in , ,

Review Buku Cassettes Rewind Karya Elsinna Widy

Cassettes Rewind – Halo, Grameds! Kalau diberi kesempatan untuk kembali ke masa lalu, kira-kira siapa orang yang ingin kamu temui lagi? Atau momen apa yang ingin kamu lihat sekali lagi?

Pertanyaan itulah yang menjadi inti dari Cassettes Rewind, novel yang menjadi debut dari karya Elsinna Widy.

Dengan premis yang unik dan nuansa yang mengingatkan pada novel-novel Jepang serta Korea bertema healing, Cassettes Rewind menawarkan kisah tentang kehilangan, keluarga, dan proses menerima masa lalu.

Sebelum memutuskan untuk membaca novel ini, yuk simak review lengkapnya berikut, Grameds!

Sinopsis Buku Cassettes Rewind

button cek gramedia com

Genta terpaksa menutup usaha toko kaset miliknya karena perubahan zaman. Orang-orang mulai beralih mendengarkan musik dari kaset pita menjadi aplikasi siaran musik. Saat hendak membersihkan tokonya, tak sengaja dia menemukan radio antik milik Romonya. Siapa sangka jika radio antik tersebut mampu membawanya menuju portal masa lalu yang disebut Dunia Kaset.

Lalu, apa yang terjadi selama Genta berada di Dunia Kaset? Apakah dia bisa memperbaiki kesalahannya di masa lalu? Temukan kisah Genta dan orang-orang yang terhubung dalam portal Dunia Kaset.

Ini merupakan sebuah novel debut yang menggabungkan tema seputar time travel, romance, dan fantasy, Grameds. Jika kamu adalah penggemar novel healing fantasy a la Korea, maka kamu harus mencoba healing fantasy penulis Indonesia yang satu ini. Kamu akan diajak berpetualang kembali ke era ketika radio, walkman, dan kaset pita sangat digandrungi. Cassettes Rewind cocok untuk dibaca kalangan millenials dan tentu akan menarik bagi para gen Z.

Ketika Kaset Menjadi Mesin Waktu

Salah satu hal yang paling menarik dari Cassettes Rewind adalah konsep perjalanan waktunya yang berbeda dari novel time travel pada umumnya. Jika biasanya tokoh menggunakan mesin canggih atau fenomena supernatural yang rumit, dalam novel ini perjalanan ke masa lalu dilakukan melalui kaset-kaset lawas yang diputar menggunakan Radio Tombstone.

Setiap kaset akan membawa seseorang ke tahun sesuai dengan tahun perilisannya. Misalnya, jika sebuah kaset dirilis pada tahun 1995, maka tokoh dapat mengunjungi tahun tersebut dan menyaksikan kembali momen yang ingin mereka lihat. Konsep ini terasa segar karena menggabungkan nostalgia musik dengan unsur fantasi yang unik.

Yang membuatnya semakin menarik adalah adanya aturan-aturan khusus dalam Dunia Kaset. Para tokoh hanya memiliki waktu selama lagu diputar dan tidak bisa mengubah masa lalu. Mereka hanya dapat menyaksikan, berbicara, atau menghabiskan waktu dengan orang yang mereka rindukan.

Nuansa Magical Realism yang Mengingatkan pada J-Lit dan K-Lit

Saat membaca Cassettes Rewind, banyak pembaca mungkin akan teringat pada novel-novel Jepang dan Korea yang mengangkat tema magical realism. Genre ini biasanya menghadirkan unsur ajaib di tengah kehidupan sehari-hari yang terasa sangat normal.

Dalam novel ini, unsur magis hadir melalui Dunia Kaset yang tersembunyi di balik sebuah toko kaset tua di Surabaya. Keberadaan portal waktu tersebut memang tidak masuk akal, tetapi cara penulis menyajikannya terasa begitu natural sehingga pembaca mudah menerima keberadaannya.

Suasana toko kaset yang sepi, radio tua yang menyimpan rahasia, serta karakter-karakter yang datang dengan berbagai penyesalan hidup mengingatkan pada karya-karya Jepang dan Korea yang sering menggunakan toko, kafe, atau tempat sederhana sebagai ruang untuk refleksi diri.

Meski memiliki nuansa yang mirip dengan J-Lit dan K-Lit, Cassettes Rewind tetap terasa khas Indonesia. Latar Surabaya, budaya lokal, dan referensi musik Indonesia membuat cerita terasa lebih dekat dan mudah dipahami oleh pembaca tanah air.

Nostalgia Lewat Lagu-Lagu yang Tak Lekang Waktu

Selain menghadirkan konsep perjalanan waktu yang unik, Cassettes Rewind juga menawarkan pengalaman nostalgia melalui musik-musik lawas yang menjadi bagian penting dari cerita.

Grameds akan menemukan berbagai nama musisi legendaris seperti Chrisye, Vina Panduwinata, Gigi, hingga band-band internasional yang populer pada masanya. Musik dalam novel ini bukan sekadar pelengkap cerita, melainkan menjadi pintu yang menghubungkan para tokoh dengan kenangan dan masa lalu mereka.

Bagi pembaca yang tumbuh bersama lagu-lagu tersebut, novel ini dapat menghadirkan rasa nostalgia yang hangat. Sementara bagi pembaca yang lebih muda, kehadiran lagu-lagu lawas justru menjadi kesempatan untuk mengenal musik dari generasi sebelumnya.

Melalui elemen musik, penulis berhasil menciptakan suasana yang akrab sekaligus emosional. Pembaca seolah diajak kembali ke masa ketika kaset dan radio masih menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari.

Sebuah Surat Cinta untuk Toko Kaset yang Mulai Dilupakan

Di balik unsur fantasi dan perjalanan waktunya, Cassettes Rewind juga terasa seperti surat cinta untuk toko kaset dan budaya mendengarkan musik yang perlahan menghilang. Melalui Fore Cassettes, pembaca diajak melihat bagaimana sebuah toko yang pernah berjaya akhirnya harus menghadapi perubahan zaman.

Dulu, toko kaset menjadi tempat orang mencari album terbaru, berburu rilisan favorit, atau sekadar menghabiskan waktu melihat-lihat koleksi musik. Namun, perkembangan teknologi membuat kebiasaan tersebut perlahan tergantikan oleh platform digital dan layanan streaming.

Perubahan inilah yang dirasakan langsung oleh Genta. Ia menyaksikan bagaimana bisnis keluarga yang pernah menjadi kebanggaan kini semakin sepi pengunjung. Meski kaset mungkin sudah nggak lagi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, kenangan yang tersimpan di dalamnya tetap memiliki nilai yang nggak tergantikan.

Kelebihan dan Kekurangan Buku Cassettes Rewind

Pros & Cons

Pros
  • Premis time travel yang unik
  • Nuansa magical realism yang hangat
  • Sarat nostalgia musik lawas
  • Gaya penulisan ringan dan mudah diikuti
  • Pesan tentang menerima masa lalu
Cons
  • Cerita terasa terlalu singkat
  • Pendalaman karakter kurang maksimal
  • Beberapa konflik berkembang terlalu cepat
  • Alur waktu sedikit membingungkan di awal
  • Masih ada beberapa pertanyaan yang belum terjawab

Berikut adalah kelebihan dan kekurangan buku:

Kelebihan Buku Cassettes Rewind

1. Premis Unik dan Fresh

Salah satu kekuatan terbesar novel ini adalah ide utamanya yang sangat menarik.

Jika banyak cerita time travel menggunakan mesin waktu atau fenomena supernatural yang rumit, Cassettes Rewind justru menggunakan kaset dan radio tua sebagai portal menuju masa lalu.

2. Nuansa Magical Realism yang Hangat

Novel ini berhasil menghadirkan unsur fantasi tanpa terasa berlebihan. Dunia Kaset hadir secara natural di tengah kehidupan sehari-hari para tokohnya. Suasananya mengingatkan pada novel-novel Jepang dan Korea bertema healing, tetapi tetap memiliki identitas Indonesia yang kuat.

3. Sarat Nostalgia Musik

Kehadiran lagu-lagu dan musisi legendaris seperti Chrisye, Vina Panduwinata, Gigi, hingga Guns N’ Roses menjadi nilai tambah tersendiri.

Musik bukan hanya menjadi latar cerita, tetapi juga berfungsi sebagai penghubung antara para tokoh dan kenangan yang ingin mereka kunjungi kembali.

4. Gaya Penulisan Ringan 

Bahasa yang digunakan sederhana dan mengalir sehingga novel ini terasa nyaman dibaca. Bab-babnya juga relatif pendek sehingga membuat pembaca terus ingin melanjutkan ke halaman berikutnya.

5. Mengangkat Tema Kehilangan dan Berdamai dengan Masa Lalu

Di balik konsep perjalanan waktunya, novel ini sebenarnya berbicara tentang kehilangan, penyesalan, keluarga, dan proses menerima kenyataan. Pesan bahwa masa lalu nggak dapat diubah, tetapi dapat diterima dengan lebih baik, menjadi salah satu kekuatan emosional cerita.

6. Debut yang Menjanjikan

Sebagai novel debut, Cassettes Rewind menunjukkan potensi besar dari penulisnya. Ide cerita yang berbeda dan eksekusi yang cukup matang membuat pembaca penasaran dengan karya-karya berikutnya.

 

Kekurangan Buku Cassettes Rewind

1. Terlalu Pendek untuk Ide Sebesar Ini

Cerita dalam buku ini terkesan buru-buru dan berakhir terlalu cepat, Grameds. Dengan konsep Dunia Kaset yang menarik, novel ini sebenarnya memiliki potensi untuk dieksplorasi lebih jauh.

Akibatnya, beberapa konflik dan perkembangan cerita terasa kurang maksimal.

2. Pendalaman Karakter Masih Kurang

Meskipun tokoh-tokohnya memiliki latar belakang yang menarik, beberapa karakter terasa belum mendapatkan ruang yang cukup untuk berkembang. Pembaca mungkin ingin mengenal lebih jauh perasaan, motivasi, dan perjalanan emosional mereka.

3. Hubungan Beberapa Karakter Kurang Terbangun

Interaksi antara beberapa tokoh, terutama yang berkaitan dengan unsur romansa, terkadang terasa berkembang terlalu cepat.

Akibatnya, hubungan mereka kurang memberikan dampak emosional yang kuat bagi sebagian pembaca.

4. Menyisakan Beberapa Pertanyaan 

Walaupun aturan Dunia Kaset cukup jelas, masih ada beberapa hal yang bisa membuat pembaca bertanya-tanya. Misalnya mengenai bagaimana orang-orang di masa lalu nggak mengenali versi masa depan dari seseorang yang mereka kenal, atau beberapa detail perjalanan waktu yang tidak dijelaskan lebih lanjut.

5. Alur Waktu Kadang Membingungkan di Awal

Bagi sebagian pembaca, perpindahan waktu dan hubungan antar karakter membutuhkan perhatian ekstra pada bagian awal cerita. Namun kebingungan ini biasanya berkurang seiring berjalannya cerita.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, Cassettes Rewind merupakan novel yang menawarkan konsep perjalanan waktu yang unik dengan sentuhan nostalgia musik yang kuat, Grameds.

Meski beberapa bagian terasa terlalu singkat dan masih menyisakan beberapa pertanyaan, cerita ini tetap berhasil menghadirkan pesan yang hangat tentang kehilangan, keluarga, dan menerima masa lalu.

Bagi Grameds yang menyukai novel magical realism, cerita healing, atau kisah-kisah bernuansa nostalgia, Cassettes Rewind bisa menjadi bacaan ringan yang menyenangkan sekaligus menghangatkan hati.

 

Penulis: Yulian Dwi Nugroho

 

Rekomendasi Buku Terkait

  1. Forever Monday

Forever Monday

button cek gramedia com

Ingga akhirnya mendapatkan hari Senin sebagai hari spesial untuk menjadi pacar Eras, seorang playboy yang memiliki banyak pacar dan membagi satu perempuan untuk setiap hari dalam seminggu. Meski hubungan itu terasa aneh, Ingga tetap menjalaninya karena ia mencintai Eras.

Kehidupan Ingga mulai berubah saat ia bertemu Kale, pria tampan lain yang juga dikenal sebagai playboy. Kale membawa warna baru dalam hidup Ingga yang sebelumnya terasa suram. Ia mengajarkan Ingga cara bersenang-senang, menikmati hidup, dan belajar mencintai dirinya sendiri. Kehadiran Kale membuat hati Ingga goyah, tetapi Ingga tetap sulit melepaskan Eras.

Di tengah hubungan rumit itu, terungkap bahwa Eras dan Kale pernah bersahabat dekat, namun kini terpisah oleh dendam lama yang berpotensi menghancurkan hidup mereka semua.

 

  1. Harapan Dari Tempat Paling Jauh

Harapan dari Tempat Paling Jauh

button cek gramedia com

Vanka menjalani hidupnya hanya demi sang ibu. Ia berusaha keras menjadi murid berprestasi dan fokus pada pendidikan agar ibunya mau menerima keberadaannya sebagai anak di luar nikah. Karena ambisi itu, Vanka tumbuh menjadi sosok penyendiri di sekolah.

Dalam perjalanannya, ia harus berurusan dengan Oliver, siswa terkenal yang terlihat angkuh tetapi sebenarnya menyimpan banyak ketakutan. Di sisi lain, Oliver juga hidup demi kakeknya. Ia menjadi aktor terkenal dan berusaha terlihat normal demi menyenangkan sang kakek.

Pertemuan Vanka dan Oliver diawali dengan rasa benci dan dendam, tetapi seiring waktu hubungan mereka berubah menjadi persahabatan. Mereka saling bergantung dan bersama-sama mencari harapan untuk bertahan dari luka dan gelapnya kehidupan masing-masing.

 

  1. Represi

Represi

button cek gramedia com

Pada awalnya, hidup Anna tampak berjalan normal. Ia memang tidak terlalu dekat dengan ayahnya, tetapi masih memiliki ibu yang peduli serta sahabat-sahabat setia yang selalu menemani sejak masa SMA. Sahabat-sahabatnya mengenal Anna dengan baik dan selalu ada untuknya. Namun, perlahan keadaan mulai berubah. Anna mulai menjauh dari teman-temannya tanpa alasan jelas. Hubungannya dengan sang ibu juga semakin buruk. Sosok Anna yang dulu dikenal ceria dan dekat dengan orang-orang terdekatnya berubah menjadi pribadi yang asing.

Tidak ada yang benar-benar mengetahui luka dan beban yang ia simpan selama ini. Hingga pada akhirnya, Anna memutuskan mengakhiri hidupnya, meninggalkan pertanyaan besar dan kenyataan pahit bahwa ia selama ini memendam banyak penderitaan sendirian.

 

Written by Dzikri N. Hakim