Sosial Budaya

Senjata Tradisional Sulawesi dan Kegunaannya

Senjata Tradisional Sulawesi
Written by Ananda

Senjata tradisional Sulawesi – Pulau Sulawesi adalah salah satu dari empat Kepulauan Sunda Besar dan menjadi pulau terbesar kesebelas di dunia. Pulau Sulawesi dibagi menjadi 6 Provinsi, di antaranya yaitu Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Gorontalo.

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan kekayaan budaya terbesar di dunia. Kekayaan budaya ini adalah warisan dari nenek moyang bangsa ini. Sebagai generasi yang meneruskan masa depan bangsa ini, kita perlu melestarikan budaya agar tidak luntur termakan zaman. Salah satu warisan budaya yang penting adalah senjata tradisional, termasuk senjata tradisional Sulawesi.

Senjata tradisional berperan penting dalam fungsi praktisnya sebagai alat untuk menjaga diri, alat perang, atau juga untuk membantu pekerjaan sehari-hari. Dengan perkembangan zaman yang semakin maju, senjata-senjata tradisional tersebut saat ini telah beralih fungsi menjadi lebih untuk ditonjolkan nilai estetisnya sebagai pelengkap pakaian adat tradisional.

Senjata tradisional merupakan menjadi bagian dari karya budaya yang dipakai oleh masyarakat untuk melindungi diri, kebutuhan sehari-sehari seperti berladang dan berburu. Akan tetapi, senjata tradisional dapat digunakan sebagai simbol identitas dari sekelompok masyarakat yang memakainya.

Tiap Provinsi di Pulau Sulawesi tentu memiliki adat dan ciri masing-masing sebagai kekayaan budaya, termasuk senjata tradisional. Nah, berikut ini merupakan senjata tradisional Sulawesi.

Senjata Tradisional Sulawesi Selatan

Di Sulawesi Selatan terdapat masyarakat Bugis yang dikenal sebagai masyarakat yang gemar merantau, bahkan sejak zaman dahulu. Masyarakat Bugis terkenal dengan keberanian dalam mengarungi lautan melalui pelayaran dan naik perahu yang sederhana.

Hal itu dilakukan dengan tujuan untuk mengadu nasib dan membuat komunitas suku Bugis dapat ditemukan di sepanjang pesisir pantai pulau-pulau di Indonesia. Selain itu, keberanian masyarakat Bugis juga bisa dibuktikan dari ditemukannya beberapa senjata tradisional yang mereka miliki, di antaranya yakni Badik.

Senjata tradisional Provinsi Sulawesi Selatan salah satunya yaitu Badik (jika dilafalkan Badek) adalah pisau tajam dan runcing dengan pegangan yang melengkung. Adapun bilah tajam dipakai untuk menikam, sedangkan ujung yang lancip bisa dipakai untuk menusuk. Dengan begitu, senjata tradisional Sulawesi Selatan ini termasuk dalam jenis senjata untuk menikam dan menusuk.

Senjata tradisional Badik ini sebenarnya bukan hanya ditemukan pada budaya masyarakat suku Bugis Sulawesi Selatan, namun terdapat juga pada budaya suku Makassar dan Mandar. Senjata tradisional ini berbentuk mungil dan berukuran pendek, sehingga senjata ini sering dibawa bepergian oleh kaum pria sebagai upaya menjaga diri sendiri.

Menurut bentuk dan asal daerahnya, senjata tradisional Sulawesi Selatan Badik dibagi menjadi 4 macam, yaitu Badik Raja, Badik Lagecong, Badik Luwu, dan Badik Lompo Battang. Kita simak lebih detailnya di bawah ini:

1. Badik Raja

Senjata Tradisional Sulawesi

Pinhome.id

Senjata tradisional Badik Raja adalah jenis badik dari daerah Kajuara, di Kabupaten Bone. Masyarakat sekitar percaya bahwa badik yang bernama lain Gencong Raja ini dibuat oleh mahluk halus, maka tak heran ada kekuatan magis di senjata ini sangat tinggi.

Badik Raja berukuran agak besar dengan panjang antara 20 – 25 cm. Badik Raja bentuknya mirip seperti Badik Lampo Battang dengan bilah membungkuk dan perut bilah yang membesar.

Badik jenis ini dibuat dari bahan logam berkualitas tinggi dan dilengkapi dengan pamor indah di bagian hulunya, seperti pamor timpa laja atau pamor mallaso ancale. Seperti namanya, senjata tradisional Sulawesi Selatan ini pada zaman dahulu sering dipakai oleh para raja-raja Bone untuk membela diri dan melawan musuh.

2. Badik Lagecong

Senjata Tradisional Sulawesi

Pinhome.id

Senjata tradisional selanjutnya yaitu Badik Lagecong yang pada zaman dahulu dipakai sebagai senjata untuk perang atau digunakan apabila keadaan sedang terdesak. Badik ini memiliki keunikan yaitu memiliki racun pada bilahnya. Sehingga hal ini dapat menambah efek yang mematikan bagi lawan apabila terkena senjata ini.

Jenis senjata tradisional Sulawesi Selatan ini, sekarang banyak dicari orang sebagai benda untuk dikoleksi. Senjata tradisional ini memiliki ukuran sejengkal orang dewasa. Memang cukup kecil namun sangat mematikan.

3. Badik Luwu

Senjata Tradisional Sulawesi

Pinhome.id

Sesuai dengan namanya, senjata tradisional Sulawesi Selatan Badik Luwu ini berasal dari budaya masyarakat di Kabupaten Luwu pada masa lalu. Bentuk senjata tradisional badik ini membungkuk, mirip bungkuk kerbau. Bilahnya lurus dan meruncing pada bagian ujung.

Keunikan senjata tradisional ini yaitu adanya keyakinan yang dipercayai oleh sebagian masyarakat Bugis, jika badik ini disepuh dengan bibir kemaluan gadis yang masih perawan, maka orang dengan ilmu sekebal apa pun bisa tewas jika tertusuk senjata tradisional ini.

4. Badik Lompobattang

Senjata Tradisional Sulawesi

Pinhome.id

Lompobattang diartikan dalam bahasa Bugis sebagai perut besar. Maka tak heran apabila senjata tradisional badik yang satu ini berbentuk bilah tampak seperti perut yang besar.

Jenis senjata tradisional Sulawesi Selatan ini juga tak kalah uniknya dibanding senjata tradisional lainnya sehingga membuat kolektor mencarinya.

Senjata Tradisional Sulawesi Tengah

Provinsi Sulawesi Tengah merupakan provinsi yang kaya akan budaya warisan nenek moyang yang diwariskan secara turun-temurun. Tradisi dan budaya tetap terus terpelihara. Kepercayaan warisan budaya juga tetap dilestarikan dan dilakukan dalam beberapa bentuk kegiatan adat tradisional seiring dengan pengaruh zaman modern seperti sekarang ini.

Senjata tradisional Sulawesi Tengah beraneka ragam, sebagaimana daerah lain di Sulawesi, atau bahkan di Nusantara. Senjata tradisional Sulawesi Tengah yang paling terkenal dan masih dapat kita temukan antara lain : Pasatimpo, Guma, Cakalele, dan Tombak Kanjae.

1. Tradisional Pasatimpo

Senjata Tradisional Sulawesi

Pinhome.id

Senjata tradisional Pasatimpo adalah senjata yang mirip keris dan bentuk hulunya bengkok ke bawah serta sarungnya menggunakan tali. Pada zaman dahulu, senjata tradisional Pasatimpo sering dipakai penduduk setempat untuk acara ritual tari-tari penyembuh yang dipercaya sebagai media untuk mengusir roh-roh jahat.

Selain itu, senjata tradisional ini bisa digunakan untuk memotong hewan buruan, mencari kayu bakar, atau sebagai sarana perlindungan diri. Sekarang, Pasatimpo lebih sering dipakai dalam tari-tari kepahlawanan sebagai perlengkapan hiasan pakaian dengan tujuan untuk membesarkan jiwa seorang penarinya.

2. Guma

Senjata Tradisional Sulawesi

Pinhome.id

Senjata tradisional Guma berbentuk parang panjang dan menjadi pusaka turun temurun bagi masyarakat di Sulawesi Tengah. Senjata tradisional Guma hanya digunakan ketika menyelenggarakan acara adat.

Mata parang senjata tradisional ini bukan dibuat dari bahan besi, melainkan dari batu yang keras. Ada ukiran kepala manusia di dekat pangkal parang yang membuat senjata ini punyai nilai estetis dan menghadirkan kesan magis.

3. Cakalele

Senjata Tradisional Sulawesi

Pinhome.id

Senjata tradisional Sulawesi Tengah berikutnya yaitu Cakalele. Cakalele berbentuk seperti perisai yang digunakan sebagai alat pelindung diri dari serangan lawan. Cakalele dibuat dari bahan kayu dan dilapisi juga dengan sekeping besi tipis.

4. Tombak Kanjae dan Surampa

Senjata Tradisional Sulawesi

Pinhome.id

Tombak Kanjae dan Surampa merupakan senjata tradisional yang termasuk senjata panjang yang sering digunakan oleh masyarakat Sulawesi Tengah pada zaman dahulu. Senjata tradisional ini bisa berbentuk seperti tombak bermata tiga seperti senjata Trisula.

Senjata tradisional dari Sulawesi Tengah ini menjadi senjata utama prajurit kerajaan sebagai sarana pertempuran pada masa lampau.

Senjata Tradisional Sulawesi Utara

Berikut ini beberapa senjata tradisional Sulawesi Utara. Senjata tradisional tersebut antara lain: Pedang Bara Sangihe, Peda, dan Perisai. Berikut ulasan lengkapnya.

1. Pedang Bara Sangihe

Senjata Tradisional Sulawesi

Pinhome.id

Seperti Provinsi di Pulau Sulawesi lainnya, Sulawesi Utara juga memiliki salah satu senjata tradisional yang dikenal dengan nama Pedang Bara Sangihe. Di masa lalu, Pedang Bara Sangihe dikenal sebagai salah satu senjata yang digunakan oleh pahlawan di Sulawesi Utara yang bernama Hengkeng U Nang.

Pedang Bara Sangihe memiliki gagang dengan dua cabang. Tak hanya pada gagang saja, pada ujung pedang bara juga mempunyai dua cabang yang di antara dua cabang ini memiliki gerigi-gerigi.

Pedang Bara Sangihe menjadi salah satu senjata tradisional kebanggaan masyarakat di Sulawesi Utara dan menjadi salah satu kekayaan kebudayaan yang dimiliki negara Indonesia yang semestinya terus dijaga.

2. Peda (sejenis Parang)

Senjata Tradisional Sulawesi

Keluyuran.com

Senjata tradisional Sulawesi Utara berikutnya yaitu Peda yang berbentuk pendek dengan ukuran 50 cm dan terbuat dari bahan besi. Hulunya dibuat dari kayu yang keras dan ujungnya yang bercabang dua. Peda dan parang biasa dipakai untuk berbagai macam keperluan, seperti untuk bertani dan menyadap enau.

3. Perisai

Senjata Tradisional Sulawesi

Keluyuran.com

Perisai adalah senjata tradisional yang berfungsi sebagai alat penangkis dan dibuat dari bahan kayu, serta diberi ukiran dengan berbagai macam motif-motif binatang atau daun daunan.

Senjata Tradisional Sulawesi Barat

Provinsi Sulawesi Barat dibentuk pada tanggal 5 Oktober 2004 sebagai provinsi sendiri. Hal ini disebabkan karena pemekaran Provinsi Sulawesi Selatan. Adapun Mamuju merupakan Ibukota Sulawesi Barat.

Beberapa suku yang bertempat di provinsi ini, antara lain: Suku Bugis, Mandar, Jawa, Toraja, Makassar, dan lain sebagainya. Seperti halnya Provinsi Sulawesi lainnya, senjata adat Sulawesi Barat yang masih bisa ditemukan di Sulawesi Barat, antara lain: Badik, Keris, dan Kandawulo.

1. Badik atau Badek

Pinhome.id

Senjata tradisional Sulawesi Barat salah satunya yaitu Badik. Badik merupakan senjata seperti pisau berbentuk khas yang dikembangkan oleh masyarakat Bugis dan Makassar. Badik ini bersisi tajam tunggal maupun ganda. Badik ini panjangnya mencapai sekitar setengah meter. Seperti halnya keris, Badik berbentuk tak simetris dan bilahnya sering kali dihiasi oleh pamor.

Badik tak mempunyai ganja (penyangga bilah), berbeda dengan keris. Senjata tradisional Badik menjadi identitas tersendiri bagi Provinsi Sulawesi Barat. Masyarakat Bugis Makassar, percaya bahwa setiap jenis Badik punya kekuatan gaib.

Kekuatan yang ada di Badik diyakini dapat memberikan pengaruh pada kondisi, keadaan, dan proses kehidupan pemilik Badik. Selain itu, Badik dipercayai bisa membuat ketenangan, kedamaian, kesejahteraan, dan kemakmuran atau bahkan kemiskinan, dan penderitaan bagi pemilik Badil ini.

Sejak ratusan lalu, senjata tradisional Sulawesi Barat bernama Badik ini tidak hanya dipakai sebagai senjata untuk melindungi diri dan berburu saja. Akan tetapi berfungsi sebagai identitas diri dari suatu kelompok etnis atau kebudayaan di Pulau Sulawesi. Badik tak hanya terkenal di daerah Makassar saja, namun juga bisa ditemukan di daerah Bugis dan Mandar dengan nama dan model yang berbeda.

Biasanya, Badik terdiri dari tiga bagian, yaitu Hulu (gagang), bilah (besi), dan sebagai pelengkap yaitu Warangka atau Sarung pada Badik. Selain itu, ada pamor yang dipercaya bisa memberikan pengaruh pada kehidupan si pemiliknya.

2. Keris (Gayang)

Pinhome.id

Di daerah Mandar, Sulawesi Barat juga dikenal dua jenis senjata tradisional yaitu Keris atau Gayang yaitu “Gayang Lekkong (keris luk) dan Sapukala (keris yang berbentuk lurus).

Kedua Keris ini memiliki kekuatan supranatural masing-masing. Ada kepercayaan yang sempat beredar di kalangan masyarakat bahwa Gayang Lekkong akan cocok dimiliki oleh mereka yang berambut ikal atau keriting. Sedangkan Sapukala cocok untuk mereka yang mempunyai rambut lurus.

3. Kandawulo (Parang Panjang)

Pinhome.id

Senjata tradisional Sulawesi Barat berikutnya yaitu Kandawulo (Parang Panjang). Senjata tradisional ini merupakan senjata tajam yang terbuat dari bahan besi biasa. Bentuknya lebih sederhana dan tanpa ada pernak pernik.

Adapun fungsi Kandawulo ini yaitu sebagai alat potong atau alat tebas (terutama untuk semak belukar) saat berada di hutan. Selain itu, senjata tradisional ini dapat digunakan untuk alat pertanian.

Senjata Tradisional Sulawesi Tenggara

Sulawesi Tenggara adalah rumah bagi berbagai suku bangsa Indonesia seperti Suku Tolaki, Suku Wawonii, Suku Muna, Suku Wolio, Suku Wakatobi, Suku Kamaru, Suku Lasalimu, dan berbagai suku bangsa Indonesia lainnya yang datang ke Sulawesi Tenggara.

Seperti halnya dengan Provinsi Sulawesi lainnya, Sulawesi Tenggara juga mempunyai senjata tradisional yang muncul dari kebudayaan suku-suku di dalamnya seperti Parang Taawu, Keris dan Tombak Meantulu Tiworo, dan Keris Arung Palakka. berikut penjelasan lengkapnya.

1. Parang Taawu

Wonuanews.com

Parang Taawu merupakan senjata tradisional Sulawesi Tenggara yang bentuk bilah panjang bermata satu. Bilah Parang Taawu berbentuk tipis dan melebar dari pangkal ke ujungnya yang lancip seperti bentuk segitiga siku-siku.

Berdasarkan skripsi berjudul Perancangan Game Petualangan Haluoleo dengan Konten Lokal Sulawesi Tenggara (2018) yang ditulis oleh Amirul Mu’minin disebutkan bahwa Parang Taawu atau Pade Taawu ini menjadi senjata pusaka bertuah (mempunyai roh di dalamnya) dari Suku Mekongga yang hidup di daerah Kolaka, Sulawesi Selatan.

Karena senjata tradisional ini termasuk benda pusaka, Parang Taawu tidak bisa digunakan oleh sembarang orang. Parang Taawu hanya dapat digunakan oleh para Raja dan tamalaki (panglima perang dan kepala adat) Suku Mekongga ketika perang terjadi.

2. Keris dan Tombak Meantu’u Tiworo

Asyraafahmadi.com

Menyitir situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Meantu’u Tiworo merupakan seorang pembesar di Kerajaan Liya yang punya tugas untuk mengamankan dan mengatur hasil tani rakyat di wilayah pesisir pantai.

Ketika menjaga wilayah pesisir pantai Kerajaan Liya, Meantu’u Tiworo menggunakan keris dan tombak saktinya. Berdasarkan legenda yang beredar di kalangan masyarakat Sulawesi Tenggara, tombak milik Meantu’u Tiworo bisa menghancurkan kapal bajak laut yang berniat jahat dengan cara cukup ditancapkan ke laut saja.

Saat ini, senjata tradisional Keris dan Tombak masih disimpan di Benteng Liya, Desa Liya Togo, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara.

3. Keris Arung Palakka

Asyraafahmadi.com

Keris Arung Palakka atau Keris La Makkawa merupakan senjata tradisional Sulawesi Tenggara yang termasuk dalam pusaka kerajaan.

Keris Arung Palakka bentuknya seperti keris Jawa yang bilah bermata duanya berlekuk-lekuk. Adapun perbedaannya, Keris Arung Palakka dilapisi emas dan dihiasi dengan batu permata. Gagang dan sarung Keris ini dihiasi oleh berbagai ukiran khas Kerajaan Buton.

Seperti namanya, Keris Arung Palakka dimiliki oleh Arung Palakka, seorang Sultan Kerajaan Bone. Arung Palakka sangat dihormati oleh rakyat Bone karena kesaktian dan kepeduliannya terhadap rakyat Bone.

Dalam buku berjudul Arung Palakka Sang Fenomenal (2016) karya Muhammad Idris Patarai menuliskan bahwa Arung Palakka tumbuh sebagai tawanan perang, hal ini kemudian membentuk pribadinya yang prihatin pada rakyat Bone yang diperbudak oleh Gowa.

Arung Palakka menggunakan keris La Makkawa dalam setiap perang untuk membela Bone semasa hidupnya. Keris La Makkawa termasuk keris sakti karena bisa membunuh musuh hanya dengan sekali goresan saja.

Rekomendasi Buku Tentang Senjata Tradisional Sulawesi

Berikut ada beberapa buku bacaan yang bisa Grameds baca tentang senjata tradisional Sulawesi, di antaranya:

1. History of Celebes Sejarah Sulawesi (2018) karya Roelof Blok

Buku yang menjadi memoar keadaan penjajah di Sulawesi dan tanah jajahannya.

2. Hai Sulawesi (2022) karya Philip Bae

Buku dongeng tentang tsunami yang terjadi di Kota Palu dan Donggala Sulawesi Tengah.

3. Sulawesi Tengah Bangkit (2020) karya Khairul Jasmi, dkk

Buku ini mengungkap sejarah tentang daerah Sulawesi Tengah yang rawan terjadi bencana.

Demikian artikel tentang senjata tradisional Sulawesi. Itulah berbagai senjata tradisional Sulawesi yang perlu kita ketahui sebagai warisan budaya Indonesia. Sebagai #SahabatTanpaBatas, Gramedia akan selalu memberikan produk-produk terbaik yang bisa kamu dapatkan di gramedia.com, agar Grameds bisa memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Penulis: Diki



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien