Environment Geografi

5 Penyebab Pencemaran Air, Cegah dan Buat Lingkungan Air Lebih Baik!

Written by Rifda Arum

Penyebab Pencemaran Air – Keberadaan air adalah salah satu sumber daya alam yang sangat dibutuhkan oleh seluruh penduduk di bumi untuk kehidupan sehari-harinya. Sebut saja untuk mencuci, memasak, mandi, kebutuhan sanitasi, hingga keperluan industri.

Coba bayangkan apabila di planet ini, tidak ada air, tentu saja akan menyebabkan banyak malapetaka. Maka dari itu, keberadaan air itu sangat diperhitungkan dan dijaga oleh sebagian orang karena merupakan “harta” yang tak ternilai harganya.

Namun sayangnya, saat ini, permasalahan seputar air telah menjadi perhatian yang serius. Permasalahan tersebut salah satunya adalah pencemaran air yang biasanya dikarenakan oleh berbagai macam limbah hasil kegiatan manusia. Apabila air tersebut sudah tercemar, tentu saja akan berpengaruh pada kualitasnya sebagai komoditas utama dalam kehidupan ini.

Lalu, apa saja ya penyebab dari pencemaran air itu? Bagaimana dampak yang paling terlihat dari pencemaran air ini?

Supaya Grameds dapat memahami akan pencemaran lingkungan ini, yuk simak ulasan berikut ini!

Pengertian Pencemaran Air

Sebelum membahas mengenai apa saja penyebab dari pencemaran air itu, Grameds perlu mengetahui apa sih pengertian dari pencemaran air.

Pencemaran air adalah perubahan keadaan di tempat penampungan air, seperti sungai, danau, hingga lautan akibat adanya aktivitas manusia. Kita pasti sudah tahu bahwa air mempunyai banyak manfaat bagi kehidupan manusia, salah satunya adalah berpotensi sebagai objek wisata.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No 20/1990 tentang Pengendalian Pencemaran Air, juga mengemukakan definisi mengenai pencemaran air, yakni: “Pencemaran air adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan atau komponen lain ke dalam air oleh kegiatan manusia sehingga kualitas dari air tersebut turun hingga batas tertentu yang menyebabkan air tidak berguna lain sesuai dengan peruntukannya.” (Pasal 1 angka 2)

Akibat pencemaran air yang terus-menerus terjadi dan menyulitkan kehidupan manusia, tidak justru membuat pemerintah diam saja. Banyak upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah untuk mengendalikan pencemaran air ini, salah satunya dengan membuat peraturan mengenai pengelolaan lingkungan sekitar.

Salah satu aturannya termuat pada Peraturan Daerah Provinsi Bali No.4 Tahun 2005 mengenai Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup pada pasal 5, yang mengemukakan bahwa:

  1. Setiap orang harus memelihara kelestarian fungsi lingkungan hidup dengan upaya pencegahan, pengawasan, penanggulangan, dan pemulihan kualitas lingkungan akibat pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup.
  2. Setiap orang yang melakukan usaha yang mengandung potensi pencemaran dan/atau perusakan lingkungan harus memberikan informasi yang benar dan akurat mengenai pengendalian pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup.

Maka dari itu, upaya untuk mencegah pencemaran air itu tidak hanya dilakukan oleh pemerintah saja. tetapi juga seluruh masyarakat yang memanfaatkan keberadaan air di tempat penampungan air tersebut.

Beli Buku di Gramedia

5 Penyebab Pencemaran Air

Sebenarnya, penyebab terjadinya pencemaran lingkungan terutama pencemaran air itu tidak melulu dikarenakan oleh manusia saja, tetapi ternyata bisa karena lingkungan yang ada di sekitarnya.

Nah, secara umum, penyebab terjadinya pencemaran air itu adalah lima, yakni,

1. Sampah

Penyebab pertama dari terjadinya pencemaran air adalah karena adanya sampah yang mengandung senyawa organik dan menggenang di air. Sampah jenis ini biasanya berupa sampah industri makanan, sampah sisa rumah tangga, kotoran hewan hingga manusia.

Sampah-sampah sisa tersebut apabila dibuang  ke air, nantinya akan menyebabkan pencemaran hingga menimbulkan pelarutan, pengendapan, maupun pembentukan koloidal. Perlu diketahui, apabila sampah-sampah tersebut mengalami pelarutan dan pengendapan, tentu saja akan membuat warna air menjadi keruh.

