in

Buku Karya Alvin Syahrin

Perjalanan hidup setiap manusia tidak selalu mudah. Rasa tidak percaya diri, iri dengan pencapaian orang lain, minder, rendah diri, tidak layak hidup, dan perasaan-perasaan buruk lainnya yang mengiringi manusia bertumbuh dan berkembang sampai ajal menjemputnya.

Tentu perasaan-perasaan tersebut mengganggu apa-apa yang sedang dikerjakan, seperti tidak fokus dan selalu membandingkan diri. Jika keadaan tersebut terus dibiarkan maka akan mengganggu proses berkembang dan menjajal hal-hal baru.

Jika Grameds sedang insecure, patah hati, rendah diri, takut melangkah, selalu membandingkan diri, dan perasaan-perasaan buruk lainnya. Grameds dapat membaca buku-buku Alvi Syahrin. Selesai membaca, Grameds akan lebih menghargai diri sendiri dan mendapatkan energi-energi positif untuk melangkah ke mencapai impian.

Deskripsi Empat Buku Alvin Syahrin

1. Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa-Apa 

Kau melihat teman-teman dan mereka sudah mendapatkan impian

sementara kau masih termangu menggenggam harapan. Pelan, dalam hati kau berujar, “Kapan mimpiku terwujud?”

Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa-Apa

Selama perjalanan mencapai tujuan, adakalanya kau melihat sekeliling… menakar jauh jangkauan. Atau, kau malah membandingkannya dengan orang lain. Lalu, lupa melanjutkan perjalanan.

Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa-Apa

Benarkah segala usaha dan upayamu selama ini lebur bersama kecewa yang kau bangun sendiri? Sungguhkah sesuatu yang hanya kau lihat dalam dunia maya menjadikanmu merasa bukan apa-apa?

Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa-Apa akan menemanimu selama perjalanan. Buku ini untukmu yang khawatir tentang masa depan. Tenang saja, kau tidak sedang diburu waktu. Bacalah tiap lembarnya dengan penuh kesadaran bahwa hidup adalah tentang sebaik-baiknya berusaha, jatuh lalu bangun lagi, dan tidak berhenti percaya bahwa segala perjuanganmu tidak akan sia-sia. Bukankah sebaiknya apa-apa yang fana tidak selayaknya membuatmu kecewa?

2. Jika Kita Tak Pernah Baik-Baik Saja

Jika Kita Tak Pernah Baik-Baik Saja

Jika Kita Tak Pernah Baik-Baik Saja

Bagaimana caranya aku bisa mencintai diriku ketika yang kulakukan kepada diriku adalah kesalahan-kesalahan bodoh tanpa hentinya?

Jika Kita Tak Pernah Baik-Baik Saja

Susah mencintai seseorang yang terus melakukan kesalahan, lantas bagaimana kalau diri ini yang terus melakukan kesalahan? How can I even start loving myself?

Jika Kita Tak Pernah Baik-Baik Saja

Lalu, bagaimana caranya aku bisa menerima segala kekuranganku?

Bagaimana aku bisa menjadi diriku sendiri kalau aku sendiri tidak suka diriku sendiri?

Kita pernah mengalami krisis, tak pernah baik-baik saja menerima keadaan dan menyalahkan diri sendiri. Mengarungi hidup adalah tentang seni mencintai—termasuk mencintai diri sendiri dengan segala kekurangan, dan berusaha memperbaikinya. Jika Kita Tak Pernah Baik-Baik Saja, mengajak kita mengenal arti kecewa dan bahagia demi mencintai diri sendiri dan sesuatu yang lebih dari segalanya.

3. Insecurity is My Middle Name

Insecurity Is My Middle Name

“Isi buku:

  1. Kenapa good-loking yang selalu dipilih?
  2. Lalu, siapa yamg akan memilihku?
  3. Aku juga kayaknya nggak bisa apa-apa deh.
  4. Skill apa, ya, yang cocok buat aku? |
  5. Tapi, aku harus mulai dari mana, ya?
  6. Aku bukan malas, hanya takut gagal lagi.
  7. Dan, aku malu, belum bisa banggain orangtua.
  8. Dan, aku kalah jauh dari teman-temanku.
  9. Jujur, aku iri sama pencapaian mereka.
  10. Nggak ada yang bisa dibanggakan dariku.

tapi, di sinilah kamu, menyentuh buku ini, trying to feel something, trying to be something, dan kamu sudah ada di langkah yang tepat, karena di buku ini, ada 45 bab yang membantumu berdamai dengan insecunty-mu.”

4. Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta

Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta

Jika kita tak pernah jatuh cinta, kita tak akan banyak belajar dari masa lalu. Bagaimana ia mengajari kita untuk tetap kuat ketika hati terserak.

Kita tak akan menjadi tangguh. Jika kita tak pernah jatuh cinta, mungkinkah kita bisa lebih menghargai diri sendiri dengan melepaskan dia yang selalu menyakiti?

Jika kita tak pernah jatuh cinta, akankah kita pernah merasa berharganya waktu bersama dengan seseorang yang kita cinta?

Terkadang, cinta memang sakit dan rumit. Namun, bisa pula membuat bahagia dan senyum tidak ada habisnya. Keduanya bersimpangan, tetapi pasti kita rasakan.

Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta dituliskan untukmu yang pernah merasa terpuruk karena cinta, lalu bangkit lagi disebabkan hal yang sama.

Pengertian Insecure

Insecure terjadi ketika seseorang dalam keadaan mental yang selalu merasa cemas, kurang percaya diri, dan ragu sehingga membuatnya “tidak aman”. Seseorang dengan keadaan tersebut akan selalu merasa cemas dan takut secara berlebihan sehingga akan berhati-hati dalam melakukan sesutau bahkan menaruh curiga dengan orang lain maupun lingkungan sekitar.

Tidak jarang seseorang dengan rasa insecure akan terus membandingkan diri dengan orang lain atau selalu menanyakan pendapat orang lain tentang dirinya.Perasaan takut dan cemas menjadi wajar jika datang sesekali. Ia mulai tidak wajar, jika selalu hadir dalam setiap kondisi. Jika tidak ditangani dengan baik, keadaan tersebut akan mengganggu hubungan sosial, sekolah, bahkan pekerjaan.

Insecure bisa disebabkan oleh banyak hal misalnya kepribadian melankolis, pengalaman buruk, sifat perfeksionis, dan cara pandang yang salah. Keadaan tersebut dapat diatasi dengan belajar membangun self-esteem atau berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Penyebab Seseorang Menjadi Insecure

Seseorang dapat mengalami insecure karena banyak hal. Bisa dari dalam diri ataupun lingkungan sekitar yang membentuknya menjadi pribadi yang selalu merasa insecure dengan berbagai keadaan. Berikut penyebab insecure.

1. Mengalami Kegagalan atau Penolakan

Seseorang yang sering mengalami kegagalan dalam mencapai sesuatu, penolakan, atau bahkan kehilangan pekerjaan memiliki potensi untuk merasa insecure. Peristiwa tersebut membuatnya melihat diri sendiri dari sudut pandang negatif seperti payah, tidak kompeten, tidak berharga, dan sebagainya.

Seseorang dengan daddy issues juga sering mengalami insecure. Daddy issues sendiri adalah seseorang yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah atau memiliki ayah disfungsional.

2. Mendapatkan Penilaian Kurang Baik dari Orang Lain

Tidak jarang ketika bersosialisasi, seseorang dinilai kurang atau bahkan tidak baik oleh orang lain. Keadaan tersebut dapat menimbulkan rasa tidak aman sehingga menyebabkan rasa insecure hadir. Seseorang dengan rasa insecure kerap menghindari kegiatan sosial.

3. Memiliki Sifat Perfeksionis

Sifat perfeksionis dapat menjadi boomerang bagi diri sendiri. Seseorang yang memiliki sifat perfeksionis cenderung menginginkan segala sesuatu berjalan sesuai dengan keinginannya dan harus tepat seperti yang direncanakan atau dibayangkan.

Perasaan insecure akan muncul ketika harapannya tidak sesuai dengan kenyataan. Akibatnya, kekecewaan dan terus-terusan menyalahkan diri sendiri tidak dapat dihindari.

Tanda-Tanda Insecure Hadir dalam Diri Anda

Tanda-tanda seseorang mengalami insecure dapat disimak melalui penjelasan berikut ini.

1. Merasa Rendah Diri

Seseorang yang sedang mengalami insecure terlihat dari gelagat tubuhnya yang menunjukkan rasa rendah diri. Ia kesulitan memupuk rasa percaya diri dalam dirinya.

2. Enggan Keluar dari Zona Nyaman

Seseorang yang selalui diliputi rasa takut dan cemas cenderung akan enggan keluar dari zona nyaman. Ia merasa jika keluar dari zona nyaman ada kemungkinan penolakan atau pandangan rendah dari orang lain.

3. Mengalami Takut Berlebihan

Seseorang yang memiliki ketakutan secara berlebihan termasuk pada hal-hal kecil dan remeh. Ketakutan tersebut terus muncul dan akan mengganggu kegiatan sehari-hari jika tidak diatasi dengan tepat.

4. Sering Membandingkan Diri dengan Orang Lain

Seseorang dengan rasa insecure cenderung membandingkan diri dengan orang lain atas segala hal. Sesederhana baju yang dipakai dapat menjadi bahan membandingkan diri dengan orang lain.

5. Mencoba Membuat Orang Lain Merasa Insecure

Orang dengan rasa insecure cenderung mencoba membuat orang lain merasa insecure dalam obrolan atau kesempatan-kesempatan lainnya. Caranya dengan unjuk gigi kemampuan yang dimilikinya sehingga tampak hebat di depan orang lain dan rasa insecure dalam dirinya dapat ditutupi.

6. Terus menceritakan Pencapaian Diri

Orang dengan perasaan inferior atau rendah diri terhadap orang lain biasanya hadir dalam diri individu yang merasa insecure. Perasaan tersebut membuat individu tersebut akan selalu menceritakan hal-hal yang telah dicapai.

Misalnya pendidikan, berhasil pergi ke suatu tempat, gaya hidup mewah, pekerjaan-pekerjaan yang dianggap sulit dalam masyarakat, dan sebagainya. Hal tersebut untuk menunjukkan bahwa hidup yang mereka jalani sempurna dan belum tentu orang lain dapat melakukannya.

7. Memamerkan Diri Secara Terselubung

Seseorang dengan rasa insecure cenderung sering pamer atau menyombongkan diri dengan cara merendahkan diri atau mengeluh. Seperti mengeluh tidak punya uang padahal dalam waktu dekat membeli gawai keluaran terbaru.

8. Menyalahkan Diri Sendiri Ketika Suatu Hal Tidak Berjalan Sempurna

Seseorang pasti memiliki impian baik tempat pendidikan impian, pekerjaan yang diidam-idamkan, atau hal-hal yang membuat mereka merasa sempurna di mata orang lain. Ketika hal-hal tersebut tidak tercapai maka rasa kecewa dan cenderung menyalahakan diri sendiri akan hadir kepada orang-orang yang insecure.

9. Memiliki Kepercayaan yang Tipis terhadap Orang Lain

Seseorang dengan rasa insecure sering kali memastikan kebenaran berulang kali dan mudah curiga. Bahkan tidak jarang, mereka cenderung menjadi pribadi pencemburu ketika melakoni hubungan. Misalnya selalu mengintip pesan atau mengecek gawai pasangan. Hal tersebut membuat mereka sulit memiliki dan menjalani hubungan dengan orang lain.

Insecure Menjadi Petanda Gangguan Mental

Rasa insecure yang hadir dalam diri seseorang dapat menjadi petanda atau gejala dari sejumlah gangguan mental. Berikut gangguan mental yang dapat dikenali melalui rasa insecure.

1. Gangguan Makan

Gangguan makan meru[akan kondisi terganggunya kesehatan mental yang ditandai dengan perilaku makan yang tidak normal dan disertai gangguan emosi. Penderita biasanya ditandai dengan caranya mengonsumsi makanan yang terlalu sedikit atau terlalu banyak makan, serta terobsesi dengan berat badan dan/atau bentuk tubuhnya.

Gangguan mental memiliki beberapa jenis di antaranya anoreksia nervosa, bulimia nervosa, dan gangguan makan berlebihan (bringe eating disorder).

2. Gangguan Kepribadian Paranoid

Gangguan kepribadian paranoid (GKP) merupakan jenis kelaian kepribadian yang berpanguh pada fungsi, pola pikir, dan perilaku penderitanya. Seseorang dengan GKP cenderung mengalami kesulitan dalam memahami dan berhubungan dengan orang lain atau dalam keadaan tertentu.

Akibatnya, ia akan terus-terusan merasa curiga dan tidak percaya secara berlebihan kepada orang lain. Ia juga enggan bercerita permasalahan atau hal yang sedang dialami kepada oramg lain, dendam pun akan terus disimpan, dan meyakini bahwa berbagai peristiwa berpotensi mengancam dirinya.

Pola pikir tersebut, membuatnya mudah marah dan tidak bersahabat dengan orang lain. Hal tersebut, dapat mengganggu kegiatan sehari-harinya mulai dari relasi sosial sampai sekolah.

3. Depresi

Depresi merupakan gangguan suasa hati (mood) ditandai dengan perasaan sedih yang mandalam dan kehilangan minat terhadap hal-hal yang disukai. Seseorang dapat dinyatakan mengalami depresi ketika bersedih dalam dua minggu, merasa tidak berharga, atau putus harapan. Vonis depresi harus dilakukan oleh ahli kejiwaan.

Ketika seseorang mengalami gejala yang mirip dengan depresi disarankan untuk segera menguhungi ahli. Jika tidak maka depresi akan membuat penurunan produktivitas kerja, bahkan berpotensi untuk melakukan bunuh diri. Depresi sering terjadi pada perempuan. penyebabnya pun beragam salah satunya perubahan hormonal (kehamilan, menstruasi, setelah melahirkan, atau menopause).

4. Gangguan Kepribadian Ambang

Gangguan kepribadian ambang (borderline personality disorder) adalah kondisi mental seseorang yang terganggu yang ditandai dengan ketidakstabilan suasana hati, perilaku, dan citra diri. Seseorang dengan gangguan ini mengalami kesulitan dalam berhubungan secara interpersonal, berpotensi melakukan upaya bunuh diri, dan rentan melukai diri sendiri.

5. Gangguan Kecemasan

Gangguan kecemasan merupakan rasa cemas yang terlalu sering dan berlebihan yang muncul dari diri seseorang. Rasa cemas sebenarnya diperlukan dalam kehidupan manusia untuk menjadikan lebih berhati-hati dan waspada. Namun, ketika rasa cemas hadir secara berlebihan, sulit dikontrol, bahkan mengganggu aktivitas patut dikonsultasikan kepada dokter atau ahli.

6. Gangguan Kepribadian Narsistik

Narsistik merupakan gangguan kepribadian yang ditandai dengan anggapan atau pemikiran bahwa dirinya sangat penting dan patut dikagumi. Seseorang dengan gangguan kepribadian narsistik cenderung merasa dirinya lebih baik dari orang lain. Tidak jarang mereka membanggakan pencapaiannya padahal hal tersebut biasa saja.

Tips Meminalisir Insecure Hadir dalam Diri Kalian

Insecure dapat diminalisir kehadirannya dengan melakukan beberapa hal di bawah ini.

  1. Meluangkan waktu dengan orang dekat
  2. Membangun rasa percaya diri dan self-esteem
  3. Mengidentifikasi situasi atau hal yang memicu perasaan insecure
  4. Menjadikan kegagalan sebagai motivasi untuk menjadi lebih baik
  5. Menerima hasil yang tidak sesuai keinginan dengan lapang dada
  6. Mendahulukan kepentingan atau kebutuhan [ribadi
  7. Menepis pikiran-pikiran negatif dengan mengingat hal-hal kecil yang berdampak positif

Pengobatan Insecure

Perasaan insecure yang hadir dalam diri dapat diatasi oleh diri sendiri atau meminta bantuan medis. Berikut cara menghilangkan rasa insecure baik secara mandiri maupun penanganan ahli.

1. Penanganan Mandiri

Rasa insecure dapat ditekan dengan membangun self-esteem atau harga diri dengan berbagai cara di bawah ini.

  • Lawan pikiran negatif, salah satunya dengan tidak menyalahkan diri sendiri ketika mengalami kegagalan. Caranya dengan melakukan berbagai kegiatan positif seperti menjadi relawan di tempat yang dilanda bencana alam, berbagi kasih di panti asuhan, bersepeda di pagi hari, dan kegiatan positif lainnya.
  • Menerima hasil yang tidak sesuai dengan keinginan dengan menganggap bahwa hal tersebut normal terjadi dalam kehidupan.
  • Mengubah kegagalan menjadi motivasi dengan tidak membenci dan menyalahkan diri sendiri. Kegagalan bukan hal yang memalukan melainkan sebagai evaluasi langkah dan menjadikannya sebagai motivasi untuk melangkah ke depan.
  • Luangkan waktu dengan orang terdekat dan tersayang akan membuat Anda melihat diri dari sisi positif dan dapat memupuk rasa percaya diri.
  • Membangun harga diri dan keyakinan diri dengan menikmati dan fokus pada hal-hal yang sedang dijalani atau disukai. Rasa bangga harus dibangun dalam diri. Tidak hanya itu, membuat target pencapaian juga perlu untuk melihat bahwa Anda mampu melewati tantangan-tantangan dalam mencapai target.

2. Pengobatan Medis

Pengobatan medis pada orang yang mengalami insecure dapat dilakukan dengan psikoterapi dan/atau mengonsumsi obat-obatan. Psikoterapi membantu penderita untuk lebih memahami diri sendiri dengan baik dan tepat serta mampu mengendalikan perilakunya. Psikoterapi yang dilakukan berupa terapi perilaku kognitif dan terapi bicara (psikoterapi).

Obat-obatan pun terkadang diperlukan untuk meredakan insecure akibat gangguan mental. Di antaranya antidepresan, antimania atau obat pengendali mood, dan antipsikotik (risperidone dan aripiprazole).

Written by Alisa