The Black Lizard – Seorang kriminal jenius dan seorang detektif legendaris saling berhadapan dalam duel kecerdasan. Siapakah yang akan keluar sebagai pemenang?
The Black Lizard (Kuro-tokage) mengisahkan persaingan sengit antara detektif brilian Kogor? Akechi dengan musuh bebuyutannya, seorang pencuri perempuan misterius yang dikenal sebagai “The Black Lizard” atau “Si Kadal Hitam”.
The Black Lizard merupakan novel karya Edogawa Rampo yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan diterbitkan oleh Penerbit Sigma pada 30 April 2026 dengan ketebalan 268 halaman.
Novel ini tidak hanya menyuguhkan kisah pengejaran antara detektif dan penjahat, tetapi juga menghadirkan pertarungan kecerdasan, ambisi, serta hubungan yang dipenuhi rasa saling mengagumi di antara kedua tokoh utamanya.
Sebagai salah satu karya klasik sastra misteri Jepang, novel ini memadukan teka-teki yang menegangkan dengan eksplorasi psikologis yang kuat. Informasi selengkapnya mengenai novel ini telah Gramin rangkum di bawah ini. Selamat membaca!
Table of Contents
Profil Edogawa Rampo – Penulis Novel The Black Lizard
Tar? Hirai (21 Oktober 1894 – 28 Juli 1965), yang lebih dikenal dengan nama pena Edogawa Rampo, merupakan salah satu penulis misteri dan thriller paling berpengaruh dalam sejarah sastra Jepang.
Ia dikenal sebagai novelis sekaligus penulis cerita pendek yang sangat produktif, dengan banyak karya yang kemudian diadaptasi ke layar lebar.
Sejumlah novelnya menampilkan tokoh detektif Kogoro Akechi, yang dalam kisah-kisah selanjutnya memimpin kelompok anak-anak pemecah misteri bernama Klub Detektif Cilik.
Edogawa Rampo banyak terinspirasi oleh karya para penulis seperti Edgar Allan Poe, Sir Arthur Conan Doyle, G. K. Chesterton, dan H. G. Wells. Nama penanya sendiri merupakan permainan bunyi dari nama Edgar Allan Poe.
Selain itu, selama menempuh pendidikan di Universitas Waseda, ia juga berusaha menerjemahkan karya-karya Arthur Conan Doyle ke dalam bahasa Jepang. Pengaruh lain yang turut membentuk gaya penulisannya datang dari penulis misteri Jepang, Ruik? Kuroiwa.
Sinopsis Novel The Black Lizard
Mereka menjulukinya “Malaikat Kegelapan”. Nyonya Midorikawa merupakan ratu dunia bawah Tokyo yang dikenal karena kecantikannya, koleksi perhiasannya, serta tato kadal hitam yang menghiasi lengannya. Kejahatan baginya adalah sebuah permainan, bahkan ia selalu memberi peringatan kepada calon korbannya sebelum beraksi.
Saat seorang saudagar perhiasan menerima surat yang mengabarkan bahwa putrinya, Sanae, akan diculik, ia segera meminta bantuan detektif ternama Akechi Kogoro untuk melindunginya. Namun, kali ini Akechi harus menghadapi lawan paling cerdas dan paling berbahaya yang pernah ditemuinya.
The Black Lizard (Kuro-tokage) berfokus pada rivalitas legendaris antara detektif genius Kogoro Akechi dengan musuh bebuyutannya, seorang bandit perempuan yang dikenal sebagai The Black Lizard (Si Kadal Hitam).
Kisah ini bukan sekadar pengejaran kriminal biasa, melainkan sebuah pertarungan kecerdasan, ego, dan kekaguman yang saling bertautan di antara kedua tokoh utamanya. Novel ini merupakan mahakarya sastra detektif klasik Jepang yang memadukan unsur misteri dengan kedalaman psikologis yang mencekam.
Kelebihan dan Kekurangan Buku The Black Lizard
Kelebihan Novel The Black Lizard
Novel The Black Lizard karya Edogawa Rampo merupakan novel bergenre misteri yang menyajikan banyak sekali kelebihan yang membuatnya digemari banyak orang di seluruh dunia.
- Penuh aksi dan misteri
Novel ini menghadirkan perpaduan yang seimbang antara aksi, misteri, dan kejahatan dengan karakter-karakter yang unik.
Jalan ceritanya bergerak cepat dan penuh kejutan, bahkan sesekali terasa dramatis. Justru gaya penceritaan seperti inilah yang membuat kisahnya semakin seru dan menghibur untuk diikuti.
- Kisah tak terduga
Cerita dalam The Black Lizard berkembang dengan arah yang tidak mudah diprediksi. Tokoh detektif Kogoro Akechi digambarkan memiliki kecerdasan, kemampuan berpikir, dan ketelitian yang mengingatkan pembaca pada sosok Sherlock Holmes.
Hal ini membuat novel ini semakin menarik bagi para pecinta cerita misteri.
- Penuh dengan momen mengejutkan
Edogawa Rampo berhasil membangun suasana melalui narasi yang kuat serta deskripsi latar dan karakter yang hidup.
Ketegangan antara detektif dan kriminal terasa konsisten sepanjang cerita, diperkaya dengan berbagai penyamaran, plot twist yang cerdas, serta momen-momen mengejutkan yang membuat pembaca terus penasaran.
- Dinamika antar tokoh yang menarik
Hubungan antara Si Kadal Hitam dan detektif Kogoro Akechi menjadi salah satu daya tarik utama novel ini. Keduanya saling berhadapan sebagai lawan, tetapi pada saat yang sama juga menunjukkan rasa hormat terhadap kecerdasan masing-masing.
Interaksi mereka berkembang dengan menarik hingga menjelang akhir cerita.
Kekurangan Novel The Black Lizard
Meskipun novel The Black Lizard karya Edogawa Rampo menawarkan banyak kelebihan, buku ini tetap tidak luput dari beberapa poin yang dirasa kurang.
- Penulis menyela cerita
Dalam beberapa bagian, penulis menyisipkan komentar secara langsung kepada pembaca, seperti sapaan “Pembaca yang terhormat”.
Gaya penceritaan seperti ini dapat sedikit mengganggu alur cerita. Meski demikian, hal tersebut masih dapat dimaklumi mengingat novel ini merupakan karya fiksi klasik.
- Beberapa bagian berlebihan
Ada sejumlah bagian yang terasa cukup panjang dan sedikit berlebihan sehingga ritme cerita melambat. Namun, unsur melodrama tersebut justru menjadi salah satu ciri khas yang memberikan pesona tersendiri pada novel ini.
Kasus-Kasus Black Lizard di Dunia Nyata
Grameds, tahukah kamu bahwa di dunia nyata juga pernah terjadi sejumlah kasus kriminal yang memiliki pola serupa dengan aksi Si Kadal Hitam dalam The Black Lizard?
Dalam beberapa kasus, pelaku bahkan dengan sengaja mengirimkan ancaman, peringatan, atau tantangan kepada korban maupun pihak kepolisian sebelum menjalankan aksinya.
Meski sudah diperingatkan sebelumnya, mereka tetap sulit ditangkap. Berikut tiga kasus paling terkenal yang memiliki kemiripan dengan taktik kriminal dalam novel The Black Lizard.
- Kasus Glico-Morinaga (Jepang, 1984–1985)
Kasus ini sering dianggap sebagai peristiwa yang paling menyerupai pola kejahatan dalam The Black Lizard, terlebih karena terjadi di Jepang, negara asal novel tersebut.
- Bentuk Peringatan: Sekelompok pelaku misterius yang menyebut diri mereka The Monster with 21 Faces meneror perusahaan makanan besar di Jepang. Mereka mengirimkan surat kepada media dan kepolisian yang berisi ancaman bahwa produk cokelat Morinaga telah dicampur sianida. Bahkan, mereka menempelkan label bertuliskan “Bahaya: Mengandung Racun” pada produk yang telah disusupi.
- Mengapa Sulit Ditangkap: Kelompok ini sangat piawai mempermainkan aparat. Mereka mengirim lebih dari seratus surat yang berisi ejekan kepada kepolisian Osaka sekaligus petunjuk-petunjuk yang sengaja menyesatkan. Walaupun ribuan polisi diterjunkan, para pelaku selalu berhasil lolos setiap kali proses penyerahan uang tebusan dilakukan.
- Akhir Kasus: Setelah membuat kepolisian Jepang kewalahan hingga seorang kapten polisi mengakhiri hidupnya karena rasa malu, kelompok tersebut mengirim surat terakhir yang menyatakan bahwa mereka telah “memaafkan” perusahaan. Sejak saat itu mereka menghilang tanpa jejak dan identitasnya tidak pernah terungkap.
- Pembunuh Berantai “Zodiac Killer” (Amerika Serikat, 1960-an)
Seperti The Black Lizard yang gemar menantang Detektif Akechi, Zodiac Killer juga menjadikan surat ancaman sebagai bagian dari permainannya dengan polisi dan media.
- Bentuk Peringatan: Pelaku mengirimkan serangkaian surat kepada surat kabar di San Francisco yang berisi ancaman akan melakukan pembunuhan berikutnya apabila pesan dan sandi buatannya tidak dipublikasikan. Untuk membuktikan identitasnya, ia bahkan mengirimkan potongan pakaian milik salah satu korbannya.
- Mengapa Sulit Ditangkap: Zodiac Killer menggunakan sandi yang sangat rumit sehingga beberapa di antaranya baru berhasil dipecahkan puluhan tahun kemudian. Ia juga selalu memilih lokasi yang terpencil dan sengaja mempermainkan aparat demi memperoleh kepuasan psikologis.
- Akhir Kasus: Hingga kini, identitas asli Zodiac Killer masih menjadi misteri. Kasusnya tetap menjadi salah satu penyelidikan kriminal paling terkenal yang belum berhasil dipecahkan.
- Pencurian Lukisan Mona Lisa oleh Vincenzo Peruggia (Prancis, 1911)
Kasus pencurian karya seni paling terkenal di abad ke-20 ini memiliki kemiripan dengan aksi pencurian benda berharga yang sering muncul dalam novel Edogawa Rampo.
- Bentuk Peringatan: Sebelum lukisan Mona Lisa dicuri dari Museum Louvre, pihak museum sebenarnya telah beberapa kali menerima kritik dan peringatan mengenai lemahnya sistem keamanan. Namun, berbagai peringatan tersebut tidak mendapat perhatian serius.
- Mengapa Sulit Ditangkap: Vincenzo Peruggia menyamar sebagai pegawai museum, bersembunyi semalaman di dalam gedung, lalu membawa pergi lukisan itu pada pagi hari. Polisi Prancis sempat memeriksa ratusan orang, termasuk menginterogasi Guillaume Apollinaire dan Pablo Picasso, tetapi tetap gagal menemukan pelakunya yang menyimpan lukisan tersebut di apartemennya sendiri.
- Akhir Kasus: Peruggia akhirnya berhasil ditangkap dua tahun kemudian saat berusaha menjual Mona Lisa kepada seorang kolektor seni di Italia.
Fenomena seperti ini dalam dunia kriminologi sering dikaitkan dengan konsep duper’s delight, yaitu kepuasan psikologis yang dirasakan pelaku karena berhasil mengecoh orang lain dan merasa lebih unggul daripada pihak yang mengejarnya.
Pola inilah yang juga tercermin dalam hubungan antara Madame Midorikawa dan Detektif Akechi, ketika kejahatan berubah menjadi permainan kecerdasan yang dipenuhi tantangan dan saling menguji kemampuan.
Penutup
The Black Lizard karya Edogawa Rampo menghadirkan kisah kriminal kelas atas dengan penyelesaian yang sulit untuk dipecahkan bahkan untuk sekelas detektif paling handal sekalipun.
Di balik setiap teka-tekinya, tersimpan pertarungan kecerdasan yang akan membuat Grameds terus menebak langkah berikutnya hingga halaman terakhir. Jika Grameds menyukai cerita kriminal klasik dengan permainan, novel ini layak menjadi bacaan berikutnya untukmu.
Novel The Black Lizard karya Edogawa Rampo ini bisa kamu dapatkan hanya di Gramedia.com ya! Untuk mendukung kamu #TumbuhBermakna, kami selalu siap memberikan informasi dan produk terbaik untuk kamu.
Penulis: Gabriel
Rekomendasi Buku
Naoko
Sugita Heisuke, seorang pegawai pabrik, bekerja giat untuk menghidupi sang istri, Naoko, dan putri semata wayang, Monami. Bagi Heisuke, menikmati sarapan bersama keluarga setelah sif malam adalah salah satu kesenangan terbesarnya. Namun, hidupnya yang selama ini biasa-biasa saja berubah drastis saat berita di televisi melaporkan bus yang ditumpangi Naoko dan Monami ke Nagano jatuh dari tebing.
Ketika Monami akhirnya terbangun dari koma, ia sepertinya berpikir dirinya adalah Naoko, yang tewas demi melindungi Monami. Lebih anehnya, ia tahu hal-hal yang seharusnya hanya diketahui Naoko. Kehidupan keluarga yang berlanjut antara pria yang kebingungan dan sosok yang tampak seperti putrinya tapi memiliki jiwa sang istri dipenuhi momen-momen lucu dan canggung… sebelum berujung pada akhir yang tak terduga.
The Reappearance of Rachel Price
Enam belas tahun lalu, Rachel Price menghilang. Bel yang masih kecil menjadi satu-satunya saksi meski tidak mengingat apa pun. Kini berumur 18 tahun, Bel masih berada di bawah bayang-bayang misteri hilangnya sang ibu.
Bayangan sang ibu seolah makin pekat ketika keluarga Price setuju menjadikan kasus Rachel Price sebagai film dokumenter kejahatan nyata. Bel tidak sabar menunggu syuting selesai agar hidupnya bisa kembali normal. Tetapi, hal yang mustahil terjadi: Rachel Price yang selama ini dianggap mati, kini muncul kembali.
Orang-Orang Hilang di Kyushu
Seorang jurnalis terkenal,
seorang wanita penghibur,
seorang dealer mobil bekas,
seorang dosen bahasa Jepang,
dan seorang calon pewaris perusahaan menerima surat aneh yang beramplop merah muda.
Lalu, mereka berlima lenyap tanpa jejak di Kyushu.
Saat keluarga dan kerabat terdekat mencari kelima orang itu, mereka mendapati fakta bahwa orang-orang yang hilang itu mendapatkan surat dari seseorang yang telah mati 16 tahun lalu.
- 7 Sayap Kehidupan
- 7 Sayap Pendosa
- A Venom Dark and Sweet
- Apa Itu Ramadan
- Apartemen Sebelas
- Bersahabat dengan Alien
- Cassettes Rewind
- Contagious
- Di Tepi Sejarah
- Di Waktu Duha
- Enola Holmes dan Ekskursi Elegan
- Gimana Kalau Dia Bukan Orangnya
- Goodbye Daniel
- Hijab for Sisters
- Hukum Tata Negara
- Kandidat Terlarang
- Kasus-kasus 7 Sayap Pendosa
- Kenang-kenanganku di Malaya
- Kisah-kisah Tengah Malam (Tales of Mystery and Terror)
- Kresek Hitam
- Kronik Kematian
- Kronik Pangeran Benawa Menurut Jessica
- Kumpulan Cerita Bersahabat dengan Alien
- La Tahzan Alina
- Lakon
- Langit Madinah
- Mamak Pulang
- Makhluk Tuhan Paling Sensi
- Maya
- Muhibah Cinta di Selat Malaka
- Niken Saya Bukan Dokter
- Orang-Orang Hilang di Kyushu
- Profit Konsisten dengan Market Structure
- Project Hail Mary
- Putih: Girl in The Dark
- Sang Dewi Api R.F. Kuang
- Sastra Indonesia dalam Enam Pertanyaan
- Semilir
- Seri Melindungi Bumi - Bebas Sampah
- Tekad
- The Alley of Fantasy Bookshops
- The Black Lizard
- The Book You Wish Your Parents Had Read
- The Escape Room
- The Glory Story of Two Umars
- The Shadow of Sakura
- Tujuh Kelana
- What My Mother and I Don’t Talk About
- Your Story