2. Limbah Pabrik

Banyak sekali jenis industri pabrik yang menghasilkan limbah organik penyebab pencemaran air ini. Sebut saja ada limbah pabrik tekstil, limbah pabrik kertas, limbah pabrik cat, limbah pabrik farmasi, hingga limbah pabrik baja.

Industri-industri tersebut biasanya akan menghasilkan limbah organik yang berbau menyengat dan bahkan mengandung asam belerang. Jika limbah industri tersebut nantinya dibuang ke saluran air atau sungai tentu saja akan menimbulkan pencemaran air dan merusak ekosistem yang ada. Limbah ini biasanya mengandung virus atau bakteri.

Umumnya, limbah organik ini mengandung protein dan gugus amin, sehingga apabila didegradasi oleh mikroorganisme, nantinya akan terurai menjadi senyawa yang mudah menguap dan berbau busuk, misalnya NHვ.

Beli Buku di Gramedia

3. Senyawa Anorganik

Pencemaran air yang diakibatkan oleh senyawa anorganik, biasanya berupa logam. Hampir sama dengan penyebab sebelumnya, yakni kandungan yang sukar didegradasi atau “dicerna” oleh mikroorganisme.

Apalagi jika jenis limbah yang dibuang adalah mengandung raksa, timbal, dan kadmium yang mana tiga kandungan tersebut sangat berbahaya apabila tidak sengaja dikonsumsi oleh manusia.

Contoh paling nyata dari pencemaran air akibat limbah industri ini pernah terjadi di Minamata, Jepang. Para nelayan yang ada di sekitar teluk Minamata mengkonsumsi ikan yang ternyata airnya telah tercemar oleh raksa. Akibatnya, banyak korban berjatuhan dan mengalami kerusakan saraf yang disebut dengan penyakit Minamata. Lebih dari delapan puluh orang dinyatakan meninggal akibat pencemaran air tersebut.

4. Senyawa Organik

Pada senyawa organik ini dapat berupa pestisida, detergen, hingga limbah minyak. Kandungan zat kimia di dalamnya tentu saja dapat berbahaya apabila air tercemar tersebut dikonsumsi oleh manusia.

Kandungan zat kimia tersebut dikelompokkan menjadi:

  • Sabun (deterjen, sampo dan bahan pembersih lainnya)
  • Bahan pemberantas hama (insektisida)
  • Zat warna kimia
  • Zat radioaktif

Beli Buku di Gramedia

5. Endapan Tanah

Untuk penyebab pencemaran ini, biasanya karena adanya pengaruh dari lingkungan sekitar yang berupa tanah atau lumpur dari erosi. Terutama di sungai yang berdekatan dengan gunung meletus, pasti airnya akan tercemar oleh sisa-sisa material yang dikeluarkan oleh gunung tersebut.

Biasanya, warna air sungai akan menjadi keruh akibat adanya tanah atau lumpur yang masuk ke dalamnya. Tidak menutup kemungkinan juga bahwa nantinya, air sungai menjadi sulit untuk dipergunakan manusia dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Meskipun dari adanya fenomena alam seperti gunung meletus, badai, hingga gempa bumi juga menyebabkan pencemaran air, tetapi kenyataan di lapangan adalah kegiatan manusia yang paling dominan mencemarkan kualitas air.

Beli Buku di Gramedia

Parameter Kualitas Air

Untuk mengetahui bagaimana kualitas air yang ada di suatu tempat penampungan air itu perlu dilakukan adanya pengujian tertentu. Sehat atau tidaknya air di suatu daerah aliran sungai (DAS) itu dapat dilihat dari kualitas air tersebut.

Pengujian kualitas air tersebut, dapat dilakukan dengan tiga cara, yakni uji fisika, uji kimia, dan uji biologi.

Berdasarkan Uji Fisika

Dalam uji fisika ini, parameter yang digunakan adalah suhu, kecepatan arus, kecerahan, dan tinggi air. Pengukuran parameter fisika ini juga meliputi pengukuran atas benda padat yang ada di sekitar tempat penampungan air tersebut.

Berdasarkan Uji Kimia

Lalu, ada juga parameter kualitas air berdasarkan uji kimia, yang dikelompokkan menjadi kimia anorganik dan kimia organik. Pengujian secara kimia ini sangat penting untuk menentukan apakah air yang ada di tempat penampungan tersebut baik atau tidak baik untuk digunakan oleh manusia. Parameternya meliputi oksigen terlarut (DO), pH, amoniak, nitrat, nitrit, fosfor, kebutuhan oksigen biokimia (BOD), kebutuhan oksigen kimiawi (COD), dan lain-lain.

Berdasarkan Uji Biologi

Pengujian selanjutnya adalah berdasarkan biologi, yakni berhubungan dengan keberadaan populasi mikroorganisme akuatik di dalamnya. Indikator untuk melihat apakah air yang ada di tempat penampungan tersebut baik atau tidak untuk digunakan adalah berdasarkan jumlah koloni bakteri Fecal Coliform.

Bakteri coliform ini adalah mikroorganisme yang terdapat pada kotoran manusia maupun hewan. Sehingga, kehadiran bakteri ini di dalam air maka akan menunjukkan kemungkinan adanya bakteri patogen lainnya.

Beli Buku di Gramedia

Dampak Pencemaran Air Bagi Kehidupan

  • Proses fotosintesis tanaman yang ada di air juga ikut terganggu dan karena permukaan dasar air menjadi tertutup maka telur ikan bisa saja tidak dapat menetas.
  • Endapan sampah juga menghalangi sumber makanan ikan dan menghalangi datangnya sinar matahari.
  • Munculnya berbagai bibit penyakit yang berkembang di air dan dikonsumsi oleh manusia.
  • Kandungan zat berbahaya seperti timah, air raksa, hingga karbon dapat merusak organ tubuh manusia dan menyebabkan kanker.
  • Menyebabkan matinya biota kuno seperti plankton, ikan, hingga burung
  • Mengakibatkan mutasi sel kanker dan leukimia
  • Menurunnya oksigen terlarut di dalam air sehingga kehidupan di dalam air menjadi terganggu.
  • Penurunan kualitas air tanah.
  • Air malah dapat menjadi media untuk penyebaran penyakit.
  • Bau menyengat.

Beli Buku di Gramedia

Cara Menanggulangi Pencemaran Air

  1. Menempatkan daerah pabrik atau industri jauh dari pemukiman penduduk supaya limbahnya tidak terbuang di saluran air setempat.
  2. Pembuangan limbah industri harus diatur secara tepat supaya tidak mencemari ekosistem lingkungan.
  3. Memperluas gerakan penghijauan.
  4. Melakukan pengawasan terhadap penggunaan jenis-jenis pestisida dan zat kimia lain yang sekiranya dapat menimbulkan pencemaran.
  5. Menindak tegas pelaku pencemaran lingkungan.
  6. Melakukan sosialisasi guna meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah di sungai.
  7. Melakukan intensifikasi pertanian.
  8. Memberlakukan aturan dan hukuman tegas bagi masyarakat yang membuang sampah sembarangan, terutama di sungai.
  9. Mengontrol pemakaian pestisida.
  10. Mendaur ulang kotoran hewan untuk dijadikan pupuk kandang daripada dibuang di aliran sungai.

Beli Buku di Gramedia

Namun, dalam melakukan penanggulangan tersebut, tentu saja ada kendala-kendalanya, yakni berupa kurangnya kesadaran masyarakat untuk membuang sampah di tempatnya hingga kurangnya perhatian pemerintah terhadap adanya pencemaran lingkungan yang terjadi.

Nah, itulah penjelasan mengenai apa saja yang menyebabkan terjadinya pencemaran air dan cara menanggulanginya. Meskipun dalam upaya penanggulangan tersebut masih terdapat kendala, tetapi kita sebagai generasi masa depan tidak boleh mengabaikannya begitu saja ya… Grameds dapat mengurangi pencemaran air mulai dengan usaha kecil yakni dengan tidak membuang sampah di aliran sungai.

Rekomendasi Buku & Artikel Terkait

Sumber:

https://sumber.belajar.kemdikbud.go.id/

Artajaya, I Wayan Eka, dan Ni Kadek Felyanita Purnama Putri. (2021). Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Pencemaran Air di Sungai Bindu. Jurnal Hukum Saraswati, Vol.03, No.02.

Dadan, Rukandar. Pencemaran Air: Pengertian, Penyebab, dan Dampaknya.

Rosmeiliyana, R. (2021). TA: ANALISIS KUALITAS AIR DAN STRATEGI PENGENDALIAN PENCEMARAN SUNGAI CISANGKAN, KOTA CIMAHI (Doctoral dissertation, Institut Teknologi Nasional Bandung).

Warlina, L. (2004). Pencemaran air: sumber, dampak dan penanggulangannya. Institut Pertanian Bogor. Unpublised. 

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien