Business

Preloved Artinya : Tujuan, Manfaat, Perbedaan dengan Barang Bekas

Written by Umam

Preloved Artinya – Belakangan ini, banyak anak muda yang tengah menggandrungi bisnis preloved. Bisnis preloved ini sendiri dianggap sangat cocok untuk para anak muda yang menyukai barang dengan brand ternama, baik di Indonesia maupun di dunia internasional.

Selain itu, preloved bisa dikatakan sebagai bisnis yang memiliki prospek yang bagus di masa yang akan datang. Sebagai bisnis yang menjanjikan, preloved ternyata tidak membutuhkan modal yang besar. Barang preloved bisa jadi dapat dijual dengan nilai yang cukup tinggi dan tentu banyak disukai karena kualitas yang baik.

Namun, apa sebenarnya preloved itu? Pada artikel ini, kita akan membahas secara mendalam mengenai pertanyaan preloved adalah. Tidak hanya itu, akan dijelaskan juga tentang perbedaan antara preloved dengan barang bekas dan cara memulai bisnis tersebut. Yuk simak ulasan selengkapnya!

A. Preloved Artinya

Preloved pada dasarnya bisa diartikan sebagai barang bekas yang memiliki kualitas baik. Awalnya, preloved sendiri sering kali dipakai sebagai penyebutan untuk berbagai jenis barang yang sudah pernah digunakan dan berpindah tangan kepemilikan. Preloved sendiri pada akhirnya bisa dijual maupun dibagikan secara cuma-cuma kepada orang lain.

Seiring perkembangan teknologi dan informasi yang semakin pesar, preloved merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut berbagai jenis barang bekas yang masih memiliki kualitas yang bagus. Hal ini pun pada akhirnya menjadi bisnis yang memperjualbelikan barang bekas tetapi bagus dengan harga yang lebih murah tentunya.

Dalam bisnis preloved, beberapa jenis barang yang sering dijual biasanya merupakan barang bekas yang diproduksi dari brand terkenal. Beberapa jenis barang yang bisa dikategorikan preloved sendiri antara lain seperti, tas, pakaian, sepatu, aksesoris, dan berbagai jenis benda yang memiliki nilai lainnya.

Hanya saja, seiring berjalannya waktu, bisnis preloved semakin fleksibel. Maksud fleksibel dapat dipahami bukan untuk barang bekas tertentu saja, melainkan juga berbagai jenis barang yang lain, misalnya saja seperti alat elektronik, peralatan masak, bahkan juga make up.

Seperti yang sudah disinggung di atas, bisnis preloved bisa digolongkan sebagai jenis bisni yang tidak terlalu membutuhkan modal dalam nilai yang tinggi. Bahkan, bisnis preloved bisa jadi tidak terlalu membutuhkan modal sama sekali. Seseorang yang ingin memulai bisnis preloved hanya perlu menemukan berbagai barang bekas yang masih dalam kondisi bagus atau setidaknya masih layak untuk digunakan.

B. Keuntungan Membeli Barang Preloved

Setelah mengetahui pengertian dari preloved, pada bagian ini akan dijelaskan tentang berbagai keuntungan yang bisa kamu dapatkan dari membeli barang preloved. Membeli barang preloved tentu saja tidak hanya menghemat uang, maka dari itu ada beberapa keuntungan dari membeli barang preloved. Beberapa keuntungan tersebut antara lain sebagai berikut:

1. Harganya lebih terjangkau dari barang baru

Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, bahwa pada saat kamu membeli barang preloved, maka kamu akan mendapatkan keuntungan berupa harga yang lebih terjangkau dari barang yang baru. Tidak hanya menghemat lebih banyak uang, kamu juga bisa memiliki barang yang berkualitas bagus dengan harga yang bisa lebih murah, bahkan sampai 50% atau bisa jadi lebih.

2. Kualitas masih bagus

Setelah mendapatkan harga yang lebih murah, kamu juga bisa mendapatkan keuntungan berupa barang yang memiliki kualitas bagus. Meskipun ada kemungkinan barang yang telah kamu beli sudah pernah digunakan oleh orang lain, namun fungsi dan kualitas barang yang masuk dalam kategori preloved bisa dikatakan tetap bagus.

3. Ramah lingkungan

Keuntungan dari membeli barang preloved berikutnya adalah ramah lingkungan. Aktivitas membeli barang preloved akan sangat mendukung upaya pelestarian lingkungan. Dengan membeli barang preloved, maka kamu akan turut berkontribusi dalam mengurangi sampah dan menjaga kestabilan lingkungan di bumi. Pada saat kamu membeli barang preloved, maka kamu bisa memperpanjang usia dari barang tersebut. Sementara, apabila barang tersebut dibuang begitu saja akan sangat berpotensi untuk menjadi sampah dan mengotori lingkungan.

Apalagi dalam industri fashion, banyak sekali bahan dasar yang digunakan berasal dari alam, mulai dari kulit hewan, pohon, dan masih banyak lagi. Tidak hanya itu, dengan membeli barang preloved, kamu juga semakin berkontribusi dalam mengurangi limbah tekstil yang bisa menimbulkan dampak besar bagi lingkungan. Sampah tekstil ternyata masuk dalam kategori sampah yang susah terurai di alam dan perlu waktu hingga puluhan bahkan ratusan tahun lamanya.

4. Barang bermerek

Keuntungan yang lain dari membeli barang preloved sudah pasti adalah bisa mendapatkan berbagai jenis barang dari brand atau merek terkenal. Tentu saja, mendapatkan barang bermerek tidaklah mudah, perlu kesabaran yang cukup tinggi untuk mendapatkan barang bermerek yang diinginkan.

Hal ini dikarenakan, orang akan menjual barang yang dimilikinya pada saat lebih dari satu tahun setelah barang tersebut keluar di pasaran. Atau, bisa jadi barang yang sudah dibeli ditemukan suatu masalah. Dengan dana yang digunakan untuk membeli barang baru, kamu bisa mendapatkan barang preloved lebih banyak tentunya.

5. Ikut Membantu Orang lain

Keuntungan selanjutnya dari membeli barang preloved adalah ikut membantu orang lain. Maksud dari hal ini adalah pada saat kamu membeli barang bekas preloved, tentu kamu membeli barang tersebut dari perorangan, bukan dari sebuah perusahaan. Hal ini akan membuat dana yang harus untuk perusahaan sebagai pemodal besar bisa diberikan kepada orang yang memiliki modal lebih kecil. Tidak hanya itu, barang preloved yang diperjualbelikan beberapa kali diselenggarakan untuk acara bazar amal sehingga akan semakin memiliki nilai manfaat untuk membantu lebih banyak orang.

6. Merasakan Sensasi Berburu

Keuntungan terakhir dari membeli barang preloved adalah merasakan sensasi berburu. Pada saat ingin suatu barang dengan merek tertentu, kamu tentu harus melakukan perburuan untuk mendapatkan barang yang diinginkan. Hal ini disebabkan barang preloved tidak memiliki persediaan yang cukup banyak sehingga terkadang harus melakukan pemesanan terlebih dahulu. Bisa jadi, kamu bahkan akan mencari jenis barang yang kamu inginkan di berbagai situs atau lapak di internet.

C. Perbedaaan Preloved dan Barang Bekas

Bisnis preloved merupakan salah satu bisnis yang bisa jadi memberikan keuntungan yang cukup besar. Maka dari itu, ada banyak sekali orang yang mulai menjajakan berbagai jenis barang bekas tertentu, baik secara online maupun secara offline. Namun, apa sebenarnya perbedaan antara preloved dengan barang bekas?

Seiring dengan populernya preloved, belakangan ini juga banyak sekali orang yang sedang gandrung dengan kegiatan thrift atau thrifting. Tentu kalian sudah sering mendengar istilah ini, hanya saja preloved dan thrift ternyata memiliki makna yang cukup berbeda. Meskipun sama-sama bermakna menjual barang bekas, tetapi keduanya memiliki konsep yang berbeda.

gramedia digital

gramedia digital

Berlangganan Gramedia Digital

Baca SEMUA koleksi buku, novel terbaru, majalah dan koran yang ada di Gramedia Digital SEPUASNYA. Konten dapat diakses melalui 2 perangkat yang berbeda.

Rp. 89.000 / Bulan

gramedia digital

Preloved sendiri lebih identik dengan kegiatan jual beli untuk beberapa jenis barang yang memiliki nilai personal. Barang bekas dari preloved merupakan barang yang dipakai secara pribadi. Barang ini bisa jadi berasal dari brand dari luar Indonesia, atau bisa juga dari Indonesia sendiri.

Sementara itu, thrift merupakan kegiatan jual beli yang identik dengan berbagai jenis barang bekas yang sengaja dikumpulkan oleh suatu pihak dari berbagai sumber untuk dijual kembali. Tak heran apabila barang yang dijual dalam thrift kerap kali tidak pernah dipakai sendiri oleh penjualnya.

Meskipun banyak orang yang menganggap bahwa preloved dianggap sama dengan thrift atau barang bekas. Namun, keduanya memiliki konsep yang berbeda. Nah, berikut ini adalah pembahasan secara lengkap tentang perbedaan antara preloved dengan barang bekas, di antaranya yaitu:

1. Kualitas Lebih Terjamin

Perbedaan pertama antara barang preloved dengan barang bekas terletak pada kualitasnya. Sudah menjadi fakta yang umum bahwa tidak semua barang bekas memiliki kualitas yang bagus. Maka dari itu, seseorang yang ingin mencari barang bekas perlu memiliki kejelian yang cukup tinggi untuk memilih barang bekas yang memiliki nilai atau tidak.

Sedangkan, berbagai jenis barang yang bisa dikatakan masuk dalam kategori barang preloved yakni memiliki kualitas yang lebih bagus. Hal ini tentu berbeda dengan barang bekas yang masih perlu kejelian dalam memilih. Sebagian besar barang preloved diketahui pernah menjadi barang favorit dari pemilik sebelumnya.

2. Tempat Menjual Lebih Beragam

banner-promo-gramedia-ilana-tan

Perbedaan kedua antara barang bekas dan preloved yakni dapat dilihat dari tempat menjualnya. Hampir kebanyakan barang bekas umumnya dijual di pasar tradisional atau lapak pinggir jalan. Sementara itu, beberapa barang preloved dapat kita temukan dengan mudah di toko pribadi atau bahkan toko online di media sosial maupun internet. Sampai saat ini, banyak ditemukan toko online yang menjual berbagai jenis barang preloved.

3. Pemakaian dari Pemilik Sebelumnya

Perbedaan selanjutnya antara barang preloved dengan barang bekas yaitu pada pemakaian dari pemilik sebelumnya. Meskipun keduanya merupakan barang yang pernah dipakai oleh pemiliknya sebelumnya, hanya saja perbedaan antara barang preloved dengan barang bekas bisa ditemukan dengan mudah.

Bagi kamu yang ingin mencari barang preloved, perlu kamu tahu bahwa sebagian besar barang preloved belum tentu pernah digunakan oleh pemilik sebelumnya. Misalnya saja, bagi seseorang yang pernah membeli pakaian atau sepatu tertentu, tetapi memiliki ukuran terlalu besar atau kecil pasti tidak pernah kamu pakai. Nah, barang tersebut yang dijual bisa dikatakan sebagai barang preloved.

Sedangkan, barang bekas bisa diartikan sebagai jenis barang yang pernah dibeli dan dipakai oleh pemilik sebelumnya, bahkan bisa jadi sudah pernah digunakan dalam kegiatan sehari-hari secara berulang-ulang. Barang yang sudah digunakan berulang kali dan sudah tidak terpakai lagi ini bisa dijual dengan harga yang lebih murah.

4. Barang Ternama dengan Harga Terjangkau

Perbedaan lainnya antara barang preloved dengan barang bekas adalah merek atau brand dari barang yang dijual. Sebagian besar barang bekas dijual tanpa memandang merek atau brand tertentu. Tak heran, apabila barang bekas yang dijual tersebut sudah tidak disukai lagi oleh pemilik sebelumnya.

Hal tersebut tentu berbeda dengan barang preloved. Barang preloved diketahui merupakan barang yang sebagian besar memiliki merek atau brand terkenal. Hanya saja dikarenakan banyak faktor, barang preloved dapat dijual dengan harga yang cukup terjangkau. Barang preloved biasanya menjadi solusi bagi beberapa orang yang ingin memiliki barang bermerek, namun dengan harga murah.

5. Kondisi Barang Lebih Bagus

Tidak semua barang-barang bekas yang ditawarkan memiliki kualitas atau kondisi yang bagus. Misalnya saja, seperti pakaian. Pada saat membeli barang bekas, bisa jadi kamu akan menemukan jahitan yang lepas, kancing yang hilang, warna yang memudar, bahkan juga ada warna lain akibat pakaian mengalami luntur saat dicuci.

Namun, barang preloved menawarkan kualitas yang berbeda. Kondisi barang preloved bisa lebih memiliki kondisi yang bagus karena selalu dirawat oleh pemiliknya. Selama ini, barang preloved jarang sekali ditemukan kecacatan seperti barang bekas. Barang preloved masih bisa memberikan kualitas dari merek barang tersebut.

6. Peminat Lebih Banyak

Mungkin banyak orang yang tidak menyangka bahwa barang preloved sudah lama diminati oleh berbagai kalangan tertentu. Sebagai barang yang masih memiliki kualitas atau kondisi yang bagus, barang preloved tentu lebih banyak diminati daripada barang bekas. Selain kualitas yang masih bagus, barang preloved juga lebih beragam apabila dibandingkan dengan barang bekas. Hal ini tidak hanya berlaku untuk pakaian, banyak orang bisa menemukan barang preloved yang tidak didapatkannya dari pasar barang bekas, misalnya saja seperti kosmetik, perlengkapan ibu dan bayi, atau bahkan mainan anak.

7. Salah Satu Bentuk Investasi

Perbedaan yang terakhir antara barang preloved dengan barang bekas yakni dari segi investasi. Perlu kamu ketahui bahwa barang preloved yang dijual kembali bisa menjadi salah satu bentuk investasi bagi beberapa orang. Hal ini tentu saja disebabkan karena sebagian besar produk preloved berasal dari merek ternama yang bisa jadi hanya diproduksi secara terbatas.

D. Prospek Bisnis Preloved

Setelah membahas tentang seluk beluk barang preloved, maka bisa dikatakan bisnis preloved dapat menjadi bisnis yang sangat menjanjikan. Hal ini tentu dikarenakan modal yang dibutuhkan untuk mendapatkan barang preloved terbilang lebih kecil daripada barang baru dari pabrik. Kamu akan mengeluarkan cukup tenaga pada saat melakukan pemilahan barang-barang yang masih layak pakai dan bisa dijual. Terlebih lagi bagi kamu yang menggunakan sosial media atau website, kamu perlu memfoto barang preloved dengan estetik agar menarik banyak pembeli.

Tidak hanya itu, memulai bisnis preloved juga akan sangat membantu untuk mengurangi berbagai barang yang tidak terpakai dan tertumpuk di rumah. Kamu tidak perlu membuang barang tersebut, kamu cukup menawarkannya kepada para pembeli. Selain itu, para pembeli juga akan sangat diuntungkan dengan bisnis preloved. Hal itu dikarenakan bisa mendapatkan barang dengan kualitas yang bagus tanpa harus mengeluarkan uang yang banyak.

E. Tips Bisnis Preloved

Dalam menjalankan bisnis preloved, hal pertama yang tentu harus kamu lakukan adalah dengan mengumpulkan berbagai jenis barang terlebih dahulu. Kamu dapat mencoba mengumpulkan berbagai barang seperti baju, sepatu, aksesoris, barang elektronik, peralatan dapur dan lain sebagainya. Kemudian, kamu dapat memeriksa kembali kualitas barang tersebut, apakah masih layak untuk dijual atau tidak.

Langkah selanjutnya, kamu dapat memfoto barang yang sudah selesai dipilah dengan dengan angle yang menarik. Hal ini dilakukan tentu untuk menarik perhatian calon pembeli nantinya. Bersamaan dengan melakukan foto, kamu bisa mematok harga yang sesuai untuk kondisi barang yang akan dijual. Kamu dapat mempertimbangkan harga barang di masa lampau atau merek dari barang tersebut untuk menentukan harga jualnya.

Setelah memiliki foto, harga, dan deskripsi dari barang, kamu bisa mulai memasaknya. Cara yang paling mudah menjual barang preloved adalah dengan membuat toko online, baik melalui website maupun sosial media.

Demikian adalah pembahasan tentang pengertian dari bisnis preloved, keuntungan membeli barang preloved, perbedaan barang preloved dengan barang bekas, hingga beberapa tips untuk memulai menjual barang preloved. Kunci utama yang perlu kamu miliki untuk berbisnis barang preloved adalah rajin mengumpulkan barang bekas dan jeli dalam melakukan pemilahan serta menentukan harga barang.

Rekomendasi Buku & Artikel Terkait

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien