in

Rekomendasi Buku Karya JS Khairen yang Bisa Kamu Baca Saat “Lari” dari Kesibukan

Buku karya JS Khairen – Jombang Santani Khairen atau banyak dikenal dengan nama JS Khairen adalah seorang penulis berdarah Minang. Sebelumnya ia pernah menjadi bahan perbincangan banyak orang karena pernah menuliskan Nusantara dan ibu kota Indonesia yang berpindah ke Kalimantan.

Buku pertama yang menyebutkan tentang hal itu adalah Rinduku Sederas Hujan Sore Itu. Buku karya JS Khairen itu ditulis pada 2015 dan diterbitkan pada tahun 2017, yang berupa kumpulan cerpen. Bagian yang membicarakan tentang Nusantara ada pada bab Nusantara Top Secret Project: Rongga Waktu.

Lalu, buku lain dengan judul Kami (Bukan) Jongos Berdasi ditulis pada tahun 2014-2015, kemudian diterbitkan pada tahun 2019. Isi buku karya JS Khairen ini berisi sedikit mengulik ibu kota baru yaitu Kalimantan.

Sebelum Ia terjun menulis novel, Ia sebelumnya suka menulis cerpen. Tidak sedikit cerpen yang JS Khairen tulis kemudian ia jadikan sebuah buku. Bahkan beberapa penggalan kalimat yang berisi tentang nasihat-nasihat juga sering ia unggah di sosial medianya baik di Instagram ataupun Twitter.

Mengarungi dunia penulisan semenjak ia kecil, sosok sang ayah yang memiliki profesi sebagai wartawan adalah guru besarnya. Kemampuannya itu semakin terasah saat ia bergabung di Economica, yang merupakan sebuah organisasi yang bergerak di bidang jurnalistik keilmuan di Universitas Indonesia.

JS Khairen juga tidak pelit ilmu, ia selalu membagikan ilmu-ilmu menulisnya. Ia juga sering mengadakan workshop menulis dengan tujuan membagikan pengalaman serta ilmu yang dimilikinya ketika menulis novel.

JS Khairen mempunyai kegemaran menulis sejak tahun 2013, berbagai karyanya sudah ia tulis sampai diterbitkan oleh penerbit ternama di Indonesia. Sejak 2013 sampai saat ini, JS Khairen telah menulis sebanyak 14 buku.

Rekomendasi Buku Karya JS Khairen

Berikut buku karya JS Khairen yang bisa kamu baca di sela-sela kesibukanmu. Yuk, simak berikut ini.

1. Kami (Bukan) Sarjana Kertas

https://www.gramedia.com/products/kami-bukan-sarjana-kertas-edisi-baru?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/kami-bukan-sarjana-kertas-edisi-baru?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

“Memang betul para pemenang tidak pernah berhenti. Namun sesekali rasanya perlu juga beristirahat, untuk menertawakan hidup. Menang tapi kaku, mana seru.”

Buku karya JS Khairen ini mengangkat topik yang cukup umum di negeri ini, yakni tentang para sarjana, yang mana ketika lulus,mereka hanya berakhir menaikkan persentase pengangguran. Pun tanpa memiliki sebuah skill yang signifikan.

Buku ini menceritakan tentang kehidupan sekumpulan mahasiswa yang kuliah di kampus UDEL. Kampus UDEL ini jika dicari di mesin pencarian Google tidak akan muncul karena memiliki reputasi yang sangat buruk dan hanya pilihan paling terakhir bagi orang-orang yang ingin kuliah. Sistem pembelajaran di kampus ini sangat membosankan dan juga kolot.

Ceritanya tentang Ogi, Ia merupakan anak dari seorang tukang bengkel yang masuk UDEL karena tidak tahu apa-apa tentang kampus itu. Ia hanya mengikuti ajakan temannya Ranjau untuk kuliah, bak kerbau dicocok hidungnya.

Ayahnya sampai meminjam emas untuk dijual dan membiayai kuliahnya Ogi meskipun Ogi sendiri berkuliah dengan setengah hati.

Tokoh dalam buku ini bukan hanya Ogi saja, tapi ada Ranjau, Arko, Juwisa, Gala, Sania, dan Catherine.

Sekumpulan mahasiswa ini mempunya alasan yang beragam mengapa akhirnya memutuskan untuk kuliah. Ada yang karena ditolak di kampus pilihannya, ada juga karena terpaksa.

Banyak pesan tersirat yang diselipkan JS Khairen dalam buku ini. Cerita dari buku ini sangat banyak mengenai kehidupan tentang mahasiswa.

Buku ini juga mengajarkan bahwa mahasiswa itu harus memahami dan mengerti akan setiap tindakan yang mereka ambil, karena itu bisa mempengaruhi kehidupan mereka selanjutnya.

Seperti ada kesalahan para mahasiswa yang kuliah tetapi tanpa memiliki tujuan atau mereka yang hanya mengejar nilai tinggi tapi tidak memperhitungkan masa depan. Ada pula masalah-masalah si kaya dan juga para rakyat jelata.

Buku ini juga bercerita mengenai mengejar mimpi. Setidaknya, perjuangan demi menggapai sebuah mimpi. Selain itu, juga bercerita tentang pertemanan dan persahabatan antar tokoh di dalamnya.

Selain mengejar mimpi dan pertemanan, ada pula tentang usaha. Usaha yang dilakukan oleh para mahasiswa buangan dari Universitas UDEL demi menggapai mimpi mereka.

Karakter Ogi, yang tadinya sering malas-malasan, diterpa banyak sekali rintangan, akhirnya ia bisa menghasilkan uang sendiri.

Gala, si anak orang kaya yang ingin menjadi guru, tetapi malah kuliah di arsitektur. Lalu ada juga si Ranjau yang digambarkan sebagai mahasiswa yang hanya mengejar nilai di kampus.

Ia hanya memikirkan yang penting lulus cepat dengan IPK yang memadai. Sampai akhirnya, ia keteteran sendiri. Skill tidak punya, koneksi pun tidak ada.

Ada juga Sania, seorang gadis musisi yang merupakan mantan dari si Ranjau. Ia menggambarkan seorang mahasiswa yang memutuskan mengubur impiannya yaitu menjadi musisi demi mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Alur cerita buku ini sangat menarik, mengingat setiap cerita yang dimunculkan mampu menghadirkan peristiwa baru yang menyenangkan, sekaligus masalah baru yang bisa membuat emosi pembaca bergejolak.

Bahasa yang digunakan pada buku ini tidak baku, sehingga mudah untuk dipahami pembaca. Buku ini sangat cocok dibaca untuk kamu yang pelajar SMA, mahasiswa, dosen, maupun orang tua sekalipun.

Buku ini juga mengajarkan kalau setiap permasalahan pasti memiliki jalan keluarnya masing-masing, seperti tokoh-tokoh dalam buku ini yang jatuh berkali-kali tapi tetap bisa bangkit lagi.

2. Kami (Bukan) Generasi Bac*T

https://www.gramedia.com/products/kami-bukan-generasi-bact?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/kami-bukan-generasi-bact?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Alumni kampus UDEL sekarang telah lulus. Mereka memasuki dunia nyata yang penuh dengan tikus. Ada yang bertahan, tapi ada juga yang sebentar lagi mampus.

Sukses dengan buku pertamanya yang berjudul Kami (Bukan) Sarjana Kertas, yang berhasil menjadi national best seller, JS Khairen kembali menghadirkan kisah lanjutan dari kehidupan kelompok Ogi pasca beberapa tokohnya lulus dari kampus UDEL.

Di awal kisahnya, diceritakan nasib dari Sania yang sudah lulus, kemudian berlanjut ke kisah Randi, Arko, Juwisa, Gala, dan juga Ogi. Tak ketinggalan kisah Lira juga, Sang dosen kesayangan kelompok Ogi, serta kisah Cath, adik dari Lira pun turut diceritakan di sini.

Novel ini mengisahkan lika-liku para tokoh di dalamnya yang begitu beragam. Sania yang tidak betah kerja di sebuah bank, karena panggilan hatinya untuk menjadi seorang rockstar.

Kemudian Randi yang mengejar promosi di tempat kerja, ada juga Juwisa yang memiliki impian untuk melanjutkan sekolah S2nya di luar negeri. Kemudian ada Arko yang tidak juga mendapatkan ijazah dan gelar sarjana serta Lira dengan kebimbangannya untuk memilih antara bisnis atau tawaran penelitian di Sumba.

Lalu ada Cath dengan ambisinya untuk menjadi seorang pengacara yang idealis juga Ogi yang nasibnya sungguh menggelegar. Semua berhasil diceritakan oleh JS Khairen dengan gaya bahasanya yang sangat khas, santai, dan mudah untuk dimengerti.

Selain mengisahkan perjuangan hidup para tokoh di dalamnya, novel ini juga menyuguhkan beberapa kutipan kata-kata bijak yang selalu dinanti oleh pembacanya.
Kalau kamu membaca buku karya JS Khairen yang ini tanpa membaca buku pertamanya, mungkin kamu akan sedikit dibuat bingung pada beberapa bagian, saat membicarakan masa lalu masing-masing tokoh saat mereka kuliah di kampus UDEL.

Akan tetapi, novel ini tetap bisa dipahami tanpa kamu harus mengikuti novel pertamanya, karena ada beberapa bagian novel pertama yang dimunculkan kembali di novel kedua ini.

Buku ini memang sangat cocok dibaca oleh kalangan mahasiswa dan juga karyawan, sebab cerita para tokoh di dalamnya begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari.

3. Rinduku Sederas Hujan Sore Itu

Buku karya JS Khairen yang berjudul Rinduku Sederas Hujan Sore Itu, berisi sekumpulan cerita pendek dan juga puisi yang menghantarkan para pembacanya untuk semakin menghargai serta memaknai kehidupan.

Perjumpaan, perpisahan, kesedihan, kegembiraan, cinta, serta segala sesuatu yang terjadi semuanya di dalam kehidupan ini sudah ada yang mengatur. Peristiwa sekecil apapun yang kita alami, semua atas kehendak Sang Pencipta.

https://www.gramedia.com/products/rinduku-sederas-hujan-sore-itu-republish?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/rinduku-sederas-hujan-sore-itu-republish?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Peristiwa yang biasa terjadi dalam hidup, yang kadang sulit untuk kita mengerti dituliskannya dengan bahasa yang sangat sederhana. Pembaca diajak untuk larut dalam emosi saat membaca cerita dan kenangan yang kebanyakan berawal dari kehadiran hujan.

Beberapa baris puisi atau ungkapan yang berupa kalimat puitis menghantarkan pembaca untuk lanjut membaca kisah-kisah berikutnya. Kisah cinta yang bergaya anak muda, yang ditulis dengan kalimat yang romantis dan puitis membuat buku ini asik untuk dibaca.

Dalam buku ini berisi banyak cerita yang tidak ada hubungannya antara satu cerita dengan yang lain. Dengan begitu, memungkinkan pembaca untuk membaca sesuai judul yang mereka inginkan.

Setiap kisah di buku ini menyiratkan beragam makna kehidupan yang mampu mendewasakan serta membantu pembaca untuk menentukan pilihan terbaik dalam hidup.

Memaknai pentingnya hubungan antar anggota keluarga, arti kesetiaan, keikhlasan dalam memaafkan, cinta yang meneguhkan, menerima segala perbedaan keyakinan serta menerima setiap kenyataan hidup yang dipenuhi dengan misteri, menjadi pesan dari banyak cerita yang ada di dalam buku ini.

4. Melangkah

https://www.gramedia.com/products/melangkah-1?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/melangkah-1?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Melangkah merupakan buku karya JS Khairen yang ke 11 yang bergenre fantasi-aksi. Berbeda dengan karya-karyanya yang sebelumnya, novel ini memberikan sedikit imajinasi kepada setiap pembacanya. Terdapat 36 episode dan 5 babak dalam buku ini.

Di babak pertama, buku ini sekilas membahas tentang apa yang akan terjadi di masa mendatang. Novel ini memiliki alur yang maju mundur.

Lalu, di novel ini, kamu akan dipertemukan dengan karakter yang terdiri dari 4 orang mahasiswa yang unik, mereka jago silat. Keempat mahasiswa itu bernama Siti, Arif, Aura, dan juga Ocha.

Siti si anak yang jago silat, sudah berhasil mendapatkan 37 medali. Kalau Arief, juara silat kedua, ia juga digambarkan sebagai sosok yang pemberani, lalu Ocha yang pandai ilmu ekonomi, diam-diam ia juga jago silat.

Petualangan empat orang mahasiswa ini dimulai saat mereka berencana untuk berlibur ke kampung halaman Aura, yaitu Sumba.

Sejak awal rencana kepergian mereka, banyak sekali hal aneh yang muncul. Termasuk adanya tragedi yang terjadi di pesawat, pemadaman listrik, sampai hal-hal mistis saat mereka berada di Sumba.

Aura sebagai tokoh utama dalam novel ini digambarkan sebagai anak dari raja Sumba yang mendapat tugas untuk menjalankan sebuah pesan arwah nenek moyangnya.

Bersama dengan ketiga orang temannya itu, Aura dan kawan-kawannya berusaha untuk memecahkan beragam masalah yang ada. Berbekal tekad sebagai seorang wanita Sumba, serta pengetahuannya mereka di bidang ekonomi dan pencak silat.

Novel ini memiliki memiliki latar belakang Sumba yang sangat kental. Dari awal sampai dengan akhir, kita akan diajak berpetualang langsung ke berbagai pelosok yang ada di Sumba bersama dengan empat sekawan ini.

Kita sebagai pembaca akan diajaknya berjalan-jalan ke perkampungan raja Sumba yang megalitikum, bukit persahabatan yang digambarkan sangat indah, danau Weekuri yang sangat jernih, sampai pemandangan di sore hari dari atas kuda yang biasa dirasakan oleh orang Sumba.

Cerita fantasi serta aksi di dalam novel juga terhubung dengan budaya Sumba yang mistis dan juga eksotis. Berbekal dengan pengetahuan tentang ekonomi dan pencak silat, pesan arwah nenek moyang yang dipercaya oleh empat sekawan ini akhirnya bisa mereka atasi.

5. Kado Terbaik

https://www.gramedia.com/products/kado-terbaik?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/kado-terbaik?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Buku karya JS Khairen yang berjudul Kado Terbaik bercerita tentang keluarga, hubungan kakak beradik, juga tentang kehidupan dari orang yang terpinggirkan.

Keluarga selayaknya adalah tempat yang hangat, namu memang tidak semua orang memilikinya. Banyak orang yang kehilangan kehangatan itu karena ditinggal pergi.

Seperti kisah seorang laki-laki bernama Rizki yang ditinggal meninggal dunia oleh ayahnya, lalu ia juga dibuang oleh ibunya di panti asuhan ilegal.
Rizki dibuang bersama dengan dua adik perempuannya. Selama berada di panti asuhan, hidupnya terlunta-lunta dan penuh dengan derita.

Panti asuhan tempat Rizki dan kedua adiknya itu bukanlah panti asuhan yang layak untuk mereka tinggali.

Saat ia sudah beranjak dewasa, ia keluar dari panti asuhan tersebut dan ia berjanji jika suatu saat akan membawa adik-adiknya keluar dari tempat itu dan menjalani hidup dengan layak.

Pada tujuh hari menjelang Lebaran, Rizki pun kembali ke panti asuhan untuk menemui adik-adiknya. Sang adik kecil meminta kado lebaran pada Rizki. Rizki tidak bekerja. Ia harus mencari cara supaya bisa membelikan kado untuk sang adik, sekalipun ia harus mencopet atau menjadi seorang kurir barang.

Di sisi lain, ia juga harus berjuang untuk dirinya sendiri. Ia juga harus menjaga kedua adiknya itu dari berbagai ancaman yang menerpa.

Novel ini berhasil membawa kita untuk menyadari kalau ada orang-orang seperti Rizki di luaran sana yang sangat ingin memiliki sebuah keluarga yang utuh, yang bisa dijadikannya sebagai tempat berlindung, tempat yang hangat dan juga damai.

Sementara, sebagian orang juga banyak yang tidak menyadari kalau keluarga mereka yang kini berada di dekapan mereka, duduk di samping mereka, adalah sebuah kado terbaik yang mereka miliki, yang tidak dapat tergantikan oleh hal apapun.

Nah Grameds, itu dia beberapa rekomendasi buku karya JS Khairen yang setidaknya bisa kamu baca sekali seumur hidup untuk mengisi waktu luangmu atau untuk sekedar lari dari kesibukanmu saat ini.

Jalan cerita serta bahasa yang digunakan oleh JS Khairen di setiap bukunya sangat ringan, sehingga dengan mudah dicerna oleh berbagai kalangan.

Tema yang sangat dekat dengan kehidupan juga lebih banyak diangkat dalam buku-buku karyanya, sehingga tidak jarang kita bisa memetik hikmah saat membaca buku karya JS Khairen.

Grameds bisa mendapatkan semua buku karya JS Khairen yang telah diulas di atas di Gramedia.com. Sebagai #SahabatTanpaBatas Gramedia selalu memberikan produk-produk terbaik agar Grameds memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Penulis: Nurul Ismi Humairoh

 

Written by M. Hardi