar berat anterior ditransmisikan melewati benjolan yang ada di bawah jempol kaki. Selama aksi berjalan dan berjalan berat ditransmisikan terutama melewati sol anterior. Kurang dari berat ditransmisikan melewati sol anterior ketiika sedang berada di posisi berdiri, saat istirahat atau pun saat dalam posisi duduk.

4. Transmisi Berat Melalui Tumit

Tumit yakni ujung posterior atau belakang lengkungan kaki dan sol.

Tumit mendukung lengkungan kaki posterior atau bagian belakang.

Tuberositas tulang calcaneus yang terletak di tanah saat posisi berdiri.

Keunggulan dari tulang atau tuberositas tulang calcaneus ditutupi oleh ligamen, tendon serta bantalan lemak yang berada di bawah jaringan subkutan dan kulit.

Berat badan ditransmisikan terutama melewati tumit ke tanah selama berjalan. Berat dipindahkan ke tanah melalui tumit saat sedang berjalan.

5. Postur Keseimbangan

Postur ialah posisi seimbang yang diadopsi guna untuk mencegah terjadinya jatuh atau bergoyang ketika sedang berdiri, duduk atau pun posisi berbarin. Menyeimbangkan serta mempertahankan postur tubuh normal melibatkan kontraksi otot kaki serta punggung sehingga bisa mencegah terjadinya goyangan pada tubuh bagian atas.

Kontraksi otot pada bawah kaki melengkapi gaya gravitasi guna untuk mencapai postur keseimbangan yang sesuai. Otot yang berada di bawah tumit yaitu otot Gastrocnemius, Soleus, dan Plantaris. Lengkungan kaki mentransmisikan berat anterior dan posterior melalui tulang tarsal dan metatarsal yang berguna untuk menyeimbangkan postur.

Aksi musim semi lengkungan kaki dapat dicapai dengan hubungan antara tulang tarsal dan posisi anatomi otot, tendon, serta ligamen. Mobilitas lengkungan kaki dapat membuat tulang dan sendi berada dalam keselarasan yang benar selama berbagai aktivitas yang menjadikan postur keseimbangan dipertahankan. Tuberosity tulang calcaneus dari tumit jangkar ke tanah selama berdiri dan mempertahankan keseimbangan normal ketika sedang dalam posisi berdiri.

6. Membantu Ambulation

Fungsi dari tulang telapak kaki yang ketiga yakni untuk Ambulasi termasuk berjalan, berlari, dan melompat. Tubuh didorong ke arah depan, ke arah belakang atau ke arah lateral selama masa ambulasi.

Tulang tepakan kaki juga terdiri atas berbagai saraf yang melimpah serta lengkungan kaki dapat membantu ambulasi. Tubuh manusia bergerak ke arah maju, arah mundur atau berada dalam posisi lateral ketika sedang beristirahat atau bergerak.

Sole dan lengkungan kaki dapat memperkuat gerakan maju, mundur, melingkar maupun gerakan lateral. Ambulasi dibantu oleh berbagai gerakan sendi kaki pada sendi pergelangan kaki dan jari kaki.

Gerakan pada sendi pergelangan kaki itu antara lain :

  1. Plantar Flexion – Gerakan kaki menuju tanah dikenal sebagai fleksi plantar
  2. Dorsiflexion – Gerakan kaki ke atas dikenal sebagai dorsiflexion.
  3. Rotasi Internal – Kaki berbalik ke dalam juga dikenal sebagai rotasi medial.
  4. Rotasi eksternal – Kaki berbelok ke luar juga dikenal sebagai rotasi lateral.
  5. Gerakan Fleksi – Jari-jari kaki ditekuk ke arah tanah.
  6. Gerakan Ekstensi – Jari-jari kaki ditekuk ke atas atau jauh dari tanah.
  7. Abduction – Jari-jari kaki menyebar dari satu sama lain.
  8. Adduction – Jari-jari kaki disatukan.

Fleksi plantar dan fleksi jari kaki memberikan bantuan untuk memperkuat kaki ketika menapak ke tanah selama proses mempertahankan postur dan ambulasi. Plantar dan ekstensi kaki berguna untuk memperkuat pegas seperti aksi lengkungan serta membantu untuk mendorong tubuh ke arah yang berbeda.

Demikian, beberapa data mengenai fungsi dari tulang telapak kaki. Semoga bisa membantu Grameds dalam memahami anatomi tubuh.

Penyakit Pada Telapak Kaki

https://hot.liputan6.com/

Telapak kaki merupakan bagian tubuh yang memiliki fungsi sebagai tumpuan ketika Grameds sedang melangkah. Ketika bagian tubuh ini mengalami sebuah kondisi tertentu, tentu langkahmu akan menjadi terhambat. Pada akhirnya, telapak kaki yang sakit dapay mengganggu segala kegiatan yang memerlukan Grameds untuk berdiri dan berjalan. Ada berbagai ragam kondisi yang dapat menimbulkan rasa sakit pada telapak kaki.

Kondisi-kondisi ini pun memiliki gejala serta cara penanganan yang berbeda-beda. Nah, apabila Grameds sedang mengalami sakit pada telapak kaki, Grameds mungkin sedang mengalami salah satu dari kondisi berikut :

1. Kapalan

Kapalan merupakan salah satu masalah kulit yang paling kerap timbul di telapak kaki. Lapisan kulit yang tebal serta mengeras ini dapat terbentuk ketika kulit mencoba untuk melindungi dirinya dari gesekan dan tekanan. Penebalan kulit ini kadang kala menyebabkan rasa sakit ketika Grameds melangkah karena adanya gesekan serta tekanan. Apabila tidak menimbulkan rasa sakit, kapalan tak perlu untuk diobati. Meski demikian, jika kondisi ini menimbulkan rasa tidak nyaman, ada perawatan rumahan serta obat-obatan oles yang berguna untuk mengatasi kapalan.

2. Plantar Warts

Plantar warts ini sebetulnya memiliki bentuk yang cukup mirip seperti kapalan. Masalah kulit yang satu ini juga sering kali muncul pada kulit-kulit bantalan, misalnya pada bagian tumit atau telapak kaki. Tekanan serta gesekan bisa menyebabkan kutil plantar tumbuh ke bagian dalam di bawah lapisan kulit yang keras serta tebal (kalus). Perbedaan plantar warts dengan kapalan, plantar warts disebabkan oleh adanya sebuah virus yakni human papillomavirus.

Virus ini bisa dapat ke dalam tubuh melalui luka kecil atau titik lemah lainnya yang berada pada bagian bawah kaki. Umumnya plantar warts bukanlah merupakan masalah kesehatan yang serius serta bisa hilang tanpa pengobatan khusus.

3. Plantar Fascilitis

Plantar fasciitis merupakan salah satu penyebab yang umum atas terjadinya rasa nyeri pada bagian tumit. Kondisi ini dapat terjadi saat pita pada jaringan tebal yang membentang di bagian bawah kaki serta menghubungkan tulang tumit ke jari-jari kaki yang mengalami peradangan. Peradangan inilah yang menyebabkan adanya rasa nyeri menusuk yang umumnya terjadi ketika sedang melakukan langkah pertama di pagi hari. Ketika Grameds bangun dan bergerak, rasa sakit umumnya akan berkurang, tetapi mungkin terasa kembali setelah lama berdiri atau ketika berdiri setelah duduk.

4. Tarsal Tunnel Syndrome

Tarsal tunnel syndrome (TTS) disebabkan karena adanya tekanan berulang yang mengakibatkan terjadinya kerusakan pada saraf tibialis posterior atau saraf yang berada dekat dengan pergelangan kaki. Saraf tibialis berjalan melewati terowongan tarsal, yang adalah lorong sempit di dalam sebuah pergelangan kaki. Kerusakan saraf tibialis secara umum dapat terjadi ketika ada tekanan yang konsisten.

Ketika mengalami TTS, Grameds mungkin mengalami rasa nyeri, mati rasa, atau pun kesemutan. Nyeri ini dapat dirasakan di mana saja pada sepanjang saraf tibialis, tetapi umumnya dirasakan di daerah telapak kaki atau dalam pergelangan kaki.

