Sejarah

Teks Proklamasi: Sejarah Perumusan, Isi, Makna dan Contoh Penerapannya

sejarah teks proklamasi
Written by Ahmad

Teks Proklamasi: Ini Proses Perumusan, Isi, Perubahan, dan Makna Lengkapnya – Grameds pasti sudah tidak asing lagi dengan sejarah teks proklamasi kemerdekaan Indonesia. Kita sudah akrab dengan sejarah kemerdekaan mulai dari bangku sekolah dasar sampai bangku SMA.

Hal tersebut menunjukan bahwa sejarah teks proklamasi ini sakral bagi bangsa kita.Yang membuat teks proklamasi ini sakral ini adalah proses perumusan, isi, dan makna teks proklamasi yang menjadi bukti proklamasi Indonesia telah merdeka pada 17 Agustus 1945.

Kita semua tahu bahwa untuk merdeka, Indonesia menapaki jalan yang panjang dan terjal. Itulah sebabnya sebagai warga negara yang baik kita patut menghargai sejarah dan banyak belajar darinya. Agar dapat memaknai kemerdekaan kita saat ini, Grameds bisa belajar banyak hal dari sejarah teks proklamasi.

Teks proklamasi yang dibacakan Ir. Soekarno pada 17 Agustus 1945 itu bukanlah teks biasanya. Didalam teks tersebut ada peristiwa bermakna yang bisa kita pelajari. Teks proklamasi tersebut telah direncanakan sedemikian rupa oleh para pejuang bangsa sebelum 17 Agustus 1945 sah memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Berikut ini penjelasan tentang proses perumusan, isi, perubahan, dan makna teks proklamasi yang bisa Grameds belajar untuk memperdalam ilmu sejarah bangsa Indonesia.

A. Sejarah Teks Proklamasi

Perumusan teks proklamasi ini tentu melalui perjalanan yang panjang, mulai dari ide, beberapa perubahan, sampai pada akhirnya diketik dan disahkan oleh Ir.Soekarno dan Moh. Hatta saat itu. Perumusan teks proklamasi ini dimulai di kediaman Laksamana Maeda di Jalan Imam Bonjol No. 1 Jakarta.

Diatas meja makan Perwira Tinggi Angkatan Laut Jepang itulah Ir. Soekarno, Moh. Hatta, dan Ahmad Soebardjo berunding untuk menyusunnya. Perumusan teks tersebut disaksikan pula oleh Miyoshi, Sukarni, Sudiro, dan B.M. Diah.

Dalam teks tersebut membuat kalimat-kalimat pernyataan yang tegas dan mencerminkan harapan bangsa Indonesia untuk menjadi negara yang merdeka dan bebas menentukan nasibnya sendiri.

Kalimat pertama dalam teks proklamasi “Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia” adalah buah pikiran Ahmad Soebardjo. Kemudian kalimat terakhir dicetuskan oleh Moh. Hatta.

Setelah perumusan tersebut selesai, naskah tulisan soekarno tersebut diserahkan kepada Sayuti Melik untuk diketik. Ketikan teks proklamasi tersebut kemudian ditandatangani oleh Soekarno dan Hatta yang kemudian disebarluaskan ke seluruh negeri.

Sebelumnya sempat ada perdebatan antara siapa yang akan menandatangani teks proklamasi tersebut. Awalnya Ir. Soekarno mengusulkan agar semua yang hadir dan ikut andil dalam perumusan tersebut menandatangani teks proklamasinya tersebut sebagai wakil-wakil bangsa Indonesia.

Namun para pemuda, yakni Sukarni menentang usulan Ir.Soekarno dan menyarankan agar Soekarno dan Hatta saja yang menandatangani teks proklamasi tersebut. Akhirnya suara bulat Soekarno dan Hatta yang menandatangani teks tersebut sebagai wakil-wakil Bangsa Indonesia.

Tepat pada 17 Agustus 1945, Soekarno membacakan teks proklamasi tersebut di hadapan rakyat Indonesia dengan hikmat dan penuh haru. Pembacaan teks proklamasi tersebut juga diiringi dengan dikibarkannya bendera merah putih dan seruan lagu Indonesia Raya. Dari peristiwa inilah Indonesia resmi dan sah menjadi negara merdeka yang berdaulat.

Namun, banyak yang tidak mengetahui bagaimana berita proklamasi kemerdekaan RI dapat tersebar ke seluruh dunia, terutama Timur Tengah. Semunya bermula dari upaya yang dilakukan oleh M. Asad Shahab dan Arabian Press Board yang telah didirikannya yang secara lengkap dibahas pada buku Sang Penyebar Berita Proklamasi RI.

B. Isi Teks Proklamasi

Teks proklamasi yang dibacakan Soekarno tanggal 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur nomor 56 Jakarta ini berisi kalimat-kalimat yang sakral bagi Bangsa Indonesia. Dalam proses penyusunannya, isi teks proklamasi pada kalimat pertama “Kami Bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan bangsa Indonesia” adalah usulan Ahmad Soebardjo yang sebelum diganti adalah “Kami Rakyat Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan kami”.

Selanjutnya pada isi teks proklamasi di kalimat kedua juga mengalami perubahan. Awalnya kalimat kedua pada teks proklamasi adalah “Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain akan diselenggarakan dengan cara secermat-cermatnya serta dalam tempoh yang sesingkat-singkatnya” kemudian digabung dan disempurnakan oleh usulan Moh. Hatta menjadi “ secermat-cermatnya serta dalam tempoh” diubah menjadi “seksama dan dalam tempoh”.

Setelah melalui proses penyusunan oleh tiga tokoh tersebut akhirnya teks tersebut diserahkan kepada Sayuti Melik untuk diketik. Maka sekarang isi teks proklamasi yang sudah diperbarui dan kita etahui sampai saat ini adalah sebagai berikut:

sejarah teks proklamasi

PROKLAMASI

“Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia. Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan dan lain-lain diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnya.”

Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05.

gramedia digital

gramedia digital

Berlangganan Gramedia Digital

Baca SEMUA koleksi buku, novel terbaru, majalah dan koran yang ada di Gramedia Digital SEPUASNYA. Konten dapat diakses melalui 2 perangkat yang berbeda.

Rp. 89.000 / Bulan

gramedia digital

Atas Nama bangsa Indonesia

Soekarno/ Hatta

*Di ambil dari buku Undang-Undang Dasar 1945, Redaksi Pustaka Grhatama (2009:65)

Isi teks proklamasi di atas kemudian dibacakan oleh Ir. Soekarno yang menjadi tanda merdekanya bangsa Indonesia. Peristiwa inilah yang kemudian selalu kita rayakan setiap 17 Agustus sebagai hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Temukan berbagai peristiwa penting dalam sejarah Indonesia dalam buku Z1 Sma/Ma/Smk/Mak Kl.Xii Sejarah Indonesia K/13 Rev.2018 yang telah mencakup peristiwa dinamika perjalanan kehidupan berbangsa.

tombol beli buku

C. Perubahan Yang Terjadi Pada Teks Proklamasi

banner-promo-gramedia-ilana-tan

Perlu Grameds ketahui bahwa teks proklamasi tidak tersusun langsung jadi seperti yang kita temui saat ini. Saat diketik oleh Sayuti Melik, teks proklamasi masih mengalami beberapa perubahan. Misalnya perubahan pada penggunaan kata “tempoh” diubah menjadi “tempo” dan beberapa perubahan lainnya. Berikut ini perubahan-perubahan yang terjadi pada teks proklamasi:

  • Kata “Proklamasi” diubah menjadi kata “PROKLAMASI”
  • Kata “Hal2” diubah menjadi kata “Hal-hal”
  • Kata “tempoh” diubah menjadi kata “tempo”
  • Kata “Djakarta, 17-8-‘05” diubah menjadi kata “Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05”
  • Kata “Wakil2 bangsa Indonesia” diubah menjadi kata “Atas nama bangsa Indonesia” dan ditambahkan dengan nama “Soekarno / Hatta” di bagian bawah teks proklamasi
  • Teks Proklamasi yang ditulis Soekarno belum ditandatangani, namun setelah diketik oleh Sayuti Melik, teks tersebut ditandatangani oleh Soekarno dan Hatta

beli sekarang

D. Makna Teks Proklamasi dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Peristiwa bersejarah pembacaan teks proklamasi bukanlah hanya prosesi seremonial saja. Melainkan juga sebagai sumber semangat dan kekuatan untuk bagi bangsa Indonesia yang lebih besar. Cara bijak kita sebagai bangsa yang menghargai sejarah adalah berupaya untuk memaknai peristiwa sejarah tersebut.

Salah satu bentuk makna yang didapat dari peristiwa proklamasi kemerdekaan bangsa kita adalah kebebasan, terutama bebas dari penjajahan. Meskipun sekarang kita sudah merdeka, namun masyarakat Indonesia harus terus berjuang untuk mempertahankannya dari bentuk-bentuk ketidak bebasan lainnya. Berikut ini makna yang bisa kita ambil dari peristiwa bersejarah proklamasi kemerdekaan Indonesia:

1. Tonggak Sejarah Bangsa Indonesia

Peristiwa pembacaan teks proklamasi pada 17 Agustus 1945 lalu itu menjadi tonggak lahirnya bangsa Indonesia. Melalui peristiwa tersebutlah bangsa Indonesia berhasil bebas dari penjajahan dan lahir menjadi bangsa yang baru. Peristiwa bersejarah ini dapat menjadi pelajaran yang besar bagi bangsanya karena berhasil berjuang dari para penjajah yang sangat merugikan rakyat Indonesia pada saat itu.

2. Puncak Perjuangan Bangsa Indonesia Selama Berpuluh-puluh Tahun Lamanya

Disusunnya teks proklamasi adalah perjuangan besar para pahlawan kita untuk merdeka dari para penjajah, baik secara fisik maupun diplomasi. Bentuk perlawan untuk mencapai kemerdekaan tentu berlangsung lama dan dimulai dari ruang lingkup kecil terlebih dahulu.

Contohnya dari 20 Mei 1908 rakyat Indonesia sudah mulai melakukan perlawanan terhadap penjajah dalam lingkup kedaerahan sampai bergerak secara besar-besaran di setiap daerah. Setelah itu barulah perjuangan dilakukan secara nasional untuk menjadi bangsa yang merdeka.

3. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Adalah Informasi yang Harus Diketahui Seluruh Dunia

Untuk mencapai proklamasi kemerdekaan bukanlah hal yang mudah dan singkat bagi para pejuang saat itu melawan penjajah. Itulah sebabnya proklamasi kemerdekaan harus disebarkan, tidak hanya secara nasional saja namun juga mendunia.

Hal ini mencerminkan bahwa bangsa kita telah bebas dari belenggu penjajah dan siap menjadi bangsa yang berdaulat. Kedaulatan itulah yang perlu diakui oleh negara-negara lain bahwa Indonesia sudah merdeka dari kuasa negara lain dan siap menentukan hidupnya sendiri.

Mencapai proklamasi berarti bangsa Indonesia menunjukan pada dunia bahwa telah merdeka dan memiliki kedudukan yang sama dengan negara-negara lain untuk berdaulat. Itulah sebabnya posisi negara Indonesia sudah setara dengan negara-negara yang sudah merdeka.

4. Proklamasi Kemerdekaan Berarti Indonesia Siap Menjadi NKRI

Teks Proklamasi memuat semangat dan harapan bangsa Indonesia yang bersatu dalam satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Itulah yang menjadi tanda bahwa meskipun bangsa Indonesia memiliki beragam suku, agama, bahasa, dan daerah namun tetap dalam satu kesatuan yang utuh. Proklamasi ini lah yang membuat bangsa Indonesia berdaulat sebagai bangsa negara yang satu dan sikap saling bahu membahu untuk membangun bangsa.

5. Akan Mengalami Perubahan Tata Hukum dari Kolonial Menjadi tata Hukum Nasional

Proklamasi berarti juga menandakan bangsa tersebut telah memiliki tatanan hukum sendiri yang sudah terlepas dari penjajahan. Setelah merdeka Indonesia memiliki hak untuk mengubah tata hukumnya menjadi hukum nasional untuk membangun bangsanya sendiri.

Jika sebelumnya hukum dan peraturan di Indonesia ditentukan oleh bangsa asing yang justru membuat banyak masyarakat Indonesia sengsara. Maka setelah merdeka Indonesia memiliki hak dan kekuasaan penuh untuk merubah tata hukum agar rakyat lebih sejahtera.

6. Bangsa Indonesia telah Resmi Merdeka dan Setara dengan Kedudukan Negara Lain

Proklamasi inilah menjadi puncak perjuangan bangsa Indonesia untuk melanjutkan hidupnya kembali menjadi bangsa yang lebih sejahtera lagi. Dari peristiwa inilah bangsa Indonesia bisa memulai membangun bangsanya sendiri menjadi bengsa berdiri kuat tanpa negara lain menguasainya.

Itulah sebabnya banyak perubahan yang harus dilakukan Indonesia setelah merdeka misalnya mengubah mata uang, mengatur sistem pendidikan, ekonomi, dan sebagainya.

Temukan berbagai fakta menarik lainnya engenai berbagai peristiwa besar yang terjadi di Indonesia yang hingga saat ini masih dikenang dalam buku Atlas Sejarah Indonesia Dan Dunia.

tombol beli buku

7. Proklamasi Menjadi Jembatan Emas untuk Menuju Masyarakat yang Adil, Makmur dan Sejahtera

Dijajah selama bertahun-tahun bahkan berabad-abad tentu membuat rakyat Indonesia sangat menderita saat itu. Proklamasi dapat menjadi jembatan dan jalan bagi rakyat Indonesia untuk berubah kehidupannya menjadi lebih baik lagi dan mengakhiri penderitaan sebagai bangsa yang terjajah.

8. Membentuk Kesadaran Bahwa Kemerdekaan Adalah Hak Segala Bangsa

Berani berdaulat dan memperjuangkan kemerdekaan berarti berani pula memperjuangkan hak untuk menjadi bangsa yang lebih baik lagi.

9. Proklamasi Jadi Titik Awal Pembangunan Nasional Di Indonesia

Kemerdekaan membuat Indonesia harus membangun bangsanya dari awal dengan kekuatan sendiri. Jadi Proklamasi juga membuat bangsa Indonesia menyusun alat-alat kelengkapan negara agar menjadi negara yang kuat dan sejahtera.

Peristiwa bersejarah proklamasi kemerdekaan Indonesia memang sangat sakral bagi bangsa Indonesia. Untuk sampai menjadi negara seperti sekarang, Indonesia melalui jalan panjang yang tidak mudah.

Itulah sebabnya kita perlu memaknai sejarah ini dalam sikap dan tingkah laku kita sehari-hari. Jika kita mampu menjadi warga negara yang baik, itu artinya kita berhasil memaknai sejarah bangsa dan terus berusaha untuk membangun bangsa kita menjadi lebih baik lagi.

beli sekarang

E. Penerapan Proklamasi dalam Kehidupan Sehari-hari

Makna proklamasi di atas dapat kita cerminkan dalam sikap dan tingkah laku sebagai warga negara yang baik. Berikut ini cara kita bisa memaknai proklamasi kemerdekaan dan belajar dari sejarah bangsa kita sendiri.

  • Rajin belajar untuk mencapai cita-cita yang baik di masa depan
  • Menghormati orang lain dan menghargai perbedaan karena pada dasarnya Indonesia adalah bhineka
  • Memiliki Toleransi dan bertenggang rasa agar Indonesia lebih damai dan aman
  • Menaati Peraturan agar tercipta bangsa yang teratur dan aman
  • Senantiasa bersikap jujur dan adil, terutama jika berkaitan dengan kepentingan orang banyak. Hal ini memberi kita pelajaran untuk tidak korupsi dan merugikan orang lain, apalagi merugikan bangsa sendiri
  • Mengamalkan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari untuk menjaga keutuhan bengsa Indonesia
  • Mengutamakan kepentingan kelompok dibandingkan kepentingan diri sendiri. Memaknai kemerdekaan berarti kita merasa satu perjuangan untuk saling membantu dan saling tolong menolong
  • Turut terus menghormati jasa para pahlawan bangsa, misalnya dengan mengikuti upacara bendera pada 17 Agustus dengan hikmat
  • Memiliki motivasi atau semangat juang yang tinggi untuk memajukan bangsa. Misalnya berprestasi diberbagai bidang, mulai dari teknologi, budaya, dan sebagainya
  • Menjaga dan melestarikan budaya yang dimiliki bangsa sebagai bentuk rasa cinta dengan bangsa Indonesia. Misalnya memahami sejarah bangsa, mencintai produk lokal, dan sebagainya.

Nah, Itulah penjelasan tentang teks proklamasi, mulai dari proses perumusan, isi, perubahan, sampai makna yang bisa kita pelajari dari teks proklamasi tersebut. Jika sebelumnya Grameds belum sepenuhnya memaknai proklamasi kemerdekaan, sekarang waktunya kita menghargai sejarah dan banyak belajar darinya.

Sejarah kemerdekaan Indonesia tentu bukanlah proses yang singkat, namun banyak hal yang terjadi didalamnya. Jika Grameds ingin lebih mendalami lagi tentang sejarah kemerdekaan Indonesia Gramedia memiliki koleksi buku-buku sejarah yang recomended Untuk Grameds baca. Di laman www.gramedia.com Grameds akan menemukan buku-buku sejarah kemerdekaan Indonesia yang menarik untuk dibaca.

Teman-teman Grameds mungkin pernah mengalami kebosanan saat belajar sejarah di sekolah atau belajar di tempat lain dengan membaca buku pelajaran sejarah saja. Jika Grameds masih merasa demikian, maka wajib coba membaca buku Mencapai Indonesia Merdeka dan Panca Azimat Jilid I dan II.

Tidak hanya penjelasan yang kaku seperti di buku-buku pelajaran sejarah, dalam buku ini Grameds akan menemukan fakta-fakta menarik dalam proses sejarah Indonesia mencapai kemerdekaannya.

Misalnya seperti lewat buku Mencapai Indonesia Merdeka Grameds akan disuguhkan dengan pemikiran-pemikiran Ir. Soekarno yang hebat untuk berjuang mencapai kemerdekaan. Dalam buku Panca Azimat Revolusi jilid I dan II juga memberikan detail-detail sejarah Indonesia mencapai kemerdekaannya yang dapat memotivasi kita menjadi pribadi yang lebih baik. Jadi sekarang sudah saatnya kita membaca sejarah bangsa kita agar bisa belajar untuk menjadi bangsa yang lebih baik lagi. Selamat belajar #SahabatTanpabatas

Baca juga artikel terkait “Sejarah Proses Perumusan Teks Proklamasi” :

Buku Ekonomi
Buku Soekarno
Buku Sosiologi
Buku Geografi
Buku Ideologi Pancasila
Buku Sejarah Indonesia

Pengertian Sejarah
Daftar Pahlawan Revolusi
Daftar Pahlawan Nasional Indonesia
Organisasi Pergerakan Nasional
Sejarah Proklamasi Kemerdekaan RI
Sejarah Teks Proklamasi
Sejarah Pertempuran Surabaya
Sejarah Sumpah Pemuda
Tujuan PPKI dibentuk
Hasil Sidang PPKI Pertama

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien