Biografi

Penemu Lampu Pijar : Biografi dan Sejarahnya

penemu lampu pijar thomas alva edison
Written by Restu

Penemu Lampu Pijar – Dari zaman dahulu, manusia pasti membutuhkan yang namanya cahaya, karena untuk memberikan penerangan terhadap aktivitas sehari-hari. Perkembangan zaman yang semakin maju membuat penerangan yang berasal dari cahaya juga semakin maju. Penerangan cahaya yang alami berasal dari matahari, sedangkan penerangan cahaya buatan biasanya digunakan pada malam hari.

Penerangan cahaya buatan pada mulanya hanya berasal dari api saja, tetapi seiring dengan energi listrik yang terus berkembang, maka penerangan cahaya pada malam hari juga berkembang. Penerangan cahaya di malam hari biasanya berasal dari lampu.

Meskipun, saat ini lampu lebih sering digunakan oleh banyak orang di beberapa wilayah, tetapi terkadang sebagian orang masih menggunakan api sebagai sumber penerangan. Biasanya di zaman modern, penerangan dengan api dilakukan pada saat “mati lampu”, tidak adanya cahaya pada saat “mati lampu” membuat aktivitas terganggu. Bahkan, ketika “mati lampu” tak jarang kita akan tertabrak suatu benda ketika berjalan di dalam suatu ruangan. Baik cahaya yang berasal dari lampu atau yang berasal dari api, hingga saat ini masih dibutuhkan oleh manusia.

Lampu yang digunakan oleh banyak orang tidak muncul begitu saja atau bisa dibilang ada yang menemukan atau menciptakan lampu. Hampir setiap orang mengetahui siapa penemu lampu. Hal ini dikarenakan pelajarang tentang siapa penemu lampu sudah diajarkan sejak Sekolah Dasar (SD). Dengan mengetahui siapa penemu lampu, maka wawasan kita tentang lampu semakin bertambah.

Namun, kebanyakan orang hanya mengetahui sebatas nama penemu lampu saja, tetapi masih ada beberapa orang yang mengetahui biografi singkat dari penemu lampu. Bagi Grameds, yang ingin mengetahui lebih dalam tentang penemu lampu, membaca artikel ini menjadi salah satu caranya. Di bawah ini, akan dijelaskan lebih lanjut  tentang penemu lampu, simak artikel ini, Grameds.

Lampu Pijar

penemu lampu

pixabay

Lampu pijar merupakan sebuah penemuan yang dikembangkan oleh Thomas Alva Edison. Lampu pijar dapat diartikan sebagai salah sumber cahaya buatan yang baru bisa berfungsi (mengeluarkan cahaya) jika diberikan aliran listrik. Sementara itu, di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) lampu pijar adalah lampu yang memancarkan cahayanya dari kawat berpijar di dalam bola lampu, apabila mendapat arus listrik.

Lampu pijar terdiri dari filamen dan kaca. Kaca pada lampu pijar berfungsi untuk mencegah udara masuk ke dalam hingga mengenai filamen. Filamen yang dimasuki udara, maka akan rusak dan lampu menjadi tidak berfungsi atau tidak mengeluarkan cahaya. Filamen baru bisa berfungsi jika dialiri dengan arus listrik.

Lampu pijar yang dijual di berbagai toko memiliki bentuk yang sangat beragam serta tegangan (voltase) juga memiliki berbagai jenis, ada yang berukuran 1,25 volt hingga 300 volt. Semakin besar yang dibutuhkan oleh lampu pijar, maka cahaya lampu pijar akan semakin terang, begitu pun sebaliknya.

Bahkan, lampu pijar bukan hanya berfungsi sebagai penerangan saja, dalam beberapa kasusu, lampu pijar berfungsi sebagai penghangat ruangan atau meningkatkan suhu ruangan. Salah satu fungsi lampu pijar sebagai pemanas ruangan ketika diletakkan di dalam kandang ayam. Ayam akan terasa hangat ketika di malam hari, sehingga kesehatannya akan tetap terjaga.

Beli Buku di Gramedia

Mengenal Thomas Alva Edison, Sang Penemu Bola Lampu Pijar

Thomas Alva Edison adalah ilmuwan dunia yang memiliki peran dalam perkembangan lampu pijar yang di mana lampu pijar temuannya hingga saat ini manfaatnya dirasakan oleh banyak orang. Edison lahir di kota Milan Ohio, Amerika Serikat pada tanggal 11 Februari 1841. Ia adalah anak bungsu dari 7 bersaudara dan lahir dari keluarga yang sederhana.

Namun, Edison memiliki kelemahan pada pendengarannya, tetapi sang ibu sangat mencintainya. Hal ini ditunjukkan dengan kasih sayang yang diberikan ketika merawat Edison walaupun tubuhnya memiliki kelemahan. Terlebih lagi, Edison merupakan seorang anak yang suka mendengar nasihat dari orang tuanya.

Edison memang memiliki kelemahan pada indera pendengaran sejak berusia 12 tahun yang disebabkan karena penyakit demam yang pernah dideritanya sejak kecil. Edison selalu percaya bahwa dibalik kekurangan manusia, pasti Tuhan akan memberikan kelebihan pada hambanya. Maka dari itu, Edison tetap rendah diri dan selalu berharap mendapatkan hal-hal yang terbaik untuk dirinya.

Thomas Alva Edison sangat suka sekali membaca, hingga tak terhitung lagi berapa banyak buku yang sudah dibaca. Buku-buku yang sering dibacanya merupakan buku-buku tentang ilmu mesin. Bagi Edison, ilmu mesin ini selalu menjadi daya tarik tersendiri untuk dikembangkan karena mesin akan selalu mengalami perkembangan mengikuti perkembangan zaman.

Selain gemar membaca, ia juga sangat berharap agar bisa menjadi orang yang bisa bermanfaat bagi bangsa dan negara serta dapat membanggakan kedua orang tuanya. Keingintahuan tentang hal-hal baru membuat Edison mempelajari atau mendalami hal-hal baru tersebut.  Namun, pendidikan yang ditempuh oleh Edison sangat terbatas karena kondisi keluarga yang sangat sederhana, hingga membuat Edison terpaksa untuk berhenti melanjutkan pendidikan.

Bagi Edison, ilmu pengetahuan bisa didapatkan di mana saja tidak harus didapatkan di sekolah. Berkat konsep hidupnya itu, Edison mulai mencari ilmu di mana saja, hingga hampir waktu hidupnya tak bisa dilepaskan dari mencari ilmu pengetahuan. Bahkan, ia tumbuh menjadi pribadi yang tidak pantang menyerah. Ilmu pengetahuan yang ia dapatkan lebih sering berasal dari buku-buku yang dibacanya.

Kondisi keluarga yang jauh dari kata berkecukupan membuat Edison di usianya yang masih mudah membantu orang tua untuk mencari nafkah. Ia berjualan koran dan permen di sebuah stasiun demi mendapatkan penghasilan tambahan untuk mencukupi kehidupan sehari-hari. Di sela-sela berjualan, ia meluangkan waktunya untuk membaca buku.

Beli Buku di GramediaPerjalanan Karir

Seiring dengan bertambahnya usia, Thomas Alva Edison mulai mencari pekerjaan agar dirinya memiliki penghasilan dan bisa membantu atau meringankan biaya hidup orang tuanya. Edison mulai bekerja sebagai operator  telegraf. Ketika bekerja, Edison mengetahui menjalankan mesin telegraf. Pekerjaan menjadi operator telegraf ini dimanfaatkan oleh Edison untuk menambahkan ilmunya khususnya di bidang permesinan.

Telegraf bisa diibaratkan sebagai sebuah alat komunikasi yang dapat mengirimkan pesan kepada orang yang jauh. Pada masa itu, ketika ingin mengirimkan pesan lewat telegraf, masih menggunakan kode-kode morse. Dengan kata lain, penggunaan telegraf ini masih sangat manual. Maka dari itu, telegraf bisa diibaratkan seperti melakukan SMS, mengirim email, hingga mengirim chat. Namun, saat ini, telegraf hampir tidak lagi digunakan oleh manusia karena kalah bersaing dengan perkembangan teknologi.

Selama bekerja bertahun-tahun, Edison selalu mengamati cara kerja dari mesin telegraf secara detail. Selama bekerja di perusahaan telegraf, Edison selalu mengutamakan untuk memberikan hasil terbaik untuk dirinya dan perusahaan. Berkat kegigihannya ketika bekerja sebagai operator mesin telegraf dan keuletannya dalam menjalankan mesin telegraf, ia diangkat menjadi kepala mesin telegraf.

Mengembangkan Mesin Telegraf

Berkat hasil kerja kerasnya selama bekerja di perusahaan telegraf, Thomas Alva Edison mendapatkan banyak ilmu dari pekerjaan yang telah dilakukan. Hal penting yang didapatkan selama bekerja sebagai operator mesin telegraf adalah mengetahui cara kerja dari mesin telegraf. Dari ilmu yang didapatkan selama bekerja, ia manfaatkan untuk melakukan sebuah penelitian dan percobaan.

Edison yang sudah memahami cara kerja mesin telegraf, melakukan sebuah penemuan yang sangat penting. Penemuan itu berupa mesin telegraf yang dikembangkan. Edison melakukan penemuan ini karena ia merasa bahwa mesin telegraf sebelumnya masih memiliki beberapa kekurangan, sehingga Edison ingin sekali untuk membuat mesin telegraf lebih baik dari yang sebelumnya.

Penemuan mesin telegraf yang telah dikembangkan ini terjadi pada tahun 1870. Keingintahuan tentang berbagai macam hal baru akan selalu memberikan manfaat untuk diri Edison. Seiring dengan berjalannya waktu, Edison mulai merasa tidak ingin bekerja di bawah pimpinan atau bisa dibilang ingin sekali memiliki sebuah perusahaan agar bisa menjadi pemimpin. Selain itu, ia beranggapan bahwa menjadi karyawan pada suatu perusahaan bisa membuat pengetahuan yang ada di dalam dirinya tidak berkembang.

Lagi dan lagi, berkat sifat kerja kerasnya, Edison berhasil membangun sebuah perusahaan telegraf. Perusahaan telegrafnya ini digunakan oleh banyak orang di Amerika Serikat (pada masa itu). Hal yang lebih baik lagi adalah keuntungan dari hasil mesin telegraf ini, ia tabung untuk modal membangun perusahaan yang baru.

Dengan membangun perusahaan baru, maka Edison bisa mencoba berbagai macam hal yang baru terutama dalam hal penemuan. Di tahun 1869, Edison pindah New York, Amerika Serikat dan di kota itu, ia mulai mencoba hal-hal baru dan berharap dapat mengembangkan berbagai macam penemuan.

Kreasi Lampu Unik Dari Bahan Tak Terpakai

Beli Buku di GramediaMulai Tertarik Pada Kelistrikan

Thomas Alva Edison bekerja di perusahaan telegraf sebagai operator mesin sudah cukup lama dan di sana mendapatkan ilmu tentang cara kerja telegraf cukup banyak. Setelah mendapatkan ilmu tersebut, Edison mulai mengembangkan mesin telegraf milikinya. Berkat mesin telegraf yang telah dikembangkan, Edison mulai membangun sebuah perusahaan mesin telegraf. Bahkan, keuntungan dari mesin telegraf yang terjual, ia tabung demi mengembangkan usahanya.

Setelah berkecimpung di dunia mesin telegraf cukup lama, Edison mulai tertarik pada dunia kelistrikan setelah ia bertemu dengan Rutherford di Amerika Serikat. Dunia kelistrikan ini menjadi hal baru, sehingga perlu dipelajari lebih dalam oleh Edison. Ketika mempelajari ilmu kelistrikan, Edison mulai berpikir akan menemukan suatu hal yang bermanfaat untuk bangsa dan negara khususnya orang tuanya.

Di dalam pikirannya itu, Edison merasa tertantang bisa melakukan sebuah penemuan dari dunia kelistrikan ini. Salah satu hal yang membuat Edison tertantang untuk memiliki sebuah penemuan adalah adanya bola cahaya listrik. Pada dasarnya, di masa itu, penelitian dan percobaan tentang bola cahaya listrik sudah ditemukan oleh banyak ilmuwan. Namun, Edison masih beranggapan bahwa penemuan bola cahaya listrik sebelumnya masih memiliki beberapa kekurangan.

Melihat dari kekurangan akan benda yang telah ditemukan sebelumnya bisa dikatakan sebagai salah satu hal yang melatarbelakangi Edison untuk menciptakan sebuah penemuan. Hal ini sama dengan ketika ia mengembangkan mesin telegraf. Di awal-awal dunia kelistrikan mulai berkembang, di saat itulah Edison mulai mempelajari sekaligus mendalami ilmu kelistrikan.

Di masa itu, sebenarnya sudah ada ilmuwan yang mengembakan bola cahaya listrik, tetapi menurut Edison masih memiliki kekurangan. Kekurangan itu berupa bisa membahayakan manusia ketika bola cahaya listrik dipasang atau digunakan di rumah.