5. Telapak Kaki Datar (Flat Feet)

Mayoritas orang mempunyai lengkungan pada bagian tengah telapak kakinya. Walau begitu, pada orang yang mengalami kelainan flat feet, telapak kakinya tidak mempunyai lengkungan dan bentuknya hanya datar saja. Kebanyakan orang tak mempunyai pertanda atau gejala yang berhubungan dengan kelainan kaki datar. Meski demikian, beberapa orang yang memiliki kelainan kaki datar mengaku mengalami nyeri kaki, terutama pada area lengkungan dan tumit.

Rasa nyeri dapat memburuk ketika orang tersebut sedang beraktivitas. Pembengkakan pada sepanjang bagian dalam pergelangan kaki juga dapat terjadi. Kaki datar bisa terjadi ketika lengkungan tak berkembang ketika sedang dalam masa kanak-kanak. Dalam kasus lain, flat feet bisa berkembang setelah cedera atau seiring dengan bertambahnya umur.

6. Metatarsalgia

Metatarsalgia merupakan suatu kondisi dimana bagian metatarsal atau telapak kaki mengalami nyeri yang diakibatkan karena adanya peradangan. Kondisi ini kerap kali dialami oleh atlet lompat atau atlet lari. Ada juga beberapa penyebab lainnya, termasuk kelainan bentuk kaki, dan ukuran sepatu yang terlalu longgar atau pun terlalu ketat. Perawatan sederhana di rumah, seperti menggunakan kompres es dan beristirahat, kerap kali mampu untuk meredakan gejala. Mengenakan alas kaki dengan ukuran yang tepat dengan sol penyerap guncangan atau penyangga lengkungan bisa mencegah dan meminimalisir terjadinya metatarsalgia

7. Bunion

Bunion merupakan kelainan yang berupa benjolan tulang. Bunion terbentuk pada sendi pada daerah pangkal jempol kaki. Bunion dapat terjadi saat beberapa tulang pada bagian depan kaki bergerak keluar dari tempatnya semula. Hal ini dapat menyebabkan ujung jempol kaki tertarik ke arah jari-jari kaki yang lebih kecil sehingga memaksa sendi pada pangkal jempol kaki menjadi menonjol. Kulit yang berada di atas bunion mungkin akan tampak merah dan terasa perih.

Kelainan Tulang Tealpak Kaki Pada Anak

foto: shutterstock

Pertumbuhan tulang pada anak terjadi umumnya berawak dari bagian tulang yang rentan dan disebut sebagai lempeng pertumbuhan. Saat proses perombakan atau pembentukan kembali, jaringan tulang yang lama secara bertahap akan digantikan dengan jaringan tulang yang baru.

Meski begitu, banyak kelainan tulang yang berasal dari perubahan yang terjadi dari sistem musculoskeletal anak-anak yang sedang mengalami pertumbuhan. Gangguan tersebut dapat membaik atau pun memburuk seiring dengan pertumbuhan anak.

Kelainan tulang dapat merupakan sifat bawaan, artinya kondisi tersebut diwariskan melalui orang tua dan terkadang berkaitan dengan beberapa patologi tertentu. Meski demikian, kondisi tersebut juga dapat terjadi ketika masa kanak-kanak setelah mengalami cedera maupun lecelakaan, dan bahkan dapat terjadi tanpa adanya penyebab yang jelas.

Ada empat jenis kelainan tulang, yakni :

  1. Ada area yang bengkok pada tulang atau disebut “angulasi”.
  2. Terjadi twist pada tulang, atau disebut “rotasi atau torsi”.
  3. Pergeseran posisi tulang yang disebabkan oleh terjadinya patah tulang atau karena adanya osteotomi. Jenis kelainan tulang ini disebut dengan “translasi atau perpindahan”
  4. Perbedaan panjang tulang dibandingkan dengan kontralateral, atau yang disebut juga sebagai “perbedaan panjang tungkai”

Semua jenis kelainan bentuk tulang ini dapat terjadi sendiri, tetapi kerap kali ditemukan adanya kombinasi dari beberapa kelainan tulang tersebut.

Gejala Kelainan Tulang Kaki Anak Berdasarkan Jenisnya

Tanda awal dari adanya kelainan tulang kaki tiap anak dapat bervariasi bergantung pada jenis kelainan tulang yang dialami. Beberapa kelainan tulang kaki yang umum terjadi pada anak-anak, misalnya yaitu kaki cavus, clubfoot, koalisi tarsal, navicular aksesori, serta juvenile bunion.

1. Kaki Cavus

Kaki cavus umumnya terjadi saat anak mempunya lengkungan yang terlalu dalam dibandingkan dengan lengkungan normal. Dalam berbagai kasus, tumit kaki melengkung ke dalam atau yang lebih dikenal dengan deformitas kaki cavovarus. Kondisi tersebut bisa memengaruhi kedua kaki dan dapat terjadi secara bertahap.

Anak yang mengalami kelainan kaki cavus dapat mengalami gejala berupa rasa nyeri serta muncul kapalan karena kaki tidak berada dalam posisi sejajar, yang menyebabkan beban menjadi tak rata. Anak yang mengidap kelainan tulang kaki cavus ini juga dapat mengalami pergelangan kaki yang terkilir atau bahkan menjadi penyebab patah tulang.

2. Koalisi Tarsal

Koalisi tarsal dapat terjadi saat anak mengembangkan koneksi abnormal diantara tulang di bagian tengah dengan bagian belakang kaki. Kondisi ini umumnya dapat diketahui pada akhir masa kanak-kanak atau masa remaja awal saat koalisi mulai menjadi penghambat pergerakan kaki, memunculkan rasa sakit, dan terkadang mebuat kaku.

3. Clubfoot

Clubfoot dapat terjadi ketika salah satu kaki atau terkadang kedua kaki melengkung ke dalam dan menuju ke arah bawah. Kondisi tersebut dapat segera terlihat ketika pasca lahir, karena clubfoot telah diketahui berkembang pada bayi sejak dalam masa kehamilan, yakni berada antara usia kehamilan 9 dan juga 14 minggu. Dalam banyak kasus, kelainan tulang ini dapat dideteksi menggunakan ultrasound yang dilakukan dengan rutin.

4. Aksesori Navicular

Accessory navicular ialah sebuah kondisi di mana terdapat pusat pertumbuhan tulang ekstra pada bagian dalam navicular serta di dalam tendon tibialis posterior yang melekat pada navicular. Gejala utama dari tulang yang menonjol ini ialah rasa nyeri.

Cacat bawaan ini diperkirakan muncul pada masa perkembangan ketika tulang mengalami kalsifikasi. Karena bagian aksesori tulang dan navicular tak pernah tumbuh dengan bersamaan, maka seiring dengan berjalannya waktu, gerakan berlebihan antara dua tulang tersebut dapat menyebabkan munculnya rasa sakit.

5. Juvenile Bunion

Sama halnya dengan bunion pada orang dewasa, juvenile bunion juga terjadi saat sendi di pangkal jempol kaki atau sendi metatarsophalangeal bergerak ke arah luar dari kesejajaran yang menjadikan jempol kaki mengarah ke dalam.

Akan tetapi, bunion ini tidak seperti bunion yang terjadi pada orang dewasa yang biasanya disebabkan karena penggunaan alas kaki yang tidak sesuai atau mempunyai gen keturunan, juvenile bunion kerap kali terjadi pada anak-anak yang mempunyai sendi yang longgar dan ligamen yang kendur. Kelainan tulang kaki ini kerap kali terjadi pada anak perempuan dibandingkan pada anak laki-laki.

Jadi, apabila Grameds melihat anak mengalami rasa nyeri pada kaki atau sering tergelincir dan terjatuh ketika sedang berjalan, sebaiknya segera periksakan Si Kecil ke dokter. Sebab, hal tersebut dapat menjadi tanda awal kelainan tulang kaki pada anak dan dibawanya hingga dewasa.



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien