in , ,

Review Buku Makhluk Tuhan Paling Sensi Karya Suci Syahira Fauzi

Makhluk Tuhan Paling Sensi – Jika berbicara tentang Makhluk Tuhan Paling Sensi, siapa yang langsung muncul di benakmu? Gramin yakin pasti kebanyakan dari kalian langsung berpikir bahwa itu sebutan untuk perempuan.

Well, opinimu itu tidak salah, tapi tidak seutuhnya benar juga. Secara teoretis, memang ada penjelasan yang lebih mendalam dari sisi biologis, psikologis, dan tuntutan bagi perempuan dari zaman dahulu hingga sekarang ini.

Makhluk Tuhan Paling Sensi merupakan karya perdana Suci Syahira Fauzi yang diterbitkan oleh Penerbit Media Kita pada 25 September 2025 dengan jumlah 146 halaman. Buku ini menghadirkan kumpulan tulisan berupa puisi, prosa pendek, kutipan, hingga percakapan yang dibalut tema eksentrik sekaligus sensitif, yakni mengenai perempuan dan ketuhanan.

Melalui tulisannya, Suci berani menyinggung, membedah, bahkan membuka hal-hal yang selama ini dianggap tabu untuk dibicarakan, padahal sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Menarik sekali, bukan? Novel debut ini menawarkan banyak hal unik yang membuat pembaca penasaran. Grameds bisa menyimak sinopsis lengkap beserta ulasan mengenai kelebihan dan kekurangan buku ini di bawah. Pastikan jangan sampai melewatkan informasi menariknya, ya!

Profil Suci Syahira Fauzi – Penulis Buku Makhluk Tuhan Paling Sensi

Suci Syahira Fauzi merupakan seorang perempuan asal Bogor yang begitu mencintai dunia kata-kata, bahkan menganggapnya sebagai bagian penting dalam hidupnya.

Ia tumbuh di lingkungan keluarga yang menanamkan nilai-nilai halal dan haram sejak kecil. Walaupun pernah mendapatkan nilai 2 pada pelajaran Matematika, ia tetap percaya diri dan memiliki ketertarikan besar terhadap barang-barang lawas yang seolah menggambarkan karakter serta jiwanya.

Suci juga dikenal sebagai penghayat puisi yang aktif melahirkan karya-karya eksentrik. Keseharian dan karya lainnya dapat kamu temukan melalui akun Instagram miliknya, yaitu @ciiiiiiiii__

Sinopsis Buku Makhluk Tuhan Paling Sensi

button cek gramedia com

Bukankah hidup terkadang terasa begitu melelahkan dengan segala hiruk pikuk dan kekacauan yang membuat hati resah? Sementara itu, di dalam dada masih berdiam tangis seorang anak kecil yang terus meminta tempat untuk berserah.

Tulisan-tulisan di dalam buku ini dipenuhi kegelisahan, kesesatan, kemalangan, hingga sisi liar kehidupan. Jika bukan tentang Tuhan, maka perempuan yang akan dibicarakan. Jika bukan keduanya, kau akan menemukan percakapan-percakapan yang ganjil. Dan bila semuanya belum juga cukup, maka umpatanlah yang akan menyambutmu.

Bersiaplah untuk menyelam lebih jauh ke dalamnya.

Kelebihan dan Kekurangan Buku Makhluk Tuhan Paling Sensi

Pros & Cons

Pros
  • Memadukan dua tema menarik.
  • Gaya penulisan yang unik.
  • Konsep buku yang tidak biasa.
  • Tokoh representasi abstrak.
  • Sarat pesan moral dan sosial.
Cons
  • Pro dan kontra.
  • Tidak fokus terhadap alur.
  • Tidak ada tokoh naratif.

Kelebihan Buku Makhluk Tuhan Paling Sensi

Buku Makhluk Tuhan Paling Sensi karya Suci Syahira Fauzi merupakan sebuah karya sastra yang menyajikan begitu banyak kelebihan.

  • Memadukan dua tema menarik

Makhluk Tuhan Paling Sensi menghadirkan perpaduan tema yang cukup berani, yaitu tentang perempuan dan hubungan spiritual dengan Tuhan.

Tema seperti ini masih jarang diangkat dalam karya sastra populer karena dianggap sensitif dan tabu bagi sebagian orang. Dari keberanian mengangkat tema serupa itu, kehadiran buku ini jadi terasa menarik dan berbeda dibandingkan karya-karya lain.

  • Gaya penulisan yang unik

Suci Syahira Fauzi dikenal memiliki ciri khas penulisan yang unik dan penuh nuansa puitis. Ia menggunakan metafora, diksi indah, serta kalimat-kalimat reflektif yang terasa mendalam.

Cara penulis menyampaikan isi pikirannya pun terasa intim, seolah sedang berbicara langsung kepada dirinya sendiri maupun kepada pembaca.

  • Konsep buku yang tidak biasa

Salah satu hal menarik dari buku ini terletak pada konsep penyajiannya. Buku dibaca dari arah belakang atau kanan, menyerupai format manga Jepang asli.

Konsep tersebut memberikan pengalaman membaca yang berbeda dan membuat buku ini terasa lebih unik dibandingkan buku pada umumnya.

  • Tokoh representasi abstrak

Tokoh-tokoh yang hadir di dalam kumpulan puisi, prosa pendek, dan percakapan dalam buku ini tidak digambarkan secara konkret. Penulis lebih menghadirkan sosok-sosok simbolis yang merepresentasikan perempuan, kegelisahan batin, dan hubungan spiritual dengan Tuhan.

Pendekatan ini membuat isi buku terasa lebih reflektif dan penuh makna tersirat.

  • Sarat pesan moral dan sosial

Walaupun memiliki jumlah halaman yang tidak terlalu banyak, buku ini menyimpan banyak nilai moral dan sosial di setiap bagiannya.

Tulisan-tulisan Suci Syahira Fauzi mampu memberikan sudut pandang baru, menambah wawasan, sekaligus menjadi pengingat bagi pembaca tentang berbagai realitas kehidupan yang sering diabaikan.

Kekurangan Buku Makhluk Tuhan Paling Sensi

Meskipun buku Makhluk Tuhan Paling Sensi karya Suci Syahira Fauzi menawarkan banyak kelebihan, buku ini tetap tidak luput dari kekurangan yang bisa menjadi masukan bagi penulis.

  • Pro dan kontra

Tema yang diangkat dalam buku ini cukup sensitif dan berani sehingga berpotensi menimbulkan pro dan kontra di kalangan pembaca.

Beberapa orang mungkin merasa sangat relate dengan isi tulisannya, sementara sebagian lainnya bisa saja merasa kurang nyaman atau tidak setuju dengan sudut pandang yang disampaikan penulis.

Semua itu kembali pada preferensi masing-masing pembaca dalam menikmati karya bertema sensitif.

  • Tidak fokus terhadap alur

Buku ini tidak memiliki alur yang linier seperti kebanyakan karya sastra lainnya. Isi tulisannya terasa mengalir bebas dan berpindah-pindah tanpa pola tertentu.

Selain itu, penggunaan bahasa yang simbolik dan cukup berat mungkin membuat sebagian pembaca membutuhkan waktu lebih untuk memahami makna yang ingin disampaikan.

  • Tidak ada tokoh naratif

Karena tokoh-tokohnya lebih bersifat simbolis, beberapa pembaca mungkin merasa buku ini kurang memiliki karakter dan konflik yang kuat.

Suasana yang dibangun juga cenderung melankolis dengan pesan-pesan yang terasa berulang di beberapa bagian, sehingga dapat membuat pembaca tertentu merasa monoton saat membacanya.

Mengapa Perempuan Lebih Sensitif?

Benarkah perempuan adalah makhluk Tuhan paling sensitif? Anggapan tersebut sebenarnya tidak muncul tanpa alasan. Perempuan kerap dinilai lebih peka terhadap emosi karena dipengaruhi berbagai faktor biologis dan psikologis yang saling berkaitan. Berikut Gramin sajikan untuk kamu penjelasan ilmiahnya:

  1. Faktor Biologis

  • Fluktuasi Hormon Estrogen

Hormon estrogen memiliki pengaruh besar terhadap produksi serotonin di otak, yaitu zat kimia yang berperan dalam mengatur suasana hati.

Ketika kadar estrogen menurun, terutama menjelang menstruasi atau fase PMS, emosi perempuan cenderung menjadi lebih tidak stabil dan mudah berubah.

  • Siklus Progesteron

Setelah masa ovulasi, hormon progesteron dalam tubuh perempuan akan meningkat. Hormon ini berkaitan dengan aktivitas amygdala, bagian otak yang mengatur rasa takut dan kecemasan. Akibatnya, perempuan menjadi lebih cepat merespons tekanan dan stres emosional.

  • Struktur Otak Pasca-Melahirkan

Pasca melahirkan, tubuh perempuan mengalami lonjakan hormon prolaktin dan oksitosin dalam jumlah besar.

Kondisi ini membuat otak menjadi jauh lebih peka terhadap lingkungan sekitar sebagai bentuk naluri alami untuk melindungi dan merawat bayi.

  • Sensitivitas Sensorik

Secara evolusi, perempuan memiliki sistem saraf yang lebih responsif terhadap berbagai rangsangan eksternal. Karena itu, perempuan umumnya lebih cepat menangkap perubahan nada suara, aroma, hingga ekspresi wajah orang lain dibanding laki-laki.

  1. Faktor Psikologis

  • Kecerdasan Emosional (EQ) Tinggi

Perempuan dikenal memiliki kecerdasan emosional atau emotional quotient yang cukup tinggi. Mereka lebih mudah memahami, merasakan, dan menyerap emosi dari orang-orang di sekitarnya sehingga sering terlihat lebih sensitif terhadap situasi tertentu.

  • Stres Akibat Overthinking

Dalam menghadapi masalah, perempuan cenderung memikirkan sesuatu secara berulang-ulang atau mendalam. Kebiasaan ini dapat memicu kelelahan mental yang akhirnya membuat emosi menjadi lebih mudah terpancing.

  • Beban Peran Sosial (Double Burden)

Banyak perempuan harus menjalani dua peran sekaligus, baik dalam urusan rumah tangga maupun pekerjaan profesional. Beban tanggung jawab yang terus menumpuk dapat memicu stres berkepanjangan dan membuat kondisi emosional menjadi lebih rentan.

  • Pola Asuh Gender

Sejak kecil, perempuan biasanya lebih diberi ruang untuk mengekspresikan emosi seperti sedih, marah, atau menangis. Berbeda dengan laki-laki yang sering dituntut untuk terlihat kuat.

Hal inilah yang membuat ekspresi emosional perempuan tampak lebih terbuka dan terlihat jelas di lingkungan sosial.

Penutup

Melalui Makhluk Tuhan Paling Sensi, Suci Syahira Fauzi mengajak pembaca untuk berdamai dengan emosi dan belajar menerima segala perasaan yang selama ini kerap disembunyikan.

Buku ini seakan mengingatkan bahwa luka, kecewa, marah, maupun bahagia adalah bagian dari pengalaman manusia yang tidak seharusnya dipendam sendirian. Menjadi pribadi yang sensitif bukanlah tanda kelemahan, melainkan bukti bahwa seseorang masih memiliki hati yang mampu merasakan.

Di balik kumpulan puisi, prosa, dan percakapannya, buku ini juga memperlihatkan bagaimana hubungan antarmanusia sering dipenuhi kesalahpahaman, luka batin, dan cinta yang berjalan tidak sempurna. Pembaca diajak memahami bahwa setiap orang menyimpan pergulatan hidup yang tidak selalu tampak di permukaan. Dari situlah rasa empati perlahan tumbuh.

Makhluk Tuhan Paling Sensi bukan sekadar buku tentang perempuan atau perasaan. Buku ini adalah ruang sunyi tempat seseorang bisa merasa dimengerti tanpa harus banyak berbicara. Dan mungkin, setelah menutup halaman terakhirnya, kamu akan mulai bertanya pada diri sendiri tentang berapa banyak emosi yang selama ini sengaja disembunyikan.

Buku Makhluk Tuhan Paling Sensi karya Suci Syahira Fauzi ini menjadi karya debut yang cemerlang dan wajib dibaca oleh perempuan dan laki-laki.

Kalau kamu tertarik untuk mengupasnya lebih dalam, buku ini bisa kamu dapatkan di Gramedia.com ya! Untuk mendukung kamu #TumbuhBermakna, kami selalu siap memberikan informasi dan produk terbaik untuk kamu.

 

Penulis: Gabriel

 

Rekomendasi Buku

Tabi

Tabi

button cek gramedia com

Katanya manusia jatuh cinta tiga kali sepanjang hidupnya. Tabi dalam bahasa Jepang berarti perjalanan. Tabi sibuk penuhi ekspektasi raga lain selama hidupnya. Sampai tiba pada sebuah keraguan yang membuatnya memutuskan untuk memulai perjalanan sendirian ke Jepang, sesuai doa dalam namanya. Perjalanan yang membawanya menyusun ulang senang dan luka yang acak di memorinya. Membuat ia memutuskan untuk menulis perjalanan cinta yang hampir tidak pernah dibicarakan. Semua tersimpan jadi potongan-potongan pelajaran yang membawa Tabi ke dalam wahana yang tidak terduga.

 

What My Mother and I Don`t Talk About: Esai-Esai yang Memecah Hening di Balik Hubungan Kita dan Ibu

What My Mother and I Don't TalkAbout

button cek gramedia com

Lima belas penulis berbakat membuka tabir hal-hal yang relatif tidak kita bicarakan dengan ibu kita, dan bagaimana hal itu membentuk hidup kita. Saat masih kuliah, Michele Filgate menulis esai tentang pelecehan yang dialaminya dari ayah tirinya. Butuh lebih dari satu dekade baginya untuk menyadari apa yang sebenarnya ingin dia tulis: bagaimana hal itu memengaruhi hubungannya dengan ibunya. Berawal dari esai viral Michele itu, lahirlah buku antologi ini: kumpulan kisah jujur tentang cinta, luka, hening, dan kerinduan yang menyelimuti relasi ibu-anak.

Dari Leslie Jamison yang mencoba memahami sosok ibunya sebelum menjadi seorang ibu, Cathi Hanauer yang akhirnya bisa berbincang dengan ibunya tanpa bayang-bayang ayah yang dominan, hingga André Aciman yang tumbuh bersama ibu yang tuli—masing-masing cerita mengajak kita menengok sisi rapuh sekaligus kuatnya ikatan kita dengan ibu. Seperti kata Filgate, “Ibu adalah rumah pertama kita, dan itulah kenapa kita selalu ingin kembali kepada mereka.”

 

Kumpulan Cerita Bersahabat dengan Alien

Kumpulan Cerita Bersahabat dengan Alien

button cek gramedia com

“Bisakah kita merindukan seseorang yang belum kita temui sebelumnya?” tanya lelaki itu. Baru semalam ia berangkat dari Sumbawa, menyusuri garis pantai sampai Poto Tano. Malam itu, ombak di selat Alas tidak begitu bersahabat. Barangkali ada seseorang yang telah meninggalkannya ketika bermain ayunan. Jadi diombang-ambingkannya kapal laut tua itu, sambil mengingat tragedi kapal tua Munawar yang tenggelam beberapa bulan sebelumnya. Ia bisa saja berteleportasi. Tapi jangkauan teleportasinya hanya sekitar 100 km. Ia khawatir kemunculannya yang tiba-tiba, dan kadangkala tidak dapat ia kontrol, akan membuat kehebohan bila ada saksi mata yang menyaksikannya. Toh, ia sudah ingin hidup sebagai manusia biasa. Kemampuan khususnya ingin ia tenggelamkan.

Bersahabat dengan Alien membawa napas romansa yang rumit, sistem yang kerap jadi bahan sambat di lini masa, isu-isu sosial di Indonesia bagian nyaris merata, dan secuil drama keluarga yang kita dapat atas kesadaran versi dewasa.

 

Written by Dzikri N. Hakim