Perjalanan Menemukan Lampu Pijar

Bola cahaya listrik yang ditemukan oleh penemu sebelumnya dianggap masih memiliki kekurangan. Atas dasar itulah, Thomas Alva Edison mulai melakukan berbagai macam percobaan lampu pijar untuk menyempurnakan penemuan sebelumnya. Hal yang paling awal dipelajari oleh Edison ketika mengembangkan lampu pijar adalah mempelajari sekaligus mendalami cara kerja dari bola cahaya listrik atau lampu pijar.

Dengan modal keuletan, keyakinan, dan tidak mudah putus asa, Edison mulai melakukan beberapa kali percobaan. Dari percobaan-percobaan yang telah dilakukan belum ada yang berhasil, sehingga Edison terus melakukan percobaan-percobaan berikutnya. Bahkan, percobaan terhadap lampu pijar sudah dilakukan sebanyak ratusan kali atau lebih tepatnya sekitar 900 kali.

Setiap percobaan yang gagal selalu ditandai dengan pecahnya kaca bola cahaya listrik atau lampu pijar. Meskipun, kaca dari percobaan lampu pijar sudah pecah beberapa kali, tetapi rasa semangat untuk menemukan sebuah penemuan tidak pernah hilang. Dari percobaan-percobaan yang telah dilakukan itu, akhirnya Edison berhasil menemukan atau menyempurnakan penemuan bola cahaya listrik atau lampu pijar.

Cahaya yang dikeluarkan dari lampu pijar milik Thomas Alva Edison tidak pecah. Tidak hanya itu, cahaya yang dikeluarkan dari lampu pijar juga sangat cerah, sehingga bisa menjadi penerang ruangan di rumah. Cahaya dari lampu pijar ini berwarna kuning keemasan. Pada masa itu, perlahan-lahan masyarakat mulai menggunakan lampu pijar ini.

Beli Buku di GramediaMembuat Perusahaan Listrik

Berkat sebuah penemuannya, Thomas Alva Edison mulai mengembangkan penemuannya dengan membangun sebuah perusahaan yang berbasis listrik. Pada masa itu, setiap teknologi yang berkaitan atau berhubungan dengan listrik, maka akan dikembangkan oleh Edison terutama teknologi lampu pijar.

Edison tak ragu untuk mengembangkan penemuan lampu pijar, bahkan ketika melakukan demonstrasi pada bulan Desember 1879 di Menlo Park, banyak sekali masyarakat yang kagum. Kekaguman masyarakat terhadap lampu pijar ini dikarenakan ketika lampu pijar dapat menyinari rumah ketika malam hari. Sinar dari lampu pijar merupakan suatu hal yang baru pada masa itu, sehingga banyak orang yang terkejut.

Edison yang melihat bahwa perkembangan listrik akan selalu digunakan oleh masyarakat, maka ia berusaha untuk membangun sebuah perusahaan yang berbasis listrik. Hingga pada tahun 1889, Thomas Alva Edison mulai membangun sebuah perusahaan dengan nama Edison General Electric. Edison yang menyadari bahwa dirinya adalah seorang ilmuwan, sehingga ia bekerja sama dengan J.P. Morgan. Edison melakukan hal ini karena ia sadar bahwa tidak pandai untuk mengelola suatu perusahaan.

Perusahaan tersebut mengalami pertumbuhan yang cukup baik, sehingga Edison mulai menjalin kerja sama kembali dengan Thompson-Houston di tahun 1892. Ketika kerja sama itu terjadi, nama perusahaan Edison berganti menjadi Simply General Electric.

Kesimpulan

Lampu pijar yang telah dikembangkan dengan baik Thomas Alva Edison, pada masa itu begitu  banyak digunakan oleh banyak orang dan biasanya digunakan untuk menerangi halaman rumah, ruang tamu, kamar mandi, ruang tidur, dapur, dan sebagainya. Selain itu, harga dari lampu pijar ini sangat bervariasi, ada yang berharga terjangkau dan ada yang cukup mahal. Seiring dengan perkembangan zaman, bentuk dari lampu pijar sangat beragam, sehingga pembeli atau penggunanya bisa menyesuaikan lampu sesuai keinginannya.

Namun, perkembangan zaman membuat lampu pijar mulai kalah dengan lampu neon. Lampu pijar memiliki warna kuning keemasan, sedangkan lampu neon memiliki warna putih. Meskipun, saat ini, lampu neon sering digunakan oleh banyak orang, tetapi tanpa adanya penemuan lampu pijar, maka lampu neon belum ditemukan.