in , ,

Review Novel Di Waktu Duha Karya JaisiQ

Di Waktu Duha – 

“Jika banyak orang mengagumi senja, maka aku lebih mencintai Duha. Masa waktu yang tertulis dalam Al-Quran. Ad-dhuha berarti ‘Demi waktu Duha’.” 

Siapa di sini yang juga menyukai waktu Duha? Sebuah masa waktu dalam satu hari, yang menjadi lambang cahaya dan terang yang bisa mengusir gelapnya malam.

Dalam Al-Quran, waktu Duha menjadi pesan bagi umat manusia bahwa setelah masa yang gelap (malam), pasti kemudian akan datang masa yang cerah (pagi).

Di Waktu Duha merupakan novel hasil adaptasi kisah karya JaisiQ yang pada awalnya ditulis di platform Wattpad. Kisah ini mulai ditulis pada 1 Juli 2022 dan berakhir pada 25 September 2022.

Novel Di Waktu Duha diterbitkan oleh Wahyu Qolbu pada 21 Mei 2024 dengan ketebalan 304 halaman. Karya yang telah dibaca lebih dari 953 ribu kali di Wattpad ini menawarkan kisah religius dengan tema romansa.

Berikut sinopsis serta ulasan mengenai kelebihan dan kekurangannya yang telah Gramin rangkum untuk Grameds. Jangan sampai melewatkan informasi menariknya!

Profil JaisiQ – Penulis Novel Di Waktu Duha

JaisiQ adalah penulis yang karya-karyanya kental dengan tema Islami dan romansa. Ia aktif menulis di platform Wattpad dari tahun 2016 dengan nama pengguna @JaisiQ. Hingga saat ini (per bulan Juni 2026), JaisiQ telah mengunggah 16 karya di Wattpad dan beberapa di antaranya telah diterbitkan, yakni:

  1. Di Balik Niqab
  2. Seindah Asma Allah 
  3. Dear Kanaya
  4. Ada Surga di Matamu
  5. Di Waktu Duha

Selain mengenal karyanya di Wattpad, kamu juga bisa mengenalnya lebih dekat melalui akun Instagram @jaisiquatul.

Sinopsis Novel Di Waktu Duha

“Bagaimana mungkin rasa kagum dan cinta yang begitu dalam dapat menghadirkan luka sebesar ini? Apakah semua ini terjadi karena aku terlalu takut menerima kenyataan bahwa mungkin kamu bukanlah takdir yang telah Allah siapkan untukku?”

Rezeki dari Allah hadir dalam berbagai bentuk yang tak selalu berupa kekayaan atau kedudukan. Salah satu karunia terbesar adalah kesempatan untuk mengenal, mencintai, dan menikmati ibadah kepada-Nya. Tidak semua orang memperoleh nikmat tersebut, termasuk kebahagiaan dalam menjalankan amalan-amalan sunnah seperti salat Duha.

Bagi tokoh dalam kisah ini, salat Duha menjadi sumber ketenangan sekaligus anugerah paling berharga dalam hidupnya. Ia menjalaninya dengan penuh rasa syukur dan cinta. Namun, kehidupannya mulai berubah ketika ia bertemu dengan seseorang yang mampu mengusik hati dan menghadirkan berbagai pertanyaan yang belum pernah terpikirkan sebelumnya.

Sejak saat itu, ia bertanya-tanya apakah sosok tersebut merupakan jawaban atas doa-doa yang selama ini dipanjatkan di waktu Duha, atau justru ujian yang akan mengajarkannya arti keikhlasan dan menerima takdir-Nya.

Kelebihan dan Kekurangan Buku Di Waktu Duha

Pros & Cons

Pros
  • Bacaan yang ringan.
  • Panduan jatuh cinta yang baik menurut Islam.
  • Teladan bagi pembaca.
  • Pesan berharga yang disajikan dengan plot twist.
Cons
  • Tersegmentasi untuk pembaca beragama Islam.

Kelebihan Novel Di Waktu Duha

Novel Di Waktu Duha karya JaisiQ merupakan novel romansa Islami yang digemari banyak pembaca karena menawarkan banyak kelebihan

  • Bacaan yang ringan

Novel Di Waktu Duha karya JaisiQ menghadirkan alur cerita yang ringan dan mudah diikuti, sehingga nyaman dibaca oleh berbagai kalangan. Meski dikemas dengan bahasa yang sederhana, kisah yang disajikan mampu menyentuh emosi pembaca secara mendalam.

Dari awal hingga akhir, pembaca diajak merenungkan berbagai aspek kehidupan melalui narasi yang hangat, tenang, dan penuh makna.

  • Panduan jatuh cinta yang baik menurut Islam

Salah satu daya tarik utama novel ini terletak pada cara penulis mengangkat tema cinta sesuai dengan nilai-nilai Islam.

Cerita tidak hanya berfokus pada hubungan romantis, tetapi juga membahas proses menjaga hati, mengambil keputusan, serta belajar menerima ketetapan Tuhan dengan ikhlas.

Berbagai pesan kehidupan disampaikan secara halus sehingga mampu mengajak pembaca melakukan refleksi diri.

  • Teladan bagi pembaca

Kinan sebagai tokoh utama digambarkan sebagai sosok perempuan yang memiliki komitmen kuat terhadap ajaran agama. Ia berusaha menjaga diri, memahami makna cinta dengan bijaksana, serta menjadikan keimanan sebagai pedoman dalam setiap langkah hidupnya.

Karakter tersebut menjadikan Kinan sebagai figur yang inspiratif dan dapat dijadikan teladan oleh para pembaca.

  • Pesan berharga yang disajikan dengan plot twist

Novel ini menyampaikan banyak pelajaran berharga tentang keikhlasan, kesabaran, dan kepercayaan terhadap takdir Allah.

Melalui perjalanan hidup Kinan, pembaca diajak memahami bahwa tidak semua harapan akan terwujud sesuai keinginan.

Kehadiran kejutan pada bagian akhir cerita semakin memperkuat pesan yang ingin disampaikan penulis dan meninggalkan kesan mendalam setelah novel selesai dibaca.

Kekurangan Novel Di Waktu Duha

Meskipun novel Di Waktu Duha karya JaisiQ menawarkan banyak kelebihan, buku ini tetap tidak luput dari kekurangan yang bisa menjadi pertimbangan bagi pembaca.

  • Tersegmentasi untuk pembaca beragama Islam

Novel ini sarat dengan nilai-nilai, istilah, dan konsep keislaman yang menjadi bagian penting dari cerita. Bagi pembaca Muslim, hal tersebut dapat menjadi daya tarik tersendiri. Namun, pembaca non-Muslim mungkin memerlukan pemahaman tambahan untuk mengikuti beberapa pembahasan yang berkaitan dengan ajaran agama dan keyakinan yang melandasi tindakan para tokohnya.

Waktu Duha dan Maknanya

Waktu Duha terbagi menjadi tiga fase yang masing-masing memiliki keutamaan tersendiri, yaitu:

  1. Awal Duha: Sekitar pukul 06.30 hingga 07.30 WIB, waktu ini sering disebut sebagai waktu Isyraq. Fase ini memiliki keutamaan yang besar karena dikaitkan dengan pahala yang setara dengan haji dan umrah bagi mereka yang mengawalinya dengan salat Subuh berjamaah kemudian melanjutkannya dengan zikir hingga matahari terbit.
  2. Pertengahan Duha: Berlangsung sekitar pukul 07.30 hingga 10.00 WIB. Pada rentang waktu ini, sebagian besar orang mulai disibukkan oleh pekerjaan, pendidikan, maupun aktivitas sehari-hari. Karena itu, salat Duha menjadi sarana yang efektif untuk mengingat kembali tujuan hidup dan memperkuat hubungan spiritual di tengah kesibukan dunia.
  3. Akhir Duha (Utama): Sekitar pukul 10.00 hingga 11.30 WIB dan dianggap sebagai waktu yang paling utama untuk melaksanakan salat Duha. Tanda datangnya fase ini adalah ketika sinar matahari mulai terasa lebih terik. Banyak ulama menganjurkan untuk memperbanyak doa pada waktu ini, terutama doa yang berkaitan dengan kelapangan rezeki dan kemudahan urusan.

Makna Duha secara bahasa merujuk pada waktu pagi yang telah dipenuhi cahaya matahari.

Dalam syariat Islam, Duha adalah rentang waktu yang dimulai setelah matahari terbit setinggi tombak hingga menjelang masuknya waktu Zuhur.

Makna Duha dapat dipahami melalui tiga sudut pandang utama, yaitu makna bahasa, makna simbolis dalam Al-Qur’an, dan makna spiritual dalam ibadah.

  1. Makna Secara Bahasa (Leksikal)

Awal Siang: Kata Duha (?????) digunakan untuk menggambarkan waktu pagi ketika cahaya matahari telah bersinar terang dan menerangi bumi dengan jelas. Waktu ini menandai dimulainya berbagai aktivitas manusia setelah berakhirnya malam.

Duha sering dianalogikan sebagai masa muda dalam perjalanan satu hari. Fase ini identik dengan semangat, energi, optimisme, serta kesiapan untuk menjalani berbagai aktivitas dan tantangan kehidupan.

  1. Makna Simbolis dalam Al-Qur’an (Surah Ad-Dhuha)

Allah SWT mengabadikan waktu Duha sebagai nama Surah ke-93 dalam Al-Qur’an. Pemilihan waktu ini mengandung berbagai makna yang mendalam.

  • Simbol Harapan dan Cahaya: Duha menjadi simbol hadirnya cahaya yang mengusir gelapnya malam. Pesan yang terkandung di dalamnya mengajarkan bahwa setiap kesulitan yang dialami manusia akan diikuti oleh kemudahan yang telah Allah siapkan.
  • Janji Pemeliharaan Allah: Surah Ad-Dhuha diturunkan pada masa ketika Rasulullah SAW mengalami kesedihan karena wahyu sempat terhenti. Melalui sumpah atas waktu Duha, Allah menegaskan bahwa Dia tidak pernah meninggalkan ataupun mengabaikan hamba-Nya.
  1. Makna Spiritual dan Ibadah (Salat Duha)

Selain memiliki makna simbolis, waktu Duha juga menyimpan nilai spiritual yang sangat penting dalam kehidupan seorang Muslim.

  • Sedekah Seluruh Persendian: Dalam hadis Rasulullah SAW dijelaskan bahwa setiap persendian manusia memiliki hak sedekah yang harus ditunaikan setiap hari. Salat Duha, meskipun hanya dua rakaat, dapat menjadi bentuk pemenuhan atas sedekah seluruh persendian tersebut.
  • Keseimbangan Hidup: Duha hadir pada saat manusia mulai tenggelam dalam urusan pekerjaan, bisnis, dan berbagai aktivitas duniawi. Meluangkan waktu untuk beribadah pada saat itu menjadi bentuk pengingat bahwa Allah tetap harus ditempatkan sebagai prioritas utama dalam kehidupan.
  • Pintu Keberkahan Rezeki: Banyak umat Muslim memaknai waktu Duha sebagai salah satu waktu yang penuh keberkahan. Melalui salat dan doa yang dipanjatkan, seorang hamba menunjukkan keyakinannya bahwa seluruh rezeki, kemudahan, dan kecukupan hidup berasal dari Allah SWT.

Penutup

Di Waktu Duha karya JaisiQ merupakan novel yang mampu memadukan kisah romansa dengan nilai-nilai spiritual secara hangat dan menyentuh. Ceritanya ringan untuk diikuti, tetapi menyimpan banyak pelajaran tentang cinta, keikhlasan, serta cara mempercayakan segala harapan kepada Allah.

Novel ini mengajak pembaca memahami bahwa tidak setiap doa akan berakhir pada kepemilikan, dan tidak setiap harapan akan berwujud seperti yang dibayangkan. Namun, justru di situlah letak keindahan kisahnya. Setiap halaman membawa pembaca pada pertanyaan yang sama seperti yang dirasakan tokohnya, apakah seseorang yang hadir dalam hidup adalah hadiah yang telah lama dimohonkan, atau pelajaran berharga yang dipersiapkan untuk menguatkan hati.

Dengan akhir cerita yang meninggalkan kesan mendalam, novel ini bukan hanya menawarkan kisah cinta yang manis, tetapi juga perjalanan batin yang membuat pembaca merenung jauh setelah buku ditutup.

Novel Di Waktu Duha karya JaisiQ ini bisa kamu dapatkan hanya di Gramedia.com ya! Untuk mendukung kamu #TumbuhBermakna, kami selalu siap memberikan informasi dan produk terbaik untuk kamu.

 

Penulis: Gabriel

 

Rekomendasi Buku

Mihrab Qalbu

Mihrab Qalbu

“Zain Salman Sulaiman menjalani hidup tanpa banyak ekspresi. Kehilangan kedua orang tua serta sang adik menempa dirinya menjadi sosok dewasa yang tenggelam dalam ilmu dan tanggung jawab. Di tengah kesibukannya sebagai dosen dan pemimpin Pesantren Al-Faruq, ia juga menjadi satu-satunya pelindung bagi keponakan kecilnya, Ziyad Khayri Sulaiman.

Hidup Zain yang tertata dan terasa hening perlahan berubah ketika langkah polos Ziyad mempertemukannya dengan Safwa Zamira Azhari—gadis ceria yang hangat dan penuh kejujuran. Pertemuan yang tampak sederhana itu ternyata bukan kebetulan, melainkan awal dari jembatan takdir yang mengetuk hati Zain yang lama tertutup.

Nomik : Miya No Haru

Miya No Haru

Diam-diam, Miya punya rahasia besar: dia ingin bebas! Didikan orang tuanya untuk selalu berhijab sejak TK membebaninya. Dia ingin mencoba hal-hal baru yang menurutnya sulit dilakukan jika tetap berhijab. Saat program pertukaran pelajar ke Jepang datang. Miya yakin ini adalah kesempatannya untuk menjadi “Miya yang baru” Miya yang bisa bereksperimen, bertualang, dan menemukan dirinya sendiri.

Namun, di sana Miya malah menghadapi drama tak terduga. Mulai dari Kaya Nakazawa, sang superstar Mirai Junior High School, yang selalu mencari masalah dan memusuhinya hingga Shohei Nakamura, cowok green flag dan calon presiden OSIS Mirai Junior High School yang selalu ada saat dia butuh bantuan. Yang paling mengejutkan, Miya bertemu dengan Sara, gadis blasteran Palestina-Jepang yang misterius dan mengingatkannya pada misi dan pergulatan batinnya.

La Tahzan, Alina

Dulu, aku mengira kehidupan dan pernikahanku berjalan begitu sempurna. Namun, tak pernah kubayangkan bahwa ujian terbesar dalam rumah tanggaku justru datang dari seorang perempuan yang dikenal sangat religius.

Namanya Asih. Selama ini, aku merasa telah mengenalnya dengan baik, tetapi kenyataannya tidak demikian. Mengenalnya lebih dalam justru seperti mengupas lapisan demi lapisan bawang. Semakin banyak yang terungkap, semakin besar pula rasa sakit yang harus kutanggung.

Di balik sosoknya yang tampak baik, Asih memiliki pengaruh yang begitu kuat terhadap orang-orang di sekitarku. Dengan pesona yang dimilikinya, ia mampu menarik perhatian dan merebut satu per satu orang yang berharga dalam hidupku. Bukan hanya suamiku, tetapi juga anakku, bahkan ibuku sendiri.

Aku terus bertanya-tanya, apakah aku memang seburuk itu hingga mereka memilih berada di pihaknya? Bagaimana aku bisa bertahan menghadapi semua ini? Dan bagaimana aku harus melewati setiap luka ketika harus menghadapinya seorang diri?

 

Written by Dzikri N. Hakim