Sosial Budaya

Senjata Tradisional Papua yang Unik Beserta Kegunaannya

Senjata Tradisional Papua
Written by Ananda

Senjata Tradisional Papua – Papua adalah sebuah wilayah bagian di Indonesia bagian timur. Berbatasan langsung dengan negara tetangga, Papua Nugini. Di perbatasan dengan negara tetangga itulah Papua dikenal sebagai Papua Barat. Ini mengacu pada perbedaan regional antara kedua negara. Namun, batasan geografis tidak membatasi keragaman budaya yang ada di Papua.

Tahukah Grameds bahwa orang asli Papua berasal dari 255 suku dengan bahasa yang berbeda? Kini, banyak suku di Papua yang sangat kaya akan kearifan lokal di daerah ini. Salah satunya berupa senjata tradisional yang jadi ciri khas sekaligus memiliki nilai-nilai budaya bagi masyarakat setempat. Berikut ini senjata tradisional Papua yang harus Grameds kenali sebagai generasi bangsa Indonesia:

Mengenal Senjata Tradisional Papua

Papua dikenal tidak hanya dengan pakaian tradisionalnya yang unik, tetapi juga berbagai senjata tradisionalnya. Komponen utamanya biasanya bersumber secara lokal. Tidak heran jika mereka menjalani kehidupan primitif yang tertutup, seperti yang kita ketahui bahwa Papua sangat terkenal dengan hutannya. Oleh karena itu, biasanya orang Papua menggunakan pakaian adat yang terbuat dari bahan-bahan di alam.

Sama halnya dengan senjata tradisional yang juga diakui sebagai harta nasional, sehingga perlu kita lestarikan. Papua adalah negara bagian terbesar di Indonesia bagian timur. Dengan luas wilayah 808.105 km², Papua merupakan pulau terbesar di dunia dan terluas di Indonesia. Awalnya Papua memiliki satu negara bagian di Irian Jaya.

Tetapi sejak tahun 2003 nama Papua telah digunakan di timur dan Papua Barat di bagian barat pulau Papua. Seperti masyarakat adat lainnya, orang Papua dan Papua Barat mencari makan dengan berburu binatang. Semua perlengkapan di alam ini dijadikan sebagai senjata tradisional untuk mempertahankan diri dari perburuan dan serangan dari suku lain.

Pada umumnya senjata tradisional berfungsi untuk mempertahankan kehidupan, melindungi diri dari musuh, dan melawan kelompok jika ada yang ingin menindas mereka. Dalam segi perkembangan ekonomi, Papua mungkin masih bertahap, tapi lambat laun tetap bisa berkembang. Perkembangan inilah yang menjadikan suku Papua menjadi suku Terhormat.

Daftar Senjata Tradisional Papua

Berikut ini daftar senjata tradisional Papua yang wajib Granmeds ketahui, dari sejarah dan kegunaanya:

1. Alat Tusuk Berbahan Dasar Tulang Kuskus

Senjata Tradisional Papua

Tambahpinter.com

Pertama, ada senjata alat tusuk yang terbuat dari tulang hewan kuskus. Alat tusuk dari tulang kuskus ini merupakan senjata tradisional Papua yang digunakan oleh salah satu suku asli Papua yaitu Bauzi. Suku Bauzi merupakan suku semi nomaden karena tidak ada daerah pemukiman mereka yang jelas. Suku Bauzi tinggal di rumah yang terbuat dari dedaunan dan ranting dari hutan.

Mereka memilih bantaran sungai untuk ditempati agar memudahkan mereka mobilisasi ketika sumber makanan di lokasi sangat minim. Oleh karena itu, suku Bauzi ini membangun rumah sederhana yang dapat dengan mudah dihancurkan setiap kali mereka akan pindah rumah. Tradisi yang masih dipertahankan adalah tradisi berburu dan meramu.

Kedua sistem kelangsungan hidup ini bekerja secara bergantian untuk melindungi ekosistem terestrial Papua. Orang Bauzi menanam tanaman seperti pisang, ubi jalar, dan singkong di hutan untuk mengumpulkan makanan. Sebelum musim panen, suku ini berburu satwa liar, menangkap ikan, dan memasang perangkap babi hutan. Saat itu, senjata yang mereka gunakan untuk berburu hewan sambil menunggu panen adalah tombak yang terbuat dari tulang kukus ini.

Menggunakan tulang kukus sebagai senjata tradisional sangat ramah lingkungan. Hal ini terjadi karena tidak memerlukan bantuan alat-alat industri yang mencemari lingkungan selama pembuatannya. Senjata tradisional Papua Barat ini terbuat dari tulang kuskus yang sudah dicuci bersih (sebelum dagingnya dimakan dan dipisahkan dari tulangnya), digosok dengan batu asahan, dan diulangi sampai ketajaman yang diinginkan.

2. Pisau Belati

Senjata Tradisional Papua

Romadecade.org

Senjata tradisional Papua yang kedua adalah pisau belati atau dikenal juga dengan sebutan keris Papua. Pisau ini memiliki bentuk yang sangat unik dan memiliki rumbai pada gagang senjatanya. Ini benar-benar menunjukan budaya Papua yang kuat. Senjata tradisional ini berguna untuk menebas saat berburu binatang di hutan. Hewan yang mereka temui adalah mamalia besar dan buaya.

Orang Papua memiliki kebiasaan untuk tidak menggunakan senjata api saat berburu. Belati Papua adalah pisau yang terbuat dari bahan unik yang tidak mudah didapatkan di tempat lain, seperti tulang burung kasuari hewan endemik Papua. Tulang kasuari digunakan dalam budaya lokal sebagai alat yang berharga dalam kehidupan.

Sayap yang menempel pada gagang pisau juga merupakan sayap burung kasuari. Masyarakat Papua dikenal luas karena kearifannya dalam mengenal ekosistem alam. Interaksi bersahabat antara manusia dan alam lah yang dapat menciptakan kreasi budaya. Proses penciptaan budaya yang berlangsung sangat penting dalam mengubah sikap manusia, termasuk perubahan budaya.

Melalui senjata tradisional Papua Barat ini, masyarakat Indonesia pada umumnya perlu belajar bagaimana menciptakan koherensi budaya. Namun, budaya juga mengalami perubahan yang tidak merata dari satu ekosistem ke ekosistem lainnya. Umumnya, belati terbuat dari bilah logam, dan berbeda dengan kasuari Papua, kasuari terbuat dari tulang dengan ujung runcing dan gagang berhias sayap kasuari.

Gagang pisau belati biasanya dilengkapi dengan serat alam dan ornamen berupa bulu burung kasuari. Tulang kaki kasuari dipilih karena konstruksinya yang relatif kokoh, namun mudah dibentuk dan diasah. Belati Papua merupakan salah satu senjata utama, senjata bantu busur dan anak panah. Suku tradisional Papua biasanya menggunakan senjata ini untuk berburu, berperang, dan mengumpulkan hasil hutan.

3. Tombak Khas Papua

Senjata Tradisional Papua

Jurnalindonesia.co.id

Tombak orang Papua adalah senjata tradisional di Papua Barat ini yang juga biasa disebut “Tul” oleh masyarakat setempat. Tombak adalah senjata yang bisa digunakan untuk pertempuran dan berburu. Selain itu, budaya Papua sendiri sering menggunakan tombak sebagai ciri khas tariannya. Senjata di atas terbuat dari bahan dasar yang mudah ditemukan di alam.

Sebuah batang pohon di pegangan dan batu sungai yang tajam di kepala tombak. Hal ini memungkinkan tombak untuk bertahan hidup sebagai senjata yang diperlukan untuk berburu dan kegiatan pertempuran. Keistimewaan senjata tradisional Papua ini adalah dilarang menggunakan tombak untuk tujuan selain berburu atau berperang.

Misalnya, tombak tidak diperbolehkan untuk memotong pucuk pohon yang masih muda atau tombak untuk membawa perlengkapan berkebun. Pelanggaran aturan peralatan berburu ini akan mengakibatkan nasib buruk. Di sisi lain, pembuatan kerangka tombak membutuhkan waktu. Dimulai dari batang kayu yang diambil dari pohon, dikeringkan dan dipotong menjadi potongan-potongan 3m.

Setelah kering, kayu bermotif akan terlihat seperti ini dan digosok dengan bubuk keong laut hingga tajam. Ini akan memakan waktu sekitar satu minggu. Dalam adat tradisional Papua, tombak diartikan sebagai lambang keberanian manusia. Oleh karena itu, tombak harus selalu disimpan dengan baik. Biasanya digantung di langit-langit atau diletakkan di dinding-dinding rumah.

Tombak Papua terbuat dari bahan alam seperti kayu, batu tajam dan tulang mata. Namun seiring berjalannya waktu, bahan yang digunakan untuk membuat tombak mengalami perkembangan yang awalnya terbuat dari kayu dan sekarang terbuat dari logam. Ada dua jenis tombak, yakni tombak bermata satu dan tombak bermata dua. Jarak lempar tombak ini sekitar 50 meter.

Oleh karena itu, tidak heran jika banyak orang Papua yang berhasil menjadi pelempar lembing profesional. Berbeda dengan senjata tradisional Sumatera Utara, tombak biasa digunakan sebagai senjata perang di Sumatera Utara. Di Papua, tombak digunakan untuk berburu hewan.

Namun menurutnya berburu tombak lebih efisien karena tidak mengeluarkan suara ketukan seperti halnya senjata api. Hewan yang paling banyak diburu adalah rusa, karena hewan ini merupakan hewan terpadat di hutan Papua.

4. Busur Panah Papua

Senjata Tradisional Papua

Milenialjoss.com

Busur dan anak panah adalah salah satu senjata tradisional Papua Barat yang digunakan untuk berburu babi hutan dan binatang lainnya. Busur dan anak panah juga jadi senjata Papua yang selalu dibawa bersama tombak. Kegunaan lain dari panah adalah sebagai alat perang. Perbedaannya terletak pada bahan yang digunakan untuk mata panahnya.

Untuk keperluan berburu hewan adalah menggunakan besi bambu. Di sisi lain, masyarakat adat Papua memiliki aturan bahwa tombak yang digunakan saat akan berperang terbuat dari tulang binatang. Panah juga digunakan sebagai hiasan rumah di beberapa bagian Papua, seperti Irian Jaya, Wamena, dan Kururu. Panah di area ini hanya untuk koleksi di rumah.

Koleksi busur dan anak panah tidak boleh sembarangan diletakkan di dinding rumah untuk menghormati budaya panah. Mengumpulkan busur dan anak panah sudah menjadi bagian dari masyarakat. Jadi mencari tempat jual anak panah tidaklah sulit. Biasanya anak panah dapat diperjualbelikan di pasar untuk keperluan koleksi atau dipesan langsung dari pengrajin anak panah.

Pada zaman modern, senjata tradisional Papua ini telah mengalami banyak perkembangan dan perubahan untuk modernisasi. Hasilnya adalah panahan dengan teknologi dan alat yang sama. Yang membedakan adalah tujuan dari kegiatan tersebut. Panahan adalah untuk rekreasi, dan busur dan anak panah tradisional Papua adalah sarana bertahan hidup.

5. Senjata Parang Papua

Senjata Tradisional Papua

Keluyuran.com

Parang Papua adalah senjata tradisional Papua Barat yang merupakan simbol kekuatan dan keuletan pria di rumah. Parang disebut “Jalowy” oleh masyarakat setempat. Parang papua ini membutuhkan banyak waktu dalam proses pembuatannya. Berasal dari batu yang dibelah dan dibuka kemudian diasah hingga membentuk parang yang tajam.

Untuk meningkatkan kekerasan dan daya tahan, pengrajin parang selalu menambahkan minyak babi dan lemak babi kemudian diasah hingga halus dan tajam. Senjata tradisional Papua ini memiliki banyak kegunaan dasar. Untuk keperluan rumah tangga, seperti memasak, memotong daging, memotong sagu.

Selain itu, parang Papua juga digunakan di bidang pertanian dan dapat digunakan sebagai alat untuk merekrut calon mitra. Selain itu, penggunaan Paran Papua ini juga dapat dijadikan koleksi. Bagi wisatawan asing maupun lokal yang membutuhkannya sebagai hiasan pada dinding rumah.

6. Kapak Papua

Senjata Tradisional Papua

Papuanews,org

Kapak adalah senjata tradisional dari Papua Barat ini merupakan ikon wilayah Irian Jaya, dimana masih banyak masyarakat yang menggunakan alat ini dalam aktivitas sehari-hari. Kapak ini disebut “Jee Jugum” oleh masyarakat Irian Jaya. Merakit senjata tradisional ini sangat mudah dengan mengikatkan batu ke pohon yang nantinya akan dijadikan sebagai pegangan pegangan.

Pada zaman dahulu, orang Papua menggunakan kapak batu sebagai alat untuk menebang pohon dan membuat sagu. Namun praktek ini lambat laun ditinggalkan karena tidak efisien dan memakan banyak tenaga dan waktu. Pada dasarnya fungsi senjata tradisional Papua ini adalah sebagai alat pertahanan diri dalam pertempuran.

Namun seiring berjalannya waktu, semakin banyak orang yang menggunakan kapak ini sebagai alat untuk mengasah senjata dan memotong serta memecahkan kayu. Selain itu, bentuk kapak yang rata dan ramping membuat tugas menjadi lebih mudah bagi mereka yang melakukannya sendiri dengan membuat kapak sebagai alat untuk mengupas kulit kayu yang digunakan sebagai bahan untuk membangun rumah.

Orang di dalam Papua biasanya membuat senjata kapak dari batu tajam (kapak Batu) untuk memudahkan pekerjaan mereka. Dalam pembuatannya, batu diikat pada tongkat kayu dengan tali rotan yang berfungsi sebagai pegangan. Sangat mudah digunakan, cukup ketuk batu yang mengarah ke objek yang ingin dipotong.

Misalnya; kayu, daging, atau yang lainnya. Beberapa ahli budaya mengatakan bahwa penggunaan senjata ini meliputi: Sebagai alat untuk menebang pohon dan mendukung produksi sagu. Tidak hanya sebagai senjata, kapak batu dan istilah modern kapak batu menjadi barang mewah bagi suku Asmat, begitu pula bahan baku neftrit yang sulit didapat.

7. Senjata Pahat Papua

Senjata Tradisional Papua

Romadecade.org

Pahatan adalah senjata tradisional Papua dan memiliki kegunaan yang beragam, seperti untuk memotong rotan untuk menganyam, alat untuk menusuk pohon, dan alat darurat untuk menusuk musuh saat perang. Namun, sebagian besar fiturnya kini beralih ke alat yang digunakan di arena pertukangan.

Menurut sejarahnya, pahatan ini pada zaman dahulu adalah alat yang digunakan untuk memotong jari-jari keluarga almarhum. Sayangnya, budaya ini dilarang oleh pemerintah dan hanya bisa dijadikan alat industri. Proses pembuatan senjata tradisional Papua Barat ini tidak rumit. Untuk menambah kenyamanan, pengrajin biasanya menambahkan gulungan kayu tipis.

Sebagai salah satu senjata tradisional Papua, pahatan sangat terkait dengan budaya lokal. Kekuatan dan orisinalitas budaya dibawa oleh warisan turun temurun untuk mempertahankan identitas budaya Papua. Budaya Papua adalah salah satu warisan budaya Indonesia yang patut kita banggakan dan kita semua memiliki kewajiban untuk melestarikannya setiap saat.

8. Badik Kompilasi Papua

Senjata Tradisional Papua

Milenialjoss.com

Badik merupakan senjata tradisional suku Bugis Makassar dan menjadi senjata tradisional Papua setelah orang Papua mulai mengenal dunia luar. Kedengarannya aneh, bukan? Tapi itulah kenyataannya. Mungkin senjata ini sudah ada sejak Kerajaan Sulawesi. Senjata Badik berbentuk seperti pisau pendek.

Menurut mitologi, badik dianggap memiliki khasiat yang diketahui dari gaya dan guratan badik, dan digunakan untuk memiliki goresan seperti daun padi yang disebut pamorolecoase. Pamorolecoase ini dikatakan memiliki khasiat untuk menyuburkan tanaman bila petani mendatangkan teman saat menabur benih atau menanam tanaman.

Pamorolecoase juga dipercaya bahwa pemiliknya dapat mengubah sikapnya menjadi seorang pejuang spiritual, tetapi dengan sedikit keberuntungan dan bahkan pasangan. Orang Papua percaya bahwa senjata Badik memiliki nilai dan makna tertentu. Di Papua sendiri, Badik selalu menjadi senjata tradisional yang digunakan dalam pertempuran dan pertempuran.

Itulah daftar senjata tradisional Papua yang perlu kita ketahui. Selain terkenal dengan senjata-senjata tradisionalnya yang unik, Papua memiliki beragam budaya dan keindahan alam yang menakjubkan. Jika Grameds tertarik dengan hal-hal yang berkaitan dengan Papua, kamu bisa membaca koleksi buku terkait di www.gramedia.com. Sebagai #SahabatTanpaBatas, Gramedia akan selalu memberikan produk-produk terbaik, agar kamu bisa memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Penulis: Lala



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien