IPA Sains dan Teknologi

8 Fakta Planet Neptunus, Ketahui Serba-Serbi Planet Neptunus

Serba-serbi, fun fact Neptunus
Written by M. Hardi

Serba-serbi, fun fact Neptunus – Bicara soal planet memang akan selalu mengasyikan apalagi setiap planet di tata surya memiliki fakta-fakta uniknya masing-masing. Begitu juga, planet Neptunus yang memiliki beberapa fakta unik. Untuk mengetahui setiap fakta unik yang ada pada Neptunus, kamu bisa simak artikel ini, Grameds.

Tentang Planet Neptunus

Planet Neptunus merupakan sebagai planet terjauh dari matahari. Neptunus juga satu-satunya planet di tata surya yang tidak dapat terlihat dengan mata telanjang. Planet ini juga pertama kali ditemukan pada tanggal 23 September 1846.

Sebelum ditemukan secara langsung, planet ini telah diprediksi dengan menggunakan perhitungan matematis yang dibuat oleh Urbain Le Verrier seorang ahli matematika yang berasal dari Prancis. Nama Neptunus sendiri diambil dari nama dewa laut dalam mitologi Romawi.

Diameter planet Neptunus diperkirakan mencapai 49.244 km atau sekitar empat kali lebih besar jika dibandingkan dari planet Bumi. Sementara itu, jarak rata-rata planet Neptunus terhadap matahari sendiri adalah 4,5 miliar kilometer atau 30 SA.

Cahaya matahari membutuhkan waktu 4 jam untuk sampai ke planet Neptunus. Neptunus berada sangat jauh dari matahari, sehingga saat tengah hari di planet ini tampak seperti senja yang redup. Satu hari di planet Neptunus sama dengan 16 jam berada di planet Bumi. Hal ini juga disebabkan planet ini sekali berputar pada sumbunya (dengan rotasi Neptunus) membutuhkan waktu 16 jam.

Sementara itu, planet Neptunus membutuhkan waktu kurang lebih 165 tahun untuk mengelilingi matahari dalam sekali putaran. Pada tahun 2011, Neptunus telah menyelesaikan orbit 165 tahun pertamanya sejak penemuannya di tahun 1846.

Terkadang, posisi Neptunus bahkan lebih jauh dari matahari jika dibandingkan dengan planet kerdil Pluto. Orbit Pluto sendiri sangat eksentrik serta berbentuk oval dan membawanya ke dalam orbit Neptunus selama 20 tahun setiap 248 tahun.

Namun, Planet Pluto tak akan pernah dapat menabrak Neptunus. Hal ini dikarenakan untuk setiap tiga putaran Neptunus saat mengelilingi matahari, Pluto akan membuat dua putaran. Orbit Pluto sendiri lebih dekat dari orbit Neptunus selama 20 tahun setiap 248 tahun. Sumbu rotasi Neptunus yang miring 28 derajat terhadap bidang orbitnya yang mengelilingi matahari, sangat mirip dengan kemiringan sumbu Mars dan Bumi.

Hal ini menyebabkan Neptunus mengalami musim-musim yang hampir sama seperti yang dialami di Bumi. Namun, masing-masing dari empat musim di planet ini kemudian berlangsung selama lebih dari 40 tahun. Neptunus juga menjadi salah satu raksasa es di tata surya yang hampir sama dengan Uranus.

Sebagian besar massa planet Neptunus sendiri terdiri dari cairan padat panas serta terdiri dari bahan-bahan “es” seperti air, metana, serta ammonia yang berada di atas inti kecil berbatu. Dari planet raksasa lainnya, Neptunus merupakan yang terpadat.

Para ilmuwan juga mengira mungkin terdapat lautan air super panas di bagian bawah awan dingin Neptunus. Neptunus juga tidak memiliki permukaan yang padat dan inti Neptunus sendiri terdiri dari besi, nikel, dan silikat, dengan massa sekitar 1,2 kali massa Bumi.

Tekanan di inti Neptunus sendiri diperkirakan jutaan kali lebih besar jika dibandingkan dengan tekanan di permukaan Bumi. Suhu di inti planet ini sendiri dapat mencapai 5.400 K. Atmosfer Neptunus sebagian besar terdiri dari hidrogen serta helium dengan sedikit metana.

Seperti pada planet Uranus, penyerapan cahaya merah oleh metana di atmosfer adalah bagian yang memberikan Neptunus warna biru. Namun, warna biru langit cerah pada Neptunus berbeda dengan warna biru kehijauan Uranus. Hal ini dapat terjadi karena zat metana atmosfer Neptunus sama halnya seperti Uranus, diperkirakan terdapat komponen yang tidak dikenal diduga turut berkontribusi pada warna Neptunus.

Neptunus merupakan planet paling berangin di tata surya. Meskipun jaraknya sangat jauh dan masukan energinya juga sangat rendah dari matahari, tetapi angin Neptunus dapat tiga kali lebih kuat dari Jupiter dan sembilan kali lebih kuat dari Bumi. Angin ini juga membawa awan metana beku ke seluruh planet dengan kecepatan lebih dari 2.000 kilometer per jam.

Bahkan, angin paling kuat di Bumi sendiri hanya mencapai sekitar 400 kilometer per jam. Planet Neptunus diketahui memiliki 14 satelit. Satelit terbesar Neptunus, Triton, yang ditemukan pada 10 Oktober 1846, hanya 17 hari setelah planet Neptunus ditemukan. Neptunus setidaknya memiliki lima cincin utama yang diberi nama Galle, Leverrier, Lassell, Arago, dan Adams. Cincin ini juga diperkirakan relatif muda serta berumur lebih pendek.

Fakta-Fakta Planet Neptunus

Serba-serbi, fun fact planet Neptunus

Sumber: Pixabay

Planet Neptunus sebagai salah satu planet yang juga dijuluki planet biru selain bumi. Planet ini juga disebut sebagai planet yang membuat masalah karena ia menanggung orbit dari planet yang berada disekitarnya.

Planet ini juga memiliki medan gravitasi sebesar 11,15 m/s² dengan medan magnetnya sebesar 27 kali kekuatan medan magnet bumi. Dikarenakan memiliki kekuatan yang besar ini membuat Neptunus sering mengganggu planet yang berada di dekatnya, yaitu Uranus.

Dahulu juga diperkirakan terdapat sebuah bulan besar Planet Neptunus yang diperkirakan merupakan sebuah planet kecil dan dapat mengorbit matahari di dekat neptunus. Bulan ini disebut juga dengan Triton. Planet Neptunus berada di letak terjauh jika dibandingkan dari matahari.

Selain itu, planet ini juga memiliki nama yang berasal dari nama Dewa Laut Romawi. Memiliki diameter terbesar keempat pada massa tata surya. Berikut dibawah ini adalah fun fact mengenai Neptunus yang perlu kamu ketahui:

1. Diambil dari nama Romawi Kuno

Nama Neptunus ini diambil dari nama Dewa Laut Romawi yang menggunakan nama sama. Pada awalnya, planet ini diberi nama Le Verrier. Nama ini diambil dari Jean Joseph Le Verrier sebagai seorang astronom yang pertama kali menemukan planet ini. Kemudian, nama ini diubah menjadi Dewa Neptunus karena memiliki warna baru seperti warna lautan dan nama ini juga dipercayakan dalam Romawi Kuno.

2. Ditemukan Secara Tidak Sengaja

Neptunus memiliki lokasi yang sangat jauh dari matahari dan bumi. Selain itu, keberadaannya juga sangat sulit ditemui di malam hari.

Galileo, sebagai orang yang pertama melihat planet ini. Pada mulanya, ia pun menganggap Neptunus sebagai bintang dan bukan sebuah planet. Keberadaan planet ini ditemukan oleh para ilmuwan yang tengah memperhatikan orbit Uranus yang tidak beraturan.

Hal inilah yang pada akhirnya menimbulkan berbagai spekulasi bahwa terdapat planet lain yang sedang berusaha menarik Uranus agar kemudian dapat lebih dekat dengannya. Tak berlangsung lama, spekulasi ini ternyata menjadi kenyataan yang akhirnya Neptunus pun ditemukan oleh para ilmuwan pada tahun 1846.

3. Mempunyai Usia yang Sama dengan Matahari

Fakta menarik lainnya ialah pada usianya. Planet Neptunus memiliki usia yang lebih tua jika dibandingkan dengan bumi, yaitu berusia 1 miliar tahun lebih tua dari planet bumi. Bumi sendiri sebagai tempat tinggal dari umat manusia kemudian memiliki usia sekitar 4,5 miliar tahun, sementara pada planet Neptunus berusia sekitar 5,5 miliar tahun. Dengan kata lain, planet ini kemudian memiliki usia yang hampir sama dengan usia matahari.

4. Planet Terjauh dan Terlama

Neptunus termasuk ke dalam planet yang letaknya berada paling ujung dari tata surya. Sebelumnya, ada Pluto yang sempat disebut sebagai planet terjauh. Namun, pada tahun 2006, International Astronomical Union akhirnya menetapkan bahwa Pluto bukan merupakan planet terkecil. Karena hal inilah akhirnya membuat Neptunus ditetapkan sebagai planet yang memiliki letak terjauh dalam tata surya.

Selain itu, planet ini juga merupakan planet yang lebih lambat (dalam pergerakannya) jika dibandingkan dengan planet lainnya. Hal ini juga karena planet ini dalam sekali orbit membutuhkan waktu sekitar 164,8 tahun pada waktu bumi.

5. Planet Biru

Tidak hanya bumi, planet Neptunus juga memiliki julukan sebagai “planet biru” karena memiliki atmosfer yang terdiri dari helium serta hidrogen. Atmosfer yang berada di Neptunus juga terdiri atas metana, ammonia, air serta es. Kandungan metana ini juga membuat Neptunus menjadi planet dengan warna biru. Selain itu, susunan atmosfer serta lautan juga menutupi sekitar 70% permukaan planet ini.

6. Selalu Menyebabkan Masalah

Planet Neptunus ini juga kerap disebut sebagai planet yang selalu menyebabkan masalah. Hal ini karena planet ini kerap dapat menarik salah satu satelit alami Triton agar dapat mendekat pada permukaan planet ini. Selain itu, hal Ini sendiri diakibatkan karena Neptunus merupakan planet kedua yang mempunyai daya gravitasi yang kuat setelah Jupiter. Oleh sebab itu, tak heran jika planet ini diberi julukan sebagai Si planet “Pembuat Masalah.”

7. Memiliki Badai yang Menakutkan

Badai sebagai salah satu fenomena alam yang dapat mengakibatkan banyak kerugian. Tak hanya di Bumi, tetapi juga di Neptunus . Di planet Neptunus ternyata juga memiliki badai serta badai yang terjadi sangat kuat dan menakutkan jika dibandingkan dengan badai yang terjadi di Bumi.

Badai yang terdapat di Neptunus sendiri pertama kalinya ditemukan oleh Voyager 2 pada tahun 1989 secara khusus untuk kemudian meneliti planet ini lebih dalam. Voyager 2 juga menemukan fakta bahwa terdapat dua dark spots ataupun titik biru gelap yang diketahui sebagai badai besar yang pernah terjadi di Neptunus. Salah satu dari badai ini sendiri memiliki ukuran sebesar bumi serta memiliki angin yang kencang dengan kecepatan 1.340 km per detik.

8. Hujan Berlian

Tak seperti di Bumi, hujan yang terjadi di Planet Neptunus merupakan hujan berlian. Hal itu sendiri diketahui dari penelitian yang dilakukan oleh tim ilmuwan internasional dengan menggunakan laser sinar X Linac Coherent Light Sources (LCLS) dari Linac National Accelerator Laboratory SLAC.

Lewat penelitian juga mereka menemukan bahwa material karbon yang melimpah di Neptunus secara langsung dan bertransisi menjadi hujan berlian. Proses ini kemudian diuji coba oleh ilmuwan dengan eksperimennya. Dalam percobaan ini, mereka juga menemukan bahwa ketika karbon dikompresi menjadi berlian, atom yang tersisa ini terpecah menjadi hidrogen, sehingga praktis tak menyisakan karbon sedikitpun. Dengan kata lain, seluruh karbon ini kemudian telah berubah menjadi berlian.

Kamu bisa juga mencari berbagai macam buku tentang antariksa di gramedia.com. Untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berkualitas dan original agar Grameds memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Buku-Buku Terkait Antariksa

National Geographic: Ensiklopedia Antariksa

ensiklopedia antariksa - planet Neptunus

National Geographic Ensiklopedia Antariksa merupakan buku referensi lengkap mengenai alam semesta dan segala yang terdapat di dalamnya. Citra galaksi dan benda-benda langit dalam buku ini berasal dari misi ruang angkasa terkini dan hasil pengamatan observatorium canggih dengan menggunakan teleskop inframerah dan sinar-X.

Buku ini juga menampilkan terobosan pemetaan planet-planet, satelit alami, dan lain-lain yang belum pernah ada sebelumnya. Pemetaan alam semesta terbaru ini, digabungkan dengan berbagai kisah penjelajahan antariksa yang memukau, serta hasil penelitian para ilmuwan membuat buku ini menjadi sumber pengetahuan paling lengkap tentang antariksa.

Antariksapedia

antariksapedia - planet Neptunus

Mari berwisata keliling tata surya dan menjelajahi berwisata keliling tata surya dan menjelajahi bintang-bintang dalam ensiklopedia alam semesta ini. Di dalamnya ada:

  • Tujuh puluh lebih ilustrasi memukau berbagai benda antariksa, termasuk planet-planet yang baru ditemukan.
  • Foto-foto luar biasa cincin Saturnus, bulan Jupiter, bintang-bintang di galaksi, dan banyak lagi.
  • Bacaan menarik berisi penjelasan yang jernih mengenai penemuan-penemuan terbaru dan terbesar dalam astronomi, dari zat gelap sampai wujud permukaan Mars.
  • Kunjungan ke 13 planet dalam tata surya kita
  • Urutan peristiwa sejarah penemuan bidang astronomi
  • Riwayat alam semesta dan tempat tinggal kita di dalamnya
  • Tips pengamatan bintang—termasuk lambang teropong yang menunjukkan cara dan arah mengamati pemandangan antariksa yang luar biasa.

Seri Edukasi Britannica: Antariksa

antariksa - planet neptunus

Roun dan Seulgi menjelajah antariksa bersama Prof. Orion. Mereka pergi ke luar angkasa untuk belajar mengenai antariksa. Mereka pergi hingga ujung Sabuk Kuiper dan Awan Oort. Banyak yang terjadi selama perjalanan mereka. Mereka juga hampir tersedot masuk ke dalam lubang hitam.

Mau tahu istilah-istilah antariksa? Yuk, baca buku ini. Seri edukasi Britannica ini berbentuk komik edukasi yang materi sainsnya diambil dari Ensiklopedia Britannica. Penjelasannya dibuat ringan dan jelas sehingga mudah sekali untuk dimengerti. Banyak disertakan foto/gambar penunjang. Dilengkapi infografis, rangkuman isi buku.

Ensiklopedia 4D Junior: Antariksa Menakjubkan (Incredible Space)

https://www.gramedia.com/products/ensiklopedia-4d-junior-antariksa-menakjubkan-incredible-space?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

SELAMAT DATANG DI BUKU 4D JUNIOR! Tahukah kau ada berapa planet yang ada di galaksi kita? Apa kau tahu apa itu galaksi? Jika belum, ayo jelajahi antariksa yang sangat luas ini dan temukan rahasia menakjubkan planet, satelit, bintang, dan benda-benda antariksa lain.

Dengan teknologi Augmented Reality (AR) di buku ini, kau dapat mengamati isi antariksa dari dekat. Dengarkan juga lagu-lagu yang dapat kamu temukan di aplikasinya, ya! Minta orang tua untuk mengunduh aplikasi gratis DEVAR, aktivasi bukunya, dan nikmati serunya menjelajahi antariksa sambil bernyanyi bersama!

Komik Sains Bocah Pintar: Tata Surya

https://www.gramedia.com/products/komik-sains-bocah-pintar-tata-surya?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

Alam Semesta ini sangat mengagumkan. Angkasa raya yang begitu besarnya, dengan taburan bintang, bulan, komet, dan benda-benda langit lainnya sungguh menarik untuk kita pelajari. Matahari yang kelihatannya hanya sebesar bola sepak ternyata jauh lebih besar dibandingkan dengan bumi yang kita pijak! Kok bisa ya…?

Semua bintang yang terlihat di langit malam adalah anggota galaksi Bimasakti. Semua tampak kecil karena letaknya yang sangat jauh dari Bumi. Bintang yang letaknya paling dekat dengan Bumi adalah Matahari; jarak rata-ratanya 149.600.000 km. Dengan jarak itu cahaya Matahari membutuhkan waktu 8,3 menit untuk sampai ke permukaan Bumi.

Matahari bukanlah bintang tunggal, dia punya tetangga, lho! Bintang terdekat dengan Matahari adalah Proxima Centauri; jaraknya 4,423 tahun cahaya dari Bumi. Ini berarti bahwa cahaya yang meninggalkan Proxima Centauri baru akan sampai ke Bumi setelah 4,243 tahun kemudian. Bintang berekor, bintang jatuh, satelit, meteor, semua ada di tata surya kita. Bulan yang kita lihat di malam hari, tidak memiliki sumber cahaya. Kenapa bisa begitu? Kenapa juga meteor bisa jatuh menghujam Bumi?

Kita bisa belajar tentang tata surya. Misalnya, partikel apa saja yang menyusun matahari. Partikel apa saja yang menyusun planet-planet dan benda langit lainnya. Penasaran kan… yuk baca dan simak komik sains ini! Semoga menambah pengetahuan dan tetap semangat belajar meraih cita-cita.

Demikian pembahasan tentang serba-serbi, fun fact Neptunus. Jika grameds ingin mencari buku antariksa bisa mencari bukunya di Gramedia.com. Gramedia selalu memberikan produk terbaik, agar kamu memiliki informasi #LebihDenganMembaca. Semoga bermanfaat ya!

Penulis: Sofyan

Baca juga:



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien