in

Kenali 15 Ciri-ciri Hamil Anak Kembar

Ciri-ciri hamil anak kembar – Bagi calon ibu, umumnya akan merasakan beberapa perbedaan ketika hamil anak laki-laki, anak perempuan atau bahkan hamil anak kembar. Meskipun hal ini hanya dapat diketahui secara pasti dengan pemeriksaan USG, tetapi ada beberapa tanda yang dapat Grameds kenali apabila hamil anak kembar.

Biasanya, ciri-ciri hamil anak kembar dapat dikenali sejak minggu awal masa kehamilan. Ibu yang hamil dengan kembar, umumnya akan mengalami perubah ciri fisik seperti bentuk dan ukuran perut yang akan terlihat berbeda dibandingkan ibu yang hamil anak tunggal. Mengetahui ciri-ciri hamil anak kembar cukup penting, sebab dapat mencegah terjadi komplikasi yang lebih rentan terjadi pada wanita yang sedang hamil anak kembar. Oleh sebab itu, berikut beberapa ciri-ciri hamil anak kembar yang perlu Grameds kenali sejak dini.

Risiko dan Komplikasi Hamil Anak Kembar

Sumber: Pexels

Mengapa harus mengetahui ciri-ciri hamil anak kembar? Hal ini karena kehamilan dengan anak kembar memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan ketika ibu hamil dengan anak tunggal. Dikutip dari Orami, berikut beberapa risiko ketika hamil anak kembar.

1. Keguguran 

Menurut direktur dan kepala kedokteran dan bedah dari ibu dan janin di Hackensack University Medical Center, New Jersey yaitu Abdulla Al-Khan, dijelaskan bahwa hamil dengan anak kembar memiliki risiko lebih besar untuk mengalami keguguran.

Pada umumnya, keguguran ini ditandari dengan keluarga bercak-bercak dari vagina. Jika Grameds memiliki banyak bercak pada trimester pertama, maka Grameds harus segera memeriksakannya ke dokter kandungan.

Gejala lainnya yang perlu Grameds ketahui ketika keguguran adalah kram pada bagian perut, mengeluarkan gumpalan dan secara aktif terus mengeluarkan darah.

Akan tetapi, apabila bercak yang keluar dari vagina tidak disertai dengan gejala lainnya, maka Grameds tidak perlu merasa panik. Sebab ibu hamil dengan anak kembar umumnya memang lebih banyak mengalami bercak dibandingkan ibu yang hamil dengan satu janin.

2. Diabetes Gestasional

Risiko lainnya dari hamil dengan anak kembar adalah ibu lebih berisiko mengalami diabetes gestasional. Meskipun begitu, risiko paling besar dari diabetes gestasional ialah memiliki bayi dengan ukuran yang lebih besar serta membutuhkan persalinan dengan proses caesar.

Selain itu, ibu yang mengalami diabetes gestasional selama masa kehamilan, lebih mungkin mengalami diabetes tipe dua usai melahirkan.

3. Preeklamsia 

Preeklamsia pada umumnya terjadi secara tiba-tiba serta dapat mengakibatkan hal fatal, kondisi seperti dapat menimpa siapa saja selama masa kehamilan, baik ibu dengan janin tunggal atau kembar. Akan tetapi, preeklamsia pada umumnya lebih sering terjadi pada kehamilan dengan anak kembar.

Tanda dari preeklamsia adalah tekanan darah tinggi, protein yang ada di dalam urin serta terkadang ibu mengalami bengkak pada bagian kaki, tungkai serta tangannya.

4. Kelahiran Prematur

Sebagian besar dari ibu yang mengandung anak kembar umumnya akan melahirkan pada usia 36 minggu atau 37 minggu dibandingkan dengan usia 40 pada satu kehamilan.

Hamil dengan bayi kembar umumnya memiliki risiko lebih tinggi untuk melahirkan bayi prematur atau kelahiran yang terjadi di usia 34 minggu kehamilan atau sebelum mencapai usia 36 minggu.

Dikarenakan lahir terlalu dini atau secara prematur, bayi kembar lebih mungkin lahir dengan berat badan yang cenderung lebih rendah serta memiliki tingkat masalah pernapasan yang tinggi, dibandingkan bayi yang lahir sesuai usianya atau tidak prematur.

5. Anemia 

Ibu hamil dengan anak kembar memiliki risiko lebih tinggi mengalami anemia, gejala dari anemia adalah kelelahan, jantung berdebar-debar, sesak napas hingga kulit terlihat pucat.

6. Twin to Twin Syndrome

Kondisi twin to twin syndrome dapat mempengaruhi beberapa anak kembar identik yang berbagi satu plasenta. Ibu hamil anak kembar yang mengalami sindrom ini terjadi dikarenakan ketidakseimbangan dari aliran darah.

Selain itu, ada kondisi yang menyebabkan salah satu bayi mendapatkan volume darah terlalu banyak, sementara bayi lainnya tidak mendapatkan cukup volume darah.

Ciri-Ciri Hamil Anak Kembar

Sumber: Pexels

Secara umum, ciri dari hamil anak kembar yang pertama adalah karena faktor genetik. Akan tetapi, ada beberapa ciri lain dari hamil kembar yang perlu Grameds kenali. Berikut penjelasannya.

1. Mual berlebihan pada pagi hari

Ibu hamil umumnya mengalami beberapa jenis mual pada pagi hari selama masa kehamilan, entah itu hamil dengan anak kembar ataupun dengan janin tunggal. Akan tetapi, mual-mual pada pagi hari secara berlebihan rupanya bisa menjadi salah satu ciri dari hamil anak kembar.

Hal ini karena sebagian besar dari perempuan yang hamil dengan anak kembar akan mengalami peningkatan mual cukup parah pada pagi hari dan sebagian lainnya bahkan tidak mengalami rasa mual sama sekali.

Namun umumnya, wanita yang hamil dengan anak kembar akan mengalami morning sickness dua kali lipat lebih parah dibandingkan hamil dengan janin tunggal.

2. Kelelahan cukup ekstrem

Wanita hamil memang cenderung lebih cepat merasa lelah, akan tetapi wanita dengan hamil anak kembar biasanya akan merasa lelah sangat ekstrem atau berlebihan.

Hal ini dikarenakan energi sang ibu yang sedang hamil kembar cepat terserap. Kelelahan yang dialami oleh ibu hamil dengan anak kembar akan terus mengalami peningkatan dan hal ini merupakan salah satu ciri dari ibu hamil dengan anak kembar.

Kelelahan secara ekstrem juga berkaitan dengan tubuh ibu yang terus berusaha memberi nutrisi bagi bayi dan merawat janin agar mampu tumbuh serta berkembang dengan baik dalam rahimnya.

3. Ukuran perut ketika hamil muda

Selama masa kehamilan, pada umumnya dokter maupun bidan akan terus memonitor tinggi fundus dari ibu hamil atau jarak antara bagian atas tulang kemaluan pada bagian atas rahim yang akan membantu menunjukan berapa usia kehamilan ibu. Perut yang membesar ketika usia kehamilan masih muda, dapat menjadi salah satu ciri dari hamil anak kembar.

4. Berat badan ibu

Berat badan ibu akan naik ketika masa hamil yang disebabkan oleh beberapa faktor dan salah satu faktor yang banyak dan sering terjadi ialah karena kebiasaan makan ibu yang buruk atau tidak sehat.

Kenaikan berat badan juga menjadi salah satu ciri dari hamil anak kembar. Pada umumnya perempuan yang hamil dengan anak kembar akan mengalami kenaikan berat badan kurang lebih sebanyak 10 pons lebih banyak dibandingkan ketika ibu mengandung janin tunggal.

Apabila Grameds mengalami kenaikan berat badan hingga 5 kg pada trimester pertama, maka bisa jadi Grameds sedang mengandung anak kembar.

Hal ini dikarenakan ukuran rahim serta volume darah akan meningkat lebih besar pada wanita yang sedang hamil dengan anak kembar, dibandingkan wanita hamil janin tunggal.

Selain itu, ibu hamil anak kembar juga akan mengalami peningkatan berat badan sekitar 7 kg hingga 12 kg pada masa kehamilan trimester kedua.

5. Gerakan janin terjadi lebih dini dan sering

Gerakan janin yang dirasakan oleh ibu hamil terlalu dini, telah menjadi suatu kontroversi di antara komunitas medis. Beberapa ibu hamil mengungkapkan bahwa mereka yang hamil dengan anak kembar, umumnya merasakan gerakan janin lebih cepat atau lebih awal dan gerakan janin tersebut cenderung lebih sering terjadi.

Meskipun ciri kelima ini menjadi suatu hal yang kontroversial, akan tetapi beberapa di antaranya yakin bahwa gerakan janin yang terasa lebih dini dan sering adalah salah satu ciri dari hamil dengan anak kembar.

6. Peningkatan level hCG

hCG merupakan human chorionic gonadotropin merupakan hormon yang diproduksi oleh plasenta usai proses implantasi terjadi. Meningkatnya level dari hCG ini menjadi salah satu ciri bahkan ibu sedang hamil dengan anak kembar.

Hal ini karena perempuan yang hamil dengan anak kembar, memiliki kemungkinan untuk mengalami peningkatan level hCG. Akan tetapi, Grameds harus melakukan pengecekan dan investigasi lebih lanjut guna memverifikasi penyebab dari meningkatnya level hCG.

7. Dua detak jantung

Ciri hamil dengan anak kembar selanjutnya dapat diketahui ketika Grameds sedang memeriksakan kehamilan di dokter. Ketika memeriksakan kandungan, dokter akan memeriksa detak jantung janin dan hal ini dapat dilihat pada akhir trimester pertama.

Menurut laman Verywell Family, ada beberapa dokter maupun bidan yang lebih berpengalaman dan mendeteksi beberapa detak jantung berbeda pada ibu hamil dengan anak kembar.

8. Sakit pada bagian punggung dan rasa nyeri di panggul

Ciri hamil anak kembar selanjutnya adalah rasa sakit pada bagian punggung serta rasa nyeri pada panggul. Hal ini dikarenakan seiring dengan perkembangan janin pada masa kehamilan, maka berat badan bayi pun akan meningkat, sehingga tubuh ibu pun akan lebih mudah merasa sakit atau nyeri.

Sakit pada bagian punggung serta nyeri yang dirasakan pada bagian panggul secara berlebihan bisa menjadi salah satu pertanda bahwa ibu sedang hamil dengan anak kembar atau 2 janin.

9. Sering buang air kecil

Perlu Grameds ketahui bahwa ketika ibu sering buang air kecil, maka hal ini bisa menjadi salah satu tanda bahwa Grameds sedang hamil anak kembar. Hal ini terjadi dikarenakan adanya tekanan ekstra pada bagian kandung kemih serta retensi air yang lebih tinggi.

Pada umumnya, ibu hamil dengan anak kembar memiliki intensitas buang air kecil yang lebih besar apabila dibandingkan dengan ibu hamil janin tunggal.

10. Mulas serta mengalami gangguan pencernaan

Munculnya rasa mulas serta gangguan pencernaan yang lainnya dalam waktu yang cukup sering, mungkin menjadi salah satu pertanda bahwa Grameds sedang hamil anak kembar.

Rasa mulas dan gangguan pencernaan muncul karena tekanan ekstra pada bagian perut ketika rahim menekannya. Untuk lebih pastinya, Grameds bisa melakukan pemeriksaaan USG yang akan menunjukan apakah Grameds hamil dengan janin tunggal atau janin kembar.

11. Perubahaan mood atau suasana hati secara ekstrem

Ciri lainnya ketika ibu mengalami kehamilan dengan janin kembar adalah perubahan suasana hati secara ekstrem. Hal ini terjadi dikarenakan adanya fluktuasi hormon, terutama pada masa awal kehamilan.

Perubahan suasana hati pada umumnya dapat hilang dengan cepat, bergantung pada naik atau turunnya hormon. Akan tetapi, jika sudah sampai mengganggu aktivitas keseharian, ada baiknya jika Grameds segera memeriksakannya ke dokter.

12. Payudara terasa sakit atau nyeri

Pada masa awal kehamilan, payudara ibu akan tampak lebih lembut akan tetapi terasa nyeri. Rasa nyeri tersebut dapat berlangsung lama ketika ibu sedang hamil dengan janin kembar.

Payudara terasa nyeri dikarenakan peningkatan dari kadar hormon kehamilan yang bekerja untuk menopang dua janin dalam kandungan ibu. Selain rasa nyeri, payudara ibu yang sedang hamil kembar juga akan terlihat lebih besar dibandingkan biasanya.

13. Insomnia 

Ciri selanjutnya apabila Grameds sedang hamil janin kembar adalah mengalami kesulitan tidur atau insomnia dikarenakan fisik merasa tidak nyaman. Selain itu, muncul pula gangguan kecemasan yang dapat menimbulkan insomnia selama masa hamil.

Insomnia dapat terjadi sebagai hasil dari akumulasi masalah tidur yang terjadi pada awal-awal kehamilan. Pada umumnya, keluhan yang dialami pada masa trimester awal dikarenakan adanya perubahan hormon yang dapat memicu gangguan tidur.

14. Bernapas dengan terengah-engah

Ketika hamil dengan janin kembar, berat badan ibu cenderung akan naik lebih cepat dan banyak dibandingkan ketika ibu hamil dengan janin tunggal. Hal ini dapat membuat ibu kesulitan untuk bernapas, sehingga napas ibu pun menjadi terengah-engah.

Ciri hamil janin kembar satu ini pada umumnya akan terjadi pada trimester pertama dan mungkin dapat bertambah buruk seiring dengan perkembangan janin kembar. Seiring berjalannya waktu, janin yang tumbuh dalam rahim ibu akan menekan diafragma, sehingga membuat ibu kesulitan untuk bernapas.

15. Baby bump terlihat cukup besar pada awal kehamilan

Ibu yang hamil dengan janin kembar pada umumnya akan memiliki baby bump yang terlihat cukup besar pada masa awal kehamilan. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa apabila tinggi dari fundus lebih besar dari angka normal, maka hal tersebut bisa menjadi salah satu ciri ibu hamil anak kembar. Akan tetapi, ukuran dari fundus ini ikut dipengaruhi oleh tipe tubuh, badan serta berat badan ibu sebelum hamil.

Apa Penyebab Hamil Anak Kembar? 

Sumber: Pexels

Setelah memahami ciri-ciri hamil anak kembar, Grameds mungkin merasa penasaran apa penyebab dari kehamilan dengan anak kembar. Dijelaskan bahwa salah satu faktor utama dari hamil dengan anak kembar yang sering dikaitkan ialah genetik.

Jadi, jika Grameds memiliki riwayat anggota keluarga yang pernah hamil dengan anak kembar, kemungkinan Grameds juga akan ikut merasakan pengalaman hamil dengan anak kembar.

Akan tetapi faktor satu ini perlu penelitian lebih lanjut, sebab menurut National Health Service, setiap orang memiliki peluang untuk dapat hamil dengan janin kembar.

Penyebab lainnya adalah karena kehamilan terjadi ketika ibu sudah memasuki usia lebih dari 35 tahun. Hal ini karena perempuan pada usia tersebut, umumnya cenderung melepaskan lebih dari 1 sel telur selama masa ovulasi.

Selain itu, kehamilan yang terjadi dikarenakan menggunakan metode IVF atau biasa disebut dengan bayi tabung juga memungkin Grameds untuk hamil dengan janin kembar, dikarenakan embrio yang ditransfer dapat lebih dari satu.

Itulah penjelasan tentang 15 ciri-ciri hamil anak kembar, komplikasi atau risiko serta penyebab terjadinya kehamilan dengan anak kembar. Grameds bisa mempelajari lebih lanjut tentang masa kehamilan atau parenting untuk mempersiapkan diri menyambut si kecil dengan membaca buku.

Gramedia sebagai #SahabatTanpaBatas, selalu menyediakan berbagai macam buku berkualitas dan original untuk Grameds. Jadi jangan ragu untuk check out buku incaran kamu di gramedia.com! Segera check out sekarang juga!

Membaca banyak buku dan artikel tidak akan pernah merugikan kalian, karena Grameds akan mendapatkan informasi dan pengetahuan #LebihDenganMembaca.

Penulis: Khansa

Rujukan:

  • https://www.orami.co.id/magazine/ciri-hamil-anak-kembar#risiko-hamil-anak-kembar
  • https://www.haibunda.com/kehamilan/20220720145124-49-279451/15-ciri-hamil-kembar-yang-dapat-dideteksi-sejak-trimester-1


ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Nandy