Tokoh

Sejarah Penemu Baterai dan Perkembangannya

penemu baterai
Written by Laeli Nur Azizah

Sejarah Penemu Baterai dan Perkembangannya Hingga Saat Ini – Siapa sih yang tidak tahu baterai? Pasti hampir semua orang tahu benda multifungsi yang bisa mempermudah kehidupan kita. Mulai dari digunakan untuk menghidupkan remote, jam dinding, mouse, dan masih banyak lagi. Bisa dikatakan, sekarang ini baterai sudah menjadi benda yang dibutuhkan banyak orang. Tapi, apakah Grameds tau siapa penemu baterai pertama kali? Nah, jika kamu penasaran, maka simak artikel ini sampai selesai untuk mengetahui siapa orang yang menciptakan teknologi bernama baterai untuk pertama kalinya.

Jika dilihat dari definisinya, baterai merupakan perangkat yang terdiri dari satu ataupun lebih sel elektrokimia yang memiliki koneksi eksternal guna memberikan daya kepada perangkat listrik. Mulai dari lampu, ponsel, senter, mobil listrik, dan masih banyak lagi. Saat mengalirkan daya listrik, terminal positif yang ada di dalam baterai adalah kotoda. Sedangkan terminal negatifnya biasa disebut dengan anoda.

Terminal yang memiliki tanda negatif merupakan suatu sumber dan elektron yang akan mengalirkan rangkaian listrik eksternal ke dalam terminal positif. Saat dihubungkan ke beban listrik eksternal, reaksi dari redoks akan mengubah reaktan yang memiliki energi tinggi menjadi produk yang memiliki energi lebih rendah. Kemudian perbedaan antara energi bebas akan dikirim ke sirkuit eksternal sebagai sebuah energi listrik. Jika mengacu ke sejarahnya, istilah baterai mengacu pada perangkat yang tersusun dari banyak sel. Akan tetapi, penggunaannya sudah berkembang untuk memasukkan sebuah perangkat yang terdiri dari satu sel tunggal.

Sejarah Penemu Baterai

Berdasarkan sejarahnya, istilah baterai dipakai untuk menggambarkan tentang serangkaian objek serupa yang dikumpulkan atau dikelompokkan secara bersamaan untuk melakukan sebuah fungsi yang sama seperti baterai artileri. Di tahun 1749, Benjamin Franklin menjadi orang pertama yang menggunakan istilah baterai untuk menggambarkan rangkaian kapasitor yang mereka hubungkan bersama untuk penelitian listriknya. Lalu, istilah tersebut akan dipakai untuk sel-sel elektrokimia yang tautkan bersama dengan tujuan untuk menyediakan tenaga listrik.

Baterai telah hadir sejak lama dari yang kita pikirkan. Di tahun 1938, seorang Arkeolog bernama Wilhelm Koning menemukan beberapa pot dari tanah liat yang berbentuk aneh ketika menggali Khujut Rabu. Tepatnya di luar Baghdad, Irak. Toples yang memiliki ukuran sekitar lima inci atau 12,7 cm panjangnya, diisi dengan batang besi yang sudah dilapisi dengan tembaga dan berasal dari tahun 200 SM.

tes menunjukkan bahwa pembuluh yang ada di dalamnya diisi dengan menggunakan zat asam, seperti anggur, suka, dan lainnya. Hal tersebut selanjutnya membuat Konig percaya bahwa pembuluh tersebut merupakan jenis baterai yang sangat kuno. Sejak penemuan tersebut, para sarjana sudah menghasilkan replika pot yang sesungguhnya dapat menghasilkan muatan listrik. Baterai Baghdad mungkin sudah dipakai untuk acara ritual keagamaan, pengobatan, dan juga pelapisan listrik.

Di tahun 1799, fisikawan asal Italia yang bernama Alessandro Volta membuat sebuah baterai pertama kalinya dengan cara menumpuk lapisan perak, papan tulis atau kain yang sudah direndam menggunakan air asin. Pengaturan tersebutlah yang biasa disebut sebagai volta. Tapi perlu dipahami bahwa baterai adalah bukan perangkat pertama yang bisa menghasilkan listrik. Namun hal tersebut merupakan yang pertama kali memancarkan arus yang lebih stabil dan juga tahan lama.

Akan tetapi, terdapat beberapa kelemahan dari penemuan Volta. Dimana ketinggian lapisan bisa ditumbuk secara terbatas. Sebab, berat dari tumpukan tersebut akan memeras air dengan lebih cepat dan lebih mudah terkorosi serta memperpendek usia baterai. Terlepas dari kekurangan yang sudah disebutkan di atas, satu SI gaya gerak listrik saat ini disebut dengan nama “volt” untuk menghormati pencapaian dan penemuan dari Volta.

Pada tahun 1836 saat seorang ahli kimia Inggris yang bernama John Frederic Daniell menemukan sel yang dinamai Daniell. Di dalam baterai tersebut awalnya pelat tembaga ditempatkan di bagian bawah tabung gelas. Kemudian larutan yang berasal dari tembaga sulfat dituangkan ke atas piring untuk mengisi tabung sampai setengahnya. Selanjutnya, pelat seng akan di gantung di tabung dan larutan seng sulfat akan ditambahkan. Sebab, tembaga sulfat memiliki sifat lebih padat dibandingkan dengan seng sulfat.

Larutan seng akan melayang ke arah atas larutan tembaga dan kemudian mengelilingi pelat seng. Kawat yang terhubung dengan pelat seng berperan sebagai wakil dari terminal negatif. Sedangkan pemimpin dari pelat tembaga adalah terminal yang positif. Hal tersebut sangat jelas bahwa pengaturan tersebut tidak akan berfungsi dengan baik di dalam senter. Namun untuk aplikasi stasioner, hal itu berfungsi dengan baik. Faktanya, sel Daniell merupakan salah satu cara yang umum digunakan untuk menyalakan bel pintu dan juga telepon sebelum adanya pembangkit listrik yang sudah disempurnakan.

Pada tahun 1998, Dry Cell Kolombia menjadi sebuah baterai yang tersedia secara komersial dan pertama kali dijual di Amerika Serikat. Perusahaan yang tadinya menjadi tempat produksi baterai kini sudah berubah menjadi Perusahaan Baterai Eveready yang memproduksi baterai dengan merk Energizer.

Beli Buku di Gramedia

Jenis Baterai Primer dan Sekunder

Baterai Primer atau baterai sekali pakai biasanya hanya digunakan satu kali saja kemudian dibuang. Sebab, bahan elektroda yang dipakai akan diubah secara permanen selama proses pelepasan. Contoh umum dari baterai primer adalah baterai alkaline yang dipakai untuk senter dan juga perangkat elektronik lainnya.

Sedangkan baterai sekunder adalah jenis baterai yang dapat diisi ulang beberapa kali menggunakan aliran listrik. Komposisi dari baterai tersebut yaitu elektroda, dimana material tersebut bisa dikembalikan dengan arus balik. Misalnya, baterai timbal-asam yang dipakai di dalam kendaraan dan juga baterai lithium-ion yang dipakai untuk barang elektronik portable seperti ponsel dan juga laptop.

Baterai hadir dengan berbagai macam bentuk dan juga ukuran. Dari mulai sel miniatur yang dipakai untuk memberikan daya pada alat bantu dengar, jam tangan, sel tipis yang ada di dalam smartphone, dan juga asam timbal besar atau yang disebut dengan lithium-ion di dalam kendaraan. Selain itu, baterai juga mempunyai energi yang spesifik dan jauh lebih rendah dibandingkan dengan bahan bakar umum seperti bensin. Di dalam mobil, hal tersebut perlu diimbangi dengan efisiensi yang lebih tinggi dari motor listrik dalam prosesnya mengubah energi kimia menjadi mekanik, dibandingkan dengan mesin pembakaran.

Bisa dibayangkan apabila di dunia ini segala sesuatunya harus menggunakan listrik. Maka akan ada banyak alat yang tidak berfungsi dengan sempurna karena proses proses penggunaanya rumit. Kemudian, sebuah mobil juga tidak akan menyala hanya dengan kunci saka, tapi cranking yang kuat juga diperlukan untuk membuat piston dapat bergerak dengan benar. Oleh karena itu, semua kabel akan dirangkai dimanapun dan tentu akan berbahaya bagi keselamatan. Tapi untungnya, baterai hadir untuk memberikan solusi terkait sumber daya seluler yang lebih mudah dan modern.

Walaupun ada banyak sekali jenis baterai, konsep dasarnya tetap memiliki fungsi yang sama. Saat perangkat terhubung ke baterai, maka akan terjadi reaksi yang menghasilkan energi listrik. Hal tersebut dikenal dengan sebutan reaksi elektrokimia. Fisikawan asal Italia yang bernama Alessandro Volta menemukan proses tersebut untuk pertama kalinya di tahun 1799. Peristiwa tersebut terjadi saat Ia menciptakan baterai sederhana dari sebuah lempengan logam dan juga kertas karton yang direndam air asin. Sejak saat itu, para ilmuwan sudah meningkatkan teori asli dari Vokra untuk bisa membuat energi yang berasal dari berbagai bahan dan berbagai ukuran.

Merek baterai apapun, pasti akan memiliki dua terminal. Satu terminal akan ditandai dengan simbol (+) atau positif, sedangkan sisi lainnya akan ditandai dengan simbol (-), atau negatif. Di dalam baterai senter yang normal, seperti halnya sel AA, C, maupunD, terminal akan terletak di kedua ujungnya: akan tetapi, pada aki 9 volt atau biasanya ada pada aki mobil, terminal terletak bersebelajan di bagian atas. Apabila kita menghubungkan kabel di dua terminalnya, maka elektron akan mengalir dari ujung negatif ke ujung positif dengan cepat. Hal tersebut justru akan menyebabkan cepat haus dan tentu berbahaya, terlebih pasa energi yang lebih besar. Untuk menggunakan muatan listrik yang dihasilkan baterai dengan benar, maka kita harus menghubungkannya ke beban. Muatannya nantinya akan seperti bola lampu, radio, maupun mobil.

Akan ada banyak hal yang terjadi di dalam baterai saat kita memasukkannya kendalam remote kontrol, senter, dan perangkat lainnya. Sedangkan untuk proses yang akan dihasilkan dari listrik tentu berbeda dengan baterai, hanya saja ide dasarkan tetap sama.

Saat beban menyelesaikan sirkuit di dua terminal. Baterai akan menghasilkan listrik melalui serangkaian reaksi elektromagnetik antara anoda, elektrolit, dan juga katoda. Anoda akan mengalami reaksi oksidasi di dua atau lebih ion yang berasal dari elektrolit bergabung dengan anoda. Kemudian keduanya akan menghasilkan senyawa dan melepaskan satu atau lebih elektron. Lalu pada saat yang bersamaan, katoda akan mengalami reaksi reduksi dimana zat katoda, elektron bebas, juga ion akan bergabung dan membentuk senyawa.

gramedia digital

gramedia digital

Berlangganan Gramedia Digital

Baca SEMUA koleksi buku, novel terbaru, majalah dan koran yang ada di Gramedia Digital SEPUASNYA. Konten dapat diakses melalui 2 perangkat yang berbeda.

Rp. 89.000 / Bulan

gramedia digital

Meski tindakan tersebut mungkin terkesan rumit, tapi sebenarnya sangat sederhana. Reaksi di dalam anoda akan menghasilkan elektron dan reaksi di dalam katoda akan bertugas untuk menyerapnya. Produk bersih dari proses tersebut adalah listrik. Baterai akan selalu menghasilkan listrik hingga satu atau dua elektroda kehabisan zat yang dibutuhkan untuk mendorong adanya reaksi.

Sekarang ini, baterai sudah banyak hadir di sekitar kita. Benda tersebut dapat digunakan untuk menyalakan jam tangan selama berbulan-bulan. Selain itu, baterai juga mampu menjaga jam alarm dan telepon agar tetap berfungsi dengan baik, bahkan ketika listrik sedang padam. Baterai akan menjalankan detektor asap, bor listrik, pisau cukur listrik, termostat, dan lainnya. Bahkan, baterai juga bisa digunakan untuk menjaga smartphone atau laptop kita agar tetap menyala.

Beli Buku di Gramedia

Baterai Isi Ulang

Dengan adanya peningkatan terkait perangkat portable seperti laptop, pemutar MP3, ponsel, dan alat listrik lain tanpa kabel, kebutuhan baterai yang bisa diisi ulang sudah berkembang secara substansial dalam beberapa tahun belakangan ini. Sejak tahun 1958, saat seorang fisikawan asal Perancis yang bernama Gaston Plante menemukan sel asam timbal. Dengan adanya anoda timah, katoda timbal dioksida dan juga elektrolit asam sulfat, Plante merupakan pendahulu baterai mobil modern.

Baterai yang tidak bisa diisi ulang atau sel primer dan baterai yang bisa diisi ulang atau sel sekunder mampu menghasilkan arus yang sama persis. Melalui reaksi elektrokimia yang juga menggunakan anoda, katoda, dan juga elektrolit. Akan tetapi, dalam baterai yang bisa diisi ulang, maka reaksinya akan bisa dibalik. Saat energi listrik yang berasal dari sumber luar digunakan pada sel sekunder. Maka aliran elektron negatif ke positif yang terjadi selama proses pelepasan akan dibalik. Kemudian muatan sel akan dikembalikan. Baterai isi ulang yang paling biasa digunakan dan beredar di pasaran adalah lithium-ion. Walaupun Nikel metal hydride dan nickel cadmium juga termasuk sangat lazim digunakan.

Manfaat Baterai

Berikut ini adalah beberapa manfaat baterai yang bisa kita dapatkan:

1. Sebagai Sumber Energi Listrik

banner-promo-gramedia-ilana-tan

Seperti yang kita ketahui bahwa baterai biasanya digunakan sebagai sumber energi listrik untuk menghidupkan berbagai macam benda yang bertenaga baterai. Seperti halnya senter, remot, jam dinding, dan masih banyak lagi. Baterai dipilih karena memiliki jumlah volt yang rendah. Sehingga tidak akan membahayakan nyawa seseorang. Selain itu baterai juga dibanderol dengan harga yang murah dan juga mudah didapatkan.

2. Kerajinan

Apabila kita mempunyai baterai bekas di rumah, jangan langsung membuang baterai tersebut. Sebab, kita bisa mendaur ulangnya menjadi berbagai bentuk kreatifitas yang unik dan menarik serta memiliki nilai jual. Dengan mengubahnya menggunakan alat perekat lem tembak, kita juga dapat menyusunnya menjadi berbagai macam bentuk yang unik seperti robot-robotan, tempat pensil, hingga boneka. Namun tentu saja kita harus mempunyai banyak baterai bekas.

Beli Buku di Gramedia

3. Pembasmi Serangga Kecoa

Kecoa adalah salah satu hewan yang sangat menjijikan dan menakutkan bagi sebagian besar orang. Seringkali serangga tersebut juga membuat kita kesal dan membencinya. Dengan menjaga kebersihan saja tidak cukup untuk menghindari serangga tersebut. Oleh karena itu, kita perlu membasminya dengan menggunakan baterai bekas. Caraya yaitu dengan membuka isi baterai bekas dan mencampurnya dengan air. Kamu juga bisa menambahkan sedikit cuka dan larutkan bersama isi baterai dan air. Cairan tersebut sangat ampuh untuk membasmi kecoa karena di dalam baterai terdapat kandungan senyawa yang hampir sama dengan pestisida.

4. Media Menangkap Ikan Disungai

Baterai mempunyai daya listrik sebesar 1,5 volt yang ampuh untuk membuat hewan-hewan berukuran kecil tersengat dan pingsan. Hal tersebut tentu akan sangat cocok sekali apabila kita ingin menangkap ikan di sungai. Cara tersebut tergolong aman karena tidak merusak ekosistem air dibandingkan dengan metode menangkap ikan menggunakan bom.

5. Sebagai Pupuk Tanaman

Jarang sekali ada orang yang tahu mengenai manfaat baterai untuk tanaman. Dimana baterai bekas bisa digunakan sebagai pupuk. Caranya yaitu cukup sederhana, kita hanya perlu mengumpulkan baterai bekas sebanyak-banyaknya lalu ambil isi dari baterai tersebut dan jemur hingga kering. Setelah itu, campurkan tanaman dengan isi baterai yang telah kering sebagai pupuk.

Itulah beberapa penjelasan mengenai sejarah penemu baterai, jenis-jenis, hingga manfaat baterai untuk kehidupan sehari-hari. Di rumah kamu, benda apa saja yang masih menggunakan baterai?

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien